Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Perkembangan ekonomi dewasa ini membawa dampak bagi perkembangan dunia usaha.

Seiring dengan berkembangnya dunia usaha ini, ilmu akuntansi berkem-bang menjadi dua
kelompok besar yaitu ilmu accounting dan ilmu auditing. Hal ini karena ilmu akuntansi selalu
dituntut untuk terus berbenah diri dan tumbuh agar dapat mengikuti perkembangan dunia usaha
yang semakin kompleks, khususnya dalam pe-nyediaan informasi kuantitatif terutama yang
bersifat keuangan bagi pihak-pihak yang memerlukannya. Salah satu sub bidang dari akuntansi
yang dikenal luas adalah auditing. Auditing atau pemeriksaan merupakan sub bidang akuntansi
yang meliputi aktivitas pemeriksaan terhadap kebenaran data-data akuntansi secara bebas.
Perkembangan ekonomi yang semakin lama semakin cepat mendorong perusahaan untuk
meningkatkan kinerjanya supaya tetap bertahan dan berkembang. Pada umumnya suatu
perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba semaksimal mungkin dengan
memperhatikan pangsa pasar serta kesempatan yang ada. Untuk mencapai tujuannya maka
perusahaan berusaha melakukan penjualan secara optimal dari hasil produksinya dengan selalu
memperhatikan besarnya biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Dalam aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuannya, para eksekutif perusahaan
mendelegasikan tugas dan tanggung jawab perusahaan dalam tingkat tertentu. Gaya delegasi
bervariatif, dari eksekutif yang menyerahkan kekuasaan penuh sampai eksekutif yang
memperlakukan bawahan sebagai asisten, memberikan mereka suatu wewenang dan
tanggungjawab yang minimum. Akan tetapi, tidak menjadi masalah berapa besar wewenang dan
tanggungjawab yang didelegasikan, eksekutif, bukan bawahan, memiliki akuntabilitas penuh
untuk tugas, pekerjaan, departemen laba dan sebagainya. Maka eksekutif perlu mengikuti apa
yang terjadi dalam perusahaan, divisi, departemen dan tingkat supervisi yang lebih rendah agar
dalam penyelenggaraannya, efektivitas, efisiensi dan ekonomisasi perusahaan dapat terus
meningkat.
Audit manajemen ataupun pengawasan intern merupakan kebijakan dari prosedur
spesifikasi yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi manajemen, bahwa
sasaran dan tujuan penting bagi manajemen perusahaan dapat dipenuhi. Menurut Sukrisno Agoes
(1996) manajemen audit adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan,
termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan manajemen, untuk
Audit Manajemen

Page 1

mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien dan
ekonomis.
Untuk memastikan adanya efektifitas dan transparansi penggunaan dana dalam suatu
organisasi atau perusahaan, perlu dilakukan adanya suatu audit, khususnya audit pada manajemen
fungsi keuangan. Audit manajemen fungsi keuangan dimaksudkan untuk mencari dan
menemukan informasi tentang bagaimana rencana yang telah ditetapkan diwujudkan melalui
berbagai kegiatan operasional yang disoroti khusus dari segi keuangan. Agar audit manajemen
atas fungsi keuangan dapat mencapai sasarannya maka ada empat hal yang mutlak perlu
mendapat perhatian, yaitu sasaran finansial perusahaan, perencanaan keuangan, organisasi dan
pengawasan.
Audit manajemen dapat dilakukan pada semua aspek yang ada dalam perusahaan, yang
umumnya meliputi audit manajemen fungsi keuangan, fungsi pemasaran, fungsi sumber daya
manusia, fungsi pembelian, fungsi produksi, audit kepastian mutu dan audit pengolahan data
elektronik (PDE).
1.2.

Rumusan Masaah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari makalah ini sebagai

berikut :
1. Apa pengertian dari Audit Manajemen?
2. Apa tujuan Audit Manajemen?
3. Apa jenis-jenis Audit Manajemen?
4. Bagaimana ruang lingkup dalam Audit Manajemen?
5. Bagaimana karakterisitik dari Audit Manajemen?
6. Apakah prinsip dasar dari Audit Manajemen?
7. Siapa pihak-pihak yang dapat melakukan Audit Manajemen?
8. Bagaimana tahap-tahap dari Audit Manajemen?
9. Bagaimana bentuk hasil laporan audit?
10. Apa perbedaan antara Audit Manajemen dengan Audit Keuangan?
11. Bagaimana proses Audit Manajemen fungsi keuangan ?
12. Bagaimana Audit Manajemen pada fungsi pemasaran?
13. Bagaimana Audit Manajemen pada fungsi produksi dan operasi?
1.3.

Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari makalah ini sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Mengetahui pengertian dari Audit Manajemen.


Mengetahui tujuan dari Audit Manajemen.
Mengetahui jenis-jenis dari Audit Manajemen.
Mengetahui bagaimana ruang lingkup dalam Audit Manajemen.
Mengetahui karakteristik dari Audit Manajemen.

Audit Manajemen

Page 2

6. Mengetahui prinsip dasar dari Audit Manajemen.


7. Mengetahui siapa saja pihak-pihak yang dapat melakukan Audit Manajemen.
8. Mengetahui bagaimana tahap-tahap dari Audit Manajemen.
9. Mengetahui bagaimana bentuk hasil laporan audit.
10. Untuk mengetahui perbedaan antara Audit Manajemen dengan Audit Keuangan.
11. Mengetahui proses Audit Manajemen fungsi keuangan
12. Mengetahui bagaimana Audit Manajemen pada fungsi pemasaran.
13. Mengetahui bagaimana Audit Manajemen pada fungsi produksi dan operasi.

Audit Manajemen

Page 3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Audit Manajemen


Fungsi pengawasan dan pengendalian manajemen menimbulkan aktivitas audit

(pemeriksaan). Secara lebih luas audit juga dibutuhkan dalam menilai pertanggungjawaban
manajemen kepada berbagai pihak yang berkepentingan di dalam perusahaan. Dari hasil audit
dapat diketahui apakah laporan yang diberikan oleh manajemen sesuai dengan kenyataan yang
sebenarnya terjadi atau apakah operasi yang berjalan sesuai dengan ketentuan, peraturan, dan
kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan.
R.A Supriyono (1990) memberikan definisi audit manajemen sebagai berikut: Audit
manajemen sebagai suatu proses pemeriksaan secara sistematik yang dilaksanakan oleh
pemeriksa independen untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif atas prosedur
dan kegiatan-kegiatan manajemen, serta mengkomunikasikan hasil pemeriksaannya kepada
atasan manajer yang diperiksa dan disertai dengan bukti dan suati rekomendasi kemungkinan
tindakan koreksi.
Pengertian Audit manajemen Menurut Guy dkk. (2003:419) merupakan penelaahan atas
prosedur dan metode operasi entitas untuk menentukan tingkat efisiensi dan efektivitasnya. Pada
kesimpulan tentang audit manajemen, rekomendasi yang umumnya diberikan adalah
memperbaiki prosedur. Audit manajemen kadang-kadang disebut audit kinerja, audit sumber daya
manusia, atau audit komprehensif.
Menurut Tunggal (2000:10) pemeriksaan operasional merupakan suatu penilaian dari
organisasi manajerial dan efisiensi dari suatu perusahaan, departemen, atau setiap entitas dan sub
entitas yang dapat di audit. Proses yang sistematis, Seperti dalam audit laporan keuangan, audit
manajemen menyangkut serangkaian langkah atau prosedur yang logis, terstruktur, dan
terorganisasi. Aspek ini meliputi perencanaan yang baik, serta perolehan dan evaluasi secara
objektif bukti yang berkaitan dengan aktivitas yang diaudit.
Efisiensi digunakan untuk menilai sebaik apakah pemakaian sumber daya suatu organisasi
yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, sedangkan efektivitas digunakan
untuk menilai seberapa baik kebijakan-kebijakan organisasi tersebut untuk mencapai tujuan.
Efisiensi dan efektivitas merupakan dua hal yang saling berkaitan erat satu dengan lainnya, bisa
saja suatu kebijakan organisasi itu sangat efisien akan tetapi tidak efektif begitupun sebaliknya.
Ekonomis maksudnya memperoleh kualitas dan kuantitas sumber daya fisik dan manusia yang
layak pada waktu melaporkan kepada orang-orang yang tepat.
Audit Manajemen

Page 4

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa audit manajemen merupakan
bentuk pemeriksaan untuk menilai, menganalisis, meninjau ulang hasil perusahaan, apakah telah
berjalan secara ekonomis, efisien dan efektif serta mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dan
kemudian melaksanakan pengujian dan penelaan atas ketidakhematan, ketidakefisiensian maupun
ketidakefektifan untuk selanjutnya memberikan rekomendasirekomendasi perbaikan demi
tercapainya tujuan perusahaan.
Audit manajemen merupakan suatu proses sistematik dan formal yang didesain untuk
mengukur biaya dan manfaat keseluruhan program Manajemen dan untuk membandingkan
efisiensi dan efektivitas keseluruhan program Manajemen tersebut dengan kinerja organisasi di
masa lalu, kinerja organisasi lain yang dapat dibandingkan efektivitasnya, dan tujuan organisasi,
merupakan suatu proses sistematik dan formal untuk mengevaluasi kompatibilitas fungsi
manajemen dengan tujuan dan strategi implementasi berbagai fungsi manajemen, kebijakan dan
prosedur manajemen, serta kinerja setiap program manajemen.
2.2.

Tujuan Audit Manajemen


Audit manajemen bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan, program, dan aktivitas yang

masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang diberikan nantinya dapat
dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan aktivitas pada perusahaan tersebut.
Titik berat audit manajemen diarahkan terutama pada berbagai objek audit yang sekiranya daapt
diperbaiki di masa yang akan datang, di samping juga mencegah terjadinya berbagai kerugian.
Menurut Hamilton (1986:1) tujuan dari management audit secara keseluruhan adalah
untuk mengevaluasi efisiensi dan efektifitas dari organisasi. Evaluasi ini bisa dilakukan pada
perusahaan secara keseluruhan atau dibatasi pada lingkup departemen atau fungsi tertentu dalam
organisasi. Evaluasi terhadap kinerja perusahaan ini dilakukan terhadap standar yang dibuat oleh
manajemen atas dan pada saat yang sama digunakan untuk menilai keefektifan dari standarstandar dan kebijakan-kebijakan tersebut.
Tujuan management audit menurut Agoes (1996:173) adl sebagai berikut:
a. Untuk menilai kinerja (performance) dari manajemen dan berbagai fungsi dalam
perusahaan.
b. Untuk menilai apakah berbagai sumberdaya (manusia, mesin, dan harta lainnya) yang
dimiliki perusahaan telah digunakan secara efisien dan ekonomis.
c. Untuk menilai efektifitas perusahaan dalam mencapai tujuan (objective) yang telah
ditetapkan oleh top management.

Audit Manajemen

Page 5

d. Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada top management dalam memperbaiki


kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam penerapan struktur pengendalian intern sistem
pengendalian manajemen dan prosedur operasional perusahaan dalam rangka
meningkatkan efisiensi keekonomisan dan efektifitas dari kegiatan operasi perusahaan.
Siagian (2001) mengatakan bahwa kalangan manajemen menunjukkan sambutan terhadap
perkembangan audit manajemen karena jika digunakan dengan tepat maka audit manajemen bisa
memberi manfaat yang besar yaitu:
1. Memungkinkan manajemen mengidentifikasikan kegiatan operasional dalam perusahaan
yang tidak memberikan kontribusi dalam perolehan keuntungan.
2. Membantu manajemen dalam peningkatan produktifitas kerja dari berbagai komponen
organisasi.
3. Memungkinkan manajemen mengidentifikasi hambatan dan kendala yang dihadapi dalam
mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan mengambil langkah strategis untuk mengatasi
dan menghilangkannya.
4. Memantapkan penerapan pendekatan kesisteman dalam menjalankan roda organisasi.
5. Memungkinkan manajemen pada berbagai tingkat menentukan strategi yang tepat.
6. Membantu manajemen merumuskan pedoman teknis operasional bagi para pelaksana
berbagai kegiatan dalam perusahaan yang akan membantu para tenaga kerja operasional
melakukan kegiatan masing-masing dengan tingkat efisiensi dan efektifitas yang lebih
tinggi.
7. Mengidentifikasikan dengan tepat berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi dalam
manajemen sumber daya manusia.
8. Membantu manajemen menilai perilaku bawahan dalam menyediakan informasi bagi
pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan pada berbagai hierarki perusahaan.
Apabila audit manajemen dilakukan secara berkala maka audit manajemen bisa
menunjukkan masalah ketika masalah tersebut masih berskala kecil. Dengan demikian audit
manajemen merupakan alat manajemen yang membantu manajemen dalam mencapai tujuan
karena tindakan korektif dapat dilakukan untuk pemecahan masalah apabila ditemukan inefisiensi
dan inefektifitas.
2.3.

Jenis-Jenis Audit Manajemen


Arens dan Loebbecke (2000:756) mengelompokkan management audit menjadi 3 jenis

yaitu functional, organizational dan special assignment. Berikut penjelasan dari masing-masing
jenis tersebut :
Audit Manajemen

Page 6

1. Functional. Functional audit berkaitan dengan satu atau lebih fungsi didalam organisasi.
Keuntungan dari functional audit adl diperbolehkan adanya spesialisasi oleh auditor.
Auditor dalam staff internal audit bisa sangat ahli dalam sebuah bidang misal fungsi
production engineering. Mereka bisa secara efisisen menghabiskan waktu mereka utk
mengevaluasi fungsi-fungsi yang berkaitan.
2. Organizational. Organizational audit dalam sebuah organisasi berkaitan dengan seluruh
unit organisasi seperti departemen cabang atau anak perusahaan. Penekanan dalam
organizational audit adalah seberapa efektif dan efisien fungsi-fungsi tersebut
berinteraksi. Perencanaan organisasi dan metode-metode untuk mengkoordinasi aktivitasaktivitas yang ada sangat penting dalam tipe audit ini.
3. Special Assignment. Dalam operational auditing special assignment biasa muncul karena
permintaan manajemen. Jenis audit tipe ini cukup luas. Sebagai contoh menentukan
penyebab tidak efektif sistem IT investigasi terhadap kemungkinan ada fraud dalam
sebuah divisi dan pemberian rekomendasi untuk menurunkan harga pokok produksi.
Menurut Sayle (1988:21) management audit dikelompokkan menjadi tiga jenis sesuai
dengan keragaman departemen mereka dan ruang lingkup sebagai berikut :
1. Internal Audit. Management audit ini dapat dilakukan oleh perusahaan atau departemen
yang bersangkutan dengan sistem-sistem prosedur-prosedur atau fasilitas-fasilitas.
Auditor yang mengerjakan dapat dari perusahaan mereka sendiri (internal auditor) atau
dengan menggaji auditor dari luar perusahaan (external auditor). Internal audit merupakan
teknik dimana manajemen dapat merasakan masalah mereka sendiri dan menilai kinerja
organisasi kebutuhan titik kekuatan dan kelemahannya. Disebutkan bahwa self audit
merupakan bagian dari internal audit yang dilakukan oleh individual dalam sistem mereka
sendiri prosedur-prosedur dan fasilitas-fasilitas agar dapat menilai kinerja kebutuhan
kekuatan dan kelemahannya.
2. External audit. Management audit ini dilakukan oleh perusahaan terhadap pemasok
mereka atau sub pemasok. Auditor dapat dari auditor internal maupun auditor eksternal.
Management audit dikerjakan untuk menilai status kontrak atau perjanjian yang dibuat
perusahaan pemasok atau sub pemasok untuk menentukan keadaan perusahaan atas
barang yang akan diterima sesuai dengan yang dibayarkannya.

Audit Manajemen

Page 7

3. Extrinsic Audit. Management audit ini dilakukan oleh pelanggan atau badan-badan yang
berkaitan dengan peraturan atau suatu agen inspeksi. Audit ini meliputi pelanggan dari
perusahaan-perusahaan pemasok dan sub pemasok.
2.4.

Ruang Lingkup Audit Manajemen


Ruang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen. Ruang

lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau dapat juga hanya mencakup bagian tertentu dari
program/aktivitas yang dilakukan. Periode audit juga bevariasi, bisa untuk jangka waktu satu
minggu, beberapa bulan, satu tahun bahkan untuk beberapa tahun, sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai.
Sedangkan yang menjadi sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan, aktivitas,
program dan bidang-bidang dalam perusahaan yang diketahui atau diidentifikasi masih
memerlukan perbaikan/peningkatan, baik dari segi ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas. Ada 3
(tiga) elemen pokok dalam tujuan audit, antara lain :
a. Kriteria
Kriteria merupakan standar (pedoman,norma) bagi setiap individu/kelompok di
dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
b. Penyebab
Penyebab merupakan tindakan yang dilakukan oleh setiap individu/kelompok di
dalam perusahaan. Penyebab dapat bersifat positif, program/aktivitas berjalan dengan
tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi, atau sebaliknya bersifat negative,
program/aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih rendah dari
standar yang telah ditetapkan.
c. Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan criteria yang
berhubungan dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukkan program/aktivitas
berjalan dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah dari kriteria yang ditetapkan.
Sedangkan akibat positif menunjukkan bahwa program/aktivitas telah terslenggara secara
baik dengan tingkat pencapaian yang lebih tinggi dari kriteria yang ditetapkan.
2.5.

Karakteristik Audit Manajemen


Audit manajemen mempunyai beberapa karakteristik penting. Karakteristik tersebut

meliputi :
Audit Manajemen

Page 8

1. Tujuan Pemeriksaan.
Tujuan pemeriksaan manajemen adalah membantu semua peringkat manajemen
dalam meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen dengan cara
mengidentifikasi aspek-aspek sistem dan prosedur serta rekomendasi kepada manajemen
untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan ekonomisasi.
2. Independensi.
Agar manfaat pemeriksaan manajemen dapat dicapai, maka pemeriksaan tersebut
harus bersifat independen.
3. Pendekatan Sistematis.
Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit manajemen perlu digunakan
pendekatan yang sistematis dan metode-metode yang konsisten.
4. Kriteria Prestasi.
Dengan kriteria prestasi pelaksanaan dapat dibandingkan dan dievaluasi.
5. Bukti Pemeriksaan.
Auditor harus dapat merencanakan dan melaksanakan prosedur yang dirancang
untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung temuan temuan dan kesimpulankesimpulan serta rekomendasi yang dibuatnya.
6. Pelaporan dan Rekomendasi.
Karakteristik yang membedakan antara audit manajemen dengan jenis audit
lainnya adalah terletak pada laporan audit. Dalam audit manajemen , laporan audit
menekankan pada temuan-temuan selama pemeriksaan, pembuatan kesimpulan, dan
rekomendasi untuk meningkatkan sistem perencanaan dan pengendalian manajemen.
2.6.

Prinsip Dasar Audit Manajemen


Ada tujuh prinsip dasar yang harus diperhatikan auditor agar audit manajemen dapat

mencapai tujuan dengan baik. Menurut IBK.Bayangkara (2008:5) dalam bukunya yang berjudul
Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi yang menyebutkan tujuh prinsip dasar, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Audit dititik beratkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk diperbaiki.
Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.
Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuan-temuan yang bersifat positif.
Indentifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-kekurangan yang

terjadi.
5. Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
6. Pelanggaran hukum.
Audit Manajemen

Page 9

7. Penyelidikan dan pencegahan kecurangan.


2.7.

Pihak- Pihak Yang Melakukan Audit Manajemen


Menurut Tunggal (2000) bahwa pihak-pihak yang bisa melakukan audit manajemen

antara lain:
1. Internal Auditor
Apabila perusahaan memiliki komite audit sendiri maka biaya yang dikeluarkan
untuk aktivitas tersebut kecil dibanding dengan menggunakan jasa pihak lain. Internal
auditor yang bekerja untuk perusahaan tertentu tentunya akan berusaha mengembangkan
kemampuannya dalam rangka kemajuan perusahaan tersebut.
2. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah dapat juga diminta untuk melakukan pemeriksaan
manajemen. Mereka biasanya memberi perhatian kedua-duanya, baik audit keuangan dan
audit manajemen.
3. Akuntan Publik
Perusahaan juga bisa menunjuk sebuah kantor akuntan publik untuk melakukan
pemeriksaan manajemen. Biasanya penugasan ini terjadi hanya kalau perusahaan tidak
mempunyai staf internal audit atau staf internal audit kurang keahliaannya dalam area
tertentu. Sebagai contoh, suatu perusahaan meminta kantor akuntan menilai efisiensi dan
efektifitas dari sistem komputernya.
2.8.

Tahap-Tahap Audit Manajemen


Definisi ruang lingkup pekerjaan Management audit bisa dilakukan dalam lingkup yang

umum dan audit akan meliputi suatu penilaian terinci atas tiap-tiap aspek operasional organisasi.
Management audit juga bisa dilakukan atas suatu masalah tertentu untuk mencari bukti-bukti
yang menjadi penyebabnya serta merekomendasikan tindakan koreksi tertentu. Perencanaan,
persiapan dan organisasi Ketika suatu lingkup pekerjaan sudah ditentukan, tim audit akan
membuat suatu tindakan perencanaan atas pelaksaanaan pekerjaan.
Perencanaan meliputi langkah-langkah yang harus dilakukan dan estimasi waktu yang
diperlukan untuk mencapai setiap tahap pekerjaan. Tiap sumber bukti yang berkaitan dengan area
yang diperiksa harus dianalisa secara mendalam dan terus diperbaharui.
1. Pengumpulan fakta dan dokumentasi informasi terbaru.

Audit Manajemen

Page 10

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan informasi data yang berkaitan dengan area
lingkup pekerjaan yang ditentukan. Data bisa diperoleh dari surat menyurat, kebijakan
dan prosedur, serta semua informasi informal lainnya yang bisa diperoleh secara langsung
dari karyawan lewat wawancara.
2. Riset dan analisa.
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam proses management audit.
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan bukti dan fakta-fakta yang dianggap penting dalam
mendukung laporan akhir yang akan diserahkan kepada top manajemen.
3. Laporan.
Tahap ini meliputi ringkasan atas pekerjaan yang dilakukan, gambaran mengenai
ruang lingkup pekerjaan, rincian mengenai temuan-temuan utama dan diskusi mengenai
alternatif-alternatif yang dapat digunakan top manajemen untuk mengurangi
permasalahan yang ada.
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam audit manajemen. Secara garis besar
dapat dikelompokan manjadi lima menurut IBK Bayangkara dalam bukunya yang berjudul
Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi (2008:9) yang menyebutkan lima tahapan audit
manajemen, yaitu :
1. Audit Pendahuluan.
Audit pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan informasi latar belakang
terhadap objek audit yang dilakukan. Di samping itu, pada audit ini juga dilakukan
penelaahan terhadap berbagai peraturan, ketentuan dan kebijakan berkaitan dengan
aktivitas yang diaudit, serta menganalisis berbagai informasi yang telah diperoleh untuk
mengindentifikasi hal-hal yang potensial mengandung kelemahan pada perusahaan yang
diaudit. Auditor mungkin menggunakan daftar pertanyaan, flow chart, tanya jawab,
laporan manajemen, dan observasi dalam pelaksanaan audit pendahuluan.
Daftar pertanyaan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan
masalah yang mempengaruhi efektivitas, efisiensi dan performa operasi. Auditor
kemudian akan menilai jawaban yang diperoleh, kemudian auditor mengumpulkan buktibukti untuk memperkuat jawaban yang diterima.
2. Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen.

Audit Manajemen

Page 11

Pada tahap ini auditor melakukan review dan pengujian terhadap pengendalian
manajemen objek audit, dengan tujuan untuk menilai efektivitas pengendalian manajemen
dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Dari hasil pengujian ini, auditor dapat
lebih memahami pengendalian yang berlaku pada objek audit sehingga dengan lebih
mudah dapat diketahui potensi-potensi terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang
dilakukan.
Jika dihubungkan dengan tujuan audit sementara yang telah dibuat pada audit
pendahuluan, hasil pengujian pengendalian manajemen ini dapat mendukung tujuan audit
sementara tersebut menjadi tujuan audit sesungguhnya, atau mungkin ada beberapa tujuan
audit sementara yang gugur, karena tidak cukup (sulit memperoleh) bukti-bukti yang
mendukung tujuan audit tersebut.
3. Audit Terinci
Pada tahap ini auditor melakukan pengumpulan bukti yang cukup dan kompeten
untuk mendukung tujuan audit yang telah dilakukan. Pada tahap ini juga dilakukan
pengembangan temuan untuk mencari keterkaitan antara satu temuan dengan temuan
yang lain dalam menguji permasalahan yang berkaitan dengan tujuan audit. Temuan yang
cukup, relevan, dan kompeten dalam tahap ini disajikan dalam suatu kertas kerja audit
(KKA) untuk mendukung kesimpulan audit yang dibuat dan rekomendasi yang
diberikan.Kertas kerja dapat diorganisir berdasarkan sub unit dari usaha yang diaudit
(seperti berdasarkan cabang, bagian), urutan prosedur audit dilaksanakan (seperti audit
pendahuluan, bukti) atau setiap sistem logis yang mempertinggi pemahaman auditor
terhadap pekerjaan yang dilakukan. Tujuan mengumpulkan bukti-bukti adalah untuk
mendapatkan dasar faktual dalam menilai kriteria performa yang sebelumnya
diidentifikasi.
4. Pelaporan.
Tahapan ini bertujuan untuk mengomunikasikan hasil audit termasuk rekomendasi
yang diberikan kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Hal ini penting untuk
meyakinkan pihak manajemen tentang keabsahan hasil audit dan mendorong pihak-pihak
yang berwenang untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai kelemahan yang
ditemukan.
Laporan disajikan dalam bentuk komprehensif (menyajikan temuan-temuan
penting hasil audit untuk mendukung kesimpulan audit dan rekomendasi). Rekomendasi
Audit Manajemen

Page 12

harus disajikan dalam bahasa operasional dan mudah dimengerti serta menarik untuk
ditindaklanjuti. Walaupun laporan formal dapat dianggap sebagai langkah terakhir dalam
manajemen audit. Laporan informal ini harus dibuat selama audit. Sebagai contoh, apabila
auditor menemukan suatu ineffisiensi yang serius selama survei pendahuluan. Ia harus
menyelidiki, menilai dan melaporkan segera daripada menunggu audit selesai.
5. Tindak lanjut
Sebagai tahap akhir dari audit manajemen, tindak lanjut bertujuan untuk
mendorong pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan tindak lanjut sesuai dengan
rekomendasi yang diberikan. Auditor tidak memiliki wewenang untuk mengharuskan
tindak lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Oleh karena itu, rekomendasi
yang disajikan dalam laporan audit seharusnya sudah merupakan hasil diskusi dengan
berbagai pihak yang berkepentingan dengan tindakan perbaikan tersebut.
Suatu rekomendasi yang tidak disepakati oleh objek audit akan sangat
berpengaruh pada pelaksanaan tindak lanjutnya. Hasil audit menjadi kurang bermakna
apabila rekomendasi yang diberikan tidak ditindaklanjuti oleh pihak yang diaudit.
2.9.

Laporan Hasil Audit


Hasil akhir dari audit manajemen adalah laporan hasil audit. Laporan audit manajemen

perlu disusun secara cermat, jelas, ringkas dan objektif. Laporan hasil audit manajemen pada
umumnya berisi penjelasan mengenai tujuan dan ruang lingkup penugasan, prosedur dan
pendekatan yang digunakan oleh pemeriksa, temuan-temuan dan hasil pemeriksaan serta
rekomendasi untuk perbaikan.
Laporan hasil pemeriksaan hendaknya meliputi dan disusun secara berurutan sebagai
berikut :
1. Informasi latar belakang
Informasi latar belakang yang disajikan oleh pemeriksa harus dapat memberikan
gambaran latar belakang permasalahan yang sama diantara pemeriksa dan pengguna
laporan. Informasi tersebut antara lain :
a)
b)
c)
d)

Kapan organisasi itu didirikan.


Apa tujuan pendirian organisasi, pelaksanaan kegiatan atau tujuan program.
Apa karakteristik kegiatan dan seberapa luas ruang lingkup aktivitasnya.
Siapa yang mengepalai organisasi dan siapa saja yang bertanggung jawab atas

pelaksanaan kegiatan atau program.


e) Alasan apa yang mendasari dilakukannya audit manajemen.
2. Kesimpulan audit yang disertai dengan bukti-bukti yang mendukung tujuan audit.
Audit Manajemen

Page 13

3. Rumusan saran yang berhasil diformulasikan.


Saran-saran yang diajukan oleh pemeriksa pada umumnya berupa anjuran yang
berisikan hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan untuk mendorong organisasi
melakukan perbaikan atas kinerja yang akan datang. Rumusan saran harus singkat karena
ditujukan untuk memberikan dasar perbaikan prestasi manajemen di masa yang akan
datang, dirumuskan dengan mengingat prinsip biaya efektifitas serta sifat praktis.
Wewenang untuk melakukan tindak lanjut dan upaya perbaikan tetaplah pada manajemen
organisasi.
4. Lingkup pemeriksaan
Lingkup pemeriksaan menunjukkan berbagai aspek kegiatan pihak kedua dan
periode waktu kegiatan yang ditinjau kembali oleh pemeriksa. Lingkup pemeriksaaan
harus juga mengidentifikasi secara jelas seberapa mendalam peninjauan kembali yang
dilakukan untuk masing-masing aspek kegiatan pihak kedua.
Laporan tersebut hendaknya dapat memberikan motivasi kepada unit manajemen
yang diperiksa untuk melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi-rekomendasi yang
disajikan dalam laporan tersebut.
2.10.

Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Keuangan


Audit manajemen dirancang untuk menemukan penyebab dan kelemahan- kelemahan

yang terjadi pada pengolahan program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat yang


ditimbulkan oleh kelemahan tersebut dan menentukan tindakan perbaikan yang berkaitan dengan
kelemahan tersebut agar dicapai perbaikan pengelolaan dimasa yang akan datang. Berbeda
dengan audit keuangan yang menekankan auditnya pada data-data transaksi, proses pencatatan,
dan laporan akuntansi yang dibuat perusahaan.
Perbedaan antara audit manajemen dan audit keuangan dapat dipandang dari beberapa hal
menurut IBK. Bayangkara (2008:6) dalam bukunya Audit Manajemen Prosedur dan
Implementasi adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Perbedaan Audit Keuangan dengan Audit Manajemen
AUDIT MANAJEMEN
1

Karakterstik

Audit Manajemen

AUDIT
KEUANGAN

Menemukan penyebab

Audit data

kelemahan, menganalisis

akuntansi, proses

Page 14

akibat, menenttukan
perbaikan

program/aktivitas

perusahaan.

Keluasan
audit

Keseluruhan aspek
manajemen baik yang bersifat
kuantitatif maupun kualitatif

pencatatan dan
laporan akuntansi
Cenderung ke
aspek data
keuangan
(finansial)
Mendapatkan

Menemukan berbagai
kelemahan dalam operasional
perusahaan selanjutnya
3

Tujuan Audit

dilakukan perbaikan,
penghematan, efisiensi, dan
efektivitas pencapaian tujuan
perusahaan.

keyakinan bahwa
laporan keuangan
yang disajikan
telah sesuai dengan
PABU (GAAP),
lap. Dapat
digunakan untuk
pemakai laporan
keuangan
Data akuntansi dan
proses penyajian

Ruang
Lingkup

Keseluruhan fungsi

laporan yang

manajemen dan unit terkait,

disajikan

mencapai seluruh

manajemen.

aktivitas/program. Keluasan

Keluasan audit

audit bergantung pada

bergantung pada

pengendalian manajemen

efektivitas

perusahaan.

pengendalian
internal
perusahaan.

Dasar Yuridis

Audit Manajemen

Berdasar kepedulian

Keharusan

manajemen untuk

menyampailan

memperbaiki program.

laporan keuangan

Page 15

yang telah diaudit


(akuntan publik).
6

Pelaksana

Audit Internal maupun

audit

eksternal , objektivitasnya?
Tidak ada ketentuan ,

Frekuensi

kepedulian manajemen

Audit

mencapai efektivitas dan


efisien program.

Audit independen
(Audit eksternal). ,
objektivitas ?
Bersifat reguler,
rutin , penerbitan
LK
Audit ,Data

Orientasi

Audit perbaikan kinerja masa

hasil Audit

datang , anticipatory audit

keuangan yang
bersifat historis,
penilaian kinerja
masa lalu
Memiliki standar

Komrehensip : kesimpulan
audit, kesimpulan penting ,
9

Bentuk

rekomendasi , belum ada

laporan

standar baku , laporan


tergantung dari kemampuan
auditor

baku , Standar
Profesional
Akuntan Publik
(SPAP) , laporan
bentuk pendek
yang menyertai
laporan keuangan
hasil audit
Pihak ekstern

10

Pengguna
laporan

,pemegang saham,
Pihak internal

investor potensial,
kreditor,
pemerintah

2.11.

Proses Audit Manajemen Fungsi Keuangan

Audit Manajemen

Page 16

Proses audit manajemen dibagi atas:


a. Tujuan Keuangan
1. Memeriksa sasaran keuangan untuk menentukan apakah fungsinya secara
langsung mendukung sasaran utama perusahaan.
1. Sasaran departemen keuangan harus memperhatikan dua tujuan, yang pertama
adalah untuk memastikan bahwa tujuan utama dapat dipenuhi, dan kedua untuk
meyakinkan bahwa operasi keuangan memberikan pada perusahaan berupa

b.
1.
2.
c.
1.

pengarahan keuangan dan pengendalian yang diperlukan.


2. Mengetahui apakah perusahaan mencapai standar dan sasaran yang ditentukan.
Perencanaan
Menganalisa perencanaan fungsi keuangan.
Menilai mutu dan efektivitas rencana induk departemen.
Organisasi
Legitimasi fungsi keuangan dalam perusahaan terlihat pada kedudukan fungsi tersebut

pada struktur organisasi seluruh perusahaan tersebut.


2. Organisasi antar departemen harus diselaraskan dengan berbagai fungsi keuangan yang
utama untuk membuat dan menyajikan data keuangan yang efektif dan efisien.
d. Pengendalian
1. Akunting
Bidang akunting bertanggungjawab untuk mengumpulkan, menyrotir
menganalisa dan melaporkan hasil keuangan operasi mekanisme pengawasan
utama. Pada fungsi akunting harus dinilai dan diuji dengan mengajukan
pertanyaan agar tim audit manajemen dapat menentukan kelemahan dan kekuatan
proses pengawasan akunting.
2. Anggaran dan Analisa Keuangan
Tanggungjawab utama departemen ini adalah untuk menjalankan sistem
informasi keuangan dalam organisasi yang akan menghasilkan data bagi berbagai
unit operasi. Pengawasan anggaran dan analisa keuangan dibuat untuk
memastikan bahwa informasi yang sesuai dihasilkan oleh bagian ini dan
diteruskan pada unit operasi yang bersangkutan.
2.12.

Audit Manajemen pada Fungsi Pemasaran


Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai bagaimana setiap

program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan sumber


daya yang ekonomis dan efisien. Beberapa ruang lingkup audit manajemen pemasaran meliputi :
a. Lingkup Pemasaran
Audit Manajemen

Page 17

b.
c.
d.
e.
2.13.

Strategi Pemasaran
Organisasi Pemasaran
Produktivitas Pemasaran
Fungsi Pemasaran
Audit Manajemen pada Fungsi Produksi dan Operasi
Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan

perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam
operasi perusahaan. Di samping itu, audit pada fungsi ini juga ditujukan untuk menilai
ekonomisasi dan efisiensi pengelolaan sumber daya dan efektivitas pencapaian tujuan
perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Perencanaan produksi
Pengendalian kualitas (quality control)
Produktivitas dan efisiensi
Metode dan standar kerja
Pemeliharaan peralatan
Organisasi manajemen produksi dan operasi
Plant and layout

Audit Manajemen

Page 18

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Audit manajemen merupakan bentuk pemeriksaan untuk menilai, menganalisis, meninjau
ulang hasil perusahaan, apakah telah berjalan secara ekonomis, efisien dan efektif serta
mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dan kemudian melaksanakan pengujian dan penelaan
atas ketidakhematan, ketidakefisiensian maupun ketidakefektifan untuk selanjutnya memberikan
rekomendasirekomendasi perbaikan demi tercapainya tujuan perusahaan.Audit manajemen
bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan, program, dan aktivitas yang masih memerlukan
perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang diberikan nantinya dapat dicapai perbaikan atas
pengelolaan berbagai program dan aktivitas pada perusahaan tersebut.
Tahap-tahap dari Audit Manajemen adalah pengumpulan fakta dan dokumentasi informasi
terbaru, Riset dan analisa, Laporan.Menurut IBK Bayangkara lima tahapan audAudit
Pendahuluan, Review dan Pengujian Pengendalian Manajemen, Audit Terinci, Pelaporan,
danTindakLanjut.
Laporan audit manajemen perlu disusun secara cermat, jelas, ringkas dan objektif.
Laporan hasil audit manajemen pada umumnya berisi penjelasan mengenai tujuan dan ruang
lingkup penugasan, prosedur dan pendekatan yang digunakan oleh pemeriksa, temuan-temuan
dan hasil pemeriksaan serta rekomendasi untuk perbaikan
Dengan mengetahui pengertian audit manajemen, tujuannya, serta tahapan audit
manajemen, kami dapat menyimpulkan bahwa secara umum audit manajemen dirancang untuk
menemukan penyebab dan kelemahan- kelemahan yang terjadi pada pengolahan
program/aktivitas perusahaan, menganalisis akibat yang ditimbulkan oleh kelemahan tersebut dan
menentukan tindakan perbaikan yang berkaitan dengan kelemahan tersebut agar dicapai
perbaikan pengelolaan dimasa yang akan datang. Dengan demkian, Auditi Manajemen ini
berbeda dengan audit keuangan, dimana audit keuangan hanya menekankan auditnya pada datadata transaksi, proses pencatatan, dan laporan akuntansi yang dibuat perusahaan, bukan kepada
perbaikan pengendalian internal perusahaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Audit Manajemen

Page 19