Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

PENGKAJIAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


ANATOMI FISIOLOGI SISTEM IMUNOLOGI

DI SUSUN OLEH :
HANI RUH DWI

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNUVERSITAS MUHAMADIYAH JAKARTA
TAHUN 2015

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM IMUNOLOGI


A; Pengertian
Sistem Imun (bahasa Inggris:immune system) adalah system perlindungan
pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu
organisme. Jika system kekebalan bekerja dengan benar, system ini akan
melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan
sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika system kekebalan melemah,
kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan
patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat
berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan
terhadap sel tumor,dan terhambatnya system ini juga telah dilaporkan
meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.
B; Fungsi sistem imun
1; Pembentuk kekebalan tubuh.
2; Penolak dan penghancur segala bentuk benda asing yang masuk ke
dalam tubuh.
3; Pendeteksi adanya sel abnormal, infeksi dan patogen yang
membahayakan.
4; Penjaga keseimbangan komponen dan fungsi tubuh.
C; Organ Yang Terlibat Dalam Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem imunitas manusia berhubungan erat dengan sistem limfatik, karena
itu organ organ yang berperan disini adalah organ-organ sistem limfatik.
Dibagi menjadi dua, yaitu :
1; Organ limfatik primer
a; Timus
Suatu jaringan limfatik yang terletak di sepanjang trakea di rongga
dada bagian atas. Fungsinya memproses limfosit muda menjadi T
limfosit.
b; Sumsum Tulang
Jaringan lunak yang ditemukan pada rongga interior tulang yang
merupakan tempat produksi sebagian besar sel darah baru. Sumsum
tulang merupakan jaringan limfatik karena memproduksi limfosit muda
yang akan diproses pada timus atau tempat-tempat lainnya untuk
menjadi limfosit T atau limfosit B. (2)
2; Organ limfatik sekunder
a; Tonsil
Jaringan lymphatic yang terdiri dari kumpulan-kumpulan limposit .
Fungsi : Memproduksi lymphatic dan antibodi yang kemudian akan
masuk ke dalam cairan lymph.
Tonsil terletak pada :
Dinding dalam nosopharynx (tonsila pharingea )
Fosa tonsilaris di samping-belakang lidah (tonsil palatina)
Di bawah lidah (tonsila liqualis)
Tonsil bukan merupakan kelenjar karena tidak memiliki pembuluh
lymph afferent, oleh sebab itu tonsil tidak menyaring cairan lympha.

Nodus Limfa Adalah titik di sepanjang pembuluh limfa yang memiliki


ruang (sinus) yang mengandung limfosit dan makrofag.
Nodus limfa berfungsi sebagai :
Memproduksi limfosit baru untuk aliran darah. Sel-sel di dalam
nodus bermultiplikasi secara konstan dan sel-sel yang baru
terbentuk akan dibawa oleh cairan limfe.
Nodus dapat memproduksi beberapa antibodi dan antitoksin untuk
mencegah infeksi.
Penyaring mikroorganisme dalam limfe ketika cairan tersebut melewati
nodus. Jadi bila jaringan terinfeksi, nodus limfatik bisa menjadi
bengkak dan nyeri bila ditekan. Apabila infeksinya ringan, imfeksi
tersebut akan diatasi oleh sel-sel nodus sehinggar nyeri serta bengkak
mereda. Apabila infeksinya berat, organesme penyebab infeksi akan
menyebabkan peradangan akut dan destruksi sehingga terbentuklah
abses di dalam nodus tersebut. Apabila bakteri tidak berhasil dirusak
oleh nodus, bakteria tersebut dapat masuk ke dalam aliran limfe dan
menginfeksi sirkulasi sistemik dan menimbulkan septikemia. (3)
Limpa ialah sebuah kelenjar berwarna ungu tua yang terletak di
sebelah kiri abdomen di daerah hipogastrium kiri di bawah iga
kesembilan, sepuluh, dan sebelas. Limpa berdekatan pada fundus dan
permukaan luarnya menyentuh diafragma. Limpa menyentuh ginjal
kiri, kelokan kolon di kiri atas, dan ekor pankreas.
Limpa terdiri atas struktur jaringan ikat . Diantara jalinan-jalinan itu
terbentuk isi limpa atau pulpa yang terdiri atas jaringan limfe dan
sejumlah besar sel darah. Limpa dibungkus oleh kapsul yang terdiri
atas jaringan kolagen dan elastis yang terdiri dan beberapa serabut
otot halus. Serabut otot halus ini berperram- seandainya ada- sangat
kecil bagi limpa manusia. Dari kapsul itu keluar tajuk-tajuk trabekulae
yang masuk ke dalam jaringan limpa dan membaginya ke dalam
beberapa bagian.
Pembuluh darah limpa masuk dan keluar melalui hilum yang berada di
permukaan dalam. Pembuluh-pembuluh darah itu menuangkan isinya
langsung ke dalam pulpa, sehingga darahnya dapat bercampur
dengan unsur-unsur limpa dan tidak seperti pada organ-organ yang
lain dipisahkan oleh pembuluh darah. Disini tidak terdapat sistem
kapiler biasa. Tetapi langsung berhubungan dengan sel-sel limpa.
Darah yang mengalir dalam limpa dikumpulkan lagi oleh sistem sinus
yang bekerja seperti vena dan yang mengantarkannya ke dalam
cabang-cabang vena. Cabang-cabang ini bersatu dan membentuk
vena limpa (vena lenalis). Vena ini membawa darahnya masuk ke
peredaran gerbang (peredaran portal) dan diantarkan ke hati.
Fungsi limpa :

Sewaktu masa janin limpa membentuk sel darah merah dan


mungkin pada orang dewasa juga masih mengerjakannya bila
sumsum tulang rusak.
Sel darah merah yang sudah rusak dipisahkan dari sirkulasi.
Limpa juga menghasilkan limfosit.
Diperkirakan juga limpa bertuigas menghancurkan sel darah
putih dan trombosit.
Sebagai bagian dari sistema retikulo endoteleal ,limpa juga
terlibat dalam perlindungan terhadap penyakit dan
menghasilkan zat-zat antibodi. (10)

D; Sistem Pertahan Tubuh


Pertahanan tubuh ada 2 yaitu pertahanan tubuh non spesifik dan
pertahanan tubuh spesifik:
Pertahanan tubuh non spesifik (Natural / Imunitas Bawaan)
Dikatakan tidak spesifik karena berlaku untuk semua organisme dan
memberikan perlindungan umum terhadap berbagai jenis agent. Secara
umum pertahanan tubuh non spesifik ini terbagi menjadi pertahanan fisik,
mekanik dan kimiawi.
lapisan pertahanan tubuh non spesifik dibagi menjadi dua, yaitu :
1; Lapisan Pertama
Pertahanan fisik
Pertahanan tubuh non spesifik dengan pertahanan fisik dalam tubuh
manusia antara lain adalah:
a; Kulit, kulit yang utuh menjadi salah satu garis pertahanan pertama
karena sifatnya yang permeable terhadap infeksi berbagai
organisme.
b; Asam laktat, dalam keringat dan sekresi sebasea dalam
mempertahankan pH kulit tetap rendah, sehingga sebagian besar
mikroorganisme tidak mampu bertahan hidup dalam kondisi ini.
c; Cilia, mikroorganisme yang masuk saluran nafas diangkut keluar
oleh gerakan silia yang melekat pada sel epitel.
d; Mukus, membrane mukosa mensekresi mucus untuk menjebak
mikroba dan partikel asing lainnya serta menutup masuk jalurnya
bakteri/virus.
e; Granulosit, mengenali mikroba organisme sebagai musuh dan
menelan serta menghancurkan mereka.
f; Proses inflamasi, invasi jaringan oleh mikroorganisme merangsang
respon inflamasi pada tubuh dengan tanda inflamasi yaitu
kemerahan, panas,pembengkakan, nyeri, hilangnya fungsi dan
granulosit dan mikroorganisme nosit keluar.
Pertahanan mekanik
Pertahanan tubuh non spesifik dengan cara pertahanan mekanik
antara lain adalah:
a; Bersin, reaksi tubuh karena ada benda asing (bakteri, virus, benda
dan lain-lain yang masuk hidung) reaksi tubuh untuk mengeluarkan
dengan bersin
b; Bilasan air mata, saat ada benda asing produksi air mata berlebih
untuk mengeluarkan benda tersebut.

c; Bilasan saliva, kalau ada zat berbahaya produksi saliva berlebih


untuk menetralkan.
d; Urin dan feses, jika berlebih maka respon tubuh untuk segera
mengeluarkannya.
Pertahanan kimiawi
Pertahanan tubuh non spesifik dengan cara kimiawi antara lain adalah:
a; Enzim dan asam dalam cairan pencernaan berfungsi sebagai
pelindung bagi tubuh.
b; HCL lambung, membunuh bakteri yang tidak tahan asam.
c; Asiditas vagina, membunuh bakteri yang tidak tahan asam.
d; Cairan empedu, membunuh bakteri yang tidak tahan asam.
2; Lapisan kedua
Seluler
a; Natural Kiler
Adalah leukosit yang berjaga di sistem peredaran darah dan
limfatik. Sel ini mampu melisis sel kanker dan sel terinfeksi virus.
b; Sel fagosit
Sel fagosit terdiri atas neutrofil, monosit dan makrofag. Sel fagosit
menghancurkan antigen dengan mekanisme fagositosis.
Interferon
Interferon adalah protein yang dihasilkan sel tubuh yang diserang
virus. Interferon berfungsi memperingatkan sel lain di sekitarnya akan
bahaya suatu antigen. Interferon mampu menghambat jumlah sel
yang terinfeksi, karena mengubah sel di sekitarnya menjadi tidak
dikenali antigen
Inflamasi
Adalah peradangan jaringan yang merupakan reaksi cepat terhadap
suatu kerusakan.
Fungsi inflamasi:
1; Membunuh antigen yang masuk.
2; Mencegah penyebaran infeksi.
3; Mempercepat proses penyembuhan
Pertahanan tubuh spesifik (Pertahanan Tubuh Didapat)
Dikatakan spesifik karena hanya terbatas pada satu mikroorganisme dan
tidak memberikan proteksi terhadap mikroorganisme yang tidak berkaitan.
Pertahanan ini di dapat melalui pejanan terhadap agen infeksi spesifik
sehingga jaringan tubuh membentuk system imun.
Komponen sistem imun yang paling utama adalah pada bagian ini yaitu
leukosit.
Kekebalan tubuh yang didapat dibagi menjadi dua , yaitu :
1; Kekebalan Humoral

Imunitas humoral adalah imunitas yang diperankan oleh sel limfosit B


dengan atau tanpa bantuan sel imunokompeten lainnya. Tugas sel B
akan dilaksanakan oleh imunoglobulin yang disekresi oleh sel plasma.
Terdapat lima kelas imunoglobulin yang kita kenal, yaitu IgM, IgG, IgA,
IgD, dan IgE.

Pembentukan kekebalan humoral dilakukan setelah respon imun nonspesifik berhasil dilakukan.
a; Fragmen antigen yang telah difagositosis tidak dicerna oleh sel
fagosit.
b; Fragmen tersebut kemudian ditampilkan pada sel fagosit untuk
diambil pesannya oleh sel T helper melalui molekul MHC kelas II.
c; Pesan mengenai fragmen antigen kemudian dikirimkan oleh sel T
helper kepada sel B. Sel limfosit B akan membentuk kekebalan
humoral dengan membelah diri.

Macam-macam sel limfosit B:


1)Sel B memori, diprogram untuk mengingat dan mengenali antigen
spesifik apabila menyerang tubuh sewaktu-waktu.
2)Sel B plasma, mensekresikan antibodi dan hidup selama 4-5 hari.

B. Kekebalan Dimediasi Sel


Pembentukan kekebalan diperantarai sel dilakukan jika respon imun nonspesifik gagal menahan antigen masuk ke tubuh.
Kekebalan diperantarai sel dibentuk dari mekanisme penghancuran
antigen oleh sel limfosit T.
1) Antigen yang lolos dari sel fagosit akan difagositosis oleh sel-sel tubuh.
2) yang telah difagositosis tidak dicerna oleh sel-sel tubuh.
3) Fragmen tersebut kemudian ditampilkan pada sel tubuh untuk diambil
pesannya oleh sel T sitotoksik melalui molekul MHC kelas I.

Sel limfosit T akan membentuk kekebalan diperantarai sel dengan melisis


sel tubuh yang diserang sehingga mengalami apoptosis. Kekebalan ini
tidak menghasilkan antibodi.

Macam-macam sel limfosit T:

1)Sel T memori, diprogram untuk mengingat dan mengenali antigen


spesifik apabila menyerang tubuh sewaktu-waktu.
2)Sel T helper , mengontrol pembelahan sel B, pembentukan antibodi dan
aktivasi sel T.
3)Sel T sitotoksik (pembunuh), melisis sel tubuh yang diserang antigen.
4)Sel T supresor, menurunkan respon imun yang lebih dari cukup. (5)

D. Reaksi Hipersensitivitas (7)


Adalah suatu respon imun yang tidak diinginkan yang dapat
menyebabkan kerusakan jaringan sebagai akibat paparan (antigen)
terhadap substrat yang secara intrinsik sebenarnya tidak berbahaya.

Penggolongannya menurut Gells dan Coombs , yaitu :


Penggolongan

Anda mungkin juga menyukai