Anda di halaman 1dari 7

8. Area dan Jenis Clinical Pathways di RS.

AR Bunda Prabumulih
Clinical Pathways RS. AR Bunda Prabumulih disusun berdasarkan data penyakit
utama dan tersering di setiap Departemen, yakni sebagai berikut :
N
O
1.

BAGIAN

JENIS PENYAKIT

Departemen THT

1.
2.
3.
4.
5.

Abses Sub Mandibula


Hypertropi Tonsil
Carsinoma Nasofaring
Otitis Media Supuratif Cronik
Polip nasal

2.

Departemen Bedah

1.
2.
3.
4.
5.

Hernia Inguinalis Reponibilis


Benigna Prostad Hyperplasia
Labioschizis
Hydrocepalus
Fibro Adenoma Mammae

3.

Departemen Rehabilitasi Medik

1.
2.
3.
4.
5.

Paraparase Imperior
Post Op Laminektomy
Immobilisasi Lama
Hemiparase
Fraktur Tibia

4.

Departemen Kardiologi

1.
2.
3.
4.
5.

CHF (Congestif Heart Failure)


Stemi Akut
HHD
Aritmia Cordis
Angina Pectoris Stabil Pro PJI

5.

Departemen Kulit Kelamin

1.
2.
3.
4.
5.

Morbus Hansen tipe MB


Eritroderma
Sindroma Steven Jonsonns (SSJ)
Erupsi Obat Type Makulopapular
Psoriasis Vulgaris

6.

Departemen Penyakit Dalam

1. CHF (Congestif Heart Failure) /


Decomp
2. TB Paru
3. DM
4. CKD (Chronic Kidney Disease)
5. CAD (Coronary Heart Disease)

7.

Departemen Mulut dan Gigi

1.
2.
3.
4.

Impacted Teeth
Gingivitis
Maloklusi Gigi
Pulvitis Irreversibel dengan
Devitalisasi

8.

Instalasi Rawat Intensif

1. Cedera Kepala Berat


2. Peitonitis ec Perporasi Gaster
3. Eklamsi Post SC Hellp Sindrome
+ Respiratori Failure + Penurunan
Kesadaran
4. DSS
5. Respiratori Failure
6. Penyakit Membran Hyalin
7. BBLASR

9.

Departemen Obgyn

1.
2.
3.
4.

10.

Departemen Neurologi

11.

Departemen Mata

1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
5.

CVD Haemoragic
CVD Non Haemoragic
Meningitis
Meningoencephalitis
Contusio cerebri
Ablatio Retina
Glucoma
Katarak
Trauma Terbuka bola mata
Ulkus Kornea

12.

Departemen Anak

1.
2.
3.
4.
5.

Thalasemi Pro Tranfusi


DBD
Broncho Pneumonia
Diare Akut Dehidrasi
ALL

Abortus Incompletus
Hamil aterm Infartu
Ca Ovarium Pro Chemotherapi
Disproporsi Kepala Panggul Pro
SC
5. Mioma Uteri
6. Ca Serviks Lib

9. MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN CLINICAL PATHWAYS


Sebagai bagian dari penerapan Clinical Pathways, maka harus disiapkan suatu
mekanisme monitoring dan evaluasi pelaksanaan untuk memastikan bahwa Cilinical
Pathways telah dilaksanakan dengan baik. Instrumen penilaian monitoring dan evaluasi
dalam penyusunan dan implementasi clinical pathways RS. AR Bunda Prabumulih adalah
sebagai berikut:
S1 Profesi Medis
S1 P1 Komite Medik dan Kelompok Staf Medis (SMF)
Nilai
0.
1.

2.

3.
4.
5.

Kriteria:
Belum ada organisasi profesi dalam bentuk Komite Medik dan Kelompok Staf
Medis (SMF
Telah ada organisasi profesi dalam bentuk Komite Medik dan Kelompok Staf
Medis (SMF) akan tetapi belum/tidak sesuai dengan yang dianjurkan
sebagaimana
dalam
peraturan
Menteri
Kesehatan
RI
Nomor
755/Menkes/Per/IV/2011 tentang penyelenggaraan Komite Medik di Rumah
Sakit.
Telah ada organisasi dan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
755/Menkes/Per/IV/2011, akan tetapi belum disahkan oleh pimpinan rumah sakit
dalam bentuk surat keputusan (SK)
Organisasi tersebut telah ada SK pimpinan rumah sakit, akan tetapi belum
melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang serta tanggung jawabnya.
Telah melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang serta tanggung jawabnya dari
organisasi tersebut dan ada bukti tertulis akan kegiatan tersebut.
Telah melakukan evaluasi dan revisi dari organisasi Komite Medik dan SMF.

S1 P2 Standar Pelayanan Kedokteran (SPK), Standar Prosedur Operasional (SPO) dan


Panduan Praktik Klinis (PPK) dari profesi medis
Nilai
0.
1.

2.
3.

Kriteria:
Belum ada format SPK/SPO/PPK dari Komite Medik untuk seluruh Kelompok
Staf Medis (SMF)
Telah ada format SPM/SPO dari Komite Medik untuk seluruh Staf Medis
Fungsional (SMF), akan tetapi belum seluruh SMF membuat SPK/SPO/PPK
sesuai profesinya masing-masing.
Telah ada SPK/SPO/PPK, akan tetapi belum disahkan penggunaanya oleh
pimpinan rumah sakit dalam bentuk Surat Keputusan (SK).
SPK/SPO/PPK tersebut telah disahkan penggunaannya dalam bentuk SK
pimpinan rumah sakit, akan tetapi belum sosialisasikan kepada seluruh staf

4.
5.

medis sesuai dengan bidang profesinya masing-masing.


Telah melakukan implementasi SPK/SPO/PPK tersebut dan ada bukti tertulis
telah melakukan audit medis.
Telah melakukan evaluasi dan revisi dari SPK/SPO/PPK tersebut.

S2 Profesi Keperawatan
S2 P1 Asuhan Keperawatan
Nilai
0.

1.

2.
3.

4.
5.

Kriteria:
Belum ada format Asuhan Keperawatan dari Komite/Bidang Keperawatan untuk
seluruh kelompok staf Keperawatan dan penata sesuai dengan bidangnya masingmasing.
Telah ada Format Asuhan Keperawatan dari Komite/Bidang Keperawatan, akan
tetapi belum seluruh Kelompok Staf Keperawatan dan Penata Asuhan
Keperawatan sesuai bidang masing-masing.
Telah ada Asuhan Keperawatan, akan tetapi belum disahkan penggunaanya oleh
pimpinan rumah sakit dalam bentuk surat keputusan (SK).
Asuhan Keperawatan tersebut telah disahkan penggunaannya dalam bentuk SK
pimpinan rumah sakit, akan tetapi belum disosialisasikan kepada seluruh staf
perawat dan penata sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Telah melakukan implementasi Asuhan Keperawatan tersebut dan ada bukti
tertulis telah melakukan PSBH.
Telah melakukan evaluasi dan revisi dari Asuhan keperawatan tersebut.

S3 Profesi Apoteker/Farmasi
S3 P1 Daftar Formularium Rumah Sakit
Nilai
0.
1.

2.
3.

4.

Kriteria:
Belum ada format Daftar Formularium Rumah Sakit dari Panitia/Komite/Tim
Farmasi dan Terapi.
Telah ada format Daftar Formularium Rumah Sakit, akan tetapi tidak melibatkan
seluruh perwakilan dari SMF dan profesi apoteker/farmasis dalam penyusunan
Daftar Formularium Rumah Sakit.
Telah ada format Daftar Formularium Rumah Sakit, akan tetapi disahkan
penggunaannya oleh pimpinan rumah sakit dalam bentuk surat keputusan (SK).
Daftar Formularium Rumah Sakit tersebut telah disahkan penggunaannya dalam
bentuk SK pimpinan rumah sakit, akan tetapi belum disosialisasikan kepada
seluruh staf profesi medis dan apoteker/farmasis.
Ada bukti tertulis telah melakukan monitoring pengguanaan dan laporan (feed
back) Daftar Formularium Rumah Sakit.

Telah melakukan evaluasi dan revisi Daftar Formularium Rumah Sakit.

S3 P2 Unit Dose Dailly (UDD)


Nilai
0.
1.

2.
3.

4.
5.

Kriteria:
Belum ada format Unit Dose Daily (UDD) Rumah Sakit dari Panitia/Komite/Tim
Farmasi dan Terapi.
Telah ada Unit Dose Daily (UDD), akan tetapi tidak melibatkan seluruh
perwakilan dari SMF dan proesi apoteker/Farmasis dalam penyusunan format
Unit dose Daily (UDD).
Telah ada Unit Dose Daily (UDD), akan tetapi belum disahkan penggunaannya
oleh pimpinan rumah sakit dalam bentuk surat keputusan (SK).
Unit Dose Daily (UDD) telah disahkan penggunaannya dalam bentuk SK
pimpinan rumah sakit, akan tetapi belum disosialisasikan kepada seluruh staf
profesi medis dan apoteker/farmasis.
Ada bukti tertulis telah melakukan monitoring penggunaan dan laporan (feed
back) Unit Dose Daily (UDD).
Tealah melakukan evaluasi dan revisi Unit Dose Daily (UDD).

S3 P3 Stop Ordering (SO)


Nilai
0.
1.

2.
3.

4.
5.

Kriteria
Belum ada format Stop Ordering (SO) dari panitia/Komite/Tim Farmasi dan
Terapi.
Telah ada Stop Ordering (SO), akan tetapi tidak melibatkan seluruh perwakilan
dari KSM/SMF dan profesi apoteker/farmasis dalam penyusunan format Stop
Ordering (SO).
Telah ada Stop Ordering (SO), akan tetapi belum disahkan implementasinya oleh
pimpinan rumah sakit dalam bentuk Surat Keputusan (SK).
Stop Ordering (SO), telah disahkan implementasinya dalam bentuk SK pimpinan
rumah sakit, akan tetapi belum disosialisasikan kepada seluruh staf profesi medis
dan apoteker/farmasis.
Ada bukti tertulis telah melakukan monitoring implementasi Stop Ordering (SO).
Telah melakukan evaluasi dan revisi format Stop Ordering (SO).

S4 Clinical Pathways (ICP)


S4 PI Format Integrated Clinical Pathways (ICP) tingkat Rumah Sakit
Nilai
0.
1.

2.
3.

4.

5.
6.

Kriteria
Belum ada Format Clinical Pathways (CP) dari Komite Medik)
Telah ada Format Clinical Pathways (CP) Rumah Sakit, akan tetapi tidak
melibatkan seluruh perwakilan SMF, Komite/Bidang Keperawatan dan profesi
apoteker/farmasis dalam penyusunan format tersebut.
Telah ada Format Clinical Pathways (CP), akan tetapi belum disahkan
penggunaannya oleh pimpinan rumah sakit dalam bentuk Surat Keputusan (SK).
Format Clinical Pathways (CP) tersebut telah disahkan penggunaannya dalam
bentuk SK pimpinan rumah sakit, akan tetapi belum disosialisasikan kepada
seluruh staf profesi medis, staf perawat/penata dan apoteker/farmasis.
Ada bukti tertulis telah membuat sekurangnya 5 (lima) jenis Clinical Pathways
(CP) yang berbeda berdasarkan prioritas dan disusun sesuai dengan
SPK/SPO/PPK dan Asuhan Keperawaatan serta Daftar Formularium Rumah
Sakit.
Telah melakukan uji coba pelaksanaan sekurangnya 5 (lima) jenis Clinical
Pathways (CP) akan tetapi belum melaksanakan evaluasi/audit.
Ada bukti tertulis telah melaksanakan evaluasi/audit uji coba pelaksanaan
sekurangnya 5 (lima) jenis Clinical Pathways (CP).

S4 P2 Clinical Pathways (ICP) Tingkat SMF


Nilai
0.
1.

2.
3.
4.
5.

6.
7.

Kriteria
Belum ada SMF Departemen/Bagian yang membuat Clinical Pathways (CP)
sesuai format dari Komite Medik RS.
Telah ada sekurangnya setengan dari jumlah SMF dengan minimal 3 Clinical
Pathways (CP) yang berbeda sesuai prioritas dan disusun sesuai dengan
SPK/SPO/PPK dan Asuha Keperawatan Serta Dalam Formularium Rumah Sakit.
Telah melakukan Clinical Pathways (CP) tersebut di atas akan tetapi belum
melaksanakan evaluasi/audit.
Ada bukti tertulis telah melaksanakan evaluasi/audit terhadap Clinical Pathways
(CP) diatas.
Ada bukti tertulis telah melakukan revisi atas Clinical Pathways (CP) diatas.
Seluruh SMF dengan minimal 3 Clinical Pathways (CP) yang berbeda sesuai
dengan prioritas dan disusun sesuai SPK/SPO/PPK dan Asuhan Keperawatan
serta daftar Formularium RS.
Seluruh SMF telah melakukan audit terhadap 3 Clinical Pathways (CP) masingmasing.
Ada bukti tertulis Seluruh SMF telah melakukan revisi terhadap 3 Clinical
Pathways (CP) maing-masing

S4 P3 Kodefikasi Clinical Pathways (CP) tingkat SMF berdasarkan ICD 10 dan ICD 9
CM
Nilai
0.

1.

2.
3.
4.
5.

6.

Kriteria
Belum ada KSM/SMF/Departemen/Bagian yang membuat kodefikasi sesuai ICD
10 dan ICD 9-CM dalam Clinical Pathways (CP) sesuai dengan format dari
Komite RS.
Telah ada kodefikasi sekurangnya setengah dari jumlah SMF dengan minimal 3
Clinical Pathways (CP) yang berbeda sesuai prioritas dan disusun sesuai dengan
SPK/SPO/PPK dan Asuhan Keperawatan Serta daftar Formularium Rumah Sakit.
Telah melakukam kodefikasi Clinical Pathways (CP) tersebut diatas akan tetapi
belum melaksanakan evaluasi/audit.
Ada bukti tertulis telah melaksanakan monitoring kodefikasi terhadap Clinical
Pathways (CP) diatas.
Ada bukti tertulis telah melakukan feed back tentang kodefikasi Clinical
Pathways (CP) diatas.
Seluruh SMF dengan minimal 3 Clinical Pathways (CP) yang berbeda sesuai
prioritas dan disusun sesuai dengan SPK/SPO/PPK dan Asuhan Keperawatan
serta Daftar Formularium Rumah Sakit telah melaksanakan kodefikasi sesuai ICD
10 dan ICD CM.
Bagian Rekam Medik telah melakukan monitoring dan memberikan feed back
kepada seluruh SMF.

S4 P5 Varians Clinical Pathways (CP) tingkat SMF.


Nilai
0.
1.
2.
3.
4.

Kriteria:
Tidak ada catatan tentang varians dalam Clinical Pathways Sesuai format dari
Komite Medik RS.
Ada catatan dan pelaporan tentang varians yang ditemukan/dilaporkan.
Ada tindak lanjut atas varians yang ditemukan/dilaporkan.
Ada bukti tertulis telah melakukan feed back tentang varians dalam Clinical
Pathways (CP) di atas.
Ada bukti tertulis telah melaksanakan revisi Clinical Pathways (CP) atas varians
di atas.

Anda mungkin juga menyukai