Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN MATERI KULIAH

Sistem Informasi Manajemen


Pertemuan ke-6
Hierarki dan Manajemen Data

Kelompok 5
Anggota Kelompok :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

M. Rayindha Prasetyayang
Zuli Widyawati
Aprilia Fajari E.R.
Benny Patrick Gabriel
Cici Ridianingsih
I Made Adistia Dwinda Putra

(1206305018)
(1206305026)
(1206305038)
(1206305082)
(1206305110)
(1206305137)

Fakultas Ekononomi Universitas Udayana


2014

5.1 Kebangkitan Era Database


Pada era sebelum dipergunalkannya database, terdapat kendala pada medium
penyimpanan, dimana record pada pita magnetik harus diproses secara berurutan. Oleh
karenanya dicari jalan keluar dengan cara mengarah ke organisasi logis (logical
organization) yaitu mengintegrasikan data dari beberapa lokasi fisik yang berbeda dan
merupakan cara pengguna melihat data. Selanjutnya berbagai cara dikembangkan untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan menggunakan integrasi logis, yaitu
menggunakan inverted files dan linked list.
Inverted file adalah suatu file yang disimpan dalam suatu urutan tertentu dan
dirancang untuk memecahkan masalah yang berupa permintaan manajer atas suatu laporan
yang hanya mendaftarkan record-record tertentu dari file.
Linked list adalah suatu field yang berisi link atau pointer. File yang berisi link field
disebut linked list dan berfungsi menghindari penggunaan indeks untuk mendapatkan akses
yang lebih cepat.
Inverted file dan linked list memberikan suatu cara untuk mengintegrasikan secara
logis record-record yang tersebar secara fisik dalam satu file
Integrasi logis antara beberapa file. Suatu modifikasi bahasa pemrograman COBOL
dengan menggunakan link untuk saling menghubungkan record-record dalam satu file
dengan record-record yang berhubungan secara logis di file-file lain. Sistem ini disebut IDS
(integrated data store) dan merupakan langkah awal menuju satu database terintegrasi dari
beberapa file.
5.2 Konsep dan Struktur Basis Data
5.2.1 Konsep Basis Data
Database adalah suatu kumpulan data terhubung (interrelated data) yang disimpan
secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satu sama lain atau tidak perlu suatu
kerangkapan data (controlled redundancy) dengan cara tertentu sehingga mudah digunakan
atau ditampilkan kembali; dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara
optimal; data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan
menggunakannya; data disimpan sedemikian rupa sehingga penambahan, pengambilan, dan
modifikasi dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol.

Keberhasilan suatu Sistem Informasi Manajemen (SIM) sangat dipengaruhi oleh


sistem database yang merupakan salah satu elemen penyusun sistem tersebut. Semakin
lengkap, akurat, dan mudah dalam menampilakan kembali data-data yang termuat dalam
sistem database, akan semakin meningkatkan kualitas SIM tersebut. Oleh karena itu
sangatlah penting menyusun sistem database yang baik, yang mampu memenuhi kebutuhan
data atau informasi pemakainya.
Sistem data base mempunyai beberapa kriteria yang penting, yaitu:
a. Bersifat data oriented dan bukan program oriented
b. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah databasenya.
c. Dapat berkembang dengan mudah baik volume maupun strukturnya
d. Dapat memenuhi kebutuhan sistem baru secara mudah
e. Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda
f. Kerangkapan data (data redundancy) minimal.
Keenam kriteria tersebut membedakan secara nyata/jelas antara file database dan file
tradisional yang bersifat program oriented, yaitu hanya dapat digunakan oleh satu program
aplikasi; berhubungan dengan suatu persoalan tertentu untuk sistem yang direncanakan;
perkembangan data hanya mungkin terjadi pada bolume data saja; kerangkapan data terlalu
sering muncul/tidak terkontrol dan hanya dapat digunakan dengan satu cara tertentu saja.
5.2.2 Struktur Database
5.2.2.1 Elemen Database
Sistem database mempunyai beberapa elemen penyusun system. Elemen pokok
penyusun system database adalah sebagai berikut:
A. Data base
B. Sofware (perangkat lunak)
C. Hardwere (perangkat keras)
D. Manusia (Brainware)
5.2.2.2 Komponen Data Base
Adapun komponen dari database yaitu sebagai berikut :
a. File data base : memiliki elemen-elemen data yang disimpan dalam salah satu format
organisasi file data base.

b. DBMS : suatu kelompok program software yang mengelola database, mengontrol


akses terhadap database, menjaga pengamanan database dan melakukan tugas-tugas
lain.
c. Sistem Antar-Muka Bahasa Induk (A Host Language Interfice system) : bagian
dari DBMS yang berkomunikasi dengan program aplikasi, menafsirkan intruksi dan
bahasa tingkat tinggi aplikasi.
d. Program Aplikasi
e. Sebuah sistem Antar muka Bahasa Alami ( A Natural Language Interface system)
: suatu bahasa pertanyaan (query language) yang memungkinkan pemakai untuk
mendapatkan keterangan tentang apa saja yang tersedua pada system komputer.
f. Kamus Data (data dictionary) : pusat penyimpanan infomasi data-data dari database
yang memuat skema database, yang mana nama dari setiap item dalam database serta
deskripsi dan definisi atribut-atributnya yang merujuk pada data standar.
g. Terminal Pengaksesan dan pemutakhiran yang online : letaknya dapat
berdekatan / berjauhan.
h. Sistem keluaran / pembuat Reportase ( The output system or report Generator) :
terdiri dari laporan biasa ,dokumen dan laporan khusus.
5.3 Menciptakan dan Menggunakan Database
5.3.1 Menciptakan Database
Langkah utama dalam penciptaan database adalah menentukkan data yang akan
dimasukkan. Prosesnya dimulai dengan pendefinisian masalah yang akan dipecahkan., diikuti
oleh penentuan keputusan yang diperlukan untuk memecahkan masalah, diikuti oleh
spesifiksi informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan, dan yang terakhir definisi
data yang dipelukan untuk menghasilkan informasi. Definisi ini didokumentasikan dengan
kamus data.
Kamus data mendefinisikan tiap elemen data dalam sistem. Kamus data dapat berupa
buku catatan bentuk kertas atau file komputer.
Bila kamus data berupa file computer, kita perlu membuat software dan memelihara
serta membuatnya dapat digunakan. Sofrtware seperti itu disebut data dictionary sistem
(sistem kamus data) atau DDS. DDs dapat berupa terpisah atau modula dalam DBMS.
Bahasa deskripsi data bila kamus telah diciptakan, deskripsinya harus dimasukkan ke
dalam DBMS. DBMS menyertakan data description language (bahasa deskripsi data) atau

DDL, yang digunakan untuk mendeskripsikan data. Schema (skema) adalah deskripsi logic
dari isi database yang digunakan oleh computer. Skema biasanya menentukan:
Nama elemen data
Jenis data (menurut nomor, abjad, dan sebagainya)
Nomor posisi
Nomor posisi decimal (hanya untuk data yang menurut nomor)
Skema bukanlah data itu sendiri, namun ia adalah deskripsi dari data tersebut. Istilah
subscheme (subskema) diperuntukkan bagi subset dari keseluruhan desripsi yang
menghubungkan ke pemakai tertentu. Tiap pemakai mempunyai kebutuhan data tersendiri,
dan deskripsi dari datanya diwakili oleh satu subskema atau lebih. Bila skema dan subskema
sudah diciptakan, maka data dapat disimpan dalam database.
5.3.2 Menggunakan Database
Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer, dimana banyak
berbagai bidang menggunakan database, tidak hanya dalam bidang tekhnologi informasi saja.
Bahkan saat ini database sudah pasti digunakan dalam berbagai perusahaan, universitas,
perkantoran, supermarket bahkan di rumah-rumah. Orang akan lebih mudah mengerjakan
sesuatu menggunakan database.
Database juga saat ini digunakan dalam bidang psikologi, pada mulanya pelaksanaan
tes Psikologi dan scoring dilakukan secara manual menggunakan alat test yang manual
seperti alat tulis dan perlengkapan alat test lainnya. Namun seiring dengan perkembangan
tekhnologi, dimana sistem informasi mulai berkembang dengan SDM yang semakin banyak
menghasilkan karya-karya baru maka banyak alat-alat test psikologi yang dibuat atau
diciptakan dengan menggunakan database. Test psikologi dengan menggunakan komputer
lebih mudah untuk digunakan. Seperti mengerjakan beberapa alat tes seperti untuk test bakat,
test inteligensi, tes kepribadian dan test minat pekerjaan. Dimana orang yang melaksanakan
test lebih efisien dan mudah untuk mengerjakan atau mengikuti petunjuk yang ada pada
komputer. Biaya yang dikeluarkan juga lebih murah dibandingkan dengan menggunakan alat
test manual. Untuk scoring test psikologi juga lebih mudah, karena komputer akan langsung
memproses dari hasil pengerjaan dan scoring, baik berupa kesimpulan maupun hasil test akan
lebih tepat dan akurat. Namun mungkin tidak smua test psikologi dapat dikerjakan
menggunakan komputer, karena beberapa test psikologi hanya bisa dikerjakan secara manual.

5.4 Model Database


Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data.
Model dasar yang paling umum ada 3:
1. Model Hirarkis
Bisa disebut dengan model pohon, karena menyerupai pohon yang terbalik. Model ini
menggunakan pola hubungan orang tua-anak (Parent-child). Setiap simpul (biasa dinyatakan
dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke
simpul pada level dibawahnya disebut orang tua. Setiap orang tua bisa memiliki satu
(hubungan 1:1) atau beberapa anak (1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki 1 orang tua.
simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak. Simpul orang tua
yang tidak memiliki orang tua disebut akar (ROOT). Simpul yang tidak memiliki anak
disebut daun (LEAF). Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang.
Kelebihan basis data hirarki :
- Data dapat dengan cepat dilakukan retrieve.
- Integritas data mudah dilakukan pengaturan.
Kelemahan basis data hirarki :
- Pengguna harus sangat familiar dengan struktur basis data.
- Terjadi redudansi data.
2. Model basis data jaringan
Model basis data jaringan merupakan perbaikan dari model basis data hirarki, yaitu
dengan menambahkan kemampuan root table untuk melakukan share relationships dengan
child tables. Dalam hal ini child table dapat memiliki banyak root table dan untuk
melakukan akses terhadap child table, tidak dibutuhkan lagi untuk mengakses root table
terlebih dahulu
Kelebihan model data jaringan :
- Data lebih cepat diakses
- User dapat mengakses data dimulai dari beberapa tabel
- Mudah untuk memodelkan basis data yang komplek
- Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data.

Kelemahan basis data jaringan :


- Struktur basis datanya tidak mudah untuk dilakukan modifikasi
- Perubahan

struktur

basis

data

yang

telah

didefinisikan

akan

mempengaruhi

program aplikasi yang mengakses basis data


- User harus memahami struktur basis data.
3. Model Relasional
Model ini merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan
dipahami oleh pengguna, serta yang paling popular saat ini. Model ini menggunakan
sekumpulan tabel berdimensi dua (yang disebut relasi atau tabel), dengan masing-masing
relasi tersusun atas atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan
kemubaziran data dan menggunakan Field Kunci (Primary Key) untuk berhubungan dengan
relasi lain.
Kelebihan basis data relasional :
- Data sangat cepat diakses
- Struktur basis data mudah dilakukan perubahan
- Data direpresentasikan secara logik, user tidak membutuhkan bagaimana data disimpan.
- Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data
- Mudah untuk mengimplementasikan integritas data
- Data lebih akurat
- Mudah untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi
- Telah dikembangkan Structure Query Language (SQL).
Kelemahan basis data relasional :
- Kelompok informasi/tables yang berbeda harus dilakukan joined untuk melakukan retrieve
data
- User harus familiar dengan relasi antar tabel
- User harus belajar SQL.
5.5 Pengguna Database
Pengguna database atau basis data sangat bervariasi. Tidak semua orang boleh menggunakan
database atau basis data. Karena database atau basis data tersebut menyimpan data dari
sebuah enterprise (perusahaan, organisasi, sekolah, dll) yang tentunya sangat penting.

Sehingga tidak semua dapat mengakses database tersebut, apalagi mencuri data yang
tersimpan didalamnya.
Pengguna Database atau Basis Data dibedakan menjadi beberapa golongan, tergantung
tingkat kepentingan seorang pengguna. Berikut adalah golongan tersebut:
1. Database Administrator (DBA)
a. install dan upgrade database
b. backup dan restore database
c. menghubungi database teknikal support bila terdapat gangguan atau masalah
d. melakukan perencanaan untuk backup dan recovery informasi database
e. memastikan pemenuhan perjanjian Database License
f. mendaftar pengguna dan memelihara keamanan database
g. memodifikasi struktur database
h. membuat objek utama database (tabel, view, index) setelah database developer
selesai mendesain
i. membuat penyimpanan struktur database (tablespaces)
j. menyediakan sistem penyimpanan
2. Security Officer
a. mendaftar pengguna database
b. mengontrol hak akses pengguna
c. memelihara sistem keamanan
3. Application Developer
a. mendesain aplikasi database
b. estimasi kebutuhan penyimpanan data untuk aplikasi
c. memodifikasi struktur database untuk aplikasi
d. menyampaikan informasi seperti diatas pada DBA
e. memperbaiki aplikasi selama masa pengembangan
f. menyusun dan memastikan keamanan dalam masa pengembangan
4. Application Administrator
a. melakukan pengoperasian pada aplikasi tertentu
5. Database User
a. pengguna yang berinteraksi dengan database melalui aplikasi atau alat bantu
6.

lain
Network Admin
a. menghubungkan database dengan pengguna

5.6 Keuntungan Implementasi Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)


Keuntungan DBMS meliputi:
1.Mengurangi pengulangan data.
Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi.
2. Mencapai independensi data.

Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang
mengakses data.
3. Mengintegrasikan data dari beberapa file.
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi
menjadi kendala.
4. Mengambil data dan informasi secara cepat.
Hubungan logis query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam
hitungan detik atau menit
5. Meningkatkan keamanan.
Baik DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis
keamanan seperti kata sandi, directori pemakai, dan bahasa sandi

Daftar Pustaka
Raymond McLeod, Jr, George P. Shell. 2009. Sistem Informasi Manajemen Edisi 10. Jakarta:
Salemba Empat
http://nugwal.wordpress.com/database-dan-sistem-manajemen-database/
http://mycasualblog.wordpress.com/2010/08/09/database-dan-strukturnya-dbms/
http://kartikaharahap.wordpress.com/2012/04/14/konsep-dan-peran-database-dalamsim/
http://duniadatabase.blogspot.com/2011/07/pengguna-database-atau-basis-data.html
http://warta-ekonomi.blogspot.com/2010/10/database-dan-sistem-manajemen-database.html