Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

Ovarium melekat pada ligamentum latum melalui mesovarium.Ligamentum uteroovarika memanjang dari bagian lateral dan posterior uterus, tepat di bawah insersi tuba, ke uterus
atau kutub bawah ovarium.Ovarium ditutupi oleh peritoneum dan terdiri dari otot serta jaringan
ikat yang merupakan sambungan dari uterus.Ligamentum infundibulopelvikum atau ligamentum
suspensorium ovarii memanjang dari bagian atas kutub tuba ke dinding pelvis yang dilewati
pembuluh ovarika dan saraf. (Wiknjosastro et al, 2009).
Kista ovarium merupakan perbesaran sederhana ovarium normal, folikel de graff atau
korpus luteum atau kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan dari epithelium ovarium
(Dorland,2002).
Kista ovarium merupakan suatu tumor, baik kecil maupun yang besar, kistik atau padat,
jinak atau ganas yang berada di ovarium.Dalam kehamilan, tumor ovarium yang dijumpai paling
sering ialah kista dermoid, kista coklat atau kista lutein.Tumor ovarium yang cukup besar dapat
menyebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat menghalang halangi masuknya
kepala ke dalam panggul (Wiknjosastro et al, 2009).
Kistoma ovari adalah kista yang permukaannya rata dan halus, biasanya bertangkai,
bilateral dan dapat menjadi besar.Dinding kista tipis berisi cairan serosa dan berwarna kuning.
Pengumpulan cairan tersebut terjadi pada indung telur atau ovarium (Mansjoer, 2000)
Jadi, dapat disimpulkan kista ovarium adalah kantong abnormal yang berisi cairan atau
neoplasma yang timbul di ovarium yang bersifat jinak juga dapat menyebabkan keganasan. Pada
kasus ini pasien didiagnosis kista ovarium, dalam presentasi ini akan dibahas mengenai kista
ovarium dan pembahasan mengenai kondisi pasien dan penatalaksanaan pada pasien ini.