Anda di halaman 1dari 3

STANDARD

OPERSIONA
L
PROSEDUR
PENGERTIA
N

TUJUAN

FREKUENSI

PERALATAN

PROSEDUR
PELAKSANA
AN

ANTE NATAL CARE (ANC)


Pelayanan kesehatan atau perawatan kepada ibu selama masa
kehamilan dengan mempersiapkan sebaik-baiknya fisik dan
mental ibu dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga
selalu dalam keadaan sehat dan normal
1. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang
terdapat saat kehamilan, persalinan dan nifas.
2. Mengenal dan menangani penyakit yang menyerati
kehamilan, persalinan dan nifas.
3. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan
kehamilan, persalinan, laktasi dan keluarga berencana.
4. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan
perinatal.
Dalam pelaksanaan ANC terdapat kesepakatan adanya standar
minimal yaitu dengan pemeriksaan ANC 4 kali selama kehamilan
dengan distribusi sebagai berikut :
- Minimal satu kali pada trimester I
- Minimal satu kali pada trimester II
- Minimal dua kali pada trimester III (Dep Kes RI, 1994 : 24)
Persiapan alat :
Status dan alat tulis
Spekulum corong
Meteran
Selimut
Timbangan BB
Tensimeter
Stetoskop
Kalender kehamilan
Vaksin TT
Persiapan lingkungan : pinti, jendela, tirai ditutup
Persiapan pasien :
a. Mintalah ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya bila
perlu
b. Cucilah tangan anda sebelum mulai memeriksa,
keringkan dan usahakan agar tangan perawat cukup
hangat.

Kunjungan
1 (0-12
minggu)
Kunjungan
II 12-24
minggu

Kunjungan
III, 28 32
Minggu

1. Anamnesis lengkap, termasuk mengenai riwayat obstertric


dan ginekologi.
2. Pemeriksaan fisik ; Tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu
tubuh, bunyi jantung, bunyi pernafasan, reflek patella, edema
dan lain-lain.
3. Pemeriksaan obstetric : Usia kehamilan, tinggi fundus uteri,
DJJ (kehamilan lebih dari 12 minggu), pengukuran panggul
luar.
4. Pemeriksaan laboratorium : urine lengkap, darah
(Haemoglobin, leukosit, Diff, Golongan darah, Rhesus, sitologi,
dan gula darah).
5. Penilaian status gizi, dilihat dari keseimbangan antara berat
badan (BB) dan tinggi badan (TB).
6. Penilaian resiko kehamilan.
7. KIE pada ibu hamil tentang keberhasilan diri dan gizi ibu
hamil.
8. Pemberian imunisasi TT 1.
1. Anemnese meliputi keluhan dan perkembangan yang
dirasakan oleh ibu.
2. Pemeriksaan fisik dan obstetric (pengukuran panggul luar tak
perlu dilakukan lagi).
3. Pemerksaan dengan USG. Biometri janin (besar dan usia
kehamilan), aktifitas janin, kelainan, cairan ketuban dan letak
plasenta, serta keadaan plasenta.
4. Penilaian resiko kehamilan.
5. KIE tentang perawatan payudara.
6. Pemberian imunisasi TT 2 dan vitamin bila perlu.

1. Anamnese keluhan dan gerakan janin.


2. Pengamatan gerak janin
3. Pemeriksaan fisik dan obstetrik (pemeriksaa panggl dalam
Kunjungan IV
bagi kehamilan pertama)
kehamilan
4. Penilaian resiko kehamilan.
34 minggu
5. Pemeriksaan laboratorium ulang : Hb, Ht, dan gula darah.
6. Nasehat senam hamil, perawatan payudara dan gizi.
Kunjungan V
(36 minggu),
Kunjungan VI
(38 minggu),
Kunjungan
VII (40
minggu) (2
minggu 1
kali)

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Anamnese meliputi keluhan, gerakan janin dan keluhan.


Pemeriksaan laboratorium ulang (Hb dan gula darah).
Pemeriksaan fisik dan obstetrik.
Penilaian resiko kehamilan.
USG ulang pada kunjungan 4.
KIE tentang senam hamil, perawatan payudaran, dan
persiapan persalinan.
7. Pengawasan penyakit yang menyertai kehamilan dan
komplikasi trimester III.
8. Penyuluhan diet 4 sehat 5 sempurna.

1.
2.
3.
4.

Anamnese meliputi keluhan dan lain-lain.


Pengamatan gerak janin.
Pemeriksaan fisik dan obstetric.
Kunjungan
Pemeriksaan USG yaitu pemeriksaan yang memantau
VIII 41
keadaan jantung janin sehubungan dengan timbulnya
minggu,
kontraksi.
kunjungan IX
5. Memberi nasehat tentang tanda-tanda persalinan, persiapan
42 minggu (1
persalinan dan rencana untuk melahirkan.
minggu
6. Sesuai standar kunjungan ibu hamil diatas maka semakin tua
sekali)
umur kehamilan harus semakin sering memeriksakan
kehamilannya, resiko kehamilan semakin tinggi, semakin
tinggi pula kebutuhan untuk memeriksakan kehamilannya.