Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat,
taufik dan hidayah-Nya sehingga kelompok kami dapat membuat makalah dengan judul
EPIDIOMIOLOGI DI DALAM MASYARAKAT tanpa halangan apapun.
Dalam menyusun makalah ini, kelompok kami banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak baik berupa bantuan moral maupun materil. Untuk itu pada kesempatan ini ,
kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada dosen
pembimbing kami dan semua puhak yang telah membantu, hingga terselesainya penyusunan
makalah ini.
Kelompok kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu dengan terbuka kami menerima kritik dan saran yang bersifat
membangun dan berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan kesempurnaan makalah ini.
Kelompok kami berharap makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya, dan bagi para
pembaca pada umumnya.Atas segenap perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kediri, 23 Februari 2012

Penyusun

16

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Penyakit merupakan salah satu gangguan kehidupan manusia yang telah dikenal orang
sejak dahulu. Pada mulanya, konsep terjadinya didasarkan pada adanya gangguan makhluk
halus atau karena kemurkaan dan yang maha pencipta. Hingga saat ini, masih banyak
kelompok masyarakat di negara berkembang yang menganut konsep tersebut. Di lain pihak
masih ada gangguan kesehatan/ penyakit yang belum jelas penyebabnya, maupun proses
kejadian.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut :
mengidentifikasi masalah masalah kesehatan di dalam masyarakat
menjelaskan sebuah insident dan prevalensi penyakit di dalam masyarakat
merencanakan pemecahan dan penanggulangan masalah kesehatan yang realistik dan
melibatkan partisipasi masyarakat

1.3 Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah kami kelompok 3 mempunyai beberapa tujuan sebagai
berikut :
memberikan pengetahuna tentang penyebaran penyakit di dalam masyarakat
mengetahui cara untuk menangani sebuah penyakit di dalam masyarakat

16

1.4 Hipotesa
pengetahuan akan suatu insidet akan memberikan persiapan yang matang dalam
menanganinya

16

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Epidiomiologi


Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi penyakit dan
determinannya pada manusia. Distribusi penyakit dapat di dekripsikan menurut orang ( usia,
jenis kelamin, ras ), tempat ( penyebaran geografis ), dan waktu, sedangkan pengkajoan
determinan penyakit mencakup penjelasan pola distribusi penyakit tersebut menurut factorfaktor penyebabnya (MacMahon & Pugh, 1970).
2.1.1TujuanEpidiomiologi
Secara umum, dapat dikatakan bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam epidemiologi
adalah memperoleh data frekuensi, distribusi dan determinan penyakit atau fenomena lain
yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, misalnya:
1. Penelitian epidemiologis yang dilakukan pada kejadian luar biasa akibat keracunan
makanan dapat digunakan untuk mengungkapkan makanan yang tercemar dan menemukan
penyebabnya.
2.

Penelitian epidemiologis yang dilakukan untuk mencari hubungan antara karsinoma

paru-paru dengan asbes, rokok dengan penyakit jantung dan hubungan-hubungan penyakit
dan masalah kesehatan lainnya
3.

Menentukan apakah hipotesis yang dihasilkan dari percobaan heawan konsisten dengan

data epidemiologis
4.

Memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam

menyusun perencanaan, penanggualangan masalah kesehatan, serta menentuka prioritas


masalah keseahatan masyarakat
Sedangkan tujuan epidemiologi menurut Risser (2000), Gordis (2000), Gerstman (1998), Kleinbaum
(1982) dapat di simpulkan sebagai berikut :
Mendeskripsikan Distribusi, kecenderungan dan riwayat alamiah suatu penyakit atau keadaan
kesehatan populasi.
Menjelaskan etiologi penyakit.
Meramalkan kejadian penyakit.
16

Mengendalikan distribusi penyakit dan masalah kesehatan populasi.

2.2

Peranan Epidemiologi

Epidemiologi diharapkan dapat berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat


secara keseluruhan . Bentuk peran tersebut dapat dijabarkan dalam 7 peran utama menurut
Valanis yaitu :
Invetigasi etiologi penyakit
Hal ini menggambarkan bahwa epidemiologi dapat digunakan untuk mencari
penyebab pasti terjadinya suatu masalah kesehatan.
2. Identifikasi faktor resiko
Hal ini menggambarkan bahwa epidemiologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi
faktor-faktor yang mugkin menjadi penyebab masalah kesehatan.
3. Identifikasi sindrom dan klasifikasi penyakit
Hal ini meggambarkan bahwa epidemiologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi
kumpulan gejala dari masalah kesehatannya yang akhirnya dimasukkan ke dalam
golongan penyakit tertentu.
4. Melakukan diagnosa banding dan perencanaan pengobatan
Hal ini mnggambarkan bahwa epidemiologi dapat digunakan untuk membandingkan 2
masalah kesehatan dengan gejala yang sama sehingga dapat ditentukan diagnose
pastinya untuk dapat dilakukan rencana pengobatan yang tepat.
5. Surveilan status kesehatan penduduk
Surveilans adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara terus-menerus dan
sistematik dalam bentuk pengumpulan data ,analisis data, interpretasi data dan
diseminasi informasi hasil interpretasi data bgi mereka yang membutuhkan .Secara
sederhana ,Surveilans dalam epidemiologi adalah memantau dengan berhati-hati dan
memberikan tanggapan yang relevan tentang frekuensi,distribusi dan determinan
masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat.
6. Diagnosis komunitas dan perencanaan pelayanan kesehatan
16

Karena elemen epidemiologi adalah komunitas atau masyarakat maka epidemiologi


memiliki peranan dalam menentukan masalah kesehatan komunitas bukan masalah
kesehatan individu.Setelah ditentukan masalah kesehatan komunitas dilanjutkan
dengan membuat rencana pelayanan kesehatan yang meliputi promotif (peningkatan
kesehatan),preventif(pencegahan

penyakit),kuratif(pengobatan) dan

rehabilitative(pemulihan).
7. Evaluasi pelayanan kkesehatan dan intervensi kesehatan masyarakat
Epidemiologi memiliki peran dalam menilai secara keseluruha hasil dari tindakan
kesehatan dan pelayanan kesehatan yang diberikan pada masyarakat.
2.3

Manfaat Epodiomiologi
Apabila Epidemiologi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik, akan diperoleh

berbagai manfaat yang jika disederhanakan adalah sebagai berikut :


Membantu

Pekerjaan

Administrasi

Kesehatan.

Yaitu membantu pekerjaan dalam Perencanaan ( Planning ) dari


pelayanan

kesehatan,

(Evaluation)

Pemantauan

Monitoring

suatu

dan

upaya

Penilaian
kesehatan.

Data yang diperoleh dari pekerjaan epidemiologi akan dapat dimanfaatkan


untuk melihat apakah upaya yang dilakukan telah sesuai dengan rencana atau
tidak (Pemantauan) dan ataukah tujuan yang ditetapkan telah tercapai atau
tidak (Penilaian).
2. Dapat

Menerangkan

Penyebab

Suatu

Masalah

Kesehatan.

Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan, maka dapat


disusun langkah langkah penaggulangan selanjutnya, baik yang bersifat
pencegahan ataupun yang bersifat pengobatan.
Dapat

Menerangkan

Perkembangan

Alamiah

Suatu

Penyakit.

Salah satu masalah kesehatan yang sangat penting adalah tentang


penyakit. Dengan menggunakan metode Epidemiologi dapatlah diterangkan
Riwayat Alamiah Perkembangan Suatu Penyakit ( Natural History of
Disease ). Pengetahuan tentang perkembangan alamiah ini amat penting
dalam menggambarkan perjalanan suatu penyakit. Dengan pengetahuan
tersebut dapat dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan perjalanan
16

penyakit sedemikian rupa sehingga penyakit tidak sampai berkelanjutan.


Manfaat / peranan Epidemiologi dalam menerangkan perkembangan alamiah
suatu penyakit adalah melalui pemanfaatan keterangan tentang frekwensi dan
penyebaran penyakit terutama penyebaran penyakit menurut waktu. Dengan
diketahuinya waktu muncul dan berakhirnya suatu penyakit, maka dapatlah
diperkirakan perkembangan penyakit tersebut.
4.

Dapat

Menerangkan

Keadaan

Suatu

Masalah

Kesehatan.

Karena Epidemiologi mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran


masalah kesehatan, maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan masalah
kesehatan tersebut. Keadaan yang dimaksud di sini merupakan perpaduan dari
keterangan menurut cirri cirri Manusia, tempat dan Waktu.
Perpaduan ciri ini pada akhirnya menghasilkan 4 ( empat ) Keadaan Masalah Kesehatan yaitu
:
a.EPIDEMI
Adalah : Keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang
ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam
frekuensi yang meningkat.
b.PANDEMI
Adalah : Suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang
ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat memperlihatkan
peningkatan yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah
yang amat luas.
c.ENDEMI
Adalah : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang
frekuensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama.
d.SPORADIK
Adalah : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang
ada di suatu wilayah tertentu frekwensinya berubah ubah menurut perubahan waktu.

2.3.1 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit


16

Program
yang

pencegahan

benar

dan

dapat

teratur.

dilakukan

dengan

Pencegahan

melakukan

penyakit

menular

vaksinasi
melalui

cara: eliminasi, memutus siklus, dan imunisasi (vaksinasi).


Mencegah

lebih

pencegahan

dan

baik

dan

murah

penanggulangan

daripada

mengobati

penyakit

Untuk

menular

khususnya

dapat dapat dilakukan dengan 3 cara pendekatan yaitu:


1. Menghilangkan reservoir
Menhilangkan
penyakit

reservoir
dapat

Mengisolasi

manusia

dilakukan

penderita

sebagai

dengan

(pasien),

sumber

cara

yaitu

penyebaran

sebagai

berikut:

menempatkan

pasien

di

tempat yang khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain.


Karantina

adalah

membatasi

menempatkannya
pada

tempat

ruang

bersama-sama

yang

khusus

gerak

penderita

didesain

untuk

penderita

dan

lain

yang

sejenis

itu.

Biasanya

dalam

dan

hospes

waktu yang lama, misalnya karantina untuk penderita kusta.


2. Memutus mata rantai penularan.
Pemberantasan
penyakit.

Vektor

menularkan
tersebut
hewan
disentri.
Dengue

penyakit
adalah

suatu

hewan

penyakit,

tidak

Sebagai

Nyamuk

Aedes

vektor

yang

berperan

tetapi

mengalami

tersebut.
(DBD).

pengendalian
agen

membawa

penyebab

perkembang-biakan
contoh:

aegypti

Pengendalian

vektor

lalat
dan

penyakit

pada

menularkan

menularkan

atau

penyakit

demam

hospes

tubuh
berdarah

penyakit

dapat

dilakukan dengan berbagai cara: secara mekanik, khemis, dan biologis.


Secara

mekanik

dengan

memberantas

tempat

hidup

(sarang) yang disukai vektor dan hospes penyakit tersebut.


Sebagai

contoh:

program

M-3

(menguras,

menutup,

dan

mengubur).
Secara
pembasmi

khemis
vektor

dengan
dan

16

hospes

menggunakan
penyakit

obat-obatan

tersebut.

Sebagai

contoh:

pemberantasan

nyamuk

dengan

menggunakan

insektisida (DDT), larvisida (abate) dsb.


Secara

biologis

pemangsa)
contoh:

dengan

vektor

menggunakan

dan

pemberantasan

hospes

predator

(hewan

tersebut.

Sebagai

penyakit

nyamuk

menggunakan

ikan,

bakteri,

cara

tersebut

cacing, dan jenis nyamuk lainnya.


Secara

terpadu

bersamaan.

yaitu

Cara

menggunakan

terpadu

vektor

dan

efektif.

Meningkatkan

perorangan

hospes

adalah

merupakan
penyakit

sanitasi

hubungan

atau

menular.

Desinfektansia

cara

pengendalian

yang

terbaik

lingkungan

merupakan

memutus

ketiga

usaha

mata
ialah

dan

yang

rantai
zat-zat

dan
higiene

penting

penularan
kimia

untuk
penyakit

yang

dapat

membunuh hama-hama penyakit dan jasad-jasad renik lainnya.


Misalnya: karbol, formalin, sublimat, kaporit, yodium, alkohol dan
lain-lain.
3.Melindungi
Bayi
terhadap

dan

anak

penyakit

lindungan

aktif

gizi
penyakit

perbenihan
dilemahkan.
kekebalan

dari

seseorang

mendapat

dan

pada

Dysenterie),

dalam

adalah

juga

infeksi

pada

maka

yang

vaksin

tubuh

orang

akan

terhadap vaksin tersebut, yakni dengan membuat antibodi.


16

akan

sebab

itu,
usaha

ialah

dibunuh

memasukkan
itu

disentri

kurang

merangsang
TCD

juga

dan

Vaksin

untuk

suntikan

tertentu

Oleh

sudah

dengan

baik

merupakan

anak.

tubuh

imunisasi

yang

anak

bertujuan

perlu

meningitis
tersebut.

rentan

ini

profilaksis

anak

yang

rentan

dengan

gizi

rentan

usia

yang

Obat-obat
muda,

kuman-kuman
Imunisasi

usia

malaria,

usia

kerentanan

meningkatkan
pencegahan

pasif.

yang

kelompok

protection)

penyakit
anak

menyebabkan

merupakan
Kelompok

maupun

Pada

(kelompok)

(specific

mencegah

basilus.

balita

menular.

khusus

imunisasi
dapat

orang-orang

suatu
atau

timbulnya
vaksin.

(Typhus,
mengadakan

Bila
Cholera
reaksi

Setelah
yang

cukup,

kebal

maka

terhadap

tujuan

ulangan

vaksin

akan

dysenterie.

Jadi

untuk

akan

mendapatkan
Kadar

menurun.

perlu

antibodi

Karena

diulangi

macamnya

kadar

itu

bersangkutan.

laun

dalam

orang

dan

ialah

yang

pada

tubuh

tertentu

cholera

vaksin-vaksin

tergantung

dalam

yang

typhus,

lambat

dengan

ini

waktu

penyakit

darah

penyuntikan

untuk

terdapat

dengan

terhadap

dalam

tersebut

penyakit

vaksinasi

kekebalan
di

antibodi

dan

vaksin.

itu

suntikan

Imunisasi

atau

vaksinasi hanya diberikan kepada orang-orang yang sehat saja.


Beberapa

contoh

vaksin

yang

sering

digunakan

untuk

chloera,

typhus,

mencegah timbulnya penyakit adalah:


VaksinTCD
Vaksin

tetra

paratyphus

mengandung
A

dan

dilemahkan.
kuman

Tetra

yang

bibit-bibit

paratyphus
berarti

terkandung

penyakit

yang

empat,
di

dalam

sudah

dibunuh

atau

sesuai

dengan

jumlah

vaksin

tersebut.

Vaksin

tetra juga disebut sebagai vaksin Cho-ty-pa (Chloera, Typhus, dan Paratyphus).
Vaksin BCG ( Bacille Calmette Guerin). tediri dari basil-basil TBC hidup yang
sudah tidak virulen lagi. Dengan penyuntikan vaksin ini pada bayi atau
anak-anak,

diharapkan

serangan
dipakai

penyakit
untuk

mengetahui

memberikan

TBC.

Awas!

mengobati

apakah

Vaksin

penyakit

seseorang

kekebalan
BCG

TBC

menderita

terhadap

tidak

juga

sekali-kali

tidak

penyakit

TBC

untuk
atau

tidak. Suntikan vaksin BCG diberikan khusus untuk mendapatkan kekebalan


yang khas, yakni kekebalan terhadap penyakit TBC.
Vaksin cacar
Vaksin

Salk

ialah

vaksin

yang

diberikan

kepada

anak-anak

untuk mendapat kekebalan terhadap penyakit polio penyakit lumpuh


Vaksin

Otten

ialah

vaksin

yang

disuntikan

untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit pes.


16

kepada

orangorang

Vaksin

TCD,

vaksin

tetra,

dan

vaksin

cacar

disebut

vaksin

mati. Lawannya ialah vaksin hidup, misalnya.

2.4 Puskesmas
Dalam melaksanakan pelayanan kesehatannya di masyarakat, puskesmas mempunyai
beberapa program yang harus dilaksanakan, yaitu:
Program wajib
a. Promosi Kesehatan (Promkes)
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
Sosialisasi Program Kesehatan
Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
b. Pencegahan Penyakit Menular (P2M) :
Surveilens Epidemiologi
Pelacakan Kasus : TBC, Kusta, DBD, Malaria, Flu Burung, ISPA, Diare,
IMS (Infeksi Menular Seksual), Rabies
c. Program Pengobatan :
Rawat Jalan Poli Umum
Pengobatan Penyakit Gigi dan Mulut
Unit Rawat Inap : Keperawatan, Kebidanan
Unit Gawat Darurat (UGD)
Puskesmas Keliling (Puskel)
d. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

16

ANC (Antenatal Care) , PNC (Post Natal Care), KB (Keluarga


Berencana),
Persalinan, Rujukan Bumil Resti, Kemitraan Dukun

e. Upaya Peningkatan Gizi


Penimbangan, Pelacakan Gizi Buruk, Penyuluhan Gizi
f. Kesehatan Lingkungan :
Pengawasan SPAL (saluran pembuangan air limbah), SAMI-JAGA
(sumber air minum-jamban keluarga), TTU (tempat-tempat umum),
Institusi pemerintah
Survey Jentik Nyamuk
g. Pencatatan dan Pelaporan :
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)
Program inovatif
Usaha kesehatan sekolah meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan
kesehatan, pembinaan lingkungan sehat
Perawatan kesehatan masyarakat
Usaha kesehatan gigi&mulut
Usaha kesehatan jiwa
Laboratorium sederhana
Upaya kesehatan usia lanjut
Upaya kesehatan kerja

16

Upaya kesehatan mata


Usaha kesehatan olahraga
Pembinaan pengobatan
Sistim pencatat dan pelaksanaan (Slamet, 1994).
Program tambahan atau penunjang kesehatan
Puskesmas

mempunyai

beberapa

program

tambahan

yang

dilaksanakan sebagai kegiatan tambahan sesuai kemampuan sumber daya


manusia dan material puskesmas dalam melakukan pelayanan. Programprogram tersebut adalah:
Kesehatan mata : pelacakan kasus, rujukan
Kesehatan jiwa: pendataan kasus rujukan
Kesehatan lansia: pemeriksaan, penjaringan
Kesehatan reproduksi remaja: penyuluhan, konseling
Kesehatan sekolah: pembinaan sekolah sehat, pelatihan dokter kecil
Kesehatan olahraga: senam, kesegaran jasmani (Kumala, 1995).

2.5 Epidemiologi Penyakit Menular


Definisi penyakit menular adalah penyakit yang dapat berpindah dari satu orang ke
orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyakit menular ini
ditandai dengan adanya agen atau penyebab penyakit yang hidup dan dapat berpindah.
Suatu penyakit penyakit dapat menular dari saatu orang ke orang lain ditentukan
oleh 3 faktor, yakni:
Agen ( penyebab penyakit)
16

Host ( induk semak)


Route of transmission ( jalannya penularan)
Agen-agen infeksi( etiologi/penyebab infeksi)
Agen( faktor penyebab) adalah suatu unsur,organisme hidup atau kuman
infeksi yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit atau masalah kesehatan lainnya.
Reservoir
Reservoir adalah habitat atau tempat dimana bibit penyakit mampu hidup dan
berkembang biak. Reservoir tersebut dapat berupa manusia,binatang atau ben-benda
mati.
Sumber infeksi dan penyebaran penyakit
Sumber infeksi adalah semua benda termasuk orang atau binatang yang dapat
menyebabkan penyakit pada orang. Untuk menularkan penyakit, kuman memulai
aksinya dengan memasuki pintu masuk tertentu calon penderita baru dan kemudian
jika ingin berpindah ke penderita baru lagi akan keluar melalui pintu terrtentu.
Pengetahuan tentang jalan masuk ini penting dalam epidemiologi karena dengan
mengetahui jalan masuk dapat dilakukan penghadangan perjalanan kuman masuk ke
dalam tubuh manusia, sedangkan pengetahuan tentang jalan keluar bermanfaat dalam
menemukan kuman untuk identifikasi atau diagnosis misalnya kuman TBC keluar
melalui batuk maka penemuan kuman TBC dilakukan dengan penemuan kumannya
di batuk atau dahaknya.

Macam-macam penularan
Kontak langsung
Inhalasi
Inhalasi adalah penularan melalui udara/pernapasan. Contohnya: TBC
Infeksi
16

Penularan ini terjadi melalui perantaraan tangan,makanan dan minuman.


Contohnya kolera,typhus.
Penetrasi pada kulit
Hal ini dapat ditularkan langsung oleh organism itu sendiri. Penetrasi pada kulit
misalnya cacing tambang, melalui gigitan vector misalnya malaria atau melalui
luka,misalnya tetanus.
Infeksi melalui plasenta
Merupakan infeksi yang diperoleh melalui plasenta dari ibu penderita penyakit
pada waktu mengandung.
Faktor host
Penyakit-penyakit dapat terjadi pada seseorang tergantung oleh kekebalan
orang yang bersangkutan.
Pencegahan dan penanggulang penyakit menular
Ada 3 pendekatan atau cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan

dan

penanggulangan penyakit menullar yaitu:


Pemberantasan reservoir(sumber penyakit)
Pemberantasan reservoir manusia sebagai sumber penyebab penyakit dapat
dilakukan dengan :
Mengisolasi penderita(pasien), yaitu menempatkan pasien ditempat yang khusus
untuk mengurangi kontak dengan orang lain.
Karantina adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya
bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain
untuk itu.
Pemberantasan reservoir binatang sebagai sumber penyebab penyakit dapat
dilakukan dengan:
Memberantas sarang atau tempat hidup binatang
16

Melakukan vaksin binatang secara rutin


Pemeliharaan kandang atau tempat hidup binatang yang dipelihara
Memutuskan rantai penularan
Upaya pencegahan penyakit melalui pemutusan rantai penularan dapat
dilakukan dengan cara:
Member penyuluhan tentang cara-cara penyebaran penyakit menular
Meningkatkan sanitasi lingkungan dan hygiene perorangan
Melindungi kelompok yang rentan dan beresiko terkena penyakit menular
Bayi,anak balita,lansia,ibu hamil adalah kelompok yang rentan terhadap
penyakit

menular

jadi

harus

mendapat

perlindungan

khusus

dengan

imunisasi,pemberian vitamin dan suplemen yang lain.

2.6 Epidemiologi penyakit tidak menular


Definisi penyakit tidak menular
Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak dapat berpindah dari satu
orang ke orang lain. Istilah penyakit tidak menular kurang lebih mempunyai
kesamaan dengan sebutan:
Penyakit kronik
Penyakit kronik dapat dipakai untuk penyakit tidak menular karena
kelangsungan biasanya bersifat kronik(menahun) atau lama. Namun ada juga
penyakit

tidak

menular

yang

keracunan.
Penyakit non-infeksi

16

kelangsungannya

mendadak/akut,misalnya

Penyebab penyakit tidak menular biasanya bukan mikroorganisme. Namun


tidak berarti ada peranan mokroorganisme dalam terjadinya penyakit tidak
menular.
Penyakit degenerative
Kejadian penyakit tidak menular bersangkutan dengan proses degenerasi atau
penuaan,sehingga penyakit tidak menular banyak ditemukan pada usia lanjut

New communicable disease


Penyakit dianggap dapat menular mel;alui gaya hidup. Gaya hidup didalamnya
menyangkut

pola

makan

=,kehidupan seksual

dan komunikasi

global.

(bustan,2006)

2.7 Statistik Kesehatan


Pengertian statistik
1. Arti Sempit
Merupakan

data

ringkasan

berbentuk

angka,misalnya:jumlah

karyawan

BKKBN,jumlah akseptor KB,jumlah peserta KB aktif di desa atau kelurahan,jumlah balita


yang ditimbang pada bulan tertentu,jumlah kelompok penimbangan yang melapor pada bulan
tertentu,jumlah PPKDB/Sub PPKDB,dan lain sebagainya.
2.Arti Luas
Merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan,pengolahan,penyajian dan
analisis data termasuk cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur
ketidakpastian berdasarkan konsep propabilitas.

16

2.7.1 Peranan Statistik


a. Statistik sebagai bahan perencananaan
b. Statistik sebagai bahan monitoring
c. Ststistik sebagai bahan evaluasi
d. Statistik kesehatan
Penilaian atau assessment terhadap kesehatan individu didasarkan pada pemeriksaan
fisik,pemeriksaan laboratirium,dan pemeriksaan-pemeriksaan lain terhadap kesehatan orang
yang bersangkutan.sedangkan penilaian terhadap kesehatan masyarakat didasarkan pada
kejadian-kejadian penting yang menimpa penduduk atau masyarakat,yang kemudian
dijadikan kesakitan,angka kematian,angka kelahiran,dan sebagainya.semua kegiatan yang
berkaitan dengan pencatatan dalam penilaian kesehatan,baik individu maupun masyarakat ini
disebut statistik kesehatan.

Statistik kesehatan mencakup juga statistik kehidupan,dan data lain yang berkaitan
dengan kehidupan itu.statistik kesehatan ini diperoleh dari berbagai sumber,antara lain:
institusii-institusi kesehatan; pencatatan-pencatatan dari rumah
sakit,puskesmas,apotek,poliklinik,rumah bersalin,dan sebagainya.
program-program khusus: pelayanan kesehatan sekolah,pemberantasan penyakitpenyakit menular,dan sebagainya.
survei epidemiologi:informasi yang diperoleh dari lapangan(masyarakat)
survei kesehatan rumah tangga ( household survey ), yang diadakan pada periode
waktu tertentu,misalnya tiap 3 tahun, 4 tahun, atau 5 tahun.

2.7.2 Ukuran Epidemiologi

16

Ukuran dasar yang digunakan dalam epidemiologi mencakup rate (angka) rasio dan
proporsi. Ketiga bentuk perhitungan ini digunakan untuk mengukur dan menjelaskan
peristiwa kesakitan,kematian,dan nilai statistik vital lainnya.
Angka/ rate
Rate (angka) merupakan ukuran yang umum digunakan untuk peristiwa yang akan diukur,
biasanya untuk analisis atatistik di bidang kesehatan.
Rate adalah suatu jumlah kejadian dihubungkan dengan populasi yang bersangkutan..
Angka yang dapat menggambarkan jumlah peristiwa statistik kesehatan perlu memperhatikan
karakteristik dari pembilang dan penyebutnya.

1. incidence rate (angka insidensi)


Insidence rate (angka insidensi) adalah jumlah kasus baru penyakit tertentu
yang terjadi di kalangan penduduk pada suatu jangka waktu tertentu (umumnya satu
tahun) dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit baru
tersebut pada pertengahan tahun jangka waktu yang bersangkutan dalam persen atau
permil.
Rumus:
Incidence rate= jumlah kasus baru suatu penyakit selama periode tertentu
--------------------------------------------------------------------- x K( 1000)
Populasi yang mempunyai resiko
Kegunaan incidence rate adalah dapat mempelajari faktor-faktor penyebab dari penyakit dari
penyakit yang akut maupun kronis.
2. Attack Rate (Angka Serangan)
Incidence rate dalam hubungannya dengan waktu tertentu seperti bulan,tahun dan
seterusnya perlu diperhatikan.
16

Incidence rate dihitung untuk periode waktu bertahun-tahun,biasanya untuk penyakit


yang jarang.Di dalam waktu yang panjang ini penyebut dapat berubah karena dalam waktu
ini jumlah populasi yang mempunyai risiko juga dapat berubah.
Rumus= jumlah kasus selama epidemi
------------------------------------x k (1000)
c

Populasi yang mempunyai resiko resiko

3.periode prevalence rate


Periode prevalence rate adalah jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang
ditemukan pada suatu waktu jangka tertentu dibagi dengan jumlah penduduk pada
pertengahan jangka waktunyang bersangkutan dalam persen atau permil.
Rumus:
Period prevelence rate= jumlah penderita lama dan baru
---------------------------------------- x K ( 1000)
Jumlah penduduk pertengahan
(mid period population)

16

BAB III

KONSEPTUAL MAPPING

Epidiomiologi
Kesehatan

Masalah
Kesehatan
Masyarakat

Agen

Host

Enviroment

Penyakit

Menular

Tidak
Menular

Upaya
Penanggulangan

Program
Puskesmas

Tingkat 1
Promotif &
Preventif

Tingkat 2

Tingkat 3

Kuratif

Rehabilitatif

16