Anda di halaman 1dari 4

Cara Mempengaruhi Orang Lain

Posted on 7 Maret 2008 by melianaaryuni

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Saudarasaudara satu keluarga pun mempunyai sifat yang tidak bisa
kita samakan. Kakak yang biasanya bertanggung jawab dan
sayang kepada adik-adiknya mungkin akan kita temui di
kehidupan ini. Bisa jadi kita juga akan menemui kakak yang
tidak bertanggung jawab bahkan tidak peduli dengan adikadiknya.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memahami
orang lain. Memahami orang lain bukan pekerjaan yang
mudah. Sewaktu-waktu kita paham pada orang yang kita
kenal, tapi di waktu yang lain kita malah terkecohkan dengan
pemahaman kita itu. Pengetahuan kita tentang pribadi dan
sifat orang yang akan kita temui pun harus kita ketahui.
Ada beberapa pintu (window) yang berlaku dalam kehidupan
kita. Pintu pertama, terkadang kita tidak memahami orang
lain, namun orang lain yang lebih paham akan diri kita. Untuk
itulah kita harus berusaha aktif agar orang yang kita temui
bisa kita pahami dengan benar. Kadang kala kita memahami
orang lain, tapi orang lain tidak memahami apa yang kita

inginkan atau kita pikirkan. Untuk hal itu kita berusaha


memberi pemahaman dan penjelasan tentang apa yang kita
inginkan atau yang kita pikirkan. Ada juga yang keduanya
sama-sama saling memahami sehingga tidak sulit untuk
bergaul dengan keduanya.
Kedua poin di atas sangat dekat dengan kehidupan kita, tapi
ada beberapa poin yang berbeda dengan kedua pintu
( window) di atas, yaitu Kita dan orang lain tidak saling
memahami sehingga sering terjadi perbedaan, yang akhirnya
jika tidak dapat diatasi, maka akan timbul suatu
permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Untuk itu
dibutuhkan usaha yang baik di antara kedua pihak.
Paul Eakman dalam bukunya Memahami Emosi Orang
menulis bahwa pemahaman kita terhadap orang lain akan
menyebabkan komunikasi kita dengan orang lain terjalin
dengan harmonis. Dalam berhubungan dengan orang lain,
kita sering mengahadapi berbagai kendala. Terkadang kita
tidak mengerti pola pemikiran mereka atau perasaan dan
emosi orang tersebut. Kita hanya bisa mengatakan Oh, dia
sedang marah atau Aku tahu, dia tidak suka kepadaku !
Dari mana kita bisa menilai semua itu ?
Dalam diri manusia terdapat 3 komponen sikap, yaitu
perasaan (emosi), kognitif (pikiran), dan konasi

(kemauan/kehendak). Ketiga komponen ini tidak bisa kita


tafsirkan secara gamblang kecuali jika dia berubah menjadi
suatu perbuatan/tindakan nyata, maka kita akan bisa
menyatakan Dia marah ! dengan tepat.
Kita menafsirkan orang yang suka kucing adalah orang yang
penyayang, mungkin pendapat itu ada salah dan benar
sehingga kita membutuhkan penguatan yang akhirnya
membawa kita untuk menyatakan, Iya, benar sekali, dia
adalah orang yang penyayang ! Untuk itu kita harus melihat
kebiasaannya, emosinya atau perasaannya ketika berhadapan
dengan kucing, begitu pun manusia. Untuk memahami
manusia jauh lebih mudah dibandingkan dengan hewan.
Karena apa ? Karena manusia mampu berkomunikasi, dia
mempunyai akal sehingga bisa menganalisis apa yang akan
dia lakukan ketika dia berhadapan dengan orang yang
mempunyai pemikiran, emosi, dan kemauan seperti yang
akan dia temui.
Ada beberapa hal yang menurut saya bisa kita lakukan jika
ingin memahami orang lain, yaitu :
1. Banyak-banyak bergaul dengan berbagai jenis orang dari
berbagai aspek kehidupan, misalnya sosial- ekonomi yang
berbeda-beda.

2. Dalam bergaul, perhatikan mimik/ekspresi wajah orang


yang kita temui. Belajarlah memprediksi perasaan apa yang
sedang mereka alami.
3. Galilah penafsiran yang ada itu di dalam pikiran kita
dengan mengajaknya berbicara.
4. Pelajari tempramen mereka dengan berbagai tipe ;
sanguinis, koleris, phlegmatis, dan melakolik. Silahkan baca
tulisan dari /<
5. Pelajari pola pemikiran mereka dengan menyatakan
pendapat bila kita suka atau tidak dengan apa yang dia bahas.