Anda di halaman 1dari 40

CV

Alfrina Hany
Jakarta, 04 April
Staf Pengajar PSIK FKUB
Departemen Medikal Bedah
Oma Campus A3/16 Landungsari Malang
0818 0505 9292
hanie.fk@ub.ac.id

Implikasi Keperawatan pada

Hipertensi Krisis

ALFRINA HANY
Disampaikan pada Seminar PPNI di Probolinggo, 30 Maret 2014

Outlines
45 on Hipertensi
Krisis :
Definisi
Pre hospital
In hospital
Discharge Planning
Implikasi
keperawatan

Lets meet Aris !!

Tahukah Anda?

HTN merupakan penyakit dengan diagnosis tersering di USA, sekitar


50 juta orang terkena.
Hanya 70% pasien sadar memiliki HTN, 50% mau diobati. 25% dari
pasien HTN rajin mengontrol TD.
Pasien HTN tidak terkontrol keadaan gawat darurat. 1-8% Krisis
Hipertensi, terjadi pada usia sekitar 30-70 tahun.
Krisis hipertensi jarang dengan TD normal tanpa penyebab.
Pengobatan yang baik dan teratur dapat mencegah insiden krisis
hipertensi menjadi kurang dari 1 %.
(JEMS, 2007)

Hipertensi Krisis
Suatu keadaan peningkatan tekanan darah
yang mendadak (sistole 180 mmHg
dan/atau diastole 120 mmHg), pd
penderita hipertensi, yg membutuhkan
penanggulangan segera.

KLASIFIKASI

HIPERTENSI URGENSI

Kenaikan TD mendadak yg tidak disertai


kerusakan organ target. Penurunan TD harus
dilaksanakan dalam kurun waktu 24-48 jam.

KLASIFIKASI
Hipertensi Emergensi
- Biasanya tekanan darah > 220/140 mmHg
- Kenaikan TD mendadak yg disertai kerusakan
organ target yang progresif. Di perlukan
tindakan penurunan TD yg segera dalam kurun
waktu menit/jam.

PREVALENSI
HIPERTENSI KRISIS
1 % dari populasi hipertensi dewasa
Hipertensi Emergensi
- > 50% penderita di ICU
- karena terapi tak adekuat

Pergolini MS. Clinter 160/2/2009


Mark PE Chest 131/6/2007

PROGNOSIS
Angka kematian tinggi
Tanpa terapi : 1 year
survival rate 10-20%
Terapi adekuat : 5 year
survival rate 50-60%

Kaplan, clinical hypertension

TATALAKSANA PRE HOSPITAL


Sebaiknya dilakukan di rumah sakit,
namun dapat dilaksanakan di tempat
pelayanan primer sebagai pelayanan
pendahuluan dengan anamnesis yang
baik dan disertai dengan pemberian obat
anti hipertensi oral.

PENDEKATAN AWAL PRE HOSPITAL

Anamnesis
TTV
Pemeriksaan Neurologis
Pemeriksaan TD interval 3-5
Deteksi gangguan organ

Anamnesis

Anamnesis:
1. Lama menderita HT dan derajat tekanan darah
2. Indikasi adanya hipertensi sakunder: penyakit ginjal kronik
3. Faktor resiko kardiovaskuler
4. Gejala kerusakan organ target:
4.1. Otak dan mata: sakit kepala, vertigo, gangguan
penglihatan, TIA, defisit sensorik dan motorik
4.2. Jantung: palpitasi, nyeri dada, sesak napas, sembab
kaki
4.3. Ginjal: haus , poliuri, nokturi, hematuri
4.4. Arteri perifer: ekstremitas dingin, klaudikasio
intermiten
5. Pengobatan hipertensi sebelumnya
6. Faktor-faktor pribadi, keluarga, lingkungan

Sumber : Hebert e.j Prim Care 2008. 35 (3)

Pengukuran tekanan darah


Satu lengan vs kedua lengan
Penggunaan manset
Pembacaan

Algoritma hipertensi

EMS

TATA LAKSANA IN HOSPITAL

Harus dilakukan di RS dg fasiltas pemantauan yg


memadai
Pengobatan parenteral diberikan secara bolus
atau infus sesegera mungkin

TD harus diturunkan dalam hitungan menit sampai jam dengan langkah sbb:
a. 5 menit s/d 120 menit pertama TD rata-rata (mean arterial blood pressure) diturunkan 20-25%.
b. 2 s/d 6 jam kemudian TD diturunkan sampai 160/100 mmHg.
c. 6-24 jam berikutnya diturunkan sampai <140/90 mmHg bila tidak ada gejala iskemia organ.

Algorithm for Triage Evaluation


Parameter

Severe Hypertension (Urgency)

Hypertensive Emergency

Asymptomatic

Symptomatic

Blood pressure
(mmHg)

> 180/110

> 180/110

Usually > 220/140

Symptoms

Headache, anxiety;
often asymtomatic

Severe headache,
shortness of breath

Examination

No target organ
damage, no clinical
cardiovascular
disease

Therapy

Observe 1-3 hr;


initiate, resume
medication; increase
dosage of inadequte
agent
Arrange follow-up
within 3-7 days; if no
prior evaluation,
schedule appointment

Target organ
damage; clinical
cardiovascular
disease present,
stable
Observe 3-6 hr;
lower BP with
shortacting oral
agent; adjust
current therapy
Arrange follow-up
evaluation in less
than 72 hr

Shortness of breath, chest pain,


nocturia, dysarthria, weakness,
altered consciousness
Encephalopathy,pulmonary
edema, renal insufficiency,
cerebrovascular accident, cardiac
ischemia

Plan

Baseline laboratory tests;


intravenous line; monitor BP, may
initiate parenteral therapy in
emergency room
Immediate admission to ICU; treat
to initial goal BP, additional
diagnostic studies

BP, Blood pressure; ICU, Intensive care unit


Sumber : Hebert e.j Prim Care 2008. 35 (3)

TATA LAKSANA
Hipertensi Urgensi
- Monitoring TD
- Tidak memerlukan penurunan tekanan darah
segera sp normal dalam waktu observasi
- Kolabrasi oral anti hipertensi bekerja cepat
- Target tidak tercapai, tingkatkan dosis
- Target tercapai dalam 3-7 hari
- Monitor efek samping

Management of Hypertensive Urgencies

AGENT

Captopril

DOSE

25 mg p.o., repeat as needed SL,


25 mg

ONSET/DURATION OF
ACTION
(AFTER
DISCONTINUATION)
15-30 min/6-8 h SL,
15-30 min/2-6 h

Clonidine

0.1-0.2 mg p.o., repeat hourly as


required to total dose of 0.6 mg

30-60 min/8-16 h

Labetalol

200-400 mg p.o repeat every 2-3 h

30 min-2 h/2-12 h

Amblodipi
n

2,5-5 mg

1-2 hr/12-18 hr

Nifedipin

5 mg sl

5-20 min/2-6 hr

PRECAUTIONS

Hypotension, renal
failure in bilateral renal
artery stenosis
Hypotension,
drowsiness, dry mouth
Bronchoconstriction,
heart block, orthostatic
hypotension
Tachycardia,
hypotension
Tachycardio,
hypotension

Adapted with permission from Vidt DG. Hypertensive crises: emergencies and urgencies. J Clin Hypertens (Greenwich).
2004;6:520-525

Sumber :
- Adaptec etc
- InaSH
- Hebert C.J Hypertensive Crises Prim Care 2008. 35 (3)

TATA LAKSANA
Hipertensi Emergensi
- Dirawat di ICU observasi ketat
- Kolaborasi Obat anti hipertensi parenteral
- Target :
- Penurunan tekanan darah pd jam
pertama 20-25 %
- Minimalisir hipoperfusi organ vital
- Penurunan tekanan darah selanjutnya dl 24 jam

Setelah tekanan darah yang diharapkan


tercapai pertahankan tekanan darah sealama
24-48 jam; tetesan dapat dikurangi secara
bertahap. Satu jam sebelum sedian parenteral
di aff, obat anti hipertensi oral dapat diberikan
terlebih dahulu.
Hindari penurunan tekanan darah yang
berlebihan karena dapat menimbulkan iskemia
pada organ ( jantung, otak, serta ginjal ).

Table 6 : Treatment of Hypertensive Emergencies


Agent

Dosage

Onset/Duration of
Action (after
discontinuation)

Precautions

0.25-10 g/kg/min as
IV infusion

Immediate/2-3 min
after infusion

5-100 g as IV
infusion

2-5 min/5-10 min

Nausea, vomiting; prolonged use


may cause thiocyanate
intoxication,
methemoglobinemia, acidosis,
cyanide poisoning; bags, bottles,
delivery sets must be light
resistant
Headache, tachycardia, vomiting;

Nicardipine

5-15 mg/hr as IV
infusion

1-5 min/15-30 min,


but may exceed 12
hr after prolonged
infusion

Fenoldopam

0.1-0.3 g/kg/min as IV
infusinon

<5 min/30 min

5-20 mg as IV bolus or
10-40 mg IM; repeat
every 4-6 hr

10 min IV/> 1 hr (IV);


20-30 min IM/4-6 hr
(IM

Parenteral
Vasodilators

Sodium

Nitroprusside

Nitroglycerin

Mesylate
Hydralazine

flushing. Methemoglobinemia;
requires special delivery system
because of drug binding to PVC
tubing
Tachycardia, nausea, vomiting,
headache, increased intracranial
pressure; hypotension may be
protracted after prolonged
infusions
Headache, tachycardia, flushing,
local phlebitis, dizziness
Tachycardia, headache,
vomiting, aggravation of angina
pectoris, sodium and water
retension, increased intracranial
pressure
Sumber : Hebert e.j Prim Care 2008. 35 (3)

Pemeriksaan penunjang
lektrolot serum, creatinin, BUN
Urinalysis
Foto thorax
EKG 12 15 lead
1. Iskemia
2. Deviasi axis
3. Hypertropi ventrikel kiri
4. Gelombang ST or T abnormal

CT-Scan otak

Prioritas Keperawatan
Mempertahankan /meningkatkan fungsi
kardiovaskular
Mencegah komplikasi
Memberikan informasi tentang proses dan
program pengobatan
Mendukung kontrol aktif pasien dan
keluarga terhadap kondisi

NANDA
2012-2014

Nursing Diagnosis

DOMAIN 4
KELAS 4

Risiko penurunan perfusi jaringan jantung


Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak
Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan
perifer
Risiko ketidakefektifan perfusi ginjal
Intoleran aktifitas
Penurunan CO

NANDA
2012-2014

Nursing Diagnosis

DOMAIN 1
KELAS 1-3

Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan


Ketidakefektifan penatalaksanaan
manajemen rejimen terapeutik keluarga
Kesiapan peningkatan manajemen
kesehatan diri
Ketidakseimbangan nutrisi:lebih dari
kebutuhan tubuh

NANDA
2012-2014

Nursing Diagnosis

Cemas
Risiko jatuh
Defisien pengetahuan
Cemas
Takut

Rencana Tindakan
1. CEK kesadaran
2. Jaga kepatenan jalan nafas
Oral/nasal tube
ETT
3. Berikan Oksigen bila diperlukan
4. Pasang IV line dengan NaCl 0,9%
5. Berikan obat-obat anti hipertensi
6.. Pasang monitor jantung
7. Amati warna kulit dan kelembaban, temp, dan waktu pengisian
kapiler
8. Perhatikan kalau ada odema
9. Monitor kwalitas dan frekuensi pulsasi nadi
10.Auskultasi jantung dan paru

11. Batasi aktivitas


12. Observasi dan catat respon obat anti hipertensi.
Bila Intravena:
- Periksa TD tiap 5
- Gunakan kertas beralur untuk TTV
- Titrasi dosis obat untuk stabilkan TD
- Jangan hentikan obat secara tiba-tiba
- Gunakan pompa infus
13. Tirah baring selama fase akut
14. Minimalkan aktivitas
15. Jelaskan tentang peyebab TD, perawatan dan pengobatan

Algoritma pengobatan hipertensi

Modifikasi gaya hidup

Perencanaan Pulang
Pengaturan Diet DASH : Rendah garam, konsumsi
banyak buah, rendah kolestrol, tidak minum alkohol.
Modifikasi makanan berlemak
Olahraga Teratur : minimal 30 menit sehari
Penurunan Berat Badan BMI > 30 kg / m2 or waist
girth > 100 cm (39.4 inches)
Periksa TD dan minum obat antihipertensi secara teratur
Berhenti merokok / alkohol / Pembatasan kafein
Manajemen stres

Kendalikan gula darah

DASH diet

Dietary Approaches to Stop Hypertension.


Was an 11 week trial.
Differences from the food pyramid:
an increase of 1 daily serving of veggies.
and increase of 1-2 servings of fruit.
inclusion of 4-5 servings of nuts,seeds,
and beans.

Simpulan
Krisis hipertensi penanganan yang
cepat dan tepat
Pre hospital : anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan kecepatan pemberian obat
In hospital : pencapaian target TD
dengan cepat, monitoring ketat
Pemulangan klien pendidikan
kesehatan yang lengkap sebagai
bagian dari algoritma penanganan
hipertensi

TERIMA
KASIH \

(^o^)/