Anda di halaman 1dari 25

TONSILITIS KRON

Haqqi Pradipta Suganda


20090310051

IDENTITAS PASIEN
Nama
: An. A
Umur
: 11 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Alamat
: Gintungan
Pekerjaan
: Pelajar
No RM
: diketahui
Masuk Rumah Sakit : 05 Januari 2015

Anamnesis
Keluhan utama:
Sering sesak nafas
Riwayat penyakit sekarang:
Pasien datang ke Poli THT RSUD Salatiga, usia 11 tahun
dengan keluhan Sering sesak nafas sejak 1 bulan yll.
Pasien juga mengeluh sering demam dan sering
menderita batuk. Pasien mengaku kalo malam tidur sering
ngorok. Nyeri telan (+), tenggorokan terasa ada yang
mengganjal. Keluhan tersebut dirasa sejak 2 tahun SMRS.
Riwayat penyakit dahulu:
Pasien belum pernah sakit seperti ini sebelumnya.

Riwayat penyakit keluarga:


Dalam keluarga pasien tidak ada sakit seperti ini.
Riwayat personal sosial
Dari alloanamnesis ibu pasien, pasien mengaku sering
minum es, sering makan chiki2an.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
: Baik
Kesadaran : Compos mentis
Vital Sign :
HR : 80 x/menit (kuat, regular)
RR : 24 x/menit (regular)
Suhu : 36,3 C

Data antropometri
Berat badan : 35 kg
Status gizi : gizi baik

Status THT
Telinga
Auricula
Liang Telinga
Serumen
Discharge
Darah
MT
Hidung
Deformitas
Cavum nasi
Discharge
Darah
Konka Inferior
Septum nasi
Tenggorokan
Tonsil
Uvula
DPP

Dx
Normotia
Lapang
Utuh
Dx
Lapang
Eutrof
Di tengah

Sn
Normotia
Lapang
Utuh
Sn
Lapang
Eutrof
Di tengah

T3 - T3, , kriptus (+), dendrites (+), hiperemis


(-)
Di tengah
Tenang

Pemeriksaan Penunjang
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tanggal 06 Januari 2015
Darah Rutin
Leukosit
Eritrosit

: 6,7 x 103 /uL (4,5-10)


: 5,17 x 106/uL (L=4,5-5,5 ; P=4-5)

Hemoglobin
Hematokrit
MCV
MCH

: 12,8 g/dL (L=14-18 ; P=12-16)


: 35 %

: 80,7 fl (85-106)
: 29,0 pg (28-31)

MCHC : 36,0 g/dl (30-35)


Trombosit : 226 x 103 /uL (150-450)
HbSAg : (-)

Diagnosis
Tonsilitis Kronis
Terapi
Adenotonsilektomy

TINJAUAN PUSTAKA
TONSILITIS

Anatomi
Tonsil palatina adalah suatu massa jaringan
limfoid yang terletak di dalam fosa tonsil pada
kedua sudut orofaring, dan dibatasi oleh pilar
anterior (otot palatoglosus) dan pilar posterior
(otot palatofaringeus). Tonsil berbentuk oval
dengan panjang 2-5 cm, masing-masing tonsil
mempunyai 10-30 kriptus yang meluas ke
dalam jaringan tonsil. Tonsil tidak selalu mengisi
seluruh fosa tonsilaris, daerah yang kosong
diatasnya dikenal sebagai fosa supratonsilar.
Tonsil terletak di lateral orofaring. Dibatasi oleh:
Lateral m. konstriktor faring superior
Anterior m. palatoglosus
Posterior m. palatofaringeus
Superior palatum mole
Inferior tonsil lingual
Secara mikroskopik tonsil terdiri atas 3
komponen
yaitu
jaringan
ikat,
folikel
germinativum (merupakan sel limfoid) dan
jaringan interfolikel (terdiri dari jaringan
limfoid).

Imunologi Tonsil
Tonsil merupakan jaringan limfoid yang mengandung sel
limfosit, 0,1-0,2% dari keseluruhan limfosit tubuh pada
orang dewasa. Proporsi limfosit B dan T pada tonsil
adalah 50%:50%, sedangkan di darah 55-75%:15-30%.
Pada tonsil terdapat sistim imun kompleks yang terdiri
atas sel M (sel membran), makrofag, sel dendrit dan
APCs (antigen presenting cells) yang berperan dalam
proses transportasi antigen ke sel limfosit sehingga
terjadi sintesis imunoglobulin spesifk. Juga terdapat sel
limfosit B, limfosit T, sel plasma dan sel pembawa IgG.
Tonsil merupakan organ limfatik sekunder yang
diperlukan untuk diferensiasi dan proliferasi limfosit
yang sudah disensitisasi. Tonsil mempunyai 2 fungsi
utama yaitu 1) menangkap dan mengumpulkan bahan
asing dengan efektif; 2) sebagai organ utama produksi
antibodi dan sensitisasi sel limfosit T dengan antigen

Tonsilitis: peradangan pada


tonsila palatina yang biasanya
disebabkan oleh infeksi bakteri,
virus & beberapa
faktor predisposisi lain
Tonsilitis:
Tonsilitis akut
Tonsilitis membranosa
Tonsilitis kronik

Tonsilitis akut
Bacterial
Virus
Etiologi: Epstein Barr
Gejala: mirip common
cold disertai dengan
nyeri tenggorok
Terapi: bad rest,
minum, analgetik dan
antivirus jika gejala
berat

Etiologi: streptokokus
betahemolitikus grup A,
pneumokokus viridan, streptokokus
piogen
gejala dan tanda:
1. Nyeri tenggorok
2. Nyeri menelan
3. Febris
4. Nyeri alih di telinga
5. Tonsil membesar & hiperemis,
detritus (+)
6. KGB submandibula besar &
nyeri tekan
. Terapi: antibiotik spektrum luas,
antipiretik
. Komplikasi: OMA, sinusitis,
abses peritonsil, miokarditis,
Obstructive Sleep Apnoe
Syndrome (OSAS)

Tonsilitis membranosa
Tonsilitis difteri
Etiologi: Coryne bacterium
diphteriae
Biasanya menginfeksi sal.napas atas,
dan tergantung dari titer antitoksin
Gejala & tanda:

Umum

Lokal

eksotoksin

Subfebris

Tonsil membesar

Miokarditis

Nyeri kepala

Ditutupi bercak putih kotor


membentuk membran semu yang
semakin meluas

Kelumpuhan otot
palatum &
pernapasan

Lemah letih
lesu

Mudah berdarah

Nyeri menelan KGB leher membengkak (bulls


Terapi: isolasi pasien
neck)
Anti Difteri Serum
Antibiotik : penisilin atau eritromisin
Kortikosteroid
antipiretik

albuminuria

Terapi
Antitoksin : serum anti diphtheria (ADS),Anti difteri
serum diberikan segera tanpa menunggu hasil kultur
dengan dosis 20.000-100.000 unit tergantung dari umur
dan beratnya penyakit itu.
Anti microbial : untuk menghentikan produksi toksin,
yaitu penisilin prokain 50.000-100.000 KI/BB/hariselama
7-10 hari, bila alergi diberikan eritromisin 40 mg/kg/hari.
Kortikosteroid : diberikan kepada penderita dengan
gejala obstruksi saluran nafas bagian atas dan bila
terdapat penyulit miokardiopati toksik.

Tonsilitis septik
Etiologi: Streptokokus hemolitikus pada susu sapi
Angina Plaut Vincent
Etiologi: bakteri spirochaeta/triponema pada orang yg
hygine mulut buruk dan defsiensi Vit.C

Gejala & tanda:


Demam tinggi
Nyeri mulut
Gang.pencernaan
Hipersalivasi
Gigi & gusi mudah berdarah
Mukosa mulut & faring hiperemis
Membran putih di uvula, dinding faring
KGB submandibula membesar
Terapi : antibiotik spektrum kuas, perbaiki hygine mulut,
Vit.C & Vit. B kompleks

Penyakit kelainan darah

Mononukleosis
Leukimia akut
Epistaksis
Perdarahan di
mukosa mulut,
gusi dan bawah
kulit
Tonsil bengkak
tertutup membran
semu
Nyeri hebat di
tenggorok

Angina
agranulositosis
Akibat keracunan
obat amidopirin,
sulfa, arsen
Ulkus di mukosa
mulut & faring
Gejala radang di
sekitar ulkus

Tonsilo faringitis
ulsero
membranosa
bilateral
Membran mudah
diangkat
Pembesaran KGB
Leukosit
mononukleus
jumlah besar
Reaksi Paul
Bunnel

Tonsilitis kronik
Rangsangan menahun dari rokok, makanan, higiene mulut
yang buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fsik, pengobatan
tonsilitis akut yang tidak adekuat.
Gejala:
Tonsil membesar
Permukaan tidak rata
Kripti melebar terisi detritus
Rasa mengganjal ditenggorok
Rasa kering di tenggorok
Napas berbau
Terapi: lokal perbaiki higiene mulut
Terapi radikal dengan tonsilektomi
bila terapi medikamentosa tidak
berhasil.

Patogenesis
proses
radang
berulang

Kripta
terisi oleh
detritus

Proses
meluas

Epitel
mukosa
dan
jaringan
limfoid
terkikis

Kripta
melebar

Menembu
s kapsul
tonsil

Jar.limfoid
diganti
jaringan
parut

Jaringan
akan
mengerut

Perlengket
an di fosa
tonsilaris

Komplikasi tonsilitis kronis


Rhinitis kronik
Sinusitis atau otitis media
Hematogen & limfogen :
Endokarditis, artritis, miositis, nefritis, uveitis, dermatitis,
pruritus, urtikaria dan furunkulosis

TONSILEKTOMI
Tonsilektomi didefnisikan sebagai operasi
pengangkatan seluruh tonsil palatina.
Tonsiloadenoidektomi adalah pengangkatan tonsil
palatina dan jaringan limfoid di nasofaring yang
dikenal sebagai adenoid atau tonsil faringeal.

The American Academy of Otolaryngology Head and Neck


Surgery Clinical Indikators Compendium tahun 1995 menetapkan
indikasi dilakukannya tonsilektomi yaitu:
Serangan tonsilitis lebih dari tiga kali per tahun walaupun telah
mendapatkan terapi yang adekuat
Tonsil hipertrof yang menimbulkan maloklusi gigi dan menyebabkan
gangguan pertumbuhan orofasial
Sumbatan jalan nafas yang berupa hipertrof tonsil dengan sumbatan
jalan nafas, sleep apnea, gangguan menelan, dan gangguan bicara.
Rinitis dan sinusitis yang kronis, peritonsilitis, abses peritonsil, yang tidak
berhasil hilang dengan pengobatan.
Napas bau yang tidak berhasil dengan pengobatan
Tonsilitis berulang yang disebabkan oleh bakteri grup A Sterptococcus
hemoliticus
Hipertrof tonsil yang dicurigai adanya keganasan
Otitis media efusa / otitis media supurataif

TERIMAKASIH