Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN


DI BIDANG PENDAPATAN DINAS PASAR
KOTA SEMARANG

SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PENDAPATAN RETRIBUSI


KEBERSIHAN PASAR DI DINAS PASAR KOTA SEMARANG

Disusun oleh
Nama

: Ahmad Faris Arifianata

NIM

: 7211411172

Jurusan/Prodi : Akuntansi S1

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014

Abstrak
Ahmad Faris Arifianata
Sistem Penerimaan Kas dari Pendapatan Retribusi Kebersihan Pasar di Dinas
Pasar Kota Semarang
Strata 1 (S1)-Akuntansi
Universitas Negeri Semarang
Tahun 2014

Praktik Kerja Lapangan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh


mahasiswa program studi non-kependidikan dan mahasiswa program studi
kependidikan sesuai kurikulum, sebagai penerapan teori yang telah didapatkan,
agar mahasiswa memperoleh pengalaman bekerja di lapangan sesuai dengan
bidangnya. Tujuan pengambilan judul ini disesuaikan dengan kegiatan penulis
selama di lapangan, yaitu Dinas Pasar Kota Semarang. Penulis ditugaskan di
Bidang Pendapatan.
Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam laporan ini
dengan metode interview, metode observasi dan metode studi pustaka. Metode
interview dilakukan dengan wawancara langsung kepada pihak-pihak terkait,
metode observasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung objek yang
ditugaskan kepada penulis di lapangan dan studi pustaka dengan membaca
referensi-referensi terkait melalui internet.
Praktek Kerja Lapangan yang dilaksanakan penulis yaitu mengamati
proses akuntansi pendapatan retribusi pelayanan kebersihan pasar yang dipungut
kepada pedagang, alur retribusi yang dipungut kepada pedagang dan membuat
rekapitulasi hasil penerimaan retribusi. Dalam laporan ini berisi tentang sistem
akuntansi pendapatan retribusi pelayanan kebersihan pasar.
Hasil yang didapat dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah penulis dapat
memahami sistem akuntansi pendapatan retribusi pelayanan kebersihan pasar.
Dan mendapatkan bekal wawasan atau pengalaman bekerja di instansi
pemerintahan, sebelum terjun ke lapangan pekerjaan yang nyata.

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Pendapatan asli daerah (PAD) adalah pendapatan yang bersumber dan

dipungut sendiri oleh pemerintah daerah. Sumber PAD terdiri dari: pajak daerah,
restribusi daerah, laba dari badan usaha milik daerah (BUMD), dan pendapatan
asli daerah lainnya yang sah (Warsito, 2001: 128). Dalam laporan PKL ini,
penulis mengkhususkan pembahasan mengenai pendapatan retribusi daerah yang
didapat dari pasar.
Retribusi menurut UU no. 28 tahun 2009 adalah pungutan daerah sebagai
pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan
dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan pribadi atau badan.
Berbeda dengan pajak pusat seperti Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan
Nilai yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak, Retribusi Daerah dikelola oleh
Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKAD). Pasar merupakan salah satu
objek yang diharapkan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi
dari para pedagang yang berjualan. Tujuan dari pemilihan judul laporan ini adalah
agar penulis mengetahui sistem akuntansi pendapatan retribusi pelayanan
kebersihan pasar yang disetor oleh para pedagang pasar-pasar yang dinaungi oleh
Dinas Pasar Kota Semarang.

1.2.

Tujuan dan Manfaat PKL

1.2.1. Tujuan
a. Sebagai syarat dalam menempuh program studi Strata 1 (S1) Jurusan
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
b. Untuk menambah wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa sesuai
keahlian yang dimiliki, sebagai bekal bagi mahasiswa terjun ke lapangan
pekerjaan.
c. Untuk mengaplikasikan keahlian yang dimiliki mahasiswa pada pekerjaan
nyata/lapangan.
d. Mahasiswa memperoleh wawasan mengenai etos kerja di lapangan,
khususnya instansi pemerintahan.
1.2.2. Manfaat PKL
Bagi Mahasiswa:
a. Mahasiswa mengetahui realita keahlian yang dibutuhkan dalam dunia
kerja.
b. Mahasiswa mengetahui etos kerja di instansi pemerintahan.
c. Mahasiswa dapat mengaplikasikan keahliannya pada pekerjaan yang
diberikan oleh instansi terkait.
d. Mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang nyata.
e. Mahasiswa dapat mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam
lingkungan realita kerja.

f. Mahasiswa mempunyai relasi di instansi pemerintahan, yang dapat


menjalin hubungan timbal balik secara positif, terutama di bidang
keilmuan yang diterapkan dalam instansi terkait.
Bagi Fakultas:
a. Untuk mengevaluasi dalam menyusun kurikulum kegiatan belajar
mengajarnya, agar sejalan dengan bidang ilmu yang dibutuhkan di
lapangan.
b. Sebagai kerjasama untuk menyalurkan lulusan-lulusan Fakultas Ekonomi
ke dunia kerja, khususnya instansi pemerintahan.
Bagi Instansi:
a. Dengan adanya mahasiswa PKL, dapat membantu menyelesaikan
pekerjaan-pekerjaan di instansi terkait.
b. Mendapat masukan-masukan dari mahasiswa PKL terhadap pekerjaanpekerjaan yang diberikan.
c. Sebagai kerjasama antara Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang
dengan instansi terkait.
1.3.

Tempat Pelaksanaan
Dinas Pasar Kota Semarang. Jalan Dr. Cipto 115, Semarang.

1.4.

Metode Penelitian

1.4.1. Jenis Data


Jenis data yang digunakan dalam laporan ini adalah data sekunder. Data
sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung
melaului media perantara, seperti catatan, bukti, laporan historis yang disusun

dalam arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan. Sumber
data sekunder yang digunakan penulis diperoleh dari bagian Pendapatan berupa
dokumen bukti penerimaan, form rekapitulasi retribusi dan sumber lain yang
diperoleh dari peraturan daerah dan peraturan walikota Kota Semarang, serta
literature yang terkait dengan peraturan retribusi.
1.4.2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati aktivitas
pegawai Dinas Pasar Kota Semarang pada bidang pendapatan dalam mengelola
retribusi pasar yang terdiri dari retribusi pelayanan pasar dan retribusi pemakaian
kekayaan daerah

yang akan disetorkan ke Kas Daerah, merekam dokumen-

dokumen yang terkait dengan retribusi dan melakukan tanya jawab langsung
kepada pegawai Dinas Pasar Kota Semarang, khususnya di bidang pendapatan
mengenai sistem retribusi.
1.5.

Sistematika Laporan
Penyusunan laporan ini diuraikan melalui beberapa bab, agar isi dari

laporan ini mudah dipahami oleh pembaca. Sistematika penyusunan laporan


Praktik Kerja Lapangan ini yaitu, pada BAB 1 berisi Pendahuluan. Di bagian ini
menjelaskan tentang latar belakang, tujuan, manfaat, tempat pelaksanaan kegiatan
Praktik Kerja Lapangan dan metode pengumpulan data yang digunakan untuk
menyusun laporan. Pada BAB 2 berisi Paparan Laporan. Dalam bab ini terdapat
dua bagian, yaitu:

a. Gambaran secara umum mengenai Dinas Pasar Kota Semarang, penjelasan


pekerjaan secara sepesifik perangkat-perangkatnya, manajemen yang
diterapkan dan struktur organisasinya dan
b. Analisis mengenai hasil pekerjaan penulis selama melakukan Praktik Kerja
Lapangan di Dinas Pasar Kota Semarang.
Dan pada BAB 3 berisi Penutup. Di bagian ini menjelaskan mengenai simpulan
dan saran dari hasil analisis pekerjaan yang dilakukan penulis selama Praktik
Kerja Lapangan di Dinas Pasar Kota Semarang.

BAB 2
PAPARAN LAPORAN
2.1.

Gambaran Umum Dinas Pasar Kota Semarang

2.1.1. Pekerjaan Secara Umum


2.1.1.1. Sejarah Singkat Dinas Pasar Kota Semarang
Sebelum tahun 1970 Dinas Pengelolaan Pasar Kodya Dati II
Semarang masih merupakan bagian dari Dinas Penghasilan Daerah.
Berdasarkan Keputusan DPRDGR No. 10/DPRDGR/1970 tanggal 25
Maret 1970 dirubah/ditingkatkan statusnya menjadi Dinas Pasar-Pasar
Kodya

Dati

II

Semarang.

Tidak

berselang

lama

terjadi

perubahan/penyesuaian kembali mengenai Struktur Organisasi Dinas


Pasar-Pasar Kodya Dati II Semarang yang berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Dalam Negeri Nomor 363/1977 tanggal 4 Nopember 1977 tentang
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas di Daerah Tingkat I dan Daerah
tingkat II dan telah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri dengan
suratnya nomor 061/11445/SJ tanggal, 13 Nopember 1987 perihal
persetujuan pembentukan Dinas Pasar-Pasar Kodya Dati II Semarang.
Pada tahun 1989 Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala
Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 188.3/153/1989 tanggal 6 Juni
1989 tentang pengesahan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 1989 tentang
Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pasar-Pasar
Kodya Dati II Semarang, sebutan Dinas Pasar-Pasar Kodya Dati II

Semarang dirubah menjadi Dinas Pengelolaan Pasar Kodya Dati II


Semarang.
a.

Lokasi Instansi
Dinas Pasar Kota Semarang berlokasi di Jalan Dr. Cipto No. 115 Kota
Semarang.

b. Struktur Organisasi
Organisasi merupakan suatu sistem yang menghubungkan sumbersumber daya sehingga memungkinkan pencapaian tujuan atau sasaran
tertentu. Oleh karena itu organisasi memiliki peran yang penting
dalam suatu instansi pemerintah maupun swasta. Dengan adanya
organisasi, maka tujuan yang telah ditetapkan suatu instansi dapat
dicapai secara efektif dan efisien.kecil maupun besar pasti wewenang
dan tanggung jawab masing-masing dalam suatu sistem kerjasama.
Bagan Organisasi Dinas Pasar Kota Semarang terdapat di lampiran 1.
c.

Bidang Pendapatan
Bidang Pendapatan merupakan salah satu bagian yang dinaungi Dinas
Pasar Kota Semarang. Penulis ditempatkan pada bidang Pendapatan
Dinas Pasar. Pada Bidang ini terdapat tiga seksi, yaitu Seksi
Penetapan,

Seksi

Penagihan

dan

Seksi

Penerimaan.

Bidang

Pendapatan dipimpin oleh seorang kepala bidang. Sedangkan Seksi


Penetapan, Seksi Penagihan dan Seksi Penerimaan masing-masing
dipimpin oleh Kepala Seksi dan dibantu oleh beberapa staf pegawai.
8

Kepala Bidang Pendapatan

: Dody Kristyanto, SE., MM.

Kepala Seksi Penetapan : Yoyok Patriotomo, SH.


Kepala Seksi Penagihan : Sunardi, SH.
Kepala Seksi Penerimaan : Wahyu Wijiarsih, SE.
d.

Tugas Pokok dan Fungsi


Bidang Pendapatan
Tugas:
Bidang Pendapatan mempunyai tugas merencanakan, mengkoordinasikan,
membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi dibidang
Penetapan, Penagihan dan Penerimaan pasar dan PKL.
Fungsi:
a) Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang Penetapan,
Penagihan dan Penerimaan pasar dan PKL.
b) Penyusunan rencana dan program kerja dibidang Penetapan, Penagihan
dan Penerimaan pasar dan PKL.
c) Penyusunan rencana kerja anggaran dibidang Penetapan, Penagihan dan
Penerimaan pasar dan PKL.
d) Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dibidang Penetapan, Penagihan dan
Penerimaan pasar dan PKL.
e) Pengkordinasian

pengelolaan

pendapatan pasar dan PKL.

dan

penyelenggaraan

penetapan

f) Pengkoordinasian

pengelolaan

dan

penyelenggaraan

penagihan

pendapatan pasar dan PKL.


g) Pengkoordinasian

pengelolaan

dan

penyelenggaraan

penerimaan

pendapatan pasar dan PKL.


h) Pelaksanaan supervise dan fasilitas kerjasama efektifitas kegiatan
dibidang Penetapan, Penagihan dan Penerimaan pasar dan PKL.
i)

Pelaksanaan evaluasi kegiatan dibidang Penetapan, Penagihan dan


Penerimaan pasar dan PKL.

j)

Pelaksanaan pembinaan , pemantauan, pengawasan, dan pengendalian


kegiatan dibidang Penetapan, Penagihan dan Penerimaan pasar dan PKL.

k) Pengkoordinasian penyusuna laporan realisasi anggaran dibidang


Penetapan, Penagihan dan Penerimaan pasar dan PKL.
l)

Pengkoordinasian penyusunan laporan kinerja program dibidang


Penetapan, Penagihan dan Penerimaan pasar dan PKL.

m) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan
bidang tugasnya.
Seksi Penetapan
a) Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang penetapan
dalam tugas pengelolaan dan penyelenggaraan penetapan obyek retribusi
dan obyek pemanfaatan fasilitas pendukung di dalam pasar dan diluar
pasar (PKL).
b) Menyiapkan bahan penyusunan rencana program kerja dibidang
penetapan.
c) Menyiapkan rencana kerja anggaran dibidang penetapan.

10

d) Menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas, supervisi dan


fasilitas kerjasama efektifitas kegiatan dibidang penetapan.
e) Menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan ketentuan
dalam kegiatan penetapan obyek dan subyek retribusi, serta obyek dan
obyek pemanfaatan fasilitas pendukung didalam pasar.
f) Menyiapkan bahan perhitungan dan analisa potensi aset didalam pasar.
g) Menyiapkan bahan penyusunan kerangka draft dan Naskah Akademis
Rancangan Peraturan-peraturan dibidang pasar dan PKL.
h) Menyiapkan

bahan

penyusunan

Standar

Pelayanan

Minimal

penyelenggaraan penetapan byek dan subyek retribusi, serta obyek dan


subyek pemanfaatan fasilitas didalam pasar.
i) Menyiapkan bahan hasil pelaksanaan tugas monitoring, supervisi dan
evaluasi dalam kegiatan penetapan obyek retribusi dan pemanfaatan
fasilitas pendukung didalam pasar dan diluar pasar (PKL).
j) Melaksanakan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan dibidang
penetapan.
k) Menyiapkan bahan hasil monitoring, supervisi dan evaluasi kegiatan
dibidang penetapan.
l) Menyiapkan bahan penyajian data, pelaporan dan informasi dibidang
penetapan.
m) Menyiapkan

bahan

pembinaan,

pemantauan,

pengawasan

dan

pengendalian dibidang penetapan.


n) Menyusun laporan realisasi anggaran dan laporan kinerja program
dibidang penetapan.

11

o) Melaksanakan tugas lain yang diberikan leh Kepala Bidang Pendapatan


sesuai dengan bidang tugasnya.
Seksi Penagihan
a) Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang penagihan
dalam tugas pengelolaan dan penyelenggaraan pemungutan obyek dan
subyek retribusi serta obyek dan subyek pemanfaatan fasilitas pendukung
di dalam pasar dan diluar pasar (PKL).
b) Menyiapkan bahan penyusunan rencana program kerja dibidang
penagihan.
c) Menyiapkan rencana kerja anggaran dibidang penagihan.
d) Menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas, supervisi dan
fasilitas kerjasama efektifitas kegiatan dibidang penagihan.
e) Menyiapkan

bahan

penyusunan

Standar

Pelayanan

Minimal

penyelenggaraan kegiatan pemungutan dibidang penagihan.


f) Menyiapkan kebutuhan sarana dalam pelaksanaan tugas kegiatan
pemungutan dibidang penagihan.
g) Menyiapkan petugas pemungut obyek dan subyek retribusi didalam
pasar.
h) Menyiapkan bahan pelaksanaan tugas monitoring, supervisi dan evaluasi
kegiatan dibidang penagihan.
i) Menyiapkan bahan hasil pelaksanaan tugas monitoring, supervisi dan
evaluasi dalam kegiatan dibidang penagihan.
j) Melaksanakan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan pemungutan
obyek dan subyek pemanfaatan fasilitas pendukung didalam pasar dan
diluar pasar (PKL).

12

k) Menyiapkan bahan penyusunan pelaksanaan penegakan peraturan


dibidang pasar dan PKL.
l) Menyiapkan bahan penyajian data, pelaporan dan informasi dibidang
penagihan.
m) Menyiapkan

bahan

pembinaan,

pemantauan,

pengawasan

dan

pengendalian dibidang penagihan.


n) Menyusun laporan realisasi anggaran dan laporan kinerja program
dibidang penagihan.
o) Melaksanakan tugas lain yang diberikan leh Kepala Bidang Pendapatan
sesuai dengan bidang tugasnya.
Seksi Penerimaan
a) Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang penerimaan
dalam tugas pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan penermaan,
penyetoran dan pembukuan pendapatan pasar dan PKL.
b) Menyiapkan bahan penyusunan rencana program kerja dibidang
penerimaan.
c) Menyiapkan rencana kerja anggaran dibidang penerimaan.
d) Menyiapkan bahan pengkoordinasian pelaksanaan tugas, supervisi dan
fasilitas kerjasama efektifitas kegiatan dibidang penerimaan.
e) Menyiapkan kebutuhan sarana dalam pelaksanaan tugas kegiatan
penerimaan, penyetoran dan pembukuan pendapatan pasar dan PKL.
f) Menyiapkan mekanisme pelaksanaan kegiatan penerimaan, penyetoran
dan pembukuan pendapatan pasar dan PKL.
g) Menyiapkan bahan pelaksanaan tugas monitoring, supervisi dan evaluasi
kegiatan dibidang penerimaan.

13

h) Melaksanakan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan penerimaan,


penyetoran dan pembukuan.
i) Menyiapkan bahan penyajian data, pelaporan dan informasi dibidang
penerimaan.
j) Menyiapkan

bahan

pembinaan,

pemantauan,

pengawasan

dan

pengendalian dibidang penerimaan.


k) Menyusun laporan realisasi anggaran dan laporan kinerja program
dibidang penerimaan.
l) Melaksanakan tugas lain yang diberikan leh Kepala Bidang Pendapatan
sesuai dengan bidang tugasnya.

2.1.2. Kegiatan Khusus


a. Proses Induksi
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan pada Dinas Pasar Kota Semarang
dilaksanakan selama satu bulan dimulai dari tanggal 4 Agustus
2014 sampai dengan tanggal 29 Agustus 2014. Jangka waktu PKL
dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh
fakults

ekonomi

Universitas

Negeri

Semarang.

Dalam

melaksanakan praktik kerja lapangan, penulis melakukan beberapa


tahapan. Tahapan-tahapn yang dilalui oleh penulis dijelaskan dalam
tahapn-tahapan di bawah ini.
b. Proses Perijinan
Sebelum pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan yang dimulai tanggal
4 Agustus 2014, Penulis beserta seluruh anggota kelompok PKL
mencari instansi atau perusahaan untuk melaksankan Praktik Kerja

14

Lapangan. Instansi yang dituju oleh penulis adalah Dinas Pasar


Kota Semarang. Setelah menentukan Instansi yang dituju,
kemudian Penulis meminta surat permohonan PKL kepada Petugas
Tata Usaha Fakultas Ekonomi. Setelah surat diberikan, Penulis
beserta anggota kelompok PKL mengajukan proposal dan surat
permohonan PKL pada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan
Perlindungan Masyarakat Kota Semarang. Setelah permohonan
disetujui, Badan Kesbangpol dan Linmas memberikan surat kepada
penulis untuk diserahkan pada pihak Dinas Pasar Kota Semarang.
Setelah permohonan disetujui, penulis melakukan konfirmasi ulang
dan kemudian melakukan Praktik Kerja Lapangang mulai tanggal 4
Agustus 2014.
c. Pelaksanakan kegiatan PKL
Penulis dalam pelaksanaan PKL pada Dinas Pasar Kota Semarang
ditempatakan pada bidang pendapatan. Pada awal Praktik Kerja
Lapangan, penulis dihadapkan pada masa orientasi selama 2 hari.
Kewajiban Penulis selama 2 hari tersebut adalah memperkenalkan
diri dan mengenali seluruh staff di bidang pendapatan. Disamping
itu, penulis juga berkewajiban untuk menelaah dan memahami
tugas yang nantinya akan dihadapi di bidang pendapatan. Penulis
mempelajari buku panduan yang berupa Perda Kota Semarang
Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum di Kota

15

Semarang dan Perda Kota Semarang Nomor 9 Tahun 2013 tentang


Pengaturan Pasar Tradisional.
d. Tugas-tugas selama PKL
Adapun kegiatan yang dilakukan selama PKL, antara lain:
1.

Melakukan

pengamatan

dan

pembelajaran

terhadap

Prosedur/mekanisme kerja yang ada di Bidang Pendapatan


Dinas Pasar Kota Semarang melalui Perda serta buku
panduan.
2.

Melakukan

pengamatan

terhadap

Prosedur/mekanisme

pencatatan penarikan retribusi pelayanan kebersihan.


e. Adaptasi
Praktek Kerja lapangan pada Bidang Pendapatan Dinas Pasar Kota
Semarang dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus sampai dengan
tanggal 29 Agustus 2014. Perincian waktu pelaksanaan Praktek
Kerja Lapangan: Senin-Kamis: pukul 07.00-15.00 WIB, sedangkan
pada hari Jumat : Pukul 07.00-11.30.
Pada hari-hari awal PKL pada Bidang Pendapatan Dinas Pasar
Kota Semarang, penulis diperkenalkan dengan pimpinan dan
seluruh staff Bidang Pendapatan. Kemudian penulis dikenalkan
dengan peraturan kerja dan panduan-panduan pelaksanaan tugas
pada Bidang Pendapatan Dinas Pasar Kota Semarang.
f. Kendala Pelaksanaan Tugas dan Cara Mengatasinya
1.

Kendala Pelaksanaan Tugas

16

Kendala yang dihadapi penulis pada pelaksanaan tugas


meliputi:
a) Sulitnya beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan karena
mereka

semua

merupakan

orang-orang

professional

dibidangnya.
b) Penulis sungkan untuk bertanya, karena pembimbing lapangan
sibuk dengan tugas- tugas yang dikerjakan.
c) Penulis terkadang diberi tugas yang tidak sesuai dengan bidang
keilmuannya.
2.

Cara Mengatasi Kendala


Apabila penulis menghadapi atau mendapatkan kesulitan,
penulis banyak dibantu oleh para karyawan begitu juga oleh
pengawas. Mereka memaklumi kita atas kesulitan tersebut,
karena penulis belum terbiasa dengan pekerjaan nyata.

a) Untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja penulis meminta


pada para karyawan pada bagian tersebut untuk selalu
bekerjasama dan membatu dalam melaksanakan tugas yang
penulis

kerjakan,

dan

penulis

mencoba

untuk

selalu

berkomunikasi dengan para karyawan. Dan ternyata lama


kelamaan karyawan dibagian tersebut cukup ramah untuk diajak
bicara.

17

b) Untuk pekerjaan yang cukup banyak dibagian pelaksanaan


anggaran sehingga penulis kesulitan untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan, maka penulis menanyakannya di
saat para karyawan sedang istirahat atau pada saat waktu
lenggang pada jam-jam senggang.
c) Penulis memandang bahwa ketika diberikan tugas- tugas yang
tidak sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari di kampus,
sebagai sarana menambah wawasan dan pengalaman bekerja di
instansi pemerintahan.
2.1.3. Ketrampilan-ketrampilan baru yang diperoleh selama PKL
Dalam melaksanakan PKL pada Dinas Pasar Kota Semarang,
banyak ketrampilan, pengetahuan, dan pengalaman baru yang diperoleh.
Harapan penulis adalah semua itu dapat menjadi bekal dalam memasuki
dunia kerja nanti. Sebelum PKL penulis hanya mendapatkan ketrampilanketrampilan yang diperoleh dibangku kuliah dan teori-teori yang
mendukung. Setelah melaksanakan PKL banyak ketrampilan-ketrampilan
baru yang didapat, antara lain:
1. Penulis mendapatkan bekal berupa etos kerja yang dapat diamati dari
perangkat- perangkat Dinas Pasar selama Praktik Kerja Lapangan,
sebelum terjun di dunia kerja, khususnya instansi pemerintahan.
2. Penulis mendapatkan pengetahuan mengenai sistem akuntansi
pendapatan retribusi pelayanan kebersihan pasar.

18

3. Penulis mendapatkan keterampilan mengenai pembukuan retribusi


pelayanan pasar.
2.2. Analisis Hasil Pekerjaan
2.2.1. Pengertian Retribusi
Retribusi menurut UU no. 28 tahun 2009 adalah pungutan daerah
sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus
disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan
pribadi atau badan. Retribusi dikelompokan menjadi beberapa jenis pos
retribusi, yaitu:
a. Retribusi Jasa Umum
b. Retribusi Jasa Usaha
c. Retribusi Perizinan
Dalam laporan Praktik Kerja Lapangan ini, penulis membahas
mengenai sistem akuntansi pendapatan retribusi pelayanan kebersihan
pasar yang tergolong dalam pos Retribusi Jasa Umum.
2.2.3. Retribusi Pelayanan Kebersihan
Struktur tarif Retribusi Pelayanan Kebersihan digolongkan menjadi
dua, yaitu rumah tangga dan niaga. Dalam laporan Praktik Kerja Lapangan
ini penulis membahas mengenai retribusi sampah di pasar yang tergolong
pada kelompok niaga. Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan
golongan niaga dibedakan menurut jenis dan golongan usaham lebar jalan

19

dan volume timbunan sampah. Tarif untuk Retribusi Pengelolaan Sampah


di Pasar adalah sebagai berikut:
a. Kios sebesar Rp. 500,00/ kios/ hari
b. Los sebesar Rp. 300,00/ los/ hari
c. Dasaran Terbuka sebesar Rp. 400,00/ dasaran terbuka/ hari
Tata Cara Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Pelayanan
Persampahan/ Kebersihan Berdasarkan Perda no 2 tahun 2012 tentang
Retribusi Jasa Umum yaitu:
a. Dalam memungut retribusi pelayanan pasar kepada pedagang tidak
dapat diborongkan.
b. Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain
yang dipersamakan.
c. Dokumen lain yang dipersamakan dapat berupa karcis, kupon dan kartu
langganan.
d. Penerimaan masing-masing dari jenis retribusi diutamakan untuk
mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan
pelayanan yang bersangkutan.
e. Tata cara pelaksanaan pemungutan retribusi diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Walikota nomor 87 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata
Kerja UPTD Pasar Wilayah Johar, Wilayah Karimata, Wilayah Bulu,
Wilayah Karangayu, Wilayah Jatingaleh dan Wilayah Pedurungan Kota
Semarang.

20

Tata Cara Penentuan Retribusi, Tempat Pembayaran, Angsuran dan


Penundaan Pembayaran Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi
Pelayanan Persampahan/ Kebersihan sebagai berikut:
a. Pembayaran retribusi harus dilakukan dengan tunai/ lunas sekaligus.
b. Retribusi harus dilunasi paling lambat 15 (lima belas) hari sejak
diterbitkan SKRD atau dokumen lain yang disamakan.
c. Pembayaran retribusi dilakukan di rekening Kas Daerah atau tempat
lain yang telah ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan
menggunakan SKRD atau dokumen lain yang disamakan.
d. Hasil penerimaan/ penjualan karcis retribusi harus disetor ke Rekening
Kas Daerah paling lambat 1 (satu) hari kerja terhitung sejak retribusi
tersebut diterima atau dalam waktu yang ditentukan oleh Walikota.

e. Tempat pembayaran
Pembayaran retribusi pelayanan pasar dibayarkan oleh pedagang ke
juru pungut masing-masing pasar, lalu disetorkan ke bagian penerimaan
UPTD Pasar untuk dilakukan pengecekan terhadap karcis yang
dikeluarkan, setelah itu disetorkan ke Kas Daerah melalui Bank Jateng.
Bila ada pedagang yang tidak dapat membayar retribusi pelayanan
pasar dan retribusi pelayanan kebersihan secara tunai, maka pedagang
dapat mengajukan permohonan pembayaran angsuran kepada petugas
yang ditunjuk, yaitu staf administrasi UPTD Pasar. Dan jika ada pedagang
yang tidak membayar retribusi tepat pada waktunya atau kurang bayar,
21

maka dapat dikenakan sanksi administratif yaitu berupa bunga 2 % setiap


bulan dari retribusi yang terutang.
2.2.4. Bidang Penerimaan Retribusi
Penerimaan retribusi pelayanan jasa pasar harian, bulanan dan
pelayanan kebersihan sampah dari para pedagang yang berjualan di pasarpasar dikelola oleh bendahara setiap masing-masing UPTD dan bendahara
bidang penerimaan dinas pasar. Deskripsi alurnya yaitu, Bidang
Penerimaan Dinas Pasar mencetak karcis retribusi, masing-masing UPTD
pasar mengambil karcis tersebut dan membagi karcis tersebut ke masingmasing pasar melalui juru pungutnya. Setelah menerima karcis
pembayaran, juru pungut di masing-masing pasar memberikan karcis
pembayaran tersebut kepada pedagang dengan klasifikasi jenis lapak dan
jenis tarifnya. Lalu pedagang membayarkan sejumlah uang yang tertera di
karcis pembayaran kepada juru pungut di masing-masing pasar. Setelah
terkumpul uang hasil penagihan karcis retribusi kepada pedagang, juru
pungut masing-masing pasar menghitung sejumlah uang tersebut sebelum
disetorkan ke bendahara UPTD Pasar Wilayah. Setelah semua juru pungut
di masing-masing pasar menyetorkan uang hasil penagihan karcis
pembayaran, lalu bendahara akan membuatkan nota bukti penyetoran
kepada juru pungut masing-masing pasar dan mencatat di buku
penerimaan. Berikutnya, bendahara mengecek apakah jumlah uang yang
disetor oleh juru pungut masing-masing pasar sesuai dengan karcis yang
dikeluarkan dari Bidang Penerimaan Dinas Pasar sebelum disetorkan oleh
22

staf administrasi ke Kas Daerah melalui bank yang ditunjuk yaitu Bank
Jateng. Setelah disetorkan ke Kas Daerah melalui Bank Jateng, selanjutnya
UPTD membuat nota bukti. Setelah itu, nota bukti tersebut diberikan ke
bidang pendapatan dinas pasar kota semarang untuk dilakukan pencatatan
dan Nota yang dibuat ada empat jenis yaitu:
a. Nota bukti untuk Dinas Pasar Kota Semarang Bidang Pendapatan
b. Nota bukti untuk UPTD
c. Nota bukti untuk DPKAD
d. Nota bukti untuk BAWASDA
Selanjutnya disusun rekapitulasi hasil penerimaan retribusi pelayanan
kebersihan pada buku kas umum penerimaan bulanan. Form rekapitulasi
hasil penerimaan dapat dilihat di lampiran.

23

BAB 3
PENUTUP

3.1

Simpulan
Dinas Pasar Kota Semarang merupakan instansi yang bertugas
merencanakan, memimpin, mengkoordinasikan, membina, mengawasi dan
mengendalikan serta mengevaluasi penyelenggaraan perpasaran dan pedagang
kaki lima (pkl), yang menanungi seluruh pasar-pasar di wilayah Kota

Semarang. Dinas Pasar Kota Semarang memiliki lima bidang pokok, salah
satunya yaitu bidang pendapatan, yang memiliki tugas merencanakan,
mengkoordinasikan,

membina,

mengawasi

dan

mengendalikan

serta

mengevaluasi di seksi Penetapan, Penagihan dan Penerimaan pasar dan PKL,


yang termasuk didalamnya terdapat penerimaan retribusi

pelayanan

kebersihan.
Alur sistem akuntansi Retribusi Pelayanan Kebersihan merupakan
salah satu tugas dari bidang pendapatan, yang dikelola oleh bendahara.
Rekap Hasil Retribusi salah satu dokumen yang disusun guna mengetahui
jumlah hasil penjualan karcis retribusi harian, bulanan maupun tahunan,
yang disahkan oleh Kepala UPTD dan bendahara bidang pendapatan Dinas
Pasar Kota Semarang. Selain itu, juga dapat berfungsi sebagai sarana
mengecek apakah jumlah uang hasil penjualan karcis retribusi sudah
sesuai dengan karcis yang dikeluarkan.

24

25

3.2

Saran
Diperlukannya sosialisasi yang merata terkait dengan fungsi retribusi
yang di pungut kepada para pedagang seluruh pasar di Kota Semarang,
agar kesadaran para pedagang dalam membayar retribusi dapat meningkat.
Selain itu perlu adanya perbaikan antara sumber daya manusia dengan
sistem komputerisasi dalam pencatatan maupun pencetakan bukti
pembayaran retribusi, agar dapat meminimalisasi kesalahan.

26