Anda di halaman 1dari 9

RESUME JURNAL INTERNASIONAL

A. Judul Penelitian:
Formulation and Evaluation of Sustained Release Tablets
of Aceclofenac using Hydrophilic Matrix System
B. Peneliti:
Subramaniam Kannan, Rangasamy Manivannan, Kugalur
Ganesan Parthiban Kakkatummal Nishad and Natesan Senthil
Kumar
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan
tablet

sustained

release

Aceclofenac

200

mg

dengan

pemakaian sekali sehari menggunakan metode granulasi


basah

dan

mempersiapkan

matriks

tablet

pelepasan

berkelanjutan dari tablet Aceclofenac menggunakan polimer


hidrofilik seperti Hydroxy propil metil selulosa HPMC- K 15 dan
K -100. Selain itu untuk mempelajari pengaruh karakteristik
pelepasan secara in-vitro, studi kinetika dari formula dan
studi stabilitas.
D. Latar Belakang
Aceclofenac merupakan salah satu obat non-steroid anti
inflamasi (NSAID) yang dianggap sebagai obat pertama pada
pengobatan gejala rheumatoid arthritis, osteoarthritis dan
spondilitis. Aceclofenac adalah turunan baru dari Diklofenak
yang memberikan efek rendah pada gastrointestinal. Waktu
paruh biologis singkat (3-4 jam) dan pemberian obat lebih
dari satu kali per hari. Oleh karena itu Aceclofenac cocok
untuk

dibuat

tablet

sustained

release,

dengan

hanya

diberikan sekali dalam sehari untuk mengurangi pemberian


berulang dan untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
Obat-obat dengan tujuan sustained release dapat dibuat
dengan polimer-polimer yang mekanisme kerjanya yaitu
dengan cara sistem difusi yang dikontrol. Polimer-polimer

tersebut dapat dibuat sebagai matriks atau dalam bentuk


reservoir. Matriks tablet yang terdiri dari obat dan polimer
sebagai bahan yang paling sederhana dalam merancang
sistem pelepasan berkelanjutan. Untuk sistem pelepasan
berkelanjutan, pemberian obat melalui rute oral menjadi
pilihan besar seperti sifat alaminya, tidak rumit, nyaman dan
rute yang aman. Matrix tablet dibuat baik dengan metode
granulasi basah atau kompresi langsung. Saat ini, pembuatan
matriks yang digunakan pada tablet sustained release
umumnya dibuat dengan metode granulasi basah.
E. Bahan
Aceclofenac, Hydroxy propil metil selulosa K-100 dan ,
Hydroxyl

propil

metil

selulosa

K15,

Laktosa,

manitol,

Povidone (PVP K-30 ), Magnesium stearat, Talk dan Aesrosil.


F. Metode
1. Sifat mikromeritik
Pencampuran fisik disiapkan dengan menggerus obat
dan eksipien dalam mortar kering selama 5 menit. Sudut
diam dari Aceclofenac dan campuran fisik dengan bahan
tambahan ditentukan dengan metode corong. Sudut
diamt, indeks Compressibilitas (C.I.), derajat kompresi (c)
dan rasio Hausner ini dihitung menggunakan persamaan
berikut. Hasilnya adalah ditampilkan dalam tabel bagian
1.

Dimana
h
r

= tan -1 (h/r) -------------------------- (1)

= sudut diam
= tinggi granul diatas permukaan berkotak
= jari-jari lingkaran yang terbentuk

tumpukan granul
C.I. = {(t 0) / t} 100 ------- (2)
Dimana t
= tapped density
0 = bulk density
C
= (Ho-Hp / Ho) x 100-----------(3)
Dimana C= tingkat kompresi
Ho = ketinggian granul di die sebelum kompresi
Hp = ketinggian granul di die pada tekanan p.

dari

Hausners ratio = TBD / LBD -------- (4)


Dimana TBD
= Tapped Bulk Densities
LBD= Loose Bulk Density

2. Studi kompatibilitas obat eksipien


Spektroskopi inframerah (IR) dilakukan menggunakan
FTIR Spektrofotometer ( Jasco FT - IR 410 ) dan spektrum
tercatat

pada

panjang

gelombang

4000-400

cm-1.

Prosedur terdiri dari penyebaran sampel (obat saja atau


campuran obat dan eksipien) di KBr dan dikompresi
menjadi cakram dengan menerapkan tekanan 5 ton
selama

menit

dengan

tekanan

hidrolik.

Tablet

ditempatkan di tempat perambatan cahaya dan diperoleh


spektrum.
3. Pembuatan Tablet
Tablet dengan berat 320 mg disiapkan mengandung
200 mg Aceclofenac dan laktosa, Manitol dan HPMC K100.
Polivinil pirolidon (2,8 %) digunakan sebagai pengikat.
Magnesium stearat (2,8 %) dan Talk (1,8 %) ditambahkan
sebagai pelincir sebelum dikompresi. Beberapa formula
tablet yang berbeda disiapkan dengan metode granulasi
basah. Semua serbuk melewati mesh nomor 24. Jumlah
obat yang dibutuhkan, pengencer dan polimer dicampur
secara menyeluruh dan bahan mengikat ditambahkan
perlahan-lahan selama pencampuran. Setelah diperoleh
massa kepal, lalu diayak melalui mesh nomor 16. Setelah
itu, granul yang diperoleh dikeringkan pada suhu 50C
selama

45

menit

dan

dicampur

dengan

talk

dan

magnesium stearat. Tablet dicetak menggunakan mesin


cetak tablet berukuran kecil (Clit jemkey Eng Pvt . Ltd).
Perbedaan formulasi ditunjukkan dalam tabel bagian 2.

4. Evaluasi Sifat Fisik Matriks Tablet


Semua matriks tablet yang telah disiapkan dievaluasi
keseragaman bobot dan kandungan obat, sesuai tingkat
kerapuhan yang ditentukan dengan menggunakan Electro
lab friabilator. Kekerasan diukur dengan menggunakan tes
kekerasan tablet Pfizer. Diameter dan ketebalan diukur
dengan jangka sorong. Hasilnya ditunjukkan pada tabel
bagian 3.

5. Studi Disolusi
Studi disolusi secara in vitro dilakukan menggunakan
USP alat disolusi Tipe II. Penelitian ini dilakukan pada 900
ml HCl 0,1 N (pH 1,2) untuk 2 jam pertama dan kemudian
900 ml larutan buffer fosfat (pH 6,8) dari 2 jam hingga 24
jam. Medium disolusi diletakkan pada waterbath
termostatiknya

dikendalikan,

suhunya

dan

dipertahankan

pada 370.50C. Rotasi keranjang diatur kecepatannya


yakni 50 rpm. Pada interval tertentu, 5 ml sampel diambil
dan

dianalisis

menggunakan

spectrofotometri

pada

panjang gelombang 274 nm untuk melihat pelepasan


obat. Pada setiap kali pengambilan sampel , 5 ml larutan
yang sesuai diberikan untuk menggantikan larutan yang
sebelumnya disampling dalam labu disolusi.
6. Karakteristik Disolusi
Formulasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah
yang dilakukan pada medium dengan pH yang berbeda
(0,1 N HCL & 6.8 pH fosfat buffer) , kekerasan (5-6 , 6-7Kg
/ cm2) dan bentuk (12/32 cekung ganda pukulan, cekung
12/32 kedalaman pukulan, 12/32 miring pukulan datar).
Setiap jenis mengandung konsentrasi yang sama dari obat
( 200 mg Aceclofenac ) dan polimer.
7. Studi Stabilitas
Percepatan studi stabilitas ini

dilakukan

untuk

mengamati pengaruh suhu dan kelembaban relatif dari


formulasi yang telah dipilih (F8), dengan menyimpan pada
suhu 40 2C, di botol kedap udara high density
polyethylene selama tiga bulan, di RH 75 5 %. Evaluasi
fisik dan in vitro pelepasan obat dilakukan setiap bulan.
G. Hasil dan Diskusi
1. Sifat Mikromeritik
Hasil dari uji micromeritik telah ditunjukkan. Hasilnya
menunjukkan bahwa bahan baku tablet Aceclofenac
menunjukkan segi lumayan dengan nilai sudut diam mulai
dari 32.25o ke 33.45o. Semua granul yang siap untuk
dicetak menunjukkan hasil segi yang baik dengan sudut
diam mulai dari 25.62o ke 29.56o. Berdasarkan grafik
sudut diam dan lebih baik bila dibandingkan dengan
serbuk. BJ Nyata, BJ mampat, Indeks kompresibilitas dan
rasio

Hausner

telah

diamati.

Dan

hal

tersebut

menunjukkan bahwa semua campuran formulasi memiliki


karakteristik

aliran

dan

laju

komponen-komponennya.

aliran

Tingkat

yang

baik

kompresi

dari

adalah

karakteristik kemampuan pencetakan granul dan hasil


yang

diperoleh

menunjukkan

kemampuan

granul yang baik.


2. Studi Kompatibilitas Obat-Eksipien
Studi kompatibilitas antara

eksipien

kompresi

dan

obat

dilakukan menggunakan spektrofotometer IR. Spektrum IR


dari Aceclofenac murni dan polimernya menunjukkan
tidak adanya interaksi antara obat dan polimer tersebut.
3. Evaluasi Sediaan Tablet
Hasil evaluasi fisik tablet disajikan dalam Tabel no:2.
Tablet yang berbeda batch ditemukan seragam dalam
tingkat kekerasannya yang nilainya berkisar antara 5-7
kg/cm2. Cara

lain untuk meihat kekuatan tablet adalah

tingkat kerapuhannya. Tablet cetak konvensional yang


kehilangan

beratnya

kurang

dari

dari

berat

sesungguhnya umumnya dapat diterima. Diameter dari


seluruh

formula

Keseragaman

obat

berkisar
yang

antara
baik

9.57-9.58

ditemukan

di

mm.
antara

formulasi dengan persentase obat lebih dari 95%. Semua


formulasi tablet menunjukkan dapat diterima secara
teknis dalam ruang lingkup farmasi.
4. Studi Pelepasan Obat Secara In-vitro
Semua formulasi menunjukkan pelepasan obat yang
sangat rendah pada medium 0,1 N HCl (pH 1,2). Hal ini
disebabkan

kelarutan

dari

Aceclofenac

yang

sangat

rendah pada pH 1,2 (F1) dengan Jumlah HPMC- K15 yang


sedikit memberikan pelepasan obat 100 % dalam waktu 4
jam. Ketika jumlah polimer ditingkatkan untuk formula 2
(F2) waktu pelepasannya pun melambat. Pada kombinasi

HPMC- K15 & HPMCK100 pada F3 & F4 , pelepasan


masing-masing formula meningkat lebih baik hingga
hampir mencapai 24 jam ( 86,47 % & 87,44 % ). Ketika
hanya HPMC- K100 digunakan, pada F5-F8 pelepasannya
meningkat hingga mencapai 90% atau hampir 24 jam.
rumus akhir (F8) sesuai dengan semua batas rilis dan
memberikan 95,72 % di jam 24. Oleh karena itu formula 8
terpilih sebagai formula terbaik. Formula F8 mengandung
HPMC-K100 yang telah ditemukan pelepasan obatnya
berkelanjutan hingga 24 jam dan dianggap optimal untuk
studi stabilitas.

5. Studi karakteristik Disolusi secara in-vitro


a. Studi pH
Dari data ini laju pelepasan obat diuji pada 0,1N
HCL dan fosfat pH 6,8, pelepasan obat lebih cepat

pada

medium

disolusi

dapar

fosfat

(pH

6,8)

dibandingkan pada medium 0,1 N HCL.


b. Pengaruh bentuk tablet terhadap laju disolusi untuk
formulasi ( F8 )
Dari data yang diperoleh diungkapkan bahwa
tingkat pelepasan obat oleh 12/32 tablet Bi cembung
menunjukkan pelepasan yang maksimal. 12/32 tablet
dengan bentuk miring datar menunjukkan pelepasan
yang cepat pada awalnya tetapi kemudian melambat.
Dalam kasus 12/32 tablet cekung kedalam, laju
pelepasan obatnya adalah melambat .
c. Pengaruh kekerasan pada laju disolusi untuk formula 8
( F8 )
Laju pelepasan obat pada tingkat kekerasan
antara

6-7

kg/cm2

adalah

lambat

dibandingkan

dengan tingkat kekerasan yang berkisar antara 56kg/cm2.


d. Studi stabilitas
Hasil percepatan
disesuaikan

dengan

studi

stabilitas

pedoman

ICH

dilakukan

menunjukkan

bahwa tablet tidak menunjukkan perubahan fisik


(perubahan warna, kerapuhan dan kekerasan), uji
kadar dan karakteristik disolusi selama penelitian.
e. Studi Mekanisme kinetika pelepasan obat dari Matriks
hidrofilik
Uji kinetik mencerminkan data pelepasan dari
formula yang dipilih yakni formula F8 menunjukkan
nilai r2=0.991 mendekati 1, hal tersebut menunjukkan
bahwa pelepasan obat

mengikuti kinetika orde nol.

Pelepasan obat secara In-vitro dari F4 itu dijelaskan


dengan

baik

menunjukkan

oleh

persamaan

linearitas

tertinggi

Higuchi,
(r2

alurnya
0,9534).

Pelepasan obat secara signifikan mengikuti kinetika

orde nol untuk formulasi F8. Alurnya menunjukkan


linearitas tertinggi (r2=0,9891). Nilai-nilai kemiringan
dari formulasi yang dipilih (F8) untuk Model difusi
Korsemeyer dan Peppa adalah > 1 (0,6168) dan telah
ditunjukkan

sebagai

melalui

membran

melalui

difusi

mekanisme

polimer

dan

laju

pelepasan

yang
difusi

telah

obat

ditemukan

dikendalikan

oleh

pembengkakan polimer.
H. Kesimpulan
Penelitian

ini

dilakukan

dengan

tujuan

untuk

memformulasi dan mengevaluasi pelepasan berkelanjutan


dari tablet Aceclofenac menggunakan polimer golongan
HPMC

sebagai

agen

yang

berfungsi

memperlambat

pelepasan obat. Dari hasil dan pembahasan di atas, dapat


disimpulkan bahwa formulasi tablet pelepasan berkelanjutan
dari tablet Aceclofenac yang mengandung HPMC K-100,
manitol dan laktosa diambil sebagai tablet yang ideal atau
formula tablet lepas lambat yang optimal dengan pelepasan
selama 24 jam karena memenuhi semua persyaratan untuk
tabet pelepasan berkelanjutan dan mendorong diadakannya
studi klinis lebih lanjut dan studi stabilitas jangka panjang
pada formulasi ini.