Anda di halaman 1dari 6

Penyalahgunaan Narkoba oleh Generasi Muda Penerus Bangsa

Oleh: Fahmi Amri


Salah satu masalah di Indonesia yang hangat untuk
diperbincangkan seputar kehidupan para remaja adalah narkoba.
Siapa yang tidak mengenal narkoba? Benda yang mematikan.
Banyak cara untuk menggunakannya. Bisa dihisap, disuntik, atau
diminum. Cara mendapatkannya sangat mudah, karena sudah
tersebar

di

seluruh

dunia

dan

banyak

para

oknum

yang

menjualnya. Korban narkoba tidak memandang kalangan dan


usia. Apabila sudah sekali mencoba, maka tubuh akan bereaksi
oleh efek candu. Mengapa hal itu bisa terjadi? Perlu kita ketahui,
bahwa narkoba mengandung zat adiktif yang fungsinya adalah
sebagai candu, sama halnya seperti rokok. Perokok aktif sangat
berpotensi untuk mengonsumsi narkoba, oleh sebab itu rokok dan
narkoba mempunyai keterkaitan. Sangat disayangkan apabila
remaja penerus bangsa mengonsumsi dua hal tersebut, terutama
narkoba yang efeknya sangat dahsyat dan dapat menyebabkan
kematian.
Sebenarnya, narkoba adalah obat yang digunakan oleh
para dokter untuk membius pasien dan juga sebagai obat
penenang dengan dosis yang sudah ditentukan. Jika digunakan
dengan dosis yang tidak semestinya, maka akan mengganggu
sistem syaraf pusat yaitu otak, fisik, psikis atau jiwa, dan fungsi
sosial. Akibatnya, pemakai akan mengalami efek seperti berikut:
Halusinogen,

yaitu

efek

narkoba

yang

membuat

pemakai

merasakan halusinasi yang tinggi. Melihat suatu hal atau benda


yang sebenarnya tidak nyata. Stimulan, yaitu efek narkoba yang
mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak
menjadi lebih cepat dari biasanya. Depresan, yaitu efek narkoba
yang menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi fungsional
tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan
tidak sadarkan diri. Adiktif, yaitu efek narkoba yang menimbulkan
rasa candu (keinginan mengonsumsi secara terus-menerus).
Namun, hal itu tidak menjadi halangan bagi para pemakai untuk
mengonsumsi barang haram tersebut, Para pemakai narkoba
khususnya remaja menganggap narkoba adalah penyelamat
hidup mereka. Mereka mencari kesenangan dari sulitnya hidup
dengan cara yang salah. Miris memang, mengingat remaja yang
menjadi penerus bangsa, justru merusak masa depan dan
harapan bangsa.
Banyak faktor yang mempengaruhi para remaja untuk
mengonsumsi barang haram tersebut. Mulai dari coba-coba,
kurang perhatian orangtua, lingkungan yang buruk, dan pengaruh
teman sebaya. Mula-mula, kurangnya perhatian dari orangtua
maupun keluarga yang tidak harmonis, membuat remaja mencari
kesenangannya sendiri di dunia luar. Di lingkungan yang buruk,
remaja terjebak kemudian berteman dengan teman sebaya dan
mulai

terseret

oleh

arus

pergaulan

bebas.

Remaja

pun

mempunyai teman sebaya yang dianggap mempunyai nasib yang


sama. Mereka menjelajah mencari jati diri dan keluar dari
kehidupan yang memuakkan dan membuat dunianya sendiri.

Kemudian, bertemu dengan orang yang menawarkan benda


asing, yaitu narkoba. Karena merasa penasaran, mereka mulai
mencobanya dan hanyut oleh candu narkoba yang semakin
membawa mereka ke jalan yang menyesatkan. Semakin tersesat
dan menghalalkan segala cara agar dapat menikmati narkoba.
Mereka

tidak

dapat

berfikir

dengan

jernih,

tidak

dapat

membedakan mana yang benar dan yang salah. Otak mereka


telah diracuni, mata hati mereka telah di butakan oleh satu hal,
yaitu nakoba. Mulai saat itu mereka menjadi orang lain dan
kehilangan jati diri. Bahkan mereka tidak lagi mengingat Tuhan.
Dunia mereka hanyalah satu, yaitu narkoba. Seakan narkoba
adalah harga mati. Sangat banyak dampak yang akan di
timbulkan oleh narkoba, apabila hal tersebut telah merasuki kita.
Contohnya, remaja akan terjerumus pergaulan bebas, seks bebas,
dan minuman keras.
Sebagian besar orang beranggapan bahwa bagi mereka
yang

telah

beresiko

mengonsumsi

kematian,

karena

narkoba
zat-zat

secara
yang

berlebihan

terkandung

akan
dalam

narkotika dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, hal inilah


yang memungkinkan pemakai narkoba dapat terserang penyakit
AIDS yang disebabkan oleh virus HIV. Virus HIV menular melalui
pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Kebiasaan pemakai
narkoba yaitu memakai jarum suntik narkoba secara bersamasama. Hal tersebut juga diakibatkan oleh perilaku seks bebas, zatzat yang terkandung dalam narkotika dapat meningkatkan hasrat

naluri penggunanya. Sehingga pengguna narkoba tidak segan


melakukan seks bebas. Tidak sedikit orang beranggapan bahwa
para pemakai narkoba dapat bertindak nekat. Mereka (para
pemakai)

terlalu

sibuk

dengan

dunianya

sendiri,

sehingga

bersikap acuh dengan lingkungan di sekitarnya. Adapun yang


beranggapan bahwa pemakai narkoba sering lepas kontrol dan
tidak sabar ketika melakukan sesuatu. Hal ini tidak hanya dapat
mencelakakan diri sendiri, tapi juga orang lain.
Hingga saat ini, penyebaran narkoba tidak dapat di cegah.
Narkoba sudah tersebar di berbagai tempat di tangan oknumoknum tidak bertanggung jawab. Misalnya saja, penjual narkoba
yang mencari mangsa di sekolah, diskotik, tempat pelacuran dan
tempat-tempat perkumpulan anak muda. Para penjual narkoba
terus

menjamur

tanpa

kita

ketahui,

mereka

melakukan

penyamaran dan menyembunyikan identitas asli mereka dengan


sangat rapi.
Pengguna narkoba mempunyai ciri fisik maupun tingkah laku
yang berbeda dengan orang yang bebas dari narkoba. Pengguna
narkoba bisa dilihat dari wajahnya yang selalu lesu, mata merah,
mulut kering, bibir berwarna merah kecoklatan, berperilaku aneh,
terlihat sangat bahagia (euforia) dan santai. Cara berbicara pun
tidak terarah dan daya ingatnya menurun. Adapun ciri umum
anak pengguna narkoba antara lain: anak menjadi pemurung dan
penyendiri, cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih
memilih mengurung diri di kamar, bergaul dengan teman hingga
larut malam bahkan jarang pulang ke rumah. Sering bersenang-

senang di pesta maupun diskotik, mudah tersinggung, egois,


cenderung malas mengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Prestasi
belajar menurun, sering terlambat bahkan bolos sekolah.
Narkoba

bukan

masalah

yang

mudah

yang

dapat

diselesaikan secara individu, namun masalah bersama yang perlu


dipikirkan oleh seluruh bangsa, demi masa depan yang suatu
Negara.

Lalu

apa

upaya

pencegahan

untuk

memperkecil

kemungkinan kasus narkoba yang terjadi pada usia remaja?


Sudah sepantasnya peran orangtua, keluarga dan lingkungan
sekitar menjadi hal yang paling penting dalam mempengaruhi
psikis remaja. Seorang anak sangatlah membutuhkan kasih
sayang dan perhatian dari orangtuanya. Karena itu, kasih sayang
dan

perhatian

pembentukan

orang
pribadi

tua

benar-benar

seorang

remaja.

berpengaruh
Ciptakan

dalam
suasana

harmonis, intim, dan hangat dalam keluarga. Berikan perhatian


yang cukup baik dari segi materil, emosional, intelektual, dan
sosial. Berikan nasihat, pencerahan, dan ajaran agama yang baik
untuk anak. Pahamilah dengan baik bagaimana perasaan dan
gejolak remaja. Mendukung segala kegiatan remaja, selama
kegiatan tersebut mempunyai pengaruh positif. Adapun upaya
pencegahan untuk kalangan remaja sendiri yaitu, meningkatkan
iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hindarilah
kebiasaan merokok dan minum-minuman keras, hati-hati dalam
memilih teman dalam bergaul. Isi waktu luang dengan kegiatan-

kegiatan

positif,

tingkatkan

prestasi

serta

bakat

untuk

mewujudkan cita-cita.
Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, itulah kata
pepatah. kenyataannya memang benar. Narkoba adalah masalah
bersama, sehingga tidak dapat di selesaikan dengan hanya
sepihak

saja.

Sebagai

negara

kesatuan,

kita

harus

menyelamatkan masa depan bangsa dan negara kita. Tentunya


dengan menghadapi masalah yang satu ini. Selain melakukan
upaya pencegahan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kita
juga dapat melakukan beberapa cara, contohnya melakukan
penyuluhan anti narkoba ke sekolah-sekolah, merangkul pemakai
narkoba dan mencoba dengan perlahan memberikan nasihat agar
mengikuti rehabilitasi, memberikan motivasi agar pemakai mau
mengubah pola pikirnya supaya kembali ke jalan yang benar.
Hanya Tuhanlah yang mampu mengetuk pintu hati setiap umatNya. Maka dari itu, tingkatkan keimanan dengan mengikuti acara
keagamaan, kemungkinan besar dapat menyadarkan pemakai
narkoba untuk meninggalkan lubang kesesatan.
Manusia adalah tempat segala kesalahan dan kekhilafan.
Untuk para generasi muda penerus bangsa, kuatkanlah hati dan
perteguh iman serta isilah waktu kalian dengan hal-hal positif.
Jangan jadikan masa muda kalian terbuang sia-sia. Hidup
hanyalah satu kali. Wujudkanlah semua cita-cita. Tunjukkanlah
pada dunia bahwa kalian bisa. #Fahmi Amri