Anda di halaman 1dari 52

Proses Distilasi dalam Skala

Industri Ditinjau dari


Peralatan, Proses, dan
Penggunaannya
Oleh :
Muhammad Afif 4311413043
Lutfi Nurbaeti 4311413046
Desi Purnama Sari 4311413047
Buncit Suligiyanto 4311413051
Yogo Setiawan 4311413062
Yeni Fitriana Jayanti 4311413070

Pengertian Distilasi
Distilasi merupakan salah satu cara atau metode
pemisahan komponen cair-cair yang saling melarut
dan mudah menguap, yang bergantung pada distribusi
dari beragam komponen-komponen diantara fasa uap
dan cair.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan
sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan
kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki
titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.

Kegunaan Distilasi
Pemisahan secara distilasi digunakan untuk
komponen-komponen campuran yang memiliki
perbedaan titik didih yang cukup jauh, apabila titik
didihnya berdekatan pemisahan secara distilasi tidak
dapat dilakukan karena struktur kimia dan tekanan
uap komponen yang hampir sama.

Syarat suatu Destilasi


Persyaratan dasar untuk proses pemisahan dengan
distilasi yaitu komposisi uapnya berbeda dari
komposisi cairannya, dimana uap akan berada dalam
kesetimbangan dengan cairan pada titik didihnya.

Jenis Distilasi
1. Distilasi Sederhana
Distilasi sederhana ini memanfaatkan perbedaan titik
didih serta kecendrungan senyawa untuk menguap, dan dapat
dilakukan di tekanan atmosfir. Contohnya yaitu pada
pemisahan air-alkohol.
2. Distilasi Fraksionisasi
Distilasi fraksionasi digunakan untuk memisahkan
senyawa melalui perbedaan titk didih yang mempunyai
perbedaan titik didih sampai 20OC. Di dalam distilasi ini
terdapat kolom fraksionasinya dimana terjadi pemanasan yang
berbeda- beda terjadi di setiap plat agar pemurnian distilat
semakin sempurna. Contohnya adalah pada pemurnian minyak
mentah.

3. Distilasi Uap
Untuk mendistilasi senyawa yang mempunyai titik didih
mencapai 200OC kita dapat menggunakan mtode distilasi uap.
Distilasi uap ini menggunakan uap atau air mendidih dengan
suhu mendekati 100OC dalam tekanan atmosfer senyawa
tersebut akan menguap karena sifat dari distilasi uap dapat
mendistilasi campuran senyawa dibahah titik didihnya.
Distilasi ini digunakan dalam ekstraksi minyak eucalyptus,
minyak sitrus dan ekstraksi parfum dari tumbuhan.
4. Distilasi Vakum
Metoda ini digunakan jika senyawa yang didistilasi dapat
terdekomposisi sebelum mencapai titik didihnya, maka
digunakanlah keadaan vakum agar suhu yang dicapai tidak
terlalau tinggi sehingga senyawa dapat menguaptanpa
terdekomposisi menjadi senyawa lainnya.

Destilasi memiliki empat kelompok utama dalam hal


penerapannya. Empat kelompok yang dikenal sebagai :
a. skala laboratorium,
b. destilasi industri,
c. parfum atau destilasi obat, dan
d. pengolahan makanan.

Destilasi Skala Industri


Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan
dalam menara, oleh karena itu unit proses dari distilasi ini
sering disebut sebagai menara distilasi (MD).
Menara distilasi biasanya berukuran 2-5 meter dalam
diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter. Masukan
dari menara distilasi biasanya berupa cair jenuh, yaitu cairan
yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan
terbentuk uap dan memiliki dua arus keluaran, arus yang
diatas adalah arus yang lebih volatil (mudah menguap) dan
arus bawah yang terdiri dari komponen berat.

Menara distilasi terbagi dalam 2 jenis kategori besar:


1. Menara Distilasi tipe Stagewise
Terdiri atas banyak piringan yang memungkinkan
kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap piringannya
2. Menara Distilasi tipe Continous
Terdiri atas pengemasan dan kesetimbangan cairgasnya terjadi di sepanjang kolom menara.

Perbedaan Skala Lab dan Skala


Industri
a. Skala Laboratorium
. Dilakukan dalam kumpulan (batch)
. Destilasi batch ditandai dengan masih disertakan
dengan campuran makanan.
. Fraksi non-volatile yang dikeluarkan pada akhir proses.
b. Skala Industri
. Destilasi dilakukan secara kontinyu
. Dianggap memiliki kontrol yang lebih baik dari proses
pemisahan dibandingkan dengan destilasi batch.
. Proses destilasi ini melibatkan menjaga bahan sumber,
uap, dan distilat pada komposisi konstan.

Distilasi Minyak Atsiri dalam


Home Industry

Minyak asiri/atsiri dikenal juga dengan nama minyak eteris

(aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak aromatik


(aromatic oil) atau minyak terbang (volatile oil) yang dihasilkan
oleh tanaman.
Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa

mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir (pungent teste),


berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya.
Umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut air. Minyak

atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman, yaitu, dari


daun, bunga, buah, biji, batang/kulit dan akar (rhizome).

Minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan baku untuk


industri parfum, bahan pewangi (fragrances), aroma (flavor),
farmasi, kosmetika dan aromaterapi.
Minyak atsiri disintesa dalam sel glanular pada jaringan
tanaman dan ada juga yang terbentuk dalam pembuluh resin
(resin duct), misalnya minyak terpentin dari pohon pinus.

Proses Penyulingan Minyak


Atsiri

Produksi minyak atsiri dari tumbuh-tumbuhan dapat dilakukan


dengan tiga cara, yaitu:
(a) penyulingan (distillation),
(b) pressing (expression),
(c) ekstraksi menggunakan pelarut (solvent extraction), dan
(d) adsorbsi oleh lemak padat (enfleurasi).
() Di antara keempat cara tersebut yang banyak digunakan oleh
industri minyak atsiri adalah cara penyulingan dan ekstraksi.

Penyulingan adalah metoda ekstraksi yang tertua dalam


pengolahan minyak atsiri. Metoda ini cocok untuk minyak
atsiri yang tidak mudah rusak oleh panas, misalnya minyak
cengkeh, nilam, sereh wangi, pala, akar wangi dan jahe.
Penyulingan

minyak

asiri

atsiri

dilakukan

dengan

mendidihkan bahan baku tanaman di dalam ketel/wadah suling


sehingga terdapat uap yang diperlukan untuk memisahkan
minyak atsiri dari komponen bukan minyak atsiri atau dengan
cara mengalirkan uap jenuh dari ketel/wadah pendidih air
(boiler) ke dalam ketel/wadah penyulingan yang berisi bahan
baku minyak atsiri.

Tekanan uap yang tinggi dapat menyebabkan dekomposisi pada


minyak, oleh karena itu penyulingan lebih baik dimulai dengan
tekanan rendah, kemudian meningkat secara bertahap sampai pada
akhir proses.
Selama proses penyulingan, uap air yang terkondensasi dan turun ke
dasar ketel harus dibuang secara periodik melalui keran
pembuangan air untuk mencegah pipa uap berpori terendam, karena
hal ini dapat menghambat aliran uap dari boiler ke ketel suling.
Pada proses pendinginan, suhu air pendingin yang masuk ke dalam
tabung atau kolam pendingin yang ideal sekitar 25-30 0C, dan suhu
air keluar maksimum 40 50 0C.

Suhu air keluar tersebut dapat diatur dengan memperbesar / memperkecil

debit air pendingin yang masuk ke dalam tabung / kolam pendingin.


Pemisahan minyak dari tabung pemisah sebaiknya tidak diciduk

(diambil dengan gayung), karena hal itu akan menyebabkan minyak


yang telah terpisah dari air akan kembali terdispersi dalam air dan sulit
memisah kembali, sehingga mengakibatkan kehilangan (loses).
Minyak yang dihasilkan masih terlihat keruh karena mngandung

sejumlah kecil air dan kotoran yang terdispersi dalam minyak. Air
tersebut dipsahkan dengan menyaring minyak menggunakan kain
teflon / sablon. Pemisahan air juga dapat dilakukan dengan
menambahkan zat pengikat air berupa Natrium Sulfat anhidrat (Na 2SO4)
sebanyak 1% selanjutnya diaduk dan disaring.

1. Distilasi Minyak Cengkeh

Distilasi Minyak Cengkeh


Penyulingan minyak cengkeh adalah suatu proses pengambilan
minyak dari terna kering dengan bantuan air, dimana minyak dan
air tidak tercampur.
Campuran cairan yang disuling dapat berupa cairan yang tidak
larut (immiscible) dan selanjutnya membentuk dua fasa, atau cairan
yang saling melarutkan secara sempurna (miscible) yang hanya
membentuk satu fasa.
Pada prakteknya penyulingan campuran cairan dua fasa dilakukan
untuk memisahkan minyak atsiri dengan cara penguapan dengan
bantuan uap.

Cara penyulingan minyak nilam umumnya ada tiga macam, yaitu :


1. Penyulingan cara direbus (Water Distillation)
2. Penyulingan cara dikukus (Water and Steam Distillation)
3. Penyulingan dengan uap langsung (Steam Distillation)
Untuk mendapatkan rendemen dan mutu minyak yang baik
disarankan

untuk

pengolahan

minyak

cengkeh

dengan

menggunakan cara penyulingan dikukus dan uap langsung.


Cara penyulingan dikukus merupakan penyulingan dengan
tekanan uap rendah, cara ini tidak menghasilkan uap dengan cepat
sehingga perpanjangan waktu penyulingan cukup penting artinya
baik ditinjau dari mutu maupun rendemen minyak.

Alat penyulingan yang baik dibuat dari besi tahan karat


(Stainless Steel) atau dari plat besi yang digalvanis (Carbon
Steel). Setidaknya bahan ini terdapat pada bagian pipa
pendingin dan pemisah minyak, agar diperoleh hasil minyak
yang berwarna lebih muda dan jernih.

Penyulingan Cara Direbus


Alat yang digunakan antara lain tungku api, ketel untuk merebus air,
kondensor

(pendingin),

dan

penampung/pemisah

minyak.

Proses

penyulingan :
1. Daun cengkeh kering dimasukkan dalam ketel berisi air dan dipanasi.
2. Dari ketel akan keluar uap, kemudian dialirkan lewat pipa yang
terhubung dengan kondensor (pendingin). Uap berubah menjadi air.
3. Campuran air dan minyak akan menetes di ujung pipa dan ditampung
di wadah.
4. Selanjutkan, dilakukan proses pemisahan sehingga diperoleh minyak
nilam murni.

Penyulingan Cara Dikukus


Bagian utama dari alat penyuling secara dikukus yaitu tungku
api,

ketel

penyuling,

kondensor

(pendingin),

dan

penampung/pemisah minyak. Proses penyulingan


1. Bahan diletakkan di atas rak-rak atau saringan berlubang.
2. Ketel suling diisi air sampai permukaan air berada tidak
jauh dari saringan.
Ciri khas metode ini adalah uap selalu dalam keadaan basah,
jenuh dan tidak terlalu panas dan bahan yang disuling hanya
berhubungan dengan uap dan tidak dengan air panas.

Penyulingan dengan Cara Uap


Langsung (Steam Distillation)
Bagian utama dari alat penyuling secara uap langsung yaitu
tungku api, ketel uap, ketel penyuling, kondensor (pendingin),
penampung/ pemisah minyak.
Penyulingan dengan uap langsung prinsipnya hampir sama
dengan penyulingan uap dan air, tetapi pada penyulingan uap
langsung sumber panas terdapat pada ketel uap yang letaknya
terpisah dari ketel suling, terna kering berada dalam ketel
suling dan uap air dialirkan dari ketel uap pada bagian bawah
suling dan menggunakan tekanan lebih tinggi.

Proses penyulingan
1. uap bertekanan tinggi dialirkan dari ketel perebus air ke ketel
berisi daun cengkeh (ada dua ketel).
2. Uap air yang keluar dialirkan lewat pipa menuju kondensor
hingga mengalami proses kondensasi.
3. Cairan (campuran air dan minyak) yang menetes ditampung,
selanjutnya dipisahkan untuk mendapatkan minyak cengkeh
murni.

Mula-mula bahan yang


akan didistilasi dimasukkan
ke dalam kolom distilasi
dan
ditutup
rapat.
Selanjutnya air di dalam
boiler dipanaskan sampai
menguap. Uap yang keluar
dari
boiler
kemudian
dipanaskan kembali sampai
suhu tertentu sehingga
menjadi uap . Uap minyak
dan air yang keluar dari
kolom distilasi kemudian
dipisahkan dengan corong
pemisah.

2. Distilasi Minyak Nilam

Distilasi Minyak Nilam


Minyak nilam merupakan komoditi minyak atsiri
yang memiliki prospek yang baik, terbukti
dengan kemampuan Indonesia menjadi pemasok
utama minyak nilam di pasaran dunia (sampai
90% kebutuhan dunia). Minyak nilam adalah
jenis minyak atsiri yang diperoleh melalui proses
penyulingan tanaman nilam.
Menurut Ketaren (1985), minyak nilam diperoleh
dari campuran daun, batang, dan cabang nilam

ALAT
1. Boiler
Digunakan
sebagai
pemanas.
Uap
disalurkan dari boiler
ke dalam ketel melalui
pipa. Jumlah aliran
uap
dapat
diatur
melalui besar kecilnya
pembukaan katup.

2. Ketel Suling
Digunakan
untuk
penyulingan.
Ketel
penyulingan
yang
digunakan terbuat dari
stainless steel. Pada
badan ketel bagian atas
terdapat pipa leher
angsa yang diisolasi
sebagai jalur uap distilat
dari ketel
ke dalam
kondensor.

3. Kondensor
Digunakan
untuk
proses
pendinginan.
Pada
kondensor
terdapat dua sensor
suhu yang dipasang
untuk mengukur suhu
air masuk dan keluar
dari kondensor.

4. Separator
Separator yang digunakan
terbuat dari bahan gelas. Pada
bagian badan bawah dan atas
separator terdapat dua saluran
pengeluaran. Bagian bawah
untuk mengeluarkan air,
sedangkan bagian atas untuk
mengeluarkan minyak. Pada
bagian
dalam
tengah
separator terdapat tabung
yang
berfungsi
untuk
mengarahkan minyak yang
mengalir melalui corong gelas
sehingga minyak terkumpul
di bagian atas

PROSES

Distilasi minyak nilam menggunakan distilasi uap.


Sistem penyulingan uap menjamin kesempurnaan
produksi minyak nilam. Pada sistem ini bahan tidak
kontak langsung dengan air maupun api. Prinsipnya,
uap bertekanan tinggi dialirkan dari ketel perebus air ke
ketel berisi daun nilam (ada dua ketel).

Uap air yang keluar dialirkan lewat pipa menuju


kondensor hingga mengalami proses kondensasi.
Cairan (campuran air dan minyak) yang menetes
ditampung,

selanjutnya

dipisahkan

untuk

mendapatkan minyak nilam murni. Dalam


penyulingan daun nilam perlu diikutsertakan
tangkainya.

Tangkai tersebut mempunyai kadar minyak rendah, namun


diperlukan agar daun tidak terlalu padat (membentuk rongarongga untuk melewatkan uap panas) karena daun nilam
cenderung menggumpal bila terkena uap air panas. Proporsi
tangkai terhadap daun mempengaruhi rendemen minyak yang
dihasilkan. Semakin tinggi proporsi tangkai maka rendemen
minyak semakin berkurang. Rendemen yang tertinggi diperoleh
dari campuran daun dan tangkai dengan perbandingan 1 : 1.

Distilasi Minyak Bumi dalam


Home Industry

Salah

satu proses

industri

yang

menggunakan

destilasi

bertingkat yaitu pada Pengolahan Minyak Bumi. Minyak bumi


ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Minyak bumi yang
telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah
(crude oil).
Minyak mentah merupakan campuran yang kompleks dengan
komponen utama alkana dan sebagian kecil alkena, alkuna,
siklo-alkana, aromatik, dan senyawa anorganik.

Meskipun kompleks, untungnya terdapat cara mudah


untuk memisahkan komponen-komponennya, yakni
berdasarkan perbedaan nilai titik didihnya. Proses ini
disebut distilasi bertingkat.
Untuk mendapatkan produk akhir sesuai dengan yang
diinginkan,

maka

sebagian

hasil

dari

distilasi

bertingkat perlu diolah lebih lanjut melalui proses


konversi, pemisahan pengotor dalam fraksi, dan
pencampuran fraksi

Pada dasarnya Minyak mentah yang telah ditampung di dalam


tanki bahan baku selanjutnya akan di pompa untuk dimasukkan
kedalam CDU (Crude Destilation Unit)

Sebelum dimasukkan ke dalam CDU, crude oil telah


dihilangkan garamnya dengan menggunakan desalter serta
melalui alat penukar panas yang disebut dengan HE (Heat
Exchanger), crude oil menyerap panas pada HE yang
menggunakan

panas

dari

produk

yang

telah

diolah

sebelumnya, untuk mendapatkan panas sesuai yang diinginkan,


maka crude oil akan dipanaskan lagi di dalam Furnice/tungku
dengan suhu 350C, setelah itu di masukkan kedalam kolom
CDU.

Pengolahan tahap pertama ini berlangsung melalui proses


distilasi bertingkat, yaitu pemisahan minyak bumi ke dalam
fraksi-fraksinya berdasarkan titik didih masing-masing fraksi.
Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa
cairan dan turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya
lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui
sungkup-sungkup yang disebut menara gelembung.

Makin ke atas, suhu dalam menara fraksionasi itu makin


rendah. Hal itu menyebabkan komponen dengan titik didih
lebih tinggi akan mengembun dan terpisah, sedangkan
komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian
yang lebih atas lagi.

Proses distilasi bertingkat ini dapat dijelaskan


sebagai berikut:
Minyak
mentah
dipanaskan
dalam boiler menggunakan uap air bertekanan
tinggi sampai suhu ~600oC. Uap minyak
mentah yang dihasilkan kemudian dialirkan ke
bagian bawah menara/tanur distilasi.
Dalam menara distilasi, uap minyak mentah
bergerak ke atas melewati pelat-pelat (tray).
Setiap pelat memiliki banyak lubang yang
dilengkapi dengan tutup gelembung (bubble
cap) yang memungkinkan uap lewat.
Dalam pergerakannya, uap minyak mentah akan
menjadi dingin. Sebagian uap akan mencapai
ketinggian di mana uap tersebut akan
terkondensasi membentuk zat cair. Zat cair yang
diperoleh dalam suatu kisaran suhu tertentu ini
disebut fraksi.
Fraksi yang mengandung senyawa-senyawa
dengan titik didih tinggi akan terkondensasi di
bagian bawah menara distilasi. Sedangkan fraksi
senyawa-senyawa dengan titik didih rendah
akan terkondensasi di bagian atas menara.
Sebagian fraksi dari menara distilasi selanjutnya
dialirkan ke bagian kilang minyak lainnya untuk
proses konversi.

Selanjutnya fraksi yang telah dipisahkan tadi akan


keluar sebagai produk dan dimanfaatkan panasnya pada
HE untuk memanaskan Crude Oil yang akan masuk ke
kolom CDU, setelah panasnya terserap maka akan
didinginkan dengan Cooler dan dialirkan kedalam
tangki. Untuk produk gas, akan dikondensasikan dengan
menggunakan kondesor selanjutnya akan dimasukkan
kedalam accumulator, hasil kondenasi akan berupa
produk bensin dan yang tidak terkonensasi akan
menjadi produk LPG ( Liquid Petroleum Gas ).

Fraksi-Fraksi Minyak Bumi


1. Residu
Saat pertama kali minyak bumi masuk ke dalam menara distilasi,
minyak bumi akan dipanaskan dalam suhu diatas 500 oC. Residu tidak
menguap dan digunakan sebagai bahan baku aspal, bahan pelapis
antibocor, dan bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas). Residu
minyak bumi meliputi parafin, lilin, dan aspal. Residu-residu ini memiliki
rantai karbon sejumlah lebih dari 20.
2. Oli
Oli dihasilkan dari hasil distilasi minyak bumi pada suhu antara 350500oC. Itu dikarenakan oli tidak dapat menguap di antara suhu tersebut.
Kemudian, bagian minyak bumi yang lainnya akan menguap dan menuju
ke atas untuk diolah kembali.
3. Solar
Solar adalah bahan bakar mesin diesel. Solar adalah hasil dari
pemanasan minyak bumi antara 250-340oC. Solar tidak dapat menguap
pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas
untuk diolah kembali.

4. Kerosin dan Avtur


Kerosin adalah cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan
mudah terbakar Kerosin (minyak tanah) merupakan bahan bakar
kompor minyak. Avtur adalah bahan bakar pesawat terbang
bermesin jet. Kerosin dan avtur dihasilkan dari pemanasan minyak
bumi pada suhu antara 170-250oC. Kerosin dan avtur tidak dapat
menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi lainnya akan
terbawa ke atas untuk diolah kembali.
5. Nafta
Nafta adalah bahan baku industri petrokimia. Nafta dihasilkan
dari pemanasan minyak bumi pada suhu antara 70-170oC. Nafta
tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan bagian minyak bumi
lainnya akan terbawa ke atas untuk diolah kembali.
.

6. Petroleum Eter dan Bensin


Petroleum eter adalah bahan pelarut dan untuk laundry.
Bensin pada umumnya adalah bahan bakar kendaraan
bermotor. Petroleum eter dan bensin dihasilkan dari
pemanasan minyak bumi pada suhu antara 35-75oC. Petroleum
eter dan bensin tidak dapat menguap pada suhu tersebut dan
bagian minyak bumi lainnya akan terbawa ke atas untuk
diolah kembali.
7. Gas
Hasil olahan minyak bumi yang terakhir adalah gas. Gas
merupakan bahan baku LPG (Liquid Petroleum Gas) yaitu
bahan bakar kompor gas. Supaya gas dapat disimpan dalam
tempat yang lebih kecil, gas didinginkan pada suhu antara
-160 sampai -40oC supaya dapat berwujud cair.

Daftar Pertanyaan
Indah Muji : Apa kegunaan minyak nilam ?
Duwanda Anwaristiawan : Apa manfaat minyak atsiri ? Dan

bagaimana bahaya minyak atsiri jika tertelan ?


Siti Handayani : Bagaimana proses konversi minyak bumi ?
Aya Sofia : Apa kegunaan petroleum eter pada laundry ?
Renata Putri : Apa kegunaan LNG ?

Jawaban Pertanyaan
Indah Muji : Kegunaan minyak nilam adalah sebagai
pelarut atau bahan baku parfum, sabun dan kosmetik.
Duwanda

Anwaristiawan : Apabila

minyak atsiri

tertelan jika dalam dosis yang sedikit tidak berdampak


buruk tetapi apabila dalam dosis yang banyak akan
berdampak buruk. Manfaat sebagai bahan baku untuk
industri parfum, bahan pewangi (fragrances), aroma
(flavor), farmasi, kosmetika dan aromaterapi.

Siti Handayani

: Proses konversi minyak bumi

adalah proses untuk membuat fraksi sesuai permintaan


pasar seperti proses cracking, polimerisasi, alkilasi,
reforming, treating, dan blending.
Aya Sofia : Petroleum eter pada laundry digunakan
untuk pelarut pada parfum laundry.
Renata Putri : Kegunaan LNG adalah sebagai
pembangkit listrik tenaga uap dan bahan bakar
kendaraan .

TERIMAKASIH