Anda di halaman 1dari 5

DAUN KATUK(Sauropus androgynus)

2.1.1 Pengertian
Tak selamanya pekarangan ditanami dengan tanaman hias yang sudah kesohor.Ada
kalanya,justru tanaman yang biasa-biasa saja dan asing yang dipilih untuk menjadi
penghuninya.Salah satu alasannya adalah karena tanaman itu punya potensi dan
manfaat.Katuk,misalnya.
Tanaman bernama latin sauropus androgunus ini oleh orang Minangkabau disebut dengan
simani. Sementara di Jawa, selain disebut katuk, tanaman ini juga dinamakan katukan atau
babing. Orang Madura menyebutnya kerakur dan orang Bali lebih mengenalnya dengan
kayumanis.
Daun katuk (Sauropus androgynus)sesungguhnya sudah dikenal semenjak nenek moyang kita
sejak abad 16 .Sayangnya,dimasa berikutnya kurang mendapat tanggapan.Padahal,tanaman
memiliki potensi besar.Daun katuk terdiri dari dua macam,yaitu:
1. Katuk merah
Katuk merah merupakan katuk yang masih banyak dijumpai di hutan belantara sebagi pehati
tanaman hias.Katuk merah ini sangat cocok karena warnanya sangat menarik yaitu hijau
kemerahan.
1. Katuk hijau
Katuk hijau ini merupakan katuk yang paling produktif penggunaanya,dibandingkan katiuk
merah karena penggunaan khasiatnya lebih banyak dibanding katuk merah.Katuk hijau
banyak digunakan untuk keperluan konsumsi, yaitu sebagai sayuran dan obat- obatan. Di
Indonesia daun katuk lazim dimanfaatkan untuk melancarkan air susu ibu (ASI), serta
sebagai obat borok, bisul, demam, dan darah kotor.
Saat ini, daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk
melancarkan ASI. Pada tahun 2000, telah terdapat sepuluh pelancar ASI yang mengandung
daun katuk, beredar di Indonesia. Bahka ekstrak daun katuk telah digunakan sebagai bahan
fortifikasi pada produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui.
2.1.2 Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Euphor

Famili: Euphorbeaceae
Genus: Sauropus
Spesies: Sauropus androgynus (L.) Merr.
2.1.3 Deskripsi/Botani
Katuk tumbuh didataran rendah sampai dengan 120 meter diatas permukaan laut,daerah yang
terbuka atau sedikit terlindung dengan tanah yang ringan dan katuk juga dapat digunakan
untuk pagar hidup.Untuk pengembangbiakan nya dapat digunakan stek batang yang belum
terlalu tua.
Tanaman ini berbentuk perdu.Tingginya mencapai 2-3 m.Cabang-cabang agak lunak dan
terbagi.Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai,berbentuk lonjong sampai bundar
dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm.Bunga tunggal atau berkelompok tiga.Buah
bertangkai panjang 1,25 cm.Panjang lebih kurang 20 cm disemaikan terlebih dahulu. Setelah
berakar sekitar 2 minggu dapat dipindahkan ke kebun. Jarak tanam panjang 30 cm dan lebar
30 cm. Setelah tinggi mencapai 50-60 cm dilakukan pemangkasan agar selalu didapatkan
daun muda dan segar.
Habitat: Tumbuh liar dihutan-hutan dan ladang-ladang yang terbaik di daerah dengan
ketinggian 1300 m.
2.1.4 Kandungan
Dilihat dari nilai gizinya, daun katuk punya nilai gizi yang cukup baik, seperti protein, lemak,
kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C.
Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik.Kalsium merupakan salah satu
mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan
dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini,umumnya terjadi
pada wanita.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah
yang sangat rendah.Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini,daun
katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk
membangkitkan vitalitas seksual. Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.
Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik.Kalsium merupakan salah satu
mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh.Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan
dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, umumnya terjadi
pada wanita.Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah
yang sangat rendah.
Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini, daun katuk juga kaya
senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas
seksual.Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.Daun katuk merupakan
sayuran multikasiat bagi kesehatan tubuh. Didalam 100 gram daun katuk mengandung unsur:

Protein 4,8 gram

Lemak 1,0 gram

Karbohidrat 11 gram

Kalsium 204 mg

Fosfor 83 mg

Zat besi 2,7 mg

Vitamin A 10370 S1

Vitamin B1010 mg

Vitamin C239 g

Air 810 g

2.1.5 Manfaat dan pengobatannya


1. 1.

Untuk memperlancar produksi air susu ibu(ASI)

Karena,mengandung senyawa asam seskueterna.


1. 2.

Untuk penyakit frambusia

Dinamakan penyakit frambusia,karena bentuk dan rupa penyakit ini mirip dengan buah
frambus.Penyakit frambusia atau petek atau puru,banyak terdapat ditempat-tempat yang
sukar mendapatkan air bersih.Penyakit ini gampang menular.
Cara pengobatanya:
1.Siapkan genggam daun katuk yang telah dicuci bersih dan digiling sampai halus.
2.Tambahkan cangkir air masak dan sedikit garam,lalu aduk sampai merata.
3.Peras dan saring
4.Kemudian,air perasan diminum dan ampasnya di gosok-gosok pada bagian badan yang
terserang frambusia
5.Lakukan 2x sehari hingga sembuh.
1. 3.

Untuk penyakit sambelit

Sambelit merupakan gejala dari suatu penyakit.Penyebabnya banyak,seperti terlalu banyak


duduk,kurang minum air,menahan-nahan buang air besar,serta ketidak lancaran kerja hati dan
kandung empedu.
Cara pengobatannya:
1.Siapkan 200 gram daun katuk yang segar lalu bersihkan

2.Rebus dengan segelas air selama 10 menit,lalu saring


3.Minum air hasil saringan tersebut secara teratur.

1. 4.

Untuk penyakit borok

Pada penelitian menunjukan,pada ekstrak daun katuk ditemukan zat penghambat


pertumbuhan bakteriescheria coli,staphylococcusaureus,dan salmonella typhosa.Itu
berarti,ekstrak daun katuk bisa menyembuhkan borok.
Cara pengobatannya:
1.Siapkan segenggam daun katuk,lalu cuci dan lumatkan
2.Tempelokan lumatan daun katuk pada bagian badan yang terserang borok.
1. 5.

Pewarna alami

Daun katuk ternyata bisa juga dipakai sebagai pewarna yang mengandung zat
kimia.Contohnya pada industry tape ketan yang bewarna hijau.
Caranya :
1.Cuci bersih daun katu,tambahkan sedikit air lalu peras sampai terbentuk sari daun katuk
2.Campur atau larutkan sari daun katukbersama beras ketan bahan tape.
1. 6.

Untuk mencegah anemia

Daun katuk termasuk pahan makan yang tinggi zat besi,maka dapat dikatakan untuk
pencegahan anemia.SSetiap 100 g zat daun katuk mengandung sekitar 2.7 mg zat
besi.sementara kandungan kalsioum daun katuk sebanyak 204 mg atau empatb kali tinggi
dibandingkan kandungan mineral dari daun kol.
1. Dapat mencegah dan memperbaiki gangguan reproduksi wanita dan pria.
2. Dapat menghambat penyakit jantung serta gamgguan pembuluh darah
3. Dapat meningkatkan efisiensi absorpsi saluran pencernaan.
4. Daun katuk juga dapat menghambat penyakit jantung serta ganguan pembuluh darah.
Katuk juga
5. meningkatkan efisiensi absorpsi saluran pencernaan. Satu lagi, serat yang tnggi
6.

daun katuk dapat memperlancar kerja saluran pencernaan.

7. Daun katuk juga berpotensi untuk meningkatkan daya seksual baik pada wanita
maupun pria.
8. Daun katuk telah digunakan untuk menurunkan berat badan
2.1.6 Efek Negatif daun katuk
1.daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor
2.qejala sulit tidur,
3.tidak enak makan, dan
4.sesak napas. Namun, gejala-gejala tersebut menghilang setelah 40-44 hari penghentian
konsumsi