Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini berkembang sangat pesat dan
terus maju. Salah satu teknologi yang yang berkembang adalah teknologi
informasi dan komunikasi seiring meningkatnya kebutuhan akan informasi
yang cepat dan akurat. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat
ruang dan waktu. Saat ini teknologi informasi sudah diterapan dalam berbagai
bidang termasuk bidang pendidikan.
Tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai telah tercantum dalam
Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional,
bahwa:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab.
Sekolah adalah sarana untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sekolah memberikan kepada siswanya petunjuk kemana harus menuju,
memberikan materi yang bermanfaat bagi pengetahuan, keterampilan, dan
kepribadias siswa serta melakukan evaluasi kegiatan yang dilakukan siswa
selama bersekolah. Bentuk kegiatan di sekolah berupa kegiatan proses belajar
mengajar, kegiatan organisasi dan kegiatan ekstra untuk pengembangan minat

dan bakat siswa. Sekolah hendaknya mampu memberikan informasi tentang


perkembangan siswanya.
Setiap sekolah memiliki layanan Bimbingan dan Konseling (BK)
dalam membentuk kepribadiaan siswa dan mengembangkan potensi siswa.
BK merupakan proses pemberian bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan
permasalahannya, baik permasalahan dalam belajar, sosial, pribadi maupun
kesehatan siswa memalalui bimbingan dan konsultasi. Layanan ini
dilaksanakan di sekolah oleh Konselor atau lebih dikenal dengan Guru BK.
Dengan layanan yang diberikan oleh Guru BK diharapkan siswa dapat
mengembangkan potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin.
Sekolah

Menengah

Kejuruan

(SMK)

Negeri

Payakumbuh

merupakan sebuah institusi pendidikan yang mempunyai visi untuk menjadi


pusat pelayanan pendidikan dan latihan yang berkualitas dibidang teknologi
dengan standar nasional dan mempunyai keimanan dan ketaqwaan terhadap
tuhan yang maha esa. SMK Negeri 2 Payakumbuh berdiri pada tanggal 28
Desember 1961. Program studi keahlian yang ada di SMK Negeri 2
Payakumbuh sebanyak 8 program studi keahlian dengan 17 kompetensi
keahlian.
SMK Negeri 2 Payakumbuh memiliki 5 orang Guru BK yang melayani
bimbingan dan konseling disekolah dengan jumlah siswa sebanyak 1714 siswa
yang terdaftar pada tahun ajaran 2014/ 2015. Masing- masing konselor
memiliki kurang lebih sebanyak 300 orang siswa asuh. Jumlah siswa SMK

Negeri 2 Payakumbuh pada tahun ajaran 2014/2015 dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 1. Jumlah Siswa SMK Negeri 2 Payakumbuh Tahun Ajaran 2014/2015
N
o

1
2
3
4
5
6

Jurusan
T. Geomatika
T. Gambar Bangunan 1
T. Gambar Bangunan 1
T. Kontruksi Batu Beton
T. Kontruksi Kayu
T. Plumbing dan
Sanitasi
T. Audio Video 1
T. Audio Video 2
T. Elektronika Industri

7
8
9
1
T. Komputer Jaringan
0
11 T. Otomasi Industri
1 T. Instalasi Tenaga
2 Listrik 1
1 T. Instalasi Tenaga
3 Listrik 2
1 T. Distribusi Tenaga
4 Listrik
1
T. Pemesinan 1
5
1
T. Pemesinan 2
6
1
T. Pengelasan 1
7
1
T. Pengelasan 2
8
1
T. Kendaraan Ringan 1
9
2
T. Kendaraan Ringan 2
0
2
T. Body Otomotif
1
2
T. Sepeda Motor
2
2
T. Alat Berat
3
Jumlah
Total Keseluruhan

Kelas X
L
P
Jml
20
11
31
22
9
31

JUMLAH SISWA
Kelas XI
L
P
Jml
22
8
30
23
7
30

Kelas XII
P
Jml
8
24
3
21
4
21
19
23

32
29

32
29

29
22

29
22

L
16
18
17
19
23

32

32

24

24

29

29

28

30

22

27

30

32

23

24

26
21
13

4
6
8

30
27
21

27

31

26

32

18

25

31

31

14

19

34

36

30

32

24

24

23

25

29

29

23

24

24

24

25

25

32

32

28

28

34

34

32

32

24

24

35

35

32

32

24

24

30

30

32

32

24

24

30

30

32

32

26

26

28

28

29

29

25

25

32

32

26

26

20

20

32

32

26

26

23

23

33

33

26

26

24

24

567

30

597

485

33 518
1714

553

46

599

Sumber: SMK Negeri 2 Payakumbuh

Salah satu bentuk layanan BK di SMK Negeri 2 Payakumbuh adalah


layanan informasi yang dapat berupa informasi karier, beasiswa, maupun

informasi yang berguna bagi perkembangan kepribadian siswa. Biasanya


informasi ini ditempel pada papan informasi di ruangan Guru BK atau di
majalan dinding sekolah. Kekurangan dari metode penyampaian ini adalah
siswa hanya dapat mengakses informasi tersebut jika berada di depan papan
informasi tersebut dan jika berada di sekolah saja pada waktu tertentu.
Selain layanan informasi, Guru BK SMK Negeri 2 Payakumbuh juga
memberikan layanan konseling yang memungkinkan siswa untuk melakukan
konsultasi

secara

langsung

dengan

guru

BK

untuk

menyelesaikan

permasalahannya. Akan tetapi kegiatan ini terbatas oleh waktu karena hanya
berlangsung pada saat jam sekolah. Selain itu masih ada siswa yang merasa
enggan untuk melakukan konsultasi dengan Guru BK karena beranggapan
bahwa yang menemui Guru BK adalah siswa yang memiliki kasus. Misalnya
seperti kasus mencuri, berkelahi atau sering cabut.
Salah satu layanan pendukung dalam kegiatan BK adalah aplikasi
instrumental data seperti pembagian angket kepada siswa untuk dijadikan data
pribadi siswa bagi konselor. Data ini masih dikelola secara semi manual dalam
arti bahwa penyebaran dan pengisian angket dilakukan secara manual dan
kemudian diolah melalui aplikasi komputer pengolah data. Pengolahan data
siswa dengan cara ini masih dirasa sulit oleh Guru BK, karena setelah
mengumpulkan data dari siswa secara tertulis guru harus melakukan entry data
kembali ke komputer sedangkan jumlah siswa asuh yang dimiliki oleh
masing-masing Guru BK cukup banyak. Hal ini tentu menguras tenaga dan
memakan waktu yang cukup lama.

Salah satu solusi dari permasalahan diatas adalah sistem informasi


berbasis web yang mampu memberikan layanan-layanan BK yang dapat
diakses kapan saja dan dimana saja tanpa terpengaruh oleh jarak dan tempat.
Pemanfaatan pengolahan data oleh komputer dan proses pertukaran data
melalui komunikasi internet akan membuat proses pelayanan BK menjadi
lebih cepat dan mudah.
Framework atau web aplication framework adalah kumpulan perintah
atau fungsi dasar yang membentuk aturan tertentu dalam pembuatan aplikasi
website. Keuntungan pemanfaatkan framework adalah pembagunan website
dapat dilakukan dalam waktu yang lebih cepat dan struktur program lebih rapi
kerana harus mengikuti aturan dari framework yang digunakan. Salah satu
framework dalam pembangunan website adalah Codeigniter.
Codeigniter adalah web application framework yang bersifat open
source yang digunakan untuk membangun aplikasi php dinamis. Tujuan utama
pengembangan Codeigniter adalah untuk membantu developer untuk
mengerjakan aplikasi lebih cepat dari pada menulis semua code dari awal.
Framework ini juga telah menggunakan konsep MVC (Model View
Controller) yaitu adalah sebuah konsep yang memisahkan antara logika dan
layout, sehingga akan memudahkan bagi programmer dan designer dalam
mengerjakan tugasnya masing-masing secara fokus.
Berdasarkan uraian diatas, penulis terdorong untuk membuat tugas
akhir dengan Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Bimbingan dan

Konseling Berbasis Web Menggunakan Framework CodeIgniter(Studi Kasus:


SMK Negeri 2 Payakumbuh).
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang masalah dapat diidentifikasi
beberapa permasalahan yaitu:
1. Belum tersedianya layanan informsi yang dapat diakses siswa di mana saja
dan kapan saja.
2. Kurangnya pengetahuan warga sekolah tentang layanan BK di sekolah.
3. Terbatasnya waktu untuk berkonsultasi dengan Guru BK dan masih ada
siswa yang merasa enggan menemui Guru BK.
4. Pengolahan data adminstrasi siswa membutuhkan tenaga dan waktu yang
lama.
5. Bagaimana mengembangkan sistem informasi yang dapat digunakan untuk
mempermudah layanan BK.
C. Batasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan yang bisa dibahas maka penelitian
ini perlu diberi pembatasan masalah yaitu:
1. Sistem Informasi yang dapat memberikan layanan informasi kapan saja
dan dimana saja.
2. Sistem Informasi yang dapat memudahkan pengelolaan administrasi data
pribadi siswa.
3. Sistem Informasi yang dapat memberikan fasilitas layanan konsultasi
dengan guru BK kapan saja.
4. Bagaimana cara pengembangan

sistem

menggunakan Framework CodeIgniter?

informasi

berbasis

web

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah dapat dirumuskan masalah dari tugas
akhir ini yaitu: Bagaimana merancang sistem informasi pelayanan bimbingan
dan konseling berbasis web menggunakan framework CodeIgniter.

A. Tujuan
Adapun tujuan dari perancangan tugas akhir ini adalah:
1. Tersedianya sistem informasi di SMK Negeri 2 Payakumbuh untuk
memsosialisasikan layanan bimbingan dan konseling.
2. Tersedianya sistem informasi di SMK Negeri 2 Payakumbuh memudahkan
proses pendataan siswa.
3. Tersedianya sistem informasi yang mampu menganalisis permasalahan
siswa
4. Tersedianya sistem informasi yang mampu melayani konsultasi antara
siswa asuh dan konselor.
E. Manfaat Perancangan
Manfaat yang ingin dicapai Sistem Informasi Layanan Bimbingan dan
Konseling ini adalah:
1. Mensosialisaskan kegiatan Bimbingan dan Konseling sekolah dan
memberikan layanan informasi kepada siswa.
2. Memberikan kemudahan proses administrasi pendataan siswa pribadi
siswa dan diagnosis permasalahan siswa.
3. Memberikan kemudahan kepada siswa untuk melakukan konsultasi
dengan Guru BK.

BAB II
LANDASAN TEORI
A Sistem Informasi
1. Konsep Dasar Sistem
Asti, dkk (2008:2) mengatakan bahwa Sistem merupakan
sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama
untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu menurut Abdul (2003:54) sistem
merupakan sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang
dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Istilah sistem secara umum
dapat didefinisikan sebagai kumpulan hal atau elemen yang saling bekerja
sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara tertentu sehingga
membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna
mencapai suatu tujuan.
Sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifatsifat tertentu,
yaitu komponen sistem, batasan sistem, lingkungan luar sistem, antarmuka
sistem, masukan sistem, keluaran sistem, pengolahan sistem dan sasaran
sistem (Edhy, 2009:4). Adapun penjabaran dari sistem tersebut yaitu:
a. Komponen Sistem
Dalam sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen yang
saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu
kesatuan. Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa:
1) Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut subsistem.
Sebuah sistem umumnya tersusun atas sejumlah sistemsistem yang lebih kecil dan sistem-sistem yang berada dalam

sebuah sistem itulah yang disebut dengan subsistem (Abdul,


2003:60). Subsistem menurut Asti (2008:5) merupakan sistem di
dalam sistem. Jadi subsistem tersebut merupakan elemen-elemen
dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan.
2) Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supersistem.
Sebuah supersistem menurut Abdul (2003:61) terbentuk
jika suatu sistem menjadi bagian dari sistem lain yang lebih besar,
maka sistem yang lebih besar tersebut dinamakan dengan
supersistem. Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang
memiliki subsistem CPU, perangkat I/O dan memori, maka supra
sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
b. Batas Sistem
Batas sistem merupakan suatu pemisah antara sistem dengan
sistem lainnya atau daerah di luar sistem atau lingkungan (Abdul,
2003:58).
c. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas
dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar
sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat
merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan
merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga
dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan
dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan
hidup dari sistem.

d. Antarmuka (Interface) Sistem


Antarmuka sistem merupakan media penghubung antara satu
subsistem

dengan

subsistem

lainnya.

Melalui

antarmuka

ini

memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke


yang lainnya. Antarmuka subsistem merupakan hal yang penting,
sebab tanpa antarmuka ini sistem hanya berisi sekumpulan subsistem
yang terdiri sendiri dan tidak saling berkaitan (Abdul, 2003:52).
e. Masukan (Input) Sistem
Masukan (input) adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam
sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses (Abdul,
2003:56). Masukan dapat berupa hal-hal berwujud maupun yang tidak
tampak.
f. Keluaran (Output) Sistem
Keluaran sistem menurut Abdul (2003:57) merupakan hasil
dari pemprosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu
informasi, saran, cetakan laporan dan sebagainya. Selain itu, keluaran
dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada
supersistem.

g. Pengolah (Process) Sistem


Proses merupakan bagian dari sebuah sistem yang melakukan
perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang

berguna (Abdul, 2003:56). Suatu sistem produksi akan mengolah


masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi
keluaran berupa barang jadi.
h. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Setiap sistem pasti memiliki tujuan. Tanpa sebuah tujuan,
sebuah sistem akan tidak terarah dan tak terkendali (Abdul, 2003:54).
Tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai
oleh suatu sistem. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka
operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat
menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran
yang akan dihasilkan sistem. Menurut Hall (dalam Abdul, 2003:55)
tujuan utama dari sebuah sistem ada tiga macam, yaitu untuk
mendukung fungsi kepengurusan, pengambilan keputusan dan
mendukung kegiatan operasional perusahaan. Suatu sistem dikatakan
berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
2. Konsep Dasar Data dan Informasi
Menurut

McFadden,

dkk

dalam

Abdul

Kadir

(2003:31)

mendefenisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian


rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan
data tersebut. Menurut Davis dalam Abdul Kadir (2003: 31) Informasi
adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau
saat mendatang. Data sering kali disebut sebagai bahan mentah informasi.

Kemudian melalui suatu proses transformasi data dibuat menjadi


bermakna.
Disamping itu menurut Alter terdapat 9 karakteristik dari sebuah
data atau informasi. Karakteristik ini dapat dilihat pada tabel 2 dibawah
ini.
Tabel 2. Karakteristik data atau informasi menurut Alter
Karakteristik
1. Tipe data

Pokok Permasalahan
Apakah tipe data sesuai dengan tujuan?

2. Akurasi/Presisi

Apakah data cukup presisi?

3. Usia

Apakah data tepat waktu?

4. Rentang waktu

Apakah rentang waktu sesuai dengan tujuan?

5. Tingkat

Apakah data terlalu ringkas atau terlalu

keringkasan

detail?

6. Kelengkapan

Apakah data kurang lengkap atau berlebihan?

7. Kemudahan akses

Apakah data mudah diakses?

8. Sumber

Apakah sumber bias atau tidak akurat?

9. Relevansi/nilai

Apakah data mempengaruhi keputusan?


Apakah manfaatnya sepadan dengan biaya?

Menurut Jogiyanto (2005: 10) kualitas dari suatu informasi


(quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus
akurat (accurate), tepat pada waktunya (timeliness), dan relevan
(relevance). John Burch dan Grudnitski menggambarkan kualitas dari
informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar
yaitu:

a. Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak boleh
menyesatkan.

Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas

mencerminkan maksudnya.
b. Tepat waktu (timelines)
Informasi yang sampai pada penerima tidak boleh tertunda.
Informasi yang sudah usang nilainya akan berkurang. Karena
informasi merupakan landasan didalam pengambilan suatu keputusan.
c. Relevan (relevance)
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk penggunanya.
Relevansi informasi untuk setiap orang, satu dan lainnya pasti berbeda.
3. Pengertian Sistem Infomasi
Sistem informasi menurut Hall dalam Abdul (2003:11) adalah
sebuah rangkaian prosedural formal dimana data dikelompokkan, diproses
menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai. Menurut Asti
(2009:3) sistem informasi adalah satuan komponen yang saling
berhubungan yang mengumpulkan, menginput, memproses, menyimpan,
mengatur, mengontrol, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi.

F. Website
1. Pengertian Website

Menurut Connolly dan Begg (2005:998), web adalah sebuah sistem


yang mendukung hypermedia-based yang menyediakan fitur-fitur/alat
untuk mencari informasi di internet yang sifatnya tidak terurut (nonsequential) melalui penggunaan hyperlink antar halamannya.
Word Wide Web yang biasa disingkat dengan web menyediakan
fitur dengan pendekatan "point and click" yang mana setiap halaman
informasi dalam sebuah web dapat dengan mudah diakses tanpa prosedur
yang rumit. Informasi dalam web biasanya di representasikan melalui
halaman web dengan menampilkan beberapa konten diantaranya teks,
grafik, gambar, suaran dan video. Disamping itu halaman web juga
mengandung hyperlink ke halaman yang lain yang mengizinkan user
sebagai navigator mencari informasi pada halaman web dengan leluasa
sesuai kebutuhan.
2. Komponen Website
Sebuah web merupakan bagian dari jaringan komputer hal ini
disebabkan oleh pengaksesan web tersebut melibatkan dua hal penting
yaitu servers sebagai penyedia informasi dan clients sebagai peminta dan
pencari informasi.

Gambar 1. Komponen Dasar Web

Menurut Connolly dan Begg (2005:999) Pada umumnya sebuah


web memiliki komponen dasar sebagai penyusunnya diantaranya:
a. HTTP (HyperText Transfer Protocol)
Sebuah protokol yang digunakan untuk mentransfer halaman web yang
melewati Internet.
b. HTML (HyperText Markup Language)
Sebuah bahasa pemograman yang digunakan untuk mendesain
halaman web.
c. URL (Uniform Resource Locators)
Sebuah string dari penggabungan karakter dan angka yang
merepresentasikan lokasi atau alamat dari sumber di internet dan
bagaimana sumber tersebut harus diakses.
G. Bimbingan dan Konseling
1. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan
dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang
didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3)
menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to
direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau
mengemudikan).
Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa
bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang
yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak,
remaja,

maupun

dewasa

agar

orang

yang

dibimbing

dapat

mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan


memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat
dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara,

Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk


melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi
tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada
individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif
segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3)
sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka dapat menentukan
pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang
realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan
diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, (4) suatu proses pemberian
bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri
sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan
lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan
konsep dirinya dan tuntutan lingkungan.
I. Djumhur dan Moh. Surya, (1975:15) berpendapat bahwa
bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan
sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya,
agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self
understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance),
kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan
untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau
kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik
keluarga, sekolah dan masyarakat. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun
1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa Bimbingan
merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka

menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa


depan.
Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa bimbingan
pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh
orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal
memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya
sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana
sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan normanorma yang berlaku.
Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti
(2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui
wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu
yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara
pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Sejalan dengan itu, Winkel
(2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling
pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap
muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri
terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.
2. Layanan Bimbingan dan Konseling
Prayitno, menjelaskan bahwa layanan BK mencakup sembilan
jenis layanan, yaitu:
a. Layanan Orientasi
Layanan orientasi yaitu layanan konseling yang memungkinkan klien
memahami lingkungan yang baru dimasukinya untuk mempermudah
dan memperlancar berperannya klien dalam lingkungan baru tersebut.
b. Layanan Informasi

Layanan informasi yaitu layanan konseling yang memungkinkan klien


menerima dan memahami berbagai informasi yang dapat dipergunakan
sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk
kepentingan klien.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran
Layanan penempatan dan penyaluran yaitu layanan konseling yang
memungkinkan klien memperoleh penempatan dan penyaluran yang
sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
d. Layanan Penguasaan Konten
Layanan penguasaan konten

yakni

layanan

konseling

yang

memungkinkan klien mengembangkan diri berkenaan dengan sikap


dan kebiasaan belajar yang baik, materi pelajaran yang cocok dengan
kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan
kegiatan belajar lainnya.
e. Layanan Konseling Individual
Konseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus
secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang
konseli/klien. Konseli/klien mengalami kesukaran pribadi yang tidak
dapat dipecahkan sendiri, kemudian ia meminta bantuan konselor
sebagai

petugas

yang

profesional

dalam

jabatannya

dengan

pengetahuan dan ketrampilan psikologi. Konseling ditujukan pada


individu yang normal, yang menghadapi kesukaran dalam mengalami
masalah pendidikan, pekerjaan dan sosial dimana ia tidak dapat
memilih dan memutuskan sendiri. Dapat disimpulkan bahwa konseling
hanya ditujukan pada individu-individu yang sudah menyadari
kehidupan pribadinya.

f. Layanan Bimbingan Kelompok


Bimbingan kelompok dimaksudkan untuk mencegah berkembangnya
masalah atau kesulitan pada diri konseli/klien. Isi kegiatan bimbingan
kelompok terdiri atas penyampaian informasi yang berkenaan dengan
masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi, dan masalah sosial yang tidak
disajikan dalam bentuk pelajaran.
g. Layanan Konseling Kelompok
Strategi berikutnya dalam melaksanakan program BK adalah konseling
kelompok. Konseling kelompok merupakan upaya bantuan kepada
peserta

didik

dalam

rangka

memberikan

kemudahan

dalam

perkembangan dan pertumbuhannya. Selain bersifat pencegahan,


konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan.
h. Layanan Mediasi
Layanan mediasi yakni layanan konseling yang memungkinkan
permasalahan atau perselisihan yang dialami klien dengan pihak lain
dapat terentaskan dengan konselor sebagai mediator.
i. Layanan Konsultasi
Pengertian konsultasi dalam program BK adalah sebagai suatu proses
penyediaan bantuan teknis untuk konselor, orang tua, administrator dan
konselor lainnya dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah
yang membatasi efektivitas peserta didik atau sekolah. Konseling atau
psikoterapi sebab konsultasi tidak merupakan layanan yang langsung
ditujukan kepada klien, tetapi secara tidak langsung melayani klien
melalui bantuan yang diberikan orang lain.

H. SMK Negeri 2 Payakumbuh


1. Sejarah Singkat SMK Negeri 2 Payakumbuh

Sekolah Menengah Kejuran (SMK) Negeri 2 Payakumbuh berdiri


pada tanggal 28 Desember 1961 dengan Surat Keputusan Menteri
Pendidikan dan Pengajaran nomor 18/DJPT/81/1961 berada di Labuh
Basilang Payakumbuh dengan memakai gedung Sekolah Teknik Negeri 2
Payakumbuh dengan nama Sekolah Teknologi Menengah (STM) Negeri
Payakumbuh.
Kepala Sekolah pertama kali adalah R. Sucipto. Pada tahun 1962
gedung teori pindah ke gedung bekas SMA Negeri 1 Payakumbuh yang
pindah karena mendapatkan lokasi baru. Pada tahun 1963 terjadi
perngantian kepala sekolah dari R. Sucipto kepada Syofyan Yatim, B. Sc
(kedua). Kemudian pada tahun 1970 terjadi lagi pergantian kepala sekolah
dari Syofyan Yatim, B. Sc kepada Drs. Zoenibar Ibrahim (ketiga). Dari
Drs. Zoenibar Ibrahim diserahterimakan lagi kepada Drs. Abdul Malik
Majid (keempat) pada tahun 1979.
Pada tahun 1985 terjadi perubahan besar terhadap STM Negeri
Payakumbuh, di mana dibangunnya gedung baru yang representatif
dengan bantuan Asian Development Bank (ADB) berlokasi di Kelurahan
Bulakan Balai Kandi Koto Nan Empat, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Gedung ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr.
Fuad Hasan pada bulan Mei 1987. Pada tahun 1988 terjadi pergantian
kepala sekolah dari Drs. Abdul Malik Majid kepada Drs. Usman Gairin
(kelima). Kemudian Pada tahun 1996 digantikan oleh Asril Manza B. Sc.
(keenam). Pada tahun 2000 kepala sekolah diserah terimakan kepada Drs.
Azwardi L (ketujuh), pada tahun 2005 digantikan oleh Drs. Busrizal

Djaafar sebagai kepala sekolah (kedelapan). Pada tahun 2014 di gantikan


pula oleh Drs. Dalius sebagai kepala sekolah (kesembilan).
Pada tahun pertama dibuka STM Negeri Payakumbuh dibuka
dengan tiga jurusan yaitu bangunan, mesin dan listrik, pada saat sekarang
(2014) berjumlah 8 program keahlian yaitu Teknik Bangunan, Teknik
Mesin, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Teknik
Informatika Komputer, Teknik Survey dan Pemetaan, dan Teknik
Plumbing dan Sanitasi. Masing-masing jurusan memiliki kompetensi
keahlian dan jumlahnya secara keseluruhan adalah 17 kompetensi
keahlian.
2. Visi
Menjadi pusat pelayanan pendidikan dan latihan yang berkualitas
dibidang teknologi dengan standar nasional dan mempunyai keimanan dan
ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa
3. Misi
Menjadi pusat pelayanan pendidikan dan latihan yang berkualitas
dibidang teknologi dengan standar nasional dan mempunyai keimanan dan
ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa

I. Pemodelan dengan Unified Modelling Language (UML)


1. Pengertian UML
UML merupakan singkatan dari Unified Modelling Language yang
berarti sebagai Bahasa Pemodelan Standar. Menurut Chonoles dalam
Prabowo dan Herlawati (2011:6) sebagai bahasa, berarti UML memiliki
sintaks

dan

semantik.

UML

biasanya

disajikan

dalam

bentuk

diagram/gambar yang meliputi class beserta atribut dan operasinya, serta


hubungan antar class

yang meliputi Inheritance, association dan

komposisi. Menurut Prabowo dan Herlawati (2011:7) UML merupakan


alat komunikasi yang konsisten dalam mensuport para pengembang sistem
saat ini
2. Diagram UML
a. Use Case diagram
Menurut Pooley dalam Probowo dan Herlawati (2011:16) model
use-case dapat dijabarkan dalam diagram use case, tetapi yang perlu
diingat, diagram tidak identik dengan model karena model lebih luas
dari diagram. Secara umum use case menggambarkan external view
dari sistem yang akan kita buat modelnya. Disamping itu use case
menggambarkan fungsi tertentu dalam suatu sistem berupa komponen,
kejadian atau kelas. Pilone dalam Probowo dan Herlawati (2011:21)
Terdapat beberapa komponen pembentuk diagram use case
diantaranya:
1) Aktor (actor), menggambarkan pihak-pihak yang berperan dalam
sistem.
2) Use case, aktivitas/sarana yang disiapkan oleh bisnis/sistem.
3) Hubungan (link), aktor mana saja yang terlibat dalam use case ini.
Use case sangat menentukan karakteristik sistem yang kita buat,
oleh karena itu Chonoles dalam Probowo dan Herlawati (2011:22)
menawarkan cara untuk menghasilkan use case yang baik yakni:
1) Pilihlah nama yang baik. Use case adalah seuah behavior
(perilaku), jadi seharusnya dalam frase kata kerja.
2) Illustrasikan perilaku dengan lengkap. Use case dimulai dari
inisiasi oleh aktor primer dan berakhir pada aktor dan
menghasilkan tujuan.

3) Identifikasi perilaku dengan lengkap. Untuk mencapai tujuan dan


menghasilkan nilai tertentu dari aktor, Use case harus lengkap.
4) Menyediakan Use case lawan. Kita biasanya membutuhkan Use
case yang membatalkan tujuan, misalnya pada Use case pemesanan
kamar dibutuhkan pula Use case pembatalan pemesanan kamar.
5) Batasi Use case hingga satu perilaku saja. Guna menghindari
kerancuan, jagalah Use case kita hanya fokus pada satu hal.
6) Nyatakan Use case dari sudut pandang aktor. Tulislah Use case
dari sudut pandang aktor bukan sistem.
b. Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antar object di
dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display) berupa
Message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri
atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (object-object
yang

terkait).

Sequence

diagram

biasa

digunakan

untuk

menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang


dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan
output tertentu.
Douglas

dalam

Prabowo

dan

Herlawati

(2011:174)

menyebutkan ada tiga diagram primer UML dalam memodelkan


skenario interaksi, yaitu: diagram urutan (sequence diagram), diagram
waktu (timing diagram) dan diagram komunikasi (communication
diagram). Sementara menurut Pilone dalam Prabowo dan Herlawati
(2011:174) menyatakan bahwa diagram yang paling banyak dipakai
adalah diagram urutan.
c. Activity diagram

Activity Diagram adalah salah satu cara untuk memodelkan


event-event yang terjadi dalam suatu use case. Activity diagram
digunakan untuk memodelkan aspek dinamis dari sistem. Dan juga
mengkonstruksi sistem-sistem yang dapat dieksekusi, baik untuk
forward engineering atau reverse enginneering.
Menurut Prabowo dan Herlawati (2011:143) diagram aktivitas
lebih memfokuskan diri pada eksekusi dan alur sistem dari pada
bagaimana sistem itu dirakit. Diagram ini tidak hanya memodelkan
software melainkan memodelkan model bisnis juga.
d. Class Diagram
Class menggambarkan keadaan (attribute/property) suatu sistem,
dan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (method/fungsi)
yang memiliki hubungan antar objek bersifat statis.
Sebuah class memiliki tiga area pokok :
1) Nama merupakan nama dari sebuah class.
2) Atribut adalah properti dari sebuah class. Atribut melambangkan
batas nilai mungkin ada pada object dari class.
3) Method merupakan sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah class
lain terhadap sebuah class.
Dalam sebuah konteks pemograman berorientasi object, sharing
(berbagi data dan method) memiliki tingkatan yaitu :
1) Method dan variabel bersifat private (-)
Method dan data dikendalikan oleh suatu kelas tertentu dan tidap
dapat diakses oleh object-object berbeda kelas sesuai dengan
konsep encapsulation/information hidding.
2) Method dan variabel bersifat protected (#)
Method /operasi dan variabel/atribut yang hanya bisa diakses oleh
kelas yang bersangkutan serta kelas-kelas yang merupakan turunan
mengikuti hierarki generalisasi/ spesialisasi.

3) Method dan variabel bersifat friend/default


Method dan variabel dalam suatu kelas yang dapat diakses oleh
kelas-kelas lain yang berhubungan dalam keadaan tertentu yaitu
dalam package [package] yang sama.
4) Method dan variabel bersifat public (+)
Method dan variabel yang dapat diakses oleh semua object tanpa
ada batasan apapun.
Prabowo dan Herlawati (2011:37) menyatakan diagram kelas
(Class Diagram) merupakan inti dari proses pemodelan objek. Baik
forward

engineering

maupun

reserve

engineering.

Forward

engineering adalah proses perubahan model menjadi kode program


sedangan reserve engineering adalah proses sebaliknya yaitu merubah
kode program menjadi model.
J. Database
1. Pengertian Database
Database merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang
disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan
(redudansi) yang tidak perlu untuk memenuhi beberapa kebutuhan
(Fathansyah, 1999:2).
Database menurut Abdul (2003:254) adalah pengorganisasian
sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk
memperoleh informasi. Database dimaksudkan untuk mengatasi problem
pada sistem yang memakai pendekatan berbasis berkas.
2. Database Management System (DBMS)
Budi (2003:106) mengemukakan DBMS merupakan software yang
menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, diambil

kembali, pengaturan mekanisme pengamanan data, mekanisme pemakaian


data secara bersama, mekanisme pengolahan data dalam lingkungan SI
multiuser, dan lain sebagainya. DBMS tersebut merupakan antar muka
bagi pemakai dalam mengorganisasikan database yang disusunnya.
DBMS menurut Abdul (2003:254) adalah perangkat lunak sistem
yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol,
dan mengakses basis data dengan cara yang praktis dan efisisen. DBMS
dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macam pemakai yang
memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda.
Asti, ddk (2008:93) mengelompokan DBMS berdasarkan segi
penggunaannya menjadi General-purpose DBMS, Multimedia DBMS,
Geographic information system, data warehouse DBMS dan real-time
DBMS. Berikut penjabarannya:
a. General-purpose DBMS merupakan database yang digunakan untuk
kebutuhan umum misalnya bisnis, administrasi dan lain-lain.
b. Multimedia DBMS adalah database yang dapat menyimpan berbagai
bentuk format data.
c. Geographic information system merupakan database yang dapat
menyimpan informasi text, angka dan juga informasi spasial sehingga
dapat digunakan untuk memetakan data terhadap ruang.
d. Data warehouse DBMS merupakan database yang dirancang untuk
penggunaan aplikasi data warehouse
e. Real-time DBMS adalah database yang digunakan untuk aplikasi
realtime, misalnya jalus penerbangan, jalur kereta api dan sebagainya.
3. Teknik Normalisasi
Normalisasi merupakan proses yang berhubungan dengan model
data

relational

untuk

mengorganisasi

himpunan

data

dengan

ketergantungan dan keterkaitan yang tinggi atau erat. Hasil dari proses

normalisasi adalah himpunan-himpunan data dalam bentuk normal.


Menurut E.F. Codd dalam Dedy (2009:60), Normalisasi adalah langkahlangkah yang sistematis untuk menjamin bahwa struktur database
memungkinkan untuk general purpose query dan bebas dari penambahan,
pengupdatean dan penghapusan anormalies yang dapat menyebabkan
hilangnya integritas data. Normalisasi merupakan cara pendekatan dalam
membangun desain logic basis data relasional yang tidak secara langsung
berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan
dan ktiteria standar untuk menghasilkan struktur tabel yang normal.
Normalisasi menurut Budi (2003:131) merupakan peralatan yang
digunakan untuk melakukan proses pengelompokan data menjadi tabeltabel yang menunjukkan entitas dan relasinya.

a. Bentuk tidak normal


Pada tahap ini, semua data yang ada direkam tanpa format
tertentu. Data bisa jadi mengalami duplikat, memiliki atribut bernilai
a

banyak dan lebih dari satu atribut dengan domain nilai yang sama.
Bentuk normal kesatu (1st normal form)
Fathansyah (1999:63) menyatakan bentuk normal tahap pertama
(1NF) terpenuhi jika sebuah table tidak memiliki atribut bernilai
banyak (Multivalued Atribut) atau lebih dari satu atribut dengan
domain nilai yang sama. Menurut Budi (2003:132) pada tahap ini,
dibentuk

tabel-tabel

yang

menampung

data

yang

dikelompokkan berdasarkan suatu karakteristik tertentu.


Bentuk normal kedua (2nd normal form)

ada

dan

Fathansyah (1999:67) mengatakan bentuk normal tahap kedua


(2NF) terpenuhi jika pada sebuah tabel, semua atibut yang termasuk
dalam kunci primer memiliki ketergantungan fungsional (KF) pada
kunci primer secara utuh. Sebuah table dikatakan tidak memenuhi
2NF, jika ketergantungannya hanya bersifat parsial (hanya tergantung
c

pada sebagian dari key primary).


Bentuk normal ketiga (3rd normal form)
Fathansyah (1999:63) menyatakan sebuah tabel dikatakan dalam
bentuk normal tahap ketiga (3NF) jika untuk setiap KF untuk notasi

d
e

X.
Bentuk normal keempat (4th normal form)
Bentuk normal kesatu (5th normal form)
Secara sederhana proses normalisasi dapat dikatakan sebagai proses

menormalkan tabel yang mana dilakukan pengelompokan data element


menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Dalam proses
normalisasi ada atribut yang dijadikan sebagai key dan yang lainnya
disebut sebagai atribut deskriptif. Terdapat tiga macam key yang dapat
diterapkan pada suatu tabel, yaitu:
a. Superkey merupakan suatu atau lebih atribut (kumpulan atribut) yang
dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik.
b. Candidate key merupakan kumpulan atribut minimal yang dapat
membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik. Sebuah
candidate key tidak boleh berisi atribut atau kumpulan atribut yang
telah menjadi superkey lain. Jadi sebuah candidate key pastilah
superkey tetapi belum tentu sebaliknya.
c. Primary Key adalah suatu atribute atau satu set minimal atribute yang
tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik,

tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari setiap entity. Setiap
kunci kandidat punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya
dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap
entity yang ada.
4. Kardinalitas (Derajat Relasi)
Kardinalitas menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat
berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain (Dedy, 2009:30).
Dari sejumlah kemungkinan banyaknya hubungan antar entitas tersebut,
kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari
himpunan entitas yang satu ke himpunan entitas yang lain begitu juga
sebaliknya. Himpunan relasi biner dan pemetaan kardinalitas relasi
menurut Dedy (2009:30) dapat berupa salah satu dari pilihan himpunan
entitas (misal A dan B) dapat berupa satu ke satu, satu ke banyak, dan
banyak ke banyak. Berikut penjabarannya:
a. Satu ke satu, yaitu jika suatu perusahaan ada peraturan yang
mengharuskan satu supir hanya boleh menangani satu kendaraan
karena alasan tertentu dan khusus. Maka dalam pemodelan ditulis
bentuk hubungan (cardinality) 1 ke 1, seperti contoh:

Gambar 2. Hubungan Satu ke satu


b. Satu ke banyak atau banyak ke satu, yaitu jika dalam suatu badan
pendidikan selalu digunakan asumsi bahwa satu kelas terdiri dari
banyak siswa tetapi tidak sebaliknya, yaitu satu siswa tidak dapat
belajar pada kelas yang berbeda. Maka dalam pemodelan dituliskan
pemodelan 1 ke M. Hubungan ini jika dibalik akan dibaca sebagai
hubungan M ke 1.

Gambar 3. Hubungan 1 ke M
c. Banyak ke banyak, yaitu jika dalam dunia musik ada banyak personil
yang bermain dalam banyak grup, misalnya x bermai di grup metal,
jazz dan pop, dilain pihak grup metal mempunyai personil y, z, dan x.
Maka dalam pemodelan dituliskan bentuk M ke M.

Gambar 4. Hubungan M ke N
5. SQL
SQL (Structured Query Language) menurut Abdul (2003:285) adalah
bahasa yang digunakan untuk mengakses basis data yang tergolong
relasional. Artinya data-data yang dikelola dalam database akan diletakkan
pada beberapa tabel yang terpisah sehingga manipulasi data akan menjadi
jauh lebih cepat. Standar SQL mula-mula didefenisikan oleh ISO
(International Standards Organization) dan ANSI (the American
National Standards Institute) yang dikenal dengan sebutan SQL86. SQL
juga dapat digunakan untuk keperluan pemograman dengan dukungan
basis data yang besar.
SQL merupakan bahasa yang berada di database, atau biasa disebut
dengan MySQL. MySQL merupakan database server dari SQL. MySQL
adalah

database management system (DBMS) dan SQL merupakan

perintah dalam DBMS.


6. Entity-Relationship Diagram

Model

Entity-Relationship

yang

berisi

komponen-komponen

himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut


yang merepresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang kita tinjau,
dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan Diagram
Entity-Relationship (Fathansyah,1999:79). E-R Diagram berfungsi untuk
menggambarkan relasi dari dua file atau dua tabel yang dapat digolongkan
dalam tiga macam bentuk relasi, yaitu satu-satu, satu-banyak, dan banyakbanyak (Budi, 2003:130).
ERD pertama kali dideskripsikan oleh Peter Chen (The Entity
Relationship ModelToWard a Unified of Data, March 1997). ERD
menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk menggambarkan struktur
dan hubungan antar data. Pada dasarnya ada tiga macam simbol yaitu:
a. Entity
Entity adalah suatu obyek yang dapat diidentifikasi dalam
lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam
konteks sistem ang akan dibuat. Entity di gambarkan menggunakan
persegi empat.
b. Atribut
Entity memiliki elemen yang disebut atribut, dan berfungsi
mendeskripsikan karakter entity. Atribut bisa digambarkan dengan
menggunakan simbol elips.

Gambar 5. Entity dan Atribut

c. Hubungan
Sebagai mana halnya entitas maka dalam hubungan pun harus
dibedakan antara hubungan atau bentuk hubungan antar entiti dengan
isi dari hubungan itu sendiri.
K. Tool Pengembangan Sistem
1. HTML (Hyper Text Markup Language)
Menurut Surya dan Wardani (2008:22) HTML adalah singkatan
dari HyperText Markup Language yaitu bahasa pemrograman standar yang
digunakan untuk membuat sebuah halaman web, yang kemudian dapat
diakses untuk menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah
web internet (browser). Saat ini HTML merupakan standar internet yang
dikendalikan dan didefinisikan pemakaiannya oleh World Wide Web
Consortium (W3C). Pada tahun 1989, HTML dibuat oleh kolaborasi
Berners-lee Robert dengan Caillau TIM pada saat mereka bekerja di
CERN (CERN merupakan lembaga penelitian fisika energi tinggi di
Jenewa).
Versi terbaru dari HTML ini adalah HTML 5 yang menawarkan
beberapa keunggulan diantaranya penulisan kode yang lebih efisien,
penanganan kesalahan yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan untuk
plug-in eksternal. Setiap dokumen HTML harus dimulai dan diakhir
dengan tag <HTML> yang mendeklarasikan suatu dokumen sebagai
dokumen HTML (Surya dan Wardana, 2008:23).
2. PHP (Hypertext Preprocessor)
Hypertext Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side
yang bersifat open source yang merupakan hasil kerja pertama dari
Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. PHP adalah script yang digunakan

untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman


yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client.
Mekanise ini menyebabkan informasi yang diterima oleh client selalu
yang terbaru (up to date). Semua script PHP dieksekusi pada server di
mana script tersebut dijalankan.
PHP menurut wardana (2010:7) adalah bahasa scripting yang
menyatu dengan HTML (kode dasar website) dan dijalankan pada server
side. Artinya, semua sintaks PHP yang diberikan akan sepenuhnya
dijalankan pada server, sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya
hasilnya saja. Sedangkan menurut Nugroho (2009:113), PHP merupakan
bahasa program yang berbentuk script yang diletakan di dalam server web.
Aplikasi-aplikasi yang dibangun oleh PHP pada umumnya akan
memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan
dijalankan di server.

Gambar 6. Alur Kerja PHP

3. CI Framework
CI (CodeIgniter) framework merupakan salah satu framework PHP.
Framework sendiri merupakan suatu kumpulan library yang siap
digunakan untuk pengguna. Pengguna dimudahkan dalam pemanggilan
suatu library sehingga mengefesienkan kerja dari pengguna. Selain CI
framework, terdapat framework PHP lain yang sekarang sering digunakan
oleh programmer diantaranya Zend, YII framework, Cake PHP dan lain
sebagainya.
Konsep pemograman CI framework yaitu metode MVC (Model
View Controller) dalam menuliskan sintaks kode. MVC adalah sebuah
metode untuk membuat sebuah aplikasi web dengan memisahkan data
(Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memprosesnya
(Controller). Dalam implementasinya kebanyakan framework dalam
aplikasi website adalah berbasis MVC. MVC memisahkan pengembangan
aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi
seperti manipulasi data, antarmuka pengguna, dan bagian yang menjadi
kontrol dalam sebuah aplikasi web.
a. Model
Kode sintak model berhubungan lansung dengan database untuk
manipulasi data, menangani validasi dari bagian Controller dan lain
sebagainya. Kegiatan Model ini tidak dapat berhubungan langsung
dengan bagian view melainkan mesti berhubungan terlebih dahulu
dengan Controller.
b. View
Kode View adalah bagian yang mengatur tampilan kepengguna
atau yang menagani presentation logic. Biasa dikatakan berupa

halaman file template HTML, yang diatur oleh Controller. View


sebagai penerima dan yang mempersentasikan data kepada user.
Kegiatan ini tidak memiliki akses lansung terhadap bagian model
melainkan mesti berhubungan terlebih dahulu dengan Controller.
c. Controller
Controller merupakan bagian yang mengatur hubungan antara
bagian model dan bagian view, Controller berfungsi untuk menerima
request data dari user kemudian menentukan apa yang diprosses oleh
aplikasi. Controller berisi skrip-skrip PHP yang berfungsi untuk
memproses suatu data dan mengirimkannya ke halaman web.
4. Xampp
Xampp merupakan paket PHP yang berbasis open source yang
dikembangkan oleh sebuah komunitas Open Source (Nugroho, 2009:74).
Ada beberapa aplikasi pendukung Xampp, yaitu PhpMyadmin, PHP dan
MySqL PhpMyadmin adalah sebuah software yang berbentuk seperti
halaman situs yang terdapat pada web server. Fungsi halaman ini adalah
sebagai pengendali database MySQL sehingga pengguna MySQL tidak
perlu report untuk menggunakan perintah-perintah SQL. Karena dengan
adanya halaman ini semua hal tersebut dapat dilakukan hanya dengan
mengklik menu fungsi yang ada pada phpMyadmin.
Menurut Nugroho (2009:88), PhpMyAdmin adalah suatu Open
Source yang berbasis web, aplikasi ini dibuat menggunakan program PHP,
fungsi aplikasi ini adalah untuk mengakses Database MySQL. Dengan
adanya aplikasi ini akan sangat mempermudah dan mempersingkat kerja
kita dalam mengolah Database MySQL.

Menurut Muhammad Sadeli (2014:10) MySQL adalah database


yang menghubungkan script php menggunakan perintah query dan escaps
character yang sama dengan PHP. Menurut Nugroho (2009:91), definisi
MySQL (My Structured Query Language) adalah sebuah program
pembuatan dan pengelola Database atau yang disering disebut dengan
DBMS (Database Management System). Kelebihan lain dari MySQL
adalah menggunakan bahasa query standar SQL. SQL adalah suatu bahasa
permintaan yang terstruktur. MySQL dapat digunakan untuk mengelola
database mulai dari yang kecil sampai dengan yang sangat besar. Hingga
saat ini, MySQL sudah berkembang hingga versi 5. MySQL 5 sudah
mendukung trigger untuk memudahkan pengelolaan tabel dalam database.
5. MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis
data/Data Base Management System (DBMS) SQL (Structured Query
Language) yang multithread, dan multi-user. MySQL adalah implementasi
dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS). Pada saat ini
MySQL merupakan database server yang sangat terkenal di dunia, semua
itu tak lain karena bahasa dasar yang digunakan untuk mengakses database
yaitu SQL. SQL pertama kali diterapkan pada sebuah proyek riset pada
laboratorium riset San Jose, IBM yang bernama sistem R. Kemudian SQL
juga

dikembangan

oleh

Oracle,

Informix

dan

Sybase.

Dengan

menggunakan SQL, proses pengaksesan database lebih user-friendly


dibandingan dengan yang lain, misalnya dBase atau Clipper karena
mereka masih menggunakan perintah-perintah pemrograman murni. SQL

dapat digunakan secara berdiri sendiri maupun di lekatkan pada bahasa


pemograman seperti C, dan Delphi.
Menurut Madcoms (2011:140), MySQL adalah salah satu program yang
dapat digunakan sebagai database, dan merupakan salah satu software
untuk database server yang banyak digunakan. MySQL bersifat Open
Source dan menggunakan SQL.
Keunggulan MySQL antara lain:
a. Program yang multi-threaded, sehingga dapat dipasang pada server
yang memiliki mulit-CPU.
b. Didukung bahasa pemrograman umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP,
Python, TCL, APls.
c. Bekerja pada berbagai platform.
d. Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan
konfigurasi sistem database.
e. Memiliki sistem keamanan yang cukup baik dengan verifikasi host.
f. Mendukung ODBC untuk OS Microsoft Windows.
g. Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap.
h. Software yang free.
6. Text Editor
Text editor digunakan untuk membuat code program. Text editor
yang digunakan adalah Sublime Text Editor. Aplikasi ini memiliki
kelebihan dibanding aplikasi sejenis. Adapun beberapa kelebihannya
adalah text editor ini memiliki kemampuan untuk menerka apa yang akan
kita ketikkan dengan memunculkan beberapa opsi, atau biasa dikenal
dengan autocomplete. Sementara kelebihan lainnya adalah aplikasi ini
dapat mengedit beberapa tempat pada file yang sama dalam satu waktu. Ini
sangat berguna jika terjadi keasalah penulisan variable, fungsi maupun
yang lainnya.
7. AJAX

Asynchronous Javascript and XML, atau disingkat AJAX adalah


salah satu teknik pemrograman berbasis web untuk menciptakan aplikasi
website yang interaktif. AJAX merupakan bahasa pemrograman yang
mampu bertukar data dengan server, dengan memperbaharui halaman
tanpa reload ke halaman yang lain. Tujuanya adalah untuk memindahkan
sebagian besar interaksi pada web browser melakukan pertukaran data
dengan server dibelakang layar, sehingga halaman web tidak harus dibaca
ulang secara keseluruhan setiap kali seorang pengguna melakukan
perubahan.
AJAX terdiri dari HTML, Javascript, DHTML dan DOM yang
kemudian digabungkan dengan bahasa pemograman web di sisi server
seperti PHP dan ASP, sehingga membentuk suatu aplikasi berbasis web
yang interaktif.