Anda di halaman 1dari 2

Pertanyaan dan jawaban (kista endometriosis).

1. Teknik pembedahan yang dilakukan pada kista endometriosis?


pembedahan di tujukan untuk ablasi atau eksisi sekitar 1,5-2 cm bagian ligamentum
sakrouterina di insersi serviks.
memposisikan uterus anteversi menggunakan manipulator uterus
mengidentifikasi ligamentum uterosakral yang kemudian salah satu atau keduanya
dipotong dekat dengan insersinya di serviks.
Sebagian kecil ligamen diambil untuk pemeriksaan histologi patologi anatiomi
dan konfirmasi adanya serabut saraf didalamnya.
Di harapkan terputusnya serabut saraf pada ligamentum uterosekal sehingga nyeri akan
berkurang atau hilang
2. Bagaimana dan jelaskan pemeriksaan fisik pada endometriosis?
melakukan inspeksi pada vagina menggunakan spekulum, yang dilanjutkan dengan
pemeriksaan bimanual dan palpasi rektovagina.
Pemeriksaan bimanual dapat menilai ukuran, posisi dan mobilitas dari uterus.
Pemeriksaan rektovagina diperlukan untuk mempalpasi ligamentum uterosekal
dan septum rektovagina untuk mencari ada atau tidaknya nodul endometriosis.
Pemeriksaan saat haid dapat meningkatkan peluang mendeteksi nodul
endometriosis dan juga menilai nyeri
3. Pemeriksaan laboratorium apa yang dapat kita gunakan pada kista endometriosis?
Ca-125 merupakan antigen permukaan sel yang diekspresikan oleh sel turunan epitel
coelomik (termasuk endometrium) yang ditetapkan sebagai penanda untuk memantau
kondisi para wanita penderita kanker ovarium.
Secara umum, sensitivitas uji CA-125 terlalu rendah sebagai uji seleksi yang efektif
bagi diagnosis endometriosis
4. Apakah kista endometrisis dapat menyebabkan infertilitas?
Endometriosis memiliki hubungan dengan terjadinya infertilitas salah satunya
dissebabkan oleh adhesi yang mendistorsi anatomi panggul dan menyebabkan gangguan
pelepasan ovum dan penangkapan ovum oleh fimbrae.
5. Pada terapi medikamentosa, disebutkan danazol, danazol itu apa efeknya terhadap kista
endometriosis?
Danazol dapat menginduksi amenorea melalui supresi terhadap Hipotalamus Pituitari
Ovarium (HPO), inhibisi steroidogenesis ovarium dan mencegah proliferasi endometrium
dengan mengikat reseptor androgen dan progesteron pada endometrium dan implan
endometriosis. Sintetik androgen ini juga dapat menurunkan produksi High Density
Lipoprotein (HDL), produksi Steroid Hormone Binding Globulin (SHBG) di hepar, serta
dapat menggatikan posisi testosteron di SHBG, sehingga menyebabkan peningkatan
konsentrasi testosteron bebas, atrofi endometrium dan implan endometriosis dikarenakan
kadar estrogen yang rendah dan androgen yang tinggi.

6. Apa pemriksaan gold standar pada kasus endometriosis?


Laparoskopi merupakan gold standard untuk menegakkan diagnosis endometriosis yaitu
dengan cara melihat langsung ke dalam rongga abdomen yang terdapat lesi ektopik
endometrium. Pada laparoskopi akan terlihat makrofag hemosiderin laden atau epitel
endometrium ektopik dan struma
7. Mengapa bisa terjadi nyeri pelvis pada kista endometriosis?
Produksi dari pertumbuhan substansi sitokin dimana dapat mengaktifkan
makrofag yang dapat mengiritasi dinding pelvis.
Efek langsung maupun tidak langsung dari penempelan jaringan peluruhan
endometrium pada diding pelvis.
Iritasi dari dinding pelvis oleh karena penempelan jaringan endometrium yang
luruh pada dinding pelvis
8. Pada pasien ini tindakan pembedahan apa yang dilakukan dan apa alasannya?
Tindakan SOD + Adhesiolisis ini sudah tepat, dikarenakan massa kista yang
sudah membesar lebih dari 8 cm, dan adanya perlengketan dengan organ
sekitarnya. Tidak dilakukan tindakan BSO dikarenakan ovarium yang satu lagi
masih normal serta dipertimbangkan dari riwayat obstetri pasien.
Salpingo-ooforektomi adalah pemotongan tuba fallopi (salpingectomy) dan ovarium
(ooforektomi). Sebuah unilateral salpingo-ooforektomi tepat untuk pasien yang
ovariumnya tidak dapat dipertahankan, termasuk kasus kehamilan ektopik terganggu
yang mengalami ruptur yang mengalami hemodinamik tidak stabil, torsi adneksa di mana
ovarium dan tuba yang mengalami nekrotik, sebuah abses tuba ovarium yang tidak
mengalami perbaikan antibiotik
9. Bagaimana cara menangani atau mengurangi rasa sakit pada kista endometriosis?
Nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) merupakan first line terapi untuk
meredakan dismenore. Sperti memebrikan ibu profen, asam mefenamat.
10. Mengapa pada kista endometriosis bisa menyebabkan nyeri pelvis, disminorea,
dispareunia, dischezia?
Di karenakan terjanya penempelan jaringan endometrium pada ligamen uterosekal, itu
kadang bisa menginfasi rektum sehingga menyebabkan terjadinya dischezia. Penempelan
tersebut dapat menyebabkan inflamasi pada daerah tersebut dan dapat menekan saraf
pada dinding pelvis sehingga dapar menyebabkan disminorea dan dispareunia.