Anda di halaman 1dari 11

PEMBUATAN BOTOL PLASTIK AIR MINERAL

Dosen : Ellyawan Setyo Arbintarso, S.T, M.Sc.

Disusun Oleh:
Nama

: Irvana Ady Sukma

No. Mahasiswa

: 121.03.1188

JURUSAN TEKNIK MESIN S-1


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015

Daftar Isi

Daftar Gambar

Daftar Tabel

A. Ringkasan Tahapan Pelaksanaan


Dalam artikel yang berjudul Pembuatan Lampu Flip Flop
Menceritakan secara singkat hal apa saja yang dilakukan dalam
penulisan Laporan Pemilihan Bahan dan Proses. Mulai dari mengamati
komponen yang akan diteliti, pengelompokan komponen berdasarkan
bahan yang digunakan, Propertis bahan yang digunakan, tingkah laku

bahan, metode yang digunakan dalam pemilihan bahan sampai


didapatkan bahan apa yang direkomendasikan penulis.

B. PENDAHULUAN
1. Latar belakang Masalah
Dalam kehidupan manusia sekarang ini, manusia berusaha mencari solusi
praktis dalam semua bidang, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok
manusia. Dalam bidang kebutuhan pokok makan dan minum, terdapat suatu

trobosan yaitu pengemasan makan dan minuman. Dalam minuman pengemasanya


menggunakan biasanya menggunakan botol.
Botol adalah tempat penyimpanan dengan bagian leher yang lebih sempit
dari pada badan dan "mulut"-nya. Botol umumnya terbuat dari gelas, plastik, atau
aluminium, dan digunakan untuk menyimpan cairan seperti air mineral, saus, dll.
2. Fungsi Botol plastik
Adapun fungsi dari botol adalah :
a. Membungkus air mineral
b. Sebagai wadah dari air mineral
c. Menlindungi air mineral dari pengaruh luar, yang bisa membuat
perubahan rasa, warna, bau dari air mineral, dll
3. Komponen Komponen Penyusun Beserta Fungsinya
Komponen penyusun Botol adalah :
a. Perut botol
Perut botol adalah bagian botol yang berfungsi sebagai tempat
penampung atau penyimpan air mineral yang mempunyai volume paling
besar, salain itu juga berfungsi sebagai pegangan pada saat botol di
genggam.
b. Leher botol
Leher botol adalah bagian botol yang mempunyai volume lebih
kecil dan berbentuk lebih ramping yang berfungsi sebagai jalur air mineral
keluar pada saat air mineral itu diminum.
c. Mulut botol
Mulut botol merupakan pintu masuk dan keluarnya air mineral ke
dalam botol pada saat diminum ataupun diisi.
d. Dasar botol
Dasar botol adalah bagian botol yang berfungsi sebagai dasar atau
landasan berdirinya botol.
e. Tutup botol

Tutup botol merupakan bagian botol yang berfungsi sebagai


penyegel botol.

C. KUALIFIKASI PRIMER DARI MASING-MASING KOMPONEN


Kandidat bahan berdasarkan klasifikasi bahan menurut:
1. Sifat Bahan
Kualifikasi primer masing-masing bahan berdasarkan sifat bahan
adalah sebagai berikut :
A. Badan botol
Untuk bahan badan utama botol seperti perut botol, leher botol,
mulut botol dan dasar botol mempyunyai sifat bahan yang sama karena
menggunakan bahan yang sama yaitu PETE atau PET (polyethylene
terephthale). Adapun sifat dari PETE adalah :
1. Transparan
2. Jernih
3. Elastis
4. Dapat kembali kedalam bentuk aslinya melalui pemanasan
B. Tutup botol
Untuk tutup botol atau penyegel botol menggunakan bahan HDPE
(high density polyethylene), yang mempunyai sifat :
1. Cenderung berwarna keruh
2. Kokoh
3. Lebih tahan terhadap suhu tinggi

2. Persyaratan fungsional
Adapun persyaratan fungsional dari masing- masing komponen yaitu :
a. Perut botol
Perut botol biasanya bebentuk silinder, mempunyai volume yang
paling besar dari komponen lainya, dan pada permukaanya
terdapat motif atau lekukan-lekukan agar memudahkan pada saat
di genggam.
b. Leher botol

Leher botol biasanya berbentuk lebih ramping dari pada perut


botol, dan permukaaanya rata, karena agar memudahkan air
mineral keluar melaluinya.
c. Mulut botol
Mulut botol berbentuk lingkaran dengan diameter bervariasi,
tergantung besar kecilnya volume total botol
d. Dasar botol
Dasar botol berbentuk landar atau datar dan mempunyai ketebalan
bahan yang paling tebal diantara komponen lainya, karena
berfungsi sebagai dasar atau pijakan botol berdiri.
e. Tutup botol
Tutup botol berbentuk seperti mangkuk yang menutupi mulut
botol.
3. Kehandalan dan Ketahanan Pemakaian
Bahan badan botol, polyethylene terephthale mempunyai kepekatan
sekitar 1,35 1,38 gram/cc, dan di rekomendasikan hanya untuk sekali
pakai. Sedangkan untuk bahan tutup botol atau penyegel botol, HDPE
(high density polyethylene), mempunyai kepekatan sekitar 0, 93-0, 97 g/
cm3, juga direkomendasikan hanya untuk sekali pakai.
D. ANALISIS TERPERINCI PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES
1. Pemilihan Bahan untuk Komponen-komponen
1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)
PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol
plastik tembus pandang/transparan seperti botol air mineral,
botolminuman, botoljus, botolminyakgoreng, botolkecap, botol
sambal, botolobat, dan botol kosmetik dan hampir semua botol
minuman lainnya.
2. HDPE (high density polyethylene)

HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih


kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE biasa
dipakai untuk botol kosmestik, botolobat, botol minuman, botol susu yang
berwarna putih susu, tupperware, galonair minum, kursilipat, dan jerigen,
pelumas, danlain-lain. Walaupun demikian HDPE hanya
direkomendasikan untuk sekali pakai,karena pelepasan senyawa
SbO3(AntimonTrioksida) terus meningkat seiringwaktu.
3. PVC (polyvinyl chloride)

PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit


didaur ulang. Jenis plastikPVC ini bisa ditemukan pada plastik
pembungkus (clingwrap), untuk mainan, selang, pipa bangunan, taplak
meja plastik, botol kecap, botol sambal dan botol sampo. PVC
mengandung DEHA yang berbahaya bagi kesehatan. Makananyang
dikemas dengan plastik berbahan dapat terkontaminasi karena DEHA
melebur/ lumer pada suhu-150C. DEHA juga mudah melebur jika terdapat
kontak antara permukaan plastik dengan minyak.
4. LDPE (low density polyethylene)
LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe
cokelat(thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk
tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LDPE
dipakai untuk tutup plastik, kantong/ tas kresek dan plastik tipis lainnya.
Walaupun baik untuk tempat makanan, barang berbahanLDPE ini sulit
dihancurkan. Selain itu pada suhu di bawah600C sangat resisten terhadap
senyawa kimia
5.

PP (polypropylene)
PlastikjenisPP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastikt
erbaik terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat
menyimpan makanan, tutup botol, cup plastik, mainan anak, botol minum
dan yang terpenting, pembuatan botol minum untuk bayi. Bahan ang
terbuatdari PP memiliki sifat yang elastis, yaitu apa bila ditekan akan
kembali kebentuk semula.Karakteristik plastik jenis ini transparan dan
cenderung berawana (keruh).

6. PS (polystyrene)
PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan
styrofoam, tempat minum sekali pakai seperti sendok, garpu gelas, dan
lain lain. Polystyrene dapat mengeluarkan bahan Styrene ke dalam
makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan ini harus dihindari,
karena berbahaya untuk kesehatan, selain itu bahan ini sulit didaur ulang.
7. Other (biasanya polycarbonate)
Untuk jenis plastik 7 Other iniada4 jenis, yaitu: SAN (styrene
acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate),
dan Nylon. SAN dan ABS memilikiresistensiyang tinggi terhadap reaksi
kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah
ditingkatkan sehingga merupakan salah satu bahan plastikyang sangat
baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkustermos,
piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS
biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. PC atau
Polycarbonate dapatditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita,

botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman,


termasuk kaleng susu formula.
D. Analisis Terperinci Pemilihan Bahan dan Proses
1. Pemilihan bahan untuk komponen-komponen: pemilihan bahan
(kadindat bahan minimal 5 jenis) berdasarkan kuantitas (rangking)
sehingga menemukan bahan yang memenuhi criteria dengan
menggunakan metode weight factor, performance index, dan Digital
logic.
2. Pemilihan proses untuk komponen-komponen: pemilihan proses
(kadindat proses minimal 3 proses) berdasarkan kuantitas (rangking)
sehingga menemukan proses yang memenuhi kriteria dengan
menggunakan metode weight factor, performance index, dan Digital
logic.
E. Kesimpulan
F. Daftar Pustaka
https://botolminuman.wordpress.com/2013/05/11/tahapan-pembuatanbotol-plastik/
http://dmrisca.blogspot.com/2013/01/proses-pembuatan-botolplastik.html
http://blog.student.uny.ac.id/terbaru/2014/11/06/menelusuri-sejarahbotol-plastik/
http://packdev.blogspot.com/2013/12/proses-pembuatan-botolplastik.html
http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=12&cad=rja&uact=8&ved=
0CF4QFjAL&url=http%3A%2F%2Fcharasusanti.weebly.com%2Fuploads
%2F1%2F4%2F9%2F8%2F14985582%2Fc_05_botolplastik.pdf&ei=bywj
VfrjEcOsuQT86YDQAQ&usg=AFQjCNGBspphmbFxiALPAxqyjjRj_XeYg&bvm=bv.89947451,d.c2E
http://www.kupang.indonetwork.co.id/itm/pipa-hdpe-high-densitypolyethylene/5342373

(Penulisan

Alat yang digunakan untuk menutup mulut botol disebut tutup botol (eksternal)
atau sumbat (internal). Botol dapat juga ditutup dengan cara segel induksi.

otol beberapa proses kreatif, untuk menciptakan sini saya dapat:


Ada tiga cara pembuatan bahan plastik dalam berbagai cara:
1. Injection molding biasanya bentuk diekstrusi dari botol, air mineral,
karena botol yang relatif kecil, dan digunakan untuk melakukan operasi
ini.

2. Ekstrusi pukulan cetakan, dapat digunakan untuk membuat plastik besar


relatif untuk membentuk hambatan dalam proses ini.Mengingat nama
ukuran yang diinginkan seperti yang ditunjukkan, ketebalan plastik plastik
cetak-tiup, yang berarti (menghapus / detail) cara untuk memperpanjang
proses ini jalan.
3. Informasi tentang proses peradangan, disediakan dan 3, proses ini, sebagai
suntikan, proses adalah proses untuk membuat botol botol air mineral,
tanaman, bagaimana, semua proses, bekerjasama dengan mesin miliki.
Tahap proses:
1. Kemudian, bahan plastik cair membentuk bahan ke dalam botol plastik
akan dimasukkan ke dalam lubang.
2. Kemudian setelah mentransfer ke bahan plastik yang terkandung dalam
blow molding, cetakan ditiup keluar.
3. Menghirup udara, memperluas kemudian, ia mengambil bagian dalam
cetakan yang cocok untuk plastik.
4. Aku membukanya untuk pembuangan emas.

Berisikan latar belakang dari produk, fungsi produk, komponenkomponen penyusun produk tersebut dan fungsinya.