Anda di halaman 1dari 10

Sopan Santun Anak kepada Orang Tua

Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik)


kepada kedua orang tuanya, (terutama kepada ibunya),
karena ibunyalah yang mengandungnya dengan berbagai
susah payah, dan menyapihnya dalam (umur) dua tahun. Oleh
karena itu hendaklah kamu bersyukur kepada Ku (hai
manusia) dan juga kepada Kedua orang tuamu.( QS. Luqman
14 )

Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik)


kepada kedua orang tuanya, (terutama kepada ibunya), karena
ibunyalah yang mengandungnya dengan berbagai susah payah,
dan menyapihnya dalam (umur) dua tahun. Oleh karena itu
hendaklah kamu bersyukur kepada Ku (hai manusia) dan juga
kepada Kedua orang tuamu.( QS. Luqman 14 )

Dari Abdullah Ibnu Amar al-Ash Radliyallaahu anhu bahwa Nabi


Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Keridloan Allah tergantung
kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada
kemurkaan orang tua. Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu
Hibban dan Hakim.
Dari Abu Abdulrahman, Abdullah bin Masud, ia menceritakan: Aku
pernah bertanya pada Rasulullah, tentang prbuatan apakah yang
paling dicintai Allah? Jawab beliau : yaitu shalat pada waktunya. Aku
bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Jawab beliau: berbuat baik kepada
orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Beliau menjawab:
Jihat fisabilillah.( HR. Bukhori dan Muslim Riyadhush Shalihin

Abu Hurairoh menuturkan, bahwa Rasulullah SAW. bersabda:


Belumlah dinamakan seorang anak membalas orang tua, sebelum
dia mendapatkan orang tuanya itu tertawan menjadi budak, lalu ia
tebusnya kemudian memerdekakanya.( HR. Muslim Riyadhush
Shalihin 4/316 )
Berdasarkan hadits tersebut, maka seorang anak dituntut untuk
memberikan pengorbannan yang sebesar-besarnya demi
kepentingan orang tua

Abu Hurairoh juga meriwayatkan, bahwa ada seorang lelaki


menghadap Rasulullah SAW. Untuk menayakan siapakah orang
yang lebih patut dilakukan persahabatan dengan baik? Maka jawab
Rasulullah SAW. Ibumu. Kemudian ia pun bertanya lagi : lalu siapa
lagi? Jawab beliau tetap : Ibumu. Lalu ia bertanya lagi: Lalu siapa
lagi: Maka kali ini jawab beliau: Ayahmu( HR. Bukhari dan Muslim
Riyadhush Shalihin 9/319 )
hadits ini dapat kita ambil bebeapa pelajaran yaitu :
1. Ibu dalam hubungan dengan anak adalah lebih diutamakan
dari pada ayah.
2. Balasan amal (jaza) sesuai dengan tingkat amalnya.
3. Tertib hak densarzgan hubungan sesama insan adalah berdasar
dekatnya hubungan

Dari Abdullah Ibnu Amar Ibnu al-Ash Radliyallaahu anhu bahwa


Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Termasuk
dosa besar ialah seseorang memaki orang tuanya. Ada seseorang
bertanya: Adakah seseorang akan memaki orang tuanya. Beliau
bersabda: Ya, ia memaki ayah orang lain, lalu orang lain itu
memaki ayahnya dan ia memaki ibu orang lain, lalu orang itu
memaki ibunya. Muttafaq Alaihi

Dan dari Abu Hurairoh, dari Nabi SAW. Beliau bersabda: Celaka,
sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan
kedua orangtunya berusia lanjut, salah satunya atau kedua duanya,
tetapi (dengan itu) dia tidak masuk surga( HR. Muslim Syarah
Riyadhush Shalihin juz 2 halaman 10/320 )
Dalam hadits ini oleh Rasulullah SAW. diterangkan bahwa keberadaan
orang tua yang telah berusia lanjut itu justru kesempatan paling baik
untuk mendapatkan pahala dari Allah dan jembatan emas menuju
surga. Karena itu justru rugi besar, orang yang menyia nyiakan
kesempatan yang paling baik ini, sehingga dia mengabaikan hak hak
orang tuanya itu

Abi Usaid, Malik bin Rabiah as-Saidi r.a;. mengatakan ketika kami
sedang duduk bersama Rasulullah SAW. Tiba tiba ada seorang
lelaki dari bani Salamah menghadap Rasulullah seraya berucap : Ya
Rasulullah apakah masih ada kebaikan yang harus saya tunaikan
terhadap kedua orang tua ku sepeninggal mereka? Jawab
Rasulullah SAW. : Ya, masih ada, yaitu engkau mendoakanya,
meminta ampun kepada Allah untuk mereka, melaksanakan janji
mereka sesudah mereka itu meninggal dunia, menyambung
kekeluargaan dimana kekeluargaan itu tidak akan bisa
bersambung melainkan dengan sebab orang tua tersebut dan
menghormati kawan kawan kedua orang tua.( HR. Abu Daud )

sopan santun bergaul dengan kedua


orang tua
1.
2.
3.
4.
5.

Mendengar ucapan mereka


Berdiri ketika mereka berdiri, untuk menghormatinya
Menaati semua perintah mereka
Tidak berjalan didepan mereka
Tidak bersuara lantang kepadanya, atau membentak meskipun
dengan kata kata hus
6. Memenuhi panggilanya
7. Bersuara menyenangkan hati mereka
8. Bersikap ramah ( tawadlu) terhadap mereka
9. Tidak boleh mengungkit kebaikannya yang telah diberikan kepada
mereka
10.Tidak boleh melirik kepada mereka atau menyinggung perasaanya
11.Tidak boleh bermuka masam dihadapan mereka
12.Tidak melakukan bepergian kecuali dengan izin mereka

Salah satu cara kita sebagai anak dalam mempraktikan ajaran


ajaran yang ternukil di Al- Quran dan hadits Nabi adalah dengan
cara berbakti kebada orang tua. Karena untuk mendapatkan
ridho Allah kita harus bisa mendapatkan ridho dari kedua orang
tua. Orang tua sudah berkorban banyak untuk membesarkan
anaknya . ini harus di balas oleh anaknya dengan cara berbakti
kepada orang tua, baik mereka yang masih hidup atupun mereka
sudah meninggal dunia. Bahkan tanggung jawab anak sebagai
ahli waris justru lebih bertambah setelah orang tuanya
meninggal.