Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kapal supply adalah salah satu alat transportasi laut dan


merupakan sarana yang sangat diperlukan pada pelayanan anjungan
lepas pantai (Rig / Plat Form) untuk melayani pengeboran minyak
lepas pantai.
Perawatan atau pemelihara tanki semen curah dan peralatannya
merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang operasional
kapal supply.Maka seorang chief engineer harus professional dalam
menangani kapalnya. Chief engineer adalah bagian dari organisasi
perusahaan pelayaran yang secara langsung turut andil dalam
memikirkan kemajuan perusahaan yang secara spesifik memikirkan
operasional kapal supply yang menjadi tempatnya bekerja.
Dalam pengalaman penulis terdapat hal hal yang mengakibatkan
masalah di dalam tangki semen dan pipa discharge (bongkar) yang
terjadi kebuntuan di dalam tangki semen juga, mulai dari system
penggerak,

kompresor

sampai

ke

tangki

semen

curah

yang

mengakibatkan kurang lancarnya kegiatan bongkar / muat semen ke


anjungan lepas pantai (rig / platform) yang sudah menjadi penentu jadi
atau tidaknya suatu kapal supply di charter oleh pihak pencharter.
Seorang operator atau masinis jaga yangbertugas memuat /
membongkar semen tersebut harus dapat memberikan pelayanan
yang baik, efisien dan aman.Namun dalam kenyataannya operator dan
masinis

jaga

dalam

melaksanakan

kegiatan

tersebut

sering

menghadapi masalah atau kendala yang disebabkan dari kapal itu


sendiri dan dari luar kapal.
Sering di temukannya pengerasan semen di dalam tangki yang
menghambat kelancaran pembongkaran semen curah. Atas dasar
1

inilah maka penulis ingin melakukan penelitian atas permasalahan


tersebut diatas dengan menuangkan ke dalam Judul makalah:
Perawatan Tangki Semen dan Instalasinya Untuk Menunjang
Kelancaran Bongkar Muat di MV Armada Tuah 24

B. Tujuan dan Manfaat Penulisan

1. Tujuan Penulisan

a.

Untuk melihat Landasan teori dalam membahas masalah pada


perawatan tangki semen

dikapal

supply

yang

melayani

pengeboran minyak lepas pantai.

b.

Untuk mengetahui permasalahan utama dan penyebab kurang


lancarnya bongkar muat semen di MV Armada Tuah 24

c.

Untuk menganalisis pemecahan masalah bila terjadi gangguangangguan pada system tangki semen curah, pada saat
dIlakukannya bongkar muat semen curah .

2. Manfaat penulisan

a. Manfaat bagi dunia akademik.


Untuk meningkatkan profesionalisme penulis sendiri juga untuk
menginformasikan kepada pembaca khususnya rekan rekan
pelaut tentang salah satu system kerja yang sedang berlangsung
secara terus menerus di pengeboran minyak lepas pantai
(offshore drilling) bersinergi dengan kinerja yang optimal .

b. Bagi dunia praktis.


Dapat memberikan sumbang saran kepada perusahaan dalam
upaya meningkatkan kinerja pompa semen di atas kapal.

C. Ruang Lingkup

Untuk

tidak

melebarnya pembahasan makalah ini, maka penulis

membatasi khusus masalah muatan semen curah pada Kapal Supply MV


Armada Tuah 24 dalam kurun waktu 29 April 2013 sampai 17Juli 2013,
dimana penulis bekerja sebagai Second Engineer. Oleh karena itu, ruang
lingkup pada penelitian ini hanya dibatasi pada pembahasan pentingnya
perawatan peralatan bongkar muat semen di kapal Armada Tuah 24.

D. Metode Penyajian

1. Metode Pengumpulan Data

Adapun metode pendekatan yang dilakukan penulis dalam pembuatan


makalah ini adalah :

a. Studi Lapangan

1) Pengalaman penulis selama bekerja di kapal MV. Armada Tuah


24.
2) Diskusi dengan kawan kawan seprofesi.

b. Studi Kepustakaan

Yaitu berdasarkan buku manual yang ada di atas kapal, juga


berdasarkan buku - buku referensi yang ada di perpustakaan BP3IP
Jakarta yang berhubungan dengan penulisan makalah ini.

2. Metode Analisis Data

Metode yang digunakan oleh penulis melakukan pengamatan atau


observasi langsung diatas kapal tentang kondisi - kondisi yang terjadi
sehingga di ketahui permasalahannya dan melalui landasan teori, di
analisis penyebab dari permasalahan tersebut sehingga di peroleh cara
pemecahan dari permasalahan.

BAB II
FAKTA DAN PERMASALAHAN

A. Fakta

1. Objek Penelitian

Pengoperasian dari bulk handling system sangat tergantung dari


kemampuan dari operatornya dalam hal perawatan dan pengoperasian
bongkar muat semen curah kering kerig dan dari Rig juga tak kalah
pentingnya dalam hal ini menyangkut masalah spare part yang ada, waktu
untuk perawatan dan kelambatan pengiriman/suply spare part dari
perusahaan.
Berdasarkan latar belakang, maka objek penelitian ini dilakukan di
kapal MV ARMADA TUAH 24 dengan data sebagai berikut :

Nama kapal

: MV ARMADA TUAH 24

Type

: Anchor Handling Tug Supply

Class

: BV

Kapasitas Bulk Tank

: 5500 cu.ft

Bulk Air Compressor

: Tamrotor SWS75S

Air Drier

: CKD Xeroaqua G series

Butterfly valve

: Tyco

Salah satu alat transfortasi laut yang di pergunakan untuk melayani


rig, plat form, barge adalah kapal supply salah satunya jenis kapal
A.H.T.S dengan jenis running cargo yang dimiliki oleh perusahaan Bumi
Armada Ship Management kapal ini mempunyai ruang muat yang ada
dibeberapa tangki didalam badan kapal, dimana sistem instalasi semen
curah kering mulai dari atas deck terus ke ruang dalam badan kapal
5

sampai kembali keatas deck untuk disambungkan ke pengeboran minyak


lepas pantai. Dari beragam jenis muatan dalam tangki yang dimuat diatas
kapal ini salah satu jenisnya muatan dalam tangki yang dimuat diatas
kapal ini. Adalah Dry Bulk Cargo (muatan Curah kering) yang terdiri dari
cement, barite, dan bentonite. Pada muatan barite yang mempunyai SG
paling berat yaitu 2,16, cement G 1,52 dan Bentonite 0,96.

2. Fakta Kondisi

a. Sisa muatan curah kering sering mengeras

Dalam

hal

ini

perlu

memperhitungkan

kondisi

cuaca

dan

kelembaban udara yang tidak mendukung pada sifat muatan akan


sangat

mempengaruhi

terjadinya

kondensasi

dan

pengerasan

muatan.Pada saat pembongkaran muatan terhenti atau lambat karena


didalam pipa-pipa terdapat penyumbatan oleh sisa semen yang
mengeras.
Adanya penyumbatan pipa karena sisa semen disebabkan oleh
kondensasi dengan tidak berjalannya prosedur pengoperasian dan
adanya keterlambatan pengiriman spare part di atas kapal maka selalu
terjadi pengerasan sisa muatan karena kondensasi.
Instalasi pipa-pipa udara di dalam tangki semen curah sering
dijumpai adanya semen yang mengeras. Hal ini terindikasi dimana
tekanan udara pada compressor menjadi cepat tinggi, tidak sebanding
dengan tekanan udara dalam tangki semen yang dilalui udara tersebut.
Akibat pengerasan semen yang sering didapat dan akhirnya lamakelamaan terjadi penyumbatan di sepanjang pipa discharge materiaI
mulai dari instalasi pipa di kapal, hingga sepanjang pipa discharge
semen ke main deck. Dan sudah pasti masalah ini akan mengakibatkan
kelambatan pemindahan material. Walaupun pada akhirnya pihak kapal
berhasil memindahkan seluruh isi material dari dalam tangki, namun
waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan tersebut sudah melampaui batas
waktu dari yang seharusnya.
6

Keberhasilan dalam aktivitas pengeboran minyak di laut, tidak


terlepas dari keterkaitan antara material yang harus tersedia secara
lengkap di Base Port, terdiri dari beberapa jenis bulk material berupa:
barite, semen, G-semen merupakan unsur material penting yang harus
tetap tersedia.
Dalam kenyataan sering kita jumpai kejadian-kejadian ataupun
gangguan-gangguan pada tangki semen curah, seperti yang terjadi
pada bulan Juni 2013 pada saat kapal MV Armada Tuah 24 mentransfer
semen ke Rig West Leda ternyata diketahui tekanan udara pada
compressor dan tanki semen menjadi cepat tinggi tidak sebanding
dengan tekanan udara dalam tanki semen yang dilalui udara.Hal ini
dapat diindikasikan bahwa pada discharge pipe mengalami gangguan
penyumbatan semen. Penyumbatan pada pipa discharge ini dapat juga
dimonitor dari ventilasi Rig WestLeda dimana hembusan udara dari
ventilasinya terlihat tidak tetap dan kadang semakin mengecil.

b. Aliran semen tidak normal

Teknik pentransferan semen curah ke Rig dari kapal-kapal supply


dalam melayani kegiatan pengeboran minyak lepas pantai, sangat
membutuhkan ketelitian para operator dalam arti pengoperasian secara
keseluruhan, agar tugas dan tanggung jawab yang diemban dapat
dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin.
Pada saat pemindahan semen curah kering ke Rig terjadi
keterlambatan yang disebabkan aliran dari tangki tidak normal. Atas
keterlambatan tersebut kegiatan Rig menjadi agak terganggu, secara
langsung maupun tidak langsung mengakibatkan kerugian yang cukup
besar bagi perusahaan.Dari kejadian tersebut diatas maka diadakan
penelitian ke lapangan untuk mencari tahu penyebab keterlambatan
tersebut.
Pengecekan dilakukan pada semua instalasi bulk transfer sistem
baik milik MV Armada Tuah 24 maupun pada instalasi Rig West Leda
dengan cara mensirkulasi udara bertekanan dari unit bulk air
7

compressor ke Rig. Hasil pengecekan tersebut di dapatkan ketidak


normalan pada sistem yang bekerja mengalirkan semen tersebut.
Pemeriksaan berlanjut pada tangki semen di kapal MV Armada
Tuah 24, disini diketahui bahwa semen yang berada di dalam tangki
tersebut tidak turun secara merata yang mana sebagian besar semen
tertahan dibagian atas tangki semen.

c. Kerusakan pada karet nozzle

Proses transfer semen dari kapal supply ke Rig mengalami


keterlambatan akibat dari aliran semen yang tidak normal secara
langsung maupun tidak langsung telah menganggu operasional dari
kapal supply tersebut dan mengakibatkan kerugian bagi pihak penyewa
dan kapal. Akibat dari keterlambatan proses pemompaan semen ini
pengecekan harus segera di lakukan untuk menganalisa penyebab
keterlambatan dalam pemompaan material semen. Setelah diadakan
pengecekan ternyata pada karet nozzle tersumbat semen dan banyak
yang sobek. Hal ini disebabkan juga karena spare part yang ada dikapal
tidak memenuhi untuk penggantian semua karet nozzle yang pada
sobek. Ini disebabkan karena adanya keterlambatan pengiriman spare
part dan adanya keterbatasan waktu dalam hal perawatan.Sebagai
akibat dari banyaknya kegiatan dalam melayani pengeboran lepas
pantai.
Mutu dari bahan karet yang di pakai akan mempengaruhi kinerja
dari karet nozzle tersebut.Karena permukaan nozzle dan karet nozzle
tersebut terjadi kebocoran akibat robek atau tidak elastisnya bahan karet
nozzle karena pemuaian, yang mengakibatkan karet nozzle tidak
memungkinkan untuk dapat bekerja normal. Masalah dalam hal ini jika
di diamkan terus menerus dapat mengakibatkan tekanan balik dari
material

semen

yang

akan

masuk

ke

pipapipa

udara

dan

mengakibatkan keterlambatan pemindahan material semen ke Rig.


Robek atau pemuaian pada karet nozzle di akibatkan oleh karena
tekanan dan panas udara dalam tangki.
8

B. Permasalahan

1. Identifikasi Permasalahan

Sebuah pipa saluran udara dalam tangki semen, dirancang dan


dibuat melalui perhitungan yang akurat dan dengan segala alasan yang
ketahanannya telah teruji. Dengan demikian alat tersebut dapat
beroperasi dan berfungsi dengan kemampuan yang baik dan dapat
diandalkan selama mungkin, tanpa adanya gangguan ataupun kerusakankerusakan

yang

berarti

yang

dapat

mempengaruhi

kelancaran

operasional kapal, dalam melayani kegiatan pengeboran minyak lepas


pantai.
Dari

uraian

tersebut

diatas,

penulis

mengidentifikasikan

permasalahan sebagai berikut ;

a. Pipa udara yang berada di luar tangki semen kurang perawatan

Didalam pipa-pipa udara pada tangki semen sering dijumpai


pengerasan semen. Hal ini terindikasi, dari tekanan udara pada Purger
air, walaupun dibuka penuhpada pipa ventilasi di Rig tidak kelihatan
mengeluarkan udara.
Pipa udara purger air yang berada di luar tangki semen curah di
kapal supply dilengkapi dengan alat non return valve berfungsi untuk
mencegah adanya feed back pressure dalam line. Apabila non return
valve tidak dirawat, maka non return valve yang seharusnya berguna
untuk mencegah masuknya semen ke saluran pipa-pipa udara bisa
terjadi

gangguan

pada

compressor,

karena

tidak

berfungsi

sebagaimana mestinya.
Perawatan yang kurang pada pipa udara yang berada di luar
tangki semen menyebabkan timbunan semen bertambah sehingga
masuk ke non return valve dan tidak bisa kembali tertutup rapat.
9

Perlunya perawatan non return valve yang bekerja atau terbuka


bila kita akan menggunakan udara untuk membantu mendorong
semen pada saat membongkar/memindahkan dari tangki ke Rig.
Akibat perawatan yang tidak dilakukan secara rutin, maka akan
timbul kelemahan pada sistem mekaniknya tidak akan bekerja dengan
baik (tidak bisa menutup) saat terjadi kegagalan dari compressor,
maka akan terjadi aliran balik dari semen sehingga masuk ke dalam
pipa-pipa purger air.

b. Tersumbatnya saluran pipa udara karena tidak dicerat

Dalam pengoperasian tangki semen curah secara baik dan benar


guna mencegah terjadinya gangguan yang tidak diduga adalah sangat
penting. Oleh sebab itu perlu diperhatikan urutan pengoperasian serta
mengetahui prinsip kerja dari semua peralatan instalasi tangki semen
curah tersebut yang diantaranya adalah pipa-pipa yang perlu
mendapatkan perhatian penuh.
Apabila dalam operasionalnya kita kurang mencerat udara pada
sistem instalasi pipa, berakibat pada pipa tersebut terjadi percampuran
semen dan udara yang lembab. Hal ini apabila dibiarkan akan
menggumpal dan mengeras sehingga dapat menjadi tersumbatnya
saluran pipa-pipa tersebut maka akan menimbulkan kebuntuan pada
pipa yang berujung pada pengoperasian transfer semen ke Rig tidak
maksimal.

c. Butterfly valve untuk mendorong semen sering bocor

Butterfly valve yang dipasang pada semua pipa-pipa tangki


semen di atas kapal supply yang mentransferkan semen ke Rig,
dilengkapi alat kontrol yang juga digerakkan oleh tekanan udara. Main
control ini di operasikan oleh Chief Engineer dan Engineer di bridge.
Butterfly valve, untuk mendorong semen tersebut sering bocor yang
kebocoranya pada seat valve. Komponen seat valve jenis ini adalah
10

terbuat dari material plate sejenis aluminium yang pada bagian luarnya
semua dilapisi rubber keras yang tahan terhadap tekanan tinggi.
Kebocoran butterfly valve tersebut terjadi akibat dari seat valve
menerima pukulan langsung massa semen dan udara bertekanan
pada saat posisi discharge valve tidakdalam posisi buka maksimum.
Pukulan yang diterima seat valve dari aliran massa semen dan udara
bertekanan adalah pantulan dari massa semen yang kemudian
membias membentuk pukulan ke arah seat valve, akibatnya lama
kelamaan rubber menjadi aus atau sobek.

d. Paking manhole tangki semen bocor

Dalam pelaksanaan pentransferan semen curah dari kapal supply


ke

Rig,

apabila

penguasaan

kurang

peralatan

memahami

kerja

yang

mengenai
digunakan

prosedur
tersebut

dan
dapat

menyebabkan lambatnya pelaksanaan pekerjaan dan tidak akan


menghasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
Dengan kurangnya pemahaman terhadap hal-hal di atas, maka
tidak dapat mengadakan persiapan apa dan bagaimana tindakan yang
diambil terjadi kebocoran paking penutup tangki semen yang
dikarenakan sudah melampaui batas waktu penggunaannya maka
terjadilah perubahan bentuk akibat panas dan mengakibatkan paking
penutup

semen

terkelupas

sedikit

demi

sedikit.Hal

ini

dapat

menghambat pelaksanaan pentransferan semen curah ke Rig.


Kurangnya

pengalaman

kerja

di

kapal

supply

menyebabkan

kurangnya perhatian Anak Buah Kapal terhadap peralatan pendukung


seperti paking penutup tangki semen yang sudah kering dipakai tanpa
memperhatikan bahwa paking penutup semen tersebut sudah melar
dan terdapat bolong-bolong disekitarnya, jika dibiarkan bolong-bolong
ini akan membesar dan bocor. Kendala seperti ini jika terus dibiarkan
akan menghambat pentransferan semen curah ke Rig.

11

e. Timbulnya kondensasi di dalam tangki dan pipa tekan

Sistem muatan curah (Bulk Handling System) yaitu mulai dari


compressor, katup atau keran memuat muatan curah, ini adalah
campuran antara bahan curah semen dengan tekanan udara yang
disalurkan oleh fasilitas dari darat dan masuk kedalam tangki muatan
kapal ini, lalu muatan curah tersebut tinggal dalam tangki sedangkan
udara keluar lewat saluran peranginan dengan catatan bahwa
penerimaan muatan dari darat dipastikan tekanan udara dalam
keadaan kering atau tidak mengandung titik air selanjutnya untuk
dibongkar muat, compressor kapal digunakan untuk memberikan
tekanan kedalam tangki dan udara masuk kedalam dasar tangki
muatan curah tersebut, seperti kita ketahui keran buang atau keran
tekan (discharge valve) dibuka maka dengan cepat muatan keluar
melalui pipa penyalur, melalui selang penyalur dan masuk kepenerima
dari sistem diatas, jika hal ini tidak bekerja dengan normal maka
sistem instalasi semen akan dapatkan kondensasi/kandungan air
yang tidak dapat terlihat karena berada diruang udara tekan. Hal ini
dapat menimbulkan kebuntuan bisa juga terdapat di discharge pipe
yang paling dekat posisinya dengan tangki, karena keterbatasan waktu
sering kali hal ini kurang diperhatikan.

2. Penentuan Masalah Utama

Berdasarkan

identifikasi

masalah

diatas,

maka

perlu

kiranya

ditentukan masalah utama untuk mencari penyebab dan pemecahan dari


masalah-masalah itu. Berikut ini ditentukan dua masalah utama, yaitu:

a. Tersumbatnya saluran pipa udara karena tidak dicerat


Dalam proses transfer semen ke Rig sering terjadi kendala
transfer semen. Ini disebabkan karena didalam pipa-pipa discharge
terjadi penyumbatan oleh semen yang mengeras karena tercampur
12

udara pendorong yang masih mengandung titik-titik air. Sebagai akibat


dari kurang diceratnya pipa udara yang seharusnya bisa menekan
terjadinya penyumbatan didalam pipa-pipa discharge.

b. Timbulnya kondensasi di dalam tangki dan pipa tekan

Karena

didalam

tanki

semen

terdapat

udara

bertekanan

sedangkan pada sistem instalasi terjadi penyumbatan yang berakibat


proses transfer menjadi lambat maka didalam tanki semen akan terjadi
kondensasi.

13

BAB III
PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

Proses bongkar muat saat ini sering mengalami hambatan dan kurang
lancarnya semen yang dialirkan melalui pipa yang tidak sama dengan
air/cairan biasa, semen bila agak lambat akan membeku, dimana pembekuan
akan menghalangi derasnya arus aliran semen, maka agar semen dapat
mengalir dengan lancar sebaiknya perawatan mulai dari motor penggerak
compressor, dryer, instalasi pipa sampai ke tangki semen tersebut dan juga
butterfly valve sampai ke instalasi pipa yang berada diatas deck harus tetap
terawat dengan baik.
Untuk mendapatkan efisiensi dan efektivitas dari suatu perawatansistem
instalasi semen curah di atas kapal perlu kita memakai konsep manajerial
dari manajemen kapal. Bahwa manajemen adalah suatu proses yang
membedakan

atas

perencanaan,

pengorganisasian,

penggerakkan

pelaksanaan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun


seni, agar dapat menghasilkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
(Terry, 1992). Apabila perawatan dilaksanakan sesuai dengan prosedur
maka kendala atau hambatan dalam proses transfer semen curah kering
dapat dihindari.
Dalam proses transfer semen ke Rig agar tidak terjadi kesalahan dalam
proses transfer sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang prosedur
pengoperasian transfer semen menurut buku manual yang ada di atas kapal.
Adapun prosedur pengoperasian transfer semen diatas kapal ke Rig sebagai
berikut ;
1. Sebelum air compressor dijalankan pastikan bahwa purger air valve dan
discharge valve di deck, sambungan hose ke Rig, dalam keadaan terbuka
dan adakan komunikasi ke Rig.

14

2. Perhatikan air blow dan tangki semen dan apakah orang di Rig sudah
buka inlet valve dan air blow di Rig, tekanan udara konstan kurang lebih
20 psi.
3. Setelah semua saluran discharge pipe dari kapal di blow tadi berarti siap
untuk mentransfer semen.
4. Tutup purger air dan buka inlet valve ke tangki semen dan udara masuk
melalui nozzleuntuk mendorong semen.
5. Setelah tekanan dalam pressure tangki semen mencapai 50 psi buka
purger air 75% dan buka discharge valve (semua pengontrolan dari bridge
di tangani oleh Chief Engineer atau Second Engineer).
6. Setelah discharge valve dibuka 100% maka semen akan keluar dan tetap
menjaga kesetabilan tekanan antara purger air 50 psi dan discharge
semen 45 psi.
7. Setelah transfer semen stop discharge valve ditutup, maka di dalam pipapipa semen masih banyak semen yang tersisa dan cara untuk
mengeluarkan yaitu buka purger air 100% dan pastikan discharge valve
dan inlet valve dalam keadaan tertutup.
8. Setelah proses blowing pembersihan saluran dalam 5-10 menit, maka air
compressor distop, menyusul purger distop.
9. Lapor ke Rig bahwa pentransferan semen selesai, tutup semua valve di
Rig.
10. Engineer tetap kontrol tekanan yang masih ada di saluran, dan
perintahkan kepada crew jaga semen di deck untuk blowing, buka blow
valve di deck, setelah di bridge control tekanan pada penunjuk tekanan
sudah di nol, maka connection hose boleh dibuka dengan aman.

15

B. Analisis Penyebab Masalah

Dari permasalahan yang telah dianalisa, didapat permasalahan sebagai


berikut :

1. Tersumbatnya Saluran Pipa Udara Karena Tidak Dicerat

Penyebabnya adalah :

a. Semen banyak mengeras di pipa pengeluaran

Persiapan pentransferan semen curah ke Rig dari kapal supply


MV Armada Tuah 24 adalah hal yang sangat penting guna menunjang
kelancaran pengoperasian kapal supply tersebut, tetapi dalam
pelaksanaannya banyak

mengalami kendala. Setelah dianalisa

penyebab aliran semen dalam tangki keluar pipa tekan dan pipa
transfer tidak
mengeras.

normal adalah karena banyaknya semen yang

Mengerasnya

semen

curah

kering

pada

pipa-pipa

pengeluaran akan menimbulkan keterlambatan dalam proses transfer


semen. Keadaan seperti ini secara tidak langsung disebabkan oleh
faktor kurangnya perawatan pada instalasi pipa tersebut, kurangnya
perawatan

ini

salah

satunya

disebabkan

karena

kurangnya

pengetahuan dan keterampilan awak kapal terhadap perawatan tangki


semen

curah

dan

peralatan

pendukungnya

seperti

pipa-pipa

pengeluaran, juga kurangnya koordinasi kerja, pengawasan yang


kendor dan kurangnya komunikasi diantara Chief Engineer dengan
Anak Buah Kapal dalam perawatan tangki semen dan instalasi pipa
udara yang ada di pipa pengeluaran semen.
Perlu koordinasi dalam melaksanakan perawatan tangki dan alat
pendukungnya di atas kapal supply, seperti pipa-pipa pengeluaran
pada tangki semen adalah hal yang perlu diperhatikan. Dalam
pembagian tugas kerja yang melibatkan sebagian besar Anak Buah
Kapal bagian mesin di atas kapal. Perawatan tersebut perlu
16

dilaksanan dengan terencana sehingga efisien kerja perawatan


memuaskan. Selain itu hasil dari perawatan yang dilakukan terhadap
tangki semen dan peralatan pendukungnya juga tidak sempurna
sehingga banyak semen yang mengeras. Mengerasnya semen itu
pada umumnya karena udara sekitarnya lembab, berupa humidity oleh
temperatur udara penghembus semen muatan ini.
Pengkoordinasian perawatan terhadap pipa-pipa pengeluaran
tangki semen dapat berjalan dengan baik apabila masing-masing
personil dapat melaksanakan pekerjaannya mengetahui tugas dan
tanggung jawabnya. Dalam hal ini Chief Engineer tidak memberikan
tugas dan tanggung jawab kepada masing-masing Anak Buah Kapal
untuk pelaksanaan suatu perawatan. Chief Engineer yang mempunyai
tanggung jawab atas keselamatan pekerjaan dan juga mengenai
kelancaran

operasional

kapal

supply

memberikan

tugas-tugas

perawatan yang sesuai dengan kemampuan Anak Buah Kapal,


sehingga

kendala-kendala

yang

ditimbulkan

karena

kurangnya

perawatan terhadap tangki semen serta peralatan pendukungnya


seperti pipa-pipa pengeluaran yang dapat mengakibatkan kebuntuan
pada saluran tangki semen dapat dihindari.

b. Drier yang tidak bekerja maksimal

Alat yang di pakai sebagai pengering udara pengisian yang di


hasilkan bulk compressor adalah drier. Butiran air yang ikut udara
untuk pendorong timbul karena kondensasi untuk itu agar kadar air
seminimal mungkin di gunakanlah air drier ini di dalam bulk handling
system. Drier sering kali di jumpai di kapal supply yang kadang kala
kurang

diperhatikan

dalam

perawatannya

karena

kurang

pemahamanya fungsi drier itu sendiri jadi pesawat ini sering kurang
perhatian. Padahal alat ini peranan penting dalam proses bongkar
muat semen, pesawat ini sebagi pengering udara yang di hasilkan bulk
compressor. Apabila drier ini tidak bekerja dengan maksimal tentu saja
udara yang di hasilkan akan lembab kadar airnya akan tinggi berupa
17

embun. Tentu saja udara yang lembab akan membuat masalah di


dalam proses bongkar muat semen.

2. Timbulnya Kondensasi di Dalam Tangki dan Pipa Tekan

Penyebabnya adalah :

a. Tangki semen lembab.

Persiapan pemindahan muatan semen curah kering ke Rig pada


kapal supply MV Armada Tuah 24 adalah hal yang sangat penting
guna menunjang kelancaran pengoperasian kapal supply tersebut
tetapi dalam pelaksanaannya banyak mengalami kendala-kendala
yang menghambat kelancaran pembongkaran muatan curah kering ke
Rig yang setelah dianalisa penyebab aliran semen dalam tangki keluar
pipa tekan dari pipa transfer tidak normal adalah ditemukan banyaknya
semen yang mengeras/membatu di ujung pipa tekan dan dasar tangki.
Tangki semen curah yang lembab yang ditimbulkan karena udara
yang bertekanan baik setelah memuat maupun mentransfer semen
masih ada dalam tangki. Karena udara tersebut tidak dicerat dan
diadakan sirkulasi setiap minggu akan menimbulkan kondensasi di
dalam

tangki

Mengerasnya

yang

akan

menyebabkan

semen

yang

perlahan-lahan

semen
akan

mengeras.
menimbulkan

kebuntuan pada saluran tekan, keadaan seperti ini secara tidak


langsung disebabkan oleh faktor manusianya yaitu kurangnya
perawatan pada instalasi tersebut. Kurangnya perawatan ini salah
satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan
awak kapal terhadap perawatan tangki semen curah dan peralatan
pendukungnya, juga kurangnya koordinasi kerja, pengawasan yang
kendor dan kurangnya komunikasi diantara Chief Engineer dan anak
buahnya dalam perawatan peralatan-peralatan tersebut diatas. Juga
karena kurang pahamnya para Engineer akan prinsip kerja dari
peralatan-peralatan tersebut.
18

Menurut pengalaman dan pengamatan penulis selama bekerja di


kapal supply MV Armada Tuah 24, hal-hal yang dapat menyebabkan
mengerasnya, membatunya sebagian semen didalam tangki maupun
di pipa-pipa tekan adalah kondensasi, karena dengan timbulnya
kondensasi embun tersebut, maka sebagian semen akan tercampur
dengan air dari kondensasi tersebut sehingga semen akan secara
perlahan mengeras/membatu yang dapat menyebabkan kebuntuan
pada saluran tekan. Jadi setelah dianalisa, kenapa sampai terjadi
kondensasi didalam tangki adalah kurang pahamnya para Engineer
dengan prinsip kerja dan trik-trik yang harus dilakukan pada saat
pengoperasian mulai dari pengisian sampai pemompaan.

b. Perubahan tekanan yang terlalu cepat di dalam tangki

Setelah selesai proses transfer semen ke Rig, sisa udara yang ada
didalam tanki harus dibuang secara perlahan-lahan.Seperti prinsip
kerja mesin pendingin, perubahan tekanan dari pipa kapiler kecil ke
evaporator akan mengambil panas dari luar dengan cepat sehingga
cepat menimbulkan embun, hal ini yang terjadi pada saat selesai
pemompaan semen karena ingin cepat selesai maka lupa dengan
prinsip pengambilan panas tersebut.
Setelah material didalam tangki habis, maka yang tertinggal
didalam tangki sebagian besar adalah udara yang bertekanan karena
engineer yang tidak sabar menunggu

turunnya tekanan secara

perlahan, maka dia akan membuang sisa tekanan dengan cepat agar
tidak ada lagi perbedaaan tekanan didalam tangki dengan diluar tangki
karena perubahan tekanan yang terjadi secara drastis dari tangki yang
bertekanan melewati pipa ventilasi dari pipa tekan, karena gesekan
udara itu maka udara yang

bergerak cepat didalam pipa akan

menyerap panas diluar pipa, hal ini menyebabkan timbulnya


kondensasi/titik-titik embun didalam pipa, karena terlalu banyak maka
air-air embun ini akan jatuh ke dasar tangki, dimana di dasar tangki
masih ada sisa semen yang menempel, maka terjadilah pencampuran
19

air dengan semen yang menjadi batu semen. Demikian pula yang ada
didalam discharge pipe tadi apalagi kalau setelah selesai pemompaan,
tidak dilakukan pembersihan tangki/pengeringan tangki, dimana dalam
pengerjaan ini Man hole harus di buka (hal ini berlaku khusus pada
pemompaan semen sampai habis).
Namun jika semen yang dibutuhkan oleh Rig hanya sebagian dari
isi tangki, sehingga masih ada tersisa semen didalam tangki, maka
pembersihan tangki tidak dapat dilakukan, prosentase mengerasnya
semen menjadi lebih besar dibandingkan tangki yang dibersihkan,
karena sisa-sisa semen tadi masih akan mengendap beberapa hari
didalam tangki. Dan yang sering terjadi setelah itu diisi lagi.

C. Analisis Pemecahan Masalah

Berdasarkan paparan penyebab permasalahan diatas penulis mencoba


untuk membahas solusi dari permasalahan yang dapat menggangu
kelancaran proses pembongkaran muatan curah kering, dengan diatasi
sebagai berikut :

1. Tersumbatnya Saluran Pipa Udara Karena Tidak Dicerat

Pemecahannya adalah :

a. Discharge pipa jangan sampai macet

Seperti pipa-pipa pengeluaran pada tangki semen adalah hal yang


perlu diperhatikan, terutama dalam pembagian tugas kerja yang
melibatkan sebagian besar Anak Buah Kapal bagian mesin di atas
kapal.Perawatan tersebut perlu dilaksanakan dengan familiar sehingga
effisien kerja perawatan instalasi pipa udara sangat kurang, selain itu
hasil dan perawatan yang dilakukan terhadap tangki semen dan
peralatan pendukungnya juga tidak sempurna sehingga banyak semen
curah kering yang mengeras. Pengawasan dalam pelaksanaan
20

perawatan di pipa pengeluaran tangki semen sangat diperlukan


selama Anak Buah Kapal melaksanakan tugas yang diberikan.
Kebiasaan yang sering dilakukan oleh Anak Buah Kapal atau
bawahan adalah tidak melaksanakan tugas dengan baik apabila
pimpinan kurang mengadakan pengawasan terhadap pekerjaan yang
diberikan. Demikian juga dalam pelaksanaan pekerjaan perawatan
tangki semen curah kering prosedur perawatan yang seharusnya
dilakukan oleh Anak Buah Kapal dengan kesadaran yang tinggi sering
dilewatkan, dikarenakan tidak adanya pengawasan dari atasan
terhadap peralatan-peralatan pendukung tangki semen curah seperti
discharge pipe yang terdapat pada tangki.
Faktor manusia dalam pengawasan ini memang sangat besar
pengaruhnya, selain kecakapan Chief Engineer dalam mengadakan
pengontrolan terhadap perawatan yang dikerjakan oleh anak buah,
juga anak buah sendiri yang kebanyakan kurang waspada dalam
melaksanakan pekerjaan perawatan tangki, dan perlunya perawatan
discharge pipe sebagai alternatif pemecahan yang dipilih untuk
menunjang kelancaran pentransferan semen dan kapal supply ke Rig
tidak

mengalami

hambatan

terutama

pada

valve-valve

untuk

pengeluaran angin dan compressor tanpa hambatan, dan pengaliran


semen melalui discharge pipe berjalan lancar.

b. Perawatan berkala pada air drier

Di dalam jadwal perawatan setiap pesawat tentunya sudah ada


dan seharusnya di laksanakan tepat pada waktunya. Bila sampai
terlambat dalam perawatanya tentu saja mengakibatkan alat tersebut
kerjanya kurang maksimal seperti alat Air drier ini, bila para masinis
mengabaikan jadwal terhadap perawatan terhadap air drier ini tentu
saja akibatnya udara yang di hasilkan bulk compresor akan banyak
butiran butiran air akibat kondensasi.
Untuk alat air drier ini pada bagian utamanya yang harus di
rawat/bersihkan adalah sebagai berikut :
21

Adapun langkah langkahnya sebagai berikut,


1)

Lepas dulu Automatic drain trap dengan cara membuka selang


dan nipple.

2)

Kemudian auto drain trap tadi di buka.

3)

Setelah terbuka bersihkan bagian dalamnya dan,bersihklan pipa


aliran buang dan pipa aliran dari tabung, kemudian keringkan.

4)

Setelah di rasa semua bersih dan kondisi baik pasang kembali


automatic drain trap tersebut pada posisi semula.
Adakan pengecekan pada tabung freon apakah freon perlu
ditambah atau tidak. Bersihkan kipas dari kotoran yang
menempel.

2. Timbulnya Kondensasi di Dalam Tangki dan Pipa Tekan

Pemecahannya adalah :

a. Melaksanakan Perawatan berkala terhadap bagian tangki dan


pipa tekan.

Dalam

jadwal

PMS

(planned

maintenance

system)

untuk

perawatan untuk perawatan alat-alat ini tertulis satu bulan sekali,


padahal dalam kurun waktu satu bulan kegiatan bongkar muat muatan
curah kering bisa lebih dari satu kali. Kalau sampai terlambat
menangani alat-alat ini akan terjadi kemungkinan sisa-sisa semen
mengeras karena tercampur air hasil kondensasi, jadi lebih baik fokus
perawatan dan tempo perawatan pada alat ini diutamakan.
Ada juga perlakuan lain terhadap pneumatic valve agar sistem siap
di gunakan pada saat dibutuhkan yaitu dengan tes buka tutup untuk
meyakinkan bahwa alat-alat ini bekerja dengan baik. Yang perlu
diperhatikan adalah sebelum dan sesudah pengoperasian transfer
semen ke rig tersebut harus di flush dengan tujuan untuk membuang
sisa-sisa semen yang ada di dalam pipa.
22

Langkah-langkah selanjutnya adalah pembersihan bagian dalam


tangki dan pipa-pipa instalasi bagian dalam. Setelah tangki semen
dinyatakan kosong perlu diadakan pembersihan bagian dalam tangki,
dan pipa didalamnya agar tidak terjadi penumpukan material lama oleh
material baru pada saat pengisian kembali, selain itu juga untuk
pengecekan bagian dalam tangki, yang perlu diperhatikan adalah
faktor keselamatan didalam pekerjaan ini.
Sebelum pembersihan tangki dilakukan terlebih dahulu diadakan
pre job safety meeting yg dipimpin langsung oleh nahkoda atau safety
officer yang ditunjuk diatas kapal, masinis juga harus menyiapkan alatalat keselamatan (PPE = Personal Protective Equipment) di antaranya:
respirator, safety glasses, sarung tangan, safety helmet, pakaian kerja
khusus,ear plug dan alat pendukung lainnya antara lain lampu jalan.
Sebelum masuk kedalam tangki perlu juga dilakukan pengecekan
terhadap gas-gas dari sisa muatan-muatan semen yang mengandung
bahan-bahan kimia, dengan menggunakan alat yang disebut gas
detector, pekerjaan ini harus dilakukan oleh perwira (safety officer)
yaitu Chief Mate yang telah ditunjuk dalam pelaksanaannya, cara
pengetesan yang benar adalah mulai dari dasar tangki, kemudian
pada pertengahan tangki dan terakhir pada permukaan atas tangki,
selama pengetesan semua ventilasi harus dihentikan, dan setelah
dinyatakan aman, Chief Mate akan menerbitkan safety check list untuk
masuk tangki dan pekerjaan di dalam tangki yang diketahui oleh
nakhoda jangan sekali-kali masuk ke dalam tangki, kalau belum
dinyatakan aman. Pengerjaan pembersihan bagian dalam tangki
dilakukan oleh minimal tiga orang, dua orang didalam tangki dan satu
orang diluar tangki sebagai tenaga pengawas dan juga menerima
ember-ember yang berisi sisa-sisa muatan yang dikeluarkan dari
dalam tangki.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :

23

1) Lubang lalu orang (Man Hole) dibuka.


2) Tunggu beberapa saat sampai tidak ada debu semen yang
beterbangan.
3) Masukan lampu jalan yang kedap/safety work lamp. Bisa juga
menggunakan senter penerangan.
4) Masukan gas detector (dengan cara disambung dengan sepotong
kayu panjang/stick).
5) Bila dinyatakan aman, satu orang masuk kedalam tangki (tangki
harus dalam kondisi terang).

b. Adakan Pengaturan Pembuangan Sisa Tekanan Udara.

Pembuangan sisa tekanan udara dari dalam tangki tidak boleh


dilakukan secara mendadak seperti sudah diterangkan pada proses
pemompaan. Dalam hal proses penurunan tekanan udara yang
bertahap pada saat proses pemompaan mendekati selesai (isi tangki
sudah dibawah 10 %) kita tidak memerlukan lagi penggunaan katup jet
purging untuk pengoperasian jadi hanya menggunakan katup tekan.
Pada saat blow line (pembersihan tangki dengan pemompaan habis isi
tangki) tekanan didalam tangki akan menurun bertahap seiring dengan
berkurangnya isi tangki, dan untuk mendapatkan tekanan tinggi
(tekanan kerja) cukup dengan menutup katup/kran tekan (discharging)
saja setelah tekanan kerja didapat (4, 5 kg/cm). Kran tekan dibuka
mendadak tanpa membuka kran purging lagi, dan rasakan ada
getaran didalam pipa tanda sisa material dan udara melewati pipa-pipa
tekan (discharge) tersebut. Hal yang biasa digunakan sebagai
indicator mengalirnya material tersebut dengan lancar adalah selang
yang bergerak-gerak dan pressure yang turun dengan cepat. Yang jadi
pertanyaan kenapa harus di buka mendadak. Cara ini akan membuat
berpindahan tekanan yang tiba-tiba atau cepat dari dalam tangki ke
pipa tekan yang akan membawa sisa-sisa material yg bercampur
angin.
24

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil bahasan dan uraian pada bab-bab sebelumnya dapat di tarik
beberapa kesimpulan penyebab terkendalannya saat pembongkaran semen
adalah :
1. Semen banyak mengeras di pipa pengeluaran sehingga pipa tekan / pipa
transfer tidak bekerja secara normal.
2. Drier yang tidak bekerja maksimal disebabkan karena kurang di
perhatikan dalam perawatanya karena kurang pemahamannya fungsi
drier itu sendiri jadi pesawat ini sering kurang perhatian.
3. Tangki semen lembab yang menyebabkan semen mengeras sehingga
pipa tersumbat.
4. Perubahan tekanan yang terlalu cepat didalam tangki yang menyebabkan
timbulnya titik-titik kondensasi.

B. Saran-Saran

Dari kesimpulan diatas maka penulis mencoba memberikan saran-saran


sebagai berikut :
1. Sebaiknya menjaga discharge pipe jangan sampai macet sekitar semen
menjadi lembab / basah agar tidak terjadi pengerasan pada sisa sisa
semen.
2. Melakukan perawatan terhadap air drier agar dapat bekerja secara
maksimal.
3. Melaksanakan perawatan berkala terhadap bagian tangki dan pipa tekan
untuk menghindari pengerasan semen yang terjadi pada pipa.
4. Adakan pengaturan pembuangan sisa tekanan udara untuk menghindari
perubahan tekanan yang terlalu cepat yang berujung pada pengerasan
semen pada pipa.
25

DAFTAR PUSTAKA

Graham Wilson, (1999), Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan,


Edisi IIcetakan ketiga, Gramedia

______________,(2005), Technic Off shore Engineering Pte Ltd Installation,


Operation and Maintenance Manual (Bulk Cement Handling System),
Petro Process System Pte Ltd Singapore

_______________,(2003), Modul Manajemen Keselamatan International,


Edisi III, Cetakan ketiga

26

Gambar 1

PANEL CEMENT PUMP COMPRESSOR

30

Gambar 2

BULK MONITOR CONTROL

31

Gambar 3

CEMENT PUMP COMPRESSOR

32

Gambar 4

Proses bersihkan tangki dari material semen yang membatu

Pengecheckan nozzle dalam tangki semen

33

Gambar 5

System penggerak butterfly valve

Butterfly valve untuk purger air dan discharge valve

34

Gambar 6

Sisa semen yang menempel di dinding akibat kondensasi

Ganti baru terhadap nozzle yang telah buntu

35

Gambar 7

Semen yang mengeras didalam pipa akibat kondensasi

Pipa discharge line yang menyempit oleh material semen

36

Gambar 8

MV. ARMADA TUAH 24

37