Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTEK ANTENNA & PROPAGASI

PENGUKURAN IMPEDANSI ANTENNA

Dosen Pengajar:
M O C H A M M A D TAU F I K , S T., M T

Oleh
Kelompok 3 :
Badiatul Fitriyah

(JTD 2A 1341160024)

Heru Firmansyahroni

(JTD 2A 1341160029)

Ishlah Attobarani N.

(JTD 2A 1341160031)

Yog a N y o t o H a r i a n t o

(JTD 2A 1341160053)

J A R I N G A N T E L E K O M U N I K A S I D I G I TAL
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

PERCOBAAN 3
PENGUKURAN IMPENDANSI ANTENA

1. Tujuan

Mengukur dan mengetahui nilai impedansi antenna, Z, koefisien pantul | |, SWR

2. Peralatan yang diperlukan

RF Impedance Analyzer
Konektor adapter APC 7 to N female to BNC
Kabel coaxial 50 (0,5 m)
Antenna Folded Dipole dan Antena Dipole /2

3. Pendahuluan
RF Impedance Analyzer HP model 4191 A adalah suatu alat ukur yang dirancang
untuk mengukur bermacam-macam parameter impedansi. Parameter-parameter ini didaftar
seperti pada gambar 1. Frekuensi uji dapat diatur pada lebar bidang frekuensi dari 1 MHz
sampai 1000 MHz. Sumber sinyal dapat juga menyediakan pengukuran dennganfrekuensi
yang disapu (sweep frequency measurement). Pembiasaan DC-pun tersedia untuk pengukuran
yang tergantung pada tegangan.

|Z|

nilai mutlak dari vektor impedansi

|Y|

nilai mutlak dari vektor admitansi

||

nilai mutlak dari vektor koefisien pantulan

sudut fasa dalam derajat dan radian

Resistansi

Reaktansi

Suseptansi

Bagian riil dari koefisien pantulan

Bagian imajiner dari koefisien pantulan

Ekuivalen resistansi seri

Konduktansi paralel

Faktor disipasi

Faktor kualitas
Alat ukur RF Impedance Analyzer ini dilengkapi dengan konektor APC-7. Agar dapat

mengukur bermacam-macam koponen, juga tersedia asesoris-asesoris tambahan. Berikut ini


adalah kelengkapan dari alat ukur tersebut. Salah satu kelengkapannya adalah 1 buah
conector APC-7 to N
Konektor APC-7 conector sangat peka terhadap debu. Untuk menjaga kontak elektris
yang optimum, jangan menyentuh kontak terminal dengan jari atau dengan bahan-bahan
seprti metal.

4. Prosedur Operasi Alat


Setelah menekan saklar jala jala alat ukur ini (power line), Impedance Analyzer
membutuhkan waktu 10 15 menit untuk melakukan pemanasan, selama waktu pemanasan
pada display A tertampil kode H 17 dan alat ini tidak dapat melakukan pengukuran besaran
apapun (Catatan: Pemakai tidak diperbolehkan menekan tombol apapun selama pemanasan).
Setelah waktu pemanasan selesai, maka akan muncul angka - angka secara acak pada
Dispaly A dan Display B.
Sebelum melakukan pengukuran, pastikan Impedance Analyzer telah siap digunakan
untuk pengukuran dengan cara:
a. Pasang terminasi 50 pada titik ukur Impedance Analyzer
b. Pilih fungsi DISPLAY A dan indikator pada posisi | Z | dan (deg).

c. Inputkan data frekuensi dengan menekan tombol tombol yang ada pada
PARAMETER SPOT PREQ dan DATA pada frekuensi secara acak 10 MHz, 50 MHz,
100 MHz, 250 MHz, 500 MHz, dan 1000 MHz. Apabila setiap frekuensi dientrikan,
DISPLAY A menunjukkan 50 atau mendekati dan DISPLAY B menunjukkan
(deg)= 0 atau mendekati 0, maka Impedance Analyzer siap digunakan untuk
pengukuran.
d. Apabila ketika dientrikan data rekuensi dan frekuensi yang dimaksudkan di atas
ternyata tidak menunjukkan angka 50 dan 0, maka diperlukan kalibrasi.

5. Kalibrasi Impedance Analyzer


a. Tekan tombol CALIBRATION untuk melakukn kalibrasi secara otomatis dengan
program kalibrasi sediri yang akan dimemori oleh instrumen. Kalibrasi dilakukna
dengan pengukuran 3 macam terminasi standart (0 , 0 S, 50 ).
Prosedur Kalibrasi:
Pasang terminasi 0 , kemudian tekan tombol CALIBRATION, indikator display
A menunjukkan pada R dan display pada B pada X artinya instrumen ini
terkalibrasi pada 0 , kemudian tekan tombol START, frekuensi akan running
secara otomatis mulai dari 1 MHz hingga 1000 MHz, setelah frekuensi 1000
MHz berhenti, pada display A muncul karakter CAL dan pada display B muncul
karakter END yang artinya kalibrasi untuk 0 sudah selesai. Lepas terminasi 0

.
Pasang terminasi 0 S ( ), ganti posisi indikator display A pada G dan display
B pada B artinya instrumen ini terkalibrasi 0 S, kemudian tekan tombol START,
frekuensi akan running secara otomatis mulai dari 1 MHz hingga 1000 MHz,
setelah frekuensi 1000 MHz berhenti, pada display A muncul karakter CAL dan
pada display B muncul karakter END yang artinya kalibrasi untuk 0 S sudah

selesai. Lepas terminasi 0 S.


Pasang terminasi 50 , kemudian tekan tombol START, frekuensi akan running
secara otomatis mulai dari 1 MHz hingga 1000 MHz, setelah frekuensi 1000
MHz berhenti, pada display A muncul karakter CAL dan pada display B muncul
karakter END yang artinya kalibrasi 50 sudah selesai. Tekan tombol
CALIBRATION untuk mengambalikan operasi instrumen pada kondisi normal.
Terminasi 50 masih dalam kondisi terpasang, pastikan dummy load (beban
tiruan) 50 tersebut pada frekuensi 1 MHz sampai 1000 MHz nilai resistansinya
sama dengan atau mendekati 50 dengan cara meletakkan indikator pada

display A adalah | Z | dan indokator pada display B adalah (deg) dan tekan
tombol SPOT FREQ dengan masukkan angka mulai 1 MHz hingga 1000 MHz
secara bertahap sehingga nilai resistansinya sama dengan 50 , apabila nilainy
tidak sama dengan 50 , maka instrumen perlu dikalibrasi ulang.

6. Prosedur memilih ELEC LG untuk test adapter (termasuk saluran


transmisi)
Mengkompensasi panjang saluran transmisi pada titik ukur.
a. Memasang test adapter.
b. Memilih frekuensi kerja device yang diukur.
c. Meletakkan parameter pengukuran pada | |.
d. Hubungkan kabel yang akan dipergunakan untuk pengukuran (panjang kabel tidak
boleh lebih besar dari 99.999 cm panjang elektrik), tanpa beban.
e. Memfungsikan tombol berlabel ELEC LG dengan terlebih dahulu menekan tombol
berwarna biru.
f. Masukkan angka coba - coba ELEC G dan coba lagi dengan angka-angka yang
berbeda, sehingga menunjukkan angka 1 ( = 1) atau mendekati 1 dan display B

menunjujkkan angka 0 atau yang mendekati.

7. Bagaimana memilih fungsi pengukuran


Gunakan tombol/ knop pada bagian display A dan display B untuk memilih parameter
yang akan diukur (lihat gambar 2)

8. Bagaimana memilih frekuensi


a. Menekan tombol PARAMETER SPOT untuk mengaktifkan fungsi pengaturan
frekuensi.
b. Memasukkan angka frekuensi uji yang diinginkan melalui tombol DATA.
c. Menekan ENTER

9. Bagaimana memilih panjang elektrik (ELEC G)


a. Tekan tombol BLUE lalu tekan ELEC G untuk mengaktifkan fungsi input data
panjang gelombang.
b. Masukkan angka panjang gelombang untuk text figure yang dipasang melalui tombol
input DATA.

10.Pengukuran Impedansi, Z dan koefisien pantul | |, antenna Folded


Dipole
a. Men-setup seperti gambar di atas
b. Menentukan frekuensi resonansi dan antena yang diukur pada impedance analyzer
c. Menentukan parameter pengukuran impedansi, Z dan koefisien pantul | | pada
impedance analyzer.

d. Mengamati dan catat pada display A dan display B.


e. Mengatur frekuensi sesuai dengan table A dan mencatat impedansi dan koefisien
pantul antena.
Frekuensi
(MHz)
174
181
188
195
202
209
217
224
231

Display A
Z()
57,31
58,13
59,02
59,98
61,18
62,29
63,58
64,90
66,36

Display B
( degree )
42,38
44,48
46,63
48,89
51,68
52,70
55,66
58,15
60,68

Display A
|r|
0,3937
0,4155
0,4386
0,4631
0,4940
0,5056
0,5402
0,5694
0,6000

Display B
( degree )
78,52
77,82
77,10
76,35
75,48
74,44
73,63
72,75
71,79

SWR
1,145
1,162
1,170
1,197
1,220
1,240
1,270
1,296
1,320

f. Pada frekuensi berapa didapat impedansi 75 dan koefisien pantulnya | |.


g. Pada frekuensi berapa koefisien pantulnya | | yang terkecil dan berapa
impedansinya.

11.Pengukuran Impedansi, Z dan koefisien pantul | |, Antenna Dipole /2


a. Ukur panjang fisik antenna Dipole /2 dan brapa pangjang gelombang () antenna
tersebut.
b. Hitung frekuensinya dan digunakan sebagai referensi frekuensi tengah.
c. Pergunakan intervel frekuensi 8 MHz untuk 5 kanal ke bawah dan 5 kanal ke atas,
seperti pada pada Tabel A
d. Ulangi langkah 1 sampai 7 seperti pada pengukuran sebelumnya.
Frekuensi
Display A
Display B
Display A
Display B
SWR
(MHz)
Z()
( degree )
|r|
( degree )
187
58,88
46,38
0,4342
77,17
1,176
195
59,98
48,73
0,4615
76,31
1,197
203
61,18
51,29
0,4900
75,41
1,220
211
62,47
53,93
0,5199
74,47
1,344
219
63,90
56,66
0,5516
73,48
1,270
227
65,50
59,40
0,5842
72,39
1,300
235
67,23
62,55
0,6225
71,29
1,320
243
69,69
65,90
0,6642
69,69
1,390
251
71,72
68,34
0,6968
68,37
1,430
259
73,99
71,75
0,7414
67,06
1,470
267
76,76
75,32
0,7895
65,44
1,530
Pada frekuensi 227 MHz merupakan fekuensi dimana antenna dipole /2 dengan
perhitungan :
/2 = 66 cm

1 = 132 cm = 1,32 m

= 227 MHZ