Anda di halaman 1dari 6

A.

Identifikasi Bahan
1. Nama Tanaman
2. Bagian tanaman yang digunakan
3. Nama Simplisia
4. Fitokimia
5. Khasiat

: Daun sirih
: Daun
: Piper betle folia
: Betiephenol, pati, diatase, gula,
fenol dan kavikol.
: Menghilangkan bau badan,
menahan pendarahan, menyembuhkan
luka

pada

kulit,

gangguan

saluran

pencernaan, obat asma, sakit gigi dan


menghilangkan gatal.
B. Tahapan Pembuatan Simplisia (Disertai dokumentasi masing-masing tahapan)
1. Pemilihan Bahan Baku
Bahan Baku
: Daun sirih yang sudah tua
Waktu Pengambilan Bahan : Pagi hari, pilih daun sirih
yang sudah agak tua
Karakteristik
:
o Warna
: Hijau tua mengkilap
o Bentuk
: Daun tunggal berbentuk jantung dan berujung
runcing
o Kenampakan
: Daun berwarna hijau tua, memiliki bentuk
menyerupai jantung, ujung daun meruncing dan
tumbuh berselang seling seta bertangkai
: Aroma yang sedap
: Hambar agak pahit

o Aroma
o Rasa
2. Sortasi Basah
Jenis benda asing yang ditemukan : tidak ada benda asing yang ditemukan
3. Cara Pencucian :
Daun sirih dicuci dengan air bersih, pembilasan sekali atau dua kali, hindari
pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung di
dalamnya tidak larut dalam air, tiriskan dalam wadah yang berlubang agar sisa air
cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik.
4. Bobot Basah :
Daun sirih yang telah di cuci kemudian ditimbang menggunakan timbangan
analitik untuk mengetahui bobot basah daun sirih yang akan digunakan sebagai
bahan simplisia, diperoleh berat sebesar 79,4 gram.
5. Pengubahan Bentuk dari Bahan Baku :
Bahan daun sirih tidak mengalami pengubahan bentuk dari bahan baku
(perajangan). Daun sirih untuk langsung dikeringkan dan akan mengalami
penyusutan ukuran daun secara alami.

6. Cara Pengeringan
Lama Pengeringan : Pengeringan dilakukan selama 3 hari dengan bantuan

sinar matahari
Bobot kering Bahan Baku

: Setelah daun sirih dijemur selama 3 hari

kemudian dilakukan penimbangan untuk mengetahui bobot kering daun sirih


tersebut, diperoleh bobot kering daun sirih sebesar 14,9 gram.
Kadar air Bahan Baku : 7. Uji Organoleptik
Warna
: Hijau gelap agak kehitam-hitaman
Aroma
: Aroma lebih menyengat dibandingkan dengan bahan segar
Rasa
: Hambar agak pahit
8. Cara Penyimpanan
Wadah
: wadah plastik atau kaca, toples kaca kecil dengan kondisi
wadah yang bersih dan kering agar tidak muncul jamur pada
simplisia dan wadah tertutup rapat.

: simpan simplisia pada suhu kamar atau sekitar 23-27 .

Suhu

Kelembaban : kelembaban ruangan untuk menyimpan tidak terlalu tinggi


atau rendah, cukup disimpan dengan kelembaban ruangan
normal sekitar 70-80%.

C. Identifikasi Bahan
1. Nama Tanaman
: Jahe
2. Bagian tanaman yang digunakan
: Rimpang
3. Nama Simplisia
: Zingiberis Rhizoma
4. Fitokimia
: Resin, zingeron, zingerol, Zingiberen
5. Khasiat : Karminativa (obat kembung), stimulansia (penambah tenaga),
diaforetika (memperbanyak pengeluaan keringat), ekspektoansia (obat batuk
berdahak), amara (penambah nafsu makan).
D. Tahapan Pembuatan Simplisia (Disertai dokumentasi masing-masing tahapan)
1. Pemilihan Bahan Baku :
Bahan Baku
: Rimpang jahe berumur 8-1 bulan.
Waktu Pengambilan Bahan : Pagi hari, pilih jahe yang bagus.
Karakteristik
o Warna
: Putih kekuningan
o Bentuk : Tanaman rimpang, rempah-rempah, seperti jari tangan, kulit
bergaris-garis
o Kenampakan : Rimpang jahe segar (jahe dikatakan segar jika kulit jahe
tampak halus, mengkilat dan tidak keriput), bentuk rimpang (rimpang jahe
segar dikatakan utuh jika cabang-cabang dari rimpang jahe tidak ada yang
parah, dengan maksimum 2 penampang patah pada pangkalnya), rimpang
bertunas 9 jahe segar dikatakan mempunyai rimpang betunas apabila salah

satu atau beberapa unujng dari rimpang telah bertunas. Kenampakan irisan
(jahe segar bila diiris melintang pada salah satu rimpangnya maka
penampangnya berwarna cerah khas jahe segar).
o Aroma
: Aroma yang sedap
o Rasa
: Agak pedas dan hangat
2. Sortasi Basah
Jenis benda asing yang ditemukan : Benda asing yang ditemukan pada kunyit
yaitu tanah
3. Cara Pencucian :
Rimpang jahe dari hasil panen secepatnya dilakukan penyortiran supaya
mutunya terjaga. Dicuci dengan air bersih, pembilasan sekali atau dua kali, hindari
pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung di
dalamnya tidak larut dalam air, tiriskan dalam wadah yang berlubang agar sisa air
cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik.
4. Bobot Basah :
Jahe yang telah di cuci kemudian ditimbang menggunakan timbangan
analitik untuk mengetahui bobot basah jahe yang akan digunakan sebagai bahan
simplisia, diperoleh berat sebesar 215,7 gram.
5. Pengubahan Bentuk dari Bahan Baku :
Dilakukan perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan
yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan
ketebalan kira-kira 5 mm 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh
dalam wadah plastik/ember.
6. Cara Pengeringan
Lama Pengeringan : Pengeringan dilakukan selama 3 hari dan di bolak balik

selama 4 jam sekali agar pengeringan merata.


Bobot kering Bahan Baku : Setelah jahe dijemur selama 3 hari kemudian
dilakukan penimbangan untuk mengetahui bobot kering jahe tersebut,

diperoleh bobot kering jahe sebesar 45,6 gram.


Kadar air Bahan Baku : 7. Uji Organoleptik
Warna
: Kuning kecoklatan
Aroma
: Khas aromatik
Rasa : Pedas
8. Cara Penyimpanan
Wadah : Wadah plastik atau kaca, toples kaca kecil dengan kondisi wadah
yang bersih dan kering agar tidak muncul jamur pada simplisia dan wadah
tertutup rapat.

Suhu : Simpan simplisia pada suhu kamar atau sekitar 23-27

Kelembaban : Kelembaban ruangan untuk menyimpan tidak terlalu tinggi atau


rendah, cukup disimpan dengan kelembaban ruangan normal sekitar 70-80%.

E. Identifikasi Bahan
1. Nama Tanaman : Kunyit ( Curcuma longa Linn syn, Curcuma domestica Val )
2. Bagian tanaman yang digunakan
: Rimpang
3. Nama Simplisia
: Curcume domesticae Rhizoma
4. Fitokimia
: Kurkumin, minyak astiri, protein,
pati, zat besi dan fosfor.
5. Khasiat

: Obat panas dalam, diare, keputihan,


gatal-gatal, haid tidak lancar, sesak nafas,
eksim, anti kolesterol dan anti HIV.

F. Tahapan Pembuatan Simplisia (Disertai dokumentasi masing-masing tahapan)


1. Pemilihan Bahan Baku
Bahan Baku : Kunyit yang telah siap panen
Waktu Pengambilan Bahan : Pagi hari, pilih kunyit yang bagus
Karakteristik
o Warna
: Kuning hingga kuning jingga
o Bentuk : Tanaman rimpang, rempah-rempah, seperti jari tangan, kulit
bergaris-garis
o Kenampakan : Daun berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah
atau merah muda, umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau
jingga terang
o Aroma
: Aroma khas kunyit, sedikit pahit
o Rasa
: Agak pahit, agak pedas, agak tebal
2. Sortasi Basah
Jenis benda asing yang ditemukan : Benda asing yang ditemukan pada kunyit
yaitu tanah
3. Cara Pencucian :
Dengan air bersih, pembilasan sekali atau dua kali, hindari pencucian yang
terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya tidak larut
dalam air, tiriskan dalam wadah yang berlubang agar sisa air cucian yang tertinggal
dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik.
4. Bobot Basah :
Kunyit yang telah di cuci kemudian ditimbang menggunakan timbangan
analitik untuk mengetahui bobot basah kunyit yang akan digunakan sebagai bahan
simplisia, diperoleh berat sebesar 14,14 gram.
5. Pengubahan Bentuk dari Bahan Baku :

Dilakukan perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan
yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan
ketebalan kira-kira 5 mm 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh
dalam wadah plastik/ember.
6. Cara Pengeringan
Lama Pengeringan : Pengeringan dilakukan selama 3-5 hari dan di bolak

balik selama 4 jam sekali agar pengeringan merata.


Bobot kering Bahan Baku : Setelah kunyit dijemur selama 3-5 hari kemudian
dilakukan penimbangan untuk mengetahui bobot kering kunyit tersebut,

diperoleh bobot kering kunyit sebesar 9,2 gram.


Kadar air Bahan Baku : 7. Uji Organoleptik
Warna
: Coklat kekuningan
Aroma
: Tidak sekuat saat bahan masih segar
Rasa
: Hambar agak pahit
8. Cara Penyimpanan
Wadah : Wadah plastik atau kaca, toples kaca kecil dengan kondisi wadah yang
bersih dan kering agar tidak muncul jamur pada simplisia dan wadah tertutup
rapat.

Suhu : Simpan simplisia pada suhu kamar atau sekitar 23-27 .

Kelembaban : Kelembaban ruangan untuk menyimpan tidak terlalu tinggi atau


rendah, cukup disimpan dengan kelembaban ruangan normal sekitar 70-80%.

G. Identifikasi Bahan
1. Nama Tanaman : Temulawak
2. Bagian tanaman yang digunakan
: Rimpang
3. Nama Simplisia : Curcuma xanthorrhiza
4. Fitokimia
: Fellandrean, turmerol, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol
dan kurkuminoid.
5. Khasiat
: Mengatasi gangguan pencernaan, meringankan osteoarthritis,
mengatasi

kanker,

sakit

limfa,

ginjal,

sakit

pinggang,

dan

asma.

H. Tahapan Pembuatan Simplisia (Disertai dokumentasi masing-masing tahapan)


1. Pemilihan Bahan Baku
Bahan Baku
: Temulawak siap panen.
Waktu Pengambilan Bahan : Pagi hari, pilih temulawak yang bagus.
Karakteristik
o Warna
: Jingga tua atau kecoklatan
o Bentuk
: Hampir sama seperti kunyit

o Kenampakan

: Berbatang semu, rimpang berbentuk sempurna dan

bercabang kuat, bunga berwarna kuning tua, tiap tunas dari rimpang
membentuk 2-9 helai dengan bentuk bundar memanjang
o Aroma
: Aroma tajam menyengat
o Rasa
: Rasa pahit
2. Sortasi Basah
Jenis benda asing yang ditemukan : Benda asing yang ditemukan tanah dan
sedikit akar
3. Cara Pencucian :
Temulawak dicuci dengan air bersih, pembilasan sekali atau dua kali, hindari
pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung di
dalamnya tidak larut dalam air, tiriskan dalam wadah yang berlubang agar sisa air
cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik.
4. Bobot Basah :
Temulawak yang telah di cuci kemudian ditimbang menggunakan timbangan
analitik untuk mengetahui bobot basah temulawak yang akan digunakan sebagai
bahan simplisia, diperoleh berat sebesar 141,4 gram.
5. Pengubahan Bentuk dari Bahan Baku :
Bahan temulawak diiris dengan pisau dengan cara memanjang dan tipis.
6. Cara Pengeringan
Lama Pengeringan : Pengeringan dilakukan selama 3 hari dengan bantuan

sinar matahari.
Bobot kering Bahan Baku

: Setelah daun sirih dijemur selama 3 hari

kemudian dilakukan penimbangan untuk mengetahui bobot kering daun sirih


tersebut, diperoleh bobot kering daun sirih sebesar 9,2 gram.
Kadar air Bahan Baku : 7. Uji Organoleptik
Warna
: Kuning tua atau kecoklatan
Aroma
: khas aroma temulawak tetapi tidak terlalu kuat
Rasa
: Pahit
8. Cara Penyimpanan
Wadah : Wadah plastik atau kaca, toples kaca kecil dengan kondisi wadah
yang bersih dan kering agar tidak muncul jamur pada simplisia dan wadah
tertutup rapat.

Suhu : Simpan simplisia pada suhu kamar atau sekitar 23-27 .

Kelembaban : Kelembaban ruangan untuk menyimpan tidak terlalu tinggi atau


rendah, cukup disimpan dengan kelembaban ruangan normal sekitar 70-80%.