Anda di halaman 1dari 12

DRYING DAN PERALATANNYA

Makalah
diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah OTK III

Disusun oleh :
1. Nia Nihayati

(L0C 005 251)

2. Nila Oktarina

(L0C 005 253)

3. Nova Triyati

(L0C 005 255)

4. Novan Chandra H.

(L0C 005 256)

5. Novembri Cucu S. A (L0C 005 257)


6. Novi Anggraini

(L0C 005 257)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2006/2007

BAB I
PENDAHULUAN
PROSES DRYING
Drying (pengeringan) merupakan suatu proses penghilangan kandungan air dalam
suatu zat padat (solid) ataupun campuran gas dengan menggunakan sumber panas dimana
keadaan awal zat tersebut adalah lembab / basah (bersifat higroskopis). Hasil dari
pengeringan adalah zat padat (solid) atau campuran gas kering. Kandungan air yang
tersisa dalam zat padat tersebut maksimal 1 %. Jika kandungan air yang tersisa lebih dari
1% maka hasil pengeringan tidak baik. Tujuan pengeringan (drying) adalah untuk
menghasilkan suatu produk yang kering. Syarat proses pengeringan yaitu :
1. Bahan yang dikeringkan berupa zat padat / campuran gas yang lembab atau
basah.
2. Terdapat media pemanas yang berupa udara panas atau gas panas.
Sedangkan zat padat yang dapat dikeringkan dapat berupa :
1.

flake (serpihan)

5.

slab (lembaran lempeng)

2.

granule (butiran biji)

6.

continuous

3.

crystal (kristal)

4.

sheet

(lembaran

sinambung)

powder (serbuk)

KLASIFIKASI PERALATAN DRYING


Dalam dunia industri, jenis mesin pengering ada banyak. Secara umum klasifikasi
mesin pengering (dryer) dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
1. klasifikasi berdasarkan cara perpindahan panas dari media pemanas ke bahan yang
akan dikeringkan.
2. Klasifikasi berdasarkan karakteristik bahan yang akan dikeringkan.
Berdasarkan cara perpindahan panas, peralatan pengering (dryer) dapat dibagi menjadi 2
yaitu :
a. Direct Dryer / Convection Dryer
Disebut direct dryer karena proses perpindahan panas berjalan secara langsung,
artinya terjadi kontak langsung antara bahan yang akan dikeringkan dengan media
pemanas sehingga air dalam bahan basah / lembab tersebut akan menguap dan
terbawa bersama media pemanas. Media pemanas dapat berupa udara panas

ataupun gas panas. Jadi pada proses pengeringan dengan peralatan direct dryer
terjadi proses perpindahan panas secara konveksi (aliran). Macam direct dryer ada
2 jenis yaitu untuk proses batch dan untuk proses continuous.
Proses Batch
Contoh :

Tray Dryer (pengering talam)

Batch Through Circulation Dryer

Proses Continuous

Continuous

Tray

Dryer

Rotary Dryer

Spray Dryer

Tunnel Dryer

Fluid Bed Continuous


Dryer

Pneumatic
Continuous Dryer

b. Indirect Dryer / Conduction Dryer


Disebut indirect dryer karena proses perpindahan terjadi secara tidak langsung
yaitu antara bahan yang akan dikeringkan (bahan basah) dan media pemanas
terdapat dinding pembatas sehingga air dalam bahan basah / lembab yang
menguap tidak terbawa bersama media pemanas. Hal ini menunjukkan bahwa
perpindahan panas terjadi secara hantaran (konduksi), sehingga disebut juga
Conduction Dryer. Macam indirect dryer ada 2 jenis yaitu untuk proses batch dan
untuk proses continuous.
Proses Batch
Contoh :

Freeze Dryer

Vaccum Rotary Dryer

Agitation Pan Dryer

Vaccum Tray Dryer

Screw

Proses Continuous

Vibrating Tray Dryer

Cylinder Dryer

Drum Dryer

Conveyor

Dryer

Steam Tube Rotary


Dryer

Berdasarkan karakteristik bahan yang akan dikeringkan, peralatan pengering digolongkan


menjadi 2 macam yaitu :
1. Untuk bahan berupa zat padat tegar / biji-bijian dan tapal setengah padat.

Contoh :
Tray Dryer (pengering talam)
Screen Conveyor Dryer (pengering conveyor tabir)
Tower Dryer (Pengering Menara)
Rotary Drye (pengering putar)
Fluid Bed Dryer (pengering hamparan-fluidisasi)
Flash Dryer (pengering kilat)
2. Untuk bahan berupa bubur dan umpan cair
Contoh :
Spray Dryer (pengering semprot)
Thin-film Dryer (pengering film tipis)
Drum Dryer (Pengering tromol)

BAB II
PERALATAN PENGERING (DRYER)
I. PENGERING SEMPROT (SPRAY DRYERS)
Alat ini digunakan untuk mengeringkan larutan, dibayangkan bahwa larutan ini
disemprotkan dan menetes secara halus ke dalam aliran gas panas. Dalam berbagai
kasus pengeringan akan sangat cepat dan kapasitas dari alat sebaiknya besar.
Pemanfaatan Alat
Pengering yang utama yang ditunjukkan disini didisain untuk mengeringkan katalis
pada instalasi oil-cracking, dimana bahan dapat dikeringkan pada temperatur yang
tinggi (lebih dari 14000 F). Pengering semprot juga didisain untuk mengeringkan
bermacam-macam produk seperti susu dan jus buah, dimana udara dipanaskan dengan
pipa pemanas uap.
Gambar Alat

Gambar spray dryer


Keterangan Gambar :
A. burner (pembakar)
B. penghembus udara primer (kedua)
C. kamar (chamber) pembakaran
D. penghembus udara sekunder (kedua)
E. lintasan udara sekunder
F. pipa udara panas
G. volute udara panas
H. pipa penyemprot
J. pipa discharge udara
K. penampung debu
L. discharge produk utama
M. discharge udara
N. dischage debu
Cara Kerja

Gas atau minyak pembakar ditempatkan dalam A

Dan udara untuk pembakaran dissuplay oleh blower (B)

Pembakaran dilakukan pada ruangan (kamar/chamber) C

Udara tambahan disupplay oleh kipas (D), dan dialirkan melalui ruang
annular (E)

Kemudian pembakaran dilakukan diluar chamber, yakni di pipa F, dimana


disini pembakaran dilakukan dengan mencampurkan dengan gas pembakar.

Dan kemudian menuju ke volute G, yang berada disekeliling bagian atas


dari dryer.
Volute ini dilengkapi dengan bukaan berbagai bentuk dimana udara atau gas panas
memberikan garakan spiral ketika gas tersebut masuk dari atas dryer.

Larutan yang akan dikeringkan disemprotkan melalui pipa semprot H, dan


jalan kecil (tempat lewat) dari gas pada umumnya dalam spiral yang besar melalui
chamber menuju ke bawah. Disini gas membalik arahnya dan lewat keatas melalui
tengah dari dryer untuk pergi menuju pipa J dan menuju penampung debu K

Sedangkan produk keluar menuju bawah dari kerucut L

Di dalam penampung K, garis singgung membuat gas memberikan gerak


olakan. Kekuatan centrifugal cenderung membuang partikel padat ke N, dan
membuat gas lari menuju M

Karena metode ini tidak selalu berhasil dalam menyingkirkan padatan,


penampung K mungkin dilengkapi dengan penyemprot cairan untuk dikeringkan
jadi ini digunakan untuk megalirkan debu ke bawah (N). Larutan dilewatkan pada
N dan direcycle ke tanki umpan.

Spesifikasi Alat
Penyemprot H ada berbagai macam type. Cakram datar berputar pada kecepatan tinggi
dan melemparkan cairan keluar pada lembar tipis dimana dengan cepat dihancurkan
menjadi pecahan oleh gesekan disekitar gas. Ini memiliki tujuan yang hampir sama
dengan pompa centrifugal tertutup.

Gambar detail pipa penyemprot

Keteranagn gambar :
P. pipa feed masuk
Q. cakram dalam
R. pipa pembuka
Pipa penyemprot terdiri dari 2 plat dengan van-van melingkar diantaranya, yang
berputar pada kecepatan tinggi.
Bahan masuk pada tekanan rendah, dimana sekitar 300/400-10000 psi.bahan
dilewatkan melalui cakram Q yang mengandung lubang diagonal untuk membuat
cairan lewat cakram ini pada gerakan berputar. Yang kemudian menuju orifice R, dan
gerakan centrifugal dari cairan ini tergantung untuk menghasilkan semprotan. Pipa
semprot pada type ini sangat berguna untuk membersihkan larutan atau larutan yang
mengandung padatan dalam jumlah kecil.
Untuk mendapatkan larutan yang lebih viscous atau larutan yang mengandung padatan
dalam jumlah banyak tersuspensi, grakan cakram berputar dengan frequensi tinggi
digunakan. Plat orifice R pada banyak kasus harus dibuat dari bahan yang sangat keras
seperti stellite, dan bahkan pipa permata nilam kadang-kadang digunakan.
Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan pengering semprot adalah:

Dapat mengeringkan dengan cepat (kurang dari 30 detik)

Produk yang dihasilkan seragam / dalam ukuran yang seragam

Dapat menggunakan gas panas untuk pengeringan dan bahan tidak akan
dipanaskan diatas wet-bulb temperaturnya. Ini membuatnya dapat digunakan
untuk menyemprot extrak kopi, jus buah susu dan jenis lainnya yang sama tanpa

merubah rasa , karena temperatur yang rendah dimana pengeringan mengambil


tempat dan waktu yang singkat produk berada dalam dryer.
Persyaratan
Karena harganya yang agak mahal, maka dalam penggunaannya harus diperhatikan
beberapa hal, diantaranya:

Karakter dari produk yang dapat diproduksi dalam spray dryer

Banyaknya bahn yang akan dikeringkan

Karakteristik fisika dari produk

II.

TRAY DRYER (PENGERING TALAM)


Tujuan
Pengering talam (tray dryer) digunakan untuk proses yang laju produksinya kecil dan
untuk mengeringkan bahan berupa zat padat tegar (biji-bijian) dan tapal setengah
padat.
Prinsip Kerja
Pengering talam (tray dryer) dapat beroperasi dalam vacuum, kadang-kadang dengan
pemanasan tak langsung. Talam (tray) itu terletak diatas plat-plat logam berlubang
yang dilalui uap atau air panas atau kadang-kadang, mempunyai ruang lagi untuk
fluida pemanas. Uap dari zat padat dikeluarkan dengan ejector atau pompa vacuum.
Pengering baku (freeze drying) terdiri sublimasi air dari es pada vacuum tinggi pada
suhu dibawah 00 C. Hal ini dilakukan di dalam suatu pengering piring vacuum khusus
untuk mengeringkan vitamin dan berbagai hasil yang peka panas.
Spesifikasi Alat
Pengering ini terdiri dari sebuah ruang dari logam lembaran yang berisi dua buah truk
yang mendukung rak-rak. Setiap rak mempunyai sejumlah talam dangkal, kira-kira 30
in2 dan tebal 2 sampai 6 in, yang penuh dengan bahan yang akan dikeringkan.
Spesifikasi Bahan
Alat ini dapat digunakan untuk mengeringkan segala macam bahan, tetapi karena
memerlukan tenaga kerja untuk pemuatan dan pengosongan, biaya operasinya agak
mahal. Alat ini biasanya diterapkan untuk pengeringan bahan-bahan bernilai tinggi
seperti zat warna dan bahan farmasi.
Cara Kerja

Udara panas disirkulasikan pada kecepatan 7 sampai 15 ft/dtk diantara talam dengan
bantuan kipas C dan motor D, mengalir melalui pemanas E. Sekat-sekat G
membagikan udara itu secara seragam diatas susunan talam tadi. Sebagian udara
basah diventilasikan keluar melalui talang pembuang B, sedang udara segar masuk
melalui pemasuk A. Rak-rak itu disusun diatas roda truk I, sehingga pada akhir siklus
pengeringan truk itu dapat ditarik keluar dari kamar itu dan dibawa ke stasiun
penumpahan talam.
Gambar Alat

III. VACUUM SHELF DRYER


Tujuan
Pengering ini dipakai apabila menginginkan mengeringkan bahan secara cepat dan
temperatur bahan tetap dipertahankan rendah. Biasanya alat pengering ini digunakan
untuk bahan yang tidak tahan temperatur tinggi seperti bahan farmasi. Selain itu alat
pengering ini cocok untuk bahan yang tidak boleh kontak dengan udara atau gas-gas
yang bisa menyebabkan oksidasi dengan bahn tersebut.
Prinsip Kerja
Vacumm Shelf Dryer pada dasarnya adalah self dryer, yang beroperasi pada tekanan
yang lebih rendah dari 1 atm. Jika cairan dalam bahan basah yang diuapkan adalah

solvent yang berharga, maka dengan pengering ini mudah untuk mendapatkan
kembali solvent tersebut. Pada kondisi operasi pemanas steam 2 atm, tekanan
pengering 7,5 mmHg maka kapasitas pengeringan adalah 1-4 kg air/jam.m2
permukaan rak.
Gambar Alat

Keterangan Alat
Gambar tersebut menunjukkan Vacuum Shelf Dryer, terdiri dari penutup (shell) yang
terbuat dari besi tuang, biasanya penampangnya berbentuk empat persegi panjang
dan di dalamnya tersusun sekumlah rak untuk meletakkan bahan yang akan
dikeringkan. Rak ini biasanya berongga dan selama operasi diisi dengan media
pemanas yaitu uap air atau air panas. Pada bagian depan dryer pada kedua sisinya
terdapat 2 pipa vertikal A dan B serta pipa pendek C yang menghubunhkan salah satu
pipa vertikal tersebut dengan masing-masing rak. Salah satu dari pipa vertikal (A)
digunakan untuk menampung kondensat yang terjadi dan untuk mengeluarkan gasgas yang tidak dapat mengembun (noncondensed gas)

Cara Kerja
Bahan yang akan dikeringkan disebarkan pada rak sementara pintu pengering harus
tertutup rapat dan bagian dalam alat pengering tekanannya dibuat vakum dengan
bantuan pompa vakum. Uap air di dalam rongga rak secara pelan-pelan memanasi
bahan dan akan menguapkan air yang ada pada bahan pada temperatur yang
bersesuaian dengan tingkat kevakuman dalam pengering tersebut. Air yang menguap
ini diembunkan pada kondenser yang terletak antara alat pengering dan pompa
vakum.