Anda di halaman 1dari 70

PROSES PERPINDAHAN CAIRAN DAN

ELEKTROLIT

AHMAD MUHAJIRIN

4/9/2015 *
4/9/2015
*

Membran

Setiap kompartemen cairan dipisahkan oleh membran

permeabel selektif yang memungkinkan gerakan air dan

beberapa zat terlarut.

Meskipun molekul kecil seperti urea dan air bergerak dengan bebas diantara semua kompartemen.

Substansi tertentu sedikit bergerak.

Permeabilitas membran yang selektif membantu untuk mempertahankan komposisi unik dari setiap kompartemen

sementara memungkinkan gerakan nutrien dari plasma ke

sel-sel dan gerakan produk sisa ke luar dari sel dan akhirnya ke dalam plasma

Membran semipermiabel tubuh meliputi:

Membran sel : memisahkan Cairan intra sel dari

cairan insterstitiil dan terdiri dari lipid dan

protein.

Membran kapiler : memisahkan cairan intra

vaskuler dari cairan interstitiil.

Membran epitelial : memisahkan cairan interstitiil dan cairan intra vaskuler dari cairan trans sel.

Contoh dari membran epitelial meliputi epitelium

mukosa dari lambung dan usus, membran sinovial, dan tubulus ginjal.

PRINSIP DASAR TRANSPOR MLL MEMBRAN:

Setiap molekul memiliki kecendrungan utk menempati ruang dg merata

Molekul pd konsentrasi memiliki tekanan

lbh besar

Setiap molekul mempunyai kecendrungan utk selalu bergerak krn mengandung energi kinetik

TRANSPOR MOLEKUL-MOLEKUL KECIL

Transpor pasif

Transpor aktif

dilakukan scr terpadu mempertahankan kondisi intraseluler tetap konstan Transpor pasif dibedakan mjd :

1.

Difusi sederhana mll lipid bilayer

2.

Difusi sederhana mll protein channel

3.

Difusi dipermudah atau difasilitasi

4. Osmosis.

4/9/2015 *

Perpindahan Cairan & Elektrolit

1.

Difusi

perpindahan molekul dari tekanan/konsentrasi

tinggi ke tekanan/konsentrasi rendah

2.

Osmosis perpindahan air dari konsentrasi zat terlarut rendah ke konsentrasi zat terlarut tinggi osmolaritas: ukuran konsentrasi suatu larutan - isotonus konsentrasi larutan = plasma darah

3.

Transport aktif

perpindahan molekul dari tekanan/konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dgn menggunakan energi

8

Proses Transport

1. Difusi

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi

difusi :

a. Suhu

b. Konsentrasi partikel

c. Ukuran molekul

d. Berat molekul dari partikel

e. Area permukaan yang tersedia untuk difusi (luas

partikel e. Area permukaan yang tersedia untuk difusi (luas berbanding lurus berbanding lurus berbanding terbalik

berbanding lurus

permukaan yang tersedia untuk difusi (luas berbanding lurus berbanding lurus berbanding terbalik berbanding terbalik
permukaan yang tersedia untuk difusi (luas berbanding lurus berbanding lurus berbanding terbalik berbanding terbalik

berbanding lurus

berbanding terbalik

(luas berbanding lurus berbanding lurus berbanding terbalik berbanding terbalik permukaan membran) berbanding lurus f.

berbanding terbalik

permukaan membran)

berbanding terbalik berbanding terbalik permukaan membran) berbanding lurus f. Jarak lintas dimana massa partikel harus

berbanding lurus

f. Jarak lintas dimana massa partikel harus berdifusi berbanding terbalik

terbalik permukaan membran) berbanding lurus f. Jarak lintas dimana massa partikel harus berdifusi berbanding terbalik

Gambar tersebut menunjukkan proses terjadinya difusi. Pada permulaan percobaan semula molekul glukosa ada di bagian A. Setelah beberapa saat, proses difusi menyebabkan konsentrasi glukosa di A turun dan di B naik dengan kecepatan yang sama. Setelah 3 jam, konsentrasi pada kedua ruang

tersebut sama dan keseimbangan akan tercapai.

1) Mekanisme difusi sederhana

Difusi proses perpindahan molekul zat/ gas dari konsentrasi ke konsentrasi .

Bersifat larut dlm lemak/lipid menembus

lipid bilayer

Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A,

D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang

larut dalam lemak

membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan

H2O.

4/9/2015 *

2) Mekanisme Difusi Difasilitasi

zat yg dpt mll membran plasma yg melibatkan

protein pembawa/protein transporter.

Seperti: asam amino,glukosa dan bbrp garam mineral

Protein pembawa utk glukosa banyak ditemukan pd:

- sel-sel rangka,

- otot jantung,

- sel-sel lemak dan sel-sel hati,

karena sel sel tsbt selalu membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.

Difusi Terbantu

Proses difusi terbantu difasilitasi oleh suatu protein. Difusi terbantu sangat tergantung pada suatu mekanisme transpor dari membran sel. Difusi terbantu dapat ditemui pada kehidupan sehari-hari, misalnya pada bakteri Escherichia coli yang diletakkan pada media laktosa. Membran sel bakteri tersebut bersifat impermeabel sehingga tidak dapat dilalui oleh laktosa. Setelah beberapa menit kemudian bakteri akan membentuk enzim dari dalam sel yang disebut permease, yang merupakan suatu protein sel. Enzim permease inilah yang akan

membuatkan jalan bagi laktosa sehingga laktosa ini

dapat masuk melalui membran sel.

Difusi Difasilitasi

Difusi Difasilitasi 4/9/2015 *

4/9/2015

*
*

Osmosis

Osmosis

proses osmosis Air akan berpindah dari A menuju B

melalui membran semi permeabel larutan isotonis, yaitu konsentrasi air sama untuk dua larutan antara A

dan B, walaupun hasil akhirnya nanti volume antara A dan B berbeda. Setelah terjadi osmosis, maka gambar prosesnya menjadi seperti gambar di atas Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).

Peristiwa osmosis penyerapan air melalui bulu-bulu

akar, dan mengerutnya sel darah merah yang

dimasukkan ke dalam larutan hipertonis

Osmosis

Gerakan air melewati membran semipermeabel

dari area dengan konsentrasi zat terlarut rendah

ke area dengan konsentrasi zat terlarut tinggi

Kecepatan osmosis dipengaruhi oleh:

Konsentrasi solut di dalam larutan.

Suhu larutan,

Muatan listrik solut,

Perbedaan antara tekanan osmosis yang dikeluarkan oleh larutan.

Macam-macam sifat larutan :

1. Isotonik adalah suatu larutan yang osmolalitasnya sama dengan plasma darah. Pemberian larutan isonik melalui intravena akan mencegah perpindahan cairan dan elektrolit dari

kompartemen intrasel.

2. Hipotonik adalah suatu larutan yang memiliki konsentrasi solut lebih rendah dari plasma, sehingga

akan membuat air berpindah ke dalam sel.

3. Hipertonik adalah suatu larutan yang memiliki konsentrasi solut lebih lebih besar dari plasma, sehingga akan membuat air keluar dari dalam sel.

Mekanisme osmosis

proses perpindahan molekul zat pelarut, dari

larutan yg konsentrasi zat pelarutnya menuju

larutan yg konsentrasi zat pelarutnya .

Hipertonis : lar. yg konsentrasi zat terlarutnya lebih

di luar sel dibandingkan dg lar. di dalam sel

Isotonis: lar. yg konsentrasinya = lar. di dalam sel

Hipotonis: lar. yg konsentrasi zat terlarutnya diluar

sel lebih dari pada di dalam sel

4/9/2015 *
4/9/2015 *
4/9/2015 *
4/9/2015 *
4/9/2015 *

Transport aktif

Difusi sederhana tidak akan terjadi jika tak ada

listrik atau gradien konsentrasi yang dibutuhkan.

Energi diperlukan agar substansi dapat pindah dari area sederhana tidak akan terjadi jika tak ada

listrik atau gradien konsentrasi yang dibutuhkan.

Energi diperlukan agar substansi dapat pindah dari area berkonsentrasi lebih rendah atau sama ke area

dengan konsentrasi sama atau lebih besar

Transpor Aktif

Transpor aktif merupakan transpor partikel-partikel melalui

membran semipermeabel yang bergerak melawan gradien konsentrasi yang memerlukan energi dalam bentuk ATP.

Transpor aktif berjalan dari larutan yang memiliki konsentrasi

rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi tinggi, sehingga

dapat tercapai keseimbangan di dalam sel. Adanya muatan listrik di dalam dan luar sel dapat mempengaruhi proses ini, misalnya ion K + , Na + dan Cl + .

Peristiwa transpor aktif dapat dilihat pada peristiwa masuknya

glukosa ke dalam sel melewati membran plasma dengan menggunakan energi yang berasal dari ATP.

Transpor aktif terjadi pada darah di dalam tubuh kita, yaitu pengangkutan ion kalium (K) dan natrium (Na) yang terjadi antara sel darah merah dan cairan ekstrasel (plasma darah). Kadar ion kalium pada sitoplasma sel darah merah tiga puluh kali lebih besar daripada cairan plasma darah. Tetapi kadar ion natrium plasma darah sebelas kali lebih besar daripada di dalam sel darah merah.

Adanya pengangkutan ion bertujuan agar dapat

tercapai keseimbangan kadar ion di dalam sel.

Mekanisme transpor ion

Mekanisme transpor ion

Transpor aktif

Diperlukan protein pembawa dan energi

metabolik yang tersimpan dalam bentuk ATP

Transpor aktif berhenti jika didinginkan pd

suhu 2 4oC, ada racun/kehabisan energi

Diperlukan utk memelihara keseimbangan molekul2 kecil di dlm sel

Transpor aktif dibedakan menjadi dua, yaitu transpor aktif primer dan sekunder.

Transpor aktif primer

secara langsung berkaitan dg hidrolisis ATP energi. Cont: pompa ion Na+ dan ion K+. Transpor aktif:

Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel sedang 2 K akan dipompa kedalam sel (Na+/K+ ATP ase )

Ca2+ ATP ase transport Ca dr RE ke luar/kedlm RE

H+/K+ ATP ase pd sel epitel dlm sal.pencernaan

Pompa H+ ATP ase pd tumbuhan

4/9/2015 *
4/9/2015 *

Tranpor aktif sekunder

pengangkutan gabungan yaitu pengangkutan ion-ion bersama dg pengangkutan molekul

lain.

Transport aktif sekunder terdiri:

co-transport dan counter transport (exchange).

Transport sekunder co-transport

Glukosa/ asam amino akan ditranspor masuk dalam

sel mengikuti masuknya Natrium.

*
*

4/9/2015

Transport sekunder counter-transport

Pada proses ini, masuknya ion Na ke dalam sel akan

menyebabkan bahan lain ditranspor keluar.

Misalnya pada Na-Ca exchange dan Na-H exchange.

Pada Na-Ca exchange, 3 ion Na akan ditransport kedalam sel untuk setiap 1 ion Ca yang ditransport keluar sel, menjaga kadar Ca intrasel, khususnya otot jantung kontraktilitas jantung.

Na-H exchange mengatur konsentrasi ion Na dan

Hidrogen dlm tubulus proksimal ginjal,mengatur

pH dalam sel.

*
*

4/9/2015

TRANSPOR MOLEKUL-MOLEKUL BESAR

melibatkan pembentukan vakuola/ vesikel dg cara

endositosis.

Endositosis merupakan peristiwa pembentukan kantong membran sel. Endositosis terjadi karena ada transfer larutan atau partikel ke dalam sel.

Berdasarkan ukuran vakuolanya, endositosis dibedakan atas pinositosis dan fagositosis

Pada pinositosis :

materi yang masuk berupa larutan

vakuola endositik berukuran kecil ( < 150 nm )

Vakuola yang terbentuk dinamakan pinosom.

Pada fagositosis:

materi yang dimasukkan ke dalam sel berupa partikel

vakuola yang terbentuk berukuran < 250 nm.

Vakuola yang terbentuk dinamakan fagosom.

Pinositosis merupakan peristiwa masuknya sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan-

lekukan membran sel. Peristiwa ini dapat terjadi bila

konsentrasi protein dan ion tertentu pada medium

sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam sel.

Proses pinositosis dapat diamati dengan mikroskop elektron. Sel-sel yang melakukan proses pinositosis ini antara lain sel darah putih, epitel usus, makrofag hati, dan lain-lain.

Tahapan proses pinotosis

Tahapan proses pinotosis

Tahapan proses pinotosis

1.

Molekul-molekul medium kultur mendekati membran

sitoplasma.

2.

Molekul-molekul mulai melekat (menempel) pada plasma, hal ini terjadi karena adanya konsentrasi yang sesuai antara protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel dengan di dalam sel.

3.

Mulai terbentuk invaginasi pada membran sitoplasma.

4.

Invaginasi semakin ke dalam sitoplasma.

5.

Terbentuk kantong dalam sitoplasma dan saluran pinositik.

6.

Kantong mulai lepas dari membran plasma dan membentuk gelembunggelembung kantong.

7.

Gelembung-gelembung kantong mulai mempersiapkan diri untuk melakukan fragmentasi.

Eksositosis :

Pengeluaran makro molekul dr dalam sel

Proses eksositosis merupakan kebalikan dari

endositosis.

Vakuola yg berisi makro molekul yg akan dikeluarkan, berfusi dg membran plasma, selanjutnya isi vakuola akan dikeluarkan dari sel.

Fagositosis dan Pinositosis

Transport molekul besar lewat mekanisme

fagositosis (eksositosis, endositosis) dan pinositosis. Pinositosis disebut juga drinking sel, sebab yg ditransport adalah molekul yg mengandung cairan

ekstrasel. Molekul tadi ditelan seluruhnya dan terbentuk dlm vesikel pinositik.

Mekanisme = proses fagositosis ( eating sel) hanya

saja molekul pd fagositosis lebih padat misalnya

bakteri/ bgn sel yang rusak.

Fagositosis

Fagositosis merupakan

peristiwa yang sama seperti

pada pinositosis tetapi terjadi

pada benda padat yang ukurannya lebih besar. Fagositosis dapat yang terjadi pada Amoeba.

Proses

Fagositosis

Proses Fagositosis 1. Sebuah sel Amoeba mendekati sel Paramaecium. 2. Amoeba membentuk kaki semu (pseudopodia) dan

1.

Sebuah sel Amoeba mendekati sel Paramaecium.

2. Amoeba membentuk kaki semu (pseudopodia) dan semakin

mendekati Paramaecium.

3. Amoeba mengurung sel Paramaecium dengan kaki semu dan memasukkannya ke dalam vakuola makanan.

4. Lisosom pada Amoeba mulai bergabung (fusi) dengan vakuola makanan untuk mengeluarkan enzim pencernaan.

Eksositosis

Eksositosis adalah proses keluarnya suatu zat ke luar sel. Proses ini dapat dilihat

pada proses kimia yang terjadi dalam

tubuh kita, misalnya proses pengeluaran

hormon tertentu.

Semua proses sekresi dalam tubuh merupakan proses eksositosis. Sel-sel yang mengeluarkan protein akan berkumpul di dalam badan golgi. Kantong yang berisi protein akan bergerak ke arah permukaan sel untuk mengosongkan isinya.

4. Filtrasi

Gerakan air dan zat terlarut dari area dengan tekanan hidrostatik tinggi ke area dengan

tekanan hidrostatik rendah.

Proses ini bersifat aktif di dalam bantalan kapiler, tempat perbedaan tekanan hidrostastik atau gradien yang menentukan perpindahan air, elektrolit dan substansi terlarut lain yang berada diantara cairan kapiler dan cairan interstitial.

Tekanan Cairan

1. Tekanan osmotik & onkotik

Tekanan osmotik: tekanan untuk mencegah aliran

osmotik cairan Tekanan onkotik: gaya tarik s/ koloid agar air tetap

berada dalam plasma darah di intravaskular

2. Tekanan hidrostatik (filtration force)

tekanan yang digunakan oleh air dalam sistem

tertutup

Perpindahan cairan di kapiler

Perpindahan cairan di kapiler 53

Selektivitas Permeabilitas Membran

Membran sel

lipid bilayer

Permeabilitas Membran • Membran sel  lipid bilayer • Permeabilitas membran sel bersifat selektif terhadap:

Permeabilitas membran sel bersifat selektif

terhadap: ion (kanal ion), air (aquaporin)

Filtrasi, Reabsorpsi, Sekresi & Ekskresi

di Nefron

INTAKE OUTPUT CAIRAN

INTAKE – OUTPUT CAIRAN

PENGATURAN CAIRAN TUBUH

1. Intake cairan Diatur melalui mekanisme rasa haus oleh pusat

rasa haus di hipotalamus akibat hemokonsentrasi

dan penurunan volume darah.

Faktor lain yang mempengaruhi pusat rasa haus

adalah keringnya membran mukosa faring dan

mulut, angiotensin II, kehilangan kalium dan faktor-faktor psikologis.

Metabolisme Oksidatif

Proses oksidasi terhadap karbohidrat, protein dan

lemak yang dapat menghasilkan air kira-kira 300 ml. Namun jumlah air ini belum cukup untuk mengkompensasi kehilangan cairan yang harus dikeluarkan oleh tubuh, sehingga masih memerlukan tambahan dari oral, parenteral atau enteral.

Di klinis air metabolisme diperkirakan sebesar 5 % X Berat badan

Cairan oral

Intake cairan per oral setiap hari kira- kira 1100-1400 ml.

Masukan cairan sangat bervariasi yang

salah satunya akan diatur oleh mekanisme rasa haus.

Makanan padat

Intake makanan setiap hari mengandung cairan

kira-kira 800-1000 ml.

Contoh, daging kira-kira kandungannya airnya

70%, buah-buahan dan sayur kandungan airnya

lebih dari 90%.

Terapi cairan

Tambahan cairan juga dapat diberikan melalui

parenteral maupun enteral.

Untuk pemberian cairan melalui parenteral

maupun enteral dapat di hitung sesuai dengan

jumlah yang sudah ditentukan.

Output cairan

Ginjal

Ginjal merupakan regulator utama keseimbangan cairan dan elektrolit.

Pada orang dewasa, ginjal setiap menit

menerima sekitar 125 ml plasma untuk

disaring dan memproduksi urine sekitar 60

ml (40 sampai 80 ml) dalam setiap jam atau

1,5 liter dalam sehari.

Pada anak-anak ginjal akan memproduksi urine

kira-kira 0,5 ml/kgBB/jam.

Jumlah urine yang diproduksi ginjal dipengaruhi oleh hormon antideuretik dan aldosteron.

Volume, komposisi dan konsentrasi urine sangat

bervariasi dan akan tergantung pada penambahan dan kehilangan cairan.

Kulit

Kehilangan air melalui kulit terutama diatur oleh system saraf simpatis, yang

mengaktifkan kelenjar keringat.

Stimulasi kelenjar keringat dapat dihasilkan dari olahraga otot, peningkatan suhu lingkungan, dan peningkatan aktifitas metabolic

Cairan tak kasat mata (DARI KULIT)

Kehilangan evaporatif dari kulit dan terjadi tanpa

kesadaran individu. Rata-rata hilangnya air yang

tidak terasa dari kulit orang dewasa sekitar 6 ml/kg/24 jam

Kehilangan cairan tak kasat mata dapat meningkat pada keadaan tertentu misalnya demam, bayi

dengan BBLR dan lain-lain.

Cairan kasat mata

Pengeluaran cairan melalui keringan yang

berlebihan dan dapat dirasakan oleh individu.

Jumlah pengeluaran keringat yang dapat dirasakan

ini berhubungan dengan banyaknya olah raga,

suhu lingkungan, dan aktivitas metabolic.

Cairan kasat mata, tidak mengandung elektrolit dalam jumlah yang bermakna. Pengeluaran cairan kasat mata dapat mencapai 1000 ml atau lebih dalam 24 jam.

Paru-Paru

Paru-paru juga dapat mengalami kehilangan air

yang tidak dapat dirasakan dengan jumlah-rata-

rata 400 ml per hari.

Jumlah ini dapat meningkat sebagai respons

terhadap adanya perubahan frekuensi dan kedalaman pernafasan.

Saluran Gastrointestinal

Rata-rata kehilangan cairan dari saluran pencernaan adalah sekitar 100 ml/hari.

Muntah atau diare akan meningkakan kehilangan cairan karena hal tersebut mencegah absorbsi normal air dan elektrolit yang telah disekresi melalui roses pencernaan.

SIKLUS PENGATURAN AIR

Volume darah turun, osmolalitas serum naik

Volume darah turun, osmolalitas serum naik
Volume darah turun, osmolalitas serum naik
Volume darah turun, osmolalitas serum naik
Volume darah turun, osmolalitas serum naik
Volume darah turun, osmolalitas serum naik
TD arterial turun Produksi ADH dalam neurohipofisis Perfusi ginjal turun ADH dilepaskan ke dlm darah
TD arterial turun
Produksi ADH dalam
neurohipofisis
Perfusi ginjal turun
ADH dilepaskan ke dlm
darah dr tempat
penyimpanan dlm pituitari
posterior naik
H2O & Na
disaring oleh
ginjal naik
Pelepasan renin naik
Angiotensin I & II
naik
Reabsorpsi
H2O ginjal
naik
Aldosteron naik
Volume darah naik,
osmolalitas serum
turun
Ekskresi Na &H2O
Ekskresi urin
Vol H2O&Na yg bersirkulasi naik

Referensi :

• Guyton, 2000, “Fisiologi Kedokteran,

EGC,Jakarta.

dr.Lili Irawati,M.Biomed, “Mekanisme Transport Melalui Membran Sel”

2000, “Fisiologi Kedokteran, EGC,Jakarta. • dr.Lili Irawati,M.Biomed , “Mekanisme Transport Melalui Membran Sel”