Anda di halaman 1dari 5

TUMBUH KEMBANG VISCEROCRANIUM

Terdiri dari tulang-tulang wajah yang terbentuk dari dua arkus faring pertama.
Arkus pertama membentuk,

bagian dorsal,

prosesus maksilaris yang berjalan ke

depan dibawah regio mata dan membentuk os maksila, os zigomatikum, dan


sebagian dari os temporale. Bagian ventral membentuk prosesus mandibularis
yang mengandung kartilago merkel. Tulang-tulang wajah berkembang secara
intramembranosis dari pusat osifikasi.

Gbr : Pandangan lateral dari kepala dan leher fetus.


Perlekatan rangka wajah anteriorinferior terhadap dasar kalvaria menentukan
pengaruh kondrokranial terhadap pertumbuhan wajah. Daerah perlekatan jelas dibatasi
oleh fisura pterigomaksila dan fosa pterigopalatina anatara tulang spenoid dari dasar
kalvaria dan maksila serta tulang palatina dari permukaan belakang wajah. Tulang
zigomatik

melekat

pada

rangka

kalvaria

pada

sutura

frontozigomatik

dan

temporozigomati. Tulang maksila dan nasal dari permukaan anterior melekat pada
kalvaria di sutura frontomaksila dan frontonasal. Letak ketiga pasang rongga organ
antara rangka neural dan wajah memperumit perlekatan kedua komponen tengkorak,
satu sama lain mempengaruhi pertumbuhan rangka wajah. Mata, rongga hidung, dan
septumnya, serta telinga luar, terletak sepanjang batas sepertiga atas dan tengah dari

wajah berfungsi sebagai matrik fungsional dalam menentukan aspek-aspek tertentu dari
pola pertumbuhan wajah. Lidah, gigi, dan otot oromastikasi juga terletak antara
sepertiga bawah dan tengah, serta berfungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan rangka
wajah.
Pertumbuhan mata menghasilkangaya perluasan yang memisahkan rangka neural
dan wajah, terutama pada sutura frontomaksila dan frontozigomatik, serta berperan
dalam menambah tinggi tengkorak. Mata tampak bergeser ke tengah dari letaknya
semula di samping pada wajah primitif, karena perluasan yang hebat dari lobe frontal
dan temporal dari otak, pada perkembangan awal kranial.
Bola mata pada mulanya bertumbuh dengan cepat, mengikuti pola pertumbuhan
dan berperan pada pelebaran wajah fetus yang berjalan dengan cepat. Orbit
menyempurnakan setengah dari pertumbuhan postnatal selama 2 tahun pertama
kehidupan, sehingga terlihat terlalu besar pada wajah anak. Otak dan bola mata,
bertumbuh secara bersamaan dengan cepat mengisi ruangan.

Gbr : Anatomis tulang wajah.

Rongga nasal, terutama septum nasal, berpengaruh dalam menentukan bentuk


wajah. Pada fetus, ligamen septomaksila muncul dari sisi dan tepi anteriorinferior
septum nasa, dan nasal, dan masuk ke bagian depan tulang hidung meneruskan
pertumbuhan septum ke maksila.

Pertumbuhan maksila diarahkan ke depan dan

bawah melalui tulang rawan septum.


Tarikan dan dorongan dari pertumbuhan septum nasal akan memisahkan berbagai
sutura

frontomaksila,

frontonasal,

frontozigomatik,

dan

zigomatikomaksila.

Pertumbuhan bola mata, otak, dan tulang rawan sikondrosal speno-osipital, juga
berfungsi untuk memisahkan sutura-sutura wajah. Selain itu, kondisi sutura ini akan
menyebabkan sutura terkena daya dari otot kunyah, sebagai bantalan terhadap
tekanan kunyah yang diteruskan melalui tulang-tulang disekitarnya.

Gbr : Skema Maksila


Gaya fungsional pada wajah akan menimbulkan berbagai efek pada sutura. Jadi,
sutura temporozygomatik pada lengkung zigomatil akan tumbuh lebih dominan ke arah
anteroposterior.
Pertumbuhan anteroposterior pada sutura nasomaksila, menghasilkan jembatan
hidung

yang

lebih

tinggi.

Sutura

frontomaksila,

frontozigomatik,

frontonasal,

etmoidomaksila, dan frontoetmoidal merupakan daerah pertumbuhan terutama ke arah


vertikal, sebagai akibat perluasan bola mata dan septum nasal. Bila pertumbuhan
septum nasal kurang sempurna, tinggi sepertiga tengah wajah kurang terpengaruh, di
banding dimensi anteroposterior, menghasilkan wajah yang cekung.

Gbr : Arah pertumbuhan dan resorpsi tulang wajah.

Perluasan lateral dari sutura zigomatikomaksila oleh mata dan pertumbuhan pada
sutura intermaksila, akan melebarkan wajah. Lebar wajah kurang proposional dibanding
dengan neurokranium, pada neonatal, daripada di orang dewasa. Wajah bayi baru lahir
dua kali lebih lebar dibanding tingginya, dari pada orang dewasa, dan akan
menyesuaikan diri ke proporsi dewasa selama anak-anak.

Gbr : Tengkorak fetus, neonatal, dam dewasa


yang menunjukkan pertumbuhan relatif dari wajah
dan neokranium.

Pertumbuhan daerah sutura terbesar adalah pada umur 4 tahun. Setelah itu,
sutura hanya berfungsi sebagai daerah penggabungan fibrous dari tulang-tulang
tengkorak, memungkinkan adanya penyesuaian melalui aposisi dan remodeling
permukaan.
Remodeling terjadi pada seluruh permukaan tulang, untuk menyesuaikan tulang
dengan posisinya yang baru setelah pergeseran. Yang paling menarik disini adalah
deposisi tulang sepanjang tulang sepanjang tepi alveolar maksila dan mandibula,
membentuk prosesus alveolar tempat berkembanganya benih gigi. Pertumbuhan
prosesus alveolar akan menambah tinggi vertikal wajah dan kedalaman palatum.
Deposisi tulang pada tuberositas maksila akan merangsang pergeseran ke depan dari
seluruh maksila. Ruang kosong dari rongga nasal juga mempengaruhi pertumbuhan
dan bentuk wajah.
Sumber:
Sperber, Geoffrey. 2001. Craniofacial Development. Hamilton: BC Decker Inc.
Sadler, Thomas. 2006. Langmans Medical Embryology. USA: Lippincot Williams &
Wilkins.