Anda di halaman 1dari 6

TUGAS SISTEM POLITIK INDONESIA

MANAGEMENT TERBUKA

NAMA

: NIXCON MONTEQIN SINAGA

NPP

: 23 1952

KELAS

: MADYA A-1
MATA KULIAH : SISTEM POLITK

INDONESIA
BERJUDUL : MANAGEMENT
TERBUKA
BAB

: 14

DOSEN : Prof. DR. H. SYARIF


IBRAHIM A, M.Sc

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI

KAMPUS KALIMANTA BARAT


2013/2014

ABSTRAK
Menurut buku yang berjudul Management Terbuka yang di tulis oleh
John D. Millet bab 14 menjelaskan bahwa banyak proses pemberian
fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang ya terorganisir dalam suatu
kelompok yang dimana untuk bisa mencapai tujuannya yang dikenhedaki.
Meraka akan sebangun dengan tujuan yang telah mereka tetapkan
kepada rakyatnya untuk bisa baik langsung ataupun melalui
perwakilannya. Kita harus memberikan fasilitas aparatur pemerintahan
untuk memberikan suatu planing, actuating dan lain-lainnya, untuk
memberikan pengerakan atau perencanaan kepada pemerintah untuk
memberikan suatu penggerakkan dan pengawasannya.
Dalam hal ini bahwa pemerintah harus memberikan pengorganisasian
kepada anggota untuk lebih bijaksana kepada negara supaya negara bisa
berkembang dengan baik untuk itu mereka harus membuat suatu
perencanaan kepada anggotanya untuk memberikan suatu ide-ide pokok,
baikpun pelaksanaan kepada negara.
Kata Kunci : Politi, rakyat, UUD 1945 dan partai

RESUME
Dalam methode suatu penyelenggaran suatu perencanaan untuk
mencapai masyarakat adil dan makmur, maka itu agar supaya ada suatu
gambaran yang jelas apa itu masyarakat pancasila yang standard maka
itu perlu suatu pendapat pemikiran dan perhatian yang serious baik dari
pada pemerintah maupun perguruan tinggi yang lainnya. Dalam
mengenai program suatu tingkatan yang memerlukan tenega-tenaga ahli
baik dalam tingkatan atas, menengah maupun bawah. Dan pada saat itu
atau sekarang dan yang akan datang oleh karena itu ukurannyapun sudah
barang tentu akan berbeda. Walaupun ukuran untuk itu adalah relatif
maka agar supaya adanya suatu gambaran yang jelas apa itu masyarakat
pancasila yang standard maka perlu mendapatkan suatu pemikiran dan
perhatian yang serious baik dari pada pemerintah maupun perguruan
tinggi sebagai centre of culture. Mengenai program sudah dapat kita lihat
bahwa pihak pemerintah melakukan pentahapan dalam repelitannya yaitu
membagi kepada petahapan setiap tahun.
Pengorganisasian Negara
Pengorganisasian menyangkut pembagian tenaga kerja untuk suatu
wewenang dan tanggung jawab dan pembagian kerja dalam negara
demokrasi bertautan dengan pembagian kekuasaan yaitu pekerjaan
pembuatan undang-undang dan pengadilan terhadap pelanggaran
undang-undang. Oleh karena itu mengingat MPR mempunyai wewenang
dan tanggung jawab tertinggi atas pelaksanaan undang-undang dasar dan
garis-garis besar haluan negara dapat meminta pertanggung jawaban dari
pada presiden sebagai mandataris MPR atas pelaksanaan undang-undang
dasar dan GBHN, sesuai dengan pasal 1 ayat 2 dan pasal 6 ayat 2.
BPK / Badan pemeriksa keuangan menurut pasal 23 ayat 5 mempunyai
wewenang dan tanggung jawab untuk memeriksa keuangan negara yang
telah ditetapkan tiap-tiap tahun oleh DPR berdasarkan pasal 23 ayat 1.
Adapun wewenang dan tanggung jawabnya secara terperinci menurut
undang-undang dasar 1945 ialah sebagai berikut :
1. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD ( pasal 4 ayat 1 )

2. Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan


undang-undang sebagaimana mestinya ( pasal 5 ayat 1 )
3. Presiden dengan persetujuan dewan perkawilan rakyat menyatakan
perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain
( pasal 11 )
4. Presiden menyatakan keadaan bahaya, syarat-syarat dan akibatnya
keadaan bahaya ditetapkan dengan undang-undang ( pasal 12 )
5. Presiden mengangkat Duta dan Konsul ( pasal 18 ayat 1 )
6. Presiden menerima duta negara lain ( pasal 13 ayat 2 )
7. Presiden memberi grasi, amesti, abolisi dan rehabilitasi ( pasal 14 )

Mahkamah agung mempunyai wewenang dan tanggung jawab di bidang


kehakiman ( pasal ayat 1 ). Mengenai pelimpahan wewenang dalam
negara indonesia yaitu di kenal sebagai pelimpahan wewenang dari MPR
kepada presiden sebagai kepala pemerintahan atau top-manager atau top
public administrator. Sedangkan mengenai jangkuan pengawasan ( span
of control ) MPR dan DPR, BPK, DPA, dan mahkamah agung mempunyai
fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, sehingga kalau
badan-badan negara itu berfungsi sebagaimana mestinya, maka
pelaksanaan pemerintahan akan dapat berjalan lurus. Sedangkan yang
paling sekali ialah koordinasi waktu vertikal ke bawah kepada para
menteri, mengingat koordinasi horizontal atau sifatnya hanya sewaktuwaktu minimal satu tahun satu kali dalam rangka pemberian laporan
kepada DPR.
Penggerakan Aparatur Negara
Tata hubungan dalam pemerintahan sebenarnya harus terbuka yaitu
kedua arah dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau pemerintahan
terhadap rakyat dan sebaliknya. Tetapi karena masyarakatnya itu tadi
masih berkembang maka tata-hubungan yang lancar ialah dari atas ke
bawah sedangkan dari bahwa ke atas agak sukar ( disebabkan faktor
masyarakat yang banyak toleransinya ). Pemerintahan sukar untuk
terwujud yang akan membawa akibat sukar terjelmanya tertib hukum
dalam masyarakat. Oleh karena itu apa yang dikemukakan oleh Theodore
Rosevelt yaitu freedom from fear, freedom from want, freedom of speech
dan freedom of religion sukar untuk terwujudkan.
Karena itu pemerintah maupun oleh masyarakat/warga negara sedangkan
pengawasan secara represif ialah pengawasan yang dilakukan untuk

memperbaiki keadaan karena telah terjadi pelanggaran. MPR, DPR dan


Mahkamah agung dapat melakukan pengawasan terhadap pemerintah
baik secara preventif yaitu melalui undang-undang dan secara represif
dengan jalan MPR dan Mahkamah Agung
mengajukan ke muka
pengadilan apabila memang ternyata presiden melanggar undang-undang
dasar/ undang-undang dan GBHN.

TANGGAPAN
Menurut saya bahwa kita bisa berlatih untuk bisa disiplin waktu karena
kita pemimpin di masa depan dan kita juga harus undang-undang 1945
dan pasal-pasal yang diberikan pemerintah/ DPR, kalau disini kita sudah
bisa memtuhi undang-undang dan pasal-pasal kita tidak mendapat suatu
masalah, karena masalah tidak sangat gampang untuk diselesaikan
maupun dibagian pemerintah atau diri sendiri. Di pemerintah kita
mempunyai suatu tanggung jawab yang sangat besar buat negara kami
ini karena banyak sekali anggota pemerintah kurang disiplin waktu, pada
hal kita diberi kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan tugas
dengan baik. Disinilah kita punya program bahwa pengawasan kami oleh
UUD 1945 dan pemerintahan tidak kuat sekali sehingga kalau badanbadan tidak berfungsi lagi.