Anda di halaman 1dari 67

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mineral adalah bahan organik yang dibutuhkan tubuh untuk proses kehidupan baik
dalam bentuk ion atau elemen bebas. Mineral diperoleh dari makanan (tubuh tidak dapat
memproduksi).
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan dalam tubuh di bagi dalam 2 elemen,
makroelemen dan mikroelemen.
Makro : sodium,potasium,klorida,magnesium,fosfor dan kalsium
Mikro : besi,tembaga,zinc,yod dan fluoride
Mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang
khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang dapat menjelma
dalam bentuk geometris tertentu. Istilah mineral dapat mempunyai bermacam-macam makna;
sukar untuk mendefinisikan mineral dan oleh karena itu kebanyakan orang mengatakan, bahwa
mineral ialah satu frase yang terdapat dalam alam. Sebagaimana kita ketahui ada mineral yang
berbentuk:
Lempeng
Tiang
Limas
Kubus
Batu permata kalau ditelaah adalah merupakan campuran dari unsur-unsur mineral.
Setiap mineral yang dapat membesar tanpa gangguan akan memperkembangkan bentuk
kristalnya yang khas, yaitu suatu wajah lahiriah yang dihasilkan struktur kristalen (bentuk
kristal). Ada mineral dalam keadaan Amorf, yang artinya tak mempunyai bangunan dan susunan
kristal sendiri.

1.2 Tujuan
Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengertian vitamin dan mineral
Tujuan Khusus.
untuk mengetahui fugsi mineral
untuk mengetahui fugsi mineral sebagai kofaktor
untuk mengetahui beberapa macam mineral
1.3 Rumusan Masalah
Menjelaskan fugsi mineral?
Menjelaskan fugsi mineral sebagai kofaktor?
Menjelaskan beberapa macam mineral?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian mineral


Mineral adalah unsur pelengkap yang membantu pertumbuhan dan perkembangan
bayi dan balita. Jenis-jenis mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan otak adalah sodium,
potasium, kalsium, besi, seng, iodium, dan klorida yang berperan dalam pembentukan
neurotransmitter. Mineral lain yaitu zat besi (Fe) berfungsi untuk pembentukan myelin (selaput
lemak pelindung saraf). Zat besi juga berguna untuk kecepatan penghantaran saraf, pemrosesan
informasi dan kecerdasan.
-

2.2 Fungsi mineral


Sebagai katalist berbagai reaksi biokimiawi dalam tubuh
Transmisi sinyal / pesan pada sel saraf
Produksi hormone
Pencernaan dan penggunaan makanan
Bagian dari organ vital seperti tulang,darah,gigi dll
2.3 Mineral sebagai kofaktor
Banyak enzim yang mengandung ion metal = metaloenzim. Ion berfungsi mirip
dengan koenzim. Fungsi metal tersebut dalam enzim tersebut sangat bervariasi. Bisa sebagai
katalis : Zn. Kadang untuk meningkatkan efisiensi enzim = ATP-Mg.

2.4 macam-macam mineral


Magnesium (Mg), merupakan kation bivalent = cenderung berfungsi sebagai
chelator. Lebih banyak ditemukan di intraseluler sel dari pada di serum darah. Mineral
penting,selain ca dan fosfor. Di intraseluler sel sering ditemukan berikatan dengan ATP =
berperan sebagai kofaktor. ATp yang berikatan dengan Mg = merupakan substrat yang lebih
efektif bagi enzim-enzim yang membutuhkan ATP. Berfungsi pula menghambat kalsium di
sinapsis sel saraf = mencegah ekskresi neurotransmitter terutama adrenalin,non adrenalin.
Manfaat Utama:
pembentukan tulang & gigi
fungsi saraf & otot
pengaktivan enzim

Kalsium (Ca), merupakan mineral yang sulit diperoleh dari makanan kita sehari-hari.
Berfungsi :
Kontraksi otot
Secondary messenger
Pembentukan tulang dan otot
Koagulasi darah
Pemecahan glikogen dan activator siklus kreb
Untuk melakukan kontraksi otot membutuhkan ATP ( dalam myofibril), tapi yang menstimulasi
terjadinya kontraksi = Ca

Defisiensi kalsium akan menyebabkan:


Pembentukan tulang dan gigi tidak sempurna
Bila terjadi luka, pembentukandarah lambat

Sering timbul pada kekejangan


Pada orang lanjut usia kadang ditemukan osteoporosis
Manfaat Utama:
pembentukan tulang & gigi
pembekuan darah
fungsi saraf & otot
irama jantung normal
Potasium (K)
Merupakakn mineral esensial dan banyak dikenal sebagai elektrolit. Fungsi tubuh
normal = tergantung konsentrasi K di dalam dan di luar sel.
Berfungsi sebagai :
Menjaga potensial membran sel
Kofaktor enzim
Menjaga potensial membrane
Sebagai kofaktor enzim
contoh : pyrupat kinase ( metabolism karbohidrat )
Besi (Fe)
fungsi utama : bergabung dengan protein dan tembaga. Penting untuk pembentukan
myoglobin. Penting untuk penderita thyroidsm.
Defisiensi besi:
Kekurangan zat besi menimbulkan penyakit anemia gizi besi (AGB). Anemia adalah
suatu keadaan dimana kadar hb dalam darah kurang dari kadar normal. Gejala anemia : muka
pucat dan denyut jantung cepat.Penyebab terjadinya AGB: makanan yang dikonsumsi kurang
mengandung zat besi, adanya gangguan penyerapan gizi misalnya system pencernaan dan
perdarahan akibat luka.
Kelebihan zat besi
Kelebiahan Fe akan ditimbun dalam jaringan tubuh dan menyebabkan keracunan
yang di sebut hemosiderosis atau hemokromatis. AKG yang di anjurkan untuk orang dewasa,
Laki-laki :13 mg/hari, Perempuan: 14-26 mg/hari, Bumil: +20 mg/hari.
Kecukupan besi untuk wanita lebih besar dari pada pria karena wanita mengalami
kehilangan darah setiap bulan melalui menstruasi.
Manfaat Utama zat besi:
pembentukan enzim, yg berfungsi mengubah berbagai reaksi kimia dlm tubuh
pembentukan komponen utama dari sel darah merah & sel-sel otot
Zinc
Element esensial dalam makanan baik(tumbuhan, hewan, dan manusia). Dibutuhkan
untuk pembentukan substansi genetik dalam sel dan untuk reproduksi biologis. Diperlukan dalam
sintesis DNA dan RNA. Kekurangan Zn: tidak spesifik enzim karena banyaknya enzim yang
membutuhkan Zn.
Manfaat zinc
dibutuhkan oleh semua reaksi di otak; membantu produksi zat-zat kimia penting dan protein di
dalam otak; berperan membentuk energi dari glukosa dan protein. Akibat defisiensi: kelesuan,
cepat marah, kebiasaan makan yang buruk, anoreksia, keletihan, obesitas, bingung.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jadi mineral adalah salah satu bahan organik yang dibutuhkan tubuh untuk proses
kehidupan baik dalam bentuk ion atau elemen bebas. Mineral diperoleh dari makanan (tubuh
tidak dapat memproduksi).
Jenis-jenis mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan otak adalah sodium,
potasium, kalsium, besi, seng, iodium, dan klorida yang berperan dalam pembentukan
neurotransmitter.Masing-masing MINERAL dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu.
3.2 Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi yang membaca dan membutuhkan materi
tentang MINERAL. Apabila ada kesalahan atau kekurangan dalam pembuatan makalah ini saya
mohon kritik dan saran dari pembaca

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangMineral merupakan kebutuhan tubuh manusia yang mempunyai
peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, seperti untuk pengaturan kerja
enzim-enzim, pemeliharaan keseimbangan asam-basa, membantu pembentukan ikatan
yang memerlukan mineral seperti pembentukan haemoglobin. Mineral digolongkan atas
mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh
dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari, sedangkan mineral mikro dibutuhkan tubuh
kurang dari 100 mg sehari. Yang termasuk mineral makro antara lain: natrium, klorida,
kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan sulfur.Mineral mikro terdapat dalam jumlah
sangat kecil di dalam tubuh, namun mempunyai peranan esensial untuk kehidupan,
kesehatan, dan reproduksi. Kandungan mineral mikro bahan makanan sangat
bergantung pada konsentrasi mineral mikro tanah asal bahan makanan tersebut.Widya
Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 2004 telah menetapkan Angka Kecukupan
Rata- Rata Sehari untuk mineral mikro besi (Fe), seng (Zn), iodium (I), selenium (Se),
mangan (Mn), dan fluor (F). Di Amerika Serikat, selain itu, ditetapkan juga angka
antarbatas sementara yang dianggap aman dan cukup untuk dikonsumsi bagi mineral
mikro tembaga (Cu), krom (Cr), dan molibden (Mo). Sedangkan kebutuhan manusia
akan mineral mikro arsen (As), nikel (Ni), silikon (Si), dan Boron (Bo) masih dalam
penelitian.
1.2. Tujuana. Untuk mengetahui jenis- jenis, sumber, fungsi, dan jumlah kebutuhan
mineral mikro.b.
Untuk mengetahui proses absorpsi dan ekskresi mineral mikro.c.
Untuk mengetahui akibat kekurangan dan kelebihan mineral mikro.d.
Untuk
mengetahui implementasi mineral mikro dalam kehidupan.
BAB IIPEMBAHASAN

2.1. Klasifikasi MineralUnsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat
diperukan oleh makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga
dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu. Sebagai contoh, bila bahan biologis
dibakar, semua senyawa organik akan rusak, sebagian besar karbon berubah menjadi
gas karbondioksida (CO hidrogen menjadi uap air, dan nitrogen menjadi uap nitrogen).
Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk abu dalam bentuk senyawa
anorganik sederhana, sera akan terjadi penggabungan antar individu atau dengan
oksigen sehingga terbentuk garam anorganik.Berbagai unsur anorganik (mineral)
terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak atau belum semua mineral tersebut terbukti
esensial, sehingga ada mineral esensial dan non esensial.Mineral esensial yaitu
mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis makhluk hidup untuk membantu
kerja enzim atau pembentukan organ. Unsur-unsur mineral esensial dalam tubuh terdiri
atas dua golongan, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan
untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh. Mineral mikro yaitu mineral yang
diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan
konsentrasi sangat kecil.Mineral non esensial adalah logam yang perannya dalam tubuh
makhluk hidup belum diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil. Bila
kandungannya tinggi dapat merusak organ tubuh makhluk hidup yang
bersangkutan.Menurut jenisnya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi :1.
Mineral
OrganikAdalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh kita, yang dapat kita
peroleh melalui makanan yang kita konsumsi setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur,
sayur- sayuran serta buah- buahan, atau vitamin tambahan.2.
Mineral
AnorganikAdalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh.
Contohnya timbal hitam (Pb), iron oxide (Besi teroksidasi), mercuri, arsenik,
magnesium, aluminium, atau bahan- bahan kimia hasil dari resapan tanah dan
lainnya.Menurut bentuknya, klasifikasi mineral dibedakan menjadi dua, yaitu :1.
Mineral Makro
Kalsium
Fosfor
Magnesium
Natrium
Klorida
Kalium
2.
Mineral Mikro
Besi
Seng
Mangan
Tembaga
Iodium
Selenium
Fluor
Kromium

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Illahi Rabbi karena rahmat-Nya lah
akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah dengan topik mineral ini dengan lancar.
Adapun makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Biokimia.
Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu memberikan pengetahuan dan semangatnya dalam menyelesaikan makalah
ini.

Namun sebagaimana layaknya seorang pemula, kami menyadari betul bahwa


makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran akan
senantiasa diterima dengan terbuka demi tersempurnanya makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis
maupun bagi pembaca.
Bandung, Januari 2014

DAFTAR ISI
Halaman

A.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
B.
1.
2.
3.
4.

Kata
Pengantar

Daftar
Isi..
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.....
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan .
1.4 Manfaat
1.5 Ruang Lingkup ....
1.6 Metode Penulisan.....
1.7 Sistematika Penulisan. .
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Mineral.
2.2 Elektrolit...
2.3 Klasifikasi Mineral...
2.3.1 Mineral Nonesensial...
2.3.2 Mineral Esensial.
Mineral Makro..
Kalsium ...
Natrium
Kalium .
Magnesium ..
Fosfor ..
Klorida
Belerang ..
Mineral Runutan
Besi .
Seng
Yodium
Selenium ..

i
ii
1
1
1
2
2
2
2
3
4
6
6
7
7
7
11
12
13
16
18
18
19
19
22
23
25

5.
6.
7.
8.

Tembaga ..
Mangan
Flour.
Kobalt .
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
3.1 Simpulan.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

28
29
31
31
33
33

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh
makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, baik dalam bentuk
ion atau elemen bebas. Mineral juga dikenal sebagai zat anorganik atau kadar abu
karena jika bahan biologis dibakar, semua senyawa organik akan rusak dimana
sebagian besar karbon berubah menjadi gas karbon dioksida, hidrogen menjadi uap air,
dan Nitrogen menjadi uap Nitrogen. Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam
bentuk abu dalam bentuk senyawa anorganik sederhana, serta akan terjadi
penggabungan antar individu atau dengan oksigen sehingga terbentuk garam
anorganik.
Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak
atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga terdapat

mineral

esensial dan non esensial.


Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis
makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Unsur-unsur
mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua golongan, yaitu mineral makro dan
mineral mikro.

Mineral makro diperlukan untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh.


Mineral mikro yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya
terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil.
Mineral non esensial adalah logam yang perannya dalam tubuh makhluk hidup
belum diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil. Namun bila
kandungannya tinggi dapat merusak organ tubuh makhluk hidup yang bersangkutan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini kami susun melalui pertanyaan
sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari mineral ?
2. Apa pengertian dari elektrolit?
3. Bagaimana klasifikasi dari mineral?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dari mineral
2. Untuk mengetahui pengertian dari elektrolit
3. Untuk mengetahui klasifikasi dari mineral
1.4 Metode Penulisan
Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan metode studi literatur dengan
bentuk deskriptif analisis.
1.5 Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari makalah ini adalah mengenai jenis-jenis mineral makro dan
mikro serta metabolismenya didalam tubuh.
1.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan yang saya gunakan adalah sebagai berikut:

AHULUAN yang mencakup Latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian,
ruang lingkup penelitian dan sistematika penelitian

BAHASAN yang mencakup pengertian mineral, pengertian elektrolit dan klasifikasi mineral
BAB III PENUTUP yang mencakup simpulan dan saran

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Mineral
Mineral merupakan komponen anorganik yang terdapat dalam tubuh manusia.
Berdasarkan dari kebutuhannya, mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral
makro dan mineral mikro. Mineral makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari
sedangkan mineral mikro dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari. Mineral-mineral
yang dibutuhkan tubuh akan memiliki fungsi khas-nya masing-masing.
Mineral adalah kelompok mikronutrient bagi tubuh, artinya hanya dibutuhkan
dalam jumlah kecil namun sangat berguna terutama untuk berjalannya metabolisme
tubuh
Mineral diperlukan untuk fungsi normal pada sel tubuh. Tubuh membutuhkan
jumlah besar dari sodium, potasium, kalsium, magnesium, klorida, dan fosfat. Mineral
ini disebut makromineral. Tubuh membutuhkan sedikit tembaga, florida, yodium, zat
besi, selenium, dan seng. Mineral-mineral ini disebut trace mineral.
Dalam proses metabolisme energi tubuh, mineral-mineral yang diperoleh melalui
konsumsi bahan pangan dalam keseharian ini akan terlibat dalam proses pengambilan
energi dari simpanan glukosa (glycolysis), pengambilan energi dari simpanan lemak
(lipolysis), pengambilan energi dari simpanan protein (proteolysis) serta juga terlibat
dalam pengambilan energi dari phosphocreatine (PCr). Secara umum, didalam tubuh
mineral memiliki fungsi sebagai berikut:

Sebagai katalis berbagai reaksi biokimiawi dalam tubuh

Transmisi sinyal / pesan pada sel saraf

Produksi hormone pencernaan dan penggunaan makanan

Bagian dari organ vital seperti tulang, darah, gigi dll

Sebagai kofaktor
Mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia
yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang
dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu. Oleh karena itu Mineral tidak dapat
dibuat dalam tubuh. Kebutuhan sehari-hari mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dapat
diperoleh dari diet seimbang. Tetapi, seperti vitamin, mineral berlebih dapat
menghasilkan efek toksik.
Meskipun mineral sangat penting untuk semua aspek kesehatan, mineral
cenderung sulit diserap.

Sehingga mineral harus diikat oleh zat lain yang akan

meningkatkan penyerapan. Substansi yang mengikat mineral tersebut disebut khelat,


biasanya berupa asam - sebaiknya asam amino atau asam organik. Contoh asam
organik yang dapat mengiikat mineral adalah asam sitrat, asam malat atau picolinic /
picolinate.
2.2 Elektrolit
Beberapa mineral-khususnya makromineral-merupakan unsur penting sebagai
elektrolit. Elektrolit adalah substaunsi ion-ion bermuatan listrik yang terdapat pada
cairan. Ion-ion positive disebut kation dan yang negative di sebut anion. Satuan
mengukur

cairan

elektrolit

menggunakan

istilah

milliequevalent

(mEq).

Satu

milliequevalent adalah aktivitas secara kimia dari 1 mg dari hydrogen.


Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuh akan berada dalam bentuk ion bebas
(free ions). Secara umum elektrolit dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu kation
dan anion. Jika elektrolit mempunyai muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut
sebagai kation sedangkan jika elektrolit tersebut mempunyai muatan negatif (-) maka
elektrolit tersebut disebut sebagai anion.

Untuk berfungsi normal, tubuh harus menjaga konsentrasi elektrolit di


kompartemennya di dalam batas yang sangat sempit. Tubuh menjaga konsentrasi
elektrolit di setiap kompartemen dengan memindahkan elektrolit masuk atau keluar sel.
Ginjal menyaring elektrolit di dalam darah dan mengekskresikan kelebihannya ke dalam
urine untuk menjaga keseimbangan antara asupan harian dan pengeluaran.
Jika keseimbangan elektrolit terganggu, gangguan dapat terjadi. Ketidak
seimbangan elektrolit dapat terjadi ketika seseorang mengalami dehidrasi, penggunaan
obat-obatan tertentu, memiliki gangguan jantung, ginjal, atau hati tertentu; atau
pemberian cairan infus atau pemberian makanan pada jumlah yang tidak sesuai. Untuk
mengetahui gangguan nutrisi atau ketidakseimbangan elektrolit, kadar mineral diukur
didalam contoh darah atau urin.
Didalam tubuh manusia, kesetimbangan antara air (H O)-elektrolit diatur secara
ketat agar sel-sel dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Pada tubuh manusia,
elektrolit-elektrolit ini akan memiliki fungsi antara lain dalam menjaga tekanan osmotik
tubuh, mengatur pendistribusian cairan ke dalam kompartemen cairan tubuh (bodys
fluid compartement), menjaga pH tubuh dan juga akan terlibat dalam setiap reaksi
oksidasi dan reduksi serta ikut berperan dalam setiap proses metabolisme. Elektrolit
diuraikan ke dalam 3 bagian utama :cairan di dalam sel, cairan di ruang yang
mengelilingi sel, dan darah.
Disamping sebagai pengantar aliran listrik, elektrolit juga mempunyai banyak
manfaat, tergantung dari jenisnya. Contohnya :
1) Natrium: fungsinya sebagai penentu utama osmolaritas dalam darah dan
pengaturan volume ekstra sel.
2) Kalium: fungsinya mempertahankan

membran potensial elektrik dalam

tubuh.
3) Klorida: fungsinya mempertahankan tekanan osmotik, distribusi air pada berbagai
cairan tubuh dan keseimbangan anion dan kation dalam cairan ekstrasel.
4) Kalsium: fungsi utama kalsium adalah sebagai penggerak dari otot-otot,
deposit utamanya berada di tulang dan gigi, apabila diperlukan, kalsium ini dapat
berpindah ke dalam darah.

5) Magnesium: Berperan penting dalam aktivitas elektrik jaringan, mengatur


pergerakan Ca2+ ke dalam otot serta memelihara kekuatan kontraksi jantung dan
kekuatan pembuluh darah tubuh.
Air melintasi membran sel dengan mudah, tetapi zat-zat lain sulit melintasinya
atau membutuhkan proses khusus supaya dapat melintasinya; oleh sebab itu komposisi
elektrolit di luar dan di dalam sel berbeda sangat penting. Cairan intraseluler banyak
mengandung ion K, Mg dan fosfat; sedangkan cairan ekstraseluler banyak
mengandung ion Na dan Cl.
Komposisi Elektrolit Cairan Intra dan Ekstraseluler

CIS
Natrium
15
Kalium
150
Calsium
2
Magnesium 27
Clorida
1
HCO3
10
HPO4
100
SO4
20
Asam organik -

CES
Plasma
142
4
5
3
103
27
2
1
5

Interstitial
144
4
2,5
1,5
114
30
2
1
5

Kebutuhan elektrolit dalam tubuh dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:


Perbedaan usia menentukan luas permukaan tubuh dan aktivitas organ sehingga dapat
mempengaruhi kebutuhan elektrolit.
Temperature yang tinggi menyebabkan proses pengeluaran cairan melalui keringat
cukup banyak sehingga tubuh akan banyak kehilangan cairan.
Diet apabila tubuh kekurangan zat gizi, maka tubuh akan memecah cadangan makanan
yang tersimpan dalam tubuh sehingga terjadi pergerakan cairan elekrolit dari interstisial
ke interseluler.
Stres dapat mempengaruhi kebutuhan elektrolit melalui proses peningkatan produksi
ADH yang dapat meningkatklan metabolism sehingga mengakibatkan retensi natrium.

Pada keadaan sakit terdapat banyak sel yang rusak sehingga untuk memperbaikinya sel
membutuhkan proses pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit yang cukup. Keadaan
sakit menimbulkan ketidak seimbangan sistem dalam tubuh seperti ketidak seimbangan
hormonal yang dapat mengganggu keseimbangan kebutuhan elektrolit.
Dengan makan dan minum tubuh kita mendapat air, elektrolit, karbohidrat,
lemak, vitamin dan zat-zat lainnya. Dalam waktu 24 jam jumlah air dan elektrolit yang
masuk dan keluar melalui kemih, tinja, keringat dan uap pernapasan pada orang
dewasa kira-kira sama seperti pada tabel di bawah ini.

Masukan

Keluaran

(ml per 24 jam)


Minum
Makan
Oksidasi
Jumlah

(ml per 24 jam)


Urine
00-1600
Faeces
0-200
IWL
50-1200
Jumlah
500-3000

0-1700
00-1000
00-300
500-3000

Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter


penting, yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal
mengontrol volume cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam
dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan
cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam
dan air dalam urine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan
abnormal dari air dan garam tersebut.
2.3 Klasifikasi Mineral
Menurut jenisnya, klasifikasi mineral dibedakan sebagai berikut:
2.3.1

Mineral Non Esensial


Adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh. Seperti
Timbal Hitam (Pb), Iron Oxide (Besi Teroksidasi), Merkuri, Arsenik, Magnesium,
Aluminium atau bahan-bahan kimia hasil dari resapan tanah.

2.3.2

Mineral Esensial
Mineral esensial adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh yang
dapat diperoleh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari seperti nasi, ayam, ikan,
telur, sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan. Menurut jumlah yang
dibutuhkan tubuh, mineral esensial dibedakan menjadi:

A. Mineral Makro
Mineral makro atau mineral utama adalah mineral yang kita perlukan lebih dari
100 mg sehari
1. Kalsium
Kalsium adalah mineral yang paling berlimpah dalam tubuh manusia. Rata-rata
tubuh orang dewasa mengandung total sekitar 1 kg, 99% di skeleton dalam bentuk
garam kalsium fosfat. Cairan ekstraseluler mengandung sekitar 22,5 mmol, dimana
sekitar 9 mmol adalah dalam plasma. Sekitar 500 mmol kalsium dipertukarkan antara
tulang dan cairan ekstraseluler selama dua puluh empat jam. Kebutuhan harian
kalsium adalah 800 mg untuk dewasa di atas 25 tahun dan 1.000 mg setelah usia 50
tahun. Ibu hamil dan menyusui harus mengkonsumsi 1.200 mg kalsium per hari.
Sedangkan kebutuhan kalsium pada anak-anak dan remaja meningkat sesuai usia:
Bayi berumur s.d. 5 bulan : 400 mg
Bayi 6 bulan s.d. 1 tahun : 600 mg
Anak usia 1 s.d. 10 tahun : 800 mg
Remaja usia 11 s.d. 24 tahun: 1.200 mg
Secara umum, fungsi kalsium didalam tubuh adalah sebagai berikut:
Pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi.
Anak-anak memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka.
Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan pertumbuhan tulang anak tidak sempurna
dan menderita penyakit rickets. Orang dewasa membutuhkan kalsium untuk terusmenerus meremajakan sistem tulang dan giginya. Mineral di tulang dan gigi
kita tergantikan 100% setiap tujuh tahun sekali.
Pemberi sinyal

Fungsi kalsium intraselular sebagai penyampai pesan kedua untuk sekresi beberapa
hormon dan neurotransmiter. Juga bertindak sebagai regulator penyerapan intraseluler
dan mediator kontraksi otot
Fungsi enzimatik
Kalsium bertindak sebagai koenzim untuk faktor pembekuan
Mencegah osteoporosis.
Bila tidak mendapat cukup kalsium dari makanan, tubuh akan mengambilnya dari bank
kalsium pada tangan, kaki dan tulang panjang lainnya. Kekurangan konsumsi kalsium
dalam waktu lama akan mengakibatkan tubuh mengambilnya langsung dari tulangtulang padat. Hal ini mengakibatkan tulang keropos dan mudah patah (osteoporosis).
Penyimpanan glikogen.
Kalsium berperan dalam proses penyimpanan glikogen. Bila tidak ada kalsium, tubuh
akan merasa lapar terus-menerus karena tidak dapat menyimpan glikogen.
Melancarkan fungsi otot, otak dan sistem syaraf.
Otot, otak dan sistem syaraf membutuhkan kalsium agar dapat berfungsi optimal.
Kekurangan kalsium dapat menyebabkan spasme (kejang) otot dan gangguan fungsi
otak dan sistem syaraf. Kalsium menyebabkan pelepasan asetilkolin dari terminal prasinaptik dalam transmisi impuls saraf. Kalsium menyebabkan kontraksi otot,
menghilangkan Triosephosphate Isomerase (TPI) subunit dari kepala myosin yang
memiliki aktivitas ATPase yang menyebabkan kontraksi.
Sekitar 25 mmol kalsium masuk ke dalam tubuh dalam diet normal. Dari
jumlah ini, sekitar 40% (10 mmol) diserap dalam usus kecil, dan 5 mmol keluar dari
tubuh dalam bentuk feces.
Kalsium diatur 1,25-dihydroxycholecalciferol, hormon paratiroid (PTH) dan
kalsitonin dan pertukaran langsung dengan matriks tulang. Kadar kalsium plasma diatur
oleh mekanisme hormonal dan non hormonal. Setelah sekitar satu jam, PTH akan dirilis
dan tidak mencapai puncaknya selama sekitar 8 jam. PTH

dari waktu ke waktu,

merupakan regulator kalsium plasma yang sangat potensial, dan mengendalikan


konversi vitamin D dalam bentuk aktif di ginjal. Kemudian kelenjar paratiroid yang
terletak di belakang tiroid akan menghasilkan hormon paratiroid sebagai respon
terhadap tingkat kalsium yang rendah.

Kalsium diserap melintasi membran brush border usus, melewati saluran ion
seperti TRPV6 bersama dengan Calbindin dalam sel epitel usus yang berfungsi
bersama-sama dengan TRPV6 dan PMCA1 di membran basal untuk secara aktif
mengangkut kalsium ke dalam tubuh. Transpor aktif kalsium terjadi terutama di bagian
duodenum dari usus ketika asupan kalsium rendah, dan melalui transportasi
paracellular pasif yang terjadi di jejunum dan ileum ketika asupan kalsium tinggi.
Tubuh tidak dapat menyerap kalsium bila tidak memiliki cukup magnesium dan
fosfor. Magnesium dan fosfor mengubah bentuk kalsium sehingga dapat diserap tubuh.
Kalsium dan magnesium diedarkan oleh tubuh melalui albumin dalam darah. Terlalu
banyak kalsium akan membuat magnesium terdesak dari albumin sehingga tidak
tersalurkan lewat darah dan tubuh akan kekurangan magnesium. Bila tidak cukup
mendapat magnesium, ginjal tidak dapat memproses kalsium sehingga dapat
terjadi endapan batu ginjal. Selain fosfor dan magnesium, vitamin D, zinc dan zat
besi juga diperlukan dalam pengolahan kalsium dan dapat terdesak peranannya oleh
kalsium yang berlebihan.
Produk olahan dari susu, seperti yoghurt dan keju, merupakan sumber makanan
yang kaya akan kalsium. Sumber makanan lain yang mengandung kalsium adalah
kacang-kacangan terutama kacang kedelai dan biji-bijian seperti hazelnut, almond dan
wijen serta sayur-sayuran seperti kubis, kale dan brokoli.
Tidak semua kalsium yang dikonsumsi benar-benar diserap di dalam usus.
Manusia menyerap sekitar 30% dari kalsium dalam makanan, tapi hal ini bervariasi
tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Faktor-faktor lain yang juga
mempengaruhi penyerapan kalsium antara lain:
Jumlah yang dikonsumsi.
Efisiensi penyerapan menurun bersamaan dengan meningkatnya asupan
kalsium.
Usia dan tingkat kehidupan
Penyerapan kalsium total sebesar 60% pada bayi dan anak-anak yang
membutuhkan sejumlah besar mineral untuk membangun tulang. Penyerapan menurun
menjadi 15% -20% pada usia dewasa (meskipun meningkat selama kehamilan) dan
terus menurun sejalan dengan bertambahnya usia seseorang.

Asupan Vitamin D
Vitamin D merupakan co-faktor penting dalam penyerapan kalsium di usus,
karena akan meningkatkan jumlah protein yang mengikat kalsium, terlibat dalam
penyerapan kalsium melalui membran apikal enterosit dalam usus kecil. Hal ini juga
meningkatkan penyerapan kembali kalsium dalam ginjal
Komponen lainnya dalam makanan
Asam fitat dan asam oksalat yang ditemukan secara alami dalam beberapa
tanaman akan mengikat kalsium dan dapat menghambat penyerapan. Makanan
dengan kadar asam oksalat yang tinggi contohnya adalah bayam, ubi jalar, rhubarb,
dan kacang-kacangan. Sedangkan makanan dengan kandungan asam fitat yang tinggi
adalah produk yang mengandung serat gandum dan dedak gandum, kacang-kacangan,
biji-bijian, dan kedelai yang diisolasi. Sejauh mana senyawa-senyawa tersebut
mempengaruhi penyerapan kalsium akan bervariasi. Namun penelitian menunjukkan,
bahwa mengkonsumsi bayam dan susu pada saat yang sama akan mengurangi
penyerapan kalsium dalam susu. Sebaliknya, produk gandum (dengan pengecualian
dari dedak gandum) tidak menyebabkan penurunan penyerapan kalsium.
Beberapa kalsium yang diserap dikeluarkan dari tubuh melalui urin, feses, dan
keringat. Jumlah ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti berikut:
Asupan Natrium dan protein
Asupan natrium dan protein yang tinggi akan meningkatkan ekskresi kalsium
Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa asupan protein yang tinggi juga
meningkatkan penyerapan kalsium di usus dan

efektif mengimbangi pengaruhnya

terhadap ekskresi kalsium, sehingga seluruh retensi kalsium dalam tubuh tetap tidak
berubah.
Asupan kafein
Stimulan ini dalam kopi dan teh dapat meningkatkan ekskresi kalsium dan
mengurangi penyerapan. Satu cangkir kopi dapat

menyebabkan hilangnya 2-3 mg

kalsium.
Asupan alkohol
Konsumsi alkohol dapat mempengaruhi kalsium dengan mengurangi penyerapan
dan dengan menghambat enzim dalam hati yang membantu mengkonversi vitamin D
menjadi bentuk aktifnya. Namun, jumlah alkohol yang dibutuhkan untuk mempengaruhi

kalsium dan apakah konsumsi alkohol yang tidak berlebihan dapat membantu atau
berbahaya bagi tulang sampai saat ini belum diketahui.
Asupan fosfor
Efek mineral ini pada ekskresi kalsium dapat dikatakan kecil. Beberapa studi
observasional menunjukkan bahwa konsumsi minuman ringan berkarbonasi dengan
tingkat fosfat yang tinggi berhubungan dengan berkurangnya massa tulang dan
meningkatkan risiko patah tulang. Namun walaupun demikian, efeknya mungkin lebih
kepada karena mengganti susu dengan soda daripada fosfor itu sendiri.
Asupan buah dan sayuran
Asam metabolik yang diproduksi oleh diet tinggi protein dan sereal dapat
meningkatkan ekskresi kalsium. Buah-buahan dan sayuran, ketika dimetabolisme, akan
menggeser keseimbangan asam / basa tubuh terhadap alkali dengan memproduksi
bikarbonat, yang mengurangi ekskresi kalsium. Namun disamping itu makanan tersebut
dapat mengurangi penyerapan kalsium dari usus.
Asupan kalsium yang tidak memadai dari makanan dan suplemen tidak
menghasilkan gejala yang jelas dalam jangka pendek. Kandungan kalsium dalam
sirkulasi darah diatur secara ketat. Hipokalsemia akan menyebabkan gagal ginjal,
operasi pengangkatan lambung, dan penggunaan obat-obatan tertentu (seperti
diuretik). Gejala hipokalsemia termasuk mati rasa dan kesemutan di jari, kram otot,
kejang, lesu, nafsu makan yang buruk, dan irama jantung yang abnormal.
Dalam jangka panjang, asupan kalsium yang tidak memadai menyebabkan
osteopenia yang jika tidak diobati dapat menyebabkan osteoporosis. Risiko patah
tulang juga meningkat, terutama pada orang tua. Kekurangan kalsium juga dapat
menyebabkan rakhitis, meskipun lebih sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin D.
2. Natrium
Di dalam produk pangan atau di dalam tubuh, natrium biasanya berada dalam
bentuk garam seperti natrium klorida (NaCl). Di dalam molekul ini, natrium berada
dalam bentuk ion sebagai Na. Diperkirakan hampir 100 gram dari ion natrium (Na ) atau
ekivalen dengan 250 gr NaCl terkandung di dalam tubuh manusia. Garam natrium
merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh dengan minimum
kebutuhan untuk orang dewasa berkisar antara 1.3-1.6 gr/hari (ekivalen dengan 3.3-4.0
gr NaCl/hari). Setiap kelebihan natrium yang terjadi di dalam tubuh dapat dikeluarkan
melalui urin dan keringat.

Hampir semua natrium yang terdapat di dalam tubuh akan tersimpan di dalam
soft body tissue dan cairan tubuh. Ion natrium (Na ) merupakan kation utama di dalam
cairan ekstrasellular (ECF) dengan konsentrasi berkisar antara 135-145 mmol/L. Ion
natrium juga akan berada pada cairan intrasellular (ICF) namun dengan konsentrasi
yang lebih kecil yaitu 3 mmol/L. Sebagai kation utama dalam cairan ekstrasellular,
natrium akan berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh, menjaga
aktivitas saraf , kontraksi otot dan juga akan berperan dalam proses absorpsi glukosa.
Pada keadaan normal, natrium (Na ) bersama dengan pasangan (terutama klorida, Cl )
akan memberikan kontribusi lebih dari 90% terhadap efektif osmolalitas di dalam cairan
ekstrasellular. Defisiensi Na akan menyebabkan ganguan pada ginjal, perubahan nilai
osmotik, dan perubahan suhu tubuh. Hal-hal tersebut akan menimbulkan gejala
hipertensi (tekanan darah meningkat).
3. Kalium
Kalium merupakan macromineral penting dalam nutrisi manusia, itu adalah
kation utama (ion positif) di dalam sel-sel hewan, dan dengan demikian penting dalam
menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Kation kalium penting dalam
neuron (otak dan saraf) fungsi, dan dalam mempengaruhi keseimbangan osmotik
antara sel-sel dan cairan interstitial. Ion ini memompa menggunakan ATP untuk
memompa tiga ion natrium keluar dari sel dan dua ion kalium ke dalam sel, sehingga
menciptakan gradien elektrokimia atas membran sel. Selain itu, saluran ion kalium
sangat selektif (yang tetramers) sangat penting untuk hyperpolarization, misalnya dalam
neuron. Yang paling baru diketahui bahwa saluran ion kalium adalah KirBac3.1, yang
memberikan total lima saluran ion kalium (KCSA, KirBac1.1, KirBac3.1, KvAP, dan
MthK) dengan struktur yang ditentukan.
Kalium dapat dideteksi berdasarkan rasa karena memicu tiga dari lima tipe
sensasi rasa, berdasarkan konsentrasinya. Larutan ion kalium memiliki rasa manis,
sehingga dalam konsentrasi sedang terdapat dalam susu dan jus, sedangkan
konsentrasi yang lebih tinggi menjadi semakin pahit / alkali, dan akhirnya menjadi
terasa asin.
Kalium adalah mineral yang penting bagi kehidupan. Kalium diperlukan untuk
jantung, ginjal, dan organ lainnya untuk bekerja secara normal. Rendahnya kadar

kalium dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, arthritis,
kanker, gangguan pencernaan, dan infertilitas. Bagi orang-orang dengan kadar kalium
rendah, dokter kadang-kadang merekomendasikan perbaikan pola makan

atau

suplemen kalium untuk mencegah atau mengobati beberapa kondisi ini. Kekurangan
kalium lebih sering terjadi pada orang yang:
Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan pil KB tertentu
Atlet
Memiliki kondisi kesehatan yang mempengaruhi penyerapan pencernaan mereka, seperti
penyakit Crohn
Memiliki gangguan makan
Perokok
Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
Jumlah kalium dari pola makan, dengan atau tanpa suplemen, harus cukup untuk
menjaga tubuh tetap sehat. FDA telah menetapkan bahwa makanan yang mengandung
setidaknya 350 miligram kalium dapat membuat hal sebagai berikut: "Diet yang
mengandung makanan yang merupakan sumber potasium yang baik dan rendah
natrium dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan stroke".
Category
0-6 months
7-12 months
1-3 years
4-8 years
9-13 years
14 years and up
18 years and up
Pregnant women
Breastfeeding women

Adequate Intake (AI)


400 mg/day
700 mg/day
3,000 mg/day
3,800 mg/day
4,500 mg/day
4,700 mg/day
4,700 mg/day
4,700 mg/day
5,100 mg/day

Tidak ada batas maksimum untuk kalium. Jadi, tidak jelas berapa banyak kalium
yang dapat dikonsumsi dengan aman. Namun, dosis kalium yang sangat tinggi dapat
mematikan. Makanan alami yang dengan su,ber kalium yang baik meliputi pisang,
alpukat, kacang-kacangan, seperti almond dan kacang tanah, buah jeruk, sayuran
hijau, susu dan kentang. Namun beberapa tipe memasak, seperti mendidihkan, dapat
merusak kalium dalam beberapa makanan.
Kekurangan kalium dalam cairan tubuh dapat menyebabkan kondisi fatal yang
dikenal sebagai hipokalemia, biasanya akibat muntah, diare, dan / atau peningkatan

gejala diuresis.Deficiency termasuk kelemahan otot, ileus paralitik, kelainan EKG,


penurunan respon refleks dan alkalosis serta aritmia jantung.
4. Magnesium
Magnesium merupakan mineral berlimpah dalam tubuh yang secara alami ada di
banyak makanan, ditambahkan ke produk makanan lain, tersedia sebagai suplemen
makanan, dan hadir di beberapa obat-obatan (seperti antasida dan obat pencahar).
Magnesium merupakan kofaktor dalam lebih dari 300 sistem enzim yang mengatur
reaksi biokimia yang beragam dalam tubuh, termasuk sintesis protein, otot dan fungsi
saraf, kontrol glukosa darah, dan regulasi tekanan darah. Magnesium diperlukan untuk
produksi energi, fosforilasi oksidatif, dan glikolisis. Ini memberikan kontribusi untuk
perkembangan struktur tulang dan diperlukan untuk sintesis DNA, RNA, dan
antioksidan glutathione. Magnesium juga berperan dalam transpor aktif kalsium dan
kalium ion melintasi membran sel, suatu proses yang penting untuk konduksi impuls
saraf, kontraksi otot, dan denyut jantung normal.
Tubuh orang dewasa mengandung sekitar 25 g magnesium, dengan 50%
sampai 60% ada dalam tulang dan sebagian besar sisanya di jaringan lunak. Kurang
dari 1% dari total magnesium dalam serum darah. Konsentrasi serum magnesium
normal berkisar antara 0,75 dan 0,95 milimol (mmol) / L. Hypomagnesemia didefinisikan
sebagai tingkat serum magnesium kurang dari 0,75 mmol / L. Magnesium homeostasis
sebagian besar dikendalikan oleh ginjal, yang biasanya mengeluarkannya sekitar 120
mg magnesium dalam urin setiap hari. Ekskresi urin akan berkurang saat kadar
magnesium rendah.
Rekomendasi asupan magnesium dan nutrisi lain yang disediakan dalam diet
Referensi Intakes (DRIs) dikembangkan oleh Badan Pangan dan Gizi (FNB) di Institute
of Medicine dari Akademi Nasional (sebelumnya National Academy of Sciences). DRI
adalah istilah umum untuk satu set nilai acuan yang digunakan untuk merencanakan
dan menilai asupan gizi dari orang sehat. Nilai-nilai ini, yang bervariasi menurut usia
dan jenis kelamin.
Age
Birth to 6 months
712 months
13 years

Male
Female
Pregnancy
30 mg*
30 mg*
75 mg*
75 mg*
80 mg
80 mg

Lactation

48 years
913 years
1418 years
1930 years
3150 years
51+ years

130 mg
240 mg
410 mg
400 mg
420 mg
420 mg

130 mg
240 mg
360 mg
310 mg
320 mg
320 mg

400 mg
350 mg
360 mg

360 mg
310 mg
320 mg

Magnesium tersebar luas pada makanan dan minuman. Sayuran berdaun hijau,
seperti

bayam,

kacang-kacangan,

kacang-kacangan,

biji-bijian,

dan

biji-bijian,

merupakan sumber yang baik. Secara umum, makanan yang mengandung serat akan
menyediakan magnesium. Magnesium juga ditambahkan ke beberapa sereal dan
makanan yang diperkaya lainnya. Air minum kemasan juga dapat menjadi sumber
magnesium, tetapi jumlah magnesium dalam air bervariasi menurut sumber dan
merknya (mulai dari 1 mg / L untuk lebih dari 120 mg / L). Sekitar 30% sampai 40% dari
magnesium yang dikonsumsi biasanya diserap oleh tubuh.
Gejala kekurangan magnesium karena asupan makanan rendah pada orang
yang sehat jarang karena ginjal membatasi ekskresi mineral ini. Namun, biasanya
asupan yang rendah atau kehilangan yang berlebihan dari magnesium disebabkan oleh
kondisi kesehatan tertentu, kecanduan alkohol kronis, dan / atau penggunaan obat
tertentu dapat menyebabkan kekurangan magnesium.
Gejala-gejala awal kekurangan magnesium meliputi hilangnya nafsu makan,
mual, muntah, kelelahan, dan lemas. Saat defisiensi magnesium memburuk akan
menyebabkan mati rasa, kesemutan, kontraksi otot dan kram, kejang, detak jantung
tidak normal, dan kejang koroner dapat terjadi. Kekurangan magnesium yang parah
dapat menyebabkan hipokalsemia atau hipokalemia karena homeostasis mineral
terganggu.
Kebiasaan asupan magnesium yang rendah menyebabkan perubahan dalam
jalur biokimia yang dapat meningkatkan risiko penyakit dari waktu ke waktu. Bagian ini
berfokus pada empat penyakit dan gangguan di mana magnesium mungkin terlibat
seperti hipertensi dan penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoporosis, dan sakit kepala.
Hipertensi dan penyakit kardiovaskular
Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.
Studi sampai saat ini, telah menemukan bahwa suplemen magnesium menurunkan
sebagian kecil tekanan darah. Sebuah meta-analisis dari 12 uji klinis menemukan
bahwa suplemen magnesium untuk 8-26 minggu pada 545 peserta hipertensi

mengakibatkan hanya pengurangan kecil (2,2 mmHg) tekanan darah diastolik. Dimana
dosis magnesium yang diberikan berkisar 243-973 mg / hari. Para penulis dari metaanalisis dari 22 studi lain dengan 1.173 orang dewasa normotensif dan hipertensi
menyimpulkan bahwa suplemen magnesium selama 3-24 minggu menurunan tekanan
darah sistolik sebesar 3-4 mmHg dan tekanan darah diastolik 2-3 mmHg.
Efek yang agak lebih besar ketika Asupan magnesium tambahan dari peserta
dalam sembilan percobaan crossover desain melebihi 370 mg / hari. Diet yang
mengandung lebih banyak magnesium karena buah-buahan dan sayuran, lebih rendah
lemak atau produk susu non-fat, dan secara keseluruhan lebih sedikit lemak
ditambahkan terbukti menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik rata-rata 5,5 dan
3,0 mmHg, masing-masing. Namun, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH)
pola makan ini juga meningkatkan asupan nutrisi lainnya, seperti kalium dan kalsium,
yang dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, sehingga setiap kontribusi
independen magnesium tidak dapat ditentukan.
Diabetes tipe 2
Diet dengan jumlah yang lebih tinggi dari magnesium berhubungan dengan risiko
penurunan diabetes, mungkin karena peran penting dari magnesium dalam
metabolisme glukosa. Hypomagnesemia mungkin memperburuk resistensi insulin,
suatu kondisi yang sering terjadi sebelum munculnya diabetes, atau mungkin akibat dari
resistensi insulin. Diabetes menyebabkan peningkatan sekresi magnesium dalam urin,
dan ketidakmampuan magnesium berikutnya mungkin mengganggu sekresi insulin,
sehingga memperburuk kontrol diabetes
Osteoporosis
Magnesium terlibat dalam pembentukan tulang dan mempengaruhi aktivitas
osteoblas dan osteoklas. Magnesium juga mempengaruhi konsentrasi kedua hormon
paratiroid dan bentuk aktif dari vitamin D, yang merupakan regulator utama
homeostasis tulang. Beberapa studi berbasis populasi telah menemukan hubungan
positif antara asupan magnesium dan kepadatan mineral tulang pada pria dan wanita.
Penelitian lain telah menemukan bahwa wanita dengan osteoporosis memiliki kadar
magnesium serum lebih rendah daripada wanita dengan osteopenia dan mereka yang
tidak memiliki osteoporosis atau osteopenia. Ini dan temuan lain menunjukkan bahwa
kekurangan magnesium mungkin menjadi faktor risiko untuk osteoporosis. Meskipun
jumlahnya terbatas, studi menunjukkan bahwa peningkatan Asupan magnesium dari

makanan atau suplemen dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang pada


pascamenopause dan wanita lanjut usia
Sakit kepala
Kekurangan magnesium terkait dengan faktor-faktor yang mendorong sakit
kepala, termasuk pelepasan neurotransmiter dan vasokonstriksi. Orang-orang yang
mengalami sakit kepala migrain memiliki kadar serum dan magnesium jaringan yang
lebih rendah daripada mereka yang tidak. American Academy of Neurology dan
American Headache Society menyimpulkan bahwa terapi magnesium "mungkin efektif"
untuk pencegahan migrain. Karena dosis khas magnesium yang digunakan untuk
pencegahan migrain melebihi UL, pengobatan ini hanya digunakan di bawah arahan
dan pengawasan dari penyedia layanan kesehatan.
Terlalu banyak asupan magnesium tidak menimbulkan risiko kesehatan pada
orang sehat karena ginjal akan mengeluarkan jumlah berlebih magnesium dalam urin.
Namun, dosis magnesium yang tinggi dari suplemen makanan atau obat-obatan sering
mengakibatkan diare yang dapat disertai dengan mual dan kram perut. Bentuk
magnesium yang paling sering dilaporkan menjadi penyebab diare meliputi magnesium
karbonat,

klorida, glukonat, dan oksida. Diare dan efek pencahar dari garam

magnesium disebabkan oleh aktivitas osmotik garam yang diserap dalam usus dan
usus besar serta stimulasi motilitas lambung.
5. Fosfor
Fosfor

paling banyak terdapat dalam tulang dan gigi bersama Ca, sisanya

terdapat bebas atau berikatan degan senyawa organik dalam tubuh. Senyawa fosfor
dalam bentuk fosfat (PO43-) diperlukan untuk semua bentuk kehidupan dan memainkan
peran penting dalam molekul biologis seperti DNA dan RNA di mana fosfat merupakan
bagian dari kerangka struktural molekul-molekul ini. Sel juga menggunakan fosfat untuk
mengangkut energi sel dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Hampir setiap proses
seluler yang menggunakan energi diperoleh dalam bentuk ATP. ATP juga penting untuk
fosforilasi, kunci

peristiwa regulasi dalam sel. Fosfolipid merupakan komponen

struktural utama dari semua membran sel. Garam kalsium fosfat membantu
pengerasan tulang.
Manusia dewasa rata-rata mengandung sekitar 0,7 kg fosfor, sekitar 85-90% dari
yang ada dalam tulang dan gigi terdapat dalam bentuk apatit, dan sisanya di jaringan

lunak dan cairan ekstraselular (1%). Kadar fosfor meningkat dari sekitar 0,5% berat
pada bayi dengan berat 0,65-1,1% pada orang dewasa. Konsentrasi fosfor dalam darah
rata-rata adalah sekitar 0,4 g / L, sekitar 70% dari yang organik dan 30% fosfat
anorganik. Orang dewasa cukup mengkonsumsi dan mengeluarkan sekfosfor sekitar 13 gram per hari dengan konsumsi dalam bentuk fosfat anorganik dan fosfor yang
mengandung biomolekul seperti asam nukleat dan fosfolipid, dan ekskresi hampir
secara eksklusif dalam bentuk ion fosfat seperti H 2PO4- dan HPO42-. Hanya sekitar 0,1%
fosfat beredar dalam darah, dan jumlah ini menunjukkan jumlah fosfat yang tersedia
untuk sel-sel jaringan lunak.
Absorpsi fosfor berkorelasi dengan Ca, demikian juga ekskresinya. Peningkatan
metabolisme karbohidrat dan lemak akan diikuti penurunan kadar fosfor, khususnya
fosfor organik. Dalam kedokteran, rendahnya kadar fosfat disebabkan oleh kekurangan
gizi, kegagalan untuk menyerap fosfat, dan dengan metabolik yang menarik fosfat dari
darah (seperti re-feeding setelah malnutrisi) atau mengeluarkan terlalu banyak fosfat ke
dalam urin. Semua keadaan tersebut ditandai dengan hypophosphatemia, yang
merupakan kondisi rendahnya kadar fosfat yang larut dalam serum darah. Gejala
hypophosphatemia meliputi otot dan disfungsi neurologis, dan gangguan otot dan sel
darah karena kurangnya ATP. Terlalu banyak fosfat dapat menyebabkan diare dan
pengapuran (pengerasan) dari organ dan jaringan lunak, dan dapat mengganggu
kemampuan tubuh untuk menggunakan besi, kalsium, magnesium, dan seng.
Sumber makanan utama yang mengandung fosfor adalah makanan yang
mengandung protein, meskipun protein tidak mengandung fosfor. Sebagai contoh,
susu, daging, dan kedelai biasanya juga memiliki fosfor. Sebagai aturan, jika suatu
makanan memiliki jumlah protein dan kalsium yang cukup maka jumlah fosfor juga
cenderung mencukupi.
6. Klorida
Elektrolit utama yang berada di dalam cairan ekstraselular (ECF) adalah elektrolit
bermuatan negative yaitu klorida (Cl ). Jumlah ion klorida (Cl ) yang terdapat di dalam
jaringan tubuh diperkirakan sebanyak 1.1 g/Kg berat badan dengan konsentrasi antara
98-106 mmol / L. Konsentrasi ion klorida tertinggi terdapat pada cairan serebrospinal
seperti otak atau sumsum tulang belakang, lambung dan juga pankreas.

Sebagai anion utama dalam cairan ekstraselullar, ion klorida juga akan berperan
dalam menjaga keseimbangan cairan-elektrolit. Selain itu, ion klorida juga mempunyai
fungsi fisiologis penting yaitu sebagai pengatur derajat keasaman lambung dan ikut
berperan dalam menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Bersama dengan ion
natrium (Na ), ion klorida juga merupakan ion dengan konsentrasi terbesar yang keluar
melalui keringat.
Klorida adalah zat kimia yang dibutuhkan untuk metabolisme. Klorida juga
membantu menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Jumlah klorida dalam darah
dikontrol secara cermat oleh ginjal.
7. Belerang
Belerang adalah komponen penting dari semua sel hidup. Tubuh manusia yang
memiliki berat 70 kg mengandung sekitar 140 gram belerang. Pada tumbuhan dan
hewan, asam amino sistein dan metionin mengandung sebagian besar belerang. Unsur
belerang hadir di semua polipeptida, protein, dan enzim yang mengandung asam amino
ini. Pada manusia, metionin adalah asam amino esensial yang harus dicerna. Namun,
kecuali vitamin biotin dan tiamin, sistein dan semua senyawa yang mengandung
belerang dalam tubuh manusia dapat disintesis dari metionin. Enzim sulfit oksidase
diperlukan bagi metabolisme metionin dan sistein pada manusia dan hewan.
Homosistein dan taurin adalah asam yang mengandung sulfur lain yang serupa
dalam struktur, tetapi tidak dikodekan oleh DNA, dan bukan bagian dari struktur primer
protein. Banyak enzim sel penting menggunakan kelompok prostetik yang diakhiri
dengan gugus-SH untuk menangani reaksi yang melibatkan asil yang mengandung
biokimia: dua contoh umum dari metabolisme dasar adalah koenzim A dan asam alphalipoic. Dua dari 13 vitamin klasik, biotin dan tiamin mengandung sulfur, dengan yang
terakhir ini dinamai kandungan sulfur nya. Sulfur memainkan peranan penting, sebagai
pembawa untuk mengurangi hidrogen dan elektron, untuk perbaikan sel dari oksidasi.
Protein mengandung antara 3 dan 6% asam amino sulfur. Sebuah persentase
yang sangat kecil dari sulfur datang dalam bentuk sulfat anorganik dan bentuk-bentuk
sulfur organik yang ada dalam makanan seperti bawang putih, bawang merah, brokoli,
dll
B. Mineral Runutan

Mineral

runutan

atau

trace

mineral

merupakan

mineral

yang

jumlah

kebutuhannya kurang dari (<100 mg per hari) atau lebih sedikit di bandingkan dengan
mineral makro. Yang termasuk mineral mikro antara lain:
1. Besi
Besi merupakan bagian integral dari banyak protein dan enzim yang menjaga
kesehatan yang baik. Pada manusia, zat besi merupakan komponen penting dari
protein yang terlibat dalam transport oksigen. Hal ini juga penting untuk pengaturan
pertumbuhan sel dan diferensiasi. Kekurangan zat besi membatasi pengiriman oksigen
ke sel-sel, sehingga kelelahan, kinerja yang buruk, dan penurunan kekebalan. Di sisi
lain, jumlah kelebihan zat besi dapat menyebabkan keracunan dan bahkan kematian
Hampir dua pertiga dari besi dalam tubuh ditemukan dalam hemoglobin, protein
dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan. Jumlah yang lebih kecil
dari besi ditemukan dalam mioglobin, suatu protein yang membantu suplai oksigen ke
otot, dan dalam enzim yang membantu reaksi biokimia. Zat besi juga ditemukan dalam
protein yang menyimpan zat besi untuk kebutuhan masa depan dan transportasi besi
dalam darah. Peyimpanan besi diatur oleh penyerapan zat besi oleh usus.
Ada dua bentuk zat besi yaitu heme dan nonheme. Besi heme berasal dari
hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang memberikan oksigen ke sel. Besi
heme ditemukan dalam makanan hewan yang awalnya berisi hemoglobin, seperti
daging merah, ikan, dan unggas. Besi dalam makanan nabati seperti lentil dan kacangkacangan diatur dalam struktur kimia yang disebut besi nonheme. Ini adalah bentuk dari
besi yang ditambahkan ke makanan yang diperkaya zat besi. Besi heme diserap lebih
baik daripada besi nonheme, tetapi sebagian besar zat besi adalah besi nonheme.
Penyerapan zat besi mengacu pada jumlah zat besi yang dieroleh tubuh dan
penggunaan dari makanan. Orang dewasa sehat menyerap sekitar 10% sampai 15%
dari zat besi, tetapi penyerapan setiap individu dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Tingkat penyimpanan besi memiliki pengaruh terbesar pada penyerapan zat besi.
Penyerapan zat besi meningkat ketika ketersediaan dalam tubuh rendah. Ketika
ketersediaan besi tinggi, penyerapan menurun untuk membantu melindungi terhadap
efek racun dari kelebihan zat besi.

Penyerapan zat besi juga dipengaruhi oleh jenis zat besi yang dikonsumsi.
Penyerapan zat besi heme dari protein daging cukup efisien. Penyerapan zat besi
heme berkisar antara 15% sampai 35%, dan tidak secara signifikan dipengaruhi oleh
pola makan. Sebaliknya, 2% sampai 20% dari besi nonheme dalam makanan nabati
seperti beras, jagung, kacang hitam, kedelai dan gandum ini diserap. Penyerapan zat
besi nonheme secara signifikan dipengaruhi oleh berbagai komponen makanan
Protein daging dan vitamin C akan meningkatkan penyerapan zat besi nonheme.
Tanin (ditemukan dalam teh), kalsium, polifenol, dan phytates (ditemukan dalam
kacang-kacangan dan biji-bijian) dapat mengurangi penyerapan zat besi nonheme.
Beberapa protein yang ditemukan dalam kedelai juga menghambat penyerapan zat
besi nonheme. Hal yang paling penting untuk memasukkan makanan yang
meningkatkan penyerapan zat besi nonheme ketika asupan zat besi harian kurang dari
yang direkomendasikan, ketika kehilangan besi tinggi (yang mungkin terjadi akibat
menstruasi berat), ketika persyaratan besi yang tinggi (seperti pada kehamilan), dan
ketika hanya sumber nonheme vegetarian besi yang dikonsumsi.
Rekomendasi untuk besi disediakan dalam diet Referensi Intakes ( DRIs ) yang
dikembangkan oleh Institute of Medicine National Academy of Sciences.
Table 3: Recommended Dietary Allowances for Iron for Infants (7 to 12
months), Children, and Adults
Age
Males
Females Pregnancy
Lactation
(mg/day (mg/day (mg/day)
(mg/day)
)
)
7 to 12 months
11
11
N/A
1 to 3 years
7
7
N/A
4 to 8 years
10
10
N/A
9 to 13 years
8
8
N/A
14 to 18 years
11
15
27
19 to 50 years
8
18
27
51+ years
8
8
N/A

N/A
N/A
N/A
N/A
10
9
N/A

Asupan zat besi secara negatif dipengaruhi oleh kepadatan makanan nutrisi yang
rendah, yang tinggi kalori tapi rendah vitamin dan mineral. Gula dipermanis soda dan
makanan penutup sebagian besar adalah contoh dari kepadatan makanan nutrisi yang
rendah, seperti juga makanan ringan seperti keripik kentang. Di antara hampir 5.000

anak-anak dan remaja antara usia 8 dan 18 yang disurvei, kepadatan makanan nutrisi
yang rendah memberikan kontribusi hampir 30% dari asupan kalori harian, dengan
pemanis dan makanan penutup bersama-sama mencakup hampir 25% dari asupan
kalori. Anak-anak dan remaja yang mengonsumsi lebih sedikit makanan dengan
"kepadatan nutrisi rendah" lebih mungkin untuk mengkonsumsi jumlah besi yang
direkomendasikan besi.
Organisasi Kesehatan Dunia menganggap kekurangan zat besi nomor satu
gangguan gizi di dunia. Sebanyak 80% dari populasi dunia mungkin kekurangan zat
besi, sementara 30% mungkin memiliki anemia defisiensi zat besi.
Kekurangan zat besi berkembang secara bertahap dan biasanya dimulai dengan
keseimbangan besi yang buruk, bila asupan zat besi tidak memenuhi kebutuhan harian
untuk zat besi. Jumlah yang buruk ini awalnya menghabiskannya bentuk penyimpanan
besi sedangkan tingkat hemoglobin darah, penanda status zat besi, tetap normal.
Anemia defisiensi besi merupakan tahap lanjutan dari menipisnya besi. Hal ini terjadi
ketika tempat penyimpanan besi kekurangan dan kadar zat besi dalam darah tidak
dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tingkat hemoglobin darah di bawah normal
dengan adanya anemia defisiensi besi.
Anemia kekurangan zat besi dapat dikaitkan dengan asupan makanan yang rendah
zat besi, penyerapan tidak memadai besi, atau kehilangan darah berlebihan. Wanita
usia subur, ibu hamil, bayi prematur dan berat badan lahir rendah, bayi yang lebih tua
dan balita, dan gadis-gadis remaja yang paling berisiko terkena anemia kekurangan zat
besi karena mereka memiliki kebutuhan terbesar untuk besi. Wanita dengan kehilangan
menstruasi berat dapat kehilangan sejumlah besar zat besi dan berada pada resiko
besar untuk defisiensi zat besi. Pria dewasa dan wanita pasca-menopause kehilangan
sangat sedikit zat besi, dan memiliki risiko rendah kekurangan zat besi.
Individu dengan gagal ginjal, terutama yang sedang dirawat dengan dialisis, berada
pada risiko tinggi terjadinya anemia defisiensi besi. Hal ini karena ginjal mereka tidak
dapat membuat cukup erythropoietin, suatu hormon yang dibutuhkan untuk membuat
sel darah merah. Kedua besi dan erythropoietin dapat hilang selama dialisis ginjal.
Individu yang menerima perawatan dialisis rutin biasanya membutuhkan zat besi ekstra
dan erythropoietin sintetis untuk mencegah kekurangan zat besi.

Vitamin A membantu memobilisasi besi dari tempat penyimpanan, sehingga


kekurangan vitamin A membatasi kemampuan tubuh untuk menggunakan besi yang
tersimpan. Masalah ini terlihat di negara-negara berkembang di mana kekurangan
vitamin A sering terjadi. Malabsorpsi kronis dapat berkontribusi terhadap menipisnya
besi dan defisiensi dengan membatasi penyerapan zat besi atau dengan memberikan
kontribusi usus kehilangan darah. Sebagian besar besi diserap dalam usus kecil.
Gangguan pencernaan yang menyebabkan peradangan dari usus kecil dapat
menyebabkan diare, penyerapan yang buruk dari zat besi, dan deplesi besi.
2.

Zinc/Seng
Bagi manusia, arti penting zat seng sebenarnya baru terungkap pada tahun
1956. Fungsi seng terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh
manusia. Salah satunya sebagai zat perantara bagi lebih 70 macam enzim dan protein
yang ada di tubuh manusia. Enzim sendiri berperan dalam metabolisme seluruh sel-sel
ditubuh manusia, maka jika enzim-enzim tidak terbentuk sempurna, fungsi sel tubuh
akan terganggu. Selain itu, seng berperan pula dalam proses pembentukan genetik,
yaitu pada DNA (DeoxyribosenucleidAcid).
Dengan konsentrasi yang cukup besar dalam tubuh yakni menempati posisi
kedua setelah zat besi, Seng dapat mudah ditemukan pada berbagai jenis makanan
yang kaya akan kandungan protein seperti daging, kacang-kacangan dan polong
polongan.Asupan seng yang dibutuhkan tubuh manusia sangat sedikit dan penyerapan
seng oleh tubuh pun sangatlah kecil. Dari sekitar 4-14 mg/hari jumlah seng yang
dianjurkan untuk dikonsumsi, hanya sekitar 10-40% saja yang dapat diserap.Kehadiran
zat mineral lain yang tinggi dalam tubuh, seperti zat besi dan tembaga serta adanya
kandungan phytat pada bayam, kangkung dan sayuran lain dapat menghambat
penyerapan seng di mukosa usus. Namun, jika zat-zat tersebut difermentasikan, maka
penyerapan seng dapat meningkat. Berdasarkan U.S. National Library of Medicine, jika
tubuh tidak mendapat suplai seng yang cukup, biasanya akan muncul tanda-tanda atau
gejala sebagai berikut:

Rata-rata pertumbuhan yang lambat.

Tidak ada selera atau nafsu makan.

Penyembuhan luka yang lambat, muncul lesi pada kulit dan infeksi yang tak kunjung
sembuh.

Kelelahan yang hebat.

Kerontokan pada rambut.

Ketidak normalan pada kemampuan mengecap rasa dan mencium bau.

Kesulitan dalam melihat dikegelapan.

Menurunnya produksi hormon pada pria (infertilitas).


Khusus untuk poin terakhir, kekurangan seng akan mengganggu proses
pembentukan sperma dan perkembangan organ seks primer dan sekunder pada pria.
Kekurangan seng pada pria menyebabkan menurunnya fungsi testikular (testicular
hypofunction) yang berdampak pada terganggunya proses spermatogenesis dan
produksi hormon testosteron oleh sel-sel Leydig. Testosteron adalah hormon yang
mempengaruhi libido dan ciri-ciri kelamin sekunder laki-laki.
Dalam keadaan normal atau sehat jumlah yang dianjurkan untuk pria dewasa
sebanyak 15 mg per hari, sedangkan wanita 12 mg per hari. Cara aman mendapatkan
zat gizi seng adalah dengan mengonsumsi makanan kaya seng.
Makanan yang kadar sengnya tinggi antara lain kerang, daging sapi, hati, dan
rempah/bumbu makanan (spices). Sumber makanan yang baik adalah keju, kepiting,
daging kambing muda, kacang tanah, dan hewan ternak.
Selain itu, ada pula beberapa unsur makanan yang akan menghambat
penyerapan seng dalam tubuh, yaitu tinggi kadar kalsium, asam fitat, dan mineral
tembaga. Untuk itu, konsumsi makanan penghambat ini perlu dikurangi jumlah dan
frekuensinya.

3. Yodium
Yodium merupakan suatu trace elemen yang secara alami ada di beberapa
makanan, ditambahkan ke yang lain, dan tersedia sebagai suplemen makanan. Yodium
merupakan komponen penting dari hormon tiroid tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3).
Hormon tiroid mengatur berbagai reaksi biokimia penting, termasuk sintesis protein dan
aktivitas enzimatik, dan merupakan penentu penting dari aktivitas metabolik. Mereka

juga diharuskan untuk pengembangan sistem yang benar untuk tulang dan saraf pusat
pada janin dan bayi.
Di dalam tubuh, yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid (kelenjar yang agak
besar dan berada di leher depan bagian bawah). Oleh kelenjar tiroid, yodium digunakan
untuk memproduksi tiroksin. Tiroksin adalah hormon yang mengatur aktivitas berbagai
organ, mengontrol pertumbuhan, membantu proses metabolisme, bahkan menentukan
berapa lama seseorang bertahan untuk hidup.Jika persediaan yodium di dalam tubuh
sangat rendah maka kelenjar tiroid akan membesar sehingga membentuk benjolan
pada leher yang biasanya disebut penyakit hipotiroid. Meski sama-sama mengalami
pembengkak pada bagian leher, hipotiroid berbeda dengan penyakit gondok (goitre)
yang disebabkan karena virus.Jika tidak segera diobati, penderita hipotiroid akan
mengalami anemia, sistem pernafasan melemah, penderita mengalami kejang,
sehingga aliran darah ke otak berkurang sampai akhirnya terjadi gagal jantung.
Pada ibu hamil, kekurangan hormon tiroid, dikhawatikan bayinya akan mengalami
cretenisma, yaitu tinggi badan di bawah ukuran normal (cebol) yang disertai dengan
keterlambatan perkembangan jiwa dan tingkat kecerdasan.
Tanda-tanda lain akibat hipotiroid ialah kelopak mata tampak lebih cembung,
muka kelihatan suram, lesu, rambut kasar, lidah bengkak dan suara parau. Namun,
kelebihan yodium di dalam tubuh akan menyebabkan

hipertiroid. Hipertiroid terjadi

karena kelenjar tiroid terlalu aktif memroduksi hormon tiroksin. Biasanya ditandai gejala
mudah cemas, lemah, sensitif terhadap panas, sering berkeringat, hiperaktif, berat
badan menurun, nafsu makan bertambah, jari-jari tangan bergetar, jantung berdebardebar, bola mata menonjol serta denyut nadi bertambah cepat dan tidak beraturan.
Tanah bumi mengandung beragam jumlah yodium, yang pada akhirnya
mempengaruhi kandungan yodium tanaman. Di beberapa daerah di dunia, tanah yang
kekurangan yodium

pada umumnya meningkatkan risiko kekurangan yodium pada

orang-orang yang mengkonsumsi makanan terutama dari daerah tersebut. Program


iodisasi garam, yang telah diterapkan dibanyak negara, telah secara dramatis
mengurangi prevalensi defisiensi yodium di seluruh dunia.
Yodium dalam makanan dan garam beryodium hadir dalam beberapa bentuk
kimia termasuk natrium dan garam kalium, yodium anorganik (I 2), iodat, dan iodida,

bentuk tereduksi yodium. Yodium jarang muncul sebagai elemen, yang merupakan gas,
melainkan sebagai garam, karena alasan ini, hal itu disebut sebagai iodide dan bukan
yodium. Iodida dengan cepat dan hampir sepenuhnya diserap di lambung dan
duodenum. Iodate berkurang dalam saluran pencernaan dan diserap sebagai iodida.
Ketika iodida memasuki sirkulasi, kelenjar tiroid berkonsentrasi dalam jumlah yang tepat
untuk sintesis hormon tiroid dan sebagian besar dari jumlah sisa diekskresikan dalam
urin. Orang dewasa yang sehat iodine-penuh memiliki sekitar 15-20 mg yodium, 70%
-80% dari yang terkandung dalam tiroid.
Rata-rata konsentrasi urin yodium 100-199 mcg / L pada anak-anak dan orang
dewasa, 150-249 mcg / L pada wanita hamil dan> 100 mcg / L pada wanita menyusui
menunjukkan asupan yodium yang memadai. Nilai lebih rendah dari 100 mcg / L pada
anak-anak dan orang dewasa yang tidak hamil menunjukkan asupan yodium tidak
mencukupi, meskipun kekurangan yodium tidak tergolong berat sampai tingkat yodium
urin lebih rendah dari 20 mcg / L.
Rekomendasi asupan yodium dan nutrisi lain disediakan dalam Dietary
Reference Intakes (DRIs) yang dikembangkan oleh Badan Pangan dan Gizi (FNB) di
Institute of Medicine dari Akademi Nasional (sebelumnya National Academy of
Sciences).
Age
Birth to 6 months
712 months
13 years
48 years
913 years
1418 years
19+ years

Male
Female
Pregnancy
Lactation
110 mcg*
110 mcg*
130 mcg*
130 mcg*
90 mcg
90 mcg
90 mcg
90 mcg
120 mcg
120 mcg
150 mcg
150 mcg
220 mcg
290 mcg
150 mcg
150 mcg
220 mcg
290 mcg

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), dan


Dewan Internasional untuk Pengendalian Gangguan Akibat Kekurangan Yodium
(ICCIDD) merekomendasikan asupan yodium yang sedikit lebih tinggi bagi ibu hamil
dari 250 mcg per hari.
Rumput laut (seperti kelp, nori, kombu, dan wakame) adalah salah satu sumber
makanan terbaik yodium, tetapi jumlahnya sangat bervariasi. Sumber lain termasuk
makanan laut, produk susu (sebagian karena penggunaan suplemen pakan yodium dan

iodophor sanitasi agen di industri susu, produk biji-bijian, dan telur. Iodine juga hadir
dalam ASI manusia dan susu formula.
Buah-buahan dan sayuran mengandung yodium, tapi jumlahnya bervariasi
tergantung pada kandunga yodium dalam tanah, penggunaan pupuk dan praktek
irigasi. Konsentrasi yodium dalam makanan nabati dapat berkisar dari sesedikit 10
mcg / kg sampai 1 mg / kg berat kering. Variabilitas ini pada gilirannya mempengaruhi
kandungan yodium daging dan produk hewani karena mempengaruhi kandungan
yodium dari makanan yang dikonsumsi hewan.
Lebih dari 70 negara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada, memiliki program
iodisasi garam. Akibatnya, sekitar 70% rumah tangga di seluruh dunia menggunakan
garam beryodium, mulai dari hampir 90% rumah tangga di Amerika Utara dan Selatan
menjadi kurang dari 50% di Eropa dan wilayah Mediterania Timur ..
Di Amerika Serikat, produsen garam telah menambahkan yodium garam meja
sejak tahun 1920-an, meskipun masih merupakan program sukarela. US Food and
Drug Administration (FDA) telah menyetujui kalium iodida dan iodida tembaga untuk
iodisasi garam sedangkan WHO merekomendasikan penggunaan kalium iodat karena
kestabilannya yang lebih besar, terutama di iklim tropis.
Banyak suplemen multivitamin / mineral mengandung yodium dalam bentuk
kalium iodida atau natrium iodida. Suplemen yodium atau yodium yang mengandung
rumput laut (rumput laut a) juga tersedia. Sebuah studi kecil menemukan bahwa kalium
iodida hampir sepenuhnya (96,4%) terserap pada manusia.
4. Selenium
Selenium, yang merupakan nutrisi penting bagi manusia, adalah konstituen lebih
dari dua lusin selenoproteins yang memainkan peran penting dalam reproduksi,
metabolisme hormon tiroid, sintesis DNA, dan perlindungan dari kerusakan oksidatif
dan infeksi.
Selenium muncul dalam dua bentuk: anorganik (selenate dan selenite) dan
organik (selenomethionine dan selenocysteine). Keduanya dapat menjadi sumber
selenium yang baik . Tanah mengandung sulfida anorganik dan sulfat yang kemudian

terakumulasi dan dikonversi ke bentuk organic oleh tanaman menjadi sebagian besar
selenocysteine dan selenomethionine dan alcohol turunannya.
Sebagian besar selenium dalam bentuk selenomethionine terdapat pada
jaringan hewan dan manusia, di mana selenium dapat dimasukkan secara nonspesifik
dengan metionin asam amino pada protein tubuh. Otot rangka merupakan tempat
utama penyimpanan selenium, terhitung sekitar 28% sampai 46% dari total kolam
selenium. Kedua selenocysteine dan selenite direduksi untuk menghasilkan hidrogen
selenide, yang pada gilirannya diubah menjadi selenophosphate untuk biosintesis
selenoprotein.
Ukuran yang paling umum digunakan tentang status selenium adalah
konsentrasi selenium plasma dan serum. Konsentrasi dalam darah dan urin
mencerminkan asupan selenium terakhir. Analisis kandungan selenium pada rambut
atau kuku dapat digunakan untuk memantau asupan jangka panjang selama beberapa
bulan atau tahun. Kuantifikasi dari satu atau lebih selenoproteins (seperti glutation
peroksidase dan selenoprotein P) juga digunakan sebagai ukuran fungsional status
selenium. Konsentrasi plasma atau serum selenium adalah 8 mikrogram (mcg) / dL
atau lebih tinggi pada orang sehat biasanya memenuhi kebutuhan untuk sintesis
selenoprotein.
Rekomendasi asupan untuk

selenium dan nutrisi lainnya disediakan dalam

Dietary Reference Intakes (DRIs) yang dikembangkan oleh Badan Pangan dan Gizi
(FNB) di Institute of Medicine dari Akademi Nasional (sebelumnya National Academy of
Sciences).
Table 1: Recommended Dietary Allowances (RDAs) for Selenium
Age
Male
Female
Pregnancy
Lactation
Birth to 6 months
15 mcg*
15 mcg*
712 months
20 mcg*
20 mcg*
13 years
20 mcg
20 mcg
48 years
30 mcg
30 mcg
913 years
40 mcg
40 mcg
1418 years
55 mcg
55 mcg
60 mcg
70 mcg
1950 years
55 mcg
55 mcg
60 mcg
70 mcg
51+ years
55 mcg
55 mcg

Seafoods dan daging adalah sumber makanan kaya selenium. Sumber-sumber


lain termasuk daging bagian otot, sereal dan biji-bijian lainnya, dan produk susu.
Jumlah selenium dalam air minum nutrisinya tidak signifikan dalam wilayah geografis
tertentu. Jumlah selenium dalam suatu jenis makanan nabati tergantung pada jumlah
selenium dalam tanah dan beberapa faktor lain, seperti pH tanah, jumlah bahan organik
dalam tanah, dan apakah selenium berada dalam bentuk yang dapat diserapan
tanaman. Akibatnya, konsentrasi selenium dalam makanan nabati bervariasi menurut
lokasi geografisnya.
Kandungan selenium dari tanah mempengaruhi jumlah selenium dalam tanaman
yang hewan makan, sehingga jumlah selenium dalam produk hewani juga bervariasi.
Namun, konsentrasi selenium dalam tanah memiliki efek yang lebih kecil pada tingkat
selenium dalam produk hewani daripada makanan nabati karena hewan menjaga
konsentrasi selenium dalam jaringan melalui mekanisme homeostatis. Selain itu, ternak
yang diberikan pakan umumnya mengandung tingkat selenium yang sama.
Selenium tersedia dalam multivitamin suplemen multimineral / dan sebagai
suplemen yang berdiri sendiri, seringkali dalam bentuk selenomethionine atau ragi yang
diperkaya selenium (tumbuh dalam medium yang tinggi selenium) atau natrium atau
sodium

selenate

selenite.

Tubuh

manusia

menyerap

lebih

dari

90%

dari

selenomethionine tetapi hanya sekitar 50% dari selenium dari selenite.


Kekurangan selenium menghasilkan perubahan biokimia yang mungkin
mempengaruhi orang-orang yang mengalami tekanan untuk berkembang menjadi
penyakit tertentu. Misalnya, kekurangan selenium dalam kombinasi dengan stres
(mungkin infeksi virus) menyebabkan penyakit Keshan, kardiomiopati yang terjadi di
bagian Cina sebelum program suplementasi selenium yang disponsori pemerintah yang
dimulai pada tahun 1970-an. Sebelum program suplementasi pemerintah China, orang
dewasa di daerah penyakit Keshan memiliki asupan selenium rata-rata tidak lebih dari
11 mcg / hari, konsumsi minimal 20 mcg / hari dapat melindungi orang dewasa dari
penyakit Keshan.
Kekurangan selenium juga berhubungan dengan infertilitas pria dan mungkin
memainkan peran dalam penyakit Kashin-Beck, jenis osteoarthritis yang terjadi di
daerah tertentu yang memiliki kandungan selenium yang rendah di daratan Cina, Tibet,

dan Siberia. Kekurangan selenium dapat memperburuk defisiensi yodium, berpotensi


meningkatkan risiko kretinisme pada bayi.
Selenium telah menunjukkan diri sebagai salah satu dari agen-agen antikanker
yang lebih kuat. Apabila ia digabungkan dengan vitamin E, efektivitas keduanya
terhadap kanker akan sangat meningkat. Mereka bersama-sama bekerja sebagai
antikanker yang kuat dan sistem anti penuaan yang disebut glutation peroksidase
(GSH). Kombinasi ini membentuk satu antioksidan yang paten, dan karenanya,
pemakan radikal bebas ini melindungi membran-membran sel dari serangan radikal
bebas. GSH oleh beberapa orang dilukiskan menyerupai miniatur kekuatan polisi yang
mencari dan menghancurkan sel-sel pemberontak dan radikal-radikal bebas dalam
tubuh.
Sejumlah kemampuan murni lainnya yang ditunjukkan oleh selenium:
-

Selenium meningkatkan efisiensi sehingga DNA dapat memperbaiki dirinya sendiri.


Pada kadar tinggi selenium bersifat langsung sebagai racun terhadap sel-sel kanker.

Selenium menghambat pertumbuhan tumor dalam jaringan payudara manusia.

Selenium dapat mendeaktivasi toksisitas radiasi di dalam tubuh.

Selenium bekerja membersihkan darah dari efek kemoterapi dan malfungsi liver.

Selenium merupakan stimulan yang paten bagi sistem kekebalan.


Karena peran penting selenium sebagai anti kanker, para ilmuwan telah
memperhatikan adanya hubungan langsung antara insiden kanker dan kadar selenium
di dalam tanah di berbagai negara yang berbeda dimana hasilnya menunjukkan bahwa
kadar selenium yang lebih rendah menimbulkan peningkatan insiden kanker pada
populasi tersebut.
Asupan yang terlalu tinggi dari bentuk organik dan anorganik selenium memiliki
efek yang sama. Tanda-tanda klinis yang paling umum dari asupan selenium yang
terlalu tinggi, atau selenosis, adalah rambut rontok dan kuku rapuh. Gejala lain
termasuk luka pada kulit serta sistem saraf, mual, diare, ruam kulit, gigi berbintik-bintik,
kelelahan, lekas marah, dan kelainan sistem saraf.

5. Tembaga

Tembaga adalah elemen esensial pada tumbuhan dan hewan, tetapi tidak pada
beberapa mikroorganisme. Tubuh manusia mengandung tembaga pada tingkat sekitar
1,4-2,1 mg per kg massa tubuh. Dengan kata lain, RDA untuk tembaga pada orang
dewasa sehat normal adalah 0,97 mg / hari dan sebagai 3,0 mg / hari. Protein tembaga
memiliki beragam peran dalam transpor elektron biologis dan transportasi oksigen,
proses yang memanfaatkan interkonversi Cu (I) dan Cu (II).
Tembaga juga merupakan komponen protein lain yang terkait dengan
pengolahan oksigen. Dalam sitokrom c oksidase, yang diperlukan untuk respirasi
aerobik, tembaga dan besi bekerja sama dalam reduksi oksigen. Tembaga juga
ditemukan di banyak dismutases superoksida, protein yang mengkatalisis dekomposisi
superoksida, dengan mengubahnya (dengan disproporsionasi) menjadi oksigen dan
hidrogen peroksida.
Beberapa protein tembaga, seperti "protein tembaga biru", tidak berinteraksi
secara langsung dengan substrat, sehingga mereka bukanlah enzim. Protein ini
menyampaikan elektron dengan proses yang disebut transfer elektron.
Didalam tubuh, tembaga diserap dalam usus kemudian diangkut ke hati terikat
dengan albumin. Setelah pengolahan di hati, tembaga didistribusikan ke jaringan lain
dalam fase kedua. Transportasi tembaga di sini melibatkan ceruloplasmin protein, yang
membawa sebagian dari tembaga dalam darah. Ceruloplasmin juga membawa
tembaga yang diekskresikan dalam air susu, dan sangat baik diserap sebagai sumber
tembaga. Tembaga dalam tubuh biasanya mengalami sirkulasi enterohepatik (sekitar 5
mg sehari, vs sekitar 1 mg per hari diserap dalam makanan dan dikeluarkan dari tubuh),
dan tubuh mampu untuk mengeluarkan beberapa kelebihan tembaga, jika diperlukan,
melalui empedu, yang membawa beberapa tembaga dari hati yang tidak kemudian
diserap oleh usus.
Sumber makanan yang kaya tembaga meliputi tiram, daging sapi dan hati
domba, kacang Brasil, sirup gula molasses, kakao, dan lada hitam. Sumber yang baik
termasuk lobster, kacang-kacangan dan biji bunga matahari, zaitun hijau, alpukat, dan
dedak gandum.
Didalam tubuh, tembaga memili peranan penting sebagai berikut:
-

Komponen enzim

Pembentukan sel darah merah

Pembentukan tulang
Karena perannya dalam memfasilitasi penyerapan zat besi, defisiensi tembaga
dapat

menghasilkan

hipopigmentasi,

anemia

pertumbuhan

gejala

seperti,

terganggu,

neutropenia,

peningkatan

kelainan

infeksi,

tulang,

osteoporosis,

hipertiroidisme, dan kelainan dalam metabolisme glukosa dan kolesterol. Sebaliknya,


penyakit Wilson menyebabkan penumpukan tembaga dalam jaringan tubuh.
Pada orang dewasa, dibutuhkan 2 miligram. Sistem tubuh pada orang-orang
yang menderita kanker telah didapati kekurangan tembaga. Oleh karenanya, tembaga
tercakup dalam suplemen-suplemen lainnya disamping mineral-mineral cair.
Toksisitas tembaga kronis biasanya tidak terjadi pada manusia karena sistem
transportasi yang mengatur penyerapan dan ekskresi. Mutasi resesif autosomal protein
transpor tembaga dapat menonaktifkan sistem ini, yang menyebabkan penyakit Wilson
dengan akumulasi tembaga dan sirosis hati pada orang yang telah mewarisi dua gen
cacat.
6. Mangan
Unsur logam mangan telah diketahui terdapat dalam sistem tubuh manusia,
meskipun hanya dengan jumlah sangat kecil mineral ini rata-rata terdapat dalam
tubuh antara 10 hingga 20 mg . Tetapi, walau tergolong dalam kategori mikro, Mineral
mangan ini memiliki peran penting untuk mengatur dan membantu fungsi organ tubuh.
Mineral ini sangat penting untuk kesehatan sistem tubuh, senyawa ini dapat kita
dapatkan dari berbagai jenis makanan juga. Menurut pakar Gizi University of Maryland
Medical Center mengkonsumsi mangan sangat penting untuk memenuhi asupan
harian yang direkomendasikan . Khasiat mangan dapat diperoleh dari Makan banyak
biji-bijian seperti contohnya biji bunga matahari, kacang-kacangan dan biji-bijian dapat
membantu Anda meningkatkan kecukupan mineral mangan dalam tubuh.
Walaupun mineral ini adalah mikro, namun unsur Mangan sangat membantu
fungsi tubuh membentuk jaringan ikat, tulang, beberapa hormon, enzim dan cairan
pelumas pada sendi-sendi . Fungsi lain dari mangan adalah memainkan peran dalam
proses pembekuan darah, ia juga dapat membantu proses metabolisme lemak dan

karbohidrat, dan yang terpenting! mangan digunakan tubuh untuk penyerapan mineral
kalsium dan magnesium.
Fungsi lain terpenting unsur logam mangan, adalah membantu tubuh kita agar
dapat memanfaatkan vitamin B1 (Thiamin) dan membuat vitamin E secara optimal
untuk seluruh bagian tubuh. Namun di lain fungsi penting lain-nya mineral mangan
dibutuhkan untuk pembentukan enzim superoksida dismutase, ini adalah senyawa
antioksidan kuat yang untuk mengusir radikal bebas berbahaya dalam tubuh.
Sumber makanan yang diketahui kaya kandungan unsur logam ini, dapat
memberikan berbagai manfaat kesehatan terhadap tubuh dan penting untuk membantu
mencegah penyakit. Mineral mangan bekerja memerangi radikal bebas, ini berkat
superoksida dismutase yang dibentuk oleh senyawa mangan,

tentunya hal ini

bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.
Proses penyembuhan luka dengan cepat, mampu diberikan oleh mineral mangan, ini
adalah dampak dari pembentukan kolagen dalam jumlah yang banyak. Selain itu
penyakit anemia dapat di hindari dan dicegah jika tubuh memiliki kadar mangan yang
cukup.
Mineral mangan bekerja sama dengan Kalsium, ini adalah kabar bagus untuk
menjaga kepadatan tulang , sehingga manfaat yang kita dapat adalah terhindar dari
tulang keropos (osteoporosis) . Kabar baik bagi wanita , menurut hasil penelitian oleh
University of Maryland Medical Center telah mengungkap bahwa kombinasi dari
berbagai mineral, seperti kalsium, zat seng , tembaga dan mangan sangat berguna
untuk mencegah dan memperlambat wanita pasca-menopause kehilangan kekuatan
tulang belakang dengan cepat.
Selain itu, manfaat lain zat mangan untuk wanita, telah diungkap ada beberapa
bukti, bahwa makanan yang memiliki kandungan mineral mangan, dapat membantu
meringankan gangguan pramenstruasi dan dismenore. Manfaat kesehatan yang lainnya
bagi wanita , mineral mangan mangan dalam tubuh dengan kadar tepat, mampu
menghilangkan gangguan mood yang buruk saat menstruasi.
Kebutuhan mineral mangan yang disarankan untuk wanita adalah 1,8 mg / hari,
pria membutuhkan 2,3 mg per hari . Rendahnya kadar mangan dalam tubuh seseorang
dapat menyebabkan infertilitas, tulang keropos, serta kelemahan otot dan saraf (mudah

kejang). Untuk menghindari gejala toksisitas, mangan dari suplemen dan sumber
makanan alami yang di gabung, tidak dianjurkan melebihi 10 mg / hari
Sumber makanan. Beberapa makanan bergizi yang kaya kandungan mangan
antara lain sayuran berdaun hijau , kacang-kacangan dan biji-bijian . Sumber makanan
terbaik yang mengandung tinggi zat mangan antara lain Kedelai, kacang polong, biji
bunga matahari, beras merah dan buah nanas
7. Fluor
Walaupun tidak begitu diperlukan, fluor terbukti dapat melindungi lubang gigi saat
dikonsumsi dalam jumlah menengah (di bawah 4 mg/l). Fluor bertanggung jawab
terhadap pencegahan kerusakan gigi yang terjadi di Amerika Serikat mulai pertengahan
tahun 1980-an. Tindakan khusus harus dilakukan saat jumlah fluor yang dikonsumsi
oleh anak-anak. Tingkat fluor diatas 2mg/l dapat merusak pertumbuhan gigi orang
dewasa sebelum menjadi gigi tetap. Sumber fluor di antaranya adalah air, makanan
laut, tanaman, ikan dan makanan hasil ternak. Sedangkan fungsi fluor di antaranya
adalah :
Untuk pertumbuhan dan pembentukkan struktur gigi.
Untuk mencegah karies gigi
8. Kobalt
Kobalt adalah mineral penting lainnya yang diperlukan dalam jumlah yang sangat
kecil dalam makanan. Ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari bagian dari vitamin
B12, cobalamin, yang mendukung produksi sel darah merah dan pembentukan penutup
saraf mielin. Beberapa orang tidak menganggap kobalt penting sebagai nutrisi yang
terpisah, karena diperlukan terutama sebagai bagian dari B 12.
Kobalt, sebagai bagian dari vitamin B12, tidak mudah diserap dari saluran
pencernaan. Kandungan kobalt dalam tubuh berkisar antara 80-300 mcg yang disimpan
dalam sel-sel darah merah dan plasma, serta dalam hati, ginjal, limpa, dan pankreas.
Kobalt tersedia terutama sebagai bagian dari B 12. Daging, hati, ginjal, kerang, tiram,
dan susu semuanya mengandung beberapa kobalt. Ikan laut dan sayuran laut juga
mengandung kobalt, tetapi sayuran tanah mengandung sangat sedikit kobalt. Beberapa

kobalt juga terdapat dalam kacang-kacangan, bayam, kubis, selada, bit hijau, dan buah
ara.
Cobalt, sebagai bagian dari B 12, digunakan untuk mencegah anemia, anemia
pernisiosa khususnya, vitamin B12 juga bermanfaat dalam beberapa kasus kelelahan,
gangguan pencernaan, dan masalah syaraf-otot. Tidak ada kegunaan lain yang dikenal
kecuali radioaktif cobalt-60 yang digunakan untuk mengobati kanker tertentu.
Defisiensi kobalt tidak benar-benar menjadi perhatian jika tubuh mendapatkan
cukup vitamin B12. Tanah yang kekurangan kobalt, lebih lanjut mengurangi tingkat
kobalt dalam makanan nabati yang sudah sangat rendah. Toksisitas dapat terjadi dari
kelebihan kobalt anorganik ditemukan sebagai kontaminan makanan. Peningkatan
asupan kobalt dapat mempengaruhi tiroid atau menyebabkan kelebihan produksi sel
darah merah, darah mengental, dan peningkatan aktivitas di sumsum tulang. Tidak ada
RDA spesifik yang disarankan untuk kobalt. Kebutuhan tubuh akan kobalt adalah
rendah, dan vitamin B12 biasanya memenuhi kebutuhan tersebut. Asupan harian ratarata kobalt adalah sekitar 5-8 mcg.

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
3.1 Simpulan
Unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh
makhluk hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin. Kekurangan atau
kelebihan mineral dapat menyebabkan penyakit. Berdasarkan dari kebutuhannya,
mineral terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral
makro dibutuhkan dengan jumlah > 100 mg per hari sedangkan mineral mikro

dibutuhkan dengan jumlah <100 mg per hari. Mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh
akan memiliki fungsi khas-nya masing-masing.
Mineral diperlukan untuk fungsi normal pada sel tubuh. Tubuh membutuhkan
jumlah besar dari sodium, potasium, kalsium, magnesium, klorida, dan fosfat. Mineral
ini disebut makromineral. Namun tubuh membutuhkan sedikit tembaga, florida, yodium,
zat besi, selenium, dan seng. Mineral-mineral ini disebut trace mineral.
Dalam proses metabolisme energi tubuh, mineral-mineral yang diperoleh melalui
konsumsi bahan pangan dalam keseharian ini akan terlibat dalam proses pengambilan
energi dari simpanan glukosa (glycolysis), pengambilan energi dari simpanan lemak
(lipolysis), pengambilan energi dari simpanan protein (proteolysis) serta juga terlibat
dalam pengambilan energi dari phosphocreatine (PCr).
3.2 Saran
Mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia
yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang
dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu. Oleh karena itu Mineral tidak dapat
dibuat dalam tubuh. Kebutuhan sehari-hari mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dapat
diperoleh dari diet seimbang. Tetapi, seperti vitamin, mineral berlebih dapat
menghasilkan efek toksik. Sehingga asupannya untuk tubuh harus diperhatikan jumlah
dan juga rasio perbandingannya agar seimbang.

DAFTAR PUSTAKA

Cheng, Y.L. and Yu, A.W. Water-Electrolyte Balance. 2003.In Encyclopedia of Food
Science dan Nutrition, 2nd Edition, Caballero, B. Trugo, L.C., dan Finglas, P.M.,Eds,.
Academic Press.

Pratiwi, D.A. 2012. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta. Erlangga
Sunde RA. Selenium. In: Bowman B, Russell R, eds. Present Knowledge in Nutrition. 9th
ed. Washington, DC: International Life Sciences Institute; 2006:480-97
http://ods.od.nih.gov. Diakses pada 5 Januari 2014
http://caratik.us/719/fungsi-dan-manfaat-zat-mangan-bagi-kesehatan-tubuh.html. Diakses
pada 6 Januari 2014
http://www.healthy.net/scr/article.aspx?Id=2051. Diakses pada 6 Januari 2014

BAB I
PENDAHULUAN
Latar BelakanContoh Makalah mineral dan efeknya bagi kesehatan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengehuan dari masa ke masa semakin bertambah, seperti halnya
dengan pada disiplin ilmu Biologi dan Kimia yang melahirkan bdang ilmu yang disebut
Biokimia. Biokimia merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang membahas tentang aktivitas
kimia pada tubuh makhluk hidup.
Makhluk hidup, utamanya manusia pasti membutuhkan zat-zat tertentu dalam membantu
aktivitas metabolisme dalam tubuhnya. Sehingga organ-organ manusia dapat melakukan
aktivitas-aktivitas yang kadang tidak disadari kerjanya, seperti penyerapan sari-sari makanan di
usus, penghalusan makanan di lambung dan lain sebagainya.

Zat-zat yang sering digunakan tubuh dalam melakukan aktivitas antara lain, protein,
lemak, vitamin, dan mineral. Mineral yang umumnya dikenal banyak orang adalah air, tapi
ternyata masih banyak mineral-mineral yang sering didengar tapi orang mengira mineral tersebut
bukan mineral.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini, sebagai berikut:
1. Apa pengertian mineral?
2. Bagaimana penggolongan mineral?
3. Mineral apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh?
4. Bagamana peranan kalsium bagi tubuh?
5. Efek kelebihan dan kekurangan mineral

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Mineral
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral
termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk
dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan
ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Menurut

The

International Mineralogical Association tahun 1995 telah mengajukan definisi baru tentang
definisi material Mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan normalnya
memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi . Ilmu yang mempelajari mineral
disebut mineralogi.
unsur mineral merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan oleh makhluk
hidup di samping karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, juga dikenal sebagai zat anorganik
atau kadar abu. Sebagai contoh, bila bahan biologis dibakar, semua senyawa organik akan rusak;
sebagian besar karbon berubah menjadi gas karbon dioksida (CO2), hidrogen menjadi uap air,
dan nitrogen menjadi uap nitrogen (N2). Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk
abu dalam bentuk senyawa anorganik sederhana, serta akan terjadi penggabungan antarindividu
atau dengan oksigen sehingga terbentuk garam anorganik.
Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak atau belum
semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral esensial dan nonesensial. Mineral
esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis makhluk hidup untuk
membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Unsur-unsur mineral esensial dalam tubuh
terdiri atas dua golongan, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan
untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh. Mineral mikro yaitu mineral yang
diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan
konsentrasi sangat kecil. Mineral nonesensial adalah logam yang perannya dalam tubuh makhluk
hidup belum diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil. Bila kandungannya tinggi
dapat merusak organ tubuh makhluk hidup yang bersangkutan. Di samping mengakibatkan
keracunan, logam juga dapat menyebabkan penyakit defisiensi.

Tulisan ini menguraikan pentingnya mineral mikro esensial dalam kehidupan hewan.
Sifat-sifat mineral seperti sifat kimia, biokimia maupun proses biologis dalam jaringan makhluk
hidup, perlu diketahui dalam upaya mendiagnosis penyakit defisiensi mineral pada hewan.
B. Penggolongan Mineral
Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitas kehidupan, mineral (logam) dibagi menjadi
dua golongan, yaitu mineral logam esensial dan nonesensial. Logam esensial diperlukan dalam
proses fisiologis hewan, sehingga logam golongan ini merupakan unsur nutrisi penting yang jika
kekurangan dapat menyebabkan kelainan proses fisiologis atau disebut penyakit defisiensi
mineral. Mineral ini biasanya terikat dengan protein, termasuk enzim untuk proses metabolisme
tubuh, yaitu kalsium (Ca), fosforus (P), kalium (K), natrium (Na), klorin (Cl), sulfur (S),
magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), mangan (Mn), kobalt (Co), iodin (I), dan
selenium (Se). Logam nonesensial adalah golongan logam yang tidak berguna, atau belum
diketahui kegunaannya dalam tubuh hewan, sehingga hadirnya unsur tersebut lebih dari normal
dapat menyebabkan keracunan. Logam tersebut bahkan sangat berbahaya bagi makhluk hidup,
seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik (As), kadmium (Cd), dan aluminium (Al).
Berdasarkan banyaknya, mineral dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mineral makro dan
mineral mikro. Mineral makro diperlukan atau terdapat dalam jumlah relatif besar, meliputi Ca,
P, K, Na, Cl, S, dan Mg. Mineral mikro ialah mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat
sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil, yaitu Fe, Mo, Cu,
Zn, Mn, Co, I, dan Se.
Mineral makro
Kalsium (Ca)

g/kg
15

Mineral mikro
Besi (Fe)

g/kg
2080
1050

Fosforus (P)

10

Seng (Zn)

Kalium (K)

Tembaga (Cu)

15

Natrium (Na)

1,60

Molibdenum (Mo)

14

Klorin (Cl)

1,10

Selenium (Se)

12

Sulfur (S)

1,50

Iodin (I)

0,300,60

Magnesium (Mg)

0,40

Mangan (Mn)

0,200,60

Kobalt(Co)

0,020,10

C. Macam Mineral berdasarkan Jumlah Kebutuhan dalam Tubuh


Berdasarkan jumlah kebutuhan dalam tubuh, mineral dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
makroelemen dan mikroelemen.
a.

Makroelemen adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar. Makroelemen meliputi
kalium (K), kalsium (Ca), natrium (Na), fosfor (P), magnesium (Mg), belerang (S), dan klor (Cl).

b.

Mikroelemen yaitu mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. Misalnya besi (Fe),
mangan (Mn), kobalt (Co), molibdenum (Mo), dan selenium (Se).
Mineral terdapat dalam berbagai bahan makanan dari hewan dan tumbuhan. Perhatikan
Gambar 6.21. Apa sajakah fungsi mineral bagi tubuh dan akibatnya jika kekurangan salah satu
mineral? Coba cermati penjelasan dalam uraian berikut.
1. Kalsium (Ca)
Kalsium merupakan jenis mineral yang paling berlimpah dalam tubuh manusia. Total
rata-rata banyaknya kalsium pada tubuh manusia dewasa kurang lebih mencapai 1 kg, dimana
99% terdapat pada tulang dan gigi, lalu 1% sisanya ada pada cairan tubuh dan aliran darah.
Walaupun terkesan sangat sedikit, sisa 1% ini sebenarnya berperan penting dalam transmisi
sistem saraf, konstraksi otot, pengaturan tekanan darah, dan pelepasan hormon.
Sumber : Susu, telur dan buah-buahan.
Fungsi : Pembentukan tulang dan gigi
2. Fosfor (P)
Fosfor sebagai fosfat memainkan peranan penting dalam struktur dan fungsi semua sel
hidup. Sumber Fosfor adalah Susu, kacang-kacangan, telur, daging, dan sayuran. Fosfor
berfungsi dalam Pembentukan tulang dan gigi, Metabolisme, Kontraksi otot, Aktivitas saraf,
Komponen enzim, DNA, RNA, dan ATP, Membentuk fosfatid, bagian dari plasma, Menjaga
keseimbangan asam basa, Pengaturan aktivitas hormone, Efektivitas beberapa vitamin. Adapun
akibat Kekurangan Fosfor adalah kerapuhan tulang dan gigi, Sakit pada tulang, Pada anak anak :
Rakhitis, Pada orang Dewasa : Osteomalasia.
3. Besi (Fe)
Besi ( Fe) adalah suatu unsur metalik dan menyusun sekitar 5% tentang itu EarthS kulit
keras. Ketika murni ini merupakan suatu gelap, silvery-gray metal. Ini merupakan suatu unsur
yang sangat reaktif dan mengoxidasi karat dengan mudah. Yang merah, jeruk dan menguning

dilihat dalam beberapa lahan dan pada atas batu karang mungkin besi oksida. Bagian dalam dari
Bumi dipercaya untuk menjadi iron-nickel campuran logam padat. Iron-Nickel batu bintang
dipercaya untuk menghadirkan material yang paling awal membentuk pada awal alam semesta
itu. Sumber mineral bagi tubuh adalah Susu, hati, kuning telur dan sayur-sayuran yang berwarna
hijau. Mineral befungsi dalam Pembentukan hemoglobin dalam darah.
4. Fluorin (F)
Sumber Fluorin Kuning telur, susu, otak, dan air minum. Adapun fungsi Fluorin yaitu
Memelihara gigi, Mencegah kekurangan Mg, osteoporosis, dan penyakit periodontal. Apabila
kekurangan Fluorin dapat mengakibatkan Kerusakan karang gigi (caries dentis)
5. Iodin (I)
Sumber Yodium Makanan hasil laut, telur, susu, garam beryodium, tiram, dan rumput
laut. fungsi Yodium yaitu aktivitas kelenjar tiroid (tiroglobin), Komponen hormon tiroksin,
Komponen hormon triyodotironin. Apabila kekurangan Yodium dapat mengakibatkan Gondok,
Pendengaran berkurang
6. Natrium (Na)
Natrium yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari sebesar 15-20 g. Sumber Natrium
Daging, garam, mentega, dan produk peternakan. Adapun fungsi Natrium adalah Transmisi saraf,
Kontraksi otot, Menjaga tekanan osmotik darah, Sebagai buffer (dalam bentuk Nakarbonat),
Mempertahankan iritabilitas sel otot, Komponen anorganik cairan ekstra sel. Adapun akibat
kekurangan Natrium yaitu Dehidrasi, Shock, Gangguan pada jantung, Kejang otot, Kelelahan,
Suhu tubuh meningkat. Jika kelebihan natrium akan mengakibatkan gejala hipertensi.
7. Klorin (Cl)
Klorin merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam setiap hari dengan jumlah
15-20 g. Sumber Klor yang dibutuhkan oleh tubuh berasal Garam, susu, daging, dan telur.
Adapun fungsi Klor yaitu Pembentukan HCl dalam lambung yang berperan dalam penyerapan
Fe dan emulsi lemak, Aktivator enzim, Bahan ion klorit yang penting untuk transfer CO2 dari
darah ke paru-paru, Memelihara keseimbangan asam basa, elektrolit, dan tekanan osmosis.
Apabila kekurangan klor maka akan mengakibatkan Kontraksi otot abnormal, Hilangnya rambut
dan gigi, Pencernaan terganggu.
8. Kalium (K)

Kalium merupakan mineral yang bersumber dari sayuran, buah-buahan, dan kecap.
Kaium berfungsi untuk Mengatur detak jantung, Memelihara keseimbangan air, Transmisi saraf,
Memelihara keseimbangan asam basa, Katalisator, Kontraksi otot, Mengatur sekresi insulin dari
pancreas, Memelihara permeabilitas membran sel. Adapun akibat kekurangan kalium dapat
mengakibatkan Gangguan jantung, Kontraksi otot terganggu, Pernapasan terganggu. Apabila
kelebihan mneral akan mengakibatkan kelemahan otot dan terganggunya denyut jantung
9. Tembaga (Cu)
Tembaga merupakan mneral yang berasal dari Padi-padian, polong-polongan, kerang,
ginjal, dan hati. Adapun fungsi Tembaga ( Cu ) yaitu Pembentukan eritrosit dan hemoglobin,
Komponen enzim dan protein, Aktivitas saraf, Sintesis substansi seperti hormone. Akibat
Kekurangan Tembaga ( Cu ) adalah Anemia, Gangguan saraf dan tulang.
D. Peranan Kalsium bagi Tubuh
a.

Perjalanan Kalsium di Dalam Tubuh


Untuk bisa diserap oleh tubuh, kalsium harus berbentuk cair. Namun, jangan khawatir
jika Anda biasa mengkonsumsi kalsium dalam bentuk padat. Adanya asam pada lambung akan
mengubah bentuk kalsium padat menjadi cair. Setelah itu, barulah perjalanan kalsium di tubuh
dimulai.
Dari lambung, kalsium akan diserap oleh usus. Setelah itu, apabila kalsium tersedia di
dalam jumlah yang banyak, kalsium akan langsung diedarkan ke pembuluh darah melalui proses
difusi. Namun, apabila jumlah kalsium yang tersedia hanya sedikit maka metabolisme kalsium
akan dilakukan melalui proses transport aktif. Di dalam proses transport aktif, kalsium harus
dibantu oleh vitamin D. Itulah mengapa kita memerlukan vitamin D untuk kesehatan tulang.
Nah, melalui aliran cairan tubuh termasuk aliran darah, kalsium akan dibawa untuk disimpan di
tulang. Tetapi, perjalanan ini belum berakhir karena kalsium masih dapat terlepas lagi dari
tulang. Proses ini sebenarnya terjadi secara alami, namun proses ini juga perlu diantisipasi agar
kalsium yang tersusun harus seimbang dengan kalsium yang terlepas dari tulang. Mengapa?
Karena bila yang tersusun lebih sedikit dari yang terlepas, maka tulang akan dapat mengalami
kerapuhan,

mudah

patah,

dan

tingkat

yang

lebih

parah

lagi

yakni

osteoporosis.

Grosvenor, M.B and Smolin, L.A. 2002. Nutrition: From Science to Life. Harcourt College
Publishers.
b. Tidak Hanya Buat Tulang

Proses penyusunan dan pelepasan kalsium dari tulang ternyata tidak berlangsung
sesederhana yang kita bayangkan. Layaknya lalu lintas dengan polisi yang mengatur lalu
lalangnya kendaraan, demikian pula dengan lalu lintas dari kalsium di peredaran darah kita. Yang
bertindak sebagai polisi dalam mengatur kalsium adalah dua macam hormon pengatur kadar
kalsium dalam darah, yaitu hormon PTH (Parathyroid Hormone) dan Calcitonin.
Apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu rendah, hormon PTH akan dilepaskan.
Hormon PTH ini akan memicu pelepasan kalsium dari tulang ke aliran darah. Sebaliknya,
apabila tingkat kadar kalsium dalam darah terlalu tinggi, kerja hormon PTH akan dihentikan dan
digantikan dengan calcitonin. Hormon calcitonin bekerja berlawanan dengan PTH, yakni
menghambat terjadinya pelepasan kalsium dari tulang ke darah.
Kadar kalsium di dalam darah itu penting karena kalsium juga memiliki peranan penting
dalam pengaturan tekanan darah dengan cara membantu kontraksi otot-otot pada dinding
pembuluh darah serta memberi sinyal untuk pelepasan hormon-hormon yang berperan dalam
pengaturan tekanan darah.
c.

Kondisi Fisiologi Mempengaruhi


Seiring dengan proses penuaan, tingkat penyerapan kalsium pada tubuh manusia akan
menurun. Hal ini disebabkan karena produksi asam lambung untuk melarutkan kalsium ikut
berkurang. Padahal, asam lambung ini sangat berperan untuk melarutkan kalsium agar bisa
diserap. Pada wanita, peredaran kalsium dapat terjadi lebih ekstrim pada saat kehamilan dan
menyusui. Bayi manusia yang baru lahir mengandung 25 gr kalsium, dan selama 6 bulan masa
menyusui sebanyak 50 gram kalsium disalurkan dari sang Ibu ke bayi.
Selain itu, wanita yang mencapai masa menopause cenderung mengalami pengurangan
penyerapan kalsium sebanyak 20-25%, yang tak lain disebabkan pengurangan hormon estrogen
pada tubuh mereka secara alami. Hormon khusus pada kaum wanita ini secara langsung
menstimulasi penyerapan kalsium oleh usus dan pencernaan.

d. Berapa Banyak Sebaiknya?


Bagi Anda yang berusia di bawah 50 tahun, tubuh Anda tidak dapat menyerap lebih dari
500 mg kalsium pada satu kali konsumsi. Jadi, apabila Anda hendak mengkonsumsi 1000 mg
kalsium untuk 1 hari, konsumsilah secara terpisah sebanyak 2 kali di waktu yang berbeda pada
hari tersebut. Lalu bagaimana bila kita mengkonsumsi kalsium melebihi batas tersebut? Kalsium
tersebut akan dilepaskan keluar dari tubuh kita lewat air urine, feces, dan keringat. Dibandingkan

dengan makhluk hidup lain, kadar kalsium yang terkandung pada urine manusia merupakan yang
paling tinggi.
Beberapa klaim penyakit akibat kelebihan kalsium memang sering disebutkan, seperti
kalsifikasi (pengapuran), hypercalcemia (kadar kalsium yang berlebihan pada darah), kerusakan
ginjal, penurunan penyerapan mineral yang lain selain kalsium, dan kanker prostat.
Namun, jangan terlalu khawatir mengenai hal ini karena yang sering terjadi di
masyarakat kita justru sebaliknya. Batas maksimal dari asupan kalsium per hari bagi manusia
dari usia 1 tahun ke atas adalah dari 2500 mg per hari. Batas ini jauh dari rata-rata konsumsi
kalsium masyarakat Indonesia, yang rata-rata hanya mengkonsumsi 254 mg kalsium tiap
harinya.
e.

Kapan Sebaiknya Mengkonsumsi Kalsium?


Masih ingat pesan Ibu untuk minum susu tiap pagi sebelum berangkat sekolah dan satu
kali lagi di malam sebelum tidur? Beberapa pendapat memang mengatakan bahwa penyerapan
kalsium terjadi lebih bagus di malam hari, dan sebaliknya di pagi hari. Tetapi sebenarnya tidak
masalah kapan sebaiknya Anda minum susu atau mengkonsumsi kalsium, baik itu pagi atau
malam. Suatu penelitian di Finlandia membuktikan hal ini.
Dalam penelitian tersebut, dilakukan pemberian suplemen kalsium dengan dosis yang
sama pada 30 orang subyek wanita sebanyak satu kali di pagi hari pukul 09:00 dan di periode
berikutnya sebanyak satu kali di malam hari pukul 21.00. Setiap 2 jam selama 10 jam jumlah
hormon PTH dalam darah dan kadar kalsium pada urine tiap subyek dianalisa jumlahnya setelah
pengkonsumsian kalsium pada kedua waktu tersebut. Dan hasilnya kadar kalsium pada urine
yang dikeluarkan di kedua waktu jumlahnya tidak berbeda nyata alias sama, begitu pula dengan
jumlah hormon PTH dalam darah. Dengan kata lain, tidak masalah kapanpun Anda
mengkonsumsi kalsium.

E. Efek Kelebihan dan Kekurangan Mineral


Kelebihan satu mineral dalam tubuh juga dapat berpengaruh pada metabolisme tubuh yaitu
sebagai berikut :
1. Ca : mengkonsumsi kalsium dosis tinggi dapat menyebabkan nyeri lambung dan diare
2. Mg : dapat mengakibatkan diare
3. Na : meningkatkan tekanan darah tinggi dan beresiko terhadap stroke dan serangan jantung

4. P : nyeri lambung dan jika konsumsi dosis tinggi dalam waktu lama dapat menurunkan jumlah
kalsium dalam tubuh sehingga tulang lebih beresiko terhadapa fraktur.
5. Kalium : menyebabkan nyeri lambung, mual dan diare
6. Fe : konstipasi, mual dan nyeri lambung.
7. Boron : mengurangi fertilitas pada pria dan boron banyak terdapat pada sayuran dan kacangkacangan
8. Cobalt : berpengaruh pada jantung dan berpengaruh menurunkan fertilitas pada pria
9. Tembaga : menyebabkan nyeri lambung dan diare. Jika dikonsumsi lebih lama akan
mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal.
Kekurangan mineral ini jarang terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang bervariasi.
Akibat Kekurangan Mineral :
Kekurangan natrium : gangguan jantung dan ginjal, lelah, kejang otot.
Kekurangan kalium : lemah otot, gangguan pernapasan &denyut jantung
Kekurangan kalsium : pembekuan darah lambat, tulang dan gigi rapuh,pertumbuhan lambat, kejang otot
Kekurangan fosfor : tulang dan gigi rapuh, hilang napsu makan, rakhitis,lesu, sakit tulang
Kekurangan magnesium : gangguan mental, emosi dan otot, hilang kontrolotot, kerusakan jantung dan ginjal
Kekurangan klor : rambut dan gigi hilang, gangguan pencernaan, lesu.
Kekurangan zat besi : anemia, lesu, pusing, pucat pada kulit
Kekurangan yodium : penyakit gondok, pada anak terjadi kemunduranfisik dan mental
Kekurangan seng : pertumbuhan terhambat, penyembuhan luka lambat,kurang tajam terhadap bau dan rasa,
kerdil, anemia
Kekurangan fluor : kerusakan gigi yang berlebihan
Kekurangan tembaga : anemia, gangguan saraf dan tulang, luka-luka pada kulit

Peningkatan peluang pilek dan flu

Pertumbuhan terhambat dan tulang rapuh

Tekanan darah tinggi

Depresi dan kecemasan

Anemia

Sakit otot dan osteoporosis

Masalah pencernaan (seperti sakit maag, sembelit, mual atau diare)

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral
termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk
dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan
ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Berdasarkan
kegunaannya dalam aktivitas kehidupan, mineral (logam) dibagi menjadi dua golongan, yaitu
mineral logam esensial dan nonesensial.
Logam esensial diperlukan dalam proses fisiologis hewan, sehingga logam golongan ini
merupakan unsur nutrisi penting yang jika kekurangan dapat menyebabkan kelainan proses
fisiologis atau disebut penyakit defisiensi mineral. Mineral ini biasanya terikat dengan protein,
termasuk enzim untuk proses metabolisme tubuh, yaitu kalsium (Ca), fosforus (P), kalium (K),
natrium (Na), klorin (Cl), sulfur (S), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn),
mangan (Mn), kobalt (Co), iodin (I), dan selenium (Se). Logam nonesensial adalah golongan
logam yang tidak berguna, atau belum diketahui kegunaannya dalam tubuh hewan, sehingga
hadirnya unsur tersebut lebih dari normal dapat menyebabkan keracunan. Logam tersebut bahkan
sangat berbahaya bagi makhluk hidup, seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), arsenik (As), kadmium
(Cd), dan aluminium (Al).
B. Saran
Dengan makalah ini pembaca diharapkan dapat lebih mengerti tentang Mineral baik dari
penggolongan, macam serta peranannya.
Semoga pembaca mengetahui bahaya kekurangan serta kelebihan Mineral bagi tubuh.

DAFTAR PUSTAKA
Darmono. 2005. Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Jakarta: Universitas Indonesia
Press.
Darmono. 2007. Lingkungan Hidup dan Pencemaran Hubungannya dengan Toksikologi
Senyawa Logam. Penerbit Universitas Indonesia Press.
http://belajarGEO.blogspot.com/macam-macam_mineral_dan_kegunaannya.html 5 Des 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/mineral 5 Desember 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/daftar_mineral 5 Desember 2011
http://www.hilo.co.id/kalsium-mineral-si-penguat-tulang 5 Desember 2011
http://www.minsocam.org/msa/ima/ima98(04).pdf Ernest H. Nickel, 1995, The definition of a
mineral, The Canadian Mineralogist, vol. 33, pp. 689 690 (5 Desember 2011).
Pengertian Mineral dan Fungsi Mineral| Tahukah anda dengan mineral ?.. iya pernah
dengar :).. Tapi tahukah teman-teman fungsi mineral dan pengertian mineral itu sendiri ?.. Fungsi
mineral sangat berdampak baik bagi tubuh mengapa ?. karna mineral memiliki banyak manfaat
bagi tubuh kita. Dalam pengertian mineral menurut pendapat para ahli/pakar yang telah kami
rangkum dan kami simbulkan mengatakan bahwa pengertian mineral adalah zat yang terdapat di
alam dengan kandungan kimia homogen, dan bentuk yang teratur (sistem kristal) yang terbentuk
secara alamiah atau melalui proses anorganik. Mineral memiliki struktur kristal karna
mempunyai sifat-sifat kimia dan fisika yang penempatan atom-atom beraturan di bagian
dalamnya.

Mineral merupakan zat gizi yang diperlukan manusia dalam mendukung proses tumbuh dan
berkembang dalam jumlah yang kecil atau sedikit. Mineral memiliki komposisi unsur murni dan
garam sederhana yang begitu kompleks dengan berbagai macam bentuk yang kadang sampai
ribuan bentuk. Dalam mendefinisikan arti mineral ini banyak, mengapa ?.. tergantung dari mana
kita memandang pengertian mineral itu, apakah dari ilmu farmasi atau ilmu geologi. Pengertian
mineral menurut ilmu geologi adalah benda atau zat yang dibentuk melalui proses dari alam yang

umumnya bersifat padat dan tersusun dari kandungan-kandungan kimia dan sifat-sifat tertentu
juga. Ilmu yang mempelajari seputar mineral adalah miteralogi
Fungsi Mineral Bagi Tubuh
Untuk melihat manfaat-manfaat mineral dapat kita mengacuh dari fungsi-fungsi mineral secara
umum tersebut, sebagai berikut..

Membantu dan membina kesehatan otot, jantung dan saraf

Mengatur tekanan Osmotik dalam tubuh kita.

Membuat dan menghasilkan berbagai enzim

Mineral berfungsi mengeraskan, memelihara, dan mengendalikan tulang dan proses faal
dalam tubuh

Mineral berfungsi sebagai katalis terhadap seluruh proses biokimia dalam tubuh.

Kontraksi otot dan respon saraf

Mineral berfungsi sebagi pembentukan struktur dan jaringan lunak dan keras, serta dalam
kerja sistem enzim

Membantu dan menolong dalam pembuatan antibodi

Menjaga dan mengatur keseimbangan air dan asam basa pada darah

Mineral berfungsi dalam penyusunan kerangka tubuh, otot dan gigi

Sebagai aktivator dalam peranan enzim dan hormon

Mineral Besi (Fe)

Mineral
/Mineral /Mineral

Mineral

Daftar Isi

1 Fungsi Mineral

2 Jenis Mineral

3 Absorpsi dan Penyimpanan Mineral dalam Tubuh

4 Keracunan Mineral

Mineral adalah substansi anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit
untuk berbagai fungsi tubuh. Berbeda dengan vitamin yang merupakan senyawa yang terdiri dari
banyak unsur (misalnya, karbon, oksigen, dan hidrogen), mineral adalah unsur kimia individu.
Mereka tidak dapat rusak atau terdegradasi. Kandungan mineral dari makanan kadang-kadang
disebut abu karena mineral merupakan produk yang tersisa setelah seluruh makanan telah
dihancurkan pada suhu tinggi atau didegradasi bahan kimia. Pada manusia, mineral membentuk
sekitar 4% dari berat badan orang dewasa.
Fungsi Mineral

Kebutuhan individu akan mineral bervariasi tergantung pada umur, jenis kelamin, derajat
kesehatan dan kondisi fisiologis khusus seperti kehamilan. Mineral memiliki nilai biologis yang
penting untuk mempertahankan fungsi fisiologis dan struktural, mencegah defisiensi dan
penurunan kondisi kesehatan. Beberapa fungsi mineral adalah sebagai berikut:

Zat penyusun gigi dan tulang

Zat esensial dalam cairan dan jaringan tubuh

Komponen penting enzim

Berperan dalam fungsi saraf

Jenis Mineral

Berdasarkan jumlah kebutuhannya per hari, mineral dibagi menjadi tiga jenis mineral yaitu:

Major Minerals atau mineral utama adalah yang dibutuhkan dalam jumlah
banyak yaitu lebih dari 100 mg (1/50 sendok teh) termasuk kalsium, fosfor,
magnesium, sulfur, natrium, kalium, dan klorida.

Trace Minerals diperlukan pada tingkat kurang dari 100 miligram per hari.
Terdapat sembilan jenis mineral dalam kategori ini yaitu: zat besi, seng,
tembaga, yodium, selenium, molibdenum, fluoride, mangan, dan kromium.

Ultratrace Minerals adalah mineral yang ditemukan dalam tubuh manusia,


tapi jumlah kebutuhannya tidak diketahui. Ini termasuk arsenik, boron, nikel,
silikon, dan vanadium.

Absorpsi dan Penyimpanan Mineral dalam Tubuh

Makanan memberikan kita banyak pasokan mineral, tetapi kemampuan tubuh kita untuk
menyerap dan menggunakan mereka bervariasi. Bioavailabilitas mineral tergantung pada banyak
faktor, termasuk banyak komponen nonmineral makanan. Usia, jenis kelamin, variabel genetik,
status gizi, dan asupan akan mempengaruhi penyerapan mineral dan bioavailabilitas.
Selain itu banyak resep obat juga merugikan penyerapan mineral. Komponen serat, seperti asam
fitat (fitat) dan oksalat asam (oksalat), dapat membatasi penyerapan beberapa mineral dengan
cara mengikat mineraltersebut sehingga tidak bisa diserap. Misalnya bayam yang mengandung
banyak kalsium, tetapi hanya sekitar 5% kalsium yang dapat diserap dibandingkan dengan
bioavailabilitas kalsium pada makanan lain yang mencapai 5%. Hal tersebut disebabkan
konsentrasi tinggi asam oksalat dalam bayam tersebut. Selain itu, asupan tinggi serat yang
memelbih rekomendasi yaitu 25 g (wanita dewasa) dan 38 g (laki-laki dewasa) per hari-dapat
mengurangi penyerapan zat besi, zinc, dan mineral lainnya.
Banyak mineral, seperti magnesium, kalsium, besi, dan tembaga memiliki ukuran dan muatan
listrik yang sama sehingga mengakibatkan terjadinya kompetisi atau persaingan satu sama lain
untuk penyerapan. Selain itu, kelebihan satu mineral menurun penyerapan dan metabolisme
mineral lainnya. Misalnya, asupan zinc berlebih menurunkan penyerapan tembaga.
Di sisi lain, Beberapa interaksi vitamin-mineral yang bermanfaat terjadi selama penyerapan gizi
dan metabolisme. Zat besi yang dikonsumsi bersama dengan vitamin C akan meningkatkan
penyerapan. Bentuk aktif vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium. Banyak vitamin
memerlukan mineral spesifik untuk bertindak sebagai komponen dalam struktur dan fungsi
mereka. Sebagai contoh, tanpa magnesium atau mangan, koenzim thiamin tidak dapat berfungsi
secara efisien.
Secara keseluruhan, mineral dari produk hewani lebih baik diserap daripada yang dari tanaman
karena pengikat seperti serat tidak ada sehingga tidak menghambat penyerapan mineral.

Seperti vitamin, mayoritas mineral diserap di usus kecil. Sejumlah kecil dapat diserap dalam
perut, dan beberapa natrium dan kalium adalah diserap dalam usus besar. Setelah mineral
diserap, beberapa mengalir dengan bebas di aliran darah, tetapi banyak yang dibawa oleh protein
transpor khusus pada bagian yang membutuhkan ataupun tempat penyimpanan. Kalsium adalah
salah satu contoh mineral yang dapat melakukan perjalanan sebagai ion dalam darah atau terikat
dengan protein darah yang disebut albumin. Besi memiliki efek merusak dalam bentuk tidak
terikat, sehingga diangkut terikat dengan protein, seperti transferin.
Mineral disimpan dalam berbagai jaringan di seluruh tubuh. Beberapa mineral harus tetap dalam
aliran darah untuk menjaga keseimbangan dan fungsi cairan tubuh. Mineral Lainnya, seperti
kalsium, fosfor, magnesium, dan fluoride disimpan dalam tulang. Besi, tembaga, seng, dan
banyak trace mineral yang disimpan dalam hati. sementara yang lainnya disimpan dalam
jaringan otot, organ, atau kelenjar.
Keracunan Mineral

Asupan mineral yang berlebihan terutama besi dan tembaga dapat memiliki efek beracun.
Sehingga konsumsi suplemen khususnya suplemen trace mineral berpotensi toksisitas. Oleh
karena itu perhatikan jumlah mineral dalam suplemen. Potensi toksisitas semakin meningkat
tatkala kita mengkonsumsi mineral dari suplemen dan makanan sehingga asupan mineral
tersebut melebihi batas. Selain itu ada mineral yang memiliki efek toksisitas dan menjadi
cemaran pada produk makanan atau suplemen seperti logam aktif yaitu timbal.
Vitamin dan Mineral merupakan dua hal yang sering kita dengar. Mineral adalah
kelompok mikronutrien bagi tubuh. Artinya, zat gizi ini hanya dibutuhkan dalam
jumlah kecil untuk mendukung proses tumbuh dan kembangnya tubuh kita.
Banyak yang menganggap bahwa vitamin sama dengan mineral. Padahal dalam
struktur kimia kedua nutrisi ini memiliki bentuk yang berbeda sekali pun memiliki
beberapa fungsi yang hampir sama.
Secara umum, mineral terbagi menjadi 2 macam, yaitu makro mineral dan mikro
mineral. Makro mineral adalah mineral yang ada di dalam tubuh lebih dari 0.01%
dari berat badan dan dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg/hari
seperti Ca (kalsium), P (fosfor), Na (natrium), K (kalium), Cl (klorida), dan S (sulfur).
Mineral mikro terdapat dalam tubuh kurang dari 0.01% berat tubuh dan hanya
dibutuhkan dalam jumlah kurang dari 100 mg/hari seperti besi (Fe), tembaga (Cu),
iodine (I2), zinc (Zn), kobalt (Co), dan Se (selenium).
Fungsi Mineral Bagi Tubuh

Masing-masing mineral memiliki fungsi yang penting untuk tubuh. Berikut ini
macam-macam mineral yang penting dan fungsinya di dalam tubuh Anda.
1.

Kalsium

(Ca)

Kalsium adalah salah satu mineral penting untuk menjaga kesehatan tulang dan
gigi Anda. Kalsium juga berperan penting untuk proses kontraksi dan relaksasi otot,
pembekuan darah, dan sistem imunitas. Konsumsi 2 gelas susu perhari sudah cukup
untuk

memenuhi

kebutuhan

kalsium

Anda.

Buah dan sayuran yang mengandung Kalsium : sayuran berdaun hijau, seperti
kangkung, daun singkong, bayam, daun pepaya, daun kacang panjang, dan brokoli.
2.

Fosfor

(P)

Fosforus juga bertanggung jawab terhadap proses mineralisasi tulang dan gigi.
Selain itu, fosforus juga mengatur keseimbangan pH darah Anda. Kekurangan
mineral ini menyebabkan otot Anda terasa lebih lemah sedangkan jika terlalu
berlebih, menyebabkan terjadi nya proses kalsifikasi (pengerasan) pada organorgan tubuh yang tidak seharusnya seperti ginjal. Daging, ikan, unggas, telur dan
susu
3.

merupakan
Natrium

sumber
atau

fosforus

yang
sodium

utama.
(Na)

Fungsi utama natrium yaitu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, serta
menjaga dan mengatur tekanan osmotik agar cairan tidak keluar dari darah dan
masuk ke dalam sel. Dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, natrium bekerja
sama dengan kalium. Natrium juga berperan dalam transmisi sara, kontraksi otot,
absorpsi glukosa, dan sebagai alat angkut zat-zat gizi melalui membran sel.
4.

Kalium

atau

Potasium

(K)

Bersama-sama dengan natrium, kalium memegang peranan penting dalam


pemeliharaan keseimbangan cairan dan eletrolit serta keseimbangan asam-basa di

dalam tubuh. Kalium juga berperan dalam transmisi saraf dan rekasasi otot serta
sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologik, terutama dalam metabolisme
energi,

sintesis

glikogen,

dan

protein.

Buah dan sayuran yang mengandung Kalium : jeruk, semangka, pisang, sayuran
hijau,

tomat,

kentang,

5.

kacang

polong,

dan

Sulfur

wortel.
(S)

Fungsi sulfur antara lain membantu menjaga keseimbangan oksigen untuk fungsi
otak. Selain itu sulfur bersama-sama dengan vitamin B kompleks membantu
memperlancar metabolisme dalam tubuh dan membantu melawan infeksi akibat
bakteri.
Buah dan sayuran yang mengandung Sulfur : kacang-kacangan, bawang putih,
bawang

bombay,

6.

dan

kubis-kubisan.

Kromium

(Cr)

Kromium dibutuhkan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Bersama-sama


dengan insulin, kromium berfungsi untuk memudahkan masuknya glukosa ke dalam
sel.
Buah dan sayuran yang mengandung Kromium : kentang, cabai hijau, apel, pisang,
bayam,

wortel,

7.

dan

Zat

jeruk.

besi

(Fe)

Zat besi berperan dalam pusat pengaturan molekul hemoglobin sel-sel darah
merah. Hemaglobin bertanggung jawab dalam pendistribusian oksigen dari paruparu ke keseluruh jaringan tubuh. Zat besi juga berperan dalam metabolisme
energi, termasuk sintesis DNA oleh beberapa enzim, serta dalam sistem kekebalan
tubuh.
Buah dan sayuran yang mengandung Zat besi : sayuran hijau seperti bayam,
kangkung,
8.

daun

singkong,
Yodium

dan

daun

pepaya.
(I)

Fungsi yodium adalah untuk pertumbuhan normal; membakar kelebihan lemak


tubuh;

serta

menjaga

kesehatan

rambut,

kuku,

kulit,

dan

gigi.

Buah dan sayuran yang mengandung Yodium : bawang merah atau tanaman lain
yang

ditanam

di

9.

daerah

dekat

pantai.

Magnesium

(Mg)

Magnesium memegang peranan penting sebagai kofaktor berbagai enzim dalam


tubuh. Magensium bertindak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologi di
dalam tubuh, termasuk reaksi yang berkaitan dengan metabolisme energi,
karbohodrat, lemak, protein, dan asam nukleat. Selait itu, magnesium juga
berperan

dalam

sintesis

degradasi,

dan

stabilitas

banan

gen

DNA.

Buah dan sayuran yang mengandung Magnesium : sayuran hijau, kacang-kacangan,


dan

biji-bijian.

10.

Mangan

(Mn)

Mangan berperan sebagai kofaktur berbagai enzim yang membantu bermacam


proses metabolisme. Enzim yang berkaitan dengan mangan berperan dalam
sintesis ureum, pembentukan jaringan ikat dan tulang, serta mencegah peroksidasi
lemak oleh radikal bebas. Mangan juga berperan dalam pengontrolan gula darah,
metabolisme energi, fungsi hormon tiroid, fungsi otak, dan untuk pengontrolan
neurotransmiter.
Buah dan sayuran yang mengandung Mangan : kacang-kacangan, sayuran berdaun
hijau,
11.

bit,

dan
Molibdenum

gandum.
(Mo)

Molibdenum bekerja sebagai kofaktor berbagai enzim, mengkatalis reaksi oksidasireduksi, penawar racun alkholm metabolisme sulfur, dan mencegah anemia.
Buah dan sayuran yang mengandung Molibdenum : kembang kol, kacang polong,
bayam, bawang putih, jagung, kentang, bawang bombay, kacang tanah, semangka,
wortel,

dan

kubis.

12.

Selenium

(Se)

Selenium bekerja sama denga vitamin E berberan sebagai antioksidan dalam sistem
enzim. Di samping, selenium juga berperan mencegah terjadinya serangan radikal
bebas, melindungi membran dari kerusakan oksidatif, membantu reaksi oksigen dan
hodrogen

pada

tahap

akhir

immunoglobulin

rantai

metabolisme,

sebagai

serta

membantu

kekebalan

sintesi
tubuh.

Buah dan sayuran yang mengandung Selenium : bawang, tomat, brokoli, kubis dan
gandum.
13.

Seng

(Zn)

Seng berperan dalam proses kekebalan tubuh, memelihara kesehatan mata,


menghambat virus, mengurangi risiko kanker, menjaga kesehatan organ vital lakilaki,

dan

mempercepat

proses

penyembuhan

luka.

Buah dan sayuran yang mengandung Seng : kacang-kacangan, biji-bijian, legum,


dan

gandum.

14.

Boron

(Bo)

Boron mempunyai efek positif terhadap pencegahan osteoprosis dan osteoartritis


dengan cara meningkatkan penggunaan kalsium dan magnesium. Fungsi boron
tersebut bersifat sinergis dengan vitamin D dalam memperkuat tulang. Boron juga
diduga

dapat

membantu

memelihara

fungsi

sarat.

Selain

itu,

boron

juga

mempunyai mekanisme kerja yang berhubungan dengan fungsi membran sel sarat
serta terbukti memiliki aktivitas anti-inflamasi (antiperadangan). Aktivitasnya
sangat signitifkan, terutama untuk pencegahan penyakit pradangan, seperti
rematoid,

artritis,

dan

asama.

Buah dan sayuran yang mengandung Boron : jamur, kacang-kacangan dan


asparagus.

c di antaranya adalah :

1. Meningkatkan keaktifan enzim


2. Meningkatkan pertumbuhan
Jika terjadi defisiensi maka menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan gangguan
kesembuhan luka

Tembaga
Sumber utama dari tembaga adalah susu dan sereal. Sedangkan fungsi dari tembaga adalah
berperan dalam kegiatan enzim pernafasan sebagai kofaktor bagi enzim tironase dan
sitokromokdiase.

Kobalt
Merupakan koostifuen vitamin B12 yang diperlukan bagi perkembangan normal sel-sel darah
merah. Sumber utamanya adalah vitamin B12, B1, dan sayuran berdaun hijau. Kobalt mempunyai
fungsi untuk keseimbangan tubuh ruminansia.

Jenis Jenis Mineral


Berdasarkan jenisnya, mineral dibagi 2 macam yaitu, sebagai berikut:
1. Makromineral (terdiri dari: kalsium, Al, Mg, P, sodium (Na), dan sulfur)
2. Mikromineral (terdiri dari: Fe, I2, Flour, Mn, Zinc, cuprum, cobalalt dan kromium).
Table 1.