Anda di halaman 1dari 7

Kepala Ruangan

: Silvia Okta Herliani

Perawat Zul
Pada suatu hari di ruangan VIP Raflesia RSU Provinsi X, terdapat satu pasien (Pasien A) 60
tahun dengan masalah stroke yang sudah dirawat selama 1 minggu dengan paralisis
ekstremitas dekstra, kesadaran Compos mentis dan GCS: E4V4M4 , dan satu pasien (Pasien
B) 35 tahun, baru datang dari IGD RSU Provinsi X dengan keluhan sesak dan sudah
terpasang oksigen, kesadaran Compos Mentis, GCS: E4V5M6. Perawat IGD memberikan
data rekam medik Pasien B kepada kepala ruangan.
Setelah perawat berkeliling ke ruangan pasien dilakukan briefing di ruang perawat.
Kepala ruangan
Semua perawat
Kepala ruangan

: Selamat pagi rekan-rekan semua.


: Selamat pagi juga Ibu.
: Baik saya akan membuka briefing kita pagi hari ini. Hari ini kita
mempunyai dua pasien. Satu pasien lama yang bernama bapak Galih
yang sudah dirawat selama 1 minggu dan satu pasien yang baru datang
pada pukul 11 malam bernama ibu Mahfira dari IGD dengan keluhan
sesak nafas dan batuk telah dipasang oksigen dari IGD. Ini rekam
medisnya saya berikan kepada ketua Tim B yaitu ibu Dea selanjutnya
ibu Dea yang akan mencari anggota Timnya. Dan untuk ketua Tim A
yaitu ibu Ati dan anggotanya untuk tetap melanjutkan perawatan pada
pasien Bapak Galih. Saya sudah membaca laporan rekam medis dari
bapak Galih dan menunjukkan adanya perkembangan. Untuk lebih
detailnya saya persilahkan kepada ibu Ati untuk menjelaskan

Katim A

bagaimana pelaksanaan tindakan keperawatan yang sudah diberikan.


: Baik Buk, terimakasih untuk kesempatannya. Setelah saya menerima
laporan dan mengevaluasi dari anggota tim saya, dari tindakan yang
sudah diberikan selama 1 minggu berupa fisioterapi, ROM aktif dan
pemenuhan

kebutuhan

nutrisi

melalui

infus

dan

NGT

serta

pemeliharaan personal higiene. Perkembangannya berupa pasien sudah


dapat menekukan kaki serta mampu mengubah posisi secara mandiri
dengan perlahan-lahan. Dan untuk nutrisi sudah beralih dari makanan
NGT ke terapi oral sejak kemarin dengan bantuan. Pasien rutin
dimandikan pagi dan sore oleh keluarganya. Kemudian untuk rencana

tindakan selanjutnya tim kami tetap melanjutkan tindakan yang sudah


dilakukan sebelumnya. Apakah ada tambahan dari ibu Dita?
: Saya rasa tindakan keperawatannya udah cukup tindakan dan

Karu

monitoringnya tetap dilanjutkan. Bagaimana dengan ibu Dea siapa yang


akan menjadi anggota timnya?
: Baik buk. Saya menentukan ibu Rindy dan bapak Bintra sebagai

Katim B

anggota tim saya berdasarkan pengalaman dari bapak Bintra dan ibu
Rindy yang sudah pernah bekerja di ruang paru. Bagaimana ibu Rindy
Bapak

dan bapak Bintra apakah bersedia?


Bintra : Baik bu. Kami bersedia.

dan ibu Rindy


Karu

: Baiklah. Sebelum kita meningalkan ruangan dan melakukan aktivitas

kita marilah kita berdoa. Berdoa dimulai.


Pada waktu bersamaan Ketua Tim A beserta anggotanya dan Ketua Tim B beserta
anggotanya berkumpul diruang perawat untuk melakukan perencanaan dan pembagian
tugas.
Ketua Tim B

: Baik ibu Rindy dan bapak Bintra kita berada dalam satu tim untuk
menangani ibu mahfira dengan keluhan sesak dan batuk yang terpasang
oksigen dan instruksi dari dokter IGD untuk dilakukan pemeriksaan
BTA. Kemudian sekarang saya buat rencana keperawatannya. Untuk
ibu Rindy bisa pulang sekarang.

Ketua Tim A

: Baik Bapak Imam dan Ibu Yuli, seperti yang sudah dikatakan tadi kita
tetap melanjutkan tindakan kita sebelumnya. Untuk Pak Imam, tetap
melanjutkan ROM dan untuk Ibu Yuli terimakasih telah bekerja

maksimal dan sekarang Ibu bisa pulang.


Kemudian Bapak Imam menuju ruangan pasien Bapak Galih untuk melakukan tindakan
ROM aktif.
Ns.Imam

: Selamat pagi Bapak Galih dan Ibu Nora, saya Imam perawat yang

Ibu Nora
Ns.Imam

bertugas pagi ini untuk merawat bapak.


: Selamat pagi juga Pak.
: Bagaimana keadaan bapak Galih Bu? Apakah pagi ini Bapak sudah

Ibu Nora

dimandikan?
: Keadaannya sudah lebih baik dari kemarin. Saya pun sudah mengelap
badannya menggunakan air hangat. Apakah kita lakukan lagi latihan

Ns.Imam

gerak untuk Bapak Galih?


: Tentu Bu, saya kemari bertujuan untuk membantu Bapak galih

melakukan latihan gerak agar otot Bapak galih tidak kaku dan secara
bertahap dapat bergerak dengan mudah. Mari Bu kita lakukan bersamasama.
Ns.Imam melakukan tindakan ROM aktif kepada Bapak Galih dengan partisipasi
keluarganya dan kemudian langsung mengevaluasi kekuatan otot Bapak Galih.
Setelah membuat perencanaan dan menjelaskan kepada bapak Bintra, ketua Tim B dan
bapak Bintra menuju ruang ibu Mahfira.
Ketua Tim B
: Selamat pagi ibu Mahfira. Perkenalan saya ketua perawat yang akan
menangani ibu. Nama saya ibu Dea. Dan ini rekan saya bapak Bintra.
Dan nanti siang ada ibu rindy salah satu anggota tim kami yang akan
merawat ibu. Ini rencana keperawatan yang akan kami lakukan pada
ibu yaitu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk dahak ,
pemberian obat melalui uap, dan tindakan batuk efektif untuk
membantu mengeluarkan dahak. Apakah ibu setuju? Dan apakah ada
Ibu mahfira
Ketua Tim B

yang ibu tanyakan?


: Silahkan lakukan apapun yang terbaik untuk saya sus.
: Baiklah bu. Kami akan melakukan yang terbaik untuk perawatan ibu.
Sekarang bapak Bintra akan mengambil dahak ibu untuk diperiksa di

Ns. Bintra

laboratorium. Silahkan bapak bintra. Saya tinggal dulu.


: Baik ibu mahfira. Saya akan mengambil dahak ibu. Sekarang apakah

ibu bisa batuk ? dan dahaknya ditempatkan ditempat ini.


Ns. Bintra mengajarkan batuk efektif pada ibu mahfira. Ibu Mahfira mencoba untuk batuk
dan mengeluarkan dahak namun dahak tidak bisa dikeluarkan.
Ns. Bintra
: Sepertinya ibu sulit untuk mengeluarkan dahak. Bagaimana ibu untuk
minum air hangat terlebih dahulu untuk membantu mengencerkan
dahak ibu karena dahaknya kental sehingga sulit dikeluarkan. Saya
tuangkan air hangatnya iya bu, kemudian ibu mencoba untuk batuk lagi
Ibu mahfira
: Oh ya, terimakasih.
Kemudian ibu Mahfira mencoba untuk batuk tetapi tetap tidak dapat untuk mengeluarkan
dahaknya.
Ns. Bintra

: Baik bu. Silahkan dilanjutkan minum air hangatnya saya akan


menghubungi ketua tim saya untuk melanjutkan tindakan selanjutnya.

Saya permisi dulu.


Ns. Bintra mencari ketua timnya untuk membicarakan rencana tindakan selanjutnya yang
akan dilakukan untuk ibu Mahfira.
Ns. Bintra
: Permisi ibu. Saya mau melaporkan tindakan yang sudah saya lakukan
dan respon dari ibu Mahfira.

Ketua Tim B
Ns. Bintra

: Oh ya, silahkan.
: Begini bu, pasien ibu mahfira tidak dapat mengeluarkan dahaknya
untuk dilakukan pemeriksaan sputum BTA. Saya sudah menganjurkan
untuk minum air hangat tetapi dahaknya belum juga bisa dikeluarkan.
Saya menyarankan untuk minum air hangat. Bagaimana untuk tindakan

Ketua Tim B

selanjutnya? Apakah perlu dilakukan nebulizer?


: Sesuai instruksi dokter Ibu Mahfira mendapat terapi obat combiven 1
ampul melalui nebulizer 2x sehari untuk pagi kita lakukan pada jam 9,
tolong untuk dipersiapkan alat dan obatnya, untuk pemberian nanti jam

9. Dan kemudian dicoba lagi untuk mengeluarkan dahaknya.


Ns. Bintra
: Oke baik bu, saya permisi dulu
Lalu Ns.Bintra memberikan obat Combivent melalui Nebulizer kepada Bapak Galih dan
selanjutnya mencoba lagi untuk mengambil sample sputum Bapak galih dan sample berhasil
diambil kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
Menjelang pergantian shift Ns.Imam, Ns.Yuli, dan Ns.Bintra melaporkan masing-masing
kegiatannya kepada ketuan TIM.
Ns.Bintra
: Selamat siang Bu Dea. Saya ingin melaporkan tindakan yang sudah
saya kerjakan pada pagi ini kepada Ibu Mahfira, yaitu pertama saya
melakukan tindakan untuk pengambilan sputum Ibu Mahfira namun
gagal karena nampaknya sputum terlalu kental sehingga sulit
dikeluarkan, saya juga sudah mengajarkan teknik batuk efektif dan
menganjurkan untuk minum air hangat, namun Ibu Mahfira belum juga
dapat mengeluarkan dahak seperti yang saya laporkan tadi. Dan untuk
tindakan nebulizer, saya sudah berikan dan kemudian saya mencoba
lagi untuk mengambil sample sputumnya, dan berhasil. Jadi saya tetap
menganjurkan Ibu Mahfira untuk minum air hangat dan latihan batuk
Katim B

efektif.
: Baik terimakasih Bapak Bintra, saya terima laporannya. Intervensi
sudah terlaksana semua dengan hasil baik. Untuk selanjutnya,
pelaksanaan tindakan bisa ditingkatkan dan Ibu Mahfira terus diberi
motivasi dan dukungan emosional untuk menjalani perawatannya
sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan dan menghindari
stres hospitalisasi. Kemudian nanti untuk kondisi dan tindakan

Ns.Bintra

selanjutnya bisa diinformasikan kepada perawat shift siang.


: Baik Bu, saya mengerti, saya permisi Bu.

Ns.Imam melaporkan tindakan kepada ketua TIM.


Ns.Imam
: Selamat siang Bu Ati. Saya ingin melaporkan tindakan keperawatan
yang sudah saya berikan kepada Bapak galih yaitu tindakan
ROM aktif dan sudah saya evaluasi, dan Bapak Galih
menunjukkan perkembangan berupa peningkatan kekuatan otot
dengan kekuatan otot

3 4 L yang sebelumnya
3 4

4 5L
4 5

Kontak mata pada Bapak Galih sudah fokus. Lalu verbalnya sudah
dapat berbicara 1 kalimat dengan lumayan lancar. Apakah ada tindakan
Katim A

yang perlu ditambahkan untuk perawatan Bapak Galih?


: Terimakasih Bapak Imam atas laporannya, untuk selanjutnya
komunikasi ke Bapak Galih lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat
merangsang Bapak Galih untuk mau berbicara dan diberikan dukungan
motivasi kepada Bapak Galih sehingga membangkitkan semangat untuk
terus berpartisipasi dalam program perawatan, begitu pula komunikasi
kepada keluarganya sehingga keluarga Bapak Galih diharapkan dapat

Ns Imam

mendukung terlaksananya program perawatan.


: Baik Bu, saya mengerti dan saya akan terus mengupayakan untuk

memberikan tindakan yang terbaik. Kalau begitu saya permisi dulu Bu.
Jam 14.00 pun tiba perawat yang piket pagi dan siang berkumpul untuk membahas tentang
kelanjutan tindakan yang akan dilakukan dari pukul 14.00-20.00 wita. Sekaligus membahas
tentang perkembangan pasien dan sekaligus laporan kepada kepala ruangan.
Dita
Selamat siang, baik sekarang sy akan buka breffing kita siang ini untuk
membahas tentang kelanjutan tindakan yang akan dilakukan dan
perkembangan pasien kita, sy persilahkan kepada ketua tim A dan tim B
untuk menjelaskan. Baik sy persilahkan pertama kepada tim A untuk
K.tim A

memulai terlebih dahulu.


Tim sy yang merawat pasien bapak galih yang menderita stroke.
Tindakan yang sudah kami lakukan adalah melakukan ROM aktif dan
memotivasi pasien, menciptakan lingkungan yang nyaman dan
kolaboratif pemberian obat. Mungkin hanya ini yang dapat sy

k.tim B

sampaikan akan di lanjutkan oleh k.tim B.


Tim sy yang merawat pasien ibu fira yang menderita suspek
tuberculosis. Tindakan yang sudah kami lakukan adalah melakukan cek
sputum yang sebelumnya tidak berhasil sebelum diberikan nebulizer
serta kami mengajarkan kepada pasien melakukan batuk efektif dan

menganjurkan untuk minum air hangat. Mungkin hanya ini yang dapat
Dita

sy sampaikan.
Baik terimakasih atas penyampaian laporannya untuk masing-masing
tim. Dari perencanaan yang telah dibuat k. tim disini sy baca masih ada
masalah yang belum teratasi sy harapkan k. tim A dan k. tim B untuk
melanjutkan dan mengoptimalkan rencana tindakan yang sudah di buat.
Mungkin itu saja yang dapat sy sampaikan sy mmengharapkan kepada
rekan rekan yang piket siang agar mengerjakan semua tindakan yang
sudah di rencanakan oleh K. tim A dan K. tim B yang sudah ada di
buku rekam medis pasien, jika masih ada yang kurang jelas bisa
menghubungi K. Tim masing masing atau menghubungi saya. sebelum
saya menutup breffing hari ini mungkin ada yang ingin disampaikan

K. Tim B

oleh k. tim A dan k. tim B .


Untuk anggota saya, pasien yang kita rawat ibu fira itu dia masih
merasa batuk-batuk dan sesak nafas, jadi sy harapkan untuk selalu
memantau kondisinya dan menginformasikan kepada saya jika pasien

NS. rindy

tersebut mengalami komplikasi yang tidak bisa diatasi secara sendiri.


melakukan tindakan pemberian obat nebulizer, teknik batuk efektif dan

memotifasi pasien untuk minum air hangat.


NS. yuli melakukan pengkajian fisik saraf, ROM aktif.
Setelah ns. yuli dan rindy melakukan operan yang sift malam.
Keesokan paginya...ns. rindy dan yuli melaporkan kondisi pasien kepada k. tim mereka
masing masing. Perawat yang piket malem memberikan laporan kepada k. tim mereka
masing-masing. Setelah mereka melaporkan kondisi pasien mereka masing-masing mereka
melakukan breffing bersama kepala ruangan.
Dita
Selamat pagi, hari ini sy akan mengevaluasi dari tindakan yang telah
dilakukan oleh tim A dan tim B kepada tim a mungkin dapat mulai
k. tim A

terlebih dahulu untuk menjellaskan perkembangan dari pasiennya.


Baik terimaksih, dari Hasil tindakan yang telah dilakukan oleh tim saya
sejauh ini perkembangan dari bapak galih berupa motoriknya yang
awalnya sangat lemah sudah mengalami peningkatan dari sebelumnya,

Dita

dan komunikasinya sudah mulai lancar. Dan sekian laporan dari tim a.
Baik terimaksih atas laporan yang diberikan dan untuk tetap
melanjutkan perencanaan sebelumya, selanjutnya akan dilanjutkan oleh

k. tim B

tim b.
Oke.. terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Hasil tindakan yang

telah dilakukan oleh tim saya tim b yaitu dari hasil pemeriksaan
labolatorium BTA positif dan sesak mulai berkurang dan tetap
terpasang oksigen 2 lpm dan pasien masih batuk. Mungkin sekian
Dita

laporan dari tim kami.


Terimakasih kepada semua k. tim a dan k tim B setelah memberikan
laporan dan untuk tetap melanjutkan rencana selanjutnya diharuskan
untuk menunggu istruksi dokter untuk tindakan dan pemberian obat
lebih lanjut. Sekian breffing kita pagi hari ini, mari kita tutup dengan
berdoa.