Anda di halaman 1dari 8

NEUROLOGI

4A
Tetanus
HIV
Tension headache
Migraine
Bells Palsy
Vertigo
Kejang demam

3B
Meningitis
Ensefalitis
Malaria Serebral
Tetanus Neonatal
Polio
Rabies
Ensefalopati
Koma
Perdarahan Cerebral
Infark Cerebral
EnsefalopatiHipertensi
Kejang
Status Epileptikus
Acute Medulla
Compression
GBS
Myasthenia

3A
Aids Komplikasi
Spondilitis TB
Neuralgia Trigeminal
Cluster Headache
Meniere
Demensia
Parkinson
Epilepsi
Neurogenic Bladder
Radicular Syndrome
HNP
Referred Pain
Neuropatik Pain
CTS
TTS
Neuropati
Peroneal Palsy
Amnesia

TENSION TYPE HEADACHE (4A)


Anamnesa
Site
: Frontal- occipital / bifrontal
Onset
: Kronik, berulang (minimal 10 episode)
Character
: Tertekan/ terikat, non-pulsating
Radiation: Associated
: Ketegangan otot leher, oksipital, frontal, sulit konsentrasi,
insomnia, depresi, cemas
Time
: Durasi 30 menit 7 hari
Exacerbating : Memberat saat emosi, stress, cemas. Tidak dipengaruhi aktivitas
Severity : Ringan-sedang
Riwayat penyakit dahulu : pernah seperti ini / tidak
Riwayat keluarga dan kebiasaan : tanyakan faktor stress
Riwayat pengobatan : pemakaian zat narkotika, alcohol, pemakaian obat anti
nyeri, dll
Riwayat alergi : Alergi obat
Eksklusi : Migraine ( mual, muntah, fotofobi, fonofobi), cluster headache ( mata
dan hidung berair), nyeri kepala karena sebab sekunder (karena perdarahan
otak, trauma, sinusitis, kelainan mata, kelainan sistemik)

PF
TTV, Kesadaran, PF umum (konjungtiva, KGB leher, jantung paru abdomen), PF
visus
PF neurologis: Biasanya normal, hanya ada leher yang tegang (bedakan dengan
kaku kuduk)
Tanda Rangsang Meningeal (kaku kuduk, untukbedakan dengan infeksi
SSP)
Pemeriksaan saraf kranial (gerak bola mata, N 7, N 12)
Pemerisaan motorik (secaracepat), sensorik (satu saja)
Refleks fisiologis
Refleks patologis (Babinski)
PP
Darah rutin
CT scan
Ro cervical
DD
Migrain tanpa aura
Cluster headache
Transient iskemik attack
Penyakit servikal
Penyakit TMJ
Terapi
Farmakologis
Akut :
R/ Ibuprofen 400 mg tab
S 3 dd 1 tab prn nyeri
Atau
R/ Paracetamol 3 x 1000 mg tab
S 3 dd 1 tab prn nyeri
Profilaksis:
R/ Amitriptilin 25 mg tab
S 1 dd 1 tab sebelum tidur

Non farmakologis : Teknik relaksasi, akupunktur, injeksi trigger point dengan


lidokain
Edukasi
Mengurangi pencetus,manajemen stress, pijat, meditasi, cukup istirahat,
kompres air hangat, mandi air panas

MIGRAINE (4A)
Anamnesa
Site
:Unilateral, frontotemporal, okular
Onset
:Kronik, berulang, periodic
Character
:Pulsating
Radiation: Dari hemicranial ->bisajadi general
Associated
:Mual, muntah, fonofobia, fotofobia.
Dengan aura ( visual- skotoma, garis zig-zag, scintillating scotoma
(adanya blind spot dengan tepi yang bergerigi), tunnel vision,
hallucination, sensory parestesia, baal, kelemahan tangan dan kaki,
mild aphasia). Aura umumnya muncul sebelum sakit kepala, dan
berulang tiap serangan.
Ada gejalaprodomal :perubahan mood dannafsumakan, letargi,
hausterus, anorexia
Time
: Durasi 45 menit, terjadi saat malam 1-2 jam setelah tidur.
Exacerbating : Memberat saat beraktivitas, stress, gerakan kepala, cahaya
terang. Membaik bila pasien tidur di tempat gelap.
Severity : Variasi
Riwayat penyakit dahulu : pernah seperti ini / tidak
Riwayat keluarga dan kebiasaan : tanyakan faktor stress, alcohol, kafein,
menstruasi, kehamilan trimester awal
Riwayat pengobatan : pemakaian zat narkotika,pemakaian obat anti nyeri,pil
KB,dll
Riwayat alergi : Alergi obat

PF
Sama kaya tension. Apabila ada keluhan aura, periksa yang khusus.

PP
Pungsi lumbal, CT scan

DD
Cluster Headache
Tension type headache
Sinusitis
TIA ( keluhan defisit neurologis serentak, durasi< 15 menit)
Simple partial seizure
Glaukoma akut
Terapi
Ringan-sedang :
R/ Ibuprofen 400 mg tab
S 3 dd 1 tab

Atau
R/ Paracetamol 1000 mg tab
S 3 dd 1 tab
R/ Metoclopramide 10 mg tab
S 3 dd 1 tab
Berat:
R/ Sumatriptan 100 mg tab
S 1 dd 1 tab
Profilaksis
R/ Propanolol 20 mg tab
S 3 dd 1 tab

CLUSTER HEADACHE (3A)


Anamnesa
Site
: Periorbital, retroorbital, temporal
Onset
: Bisa setiap hari sampai 6 minggu- 12 minggu -> bebas.
Character
: Stabbing, Sharp
Radiation: Dagu, leher, oksipital, tengkuk
Associated
: Gejala parasimpatik:
Ipsilateral lacrimation, conjunctival injection
Hidung tersumbat, rhinorea
Bengkak kelopak mata ipsilateral
Miosis ptosis ipsilateral
Time
: Durasi 45 menit. (15-180 menit)
Exacerbating : Alkohol, rokok, histamin, nitrogliserin.
Severity : Berat- sangat berat (pasien langsung terbangun dari tidur dan duduk)
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

penyakit dahulu : pernah seperti ini / tidak


keluarga dan kebiasaan : Alkohol, alergi (yang mengeluarkan histamine)
pengobatan : pemakaian zat narkotika, pemakaian obat anti nyeri, dll.
alergi : Alergi obat

PF : Mata (bisa slight ptosis), sisanya normal


PP : Darah rutin, CT scan
DD
Ocular motor paralysis
Migraine with aura
Trigeminal Neuralgia
Herpes Zoster Ophtalmikus

Terapi :

Non farmakologis : oksigen 100% 10-15 menit


Farmakologis:
R/ Ergotamine 2 mg tab
1 dd1 tab malam hari
atau
R/ Sumatriptan 100 mg tab
1 dd 1 tab
Profilaksis
R/ Verapamil 80 mg tab
3 dd 2 tab

Rujuk !
Edukasi
Hindari trigger

KEJANG DEMAM (4A)


Klasifikasi
Kejang demam sederhana/ simpleks : < 15 menit, kejang umum tonik dan
atau klonik, tanpa gerakan fokal. Tidak berulang dalam 24 jam.
Kejang demam kompleks: Kejang lama > 15 menit, kejang fokal atau parsial
satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial, berulang atau lebih dari
1 kali dalam 24 jam.
Anamnesa:
Sebelum kejang : didahului demam tinggi > 38
Saat kejang :
Durasi: Simpleks < 15 menit, Kompleks > 15 menit
Tipe kejang : Simpleks (umum tonik dan atau klonik), Kompleks (fokal atau
parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang parsial)
Deskripsi : Anak hilang kesadaran, kepala seperti terlempar ke atas, mata
mendelik ke atas, tungkai dan lengan kaku, berguncang, kulit pucat dan biru.
Setelah kejang : anak kembali sadar setelah beberapa menit serangan
Riwayat demam : ISPA, ISK, OMA, demam setelah imunisasi DPT/ morbili, respon
alergi
Riwayat penyakit dahulu : Kejang pertama/ berulang, unprovoked seizure
Riwayat keluarga : riwayat kejang demam, epilepsy
Riwayat penyulit kehamilan, persalinan, imunisasi (HiB)
Riwayat perkembangan anak
Eksklusi: Diare -> gangguan elektrolit, sesak nafas -> Hipoksemia, asupan
kurang -> Hipoglikemi
PF
PF TTV, PF umum (khususnya telinga,hidung, tenggorokan) kesadaran, lingkar
kepala, berat badan
PF neuro:

Tanda rangsang meningeal kaku kuduk, brudzinski I, II, Kernique, Laseque


Tanda peningkatan intracranial: Ubun-ubun besar menonjol, papil edema
Pemeriksaan nervus kranial
Tonus, motorik, reflex fisiologis, reflex patologis

PP
Darah perifer lengkap, gula darah, elektrolit
Pungsi lumbal (khususnya anak < 18 bulan)
CT scan, EEG
DD
Infeksi SSP, gangguan elektrolit, hipoglikemia, asidosis, hipoksemia
Terapi
Non farmakologis: kompres hangat apabila demam
Farmakologis:
R/ Paracetamol (10 mg/kg atau 120 mg/ 5 ml)
S 3 dd 1 prn demam
R/ Diazepam 5/ 10 mg supp no 1
S 1 dd 1 supp bila kejang ( < 10 kg -> 5 mg ; > 10 kg -> 10 mg)
R/ Diazepam syr 2 mg/ 5 ml fl no 1
S 3 dd cth (dosis 0,3 mg/ kgBB)
Atau
R/
Rumatan (kejang kompleks, kejang parsial, deficit neurologis nyata. Relatif pada
umur < 1 tahun, kejang > 4x/ tahun, 2x sehari)
R/ Asam valproat 250 mg
S 2 dd 1 tab
(dosis 15 mg/ kg)

Edukasi
Sedia diazepam rektal di rumah, kompres hangat, jangan berikan minum saat
kejang, kemungkinan berulang, apabila kejang demam sederhana tidak
menyebabkan gangguan perkembangan.

BELL PALSY (4A)


Anamnesa:
RPS : asimetris, kesemutan, sulit mengedipkan mata, hidung terasa kaku, sulit
bicara, sulit makan minum, sensitif terhadap suara, salivasi berlebihan, bengkak,
berkurangnya rasa kecap, nyeri sekitar telinga, sensitive terhadap cahaya,
senyum asimetris, berkeringat saat makan atau aktivitas, lemah
RPD : infeksi virus herpes, mumps, HIV, bakteri Lyme, riwayat trauma, tumor,
penyakit neurologis lain seperti GBS, riwayat DM, hipertensi, hipertiroid
Faktor pencetus : stress, hamil, paparan angin.
Riwayat keluarga
Riwayat pengobatan/ alergi
Riwayat kebiasaan : alcohol, hobi menyelam

PF
TTV, PF Telinga
PF neuro: Tanda rangsang meningeal, nervus kranial gerak bola mata, V, VII,XII,
reflex fisiologis, reflex patologis (babinski), pemeriksaan tonus dan trofi,
kekuatan lengan dan tungkai, pemeriksaan motorik sensorik wajah
Hasil : gejala pada sisi wajah ipsilateral (kerutan dahi menghilang, kelemahan
otot wajah, sulit mengedipkan mata) gejala pada mata ipsilateral (sulit menutup
mata ipsilateral, air mata kurang, kelopak mata jatuh, alis mata jatuh) N VII
perifer
N V bisa teriritasi juga -> baal pada wajah

PP
Darah rutin, titer lyme (igM dan IgG), gula darah, HbA1c, pemeriksaan titer
serum HSV, kimia darah, CT scan temporal, MRI (peningkatan intensitas N VII
atau dekat ganglion genikulatum), EMG

DD
Stroke, Transient iskemik attack,

Terapi
R/ Prednisone 5 mg tab no
S 3 dd 4 tab
R/ Asiklovir tab 200 mg no
S 5 dd 4 tab
R/ Vitamin B complex tab
S 1 dd 1 tab

Edukasi
Hindari paparan angin, istirahat, pemakaian kacamata hitam agar mata tetap
lembab, kompres hangat, pijat wajah, pelindung mata, dapat rekuren
VERTIGO (4A)
Anamnesa:

RPS
: Gejala vertigo, sensasi berputar, impulsion, ataxia, gejala
pendengaran.
Gejala lain
: mual, keringat dingin, seperti mau pingsan, kelelahan, nyeri
kepala, sensitivitas visual.
Trauma penyaki t sebelumnya