Anda di halaman 1dari 7

HANYA DIBERIKAN MULAI PEKAN KE-7

PEMBAHASAN

KIMIA

PROBLEM
SET
1.

Stoikiometri:Konsep Mol

4.

mol Mg+2 = 1 x 0,01 = 0,01 mol

MgCl2
0,01 mol

mol Cl- = 2 x 0,01 = 0,02 mol

Jumlah ion Cl- = mol x bil. avogadro = 0,02 x 6,02 x 1023


= 1,204 x 1022
Jawaban B

2.

SUPERINTENSIF SBMPTN 2015


Stoikiometri: Reaksi Berlanjut

Reaksi substitusi 60 g C2H6 (2 mol) dengan Br2 menghasilkan dua


senyawa yang berbeda yaitu 282 g C2H4Br2 (1,5 mol) dan X g
C2H2Br4.
Reaksi yang terjadi:
C2H6 + 2Br2

1,5 mol

C2H6 +

22,0 g

22,4 g

0,2 mol

22,4/56 = 0,4 mol

Mr X2O3 = massa/ mol = 22/ 0,2


= 110
2.Ar X + 3.Ar O = 110
Ar X = (110 - 3.Ar O)/2 = (110 48)/ 2 = 31
Jawaban D

3.

Stoikiometri: Rumus Kimia

Asumsi massa senyawa (RE: XeaOb) adalah 100 gram.


Rumus Empiris (RE): perb. mol unsur = perb. bil bulat sederhana
a

b = mol Xe :

mol O

= 0,51
:
= 1
:
RE senyawa tsb adalah XeO4
Jawaban D

2,05
4

2 HBr

1,5 mol

3 mol

C2H2Br4

2 mol

4HBr

0,5 mol

2 mol

Massa C2H2Br4 yang dihasilkan = mol x Mr = 0,5 x 346 = 173 g


Jawaban C

5.

Sistem Atom: Konfigurasi Elektron

Elektron valensi suatu unsur dapat dilihat dari golongannya.


18A : [ 10Ne] 3s2 3p6 (gol. VIII B, per. 3), elektron valensi : 8
24B : [18 Ar] 4s1 3d5 (gol. VI B, per. 4), elektron valensi : 6
25C : [18 Ar] 4s2 3d5 (gol. VII B, per. 4), elektron valensi : 7
35D : [18 Ar] 4s2 3d10 4p5 (gol. VII A, per. 4), elektron valensi : 7
37E : [36 Kr] 5s1 (gol. I A, per. 5), elektron valensi : 1
Unsur A memiliki elektron valensi terbesar (8).
Jawaban A

6.

4Br2

0,5 mol

X2O3 + 2CaO

44,4 g

C2H4Br2

(2,0 1,5) mol

Stoikiometri: Hitungan Kimia

Reaksi setara:

Ca2X2O5

3 mol

Struktur Atom: Konfigurasi Elektron

22Ti

: [18Ar] 4s2 3d2

23Ti

: [18Ar] 4s2 3d3

24Cr

:[18Ar] 4s1 3d5

25Mn:[18Ar]

4s2 3d5

26Fe: [18Ar]

4s2 3d6

Unsur Cr memiliki 6 elektron yang tidak berpasangan.


Jawaban C

PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, KIMIA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015 NURUL FIKRI

39

7.

Sistem Periodik: Golongan dan Jumlah Elektron Ion

Unsur M golongan VIB, periode 4 => 24M: [18Ar] 4s1 3d5


24M+6

memiliki elektron sebanyak 18, jumlah elektronnya sama


(isoelektronik) dengan unsur 18Ar.
Jawaban C

8.

Sistem Periodik: Penentuan Golongan dan Periode

Golongan VIA (utama) atau 16, periode 4


Nama lain VIA adalah khalkogen
Jawaban A

Ikatan Kimia: Kepolaran

Adanya perbedaan keelektronegatifan antar atom yang berikatan


menyebabkan terjadinya pergeseran kerapatan elektron (polarisasi)
yang arahnya ditandai dg . Ukuran kepolaran ikatan antar atom
dapat dinyatakan dengan momen dipol ().

Br

resultan

> 0 Cl

Cl

Cl

resultan > 0

Cl

Si

11.

Termokimia: Nilai Kalor Bahan Bakar

Hr = Ho . n

Cl

Mr
2
16
44
58
72

Hr 1 gram (kJ)
-284/2 = -142
-803/16 = - 50,18
-2201/44 = -15,28
-2868/58 = - 29,45
-3515/72 = - 48,82

Pembakaran 1 gram H2 menghasilkan kalor yang paling besar.


Jawaban A

12.

Termokimia: Konversi Energi

Cara 1
Nilai kalor yang terlibat antara kedua reaksi harus sama
Pada pers. termokimia, mol zat koefisien
Cl

resultan > 0 resultan = 0


Cl

Ho (kJ/ mol)
-284
-803
-2201
-2868
-3515

Diketahui: (1) 2B5H9 + 12 O2 5B2O3 + 9 H2O H = -1870 kJ


(2) C6H4O2 + H2 C6H4(OH)2
H = -170 kJ

Senyawa bersifat polar jika resultan momen dipol > 0


Senyawa bersifat nonpolar jika resultan momen dipol = 0
O

Jawaban E

Bahan Bakar
Hidrogen
Metana
Propana
Isobutana
Neopentana

X: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p4

9.

(3) Terdapat 3 PEB pada atom terikat F, oleh karena itu jumlah
PEB pada NF3 lebih banyak dibanding pada NF3.
(4) NF3 dan NH3 keduanya memilki bentuk segitiga piramidal.

20B5H9 + 120 O2

50B2O3 + 90H2O H = -18700 kJ


kalor yg dilepas =
kalor yg diterima

110 C6H4O2 + 110 H2 H = +18700 kJ

Pada senyawa dengan bentuk molekul simetris dan atom pusatnya


mengikat atom-atom sejenis yang lebih elektronegatif seperti pada
SiCl4, akan menyebabkan polarisasi saling meniadakan, sehingga
resultan momen dipolnya 0.
Jawaban A

Massa B5H9 yang diperlukan = mol x Mr = 20 x 64 = 1280 g

10.

Cara 2

Ikatan Kimia: Sifat Senyawa Kovalen

Arah resultan momen dipol (

N
H

mol B5H9 = (2 x 170 x 110)/ 1870 = 20

(1) NH3 memiliki ikatan antarmolekul (ik. hidrogen) yang lebih


kuat dibanding NF3 (gaya dipol), sehingga titik didih NH3
lebih besar daripada NF3.
(2) Arah momen dipol ikatan N-H berkonstribusi terhadap
kerapatan elektron pasangan elektron bebas atom pusat (N),
sedangkan arah momen dipol ikatan N-F mengurangi
kerapatan elektron pasangan elektron bebas atom pusat (N).
Hal ini menyebabkan pasangan elektron bebas pada NH3
lebih mudah didonorkan (sebagai basa lewis) dibanding NF3.
40

220/2
110 mol

) yang terjadi pada NH3 dan NF3

N
H

110 C6H4(OH)2

Massa B5H9 yang diperlukan = mol x Mr = 20 x 64 = 1280 g


Jawaban D

PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, FISIKA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015, NURUL FIKRI

13.

Laju Reaksi: Rumus Laju


SO2Cl2 SO2 + Cl2

r = k[SO2Cl2]

Laju reaksi akan semakin lambat selama reaksi berlangsung


karena konsentrasi zat yang bereaksi semakin berkurang.
Laju reaksi akan semakin cepat jika konsentrasi diperbesar
atau volume wadah diperkecil.
Konsentrasi produk (SO2 dan Cl2) akan bertambah dengan laju
sebesar r
Konsentrasi pereaksi (SO2Cl2) akan berkurang dengan laju
sebesar r
Orde reaksi =1, satuan laju reaksi adalah s-1

Dengan menganggap p adalah bilangan bulat positif, maka


nilai Qp > Kp (reaksi akan berlangsung ke arah kiri). Namun
reaksi pembentukan CCl4 tidak dapat terjadi tanpa adanya C.
Oleh karena itu harus ditambahkan serbuk karbon agar reaksi
tersebut terjadi.
Dalam reaksi kesetimbangan, arah reaksi ditentukan oleh
tekanan CCl4 dan Cl2.
Jawaban E

16.

m:
b :
s :

Jawaban C

14.

Kesetimbangan Kimia: Hitungan Kesetimbangan


SO2 (g) +

NO2 (g)

SO3 (g) + NO (g)

3 atm
x atm
(3-x )atm

3 atm
x atm
(3-x )atm

-x atm
x atm

-x atm
x atm

Laju Reaksi: Penentuan Rumus Laju


A + 2B C

Percobaan
1
2
3
4

[A]
0,01
0,02
0,03
0,04

[B]
0,1
0,4
0,3
0,2

v = k [A]x [B]y
Waktu (detik)
864
54
32
27

Menentukan orde suatu reaksi dengan cara membandingkan data


percobaan:

Percobaan (1) dan (2)


x

y
0,02
0,4
864
0,01
0,1 = 54
x
2 4y = 16
2(x + 2y) = 2 4
x + 2y = 4

Percobaan (1) dan (3)


0,03
0,01

0,3
0,1 =
x
3 3y =
3 (x + y) =
x+y =

864
32
27
3
3
4

eliminasi dan subtitusi

Kp =

=
2x

=
=
=1

x
Pada saat keadaaan setimbang, PNO2 = (3-1) = 2 atm
Jawaban C

17.

Larutan: Konsentrasi

Anggap: massa larutan 100 g


Lar. 20% berat C2H5OH

massa C2H5OH = 20 g
massa pelarut = 80 g

m=

= 5,4

Jawaban B

x= 2 dan y =1
Persamaan laju reaksi, v = k [A]2 [B]

18.

Jawaban D

Cara 1 (reaksi ditulis)

15.

Kesetimbangan Kimia: Hitungan Kesetimbangan


CCl4 (g)

p atm

C (s) + 2Cl2 (g) KP = 0,76

2p atm

Jika dalam wadah tertutup tersebut hanya ada gas CCl4 dan
Cl2 ( PCCl4 = 2PCl2), maka dalam wadah tersebut tidak terjadi
reaksi, dan tekanan Cl2 dan CCl4 tidak akan berubah. Pada
kondisi ini dianggap seperti dalam kondisi setimbang.

Larutan: Buffer

CH3COOH + NaOH

m:
b :
s :

7 mmol
5 mmol
2 mmol

CH3COONa + H2O

5 mmol
5 mmol
--

-5 mmol
5 mmol

-5 mmol
5 mmol

Penyangga bersifat asam (terdapat asam lemah dan garamnya)

pH = 6 log 4

PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, KIMIA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015 NURUL FIKRI

41

Cara 2 (reaksi tidak ditulis)


Buffer asam:

Setarakan unsur yang mengalami disproporsionasi

mmol asam lemah > (mmol basa kuat x valensi)

3Cl2 + OH-

ClO3- + 5Cl-

Setarakan muatan
dg menambahkan
OH--

3Cl2 + 6OH

Setarakan unsur H dg menambahkan H2O

3Cl2 + 6OH-

pH = 6 log 4
Jawaban E

19.

ClO3- + 5Cl- + 3H2O

Perbandingan koefisien Cl2 : OH - = 3 : 6 = 1 : 2


Jawaban A

Larutan: Hidrolisis Garam

Garam C6H5CONa yang dilarutkan dalam larutan pH =11 ( [OH-]= 10 -3


) akan mengalami hidrolisis parsial.
C6H5CO- (aq) + H2O(l) C6H5COH(aq) + OH-(aq)

m :
b :
s :

ClO3 + 5Cl

-2

3,9 10 M

--

10 M

aM
(3,9 10 -2 a) M

aM
aM

aM
(10 a) M

-3

21.

Redoks: Stoikiometri Redoks

0,05 mol 0,1 mol


Ptn+ + NO3- + HCl
+n

0,05 mol
PtCl 6-2 + NO2
+4

+5

-3

+4

oksidasi
reduksi

Karena nilai a sangat kecil, maka dalam keadaan setimbang:


[C6H5CO-] = 3,9 10 -2 M
[C6H5COH] = a M
[OH-] = 10 -3 M

mol oksidasi x PBO = mol reduksi x PBO

Jawaban D

mol Pt+n x PBO = mol NO3- x PBO


0,05 x (4 - n) = 0,1 x (5 - 4)
4 - n = 0,1 / 0,05
4-n =2
n=2

a = 3. 10-3
Konsentrasi C6H5COH dalam larutan = 3. 10-3 M
Jawaban D

20.

Redoks: Penyetaraan Reaksi

22.

Elektrokimia: Sel Volta

Eo lebih besar => Reduksi di Katoda


Eo lebih kecil => Oksidasi di Anoda

Potensial reduksi standar


Cu+ (aq) + e- Cu
Sn+4 (aq) +2e- Sn+2
Cr+3 (aq) + e- Cr+2

Penyetaraan dengan cara PBO:

Tentukan unsur yang biloksnya berubah

Cl2 + OH -

ClO3- + Cl-

+5

-1

Hitung perubahan biloksnya, lalu setarakan

Cl2 + OH -

ClO3- +
+5

(+5)

5Cl-1

Eo
+0,52V
+0,15V
-0,41V

Eosel paling besar = Eo paling besar Eo paling kecil


= 0, 52 (-0,41) = +0,93V
Maka Cu+ akan tereduksi dan Cr+2 akan teroksidasi, reaksinya:
Cu+ + Cr+2 Cu + Cr+3
Jawaban B

23.

Elektrokimia: Elektrolisis

(-1) x 5

Jawaban E
42

PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, FISIKA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015, NURUL FIKRI

24.

Kimia Unsur: Laju Efusii Gas

27.

Kimia Organik: Sifat Alkohol

Efusi adalah proses keluarnya partikel-partikel gas melewati lubang


kecil ke dalam vakum. Laju efusi gas (r) dipengaruhi oleh suhu (T) dan
massa molarnya (Mr), r =

Oleh karena itu, laju efusi gas helium lebih besar dibanding gas
nitrogen.
Jawaban D

Larutan: Reaksi Pengendapan

CaCl2 ,CaSO4 , dan (NH4)2CO3 termasuk garam yang larut dalam air.
Jawaban E

Kimia Organik: Tatanama


H3C

H2C

OH

H2C

OH

CH3

etilen glikol

C
H
H
C

C
H
H
C

C
H
H
C

C
H
H
C

Cl

3H C
3

H
H

Cl
H

Cl
H

4 HC

Cl

2H3C

CH CH2 CH3

Cl

5 HC

H
C

Cl

H H CHH3 Cl Cl H H

Cl

Cl

6 HC

CH3 H

Cl

7 HC

Cl

Cl

H H CHCH
3 CH
3 H3 H H

8 HC

CH3 CH3 H

Cl

Cl

CH3 CH3 H

Jumlah isomer dari C5H11Cl sebanyak 8

isopropil sekunder butil eter


(nama trivial)

CH O
H3C

OH

NH4Cl (aq) + H2CO3 (aq) (NH4)2CO3 (aq) + 2HCl(aq)


Ca(NO3)2 (aq) + 2HCl (aq ) CaCl2 (aq) + 2HNO3 (aq)
Ca(NO3)2 (aq) + H2SO4 CaSO4(aq) + 2HNO3 (aq)

H3C

H2C

Kimia Organik: Isomer Struktur

1H3C

Ion
dihasilkan dari ionisasi asam lemah H2CO3 tidak cukup
untuk menghasilkan endapan CaCO3 pada kondisi encer.

H3C

OH

Gliserol memiliki viskositas (kekentalan) dan titik didih yang lebih besar
dibanding etilen glikol. Hal ini disebabkan pada molekul gliserol
terdapat ikatan jumlah ikatan (O-H) yang lebih banyak dibanding etilen
glikol, sehingga gliserol memiliki ikatan hidrogen antarmolekul yang
lebih kuat.
Jawaban E

CO3-2 yang

CH O

HC

gliserol

28.

Reaksi pada kondisi encer:


CaCl2 (aq) + H2CO3 (aq) CaCO3 (aq) + 2HCl (aq)

26.

OH

Menurut hukum efusi graham: pada suhu yang sama, laju efusi dua
gas berbanding terbalik dengan akar kuadrat massa molarnya.

25.

H2C

29.

CH

CH2 CH3

1CH

Jawaban D

Kimia Organik: Polimer

CH2

2-isopropoksibutana
(nama IUPAC)

CH3

H3C
C

CH2

Cl

C
Cl

CH3
CH2

C
CH3

CH3
CH2

Cl

Polimer diatas merupakan homopolimer, susunan berulangnya berasal


monomer sebagai berikut.

Jawaban B

H3C
H2C
Jawaban C

PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, KIMIA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015 NURUL FIKRI

C
Cl

43

30.

Biokimia: Uji Gula Pereduksi

Karbohidrat yang mengandung gugus fungsi aldehid (glukosa,


galaktosa, maltosa, arabinosa, dan maltosa) dan fruktosa
(bertautomeri menjadi glukosa) dapat bereaksi dengan Fehling dan
Tollens.
Sedangkan karbohidrat yang tidak lagi mengandung gugus fungsi
aldehid (sukrosa dan polisakarida) tidak bereaksi dengan Fehling
maupun Tollens.
Jawaban D

31.

(4) Dalam penggunaannya, ZA


efektif.

harus dicampur urea agar

Jawaban E

35.

Elektrokimia: Antar Ruang Lingkup

Mencari jumlah mol X yang mengendap pada sel elektrolisis.


Cara 1

Katoda : X+2 + 2e

0,08 mol

Kimia Inti: Laju Peluruhan

0,04 mol

4H+ + O2 +

Anoda : 2H2O

4e

1,2 / 60 0,08 mol


0,02 mol

Radioisotop X yang memiliki waktu paruh (t1/2) 1 minggu setelah


disimpan selama 1 bulan (4 minggu) akan tersisa sebanyak Nt.
Cara 2

mol logam x biloks = mol O2 x 4


mol X . 2 = (1,2/60) . 4
mol X = 0,08/2
= 0,04

Jumlah isotop yang meluruh = No Nt = (100 6,25) %


= 93, 75 % 93,8 %.
Jawaban E

32.

Koloid: Sifat Koloid

Adsorpsi suatu zat absorben yang lebih halus akan lebih baik
hasilnya. Hal ini dikarenakan luas permukaan sentuhnya
semakin besar.
Zat yang menurunan tegangan permukaan suatu zat cair
(surfaktan) akan lebih banyak pada lapisan permukaan antar
fasa.
Jawaban B

33.

Kimia Lingkungan: Sampah Plastik

Sukar diuraikan oleh mikroorganisme


Bila dibakar menimbulkan pencemaran udara
Mengganggu penyerapan air dan merusak pemandangan
Jawaban C

(1) Pupuk ZA, (NH4)2SO4 ,merupakan garam yang dapat


terhidrolisis parsial dan bersifat asam.
=

(3)

44

= 21,2
=

pH = 5 log

Jika X mempunyai 30 neutron, maka Z = A - n = 56 - 30 = 26.

: [18Ar] 4s2 3d6 ( golongan VIIIB, periode 4).


Jawaban D
ZAT PENGGANTI DARAH

1.

Stoikiometri: Konsep Mol

Jumlah molekul C10F18 =


=
Jawaban C

2.

Koloid: Emulsi

Bahan Fluosol-DA adalah campuran 14% perfluorodekalin dan 6%


perfluorotripoliamina yang membentuk emulsi (koloid) dalam air.

Antar Ruang Lingkup

(2) % N =

= 56

Massa C10F18 dalam Fluosol-DA = 14% x x V


= 14% x 1,05 x 400 = 58,8 g

Penggunaan bahan sintetik untuk mengganti bahan alami telah


menimbulkan masalah bagi lingkungan, diantaranya :

34.

Ar X =

Perfluorodekalin dan perfluorotripoliamina dijadikan emulsi karena


keduanya memiliki sifat kepolaran yang berbeda, tidak saling
melarutkan. (C10F18) merupakan cairan nonpolar yang dapat
melarutkan oksigen dengan baik sedangkan perfluorotripoliamina
(C3F7)3N adalah cairan yang bersifat polar yang dapat larut dalam air.
Jawaban C

.10 -5

= 5 - 0,15 = 4,85
PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, FISIKA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015, NURUL FIKRI

KEPERIODIKAN SIFAT UNSUR GOLONGAN14-17

3.

Ikatan Kimia: Ikatan Molekuler

Fluosol-DA mempunyai fungsi yang sama dengan sel darah merah,


yaitu untuk membawa gas oksigen ke jaringan tubuh dan
karbondioksida dari jaringan tubuh dalam proses respirasi. Ikatan
yang terjadi antara gas oksigen dalam fluosol-DA adalah ikatan
vanderwaals.

5.

Ikatan Kimia: Menghitung Jumlah Elektron

Ingat: 7N ; 1H ; 8O ; dan 9F
Senyawa hidrida pada yang memiliki ikatan hidrogen adalah NH3, H2O
dan HF. Ketiga senyawa hidrida tersebut memiliki 10 elektron dalam
tiap molekulnya.
Jawaban B

Jawaban E

6.

4.

Menurut kaidah oktet, senyawa hidrida pada golongan 14, 15, 16 dan
17 berturut-turut dapat mengikat atom H sebanyak 4, 3, 2 dan 1.
Jawaban D

Kimia Unsur: Sifat Metana

CH4 merupakan senyawa hidrida golongan 14/ IVA yang mempunyai


titik didih terendah.

Struktur CH4 : C (atom pusat) mengikat empat atom H.


Tiap molekul CH4 terdapat 10 elektron (6 dari C, 4 dari 4 H).
CH4 memiliki bentuk molekul tetrahedral dan bersifat nonpolar.
Jawaban E

7.

Ikatan Kimia: Rumus Senyawa Kovalen

Kimia Unsur: Titik Didih Asam Halida

Urutan titik didih hidrida golongan 17 : HF > HI > HBr > HCl.
Asam iodida (HI) memiliki titik didih lebih tinggi daripada asam klorida
(HCl) dan asam bromida (HBr). Hal ini dikarenakan massa molar dari
HI lebih besar dibanding HBr dan HCl.
Walaupun HF massa molarnya terkecil tapi titik didihnya justru yang
terbesar. Hal ini karena dalam senyawa HF terdapat ikatan hidrogen.
Unsur- unsur segolongan, dari atas ke bawah, mempunyai jari-jari dan
massa molar yang semakin besar.
Jawaban D

PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, KIMIA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015 NURUL FIKRI

45