Anda di halaman 1dari 3

CHECKLIST MEMBERIKAN IRIGASI MATA

Nama : NIM :
ASPEK YANG DINILAI
0
Definisi :
Irigasi mata adalah cara untuk membersihkan dan atau mengeluarkan benda
asing dari mata.
Tujuan :
a.
b.
c.
d.

Mengeluarkan sekret atau kotoran, benda asing, zat kimia dari dalam mata
Untuk membersihkan atau mengeluarkan sekret dari selaput konjungtiva
Untuk pemberian antispetik
Untuk memngurangi odema atau rasa tidak nyaman dengan menggunakan

cairan hangat atau dingin


e. Untuk melembabkan permukaan mata pasien tidak sadar
Indikasi:
a. Cidera kimiawi pada mata
b. Benda asing dalam mata
c. Implamasi mata (Suzanne C Smeltzer. 2001)
Kontraindikasi:
Luka karena tusukan pada mata yang menyebabkan terkikis pada daerah mata
tersebut.

Pelaksanaan
A. Persiapan
1. Persiapan Pasien
Perkenalkan diri
Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan
Menjelaskan langkah prosedur yang akan dilakukan
2. Persiapan Lingkungan

Pasang sampiran

3. Persiapan Alat
a. Botol irigasi berisi larutan oftalmik steril (Blinx, Dacrios)

NILAI
1
2

b. Mangkuk lengkung kecil


c. Sarung tangan
d. Kapas untuk menyerap cairan dan eksresi
e. Dispenser plastik dengan penutup dan label untuk tempat larutan
Tahap pre interaksi
1. Cuci tangan
2. Siapkan alat-alat
Tahap orientasi
1. Memberi salam , panggil klien dengan panggilan yang disenangi
2. Memperkenalkan nama perawat
3. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien atau keluarga
4. Menjelaskan tentang kerahasiaan
Tahap Kerja:
1. Pasien berbaring telentang atau duduk dengan kepala dicondongkan ke
belakang dan sedikit miring kesamping atau kearah yang mengalami
gangguan. Bila pasien duduk, mangkuk dapat dipegang oleh pasien . Bila
pasien berbaring, diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat menampung
cairan yang mengalir dari mata. Perawat berdiri didepan pasien. (Smeltzer C
Suzanne. 2001)
2. Setelah kelopak dibersihkan dengan teliti untuk mengangkat debu, sekresi
dan keropeng, kelopak dipegang terbuka dengan ibu jari dan jari satu
tangan, dan mata dibilas dengan lembut, mengarahkan aliran menjauhi
hidung dan kornea.
3. Selama irigasi, minta pasien untuk sering berkedip dan melihat kesegala
arah sehingga keseluruhan permukaan mata dapat diirigasi.
4. Cairan tidak boleh diarahkan kehidung karena ada bahaya kemungkinan
akan mengalir ke mata sebelahnya. Prosedur dilanjutkan sampai mata bebas
sama sekali dari sekresi. (Suzanne C Smeltzer. 2001)
5. Harus diingat hanya menggunakan tenaga dan dorongan yang kecil saja
karena bisa terjadi bahaya cedera. Untuk alasan yang sama, dan untuk
mencegah kontaminasi, tak ada satu bagian irigator pun yang diperbolehkan
menyentuh mata, kelopak, atau bulu mata.
6. Ketika irigasi telah selesai, mata dan pipi dikeringkan dengan kapas.
(Suzanne C Smeltzer. 2001)
Tahap terminasi
1. Menyimpulkan hasil prosedur yang dilakukan
2. Melakukan kontrak untuk tindakan selanjutnya

3. Berikan reinforcement sesuai dengan kemampuan klien


Tahap Evaluasi
1. Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah dilakukan
kegiatan
Tahap dokumentasi
Catat seluruh hasil tindakan dalam catatan keperawatan
Keterangan :
0 = tidak dikerjakan
1= di kerjakan tapi tidak lengkap/ tidak sempurna
2= dikerjakan dengan sempurna

Pembimbing