Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari hari kita dapat dengan mudah menjumpai peralatan ataupun
barang-barang yang terbuat dari plastik. Plastik banyak digunakan untuk berbagai macam
bahan dasar. Penggunaan plastik dapat dipakai sebagai bahan pengemas, konstruksi,
elektroteknik, otomotif, mebel, pertanian, peralatan rumah tangga, bahan pesawat, kapal
mainan dan lain sebagainya.Penggunaan plastik di berbagai bidang seperti di atas di dasarkan
pada alasan bahwa bahan plastik mempunyai keunggulan dibandingkan dengan bahan lain
antara lain, seperti tidak mudah berkarat, kuat, tidak mudah pecah, ringan, dan elastis.
Dalam sebuah Great International Exhibition di London pada tahun 1892, Alexander
Parkes memperkenalkan istilah plastik. Parkes mengistilahkan temuannya itu bernama
"Parkesin" yakni sebuah material organik yang berasal dari selulosa atau serat yang dapat
dibentuk bila dipanaskan dan mengeras ketika suhunya turun.
Pada 1899, Arthur Smith, seorang ilmuwan Inggris, juga membuat temuan jenis plastik
baru bernama phenol formaldehyde. Plastik jenis ini mencampur antara formaldehyde resin
dengan teknik pembuatan dengan elektrisitas (listrik). Plastik milik Smith bersifat lebih keras
dan kaku. Secara garis besar, pada 1839-1894 merupakan era kemunculan plastik jenis
semisintetis. Pada era ini pula, tepatnya 1872, plastik khusus pipa air atau disebut polyvinyl
chloride (PVC) ditemukan oleh Eugen Baumann.
Perkembangan industri plastik di indonesia dipengaruhi oleh permintaan plastik dari
industri makanan dan minuman dan FMCG (fast moving consumer good) sebesar 60%.
Sekarang ini utamanya ada enam komoditas polimer yang banyak digunakan, mereka
adalah polietilena, polipropilena, polivinil klorida, polietilena tereftalat, polistirena, dan
polikarbonat. Mereka membentuk 98% dari seluruh polimer dan plastik yang ditemukan
dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing dari polimer tersebut memiliki sifat degradasi
dan ketahanan panas, cahaya, dan kimia.
Perkembangan indusrti plastik yang pesat memiliki keuntungan dan kerugian tertentu.
Perkembangan dari produksi plastik tersebut merupakan bagian dari bahasan kimia industri.
Pada industri plastik tidak hanya produksi, tetapi tahap awal hingga pengolahan limbah tidak
terlepas dari metode dan prinsip kimia. Terlebih lagi plastik merupakan bahan yang sukar
1

diurai oleh tanah. Maka dari itu makalah ini dibuat untuk memberikan wawasan tentang
aplikasi ilmu kimia dalam indusrti plastik serta mengetahui nilai nilai ekonomi dan
lingkungan kepada penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini adapun yang jadi permsalahannya adalah sebagi berikut:
1. Bagaimana manajemen pada industri plastik?
2. Apa bahan baku utama dari plastik?
3. Bagaimana cara memproduksi plastik?
4. Bagaimana pengaruhnya limbah plastik terhadap lingkungan sekitar?
1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui manajemen dalam industri.
2. Mengetahui jenis bahan baku utama dari plastik.
3. Mengetahui cara memproduksi plastik.
4. Mengetahui pengaruhnya limbah plastik terhadap lingkungan sekitar.

BAB II

ISI

Setiap kegiatan industri memerlukan bahan baku yang berbeda untuk dapat
melakukan produksi. Bahan baku yang digunakan akan mempengaruhi karakteristik dan
kualitas produk yang dihasilkan.
2.1 Manajemen
Pengertian

Manajemen

menurut

James A.F. Stoner adalah

proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan


usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber dayasumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan adalah untuk mencapai tujuan organisasi dan pribadi,
untuk menjaga

keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling

bertentangan, serta untuk mencapai efesiensi dan efektifitas. Dimana


efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
dengan benar, sedangkan efektifitas merupakan kemampuan untuk
memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah sistem manajemen dalam
industri plastik pada Gambar 2.1

Gambar 2.1 Sistem manajemen industri plastik


2.1.1 Struktur Organisasi
Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan
pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian
atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan,
tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu
organisasi. Terdapat dua aspek utama proses penyusunan struktur
organisasi adalah departementalisasi dan pembagian kerja. Dimana
3

departementalisasi merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja


suatu

organisasi

berhubungan
kerja adalah

agar

dapat

kegiatan-kegiatan

yang

dikerjakan bersama.

perincian tugas

sejenis

Sedangkan

pekerjaan agar

setiap

dan

saling

pembagian

individu

dalam

organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan


kegiatan yang terbatas. Selain itu dalam sebuah industri pencacahan
seperti

industri

plastik,

wewenang

untuk

memberi

keputusan

dimaksudkan agar operasinya dapat berjalan lancar sehingga sesuai


dengan hasil yang diharapkan yaitu untuk mencapai profit yang tinggi.
Bisnis pencacahan plastik dimana karyawan-karyawan tersebut
menempati

devisi

produksi

dan

distribusi.

Sedangkan

untuk

divisi pemasaran, keuangan, serta pemilik dipegang oleh pihak pemilik


sendiri. Struktur organisasi industri plastik dapat dilihat pada Gambar 2.2.
Uraian pekerjaan:
Pembagian tugas,wewenang,dan tanggung jawab masing-masing berdasarkan struktur di atas:
1. Direktur
Direktur merupakan pimpinan dan penanggung jawab tertinggi dalam
menjalankan operasi perusahaan.Tugas dan tanggung jawab direktur adalah:
a. Bertanggung jawab terhadap seluruh kelancaran kegiatan dan kelangsungan hidup
yang terjadi di perusahaan dan mempunyai wewenang penuh terhadap perusahaan
sekarang maupun di masa yang akan datang
b. Memimpin serta mengurus perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan dan
senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja pada perusahaan
c. Menetapkan kebijakan perusahaan dan mengambil keputusan yang sangat
menentukan dalam mengatasi semua masalah di dalam perusahaan
d. Memeriksa kembali semua kegiatan yang akan dilaksanakan perusahaan
e. Mampu memimpin,membina dan memotivasi bawahan agar dapat bekerja secara
produktif
f. Mengatur dan mengawasi jalannya seluruh kegiatan pada perusahaan

Gambar 2.2 Struktur organisasi industri plastik


2. Wakil Direktur
Tugas wakil direktur adalah:
a. Mengatur, mengkoordinasikan dan mengawasi hasil kerja bagian produksi,
SDM (Sumber Daya Manusia), akuntansi, keuangan, dan umum.
b. Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya pada direktur.
c. Mempunyai wewenang yang sama dengan direktur dalam mengambil keputusan
berdasarkan surat kuasa.
d. Menggantikan direktur dalam setiap keputusan maupun pertemuan di saat
direktur tidak dapat membuat keputusan atau menghadiri pertemuan yang
dikarenakan berhalangan hadir.
3. Bagian Produksi
Tugas bagian produksi adalah:
a. Merencanakan dan menginput data pesanan konsumen untuk di produksi.
b. Membuat laporan produksi.
c. Mengawasi kegiatan proses produksi.
d. Mengontrol kegiatan pengawasan mutu.
e. Melakukan pengecekan atas kualitas bahan baku yang masuk.
f. Menguji kualitas produksi dari setiap proses apakah telah sesuai dengan standar.
yang telah di tentukan.
g. Memastikan kualitas produk yang di hasilkan agar sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan.
h. Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada wakil direktur.
4. Bagian SDM (sumber daya manusia)
Tugas bagian SDM adalah:
a. Melakukan kegiatan perekrutan dan pemberhentian tenaga kerja
b. Melakuakn pendataan tenaga kerja
c. Memberikan surat peringatan kepada karyawan yang melanggar peraturan
d. Berusaha mengatasi konflik yang terjadi diantara para tenaga kerja
5

e. Memberikan laporan tentang ketenagakerjaan kepada Departemen Tenaga Kerja


f. Mengadakan training maupun magang untuk meningkatkan keahlian karyawan
g. Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada direktur
5. Bagian Akuntansi dan Keuangan
Tugas bagian akuntansi dan keuangan adalah :
a. Menginput laporan keuangan perusahaan ke dalam komputer.
b. Mengawasi dan melakukan pencatatan semua kegiatan penerimaan dan
pengeluaran keuangan perusahaan.
c. Menerima laporan tentang penerimaan dan pengeluaran uang sehari-hari.
d. Menagih piutang-piutang dari para pelanggan yang telah jatuh tempo.
e. Menyusun rencana perhitungan laba-rugi pada periode yang telah ditetapkan
f. Melaksanakan kebijakan akuntansi yang telah digariskan.
g. Mengawasi dan mengkoordinasi administrasi pembukuan.
h. Mengawasi kebenaran dari bukti transaksi pembukuan.
i. Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada wakil direktur.
6. Bagian Umum
Tugas bagian umum :
a. Membawahi dan mengawasi pergudangan dan distribusi.
b. Mengurus masalah kehilangan barang-barang yang terdapat di lingkungan
c.
d.
e.
f.
g.

perusahaan.
Bertanggung jawab penuh terhadap kehilangan barang yang ada di gudang.
Membuat laporan yang mengenai keluar masuknya barang jadi di gudang.
Bertanggung jawab atas kebersihan di gudang.
Menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan perusahaan.
Mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada wakil direktur.

2.1.2 Sistem Rekrutmen Karyawan


Penyusunan personalia adalah fungsi manajemen yang berkenaan
dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan, dan pengembangan
anggota-anggota organisasi.Penarikan (recruitment) berkenaan dengan
pencarian

dan

penarikan

sejumlah

potensial yang akan diseleksi untuk memnuhi

karyawan

beberapa

kebutuhan-

kebutuhan organisasi. Penarikan menyangkut usaha untuk memperoleh


karyawan dalam jumlah yang tepat dengan kemampuan-kemampuan
yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan-jabatan yang tersedia.
Metode-metode
pengiklanan,

penarikan

yang

biasa

digunakan

meliputi:

leasing (penggunaan tenaga honorer), rekomendasi dari

karyawan yang sedang bekerja, penarikan lewat lembaga-lembaga


pendidikan,

kantor penempatan

tenaga kerja,

serikat

buruh dan

penggunaan komputer. Pihak Manajemen menggunakan kebutuhan akan


6

tenaga yang diperlukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan minimum


yang diperlukan. Untuk manager produksi merupakan rekomendasi dari
pemilik karena selaku orang yang paling dipercaya dalam melaksanakan
seluruh operasional pabrik.
Setiap karyawan yang bergabung pada industri plastik akan dibekali
pelatihan dan pengembangan pada saat permulaan bekerja. Pelatihan dan
pengembangan pada karyawan diberikan untuk meningkatkan efisiensi
dan efektifitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja yang telah
ditetapkan.

Latihan

dimaksudkan

keterampilan-keterampilan

dan

untuk

memperbaiki

teknik-teknik

penguasaan

pelaksanaan

pekerjaan

tertentu, terperinci dan rutin. Sedangkan pengembangan mempunyai


ruang

lingkup

lebih

luas

dalam

pengembangan

dan

peningkatan

kemampuan, sikap dan sifat-sifat kepribadian. Pengembangan dibutuhkan


untuk menyesuiakan diri dengan kemajuan teknologi. Bagan rekrutmen
pegawai dalam suatu industri ditunjukan oleh Gambar 2.3.
2.1.3 Ketenagakerjaan (Hak Karyawan)
Pihak

Manajemen

industri

plastik

tidak

segan

memberikan

kompensasi berupa insentif ataupun bonus lebih kepada karyawan yang


mempunyai prestasi kerja yang bagus. Dengan adanya kompensasi ini
maka secara tidak langsung dapat memberi motivasi dan kepuasan
kepada karyawan sebagai umpan balik atas kerja keras mereka.Selain
kompensasi, ada pula perencanaan karir atau jenjang karir yang diberikan
kepada pihak karyawan industri plastik. Kompensasi adalah pemberian
kepada karyawan dengan

pembayaran

untuk pekerjaan yang dilaksanakan

dan

finansial
sebagai

sebagai balas jasa


motivator

untuk

pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang. Pihak karyawan akan


mendapatkan tunjangan kesehatan dan keselamatan kerja. Dengan
adanya program kesehatan dan keselamatan kerja diharapkan pihak
karyawan menjadi lebih produktif, karena jarang tidak masuk kerja dengan
keterangan sakit. Untuk upah lembur dan gaji pihak karyawan, akan
dihitung secara profesional daan peraturan yang berlaku oleh bagian
keuangan. Pihak manajemen industri plastik akan selalu memberikan
penilaian terhadap pekerjaan karyawan. Pelaksanaan penilaian atas
7

prestasi kerja karyawan dapat dilaksanakan dengan baik apabila aktivitas


ini telah dipersiapkan, dan system penilaian pun harus mempunyai
hubungan

dengan

pekerjaan,

memiliki

standar-standar,

serta

menggunakan ukuran yang dapat diandalkan. Hasil penilaian kerja atas


karyawan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan pihak manajemen
dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan
kerja mereka.
2.1.4 Sanksi Karyawan
Pihak karyawan juga akan memperoleh surat peringatan bahkan
pemberhentian

kerja

apabila

karyawan tersebut melanggar peraturan serta tidak dapat melaksanakan


pekerjaannya dengan baik dan benar. Pihak Manajemen akan memberikan
peringatan secara lisan ketika karyawan tersebut bersalah. Apabila
peringatan lisan diabaikan, maka tahap selanjutnya pihak Manajemen
akan memberikan Surat Peringatan 1 (SP1). SP1 ini berlaku selama 6
bulan. Dalam kurun waktu 6 bulan apabila pihak

karyawan masih

melakukan pelanggaran, maka akan diterbitkan SP2. Jika dalam masa SP2
pihak karyawan melakukan kesalahan, maka pihak Manajemen terpaksa
mengeluarkan karyawan tersebut dari manajemen industri plastik sesuai
dengan prosedur pemecatan yang berlaku.

Gambar 2.3 Bagan rekrutmen pegawai dalam suatu industri.


Sumber : (Dessler, Gary.2009)

2.1.5 Fungsi Manajemen Perusahaan


Dalam perencanaannya, perusahaan ingin selalu menjaga kepercayaan pelanggan
dengan cara menjaga kualitas barang hasil produksi yang sesuai dengan permintaan
konsumen, perusahaan mempercayai apabila perusahaan dapat menjaga kepercayaan
pelanggan, perusahaan akan berkembang dengan sendirinya. Untuk menjaga kepercayaan
tersebut, perusahaan melakukan pencatatan data-data mengenai permintaan yang diinginkan
konsumen, sehingga perusahaan dapat mengetahui tentang perincian permintaan konsumen
yang ada. Dan dalam menjaga kualitas barang hasil produksi, kepala bagian produksi
ditugaskan untuk selalu mengawasi operasional dalam perusahaan, baik dalam pemilihan
bahan baku, sampai dengan pengawasan sebelum dikirim ke pelanggan, dicocokkan dengan
data permintaan pelanggan apakah sudah sesuai dengan permintaan pelanggan atau tidak.
Menurut G.R. Terry fungsi manajemen adalah planning, organizing, actuating, dan
controlling [1].
1. Planning, Perencanaan merupakan hal penting yang dapat menjadi

sebuah

pedoman

perusahaan

dalam

mengarahkan

kegiatan

perusahaannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.


2. Organizing, untuk menjaga hubungan antara berbagai fungsi dan
faktor-faktor

fisik

yang

ada

dalam

perusahaan,

perusahaan

membagi tugas antara karyawan yang satu dengan yang lainnya

agar setiap karyawan memiliki fokus sendiri dengan tugas yang


mereka terima. Jadi proses yang ada tidak terganggu dengan
banyaknya permintaan pada perusahaan. Sebelum pembagian
tugas

diberikan

kepada

para

karyawan,

dalam

perekrutan,

perusahaan selalu memberikan pelatihan kepada karyawannya


dalam menjalankan tugas, agar dalam pelaksanaannya, mereka
dapat

bekerja

dengan

baik

sesuai

dengan

yang

diharapkan

perusahaan dan konsumen. Untuk mengkoordinasikan tugas yang


berbeda dalam perusahaan untuk mencapai tujuan bersama,
perusahaan memiliki tolak ukur yaitu dengan melihat hasil yang
dicapai oleh karyawan tersebut, apakah dari keseluruhan hasil
tersebut, mereka dapat memenuhi kebutuhan pelanggan atau tidak.
Kalau masih ada yang masih belum terpenuhi, perusahaan akan
mengevaluasi di mana letak kekurangan dalam pembagian tugas
tersebut.
3. Actuating,

untuk

menjaga

tercapainya

tujuan

perusahaan,

perusahaan memberikan gaji kepada pegawai hariannya sesuai


dengan hasil yang mereka capai dalam satu minggu. Jika mereka
bermalas-malasan dan tidak bekerja dengan baik, mereka akan
merasa rugi sendiri, karena hasil yang mereka dapat tidak dapat
maksimal. Perusahaan juga memberikan bonus kepada karyawan
harian tersebut apabila mereka dapat menyelesaikan tugasnya
sebelum waktu yanhg ditentukan, mereka mendapatkan bonus dari
perusahaan. Kalau pegawai tetap, perusahaan memberikan motivasi
dengan cara mendekatkan dan memperlakukan mereka seperti
keluarga sendiri, sehingga mereka juga ikut merasa memiliki
perusahaan ini. Jika mereka merasa bahwa perusahaan ini juga milik
mereka, mereka akan bekerja dengan baik karena mereka juga pasti
ingin perusahaan ini menjadi semakin maju dan berkembang. Dalam
melakukan pengarahan, tugas dan instruksi dalam melakukan
implementasi kerja, kepala bagian produksi selalu melakukan
pengawasan dalam setiap proses produksi, sehingga apabila dalam
proses produksi ada yang kurang tepat, kepala bagian produksi
10

dapat langsung memberikan arahan, sehingga kesalahan dalam


proses produksi dapat diminimalisasi. Dan untuk mengusahakan
agar para karyawan menjalanjkan tugas yang diberikan, perusahaan
melengkapi dengan kamera CCTV dalam setiap sudut pabrik sebagai
alat bantu dalam pengawasan, karena perusahaan ini berproduksi
sampai malam hari. Sehingga walaupun pemilik dan kepala bagian
produksi berada di luar perusahaan, mereka masih dapat melakukan
pengawasan melalui kamera CCTV tersebut.
4. Controlling, untuk mengawasi, memonitor kinerja dan aktivitas
karyawan dalam perusahaan, karyawan produksi dinilai dari hasil
yang mereka capai apakah sudah dapat memenuhi target atau
tidak, apabila pekerjaan mereka tidak sesuai target, berarti mereka
tidak

bekerja

dengan

baik.

Sedangkan

untuk

staff

kantor,

perusahaan selalu mengontrol hasil kerja mereka setiap pulang


kerja. Dan untuk melihat apakah perusahaan sudah memenuhi
target tujuannya atau tidak, perusahaan akan menanyakan respon
pelanggan, apakah barang yang diterima sudah sesuai dengan
permintaan mereka atau tidak. Perusahaan juga melihat dari segi
jumlah omzet yang didapat oleh perusahaan. Hal ini dievaluasi oleh
perusahaan setiap satu minggu sekali. Dengan melihat jumlah
omzet, perusahaan juga menggunakan sebagai alat ukur prestasi
kinerja perusahaan secara keseluruhan dan kinerja karyawan tiap
bagiannya.
Dalam proses keberhasilan organisasi suatu perusahaan harus merujuk pada Sistem
Manajemen Mutu ISO 9001:2008 yang dibangun atas 8 (delapan) prinsip [2]. Kedelapan
prinsip yang merupakan ruh dari standar ISO 9001:2008 ini dituangkan dalam bentuk
klausul-klausul (persyaratan) sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yang juga berjumlah 8
(delapan) klausul. Kedelapan prinsip itu adalah:
1. Fokus Pada Pelanggan
Keberlangsungan suatu perusahaan sangatlah bergantung kepada pelanggannya.
Oleh karena itu, pelanggan menjadi salah satu fokus penting yang harus diperhatikan.
Perusahaan yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 diharuskan
memiliki strategi khusus untuk teruse menerus memantau kepuasan pelanggan. Beberapa
hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah:
11

Meneliti dan memahami kebutuhan dan harapan pelanggan


Memastikan bahwa tujuan organisasi selaras dengan kebutuhan dan harapan

pelanggan.
Mengkomunikasikan pentingnya memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan di

seluruh tingkatan organisasi.


Mengukur kepuasan pelanggan (survei kepuasan pelanggan) dan menindaklanjuti

hasilnya.
Memastikan pendekatan yang seimbang antara kepuasan pelanggan dan kepuasan
pihak berkepentingan lainnya (seperti pemilik, karyawan, pemasok, pemodal,

masyarakat lokal dan masyarakat secara keseluruhan).


2. Kepemimpinan
Pemimpin merupakan elemen terpenting di dalam suatu organisasi. Keberhasilan
suatuorganisasi biasanya dimulai dari kecakapan pemimpin dalam memaksimalkan potensi
sumberdaya yang dimilikinya. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait dengan prinsip
ini adalah:
- Memperhatikan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan termasuk pelanggan,
pemilik, karyawan, pemasok, pemodal, masyarakat lokal dan masyarakat secara
-

keseluruhan.
Membangun visi yang jelas tentang masa depan organisasi.
Menetapkan tujuan dan target yang SMART (Spesific, Measurable, Achievable,

Realistic, Time Target)


- Menyediakan Sumber daya yang diperlukan baik Sumber daya manusia atau assset.
- Memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan
3. Keterlibatan Karyawan
Sebaik apapun strategi yang ditetapkan pihak manajemen tidak akan ada gunanya
bila tidakdiamini oleh seluruh karyawan yang ada di organisasi. Oleh karena itu, peran
aktif darikaryawan sangat dibutuhkan untuk keberhasilan implementasi sistem manajemen
mutu.Beberapa hal yang harus dilakukan untuk prinsip ini adalah:
- Setiap karyawan harus memahami pentingnya kontribusi dan peran mereka dalam
-

organisasi.
Setiap karyawan harus mengidentifikasi hambatan terhadap kinerja mereka.
Setiap karyawan harus memahami tugas dan tanggung jawab mereka.
Setiap karyawan harus secara aktif mencari kesempatan untuk meningkatkan

kompetensi, pengetahuan dan pengalaman.


- Setiap karyawan bebas berbagi pengetahuan dan pengalaman.
4. Pendekatan Proses
Sebuah hasil yang hendak dicapai akan lebih efisien diraih ketika kegiatan-kegiatan
dansumberdaya terkait dikelola sebagai suatu kesatuan proses yang tidak dapat dipisahkan.
Ini jugaberarti bahwa yang terpenting dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
adalah prosesbukan hasil. Artinya, target yang tidak tercapai bukanlah masalah majour
12

yang tidak dapat dimaafkan selama kegagalan tersebut dianalisis dan dilakukan perbaikan
ke depannya. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah:
- Mendefinisikan dan menetapkan semua kegiatan yang diperlukan untuk memperoleh
-

hasil yang diinginkan.


Menetapkan tanggung jawab yang jelas dan akuntabilitas untuk mengelola kegiatan

kunci (utama) organisasi.


Menganalisis dan mengukur dari kemampuan kegiatan kunci.
Mengidentifikasi interaksi proses antara suatu bagian dengan bagian yang lain di

dalam organisasi.
Berfokus pada faktor-faktor seperti sumber daya, metode, dan bahan-bahan yang

akan meningkatkan kegiatan kunci dari organisasi.


Mengevaluasi risiko, konsekuensi dan dampak dari kegiatan pada pelanggan,

pemasok dan pihak berkepentingan lainnya.


5. Pendekatan Sistem Pada Manajemen
Mengidentifikasi, memahami dan mengelola proses yang saling berkaitan sebagai
suatu sistem memberikan kontribusi pada efektifitas dan efisiensi organisasi dalam
mencapai tujuan organisasi. Beberapa hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini:
- Penataan sistem untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara yang paling efektif
-

dan efisien.
Memahami keterkaitan antara proses-proses dalam suatu sistem.
Menyelaraskan dan mengintegrasikan proses-proses yang ada.
Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran dan tanggung jawab yang
diperlukan untuk mencapai tujuan bersama dan dengan demikian mengurangi

hambatan lintas-fungsional.
Memahami kemampuan organisasi dan menetapkan kendala sumber daya sebelum

mengambil tindakan.
- Terus meningkatkan sistem melalui pengukuran dan evaluasi.
6. Perbaikan yang Terus-menerus
Perbaikan berkesinambungan dari kinerja keseluruhan organisasi harus menjadi
tujuan tetap organisasi. Ini juga berarti bahwa organisasi tidak boleh puas terhadap hasil
yang dicapai. Harus selalu ada peningkatan performa dari tahun ke tahun. Beberapa hal
yang harus dilakukan tekait prinsip ini adalah:
- Secara periodik melakukan pemeriksaan sistem seperti menjalankan kegiatan
-

inetranal audit
Secara periodik mengadakan rapat khusus yang membahas masalah yang berkaitan

dengan sistem manajemen mutu (biasa disebut rapat tinjauan manajemen).


7. Pendekatan Faktual pada Pengambilan Keputusan
Keputusan yang efektif adalah keputusa didasarkan pada analisis data dan
informasi yang benar. Hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah:
- Memastikan bahwa data dan informasi yang ada cukup akurat dan dapat diandalkan.
- Membuat data yang dapat diakses oleh mereka yang membutuhkannya.
13

Menganalisis data dan informasi menggunakan metode yang valid.


Membuat keputusan dan mengambil tindakan berdasarkan pada analisis faktual,

seimbang dengan pengalaman dan intuisi.


8. Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok
Suatu organisasi dan pemasoknya adalah saling tergantung dan hubungan yang
saling menguntungkan dan meningkatkan kemampuan keduanya untuk mencapai target.
Mutu produk atau jasa yang diberikan oleh pihak ketiga (vendor, rekanan, supplier) sangat
mempengaruhi mutu akhir produk (barang maupun jasa) suatu organisasi. Oleh karena itu,
memantau kinerja pemasok merupakan hal yang sangat ditekankan dalam Sistem
Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Hal yang harus dilakukan terkait prinsip ini adalah:
- Membangun hubungan yang menyeimbangkan keuntungan jangka pendek dengan
-

pertimbangan jangka panjang.


Melakukan seleksi dan evaluasi terhadap semua pemasok produk (barang/jasa) yang

mempengaruhi hasil akhir produk (barang/jasa) organisai.


2.1.6 Manajemen Produksi
Dalam sistem produksi, fasilitas dan peralatan yang digunakan merupakan
komponen penting dalam prosesnya, sehingga perusahaan merasa perlu dalam
melakukan perhatian khusus di bidang ini. Salah satu perhatian khusus yang diberikan
oleh perusahaan adalah, perusahaan memiliki teknisi sendiri dengan tugas yang
khusus untuk merawat mesin dan peralatan yang ada seminggu sekali, serta
memperbaiki mesin yang tidak berfungsi dengan baik. Sehingga apabila mesin dan
peralatan sudah dapat bekerja secara optimal, maka karyawan juga dapat melakukan
pekerjaan sebaik-baiknya.
Berikut ini adalah beberapa jenis hasil produksi yang dihasilkan oleh industri
plastik yaitu tali plastik (talikur) berukuran, Sedotan plastik, produk rotan plastik,
dan PVC. Dengan banyaknya produksi tersebut, perusahaan harus memperhatikan
kualitas barang yang ada, dengan melakukan kontrol kualitas terhadap barang
produksinya. Dalam usaha mencegah terjadinya cacat produk, perusahaan melakukan
kontrol kualitas sejak bahan baku yang dipesan datang ke perusahaan, maka
perusahaan akan mengecek sebagian besar bahan baku yang ada, kemudian dibagian
penggilingan, kepala produksi akan mengecek apakah proses yang dijalankan sudah
sesuai dengan prosedur yang ada, sampai barang ini jadi, kepala produksi akan
berkeliling mengikuti proses yang ada, demi menjaga terjaminnya kualitas hasil
produksi sebelum sampai ke tangan konsumen. Produk yang dihasilkan perusahaan
merupakan produk yang standar dan hampir tidak memiliki

diferensiasi. Hal ini

menyebabkan mudahnya pesaing baru untuk memasuki industri ini, karena dengan
14

memiliki mesin yang ada, serta sumber daya manusia yang cukup, sudah dapat
mendirikan perusahaan manufaktur plastik ini.
Ancaman produk pengganti dalam industri sebenarnya tidak terlalu tinggi,
kecuali untuk beberapa produk, misalnya rotan plastik, rotan plastik memiliki produk
pengganti yaitu rotan asli yang memiliki kualitas lebih baik dan ketahanan yang
lebih

lama, tetapi harga bahan baku akan rotan plastik sudah tinggi diakibatkan

langkanya bahan baku, tetapi hal ini tetap menjadi ancaman bagi perusahaan apabila
konsumen mulai tidak memikirkan harga yang ada dan lebih mementingkan kualitas
terhadap produk rotan. Tetapi, kebanyakan pelanggan lebih memilih produk rotan
plastik karena harganya relatif lebih murah dibanding dengan produk rotan asli, serta
produk rotan plastik sekarang lebih banyak dijumpai dibandingkan dengan rotan
yang asli. Produk rotan plastik juga memiliki varian yang lebih, misalnya saja warna
dari produk rotan plastik dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen, sedangkan
rotan asli hanya terbatas. Untuk biaya peralihan produk, konsumen akan merasakan
selisih harga yang lumayan tinggi antara produk plastik dengan produk rotan asli.
2.1.7 Utilitas Pabrik
Sebuah pabrik mempunyai dua sistem proses utama, yaitu sistem pereaksian
dan sistem proses pemisahan & pemurnian. Kedua sistem tersebut membutuhkan
kondisi operasi pada suhu dan tekanan tertentu. Dalam pabrik, panas biasanya
disimpan dalam fluida yang dijaga pada suhu dan tekanan tertentu. Fluida yang
paling umum digunakan adalah air panas dan uap air karena alasan murah dan
memiliki kapasitas panas tinggi. Fluida lain biasanya digunakan untuk kondisi
pertukaran panas pada suhu di atas 100oC pada tekanan atmosfer. Air atau uap air
bertekanan (dinamakan kukus atau steam) mendapatkan panas dari ketel uap (boiler).
Sistem pemindahan panas bertugas memberikan panas dan menyerap panas.
Misalnya, menyerap panas dari sistem proses yang menghasilkan energi seperti sistem
proses yang melibatkan reaksi eksotermik atau menyerap panas agar kondisi sistem di
bawah suhu ruang atau suhu sekitar. Untuk penyerap panas agar suhu di bawah suhu
ruang biasanya pabrik menggunakan refrigerant, bahan yang sama dengan yang
bekerja pada lemari es. Penggunaan air sebagai media pendingin juga dibatasi sifat
fisiknya, yaitu titik didih dan titik beku. Suhu air pendingin perlu dikembalikan ke
suhu sekitar atau suhu ruang agar bisa difungsikan kembali sebagi pendingin. Sistem
pemroses yang melakukan ini adalah cooling tower.

15

Cooling tower, boiler dan tungku pembakaran merupakan sistemsistem


pemroses untuk sistem penyedia panas dan sistem pembuang panas. Kedua sistem
proses ini bersama-sama dengan sistem penyedia udara bertekanan, sistem penyedia
listrik dan air bersih untuk kebutuhan produksi merupakan sistem penunjang
berlangsungnya sistem proses utama yang dinamakan sistem utilitas. Kebutuhan sistem
utilitas dan kinerjanya tergantung pada seberapa baik sistem utilitas tersebut mampu
melayani kebutuhan sistem proses utama dan tergantung pada efisiensi penggunaan
bahan baku dan bahan bakar.
Pabrik tidak harus mempunyai sistem pemroses utilitas sendiri. Listrik
misalnya, pabrik bisa membelinya dari PLN jika kapasitas PLN setempat mencukupi
atau membeli dari pabrik tetangga. Demikian pula untuk unit pengolahan limbah, unit
penyedia uap air & air pendingin dan unit penyedia udara bertekanan.

2.2 Bahan Baku Plastik


2.2.1 Sumber Plastik
Terdapat dua macam polimer yang terdapat di kehidupan yaitu polimer alami dan
polimer buatan atau polimer sintesis.
a. Polimer Alami
Alam juga menyediakan berbagai macam polimer yang bisa langsung digunakan
oleh manusia sebagai bahan. Polimer tersebut ialah : Kayu, kulit binatang, kapas, karet
alam, rambut dan lain sebagainya.
b. Polimer Sintetis
Semakin meningkatnya dan beragamnya kebutuhan manusia menyebabkan
manusia harus mencari jalan untuk mencukupinya dengan cara membuat
kebutuhannya tersebut. Termasuk juga polimer, manusia membuat polimer melalui
reaksi kimia (sintesis) yang tidak disediakan oleh alam. Ada banyak sekali macammacam polimer sintesis hasil rekayasa manusia diantaranya adalah :
Tidak terdapat secara alami : Nylon, polyester, polypropilen, polystiren
Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
Polimer alami yang dimodifikasi : seluloid, cellophane (bahan dasarnya dari
selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga kehilangan
2.2.2

sifat-sifat kimia dan fisika asalnya).


Cara Produksi Plastik
Ada banyak cara yang bisa digunakan dalam memperoleh plastik, dengan
menggunakan metode berbeda-beda dan alat yang berbeda-beda pula. Adapun cara
memperolehnya adalah sebagai berikut :
a. Proses Injection Molding
16

Termoplastik dalam bentuk butiran atau bubuk ditampung dalam sebuah hopper
kemudian turun ke dalam barrel secara otomatis (karena gaya gravitasi) dimana ia
dilelehkan oleh pemanas yang terdapat di dinding barrel dan oleh gesekan akibat
perputaran sekrup injeksi dapat dilihat pada Gambar 2.4. Plastik yang sudah meleleh
diinjeksikan oleh sekrup injeksi (yang juga berfungsi sebagai plunger) melalui nozzle
ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air. Produk yang sudah dingin dan mengeras
dikeluarkan dari cetakan oleh pendorong hidraulik yang tertanam dalam rumah
cetakan selanjutnya diambil oleh manusia atau menggunakan robot. Pada saat proses
pendinginan produk secara bersamaan di dalam barrel terjadi proses pelelehan plastik
sehingga begitu produk dikeluarkan dari cetakan dan cetakan menutup, plastik leleh
bisa langsung diinjeksikan.

Gambar 2.4 Mesin injection molding sumber: http://planetcopas.blogspot.com


b. Proses Ekstruksi
Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap dapat
dilihat pada Gambar 2.5. Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda
dengan penampang yang rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses
ekstrusi hanya bekerja tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama
sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja dan plastik adalah contoh bahan yang
paling banyak diproses dengan ekstrusi. Contoh barang dari baja yang dibuat dengan
proses ekstrusi adalah rel kereta api. Khusus untuk ekstrusi plastik proses pemanasan
dan pelunakan bahan baku terjadi di dalam barrel akibat adaya pemanas dan gesekan
antar material akibat putaran sekrup.
Variasi dari ekstrusi plastik
17

1) Blown film
2) Flat film and sheet
3) Ekstrusi pipa
4) Ekstrusi profil
5) Pemintalan benang
6) Pelapisan kabel
c. Proses Blow Molding
Blow molding adalah proses manufaktur plastik untuk membuat produk-produk
berongga (botol) dimana parison yang dihasilkan dari proses ekstrusi dikembangkan
dalam cetakan oleh tekanan gas. Pada dasarnya blow molding adalah pengembangan
dari proses ekstrusi pipa dengan penambahan mekanisme cetakan dan peniupan.
d. Proses Thermoforming
Thermoforming adalah proses pembentukan lembaran plastik termoset dengan cara
pemanasan kemudian diikuti pembentukan dengan cara pengisapan atau penekanan ke
rongga mold. Plastik termoset tidak bisa diproses secara thermoforming karena
pemanasan tidak bisa melunakkan termoset akibat rantai tulang belakang molekulnya
saling bersilangan. Contoh produk yang diproses secara thermoforming adalah bakelit.

Gambar 2.5 Mesin Ekstruksi Plastik


2.2.3

Proses Polimerisasi
Polimerisasi merupakan suatu jenis reaksi kimia dimana monomer-monomer
bereaksi untuk membentuk rantai yang besar.
Dua jenis utama dari reaksi polimerisasi adalah polimerisasi adisi dan polimerisasi
kondensasi. Jenis reaksi yang monomernya mengalami perubahan reaksi
tergantung pada strukturnya. Suatu polimer adisi memiliki atom yang sama seperti
monomer dalam unit ulangnya, sedangkan polimer kondensasi mengandung atomatom yang lebih sedikit karena terbentuknya produk sampingan selama
berlangsungnya proses polimerisasi.
18

Polimerisasi

kondensasi

adalah

polimerisasi

yang

disertai

dengan

pembentukan molekul kecil (H2O, NH3).


Contoh :
Alkohol + asam

ester + air

HOCH2CH2OH + HOC - (CH2)4COH + H2O


O

Polimerisasi adisi adalah polimerisasi yang disertai dengan pemutusan ikatan


rangkap diikuti oleh adisi monomer.
Contoh :
H
n H2C = CH
Cl
vinilklorida

2.2.4

CH2

C
Cl

polivinilklorida (PVC)

Macam-macam Plastik
Klasifikasi plastik menurut struktur kimianya terbagi atas dua macam yaitu: 1.

Linear, bila monomer membentuk rantai polimer yang lurus (linear) maka akan terbentuk
plastik termoplastik yang mempunyai sifat meleleh pada suhu tertentu, melekat mengikuti
perubahan suhu dan sifatnya dapat balik (reversible) kepada sifatnya yakni kembali
mengeras bila didinginkan. 2. Jaringan tiga dimensi, bila monomer berbentuk tiga dimensi
akibat polimerisasi berantai, akan terbentuk plastik termoset dengan sifat tidak dapat
mengikuti perubahan suhu (irreversible) [3]. Bila sekali pengerasan telah terjadi maka
bahan tidak dapat dilunakkan kembali.
Plastik dapat dikelompokkan atas dua tipe, yaitu termoplastik dan termoset [4]:
a. Plastik Termoset yaitu jenis plastiik tidak dapat kembali kebentuk awal
(irreversibel). Jika dilakukan pengerasan maka bahan tidak dapat dilunakkan
kembali. Pemanasan yang tinggi tidak akan melunakkan termoset melainkan akan
membentuk arang dan terurai karena sifatnya yang demikian sering digunakan
sebagai tutup ketel, seperti jenis-jenis melamin. Plastik jenis termoset ini tidak
19

begitu menarik dalam proses daur ulang karena selain sulit penanganannya juga
volumenya jauh lebih sedikit (sekitar 10%) dari volume jenis plastik yang bersifat
termoplastik. Contohnya fenol formaldehid dan urea formaldehid.
b. Plastik Termoplastik yaitu jenis plastik yang meleleh pada suhu tertentu, melekat
mengikuti perubahan suhu dan mempunyai sifat dapat kembali (reversibel)
kepada sifat aslinya, yaitu kembali mengeras bila didinginkan. Plastik
termoplastik merupakan jenis plastik yang dapat didaur ulang atau dicetak
kembali dengan proses pemanasan ulang. Plastik ini akan menjadi lunak bila
menerima pemanasan, dan menjadi keras bila suhu turun kembali. Karena itu
termoplastik mudah dibentuk dan dapat didaur ulang beberapa kali dengan
melakukan pemanasan setiap kali membentuknya [5]. Contohnya polietilena,
polipropilena, polistiren dan polivinilklorida.
1) Berdasarkan monomernya terbagi kepada:
a. Polietilenaterephthalate (PET)
Polietileneterepthalate (PET). Material ini dihasilkan dari kondensasi
antara etilena glikol dengan asam terepthalik dan termasuk pada tipe termoplastik.
PET ini dapat dibentuk menjadi fiber seperti dacron. Material PET ini merupakan
plastik utama untuk pembuatan kantong kemasan makanan.

Gambar 2.6 Polimer PET


b. Poliproplena (PP)
Polpropilena memiliki rumus kimia rumus molekulnya adalah (-CHCH3CH2-)n.

Polipropilena

sangat

mirip

dengan

polietilena

dan

sifat-sifat

penggunaannya juga serupa [6]. Polipropilena lebih kuat dan ringan dengan daya
tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap
suhu tinggi dan cukup mengkilap [7]. Monomer polipropilena diperoleh dengan
pemecahan secara distalasi minyak kasar etilen, propilena dan homolognya yang
lebih tinggi dipisahkan dengan distilasi pada temperatur rendah. Dengan
menggunakan katalis Natta Ziegler polipropilena dapat diperoleh dari propilen.

20

Gambar 2.7 Polimer PP


c. Polietilena (PE)
Polietilena memiliki monomer etena (CH2=CH2). Polietilena merupakan
bahan yang lunak, transparan dan fleksibel, mempunyai kekuatan benturan serta
kekuatan sobek yang baik. Dengan pemanasan akan menjadi lunak dan mencair
pada suhu 110

C. Berdasarkan sifat mekaniknya yang baik, polietilena

mempunyai ketebalan 0.001 sampai 0.01 inchi, yang banyak digunakan sebagai
pengemas makanan, karena sifatnya yang termoplastik, polietilena mudah dibuat
kantung dengan derajat kerapatan yang baik [8]. Konversi etilena menjadi
polietilena (PE) secara komersial semula dilakukan dengan tekanan tinggi, namun
ditemukan cara tanpa tekanan tinggi. Polietilena dibuat dengan proses
polimerisasi adisi dari gas etilen yang diperoleh dari hasil samping dari industri
minyak dan batubara.
1) Proses polimerisasi yang dilakukan ada dua macam, yakni pertama dengan
polimerisasi yang dijalankan dalam bejana bertekanan tinggi (1000-3000 atm)
menghasilkan molekul makro dengan banyak percabangan yakni campuran
dari rantai lurus dan bercabang.
2) Polimerisasi dalam bejana bertekanan rendah (10-40 atm) menghasilkan
molekul makro berantai lurus dan tersusun paralel.
Reaksi polimerisasi etilena menjadi polietilena:
CH2=CH2

-(CH2-CH2)n-

d. Polivinil Klorida (PVC)


Polivinil Klhorida (PVC) merupakan tipe termoplastik yang dibentuk
melalui polimerisasi vinil klhorida (CH2=CHCl). Ketika dibuat sifatnya mudah
pecah, penambahkan suatu cairan plasticizer menyebabkan kelunakkan dan
mudah dibentuk (moldable). PVC umumnya digunakan untuk pipa dan plumbing
(pemasangan pipa saluran air) karena tahan lama, tidak berkarat, dan lebih murah
dari pipa besi. Namun demikian ada batas waktu kerja plasticizer pada PVC

21

tersebut dan bila batas waktu itu telah dilewati maka PVC kembali menjadi
mudah pecah dan mudah patah.

Gambar 2.8 Struktur monomer vinil klorida


e. Polistiren (PS)
Polistiren (Styrofoam) dibentuk dari moleku molekul stiren. Ikatan
rangkap antara bagian CH2 dan CH dari molekul disusun kembali hingga
membentuk ikatan dengan molekul molekul stiren berikutnya dan pada akhirnya
membentuk polistiren. PS ini diaplikasikan pada pembuatan furniture (pelapis
kayu ), cashing monitor komputer, cashing TV, lensa (optik dari plastik ).
Apabila polistiren dipanaskan dan ditiupkan udara maka melalui pencampuran
tersebut akan terbentuk styrofoam. Styrofoam memiliki sifat sangat ringan dan
merupakan insulator yang baik.

Gambar 2.9 Polimer Polistiren

2.3 Pengolahan Limbah Industri Plastik


Sebelum dilakukan perlakuan kimia, fisika dan biologi. Terlebih dahulu kita harus
mengetahui berbahaya tidaknya limbah tersebut. Berdasarkan PP No 85 tahun 1999 tentang
pengelolaan limbah B3, suatu industri yang menghasilkan limbah beracun yaitu kegiatan
produksi baik khusus maupun terintegrasi dalam manufaktur produk

plastik atau serat

dengan cara polimerisasi yang menghasilkan produk seperti : polyvinyl chloride (PVC),
polyvinyl acetate (PVA), polyethylene (PE), polypropylene (PP), acryloninitrie butadiene
styrene (ABS), acrylonitrie styrene (AS), synthetic resin (alkyd, amino, epoxy, henolic,
polyester, polyurethane, vinyl acrylic), Phthalate (PET), polystyrene (PS), polyethylene
terephthalete (PET), styrene butadiene rubber (SBR [9]).
22

Metode pengolahan limbah industri secara fisika, kimia, dan biologi digunakan setelah
limbah dihasilkan. Metode pengolahan secara fisika digunakan untuk mengurangi konsentrasi
dan mereduksi jumlah limbah, dan untuk memisahkan jika terdapat perbedaan fase limbah,
metode pengelolaan limbah secara kimia digunakan untuk mengubah limbah berbahaya
menjadi produk yang tidak berbahaya. Pengelolaan secara biologi dilakukan dengan
penambahan mikroba dan enzim untuk mengubah limbah berbahaya menjadi tidak berbahaya,
yang digunakan untuk limbah organik [10].
2.3.1 Pengolahan Secara Fisika
Solidifikasi adalah proses pengubahan bentuk fisik dan/atau sifat kimia dengan
menambah bahan pengikat atau senyawa pereaksi tertentu untuk memperkecil atau
membatasi kelarutan, pergerakan atau penyebaran daya racun limbah sebelum dibuang.
Dalam proses polimerisasi, monomer dan katalis digabungkan dengan aliran
limbah, dan polimer berbentuk endapan akan terbentuk. Produk kemudian dikemas dan
dibuang. Polimer yang digunakan dalam teknik ini adalah urea formaldehida (melamin).
Keuntungan dari proses ini adalah limbah tahan terhadap air dan kerusakan dan produk
akhir tidak perlu disimpan dalam wadah. Kelemahannya adalah solidifikasi merupakan
proses yang mahal dan hanya berlaku untuk limbah dengan volume yang kecil.
2.3.2 Pengolahan Secara Kimia
2.3.2.1 Kalsinasi
Kalsinasi adalah proses pengolahan untuk limbah kompleks yang mengandung
senyawa organik dan anorganik. Aplikasi nyata dari proses ini adalah kalsinasi lumpur
kapur dari pabrik pengolahan air, residu berat dari manufaktur kilang minyak,
konsentrasi dan pengurangan volume cair, limbah radioaktif, dan pengolahan lumpur
kilang yang mengandung hidrokarbon, fosfor, dan senyawa kalsium, magnesium, besi,
dan aluminium.
2.3.2.2 Klorinolisis
Proses ini digunakan untuk limbah organik terklorinasi, yang nantinya akan
diubah menjadi karbon tetraklorida (CCl4). Didalam proses, limbah organik dimasukkan
ke dalam reaktor di 9000 F bersama dengan gas klorin di bawah 20 atm. Klorin bereaksi
dengan hidrokarbon untuk membentuk karbon tetraklorida selain produk diklorinasi
lainnya, kemudian dipisahkan dengan cara destilasi. Proses ini hanya berlaku untuk
aliran limbah yang sudah diketahui hanya mengandung limbah organik. Selain itu,
klorinolisis menghasilkan asam klorida dan gas fosgen sebagai limbah, yang

23

diperlakukan lebih lanjut. Kebocoran klorin merupakan bahaya lain yang berkaitan
dengan proses ini.
2.3.3 Pengolahan Secara Biologi
Proses biologi melibatkan reaksi kimia yang dilakukan oleh mikroorganisme.
Mikroorganisme ini menyerap senyawa yang terkandung dalam limbah dan membusuk
dengan bantuan enzim tertentu. Kemudian limbah keluar dan terdekomposisi. Yaitu lumpur
aktif. Lumpur aktif adalah pengolahan limbah yang paling banyak digunakan dalam proses
pengolahan limbah biologis. Proses ini menggunakan mikroorganisme untuk membusukan zat
organik encer limbah cair. Dimana mikroorganisme bercampur dengan limbah organik.
Kemudian mikroba menyerap limbah tersebut ke dalam sel,melalui membran sel, kemudian
ke sitoplasma dimana enzim dihasilkan sehingga terjadi reaksi yang menghasilkan energi bagi
mikroorganisme tersebut.
2.3.4 Insinerasi
Metode insinerasi (pembakaran) dapat diterapkan untuk memperkecil volume limbah
berbahaya, namun saat melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar gas
beracun hasil pembakaran tidak mencemari lngkungan.
Insinerasi adalah proses yang melibatkan konversi limbah beracun dan berbahaya
menjadi kurang atau tidak beracun. Limbah dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi untuk
mengubahnya menjadi gas dan partikel. Insinerasi dianggap sebagai pilihan yang menarik
setelah sumber pengurangan, dan daur ulang. Metode ini kadang-kadang lebih disukai karena
metode pengolahan lain berbahaya dalam kandungan limbahnya.
Insinerasi juga lebih baik untuk mengurangi limbah berbahaya dimana tidak menjaga
mereka dalam penahanan pembuangan dalam jangka panjang. Biasanya semua jenis sampah
organik atau bahan yang mudah terbakar adalah calon potensial untuk insinerasi. Bahkan air
yang terkontaminasi dan tanah saat dibuang oleh insinerasi.
Jenis yang paling umum dari insinerator:
1. Rotary kiln
2. Injeksi Cair
3. Fluidizedbed
4. Unit Buka-perapian
2.3.5 Pengolahan Limbah Plastik Termoset

24

Pemanfaatan plastik termoset dapat digunakan sebagai campuran dalam proporsi


campuran beton ringan. Limbah akan lebih berguna dengan mencampurannya dalam produksi
beton ringan non-struktural. Uji untuk variasi campuran proporsi dilakukan untuk
menentukan proporsi yang sesuai untuk mencapai sifat yang diperlukan dari beton ringan,
yaitu: kepadatan kering rendah dan kuat tekan diterima. Desain campuran dalam penelitian ini
adalah proporsi plastik, pasir, rasio air-semen, bubuk aluminium, dan lignit fly ash. Hasil
percobaan menunjukkan bahwa plastik tidak hanya mengarah ke kepadatan beton kering
rendah, tetapi juga kekuatan rendah. Ditemukan bahwa rasio semen, pasir, fly ash, dan plastik
sama dengan 1,0: 0,8: 0,3: 0,9 adalah campuran proporsi yang tepat. Hasil kuat tekan dan
densitas kering, 4.14 N/mm2 dan 1395 kg/m3 masing-masing. Jenis beton memenuhi
persyaratan sebagai bantalan beton ringan-non-beban sesuai dengan standar ASTM C129 Tipe
II.
Ada juga dengan cara penambahan reagen kimia yang disebut teknik penggunaan
kompleks yaitu dengan cara penambahan zat pengompleks. Setelah zat itu mengompleks, zat
kompleks tersebut dipanaskan sehingga terjadi penghilangan zat organik sehingga zat
organiknya hilang dan hanya tersisa zat anorganik.

25

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari makalah tentang industri plastik yang kami buat ini dapat disimpulkan
bahwa:
Bahan baku plastik pada umumnya adalah monomer yang diubah menjadi
polimer baik berasal dari alam maupun sintesis. Polimer alam dapat diperoleh
seperti dari kayu, kulit binatang, kapas, karet alam. Sedangkan polimer sintesis

dapat berupa seluloid, nilon, poliester, polipropilena, polistiren.


Cara memeroleh atau produksi plastikdapat dilakukan dengan cara Injection
Molding

Process,

Ekstrusi

Process,

Blow

Molding

Process,

dan

Thermoforming Process.
Hasil produksi ini menghasilkan suatu limbah yang dapat mempengaruhi
ekosistem di lingkungan sekitarnya. Hal ini berdampak pada kesehatan dan
dapat berakibat buruk yang dapat menimbulkan suatu penyakit seperti:
menyebabkan infeksi, bersifat korosif, beracun, dan juga dapat menyebabkan

kebakaran.
3.2 Saran
Untuk pembuatan makalah selanjutnya lebih baik difokuskan pada satu jenis jenis
plastik agar pokok bahasan lebih terpusat pada jenis plastik tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
26

1 Hasibuan M. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara; 2011.
2 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.
3 Davidson A. Handbook of Precision Engineering. Britain: Mc Graw-Hill; 1970.
4 Erliza, Sutedja. Pengantar Pengemasan. Laboratorium Pengemasan. Bogor: IPB Press;
1987.
5 Syarief R, Santausa S, Isyana. Teknologi Pengemasan Pangan, PAU Pangan dan Gizi.
Bogor: IPB Press; 1989.
6 Brody AL. Aseptic Packaging of Food. Food Technology. 1972 70-74.
7 Winarno FG, Jennie. Kerusakan Bahan Pangan dan Cara Pencegahannya. Jakarta: Ghalia
Indonesia; 1982.
8 Sacharow, Griffin. Principle of Food Packaging. Westport: The AVI Publishing; 1980.
9 [Anonymous]. Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah
B3.
10 Ali MF, Basam A, James S. Handbook of Industrial Chemistry. USA: Mc Graw-Hill
Companies; 2005.

27