Anda di halaman 1dari 55

TUGAS

PASAR MODAL DAN INVESTASI


ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL

OLEH :

1.
2.
3.
4.
5.

NYM. CHRISTIANA SILVANA DEWI


SI LUH PUTU INDRAYANTI
KADEK NOVIA AYU WIRYANI
LUH PUTU LILIANA DEWI
NI MADE DWI RATNANINGSIH

(1215644038)
(1215644050)
(1215644070)
(1215644078)
(1215644082)

KELAS : VI B / D4 AKUNTANSI MANAJERIAL

PROGRAM STUDI DIV AKUNTANSI MANAJERIAL


JURUSAN AKUNTANSI - POLITEKNIK NEGERI BALI
TAHUN 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tingkat perekonomian suatu Negara akan semakin baik apabila tingkat
kemakmuran penduduknya juga semakin baik. Tingkat kemakmuran yang lebih
tinggi pada umumnya ditandai dengan adanya kenaikan tingkat pendapatan
masyarakatnya. Dengan adanya peningkatan pendapatan tersebut, maka akan
semakin banyak orang yang memiliki kelebihan dana. Kesadaran masyarakat akan
pentingnya berinvestasi maka masyarakat yang memiliki kelebihan dana tersebut
memanfaatkan dananya untuk disimpan dalam bentuk tabungan atau di
investasikan dalam bentuk surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar
modal.
Pasar modal pada dasarnya adalah suatu wahana investasi bagi masyarakat
yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang
menyediakan dana sebagai alternatif pembiayaan dalam membangun dan
mengembangkan usaha selain pendanaan dari perbankan. Bisa dikatakan Pasar
modal mampu memberikan dana dalam jumlah besar dibandingkan Perbankan.
Para Investor saat ini dapat memilih berbagai macam Investasi dengan berbagai
macam karakteristik dalam hal resiko dan tingkat pengembalian.
Investasi dana berkaitan dengan dua unsur yang saling berkaitan dan
berhubungan timbal balik yang sebanding yaitu hasil dan resiko. Artinya semakin
besar hasil yang diharapkan, maka semakin besar pula risiko yang harus
ditanggung. Maka hasil adalah indikator yang diambil para investor untuk
mengukur dan membandingkan alternatif investasi.
Dalam mempertimbangkan investasi, para investor membutuhkan informasi
yang akurat untuk pengambilan keputusan. Ada dua analisis dan pendekatan yang
umum digunakan yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal atau analisis
grafik.
Analisis Fundamental adalah

metode analisis yang didasarkan pada

fundamental ekonomi suatu perusahaan dilihat dari rasio dan kejadian-kejadian


yang

langsung

atau

tidak

langsung

berpengaruh

pada

kinerja

perusahaan.Sedangkan analisis teknikal adalah teknik untuk memprediksi arah


pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan pada data
historis seperti informasi harga dan volume.
Faktor dalam menentukan nilai saham dapat dilihat dari faktor Eksternal
maupun Internal perusahaan. Namun nilai intrinsik perusahaan dinilai lebih
kuantitatif dengan adanya laporan keuangan dalam perusahaan. Maka nilai
intrinsik perusahaan dinilai lebih memberikan informasi kepada investor untuk
mengambil keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang bagus dibeli
untuk Investasi jangka panjang.
Berbagai macam saham diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, dan kami
telah melakukan analisis industri untuk beberapa sektor diantaranya, hasil industri
untuk konsumsi khususnya dalam bidang farmasi, sektor industri lainnya dalam
bidang otomotif dan sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan
khususnya dalam bidang konstruksi. Setelah melakukan perbandingan dari ketiga
sektor tersebut, kami tertarik untuk melakukan analisis fundamental dan teknikal
pada PT Kalbe Farma Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk.
PT Kalbe Farma Tbk tergabung dalam sektor hasil industri untuk konsumsi.
Karena menangkap peluang dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya arti kesehatan, hal ini menjadi ukuran dalam berkembangnya industri
farmasi. PT Kalbe Farma Tbk merupakan perusahaan multinasional yang
memproduksi farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan.
PT Astra Internasioanl Tbk tergabung dalam sektor industri lainnya. PT
Astra International Tbk bergerak dalam bidang industri otomotif, bisnis inti Astra
International ini menguasai pangsa pasar domestik antara 50 dan 60 persen.
Perusahaan induk investasi ini sering dianggap sebagai barometer perekonomian
Indonesia. Mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat Indonesia akan
kebutuhan transportasi.
Keadaan Indonesia yang tidak terpengaruh dari krisis yang melanda
perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir merangsang pertumbuhan
yang meningkat di berbagai sektor. Pembangunan infrastruktur terus dipacu untuk
menompang laju perekonomian dan diharapkan dapat merangsang investasi untuk
bertumbuh di tahun-tahun berikutnya. Industri konstruksi di Indonesia yang
2

termasuk pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pelopor berdirinya
BUMN konstruksi di Indonesia adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero)
Tbk. PTPP didirikan 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan
Perumahan, yang merupakan hasil peleburan suatu Perusahaan Bangunan bekas
milik Bank Industri Negara ke dalam Bank Pembangunan Indonesia.
Dari penjelasan tersebut di atas maka penulis tertarik untuk meneliti lebih
jauh bagaimana prospek dan kesehatan dari ketiga perusahaan tersebut, dinilai
melalui analisis laporan keuangan (analisis fundamental) dan analisis teknikal.
Serta penulis juga tertarik untuk mengetahui bagaimana para investor mengambil
keputusan investasi khususnya dalam sektor hasil industri untuk konsumsi, sektor
industri lainnya dan sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang penulis
angkat yaitu :
1. Bagaimana perbandingan analisis fundamental dan teknikal pada sektor
hasil industri untuk konsumsi khususnya dalam bidang farmasi?
2. Bagaimana perbandingan analisis fundamental dan teknikal pada sektor
industri lainnya khususnya dalam bidang otomotif?
3. Bagaimana perbandingan analisis fundamental dan teknikal pada sektor
properti, real estate dan konstruksi khususnya dalam bidang konstruksi?
C. TUJUAN DAN MANFAAT
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari analisis adalah
sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui perbandingan analisis fundamental dan teknikal pada


sektor hasil industri untuk konsumsi khususnya dalam bidang farmasi.
2. Untuk mengetahui perbandingan analisis fundamental dan teknikal pada
sektor industri lainnya khususnya dalam bidang otomotif.
3. Untuk mengetahui perbandingan analisis fundamental dan teknikal pada
sektor properti, real estate dan konstruksi khususnya dalam bidang
konstruksi?
4.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. PASAR MODAL
Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran
umum dan perdagangan efek perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek (Rusdin,
2006:1). Secara formal pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk
berbagai instrumen keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjual
belikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan
pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta (Husnan, 2003:3).
Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan
pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas.
Sedangkan tempat di mana terjadinya jual beli sekuritas disebut dengan bursa
efek (Tandelilin, 2010:26). Pasar modal adalah tempat pertemuan antara
penawaran dengan permintaan surat berharga. Di tempat inilah para pelaku pasar
yaitu individu-individu atau badan usaha yang memiliki kelebihan dana
melakukan investasi dalam surat berharga yang ditawarkan oleh emiten
(Sunariyah, 2006:5).
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli, pasar modal merupakan tempat
bertenuya antara pemilik modal dengan membutuhkan modal dan di dalamnya
terdapat instrumen keuangan jangka panjang yang diperjual-belikan secara efisien.
B. INVESTASI
Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat
ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang (Halim,
2005:4). Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang
dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan
keuntungan dimasamasa yang akan datang (Sunariyah, 2006:4). Investasi adalah
komitmen sejumlah dana atau sumber dana lainnya yang dilakukan pada saat ini,
dengan tujuan memperoleh keuntungan dimasa datang (Tandelilin, 2010:2).
Investasi adalah menempatkan uang atas dana dengan harapan untuk memperoleh

tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut (Kamarudin,
2004:3).
Dengan melakukan investasi, artinya

melakukan pengorbanan atas

penempatan uang atau dana dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang
lebih besar di masa yang akan datang.
C. ANALISIS FUNDAMENTAL
1. Pengertian Analisis Fundamental
Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada
fundamental ekonomi suatu perusahaan.Teknis ini menitik beratkan pada rasio
finansial dan kejadian - kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung
memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.Sebagian pakar berpendapat teknik
analisis fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan dalam memilih
saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka panjang.Analisis fundamental
dibagi dalam tiga tahapan analisa yaitu analisis ekonomi, analisis industri, dan
analisis rasio keuangan.
a. Analisis Ekonomi
Analisis ekonomi merupakan salah satu analisis yang digunakan pada model
teknik fundamental. Analisis ini cenderung digunakan untuk mengetahui
keadaan-keadaan yang bersifat makro dari suatu keadaan ekonomi. Unsurunsur makroekonomi yang biasa dianalisis melalui analisis ekonomi ini adalah
faktor pendapatan domestik bruto, inflasi, kebijakan moneter dan kebijakan
fiskal yang diterapkan oleh suatu negara. Analisis ini digunakan untuk
mengetahui potensi dari faktor makro yang pastinya menjadi salah satu faktor
yang memengaruhi tingkat pengembalian dari investasi. Analisis ekonomi
dianggap penting karena adanya kecenderungan hubungan yang kuat antara
apa yang terjadi pada lingkungan ekonomi makro dan kinerja suatu pasar
modal. Pasar modal mencerminkan apa yang terjadi pada perekonomian
makro.
b. Analisis Industri
Dalam analisis industri, investor mencoba memperbandingkan kinerja dari
berbagai industri, untuk bisa mengetahui jenis industri apa saja yang

memberikan prospek paling baik ataupun sebaliknya. Berdasarkan hasil


analisis industri, investor akan menggunakan informasi tersebut sebagai
masukan untuk mempertimbangkan saham-saham dari kelompok industri mana
sajakah yang akan dimasukkan dalam portofolio. Analisis Industri merupakan
tahapan penting pengelompokan suatu industri dalam kenyataannya tidaklah
sesederhana yang dibayangkan, karena banyak perusahaan yang bergerak
dalam lini bisnis yang berbeda. Untuk menyiasati permasalahan tersebut,
diperlukan suatu metode pengklasifikasian industri. Menurut Michael Porter
(19960), fokus dari analisa industri adalah pada pengenalan ciri pokok yang
mendasari suatu industri yang bersumber pada situasi ekonomi dan teknologi
yang membentuk arena dimana strategi bersaing harus ditata. Dapat dikatakan
analisa industri adalah sebuah perencanaan yang terjadi dalam suatu kelompok
bisnis ketika suatu usaha telah berjalan.perencanaan lingkungan usaha,
kecendrungan ekonomi, teknologi dan politik akan mempunyai pengaruh kuat
dalam suatu usaha.
c. Analisis Rasio Keuangan
Rasio finansial atau Rasio Keuangan merupakan alat analisis keuangan
perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan
data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca, laporan
laba/rugi, laporan aliran kas). Rasio menggambarkan suatu hubungan atau
perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan
jumlah yang lain. Analisis rasio dapat digunakan untuk membimbing investor
dan kreditor untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian
perusahaan dan prospek pada masa datang. Salah satu cara pemrosesan dan
penginterpretasian informasi akuntansi, yang dinyatakan dalam artian relatif
maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satu
dengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan. Analisis rasio keuangan
menggunakan data laporan keuangan yang telah ada sebagai dasar
penilaiannya. Meskipun didasarkan pada data dan kondisi masa lalu, analisis
rasio keuangan dimaksudkan untuk menilai risiko dan peluang pada masa yang

akan datang. Pengukuran dan hubungan satu pos dengan pos lain dalam
laporan keuangan yang tampak dalam rasio-rasio keuangan dapat memberikan
kesimpulan yang berarti dalam penentuan tingkat kesehatan keuangan suatu
perusahaan. Tetapi bila hanya memperhatikan satu alat rasio saja tidaklah
cukup, sehingga harus dilakukan pula analisis persaingan- persaingan yang
sedang dihadapi oleh manajemen perusahaan dalam industri yang lebih luas,
dan dikombinasikan dengan analisis kualitatif atas bisnis dan industri
manufaktur, analisis kualitatif, serta penelitian-penelitian industri.
Rumus Analisis Rasio Keuangan
1) Current Ratio (CR)
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan

dalam

membayar

kewajiban

jangka

pendeknya

dengan

menggunakan aktiva lancar yang dimiliki, Current Ratio dapat dihitung


dengan rumus :
CurrentRasio=

AsetLancar
UtangLancar

2) Price Earning Ratio (PER)


PER adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar investor menilai harga
dari saham terhadap kelipatan dari earnings dan memberikan indikasi tentang
jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan dana pada tingkat harga
saham dan keuntungan perusahaan pada suatu periode tertentu (jogiyanto
2003:105). PER adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih
perusahaan, dimana harga saham sebuah emiten dibandingkan dengan laba
bersih yang dihasilkan oleh emiten tersebut dalam setahun.Karena yang
menjadi fokus perhitungannya adalah laba bersih yang telah dihasilkan
perusahaan, maka dengan mengetahui PER sebuah emiten, kita bisa
mengetahui apakah harga sebuah saham tergolong wajar atau tidak secara real
dan bukannya secara future alias perkiraan.

PER=

HargaPenutupanSaham
LabaBersihPerSaham

3) Price to Book Value (PBV)


PBV adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat harga saham
apakah termasuk undervalued atau over valued. PBV fokusnya pada nilai
ekuitas perusahaan.PBV sesuai artinya bermakna harga saham dibandingkan
nilai ekuitas per saham.Cara menghitungnya, adalah dengan membagi harga
saham dengan Book Value-nya (BV), dimana BV dihasilkan dari ekuitas
dibagi rata-rata jumlah saham yang beredar. Konsep penggunaannya pun
sama dengan PER: semakin tinggi nilai PBV, maka semakin mahal harga
sahamnya. Bila suatu perusahaan memiliki nilai PBV di atas satu (PBV>1),
maka harga saham perusahaan tersebut dinilai lebih tinggi daripada nilai
bukunya yang menggambarkan kinerja perusahaan tersebut semakin baik di
mata investor.Secara umum, persamaan. Yang digunakan untuk menilai PBV
suatu saham dapat dituliskan sebagai berikut :
PBV =

Pn
BVn

Keterangan :
PBVn

= Price to Book Value

Pn

= Harga per lembar saham pada tahun ke-n

BVn

= Nilai book value per lembar saham pada tahun ke-n

4) Debt to Equity Ratio (DER)


Merupakan rasio yang mengukur sejauh mana besarnya utang dapat
ditutupi oleh modal sendiri. Rasio ini menunjukkan persentase penyediaan
dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Rasio ini dapat
dirumuskan dengan :
Total Hutang
DER=
Total Ekuitas
Semakin tinggi rasio semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan

oleh pemegang saham.

5) Return On Asset (ROA)


Merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan aset-aset yang
dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba.
ROA=

EBIT
JumlahAset

6) Return on Equity (ROE)


ROE berguna untuk mengukur

kemampuan

perusahaan

untuk

menghasilkan laba atas modalnya sendiri.Semakin besar ROE maka semakin


baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan modalnya untuk menghasilkan
laba. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
ROE=

LabaBersihSetelahBungadanPajak
JumlahModalSendiri

7) Return on Investment (ROI)


Bertujuan untuk mengukur keuntungan investasi dan sebagai evaluasi
akhir untuk menentukan keputusan investasi di dalam perusahaan. Rasio ini
dapat memberikan informasi kepada investor tingkat pengembalian yang akan
diterima dari investasi yang dilakukan. ROI dapat dirumuskan dengan :
ROI=

NetIncome
TotalAsset

8) Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)


Merupakan perbandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga
Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba
kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.Rasio ini dapat dihitung
dengan rumus yaitu :

GrossProfitMargin=

LabaKotor
PenjualanBersih

9) Deviden Payout Ratio (DPR)


DPR adalah sebuah parameter untuk mengukur besaran dividen yang akan
dibagikan ke pemegang saham. Variabel Payout Ratio menunjukkan
persentase dari pendapatan yang akan dibayarkan pada pemegang saham
sebagai cash dividend. Formulanya: nilai dividen yang dibagikan per saham
dibanding dengan nilai laba bersih per saham.
DPR=

DevidenPerSaham
LabaBersihPerSaham

10) Earning per Share (EPS)


EPS menghitung penghasilan bersih yang diperoleh untuk setiap saham
yang diinvestasikan. Saham yang dimaksudkan di sini adalah saham biasa dan
tidak termasuk saham preferen.

Earning Per Share=

LabaBersi h SetelahPajak DevidenSa h amPreferen


Total Saham Yang Diterbitkan

11) Book Value Per Share (BVPS)


Book value per share digunakan untuk mengukur nilai Shareholders
equity atas setiap saham yang diterbitkan.
Book value per share=

Total Ekuitas
Jumlah saham yang diterbitkan

10

12) Dividen Yield


Dividen yield digunakan untuk mengukur jumlah deviden per saham
relative terhadap harga pasar yang dinyatakan dalam bentuk prosentase.
DividenYield=

Dividen per saham


Harga per saham

13) Deviden Per Share (DPS)


Deviden per share merupakan total semua deviden yang dibagikan pada
tahun buku sebelumnya, baik deviden intern, deviden total atau deviden
saham. Adapun rumus yang dipergunakan yaitu :
Dividen Per Share=

DividenTunai
Jumlah Saham Yang Beredar

B. ANALISIS TEKNIKAL
1. Pengertian Analisis Teknikal
Analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga dan
tren pasar atau sekuritas di masa depan dengan mempelajari grafik dari aksi
pasar di masa lalu dengan mempertimbangkan harga pasar instrumen dan minat
atas instrumen tersebut. Analisis teknikal merupakan salah satu analisis atau
metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, kontrak
berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan
lainnya.Secara singkat, analisis teknikal dapat dikatakan sebagai analisis
sekuritas dengan menggunakan grafik harga dan volume historis.
Adapun kelebihan dari menggunakan analisis teknikal ini bagi investor
dalam melakukan trading terhadap intrumen keuangan yaitu :
a. Analisis teknikal bisa diaplikasikan pada semua jenis surat berharga atau
sekuritas pada market manapun. Selama sekuritas tersebut memiliki data
historis dengan waktu yang beruntun dan bisa digambarkan grafik dari
runtutan waktu tersebut, maka sekuritas tersebut pasti bisa dianalisis dengan
analisis teknikal.
b. Analisis teknikal dapat menentukan waktu beli dan jual saham.

11

c. Analisis teknikal dapat diterapkan untuk berbagai dimensi waktu, baik


harian, mingguan, maupun untuk jangka waktu yang lebih panjang.
d. Analisis teknikal dapat memberikan return yang tinggi hanya dengan
mempelajari adanya suatu perubahan tertentu pada market sebelum bergerak
menuju keseimbangan baru.
2. Prinsip dan Dasar Pemikiran
Menurut (Sulistiawan dan Liliana, 2007:5) terdapat tiga asumsi atau
anggapan dasar yang dipakai dalam analisis teknikal yaitu sebagai berikut :
a. Market Price Discounts Everything (Pasar Mempertimbangkan Semua
Persoalan)
Pengguna analisis ini percaya bahwa semua peristiwa bisa sangat
berpengaruh terhadap harga saham. Kejadian atau peristiwa tersebut akan
tercermin pada harga sahamnya secara seketika. Suatu pasar sekuritas
dikatakan akan semakin efisien jika semua informasi semakin cepat diserap
oleh pasar dan tidak ada halangan bagi semua pelaku pasar untuk mengakses
informasi tersebut.
b. Price Moves In Trend (Harga Bergerak Mengikuti Arah Aliran)
Prinsip dasar berikutnya dalam penggunaan analisis teknikal adalah bahwa
jangan pernah mengambil keputusan transaksi yang melawan tren harga yang
sedang berlangsung.Karena pengguna analisis percaya bahwa semua informasi
tercermin pada harga pasar saham, maka tren tersebut menunjukkan sikap para
pelaku pasar atau investor atas suatu harga saham. Pahami tren yang ada
terlebih dahulu dan ikuti ke mana tren tersebut akan bergerak agar bisa
memanfaatkan pergerakan harga pasar tersebut untuk meningkatkan hasil
investasi.

12

c. History Repeats Itself (Sejarah Akan Berulang)


Dalam analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku
pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi
pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari
waktu ke waktu dalam grafik. Pola pola ini mempunyai makna yang dapat
diinterpretasikan untuk memprediksi pergerakan harga.
3. Klasifikasi Analisis Teknikal
Secara umum, analisis teknikal digolongkan ke dalam beberapa kelas.
Penggolongan dalam beberapa kelas tersebut dibagi menjadi 2 kelas utama yang
dibedakan sebagai berikut :
a. Analisis Teknikal Klasik
Pengguna analisis teknikal ini biasa disebut sebagai chartist.Penggunanya
percaya bahwa tren dan sinyal aksi pasar suatu saham dapat diperoleh
berdasarkan bentuk dan pola tertentu dari grafik harga saham. Bentuk lain dari
analisis ini adalah penggunaan garis-garis penganalisis yang diaplikasikan pada
grafik harga menurut opini individual masing-masing pengguna. Oleh karena
itu dasar pengambilan keputusan transaksi biasanya juga ditentukan
berdasarkan

judgment

dan

interpretasi

penggunanya

terhadap

suatu

grafik.Mengingat sifatnya yang sangat subyektif, maka analisis ini lebih


banyak mengandung seni/art dari pada unsur ilmiahnya.Demikian juga halnya,
bahwa menurut masing-masing penggunanya analisis ini juga spesifik untuk
tiap-tiap sekuritas.Kelompok analis ini dapat digolongkan ke dalam
penganalisis garis gerak harga dan penganalisis pola.
b. Analisis Teknikal Modern
Pengguna analisis ini biasa juga disebut sebagai technician.Penggunanya
percaya bahwa tren dan sinyal aksi pasar suatu saham dapat diperoleh
berdasarkan pola grafik yang ditentukan atau diindikasikan dari perhitungan
kuantitatif, bukan interpretasi subyektif terhadap suatu bentuk dan pola
grafik.Mengingat sifatnya yang bersifat kuantitatif, maka metode ini secara
ilmiah bisa diuji kemampuan dan kinerjanya dalam menghasilkan keuntungan
bagi investor. Faktor lain yang menguntungkan dari analisis teknikal modern
ini adalah bahwa indikatornya bisa diprogram secara otomatis dengan

13

menggunakan bantuan komputer. Secara garis besar, indikator-indikator


teknikal tersebut dapat dikelompokkan ke dalam in-dikator pengikut tren
(trend following indicator) dan indikator oscillator.
4. Istilah Istilah Penting dalam Analisis Teknikal
Dalam analisis teknikal, terdapat istilah-istilah yang penting untuk
diketahui, yaitu :
a. Chart (Grafik)
Alat utama yang digunakan dalam analisis teknikal adalah berbentuk chart
yang digunakan untuk menggambarkan pola pergerakan harga pada waktu
yang lalu. Penggunaan chart membuat asumsi bahwa jika pola pergerakan
harga yang berbentuk pada saat ini atau akan datang ini menyerupai pola
pergerakan harga pada waktu yang lalu, maka kemungkinan besar pola harga
pada waktu yang akan datang akan mengikuti pola pererakan harga pada waktu
yang lalu.
Tiga metode grafik utama yang sering digunakan :
1) Chart lajur, banyak digunakan oleh pemakai chart, sumbu tegak mewakili
harga, dan chart mendatar waktu. Pada chart lajur harian tanda tertentu
dibuat untuk menunjukan harga tertinggi, terendah, dan harga penutup
pada hari itu. Informasi harga untuk hari-hari berikutnya akan diplot
disebelah kanan dari harga hari ini.
2) Chart rata-ratabergerak, merupakan satu metode yang sangat popular untuk
meramalkan harga yang digunakna oleh para nalisis teknikal. Chart ini
dihitung untuk jangka waktu kapan saja yang diinginkan, contoh 3 hari, 5
hari, 10 hari ataupun lebih. Kelebihan metode ini adalah dapat melicinkan
(smoot out) pergerakan apa saja yang tidak normal yang mungkin berlaku
di antar hari-hari tertentu.
3) Chart titik dan angka (PAF), metode ini memerlukan informasi intrahari
(informasi harga untuk setiap pardagangan yang berlangsung dalam sehari)
yang biasanya tidak di peroleh oleh investor biasa. Chart ini melaporkan
harga sepanjang sumbu mendatar tanpa memberi perhatian pada waktu
perdagangan berlangsung.
Dalam analisis teknikal, dikenal beberapa macam-macam chart, diantaranya
yaitu :
14

1) Line Chart (Grafik Garis)


Analisis teknikal ini hanya berisikan sebuah garis yang
menghubungkan penutupan perdagangan yang satu dengan yang lainnya
per hari. Misalnya jika pada hari pertama perdagangan harga berakhir di
level 300, dan dihari kedua ditutup di harga 200, dan dihari ketiga di harga
400. Maka garis lurus dapat diambil dari harga 300 menuju 200 kemudian
400 dari arah kiri ke kanan. Contoh gambar :

Sebuah analisis teknikal line chart memiliki pergerakan yang jelas


dan halus tetapi tidak menyediakan informasi harga tertinggi, terendah,
dan harga pembukaan setiap sesi, akibatnya fluktuasi analisa teknikal pasar
tidak terlihat selama periode tersebut.
2) Bar Chart (Grafik Batang)
Analisa teknikal bentuk Bar Chart menyerupai batang yang
memiliki tangkai di kiri dan kanan, dan memiliki informasi yang lebih
lengkap, berisi harga pembukaan, tertinggi, terendah dan penutupan.Harga
buka pasar berada pada tangkai kiri, dan penutupan pada tangkai
kanan.Sementara ujung dari batangnya mewakili harga tertinggi dan
terendah dalam satu periode perdagangan.

15

Grafik bar efektif untuk menggambarkan data yang sangat


banyak.Grafik bar terlihat relatif tipis, hal ini memudahkan pemakai untuk
menambahkan beberapa bar lagi sebelum grafik terlihat lebih rumit.Jika
anda tidak tertarik pada harga pembukaan, maka grafik bar adalah metode
yang ideal untuk menganalisis harga penutupan, relatif terhadap harga
tertinggi dan terendah. Grafik bar yang di dalamnya terdapat harga
pembukaan akan cepat terlihat rumit. Jika anda tertarik pada harga
pembukaan, maka grafik candlestick adalah alternatif yang lebih baik dari
pada grafik bar.

3) Candlestick Chart (Grafik Candlestick)

16

Analisa teknikal Candlestick merupakan grafik tertua yang


ditemukan oleh analis teknikal. Struktur tubuhnya menyerupai lilin, dan
memiliki unsur yang sama dengan bar chart, terdapat data pembukaan,
tertinggi, terendah dan penutupan pada setiap sesinya. Harga yang
mengalami kenaikan biasanya dibentuk dengan warna terang, dan harga
turun dengan warna gelap. Selain berfungsi sebagai salah satu tipe grafik,
candlestick juga memiliki model analisa tersendiri yang telah luas
digunakan oleh trader di dunia.

4) Point and Figure Chart


Metode grafik yang ditunjukkan di atas, memplot satu poin data
pada setiap periode waktu.Sebanyak apapun pergerakan harga, satu hari
atau satu minggu merepresentasikan satu poin, satu batang, atau satu
candlestick yang diplot untuk menandakan pergerakan harga. Berbeda
dengan metode tersebut, grafik point & figure didasarkan pada pergerakan
harga, dan tidak memakan waktu banyak dalam mempertimbangkannya.
Terdapat sumbu X pada grafik ini, tetapi tidak memotong grafik.
Kelebihan dari point & figure adalah kesederhanaannya.Tidak ada
pergerakan harga yang tidak relevan, maka tidak ada duplikasi pada
grafik.Hanya pergerakan harga yang spe-sifiklah yang dicatat.Fokus pada
pergerakan harga inilah yang memudahkan dalam mengi-dentifikasi level
support and resistance, bullish breakouts and bearish breakdown.

17

b. Garis Tren
Analisis Teknikal dibentuk dari asumsi tren harga.Garis tren adalah alat
yang penting dalam analisis teknikal, baik untuk melakukan identifikasi
maupun konfirmasi. Garis tren adalah suatu garis lurus yang menghubungkan
dua atau lebih poin harga dan kemudian di masa yang akan datang dapat
membentuk garis support atau resistance.Garis tren dapat dibagi menjadi 3
yaitu :
1) Garis Tren Naik (Up Trend), merupakan garis yang memiliki kemiringan
(slope) positif, dan ini terbentuk dengan menghubungkan dua atau lebih
poin harga terendah. Harga terendah yang kedua harus lebih tinggi dari
yang pertama agar slope-nya positif.Tren menigkat mencermikan
terjadinya ekses demand.

18

2) Garis Tren Menurun (Down Trend), merupakan kebalikan dari Up Trend,


yaitu garis yang memiliki kemiringan (slope) negatif, dan dibentuk dengan
menghubungkan

dua

atau

lebih

mencerminkan terjadinya ekses supply.

19

poin

tertinggi.

Tren

menurun

3) Tren menyamping (Horizontal Trend), disebut juga sideways trend, adalah


garis yang menggambarkan trend yang bergerak secara mendatar.

Garis tren pula jika diukur dalam kerangka waktu, terdapat tiga tipe tren
masing masing sebagai berikut :
1) Major Trend : merupakan tren jangka panjang dari pergerakan pasar,
biasanya ditentukan dalam kurun waktu minimal 1 tahun.

2) Medium Trend : merupakan kecenderungan pergerakan harga untuk


kerangka waktu jangka menengah biasanya antara 2 minggu sampai 3
bulan dan merupakan gerak koreksi dari major trend (tren utama).

20

3) Minor Trend : merupakan pergerakan harga dalam kurun waktu pendek,


biasanya dalam kurun daily dan sebagai gerak koreksi dari medium trend.

c. Support dan Resistance


Support resistance adalah titik batas atas (resistance) dan batas bawah
(support) dari pergerakan harga. Secara rinci, titik support atau support level
adalah sebuah level harga (titik/tingkat/range) dimana pada level tersebut akan
timbul minat beli yang lebih kuat daripada minat jual, yang akan
mengakibatkan terjadinya ekses demand yang akan meningkatkan harga di
pasar, sehingga menghentikan trend penurunan harga.
Sebaliknya, titik resistance merupakan batas atas/titik/range dimana pada
level ini akan timbul penguatan minat jual yang lebih besar dibandingkan
minat beli yang secara otomatis akan mengakibatkan timbulnya ekses supply,
yang akan mengakibatkan turunnya harga saham. Berikut ni contoh dari
Support Resistance:

21

5. Jenis Jenis Analisis Teknikal


Untuk memberikan gambaran mengenai cara bekerja para analis teknikal,
berikut ini ada beberapa metode analisis teknikal saham yang paling umum
digunakan dan tentunya memiliki keunggulannya masing-masing. Metode
metode analisis teknikal tersebut diantaranya sebagai berikut :
a. Moving Average (MA)
Moving average (MA) atau rata-rata bergerak adalah salah satu dari sekian
banyak metode analisa harga saham yang sering digunakan dalam analisis
teknikal saham.Moving average (MA) adalah rata-rata harga saham selama
periode waktu yang telah lalu dan kemudian diplot ke dalam grafik beserta
harga saham aktual di pasar saat itu. MA yang berasal dari rata-rata harga
saham selama lima hari perdagangan, contohnya, ditulis sebagai MA-5. MA
yang berasl dari rata-rata harga selama 15 hari ditulis sebagai MA-15. Jadi
moving average menyatakan rata-rata harga saham tersebut akan dihitung lagi
seiring dengan berjalannya waktu. Data harga yang digunakan biasanya adalah
harga penutupan (closing price).

22

Cara menganalisanya adalah jika kurva aktual menembus kurva MA dari


bawah ke atas dengan volume perdagangan yang cukup tinggi, hal tersebut
memberi sinyal saat yang tepat untuk membeli saham.Sebaliknya jika kurva
aktual menembus kurva MA dengan volume perdagangan tingg dari atas ke
bawah, hal tersebut memberi sinyal untuk jual. Pergerakan harga saham berupa
kenaikan harga diikuti dengan volume perdagangan yang tinggi ditafsirkan
sebagai sinyal pasar akan membaik (bullish). Sedangkan perubahan harga
berupa penurunan harga yang diikuti volume perdagangan yang tinggi
ditafsirkan sebagai sinyal pasar akan memburuk (bearish).
b. Double Top dan Bouble Bottom
Metode analisa teknikal saham berikutnya adalah metode double top dan
double bottom. Double Top, pola ini terbentuk ketika ada perubahan harga
saham berupa kenaikan sampai pada level tertentu, lalu turun dan kemudian
naik lagi (dengan volume perdagangan lebih kecil) menyamai level harga
tertinggi sebelumnya dan kemudian menurun lagi. Jika kejadian tersebut
berulang sekali lagi, maka akan terbentuk kurva yang memiliki dua puncak
kembar (seperti huruf M). Pola dari analisa harga saham ini menunjukan bahwa
pasar telah dua kali gagal mencoba menembus batas harga atas (tertinggi)
tersebut. Jika harga kemudian menurun sampai menembus tingkat harga
terendah sebelumnya (sebelum puncak yang kedua), itu mengindikasikan tren
pergerakan harga saham akan terus menurun. Pola double top ini memberikan
sinyal untuk segera melakukan aksi jual.

23

Kebalikan dari pola Double Top yaitu pola double bottom (seperti huruf W).
Dengan logika yang sama, pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi
beli karena diperkirakan harga akan terus meningkat.

24

c. Triple Top dan Triple Bottom


Triple Bottom, adalah pola pembalikan yang terbentuk dari tiga harga
terendah yang sama yang diikuti oleh breakout di atas resistance. Pola ini
dapat terbentuk dalam beberapa bulan, yang biasanya merupakan pola
jangka panjang yang meliput beberapa bulan.Karena merupakan jangka
panjang, maka grafik mingguan tampaknya lebih sesuai untuk analisis ini.

Triple Top, adalah pola pembalikan yang terbuat dari tiga harga tertinggi
yang diikuti oleh sebuah break di bawah support. Berbeda dengan tripple
bottom, triple tops biasanya terben-tuk dalam jangka waktu yang lebih
pendek dan biasanya berada pada range 3 sampai 6 bulan. Biasanya
dibandingkan dengan tops, bottom butuh waktu lebih lama untuk terbentuk.

25

d. Triangle
Metode analisa teknikal saham triangle (pola kurva segitiga) dibagi menjadi
dua, yaitu Ascending Triangle (segitiga menaik) dan Descending Triangle
(segitiga menurun). Descending Triangle terbentuk jika ada beberapa lembah
yang sama rendah dengan beberapa puncak yang semakin menurun. Dengan
kata lain, terjadi perubahan harga saham antara garis batas bawah yang
horizontal dengan garis batas yang mempunyai kemiringan menurun. Jika
harga menembus garis batas bawah disertai dengan peningkatan volume
perdagangan, ini memberi sinyal untuk melakukan aksi jual karena analisa
harga saham tersebut diperkirakan harga akan terus menurun.
Sementara Ascending Triangle terbentuk jika pergerakan harga saham
mengikuti pola yang berkebalikan dengan Descending Triangle. Pola ini
memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli saham karena diperkirakan harga
akan terus menaik.

e. Head and Shoulder

26

Analisis teknikal saham Head and Shoulder dapat dibagi menjadi 2 bentuk
yaitu Head and Shoulder Top dan Head and Shoilder Bottom. Analisis teknikal
saham Head & Shoulder Top memberikan sinyal untuk jual karena
diperkirakan harga akan terus menurun. Garis leher (neckline) digambarkan
dengan menarik garis lurus dari bagian paling bawah kedua bahu (shoulder)
untuk mendapatkan suatu sinyal kapan aksi jual dilakukan.Jika dari analisa
harga saham, pergerakan harga saham (bahu kanan) menembus garis leher dari
atas ke bawah (piercing the neckline), inilah sinyal untuk segera menjual
saham untuk mengurangi kerugian (cut loss).

Sedangkan analisis teknikal Head & Shoulder Bottom terjadi secara


terbalik, dua bahu (shoulder) dan kepala (head) mengarah ke bawah.
Garis leher (neckline) terbentuk dengan menarik garis lurus diatas kedua
bahu.Jika pola itu terbentuk dan kurva harga dibahu kedua (bahu kanan)
menembus garis leher dari bawah keatas, maka itu adalah sinyal untuk beli
karena ada kecenderungan perubahan harga saham di mana harga bakal terus
naik.

27

28

BAB III
PEMBAHASAN
A. SEKTOR HASIL INDUSTRI UNTUK KONSUMSI
Analisis Industri
Industri Farmasi memiliki peran strategis dalam berbagai aspek yaitu aspek
sosial dimana perusahaan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
dalam menjaga kesehatan, aspek ekonomi dan aspek teknologi yang juga
menuntut agar industri farmasi dapat meningkatkan kemampuan dalam menjaga
kesinambungan usaha.
Di sisi lain kondisi pasar domestik dengan jumlah penduduk lebih dari 220
juta jiwa merupakan pasar potensial bagi produk farmasi sehingga merupakan
peluang bagi industri farmasi untuk meningkatkan volume produksi agar dapat
meraih potensi pasar di pasar internasional. Dengan perkembangan industri
farmasi tersebut, maka kami telah menganalisis beberapa perusahaan yang kami
anggap bagus perkembangannya. Sehingga dari analisis tersebut maka kami
memilih PT Kalbe Farma Tbk untuk kami analisis lebih lanjut.
Sejarah Singkat
Kalbe Farma Tbk (KLBF) didirikan tanggal 10 September 1966 dan
memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1966.Kantor pusat KLBF
berdomisili di Gedung KALBE, Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih,
Jakarta 10510 sedangkan fasilitas pabriknya berlokasi di Kawasan Industri Delta
Silicon, Jl. M.H. Thamrin, Blok A3-1, Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Kalbe adalah PT Gira
Sole Prima (10.17%), PT Santa Seha Sanadi (9.71%), PT Diptanala Bahana
(9.49%), PT Lucasta Murni Cemerlang (9.47%), PT Ladang Ira Panen (9.21%)
dan PT Bina Arta Charisma (8.66%). Semua pemegang saham ini merupakan
pemegang saham pengendali dan memiliki alamat yang sama yakni, di Jl.
Let.Jend. Suprapto Kav. 4, Jakarta 10510.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KLBF
meliputi, antara lain usaha dalam bidang farmasi, perdagangan dan perwakilan.

29

Saat ini, KLBF terutama bergerak dalam bidang pengembangan, pembuatan dan
perdagangan sediaan farmasi, produk obat-obatan, nutrisi, suplemen, makanan
dan minuman kesehatan hingga alat-alat kesehatan termasuk pelayanan kesehatan
primer.
Kalbe memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia,
yakni Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Pada tahun 1991, KLBF
memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran
Umum Perdana Saham (IPO) KLBF kepada masyarakat sebanyak 10.000.000
dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.800,- per
saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tanggal 30 Juli 1991.

30

Analisis Fundamental
PT Kalbe Farma Tbk
2014

2013

QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.

1.795
46.900.000.000
84.140.800.000.000

1.610
46.900.000.000
75.468.900.000.000

BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity

1.894.600.000.000
12.425.000.000.000
251.900.000.000
44.200.000.000
9.817.500.000.000

1.614.200.000.000
11.315.100.000.000
583.900.000.000
0,0
8.500.000.000.000

INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

17.368.500.000.000
8.475.800.000.000
2.904.200.000.000
2.064.700.000.000
3.095.800.000.000
52.000.000.000

16.002.100.000.000
7.679.100.000.000
2.684.300.000.000
1.919.500.000.000
2.836.800.000.000
28.000.000.000

42
43,27 x
197
9,3 x
16,62%
21,03%
0,3 x
26,66
0,03
0,03
0,10
59,52

39
32,17 x
169
7,40 x
16,96%
22,58%
0,32 x
26,24
0,07
0,06
0,21
99,04

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

31

PT Kimia Farma (Persero) Tbk


2014
QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.

BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity
INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

2013

1.125
5.600.000.000
6.248.300.000.00
0

1.225
5.600.000.000
6.803.700.000.000

573.400.000.000
2.968.200.000.00
0
133.300.000.000
203.100.000.000
1.811.100.000.000

394.100.000.000
2.471.900.000.000

4.521.000.000.00
0
1.385.500.000.00
0
342.500.000.000
234.600.000.000
421.100.000.000
26.900.000.000

4.348.100.000.000

35
42,4 x
309
4,75 x
7,90%
12,95%
0,6 x
14,27
0,19
0,16
0,80
15,67

29
20,24 x
279
2,14 x
8,68%
13,21%
0,52 x
19,94
0,03
0,03
0,16
33,61

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

32

49.100.000.000
1.900.000.000
1.624.400.000.000

1.292.200.000.000
293.800.000.000
214.500.000.000
324.000.000.000
9.600.000.000

PT Indofarma (Persero) Tbk


2014
QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.

2013

259
3.100.000.000
802.700.000.000

188
3.100.000.000
582.700.000.000

BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity

135.800.000.000
1.248.300.000.000
223.900.000.000
15.600.000.000
592.000.000.000

121.400.000.000
1.294.500.000.000
318.600.000.000
100.000.000
590.800.000.000

INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

1.381.400.000.000
312.400.000.000
46.300.000.000
1.200.000.000
60.200.000.000
39.000.000.000

1.337.500.000.000
337.600.000.000
-32.300.000.000
-54.200.000.000
-20.600.000.000
30.900.000.000

-15
-23,13 x
179
1,98 x
0,09%
0,20%
1,37 x
15,06
0,40
0,29
3,98
1,54

-26
-5,81 x
189
0,81 x
-4,19%
-9,18%
1,18 x
-37,82
0,54
0,35
-15,45
-0,67

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

33

Sektor Hasil Industri Untuk Konsumsi


1. PER : Pada tahun 2014 last price dr saham KLBF sebesar 1.795, saham
KAEF sebesar 1.125, dan saham INAF sebesar 259. sedangkan PER dari
saham PT Kalbe farma Tbk adalah 43.27, Kimia Farma sebesar 42.4, dan
Indo farma sebesar -23.13. Maka jelas bahwa secara fundamental saham
KLBF lebih murah dibandingkan dengan saham KAEF dan INAF. Dimana
PER itu adalah perbandingan harga saham dengan laba bersih perusahaan
atau dapat diasumsikan bahwa harga saham KLBF adalah 43.27 kali laba
bersih perusahaan
2. EPS : Dilihat dari EPS masing-masing perusahaan maka EPS dari PT Kalbe
Farma menunjukan nilai terbesar dibandingkan dengan PT Kimia Farma dan
PT Indo farma dan dari tahun 2013 sampai 2014 EPS dari KLBF mengalami
peningkatan. Hal ini menandakan bahwa PT Kalbe Farma mampu
memberikan tingkat kesejahteraan yang baik kepada pemegang saham.
3. DER : Dilihat dari DER masing-masing perusahaan maka DER dari PT Kalbe
Farma lebih baik dibandingkan dengan DER PT Kimia Farma dan PT Indo
farma dimana DER dari KLBF menurun dari tahun 2013 sampai 2014
4. ROA : Berdasarkan ROA masing-masing perusahaan, PT Kalbe Farma
menunjukan persentase tertinggi dibandingkan PT Kimia Farma dan PT Indo
farma. Dimana jika ROA menunjukan nilai total aktiva yang dipergunakan
untuk operasi perusahaan mampu memberikan laba bagi perusahaan.
5. ROE : Berdasarkan ROE masing-masing perusahaan, PT Kalbe Farma
menunjukan persetase tertinggi dibandingkan PT Kimia Farma dan PT Indo
Farma. Dimana jika ROA dari suatu perusahaan semakin tinggi maka
semakin baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan modalnya untuk
menghasilkan laba.
6. PBV : PBV berpengaruh terhadap ROE, jika ROE meningkat maka PBV akan
meningkat pula.

34

Analisis Teknikal
Berikut ini adalah chart perbandingan harga saham KLBF, KAEF dan
INAF selama 2 tahun terakhir :

Dari sektor hasil industri untuk konsumsi dilihat dari grafik diatas KLBF
masih menduduki tingkat tertinggi dibandingkan dengan KAEF dan INAF.

35

Dimana grafik KLBF tidak terlalu berfluktuasi, sedangkan grafik

KAEF

menunjukan penurunan antara tanggal 16 Juni 2013 sampai 15 Desember 2013.


Kemudian grafik KAEF meningkat pada tanggal 15 Desember 2014 melebihi
KLBF namun kembali mengalami penurunan pada tanggal 16 Juni 2015.
Sedangkan pada grafik INAF berfluktuasi dari tanggal 16 Juni 2013 sampai
sebelum akhir tahun 2014, dan mengalami peningkatan kembali pada tanggal 15
Desember 2014. Kemudian menurun kembali pada tanggal 16 Juni 2015.
B. SEKTOR INDUSTRI LAINNYA
Analisis Industri
Seiring dengan perkembangan teknologi industri otomotif saat ini kian
tumbuh dengan pesat sehingga persaingan diantara produsen otomotif dunia
terjadi sedemikian ketat dalam menciptakan produk yang dapat memenuhi selera
pasar serta mampu mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan
pembelian.
Produksi otomotif dunia yang terus berkembang dalam memenuhi
kebutuhan konsumen, Indonesia termasuk salah satu pasar otomotif paling
potensial di dunia. Produksi mobil di Indonesia, selain untuk dijual dipasar
domestik, para produsen otomotif juga mengekspor mobil dan motor dengan
jumlah yang besar. Angka produksi dan penjualan kendaraan bermotor dunia
tentunya menjadi cerminan potensi pasar ekspor suku cadang, aksesoris dan
perlengkapan mobil dan motor. Maka kami tertarik untuk memilih satu
perusahaan yaitu PT Astra Internasional Tbk untuk kami analisis lebih lanjut.
Sejarah Singkat
PT Astra International Tbk pertama kali didirikan pada tanggal 20 Februari
1957 dengan nama PT. Astra International Incorporation (AII) Kantor pusat ASII
berdomosili di Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta..Perusahaan ini
didirikan oleh Drs. Tjia Kian Tie (Alm), Wiliam Soerjadja (Tjia Kiang Liong), dan
E.Hariman (Liem Peng Hong). PT Astra International bergerak dalam bidang
usaha ekspor-impor hasil bumi, inventaris alat-alat kereta api untuk PKA
(sekarang PJKA), serta bahan-bahan untuk proyek pengembangan PLTA Jatiluhur.

36

Pemegang saham terbesar Astra International Tbk adalah Jardine Cycle &
Carriage Ltd (50,09%), perusahaan yang didirikan di Singapura.Jardine Cycle
&Carriage Ltd merupakan entitas anak dari Jardine Matheson Holdings Ltd,
perusahaan yang didirikan di Bermuda.
Saat ini, Astra International Tbk memiliki anak usaha yang juga tercatat di
Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Astra
Graphia Tbk (ASGR), Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan United Tractors Tbk
(UNTR).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ASII bergerak di bidang
perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian,
pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak
meliputi perakitan dan penyaluran mobil (Toyota, Daihatsu, Izusu, UD Trucks,
Peugeot dan BMW), sepeda motor (Honda) berikut suku cadangnya, penjualan
dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan
perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.
Pada tahun 1990, ASII memperoleh Pernyataan efektif BAPEPAM-LK
untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ASII (IPO) kepada
masyarakat sebanyak 30.000.000 saham dengan nominal Rp1.000,- per saham,
dengan Harga Penawaran Perdana Rp14.850,- per saham. Saham-saham tersebut
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 April 1990.

37

Analisis Fundamental
PT Astra Internasional Tbk
QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.

BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity

INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

2014

2013

7.750
40.500.000.000
313.747.500.000.00
0

7.775
40.500.000.000
314.759.600.000.00
0

21.179.000.000.000
236.029.000.000.00
0
37.421.000.000.000
32.651.000.000.000
120.324.000.000.00
0

18.819.000.000.000
213.994.000.000.00
0
37.403.000.000.000
30.097.000.000.000
106.188.000.000.00
0

201.701.000.000.00
0
38.809.000.000.000
20.163.000.000.000
19.181.000.000.000
27.957.000.000.000
1.375.000.000.000

193.880.000.000.00
0
35.311.000.000.000
18.603.000.000.000
19.417.000.000.000
26.066.000.000.000
1.109.000.000.000

477
15,56 x
2.852
2,60 x
8,13%
15,94%
1,05 x
12,97
0,58
0,37
2,51
20,33

443
15,33 x
2.434
2,79 x
9,07%
18,29%
1,12 x
13,94
0,64
0,39
2,59
23,50

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

38

39

PT Astra Otoparts Tbk


2014

2013

QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.

3.935
4.800.000.000
18.965.600.000.000

4.050
3.900.000.000
15.615.900.000.000

BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity

1.353.700.000.000
13.369.500.000.000
608.000.000.000
77.100.000.000
9.859.100.000.000

764.900.000.000
9.582.000.000.000
1.382.500.000.000
357.600.000.000
5.748.900.000.000

3.094.400.000.000
422.800.000.000
145.800.000.000
265.500.000.000
239.600.000.000
12.400.000.000

2.360.800.000.000
373.000.000.000
144.100.000.000
266.600.000.000
144.100.000.000
33.300.000.000

178
23,61 x
2,016
2,08 x
1,99%
2,69%
0,44 x
76,36
0,07
0,06
2,86
19,34

179
20,43 x
1884
1,94 x
2,78%
4,64%
0,36 x
115,12
0,30
0,23
12,07
4,32

INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense
RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

40

PT Gajah Tunggal Tbk


2014
QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.
BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity
INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

2013

1
3.500.000.000
3.711.300.000.000

2
3.500.000.000
6.516.600.000.000

1.050.200.000.000
16.042.900.000.000

2.236.100.000.000
15.350.800.000.00
0
0
5.960.700.000.000
5.724.300.000.000

246.800.000.000
6.123.600.000.000
5.983.300.000.000
13.070.700.000.000
2.445.100.000.000
1.153.700.000.000
269.900.000.000
1.219.800.000.000
621.100.000.000

12.352.900.000.00
0
2.272.900.000.000
1.365.300.000.000
120.300.000.000
1.392.600.000.000
567.100.000.000

86
16,55 x
1699
0,84 x
1,68%
4,51%
1,63 x
7,40
1,06
0,52
5,22
1,96

79
21,35 x
1653
1,02 x
0,78%
2,10%
1,52 x
7,35
1,04
0,51
4,28
2,42

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

41

Sektor Industri Lainnya


1. PER : Pada tahun 2014 last price dr saham ASII sebesar 7.750, saham GJTL
sebesar 1.065, dan saham AUTO sebesar 3.935. sedangkan PER dari saham
PT Astra Internasional adalah 23.61, PT Gajah tunggal sebesar 16.55, dan PT
Astra Otoparts sebesar 23.61. Maka jelas bahwa secara fundamental saham
ASII lebih murah dibandingkan dengan saham GJTL dan AUTO. Dimana
PER itu adalah perbandingan harga saham dengan laba bersih perusahaan
atau dapat diasumsikan bahwa harga saham ASII adalah 15.56 kali laba
bersih perusahaan
2. EPS : Dilihat dari EPS masing-masing perusahaan maka EPS dari PT Astra
Internasional Tbk menunjukan nilai terbesar dibandingkan dengan PT Gajah
Tunggal Tbk dan PT Astra Otopart Tbk dan dari tahun 2013 sampai 2014 EPS
dari ASII mengalami peningkatan. Hal ini menandakan bahwa PT Astra
Internasional Tbk mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang baik
kepada pemegang saham.
3. DER : Dilihat dari DER masing-masing perusahaan maka DER dari PT Astra
International Tbk lebih baik dibandingkan dengan DER PT Gajah Tunggal
Tbk dan PT Astra Otoparts Tbk dimana DER dari ASII menurun dari tahun
2013 sampai 2014 walaupun DER dari PT Astra Otoparts Tbk lebih kecil dari
ASII tetapi DER dari PT Astra Otoparts Tbk meningkat dari tahun 2013
sampai 2014.
4. ROA : Berdasarkan ROA masing-masing perusahaan, PT Astra Internasional
Tbk menunjukan persentase tertinggi dibandingkan PT Gajah Tunggal Tbk
dan PT Astra Otoparts Tbk. Dimana jika ROA menunjukan bahwa dari total
aktiva yang dipergunakan untuk operasi perusahaan mampu memberikan laba
bagi perusahaan.
5. ROE : Berdasarkan ROE masing-masing perusahaan, PT Astra Internasional
Tbk menunjukan persetase tertinggi dibandingkan PT Gajah Tunggal Tbk
dan PT Astra Otoparts Tbk. Dimana jika ROA dari suatu perusahaan semakin
tinggi maka semakin baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan modalnya
untuk menghasilkan laba.
6. PBV : PBV berpengaruh terhadap ROE, jika ROE meningkat maka PBV akan
meningkat pula.
42

Analisis Teknikal
Berikut ini adalah chart perbandingan harga saham ASII, AUTO dan GJTL
selama 2 tahun terakhir :

43

Dari sektor industri lainnya, khususnya dalam bidang otomotif ASII masih
menunjukkan grafik yang lebih tinggi dibandingkan dengan AUTO dan GJTL.
Dimana grafik ASII lebih stabil dari tanggal 16 juni 2013 sampai tanggal 16 juni
2015, bila dibandingkan dengan AUTO dan GJTL. Pada tanggal 16 Juni 2015
AUTO mengalami penurunan sedangkan ASII masih tetap stabil. Berbeda dengan
GJTL yang terus mengalami penurunan.

C. SEKTOR PROPERTI, REAL ESTATE, DAN KONSTRUKSI


Analisis Industri
Sektor

konstruksi

Indonesia

merupakan

pilar

penting

penopang

perekonomian negara, menjanjikan peluang menarik sebagai pasar berpotensi


tinggi bagi penyedia produk dan teknologi konstruksi nasional maupun
internasional, dan merupakan salah satu dari empat sektor bisnis utama yang
tengah berkembang cepat di Indonesia.
Pasar konstruksi diproyeksikan tumbuh sebesar 14,26% mencapai Rp 446
triliun pada tahun 2015 dan akan menjadi salah satu sektor yang paling
menjanjikan berkat percepatan rencana pembangunan infrastruktur pemerintah.
Sektor konstruksi memiliki peranan penting dalam perekonomian negara karena
mempengaruhi sebagian besar sektor perekonomian negara dan merupakan
kontributor penting bagi proses pembangunan infrastruktur yang menyediakan
fondasifisik di mana upaya pembangunan dan peningkatan standar kehidupan
dapat terwujud.Oleh karena itu, seiring dengan persiapan sektor konstruksi
menuju perkembangan lebih lanjut, kebutuhan akan kanal yang dapat mewadahi
berbagai peluang bisnis pun meningkat. Tahun ini, pemerintah Indonesia
menargetkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5.8% dengan sektor
infrastruktur sebagai faktor pendorong utama. Dari analisis industri di atas, maka
kami mengambil salah satu perusahaan untuk kami analisis lebih lanjut yaitu PT
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Sejarah Singkat
Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk (PTPP) didirikan 26 Agustus

44

1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan, yang merupakan hasil


peleburan suatu Perusahaan Bangunan bekas milik Bank Industri Negara ke dalam
Bank Pembangunan Indonesia, dan selanjutnya dilebur ke dalam P.N.
Pembangunan Perumahan, suatu Perusahaan Negara yang didirikan tanggal 29
Maret 1961. Kantor pusat PTPP beralamat di Jl. Letjend. TB Simatupang No. 57,
Pasar Rebo Jakarta Timur.
Pemegang saham pengendali PP (Persero) Tbk adalah Pemerintah Republik
Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan
51,00% di saham Seri B.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan PTPP adalah
turut serta melakukan usaha di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa
penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, Engineering Procurement dan
Construction (EPC) perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa peningkatan
kemampuan

di

bidang

konstruksi,

teknologi

informasi,

kepariwisataan,

perhotelan, jasa engineering dan perencanaan, pengembang untuk menghasilkan


barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat. Kegiatan usaha
yang saat ini dilakukan adalah Jasa Konstruksi, Realti (Pengembang), Properti dan
Investasi di bidang Infrastruktur dan Energi.
Pada tanggal 29 Januari 2010, PTPP memperoleh pernyataan efektif dari
Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PTPP (IPO)
seri B kepada masyarakat sebanyak 1.038.976.500 dengan nilai nominal Rp100,per saham saham dengan harga penawaran Rp560,- per saham. Saham-saham
tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 Februari
2010.

45

Analisis Fundamental
PT Penbabgunan Perumahan (Persero) Tbk
2014

2013

QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.

4.000
4.800.000.000
19.369.700.000.000

1.855
4.800.000.000
8.982.700.000.000

BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity

2.610.600.000.000
14.611.900.000.000
2.215.000.000.000
1.909.100.000.000
2.390.300.000.000

2.572.900.000.000
12.415.700.000.000
2.021.200.000.000
1.517.000.000.000
1.984.700.000.000

INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

12.427.400.000.000
1.532.700.000.000
1.256.700.000.000
532.000.000.000
1.258.600.000.000
333.600.000.000

11.655.800.000.000
1.272.900.000.000
1.073.400.000.000
420.700.000.000
1.075.400.000.000
267.200.000.000

80
44,75 x
444
8,06 x
3,64%
22,25%
4,95 x
16,59
1,73
0,63
3,28
3,77

60
19,29 x
368
3,15 x
3,39%
21,20%
5,37 x
9,25
1,78
0,64
3,29
4,02

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

46

PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2014
QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.
BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity
INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

2013

2.765
1.800.000.000
4.980.600.000.000

3.000
1.800.000.000
5.404.000.000.000

811.400.000.000
10.458.900.000.000
692.000.000.000
1.327.100.000.000
1.751.500.000.000

1.940.000.000.000
9.721.000.000.000
211.800.000.000
1.247.000.000.000
1.548.500.000.000

8.653.600.000.000
998.200.000.000
738.300.000.000
324.100.000.000
763.100.000.000
136.500.000.000

9.799.600.000.000
1.193.200.000.000
918.800.000.000
406.000.000.000
928.200.000.000
107.900.000.000

75
46,54 x
848
4,1 x
3,10%
18,50%
5,26 x
8,11
1,15
0,54
2,65
5,59

133
11,35 x
733
2,06 x
4,18%
26,22%
5,84 x
5,30
0,94
0,49
1,57
8,60

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

47

PT Waskita Karya (persero) Tbk


2014

2013

QUARTER
Last Price
Share Out
Market Cap.

1.720
9.700.000.000
16.731.300.000.000

750
9.600.000.000
7.224.200.000.000

BALANCE SHEET
Cash
Total Asset
S.T Borrowing
L.T Borrowing
Total Equity

1.699.600.000.000
12.542.000.000.000
1.917.100.000.000
1.245.700.000.000
2.848.800.000.000

1.144.000.000.000
8.788.300.000.000
874.800.000.000
748.000.000.000
2.383.400.000.000

INCOME STATEMENT
Revenue
Gross Profit
Operating Profit
Net Profit
EBITDA
Interest Expense

10.286.800.000.000
1.306.000.000.000
875.500.000.000
501.500.000.000
881.600.000.000
183.600.000.000

9.686.600.000.000
910.700.000.000
672.200.000.000
368.100.000.000
678.000.000.000
96.900.000.000

17
84,55
2499
5,9
4,00%
17,60%
3,24
20,64
1,11
0,53
3,59
4,80

16
24,76
219
1,85
4,19%
15,44%
2,98
11,36
0,68
0,41
2,39
7,00

RATIO
EPS
PER
BVPS
PBV
ROA
ROE
DER
EV/EBITDA
Debt/Equity
Debt/TotalCap
Debt/EBITDA
EBITDA/IntExps

48

Sektor property, real estate dan konstruksi


1. PER : Pada tahun 2014 last price dr saham ADHI sebesar 2.765, saham PTPP
sebesar 4.000, dan saham WSKT sebesar 1.720. sedangkan PER dari saham
PT Pembangunan Perumahan adalah 44.75, PT Adhi Karya sebesar 46.54,
dan PT Waskita sebesar 84.55. Maka jelas bahwa secara fundamental saham
PTPP lebih murah dibandingkan dengan saham ADHI dan WSKT. Dimana
PER itu adalah perbandingan harga saham dengan laba bersih perusahaan
atau dapat diasumsikan bahwa harga saham PTPP adalah 44.75 kali laba
bersih perusahaan
2. EPS : Dilihat dari EPS masing-masing perusahaan maka EPS dari PT
Pembangunan Perusahaan menunjukan nilai terbesar dibandingkan dengan
PT Adhi Karya dan PT Waskita dan dari tahun 2013 sampai 2014 EPS dari
PTPP mengalami peningkatan. Hal ini menandakan bahwa PT Pembangunan
Perumahan mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang baik kepada
pemegang saham.
3. DER : Dilihat dari DER masing-masing perusahaan maka DER dari PT
Pembangunan Perumahan tidak lebih baik dibandingkan dengan DER PT
Waskita karena DER PTPP lebih besar dari askita, namun jika dibandingkan
dengan ADHI, PTPP lebih baik karena DER PTPP lebih kecil dari DER
ADHI.
4. ROA : Berdasarkan ROA masing-masing perusahaan, PT Pembangunan
Perusahaan menunjukan persentase tertinggi dibandingkan PT Waskita dan
PT Adhi Karya. Dimana jika ROA menunjukan bahwa dari total aktiva yang
dipergunakan untuk operasi perusahaan mampu memberikan laba bagi
perusahaan.
5. ROE : Berdasarkan ROE masing-masing perusahaan, PT Pembangunan
Perusahaan menunjukan persetase tertinggi dibandingkan PT Adhi Karya dan
PT Waskita. Dimana jika ROA dari suatu perusahaan semakin tinggi maka
semakin baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan modalnya untuk
menghasilkan laba.
6. PBV : PBV berpengaruh terhadap ROE, jika ROE meningkat maka PBV akan
meningkat pula.

49

Analisis Teknikal
Berikut ini adalah chart perbandingan harga saham PTPP, ADHI dan
WSKT selama 2 tahun terakhir :

50

Dari sektor Property Real Estate dan Konstruksi, di lihat dari grafik diatas
selama dua tahun yang terhitung dari tanggal 16 juni 2013 sampai tanggal 16 juni
2015 pada dibidang Konstruksi PTPP menunjukkan grafik yang lebih baik
dibandingkan dengan WSKT dan ADHI. PTPP juga menunjukkan grafik yang
tidak terlalu berfluktuasi bila dibandingkan dengan ADHI dan WSKT. Pada akhir
tahun 2013 ADHI dan WSKT terlihat pola harga yang menyerupai cangkir
bertangkai (cup with handle). Sedangkan PTPP tidak terlalu terjatuh seperti
WSKT dan ADHI. Bila ditarik garis lurus maka terlihat bahwa PTPP
menunjukkan peningkatan terus menerus. PTPP sangat bagus untuk dijadikan
investasi jangka panjang. Walaupun WSKT juga menunjukan peningkatan namun
belum melebihi PTPP.

51

BAB IV
PENUTUP

A. SIMPULAN
1. Berdasarkan perbandingan analisis fundamental dan teknikal atas sektor
hasil industri untuk konsumsi selama 2 tahun terakhir dari PT. Kalbe Farma
Tbk, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dan PT Indofarma (Persero) Tbk maka
dapat kami simpulkan bahwa PT Kalbe Farma Tbk lebih unggul
dibandingkan dengan kedua perusahaan tersebut. PT Kalbe Farma Tbk
tergolong perusahaan yang likuid dan solvable. Dengan kebutuhan
masyarakat indonesia dengan obat-obatan sehingga industri ini cukup
memiliki peluang yang baik untuk investasi
2. Berdasarkan perbandingan analisis fundamental dan teknikal atas sektor
industri lainnya selama 2 tahun terakhir dari PT. Astra Internasional Tbk, PT
Astra Otoparts Tbk, dan PT Gajah Tunggal Tbk maka dapat kami simpulkan
bahwa PT Astra Internasional Tbk lebih unggul dibandingkan dengan kedua
perusahaan tersebut. PT Kalbe Farma Tbk tergolong perusahaan yang likuid
dan solvable.
3. Berdasarkan perbandingan analisis fundamental dan teknikal atas sektor
properti, real estate dan konstruksi selama 2 tahun terakhir dari PT.
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan
PT Waskita (Persero) Tbk maka dapat kami simpulkan bahwa PT
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk lebih unggul dibandingkan dengan
kedua perusahaan tersebut, karena tergolong ke dalam perusahaan yang
likuid dan solvable, serta baik digunakan sebagai investasi jangka panjang.

52

B. SARAN
Bagi investor pemula PT. Kalbe Farma Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dapat di jadikan sebagai tempat
investasi karena dilihat dari perkembangan perusahaan tersebut yang semakin
berkembang dan tetap stabil.
Bagi PT. Kalbe Farma Tbk, PT Astra Internasional Tbk, PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk agar terus meningkatkan kinerja perusahaan dan terus
mampu memberi keuntungan bagi investor dengan pembagian deviden secara
rutin.

53

DAFTAR PUSTAKA
http://www.idx.co.id
(Kamis, 11 Juni 2015 / 21.10 WITA)
https://www.scribd.com/doc/140083904/Analisis-Fundamental-Pt-Fixed
https://www.scribd.com/doc/140083904/Analisis-Teknikal-Pt-Fixed
(Kamis, 11 Juni 2015 / 21.38 WITA)
http://anggrainiwulandari91.blogspot.com/2014/01/analisis-fundamental-sebagaidasar 18.html
(Kamis, 11 Juni 2015 / 21.45 WITA)
www.britama.com/index.php/2012/05/sejarah-dan-profil-singkat-asii/
(Jumat, 12 Juni 2015 / 20.15 WITA)
www.britama.com/index.php/2012/05/sejarah-dan-profil-singkat-klbf/
(Jumat, 12 Juni 2015 / 20.50 WITA)
www.britama.com/index.php/2012/05/sejarah-dan-profil-singkat-adhi/
(Jumat, 12 Juni 2015 / 21.12 WITA)
https://www.ipotnews.com/
(Selasa, 16 Juni 2015 / 19.15 WITA)
https://www.thebig5constructindonesia.com/media/299555/big-5-indonesiabahasa-march.pdf
(Selasa, 16 Juni 2015 / 23.35 WITA)

54