Anda di halaman 1dari 20

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM-PERUMAHAN RAKYAT

Konsultan Manajemen Wilayah


Pendampingan Pelaksanaan Peningkatan Kualitas
Permukiman Kumuh
di Indonesia
MENJAWAB TUGAS WASDAL (PENGAWASAN DAN
PENGENDALIAN)
Tiar Pandapotan Purba, ST, IAP
Tim KMW Pulau Sumatera PT. Virama Karya

6/16/15

PEMAHAMAN BERSAMA DALAM PENYUSUNAN INSTRUMEN


(LAPANGAN)
BIDANG WASDAL
DAFTAR ISI: KERANGKA PEMAHAMAN
BERSAMA KMW
(SUMATERA, JAWA, KALIMANTAN, SULAWESI, BALINUSTRA, MALUKU DAN PAPUA)
1.

SASARAN DARI PEKERJAAN PENGAWASAN DAN


PENGENDALIAN

2.

KELUARAN DARI PEKERJAAN PENGAWASAN DAN


PENGENDALIAN

3.

KERANGKA KEBIJAKAN BIDANG CIPTA KARYA

4.

ARAHAN KEBIJAKAN BIDANG PERMUKIMAN MENURUT


RPJPN

5.

ARAHAN KEBIJAKAN BIDANG CIPTA KARYA MENURUT


RPJMN

6.

ARAHAN KEBIJAKAN BIDANG PERMUKIMAN

7.

MEN-DEFINISI-KAN WASDAL DIDALAM LANDASAN


HUKUM UU No 1/2011 TERHADAP PEKERJAAN KMW

8.

LOKASI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH TA. 2015


P. SUMATERA (TENTATIV, SUMBER : BANGKIM)

9.

6/16/15
REKAPITULASI
PEMUTAKHIRAN KAWASAN

Foto: Ilustrasi

SASARAN PEKERJAAN BAGIAN DARI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

1. Tersusunnya format terkait pengawasan dan pengendalian pelaksanaan


peningkatan kualitas permukiman kumuh.
2. Teridentifikasinya kebutuhan prasarana dan sarana pada lokasi-lokasi
terpilih;
3. Terlaksananya kunjungan lapangan, konsolidasi dan konsinyasi terkait
laporan progres lapangan;
4. Tersedianya laporan, inventaris permasalahan dan tindak lanjut
berdasarkan hasil monitoring dan kunjungan lapangan;
5. Tersedianya Strategi Prioritas Penanganan Kawasan Permukiman
Kumuh Tahun 2015-2019;
6. Tersedianya rekomendasi advise teknis dan non teknis terkait
pengawasan dan pengendalian kegiatan yang akan datang.
7. Terintegrasinya peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui RKP
(Rencana Kawasan Permukiman) Kabupaten/Kota pada TA. 2015
6/16/15

RUANG LINGKUP PEKERJAAN BAGIAN DARI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

1. Menyusun format terkait pengawasan dan pengendalian pelaksanaan


peningkatan kualitas permukiman kumuh.
2. Mengidentifikasi kebutuhan prasarana dan sarana pada lokasi-lokasi
terpilih;
3. Melakukan kunjungan lapangan, konsolidasi dan konsinyasi terkait
laporan progres kunjungan lapangan;
4. Melakukan pelaporan serta inventarisasi permasalahan di lapangan dan
rekomendasi Tindak Turun Tangan (T3) dari hasil monitoring dan
kunjungan lapangan di tiap level pemerintahan dan masyarakat;
5. Menyediakan Strategi Prioritas Penanganan Kawasan Permukiman
Kumuh Tahun 2015-2019 pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas
permukiman kumuh.
6. Menyusun rekomendasi advise teknis dan non teknis terkait
pengendalian kegiatan yang akan datang.
4
7. Melakukan koordinasi dengan konsultan RKP Kabupaten/Kota pada TA.
6/16/15

KELUARAN PEKERJAAN BAGIAN DARI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN


1.

Keluaran 1: Terselenggaranya identifikasi prasarana dan sarana umum di lokasi kegiatan yang terpilih.

2.

Keluaran 2: Pengendalian dapat dilakukan dengan melakukan kunjungan lapangan, konsolidasi berkala terkait laporan
progress lapangan, Membuat laporan serta Inventarisasi permasalahan di lapangan dan rekomendasi Tindak Turun Tangan
(T3) dari hasil monitoring dan kunjungan lapangan di daerah.

3.

Keluaran 3: Tersedianya Strategi Prioritas Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Tahun 2015-2019 sesuai RPJM
Kementerian/Lembaga Tahun 2015-2019 untuk mencapai program Cipta Karya 100-0-100.

4.

Keluaran 5: Tersusunnya format baku pelaporan konsolidasi data, termasuk analisa dan penilaian data. Melakukan analisis
dan penilaian setiap data yang diperoleh termasuk mengintegrasikan peta, deliniasi, hasil data pengendalian peningkatan
kualitas permukiman kumuh kedalam basis SIG termasuk perhitungan baseline luasan kawasan kumuh apakah berkurang
selama periode TA. 2015.

5.

Keluaran 7: Konsultan Manajemen, bersama-sama dengan tim pelaksana pusat dan daerah, harus memantau dan
mengevaluasi pelaksanaan peningkatan permukiman kumuh.

6.

Keluaran 8: Konsultan Manajemen juga harus memiliki kemampuan untuk mengategorikan kabupaten/kota yang
berpotensi bermasalah akibat kualitas perencanaan, pembangunan, pemanfaatan yang kurang baik. Hasil evaluasi dan
kategorisasi tersebut selanjutnya harus disampaikan kepada Tim Pelaksana Pusat untuk menentukan kebijakan
selanjutnya.

7.

Keluaran 10: Terkonsolidasinya dan teranalisisnya setiap data yang dikumpulkan oleh Konsultan Manajemen termasuk data
best practise dan disampaikan dalam bentuk laporan. Konsultan Manajemen harus berperan sebagai pendamping Tim
Pelaksana Pusat dalam menganalisis laporan yang diterima dari provinsi.

8.

Keluaran 11: Terselenggaranya evaluasi pelaksanaan terhadap progres penyelenggaraan, Konsultan Manajemen harus
mampu menjabarkan indikator-indikator keberhasilan yang ada pada pedoman kegiatan menjadi variabel-variabel yang
dapat diukur, yang pada akhirnya dievaluasi guna menentukan tingkat keberhasilan program. Sejak awal penugasan,
Konsultan Manajemen sudah harus menyusun variable-variabel tersebut agar disepakati dengan Tim Teknis dan Tim
Pelaksana
6/16/15 Pusat.
5

KERANGKA KEBIJAKAN BIDANG CIPTA KARYA


Amanat Penataan
Ruang/Spasial:
- UU No. 26 Tahun 2007
tentang Penataan Ruang
- RTRW Nasional/KSN
- RTR Pulau
- RTRW Provinsi/
Kota/Kabupaten

Capaian Eksisting
Pembangunan Bidang
Permukiman

Isu-isu Strategis

Amanat Pembangunan
Nasional:
- RPJPN 2005-2025
- RPJMN
- UU/PP (UU 32/2004,
PP 38/2007, dll.)
- MP3EI
- MP3KI
- KEK

Amanat Pembangunan Bidang PU / CK:


- UU No. 1/2011 tentang Perumahan dan
Kawasan Permukiman
- UU No. 20/2011 tentang Rumah Susun
- UU No. 28/2002 tentang Bangunan Gedung
- UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan
Persampahan
- UU No.7/2004 tetang SDA
- PP No. 16/2005 tentang Pengembangan
SPAM
- PP 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah
Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
- PP36/2005 tentang Peraturan Pelaksana UU
Bangunan Gedung
- Standar Pelayanan Minimal Bidang PU dan
Penataan Ruang
- RPI2JM

Rencana dan Pelaksanaan


Pembangunan Bidang Permukiman

Permasalahan dan Potensi Daerah


(termasuk luas dan sebaran kawasan
kumuh)

Amanat Global:
- Agenda Habitat
- RIO + 20
- MDGs
- SDG (Sustainable
Dev Goals)

Perumahan dan Permukiman


yang Sehat, Aman, Harmonis
dan Berkelanjutan

Dukungan Stakeholder
- Daerah (Prov/Kota/Kab)
- Dunia Usaha
- Masyarakat
- PHLN

mber: Ir. Hadi Sucahyono-DirBangkim, disempurnakan

6/16/15

PRAKARSA SEMANGAT PERMUKIMAN 100-0-100

6/16/15

ARAHAN KEBIJAKAN BIDANG PERMUKIMAN MENURUT RPJPN

Peraturan
Perundanga
n

Amanat
2010-2014

Undang1. Percepatan
Undang No.
pembangunan
17 Tahun 2007
infrastruktur
tentang
dengan lebih
Rencana
meningkatkan
Pembangunan
kerjasama
Jangka
antara
Panjang
pemerintah
Nasional
dan dunia
(RPJPN)
usaha;
2. Pengembang
an
perumahan
dan
permukiman.
6/16/15

2015-2019

2020-2024

1. Ketersediaan
infrastruktur sesuai
tata ruang;
2. Terpenuhinya
penyediaan air
minum untuk
kebutuhan dasar
pengembangan
infrastruktur
pedesaan mendukung
pertanian;
3. Pemenuhan
kebutuhan hunian
didukung sistem
pembiayaan jangka

Terpenuhinya
kebutuhan hunian
yang dilengkapi
dengan prasarana
dan sarana
pendukung bagi
seluruh masyarakat
yang didukung oleh
sistem pembiayaan
perumahan jangka
panjang dan
berkelanjutan,
efisien, dan
akuntabel sehingga
terwujud kota tanpa
8

ARAHAN KEBIJAKAN BIDANG CIPTA KARYA MENURUT RPJMN


Peraturan Perundangan

Rancangan RPJMN dan


Renstra Cipta Karya
2015-2019

6/16/15

Amanat
2015-2019

Tema besar RPJMN 3 adalah daya saing (competitiveness),


dengan
demikian
selayaknya
ketersediaan
layanan
infrastruktur, khususnya infrastruktur dasar (jalan, air dan
listrik) sudah terpenuhi terlebih dahulu;
Beberapa arahan dalam bidang Permukiman adalah:
Terpenuhinya penyediaan air minum & sanitasi untuk
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat 100% akses air
minum dan sanitasi
Dengan Indikator Meningkatnya akses penduduk terhadap
air minum layak menjadi 100% dan sanitasi layak menjadi
100%
Pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi dengan
prasarana dan sarana pendukung, didukung oleh sistem
pembiayaan perumahan jangka panjang dan berkelanjutan,
efisien, dan akuntabel kota tanpa permukiman kumuh
Dengan Indikator Berkurangnya Proporsi rumah tangga yang
menempati hunian dan permukiman tidak layak menjadi 0
%.
9

ARAHAN KEBIJAKAN BIDANG PERMUKIMAN

Peraturan
Perundangan

Amanat
2010-2014

2015-2019

2020-2024

UU No. 1 Tahun
2011 tentang
Perumahan dan
Kawasan
Permukiman

UU mengatur penyelenggaraan perumahan dan kawasan


permukiman,
pencegahan
dan
peningkatan
kualitas
permukiman kumuh, pendanaan & pembiayaan, dan peran
masyarakat
Dalam menangani permukiman kumuh dilakukan upaya
pencegahan, terdiri dari pengawasan, pengendalian, dan
pemberdayaan masyarakat, serta upaya peningkatan
kualitas permukiman, yaitu pemugaran, peremajaan, dan
permukiman kembali

UU No. 20 Tahun
2011 tentang
Rumah Susun

Peraturan ini mengatur perihal pembinaan, perencanaan,


pembangunan, penguasaan, pemilikan, dan pemanfaatan,
pengelolaan, peningkatan kualitas, pengendalian,
kelembagaan, tugas dan wewenang, hak dan kewajiban,
pendanaan dan sistem pembiayaan, dan peran masyarakat

l!
a
d
as !
W

6/16/15

10

MEN-DEFINISI-KAN WASDAL DIDALAM LANDASAN HUKUM UU No 1/2011 TERHADAP


PEKERJAAN KMW
Penyelenggaraan
Penyelenggaraan
Perumahan
Perumahan dan
dan Kawasan
Kawasan
Permukiman
Permukiman (Bab
(Bab II
II Ps.4)
Ps.4)
a. pembinaan;
b. tugas dan wewenang;
c. penyelenggaraan
perumahan;
d. penyelenggaraan
kawasan permukiman;
e. pemeliharaan dan
perbaikan;
f. pencegahan dan
peningkatan kualitas
terhadap perumahan
kumuh dan
permukiman kumuh;
g. penyediaan tanah;
h. pendanaan dan
pembiayaan;
i. hak dan kewajiban;
dan
j. peran masyarakat.

Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai


bagian
dari permukiman, baik perkotaan maupun
perdesaan,
yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan
utilitas
umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah
yang
layak huni.
6/16/15

PEMBINAAN
PEMBINAAN (Bab
(Bab
III
III Ps
Ps 6)
6)
a. Perencanaan;
b. Pengaturan;
c. Pengendalian;
dan
d. Pengawasan.

Permukiman adalah bagian dari lingkungan


hunian
yang terdiri atas lebih dari satu satuan
perumahan
yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas
umum,
serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi
lain di
kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.

PENGENDALIAN
PENGENDALIAN (Bab
(Bab
III
III Ps
Ps 9)
9)
a. Rumah;
b. Perumahan;
c. Permukiman;
d. Lingkungan
Hunian; dan
e. Kawasan
Permukiman.
PENGAWASAN
PENGAWASAN (Bab
(Bab
III
III Ps
Ps 10)
10)
a. Pemantauan;
b. Evaluasi; dan
c. Koreksi sesuai
ketentuan UU

Permukiman kumuh adalah permukiman yang


tidak
layak huni karena ketidakteraturan bangunan,
tingkat
kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas
bangunan serta sarana dan prasarana yang
tidak
memenuhi syarat.

Perumahan kumuh adalah perumahan yang


mengalami penurunan kualitas fungsi sebagai
tempat
hunian.

11

MEN-DEFINISI-KAN WASDAL DIDALAM LANDASAN HUKUM UU No 1/2011 TERHADAP


PEKERJAAN KMW
Penyelenggaraan
Penyelenggaraan
Perumahan
Perumahan dan
dan Kawasan
Kawasan
Permukiman
Permukiman (Bab
(Bab II
II Ps.4)
Ps.4)
a. pembinaan;
b. tugas dan wewenang;
c. penyelenggaraan
perumahan;
d. penyelenggaraan
kawasan permukiman;
e. pemeliharaan dan
perbaikan;

f. pencegahan dan
peningkatan
kualitas
terhadap
perumahan
kumuh dan
permukiman
kumuh;
g. penyediaan tanah;
h. pendanaan dan
pembiayaan;
i. hak dan kewajiban;
dan
j. peran masyarakat.

PENCEGAHAN
PENCEGAHAN dan
dan PENINGKATAN
PENINGKATAN KUALITAS
KUALITAS
Terhadap
Terhadap Perumahan
Perumahan Kumuh
Kumuh dan
dan
Permukiman
Permukiman Kumuh
Kumuh (Bab
(Bab VIII
VIII Ps.94)
Ps.94)
1) Pencegahan dan peningkatan kualitas
terhadap perumahan kumuh dan permukiman
kumuh guna meningkatkan mutu kehidupan
dan penghidupan masyarakat penghuni
dilakukan untuk mencegah tumbuh dan
berkembangnya perumahan kumuh dan
permukiman kumuh baru serta untuk
menjaga dan meningkatkan kualitas dan
fungsi perumahan dan permukiman.
2) Pencegahan dan peningkatan kualitas
terhadap perumahan kumuh dan permukiman
kumuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan berdasarkan pada prinsip
kepastian bermukim yang menjamin hak
setiap warga negara untuk menempati,
menikmati, dan/atau memiliki tempat tinggal
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
FRAMEWORK KMW

PENCEGAHAN,
PENCEGAHAN, mencakup:(Bab
mencakup:(Bab VIII
VIII
Ps.95
Ps.95 Ay.1
Ay.1 ))
1. Ketidakteraturan dan kepadatan
bangunan yang tinggi;
2. Ketidaklengkapan prasarana,
sarana, dan utilitas umum;
3. Penurunan kualitas rumah,
perumahan, dan permukiman,
serta prasarana, sarana dan
utilitas umum; dan
4. Pembangunan rumah,
perumahan, dan permukiman
yang tidak sesuai dengan
rencana tata ruang wilayah.

SUB
SUB
FRAMEWORK
FRAMEWORK
WASDAL
WASDAL
Format Wasdal
(Instrumen)

Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai


bagian
dari permukiman, baik perkotaan maupun
perdesaan,
yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan
utilitas
umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah
yang
layak huni.
6/16/15

Permukiman adalah bagian dari lingkungan


hunian
yang terdiri atas lebih dari satu satuan
perumahan
yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas
umum,
serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi
lain di
kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.

Permukiman kumuh adalah permukiman yang


tidak
layak huni karena ketidakteraturan bangunan,
tingkat
kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas
bangunan serta sarana dan prasarana yang
tidak
memenuhi syarat.

Pencegahan,
Pencegahan, melalui:
melalui: (Bab
(Bab VIII
VIII
Ps.95
Ps.95 Ay.
Ay. 2
2 ))
1. Pengawasan dan
pengendalian; dan
2. Pemberdayaan
masyarakat.
WASDAL,
WASDAL, dilakukan
dilakukan atas:
atas: (Bab
(Bab VIII
VIII
Ps.95
Ay.
3)
Ps.95 Ay. 3)
kesesuaian terhadap perizinan,
standar teknis, dan kelaikan
fungsi melalui pemeriksaan secara
berkala sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pemberdayaan
Pemberdayaan Mas,
Mas, dilakukan
dilakukan
thdp:
thdp: (Bab
(Bab VIII
VIII Ps.95
Ps.95 Ay.
Ay. 2
2 ))
Pemangku kepentingan bidang
perumahan dan kawasan
permukiman melalui pendampingan
dan pelayanan informasi.
PENINGKATAN
PENINGKATAN KUALITAS
KUALITAS (Bab
(Bab VIII
VIII
Ps.96)
Ps.96)
Perumahan kumuh adalah perumahan yang
mengalami penurunan kualitas fungsi sebagai
tempat
hunian.

12

6/16/15

Peremajaa
n

(Ps. 100)
(Ps. 99)

Pemuki
man
Kembali
(Ps.
101)

a. kesesuaian dengan rencana


tata ruang wilayah nasional,
SK
SK Kepala
Kepala Daerah
Daerah
rencana tata ruang wilayah
Kab/Kota
Kab/Kota ttg
ttg Lokasi
Lokasi
Kumuh
provinsi, dan rencana tata
Kumuh
ruang wilayah
kabupaten/kota;
b. kesesuaian dengan rencana
Ps. 98 ay 2, sebelum
tata bangunan dan
ditetapkan
dilakukan
lingkungan;
pendataan
oleh
pemda
c. kondisi dan kualitas
prasarana, sarana, dan
utilitas umum yang
memenuhi persyaratan dan
tidak membahayakan
penghuni;
d. tingkat keteraturan dan
kepadatan bangunan;
e. kualitas bangunan;
dan
Pemukiman
kembali dilakukan dengan
f. kondisi sosial
ekonomi
memindahkan masyarakat terdampak
masyarakat
setempat.
dari
lokasi yang tidak mungkin dibangun

Pemugar
an

POLA-POLA PENANGANAN
PENANGANAN (Ps
(Ps 99,
99,
POLA-POLA
100, 101)
101)
100,

PENINGKATAN
PENINGKATAN KUALITAS
KUALITAS (Bab
(Bab VIII
VIII
Ps.96)
Ps.96)
Melalui penetapan Kebijakan,
Strategi serta pola-pola
penanganan yang manusiawi,
berbudaya, berkeadilan, dan
ekonomis

PENETAPAN LOKASI
LOKASI (Ps
(Ps 98)
98)
PENETAPAN

MEN-DEFINISI-KAN WASDAL DIDALAM LANDASAN HUKUM UU No 1/2011 TERHADAP


PEKERJAAN KMW

kembali karena tidak sesuai dengan


rencana tata ruang dan/atau rawan
bencana serta dapat menimbulkan
bahaya bagi barang ataupun orang.

Peremajaan dilakukan dengan terlebih


dahulu menyediakan tempat tinggal bagi
masyarakat terdampak

Pemugaran dilakukan untuk perbaikan


dan/atau pembangunan kembali,
perumahan dan permukiman menjadi
perumahan dan permukiman yang layak
huni.

Menjadi (lebih baik


dari kondisi awal)
lebih layak huni
guna melindungi
keselamatan dan
keamanan
penghuni dan
masyarakat

13

INSTRUMEN (LAPANGAN) WASDAL


FORMAT WASDAL
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH

FORMAT MONITORING DAN EVALUASI


PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH

https://www.academia.edu/12974999/Modul_Penga
wasan_dan_Pengendalian_Serta_Monitoring_dan_E
valuasi_Kawasan_Kumuh_di_Indonesia

6/16/15

14

LOKASI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH TA. 2015 P. SUMATERA (TENTATIV, SUMBER :


BANGKIM)

Prioritas Lokasi Tahun 2015


Keterpadua
n Klaster A
dan B
NUSP-2

Prakarsa

KSN
KSN // PKN
PKN
RTRW
RTRW Kab/Kota
Kab/Kota
Perda
Perda BG
BG
SK
SK Kumuh
Kumuh
Pernyataan
Pernyataan Minat Pemda
Pemda
SK
SK Kumuh
Kumuh
Kesepakatan
Kesepakatan dengan
dengan Donor
Donor
ADB
ADB
Usulan
Usulan Pemda/
Pemda/ Komunitas/
Komunitas/
Masyarakat
Masyarakat
SK
SK Kumuh
Kumuh

8 Lokasi

3 Lokasi

5 Lokasi

3 Lokasi
4 Lokasi

4 Lokasi

PKPD

Reward
Reward Pemenang
Pemenang PKPD
SK
SK Kumuh
Kumuh

Total 40 Lokasi

3 Lokasi
4 Lokasi
2 Lokasi
4 Lokasi

6/16/15

15

LOKASI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH TA. 2015 P. LAINNYA (TENTATIV, SUMBER :


BANGKIM)

6/16/15

16

LOKASI PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH TA. 2015 P. LAINNYA (TENTATIV, SUMBER :


BANGKIM)

129 Kota/Kab (1.082


Ha/151 Kws)
difasilitasi penanganan kumuh
secara terpadu pada TA 2015
6/16/15

17

REKAPITULASI PEMUTAKHIRAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH


(status 10 November 2015)

6/16/15

18

REKAPITULASI PEMUTAKHIRAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH


(status 10 November 2015)

6/16/15

19

KONKLUSI DAN REKOMENDASI

1. Perlu disusun PP mengenai pencegahan terhadap tumbuh dan berkembangnya perumahan


kumuh dan permukiman kumuh baru, sebagai amanat turunan penyelenggaraan UU
Perumahan dan Permukiman No 1/2011;

6/16/15

20