Anda di halaman 1dari 10

Model Sistem

dalam Rekayasa
Trafik
KELOMPOK 3

H A JA R C H O I R U N N I S AC
M . I S KA N DA R Z U L K A R N A I N
P R I S M A V E R N I N DA

Ada dua fasa dalam pemodelan:


Pemodelan trafik yang masuk (incoming traffic) model trafik
Pemodelan sistem model sistem

Macam model sistem:


Loss system
Queueing system (sistem antrian)
Delay system
Kombinasi delay dan loss

1. Loss System
Pure loss system memiliki karakteristik sbb:

Tidak memiliki tempat menunggu (m = 0)


Jika ada customer datang pada saat sistem sedang fully occupied (seluruh server yang
berjumlah n sibuk) maka customer tersebut tidak akan dilayani dan akan lost (diblok)
Sistem seperti ini disebut lossy

Dari sisi customer, ada beberapa hal yang akan menjadi perhatiannya, misalnya berapa
peluang sistem berada dalam kondisi fully occupied ketika suatu customer datang?

Dari sudut pandang sistem, hal yang menjadi perhatian adalah misalnya faktor utilisasi server

Distribusi Poisson
Distribusi Erlang
Model Binomial
Model Engset

2. Sistem
Antrian(waiting/queuening
system)
Pure waiting system memiliki karakteristik sbb:
Ukuran tempat menunggu tak terhingga (m = )
Jika ada customer yang datang ketika seluruh n server sibuk maka customer tersebut
akan menunggu di tempat tunggu

o Tidak ada customer yang akan lost


o Beberapa customer bisa jadi harus menunggu sebelum dilayani
o Sistem seperti ini disebut lossless
Dari sudut pandang customer, ada beberapa hal yang menjadi perhatiannya
misalnya berapa peluang bahwa dia harus menunggu terlalu lama?
Dari sudut pandang sistem, hal yang menjadi perhatian misalnya faktor
utilisasi server

ANTRIAN DAN SISTEM ANTRIAN


Antrian (queues) terjadi karena permintaan pelayanan lebih besar daripada fasilitas
pelayan yang ada dalam system antrian.
Permintaan pelayanan akan meningkat terus menerus sedangkan ketersediaan
fasilitas pelayanan terbatas.

Antrian menimbulkan berbagai kerugian (loss), opportunity loss dan wasting time.

Untuk mengurangi kerugian dalam antrian, perlu dilakukan peningkatan efisiensi


system antrian.

Model antrian pertama kali dikembangkan oleh A.K. Erlang (1909). Model antrian
yang dikembangkan Erlang digunakan untuk menentukan jumlah yang optimal dari
fasilitas telephone switching yang digunakan untuk melayani pengguna telepon

KONSEP DASAR TEORI ANTRIAN

Tujuan dari model antrian adalah untuk meminimumkan total biaya yang
timbul dalam suatu antrian pelayanan yang terdiri dari biaya langsung
penyediaan fasilitas pelayanan dan biaya tidak langsung dari individu yang
mengantri (karena harus menunggu untuk dilayani)

Sistem pelayanan yang memiliki fasilitas pelayanan lebih dari jumlah optimal
tidak menimbulkan antrian, tetapi perlu investasi yang besar. Jika kurang dari
jumlah optimal akan berakibat tertundanya pelayanan, sehingga
menimbulkan antrian.

3. Delay System
Dalam antrian M/M/1:
Sumber kedatangan terdistribusi Poisson (Markov)
Distribusi service time : ekponensial negatif (Markov)
Hanya ada satu server
Disiplin antrian: FIFO
Antrian M/M/1 dimodelkan sebagai berikut:

Biasanya pengetahuan tentang delay sistem diperlukan


Delay biasa disebut juga waktu respons (response time)
Delay adalah total waktu yang dihabiskan customer di dalam sistem, meliputi waktu
menunggu (waiting time) dan waktu pelayanan (service time)
Bila kita nyatakan waktu menunggu sebagai W dan waktu pelayanan sebagai S maka
delay (bila kita nyatakan sebagai D) adalah : D = W+S

4. Mixed System
Mixed System memiliki karakteristik sbb:
Jumlah tempat menunggu terbatas (0 < m < )
o Jika suatu customer datang ketika seluruh server sibuk dan bila masih
ada tempat untuk menunggu maka customer itu akan menempati salah
satu tempat untuk menunggu
o Jika suatu customer datang ketika seluruh server sibuk dan seluruh
tempat menunggu penuh maka customer itu akan lost (diblok)
o Pada sistem ini akan terdapat beberapa customer yang lost ada juga
customer yang sedang menunggu untuk dilayani
o Sistem ini adalah lossy

Kesimpulan
Model Sistem dalam Rekayasa Trafik
Loss (blocking) systems
Jika trafik tidak dapat diolah, akses terhadap jaringan akan ditolak
(blocked) dan trafik akan hilang
Queuing systems
Bila trafik tidak dapat diolah langsung, trafik akan menunggu di buffer
sampai tersedianya kapasitas yang mencukupi (tidak pernah ada trafik
yang hilang)
Mixed system
Gabungan antara loss dan queuing system
Bila trafik tidak dapat diolah langsung, trafik akan menunggu di buffer
Bila kapasitas buffer sudah penuh tetapi masih ada trafik yang datang, maka
trafik tersebut akan di-blok (lost traffic)