Anda di halaman 1dari 2

Gangguan Telinga Luar

Otalgia
Otalgia adalah rasa nyeri pada telinga. Karena telinga dipersarafi oleh saraf yang kaya
(nervus kranialis V, VII, IX, dan X selain cabang saraf servikalis kedua dan ketiga), maka
kulit di tempat ini menjadi sangat sensitif.
Otalgia adalah gejala yang dapat timbul dari iritasi lokal karena banyak kondisi dan dapat
juga disebabkan oleh nyeri pindahan dari laring dan faring. Banyak keluhan nyeri telinga
sebenarnya akibat nyeri di dekat ser ndi temporomandibularis. Diperkirakan bahwa lebih c
50% pasien yang mengeluh otalgia tidak ditemukan pnyakit telinganya.
Impaksi Serumen
Secara normal serumen dapat tertimbun dalam ka eksternus dan dalam jumlah dan warna
yang bervaria Meskipun biasanya tidak perlu dikeluarkan, kadang kadang dapat mengalami
infaeksi, menyebabkan rasa penuh dalam telinga, dan/atau kehilangan perdengaran.
Penumpukan serumen terutama bermakna populasi geriatrik sebagai penyebab defisit
pendengar Usaha membersihkan kanalis auditorius dengan bata korek api, jepit rambut, atau
alat lain bisa berbahay karena trauma terhadap kulit dapat mengakibatkan infek atau
kerusakan gendang telinga.
Penatalaksanaan.
Serumen dapat diambil denga irigasi, pengisapan, atau instrumentasi. Kecuali bila riwayat
perforasi membrana timpani atau terdapat inflamasi telinga luar (otitis eksterna), irigasi
lembut kan prosedur yang dapat diterima untuk mengambil serumen.
Teknik ini efektif bila serumen tidak terlalu melekat dalam kanalis auditorius eksteni
Pengambilan serumen yang berhasil dengan irigasi ha bisa dicapai bila aliran air dapat
mencapai bela serumen yang menyumbat agar dapat mendorongnya lateral dan ke luar dari
kanalis. Meskipun irrigator pic air biasanya aman, namun instrumen ini berhubungan den
perforasi membrana timpani dan bahkan cedera otologik yang lebih serius. Maka harus
digunakan tekanan serdah mungkin yang digunakan untuk mencegah trail mekanik.
Bila sebelumnya sudah terdapat perforasi membran timpani di belakang impaksi serumen, air
dapat mema ruang telinga tengah. Masuknya air dingin ke da telinga tengah dapat
mengakibatkan vertigo akut dengan cara menginduksi arus konveksi termal dalam kanalis
semi sirkularis. Memasukkan air ke dalam rongga teli tengah dapat juga meningkatkan risiko
infeksi. Irigasi kanalis juga terbukti mengakibatkan otitis eksterna: na (osteomielitis tulang
temporal) pada manula pende diabetes. Bila harus melakukan irigasi aural pada penderita
diabetes, harus digunakan larutan steril. Bila irigasi ti berhasil sempurna atau bila impaksi
serumen tidak purna, maka dapat dilakukan pengangkatan secara mekanis, dengan pandangan
langsung pada pasien yang koope-ratif oleh tenaga profesional yang terlatih.
Serumen juga dapat dilunakkan dengan meneteskan beberapa tetes gliserin hangat, minyak
mineral, atau hidrogen peroksida perbandingan setengah selama 30 menit sebelum
pengangkatan. Bahan seruminolitik, seper-ti peroksida dalam gliseril (Debrox) atau
Cerumenex juga tersedia; namun, senyawa ini dapat menyebabkan reaksi alergi dalam bentuk
dermatitis. Pemakaian larutan ini dua sampai tiga kali sehari selama beberapa hari biasanya
sudah mencukupi untuk memudahkan pengangkatan im-paksi. Bila impaksi serumen tak
dapat dilepaskan dengan cara ini, dapat diangkat oleh petugas perawatan kesehatan dengan
instrumen khusus seperti kuret serumen dan pengisap aural yang menggunakan mikroskop
binokuler untuk pembesaran.Benda Asing

Otitis Eksterna
Infeksi, utamanya bakteri atau jamur, merupakan masalah yang paling sering pada telinga.
Kebanyakan penyebab otitis eksterna (infeksi telinga luar) termasuk air dalam kanalis
auditorius eksternus (telinga perenang), trauma kulit kanalis memungkinkan masuknya
organisme ke jaringan, dan kondisi sistemik seperti defisiensi vitamin dan kelainan endokrin.
Kanalis telinga normal steril pada beberapa orang; sedang lainnya mengandung Staphylococcus albus dan/atau organisme lain seperti difteroid. Patogen otitis eksterna yang paling
sering adalah Staphy-lococcus aureus dan spesies Pseudomonas. Jamur yang paling sering
dapat terisolasi dari telinga normal maupun yang terinfeksi adalah Aspergillus. Otitis eksterna
sering disebabkan oleh dermatosis seperti psoriasis, ekzema, atau dermatitis sebore. Bahkan
reaksi alergi terhadap semprot rambut, cat rambut, dan losion pengeriting rambut permanen
dapat mengakibatkan dermatitis, yang akan hilang bila bahan penyebabnya dihilangkan.
Manifestasi Klinis.
Pasien biasanya datang dengan nyeri, cairan dari kanalis auditorius eksternus, nyeri tekan
aural (biasanya tak terdapat pada infeksi telinga tengah), dan kadang demam, selulitis, dan
limfadenopati. Keluhan lain dapat meliputi pruritus dan kehilangan pendengaran atau
perasaan penuh. Pada pemeriksaan otoskopis kanalis telinga nampak eritema dan edema.
Cairan berwarna taming atau hijau dan berbau busuk. Pada infeksi jamur bahkan dapat
terlihat spora hitam seperti rambut.
Penatalaksanaan. Prinsip terapi ditujukan untuk menghilangkan ketldaknyamanan,
mengurangi pembeng-kakan kanalis telinga, dan mengeradikasi infeksi. Tak jarang pasien
mendapat resep analgetik selama 48 sampai 92 jam pertama. Bila jaringan di kanalis
eksternus meng-alami edema, perlu dipasang sumbu untuk menjaga kanalis tetap terbuka
sehingga cairan obat (mis. larutan Burow, sediaan antibiotika telinga) dapat dimasukkan).
Obat tersebut dapat diberikan dengan penetes dengan suhu ruangan. Obat yang dipakai
biasanya kombinasi antibiotika dan kortikosteroid untuk melemaskan jaringan yang
terinflamasi. Jika terdapat selulitis atau demam, maka perlu diberikan antibiotika sistemik.
Bahan anti-jamur dapat diberikan bila perlu.
Pasien diingatkan untuk tidak membersihkan sendiri kanalis auditorius eksternus
menggunakan lidi kapas. Pasien juga dilarang untuk berenang atau memasukkan air ke dalam
telinga ketika mencuci rambut atau mandi. Wool kambing atau kapas dapat diolesi jel yang
tak larut air (seperti vaselin) dan diletakkan di telinga untuk mencegah kontaminasi air.
Pasien dapat mencegah infeksi dengan menggunakan preparat antiseptik telinga sehabis