Anda di halaman 1dari 17

METODE SPREADSHEET

* Metode

ini adalah metode coba-coba (trial and error) yang


mudah digunakan dengan bantuan spreadsheet (lembar
Kerja).

* Spreadsheet

method dibagi menjadi tiga strategi produksi,

yaitu :

* Zero Inventory Plan,


* Level Work Force Plan With Backorder, dan
* Level Work Force With No-Backorder

* Perencanaan zero inventory sering disebut juga perencanaan lot for lot,
dimana setiap bulan dalam cakupan periode perencanaan, perusahaan
hanya memproduksi sejumlah yang dibutuhkan konsumen dengan tidak
mengikutsertakan persediaan.

* Jumlah tenaga kerja akan bertambah ketika kebutuhan permintaan naik


dan akan dilakukan pemecatan tenaga kerja ketika kebutuhan atau
permintaan menurun.

* Biasanya

untuk membuat suatu perencanaan produksi yang fleksibel


digunakan tenaga kerja sub kontrak atau pada perusahaan yang
memanfaatkan bursa tenaga kerja, sehingga terlihat jelas bahwa jumlah
penggunaan tenaga kerja yang seharusnya dalam setiap bulan
perencanaan, seperti pada tabel berikut ini :

Tabel. Lembar Kerja Metode Zero Inventory

* Hari Kerja Efektif


Hari kerja efektif pada setiap bulan dalam cakupan periode
perencanaan merupakan hasil perkalian antara jumlah hari kerja
dalam setiap bulan dengan rata-rata tingkat kehadiran karyawan.

* Kemampuan Tenaga Kerja


Jumlah produk yang akan dihasilkan seorang tenaga kerja dalam
setiap bulannya akan sama dengan jumlah produk yang dihasilkan
seorang tenaga kerja dalam sehari dikalikan dengan jumlah hari
kerja yang tersedia pada bulan tersebut, adapun rumus untuk
menghitung kemampuan tenaga kerja adalah sebagai berikut :
Kemampuan TK = Produksi per hari per Tenaga Kerja x
Hari kerja efektif

* Permintaan
Besarnya kebutuhan untuk setiap jenis produk dalam periode
perencanaan dihitung dengan cara menentukan jumlah kebutuhan
kotor, kemudian dikurangi persediaan awal dan atau ditambah
dengan persediaan akhir. Selanjutnya dikalikan dengan faktor
agregasi produk, sehingga diperoleh kebutuhan bersih dalam setiap
bulan dari beberapa produk yang diagregasi tersebut.

* Tenaga Kerja yang Dibutuhkan


Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam setiap bulan
perencanaan sama dengan jumlah kebutuhan atau permintaan
produk per bulan dibagi dengan jumlah produk per bulan yang
dihasilkan oleh seorang pekerja. Hal ini dirumuskan dengan :
Tenaga kerja yang dibutuhkan = Permintaan/bulan
Unit/tenaga kerja

* Tenaga Kerja yang ada


Merupakan jumlah tenaga kerja yang tersedia saat ini atau jumlah
tenaga kerja langsung yang digunakan perusahaan saat ini.

* Penambahan Tenaga Kerja


Merupakan banyaknya jumlah tenaga kerja yang akan direkrut atau
diterima pihak perusahaan.
Penambahan Tenaga Kerja = TK yang dibutuhkan TK yang ada

* Biaya Penambahan Tenaga Kerja


Adalah besarnya biaya yang dikeluarkan per tenaga kerja dikalikan
dengan jumlah tenaga kerja yang akan direkrut.
Biaya penambahan TK = biaya yang dikeluarkan/org x TK yang
ditambah

* Tenaga Kerja yang di-PHK


Merupakan banyaknya jumlah tenaga kerja yang akan diberhentikan
pihak perusahaan.
TK yang di-PHK = TK yang ada TK yang dibutuhkan

* Biaya PHK Per Tenaga Kerja


Adalah besarnya biaya PHK per Tenaga Kerja dikalikan dengan
jumlah tenaga kerja yang di-PHK atau diberhentikan.
Biaya PHK Tenaga kerja = Biaya PHK/orang x TK yang di-PHK

* Tenaga Kerja Yang Digunakan


Merupakan jumlah tenaga kerja yang digunakan sesuai dengan
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

* Jumlah Produksi
Merupakan banyaknya unit yang dihasilkan oleh seorang tenaga
kerja dalam setiap bulan.
Jumlah produksi = produksi/hari/tenaga kerja x hari kerja efektif
x TK yang digunakan

* Biaya Tenaga Kerja Yang Digunakan


Besarnya Gaji atau upah yang diterima per tenaga kerja per periode
(per bulan).
Biaya TK yang digunakan = Upah/ hari/ TK x hari kerja efektif
x TK yang digunakan

* Net

Inventory (Persediaan), biaya simpan, back order dan


back order cost pada perencanaan produksi dengan metode
zero inventory tidak ada karena tidak membuat persediaan
dan pemesanan kembali (back order).

* Total Biaya
Merupakan penjumlahan seluruh biaya-biaya. Meliputi biaya
penambahan tenaga kerja, biaya pemutusan hubungan kerja,
biaya tenaga kerja yang digunakan, biaya simpan dan biaya
pemesanan kembali (back order cost).

* Dalam

perencanaan ini digunakan tingkat terendah persediaan dari


suatu periode perencanaan untuk memenuhi tingkat tertinggi dari
kebutuhan atau permintaan, hal ini disebut tingkat produksi atau
perencanaan produksi dengan menggunakan tenaga kerja yang konstan,
karena penggunaan jumlah tenaga kerja yang sama dalam setiap bulan
perencanaan.

* Berbeda

halnya dengan perencanaan zero inventory, dalam level work


force with backorder ini digunakan jumlah tenaga kerja yang konstan
dan persediaan yang bervariasi. Dengan demikian perencanaan ini
dapat meminimalkan biaya perekrutan dan pemecatan tetapi dapat
meningkatkan biaya persediaan (Holding cost) dan pemesanan ulang
(back order cost).

* Tenaga kerja yang dibutuhkan


Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam perencanaan ini adalah
konstan atau tetap setiap bulan, adapun perhitungan tenaga kerja
sebagai berikut:
Tenaga kerja yang dibutuhkan = Total permintaan
Total kemampuan TK

* Net inventory (persediaan)


Merupakan besarnya selisih antara unit yang dihasilkan dengan
permintaan dalam satu periode (per bulan). Persediaan dilakukan
sebagai antisipasi terhadap permintaan pada periode tertentu.
Net inventory = Jumlah produksi - permintaan

* Inventory Cost ( Biaya Simpan)


Merupakan besarnya biaya simpan per jumlah persediaan per bulan
Inventory Cost = Biaya simpan/unit/ bulan x Net Inventory

* Back Order (Pesan kembali )


Merupakan besarnya biaya pemesanan ulang yang dilakukan per unit.
Pemesanan ulang dilakukan apabila kapasitas produksi dan persediaan
tidak mampu untuk memenuhi permintaan dalam periode perencanaan.
Back Order = Net inventory ke

t-1

+ (permintaan jumlah produksi )

* Back Order Cost


Merupakan besarnya biaya pemesanan ulang yang dilakukan per unit
Back Order Cost = Back Order x Back Order Cost

* Apabila

tidak menginginkan adanya pemesanan ulang maka digunakan level


work force with no-backorder, dimana untuk mendapatkan jumlah tenaga
kerja yang dibutuhkan sesuai perencanaan dihitung dengan cara membagi
total kebutuhan dengan total hari kerja dan kapasitas per hari per tenaga
kerja.

* Tetapi

jika manajemen membutuhkan untuk mendapatkan sejumlah tenaga


kerja yang cukup dalam setiap bulannya, dengan demikian jumlah produksi
secara kumulatif harus sama bahkan melebihi jumlah kebutuhan secara
kumulatif untuk setiap periode perencanaan.

* Sebelum

membuat perencanaan produksi dengan metode level work force


with no-backorder, terlebih dahulu perlu dilakukan perhitungan jumlah
tenaga kerja pada setiap periode.

* Perhitungan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dilakukan


dengan membuat tabel sebagai berikut :

Tabel . Constant Number Of Workers Needed For No Back Order


No

Bulan

Keterangan
1

Total
. n

1 Hari Kerja Efektif

2 kumulatif hari
Kemampuan Tenaga Kerja
3 (Unit/TK)

4 kumulatif kemampuan TK

5 permintaan

6 Kumulatif permintaan
Tenaga Kerja yang
7 dibutuhkan

Perhitungan pada tabel diatas (baris 1, baris 3, baris 5)


tidak berbeda dengan tabel spread sheet sebelumnnya,
yang membedakannya adalah sebagai berikut :

*Kumulatif Hari
Merupakan kumulatif hari kerja efektif pada periode
yang bersangkutan dengan hari kerja efektif pada
periode-periode sebelumnya.

*Kumulatif Kemampuan Tenaga Kerja


Merupakan kumulatif kemampuan tenaga kerja pada
periode yang bersangkutan dengan kemampuan tenaga
kerja periode-periode sebelumnya.

*Kumulatif Permintaan
Merupakan kumulatif permintaan pada periode yang
bersangkutan dengan permintaan pada periode-periode
sebelumnya.

*Tenaga Kerja Yang Dibutuhkan


Untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan,
maka digunakan perhitungan sebagai berikut :
Tenaga Kerja yang dibutuhkan = kumulatif permintaan
Kumulatif kemampuan tenaga kerja