Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Jumlah penduduk di Indonesia masih cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari
jumlah penduduk Indonesia di tahun 2008 yaitu sebesar 236.400.000 jiwa. Jumlah ini
mengalami peningkatan sebesar 1,5 persen bila dibandingkan dengan tahun 2007
dengan jumlah penduduk 232.900.000 jiwa. Pada tahun 2007, Indonesia masuk dalam
peringkat keempat penduduk terbanyak di dunia setelah Cina 1.326.526.463 jiwa,
India 1.140.455.260 jiwa dan Amerika Serikat 302.711.006 jiwa. Fertilitas diartikan
sebagai kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup merupakan
salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping migrasi masuk, tingkat
kelahiran dimasa lalu mempengaruhi tingginya tingkat fertilitas masa kini.
Fertilitas merupakan hasil reproduksi nyata dari seorang atau sekelompok
wanita, sedangkan dalam pengertian demografi menyatakan banyaknya bayi yang
lahir hidup. Besar kecilnya jumlah kelahiran dalam suatu penduduk, tergantung pada
beberapa faktor misalnya,struktur umur, tingkat pendidikan, umur pada waktu kawin
pertama,banyaknya perkawinan, status pekerjaan wanita, penggunaan alat kontrasepsi
dan pendapatan/kekayaan.
B. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan fertilitas?
b. Faktor apa saja yang mempengerahu fertilitas?
c. Bagaimana asuhan keperawatan pada klien infertilitas?
C. Tujuan Penulisan
a. Tujuan umum
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang Konsep Manajemen
Fertilitas pada Sistem Reproduksi
b. Tujuan Khusus
1. Mengetahui pengertian dari fertilitas
2. Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi fertilitas
3. Mengetahui tentang asuhan keperawatan denga klien infertilitas
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Fertilitas merupakan kemampuan berproduksi yang sebenarnya dari penduduk
(actual reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh
seorang atau sekelompok perempuan.
Kelahiran yang dimaksud disini hanya mencakup kelahiran hidup, jadi bayi
yang dilahirkan menunjukan tanda-tanda hidup meskipun hanya sebentar dan terlepas
dari lamanya bayi itu dikandung.
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang
nyata dari seseorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini
menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fekunditas, sebaliknya, merupakan
potensi fisik untuk melahirkan anak. Jadi merupakan lawan arti kata sterilitas.
Natalitas mempunyai arti sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya.
Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas
mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.
Istilah fertilitias sering disebut dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu
terlepasnya bayi dari rahim seorang wanita dengan adanya tanda-tanda kehidupan,
seperti bernapas, berteriak, bergerak, jantung berdenyut dan lain sebagainya.
Sedangkan paritas merupakan jumlah anak yang telah dipunyai oleh wanita. Apabila
waktu lahir tidak ada tanda-tanda kehidupan, maka disebut dengan lahir mati (still
live) yang di dalam demografi tidak dianggap sebagai suatu peristiwa kelahiran.
Kemampuan fisiologis wanita untuk memberikan kelahiran atau berpartisipasi
dalam reproduksi dikenal dengan istilah fekunditas. Tidak adanya kemampuan ini
disebut infekunditas, sterilitas atau infertilitas fisiologis.
Pengetahuan yang cukup dapat dipercaya mengenai proporsi dari wanita yang
tergolong subur dan tidak subur belum tersedia. Ada petunjuk bahwa di beberapa
masyarakat yang dapat dikatakan semua wanita kawin dan ada tekanan sosial yang
kuat terhadap wanita/ pasangan untuk mempunyai anak, hanya sekiat satu atau dua
persen saja dari mereka yang telah menjalani perkawinan beberapa tahun tetapi tidak
mempunyai anak. Seorang wanita dikatakan subur jika wanita tersebut pernah
melahirkan paling sedikit seorang bayi.
Pengukuran fertilitas lebih kompleks dibandingkan dengan pengukuran
mortalitas (kematian) karena seorang wanita hanya meninggal sekali, tetapi dapat
melahirkan lebih dari seorang bayi. Kompleksnya pengukuran fertilitas ini karena
kelahiran melibatkan dua orang (suami dan istri), sedangkan kematian hanya
melibatkan satu orang saja (orang yang meninggal). Seseorang yang meninggal pada
hari dan waktu tertentu, berarti mulai saat itu orang tersebut tidak mempunyai resiko
2

kematian lagi. Sebaliknya, seorang wanita yang telah melahirkan seorang anak, tidak
berarti resiko melahirkan dari wanita tersebut menurun.
B. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas
Hasrat untuk menikah dan bereproduksi adalah salah satu kekuatan pendorong
terkuat di alam. Dorongan yang kuat dan sering obsesif ini dapat menimbulkan stres
berat dan kebingungan dalam memilih secara bijak kapan dan apa yang harus
dilakukan saat kehamilan tidak bisa terjadi.
Sebagai aturan umum sederhana, pentingnya untuk mendapatkan bantuan medis
bergantung pada 3 faktor:
a. Usia wanita
Fertilitas cukup stabil hingga seorang perempuan mencapai usia 35 tahun.
Sesudah itu, terjadi penurunan fertilitas secara bertahap. Saat menginjak usia 40
tahun, fertilitas menurun drastis. Oleh karena itu sangat penting bagi perempuan
yang mendekati usia 35 tahun dan belum pernah hamil, untuk segera mencari
perhatian medis. Hal tersebut menjadi mendesak bagi perempuan yang kian
mendekati usia 40 tahun.
b. Lama waktu mencoba mengandung
Ketika memutuskan untuk mendapatakan keturunan, akan mudah merasa
cemas jika tidak berhasil mendapatkan kehamilan setelah satu bulan mencoba.
Tetapi fakta menunjukkan, secara normal, perempuan sehat (di bawah 30 tahun)
yang melakukan hubungan badan secara teratur, hanya memiliki peluang gagal 20
hingga 40 persen selama siklus tertentu.
Jadi, apa yang salah pada 60 hingga 80 persen sisanya yang gagal?
Sering kali, tidak ada alasan medis, dan penyebabnya biasanya adalah karena
kualitas sperma atau sel telur terlalu jelek untuk mencapai fertilisasi, atau
fertilisasi terjadi tetapi embrio tidak bisa bertahan hidup setelah beberapa hari.
c. Masalah Medis
Jangan menunda untuk mendapatkan bantuan medis karena usia
merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan fertilitas. Berikut adalah
beberapa hal yang akan membantu untuk menentukan kapan diperlukan
nasehat/saran medis dengan segera:
1) berusia lebih dari 35 tahun
2) tidak hamil/subur selama lebih dari 2 tahun
3) menstruasi yang tidak teratur
4) mengalami gangguan seksual
5) menjalani operasi abdominal (bagian perut) sebelumnya
3

6) lebih dari 6 siklus Clomiphene


7) lebih dari 4 siklus SO-AI (Super Ovulation-Artifical Insemination atau Super
Ovulasi-Inseminasi Artifisial)
Jika tidak ada masalah medis apa pun, perempuan berusia di bawah 30
tahun perlu berkonsultasi dengan ginekolog setelah menjalani masa 1 sampai 2
tahun hubungan badan tanpa pelindung. Tetapi mereka yang berusia antara 30
hingga 35 tahun harus mencari nasehat medis setelah enam hingga sembilan
bulan. Urgensi ini meningkat pada perempuan 35 hingga 40 tahun jika mereka
tidak kunjung hamil setelah enam bulan, sementara perempuan di atas 40 tahun
harus mencari nasehat/saran medis setelah tiga bulan mencoba dan gagal.
Pada kebanyakan kasus, ginekolog akan dapat melakukan upaya fertilitas
pendahuluan dan menangani sebagian besar masalah. Jika tidak dapat hamil meski
sudah ditangani dokter selama enam hingga dua belas bulan, temuilah spesialis
fertilitas disebut pula spesialis RE (Reproductive Endocrine atau Endokrin
Reproduktif), yakni ginekolog dengan keahlian ekstra di bidang manajemen
fertilitas yang akan memandu melalui aneka macam perawatan.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian Keperawatan
Data Demografis meliputi : identitas klien termasuk data etnis, budaya dan agama.
a.
Pengkajian Anamnesa
a) Pengkajian Anamnesa pada Wanita
1. Riwayat Kesehatan Dahulu
Riwayat terpajan benda benda mutan yang membahayakan reproduksi

di rumah
Riwayat infeksi genitorurinaria
Hipertiroidisme dan hipotiroid, hirsutisme
Infeksi bakteri dan virus ex: toksoplasama
Tumor hipofisis atau prolaktinoma
Riwayat penyakit menular seksual
Riwayat kista
4

2.

3.
4.

Riwayat Kesehatan Sekarang


Endometriosis dan endometrits
Vaginismus (kejang pada otot vagina)
Gangguan ovulasi
Abnormalitas tuba falopi, ovarium, uterus, dan servik
Autoimun
Riwayat Kesehatan Keluarga
Meliputi riwayat saudara/keluarga dengan aberasi genetik
Riwayat Obstetri
Tidak hamil dan melahirkan selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi
Mengalami aborsi berulang
Sudah pernah melahirkan tapi tidak hamil selama satu tahun tanpa alat
kontrasepsi

b) Pengkajian pada Pria


1. Riwayat Kesehatan Dahulu meliputi : riwayat terpajan benda benda
mutan yang membahayakan reproduksi (panas, radiasi, rokok, narkotik,
alkohol, infeksi)
2. Riwayat infeksi genitorurinaria, Hipertiroidisme dan hipotiroid, Tumor
hipofisis atau Prolactinoma
3. Riwayat trauma, kecelakan sehinga testis rusak
4. Konsumsi obat-obatan yang mengganggu spermatogenesis
5. Pernah menjalani operasi yang berefek menganggu organ reproduksi

b.

contoh : operasi prostat, operasi tumor saluran kemih


6. Riwayat Kesehatan Sekarang
Disfungsi ereksi berat
Ejakulasi retrograt
Hypo/epispadia
Mikropenis
Andesensus testis (testis masih dalam perut/dalam liat paha)
Gangguan spermatogenesis (kelainan jumla, bentuk dan motilitas
sperma)
Saluran sperma yang tersumbat
Hernia scrotalis (hernia berat sampai ke kantong testis )
Varikhokel (varises pembuluh balik darah testis)
Abnormalitas cairan semen
7. Riwayat Kesehatan Keluarga
Memiliki riwayat saudara/keluarga dengan aberasi genetic
Pemeriksaan Penunjang
a) Pemeriksaan Penunjang padaWanita
5

1. Deteksi Ovulasi
2. Analisa hormone
3. Sitologi vagina
4. Uji pasca senggama
5. Biopsy endometrium terjadwal
6. Histerosalpinografi
7. Laparoskopi
8. Pemeriksaan pelvis ultrasound
b) Pemeriksaan Penunjang pada Pria
Analisa Semen:
Parameter
1. Warna Putih keruh
2. Bau Bunga akasia
3. PH 7,2 - 7,8
4. Volume 2 - 5 ml
5. Viskositas 1,6 6,6 centipose
6. Jumlah sperma 20 juta / ml
7. Sperma motil > 50%
8. Bentuk normal > 60%
9. Kecepatan gerak sperma 0,18-1,2 detik
10. Persentase gerak sperma motil > 60%
11. Aglutinasi Tidak ada
12. Sel sel Sedikit,tidak ada
13. Uji fruktosa 150-650 mg/dl
14. Pemeriksaan endokrin
15. USG
16. Biopsi testis
17. Uji penetrasi sperma
18. Uji hemizona

B. Diagnosa Keperawatan
a. Ansietas b/d ancaman pada status kesehatan, fungsi peran, dan konsep diri
b. Harga diri rendah b/d gangguan fungsional
c. Gangguan rasa nyaman b/d gejala terkait penyakit

C. Intervensi Keperawatan
No
.

Diagnosa
Keperawatan

NOC
6

NIC

Domain 9 :

Domain 3: psychosocial

coping/stress

health

tolerance
Class 2 :

Class 2-O : self-control

coping

responses
Diagnosa
Keperawatan :
(00146)
Ansietas b/d
ancaman pada

(5820)

1. Gunakan

self

pendekatan yang

control (1402)
Setelah
dilakukan

menyenangkan
2. Jelaskan semua

Anxiety

tindakan
selama

keperawatan
1x45

menit

ansietas
berkurang/hilang dengan

criteria hasil:
status kesehatan,
Intensitas
fungsi peran,
dan konsep diri

Anxiety Reduction

kecemasan (3)
Cemas

berkurang (4)
Menggunakan

prosedur dan apa


yang di rasakan
selama prosedur
3. Bantu
pasien
untuk mengenal
situasi

ayng

meimbulkan
kecemasan
4. Dorong pasien
untuk

teknik relaksasi

mengungkapkan

untuk

perasaan,

mengurang

ketakutan,

kecemasan (4)

persepsi
5. Instruksikan
pasien
menggunakan
teknik relaksasi

Domain 6 : Self- Domain 3: psychosocial

health
perception
Class 2 : SelfClass
2-M
:
esteem
psychological
wellDiagnosa
being
Keperawatan :
(00120) Harga diri
Body
Image
rendah

situasional
Setelah

fungsional

tindakan

dilakukan
keperawatan
7

Enhancement (5220)

1. Bina hubungan
saling

percaya

dengan klien
2. Ajarkan
rasa
percaya

(1200)

b/dgangguan

Body Image

terhadap
kemampuan

diri

selama

1x45

menit

pasien

harga

diri

klien

menguasai

meningkat

dengan

criteria hasil:

Gambaran

(4)
Menyesuiakan
diri

diri

terhadap

perubahan tubuh

untuk

situasi
3. ajarkan
keterampilan
prilaku

yang

positif

melalui

bermain

peran,

model

dan

diskusi
4. Berikan

(3)

statement
positive terhadap
pasien
3

Domain 12 :

Domain 3 : Psychosocial
Health

Comfort
Class 1 :
Physical

psychological well-

Comfort
Diagnosa
Keperawatan :
(00214) Gangguan

Reduction (5820)
1. Gunakan

Class 2-M :

Anxiety

Level

(1211)
Setelah
dilakukan
rasa nyaman b/d
gejala
terkait tindakan keperawatan
penyakit

pendekatan yang
menyenangkan
2. Temani pasien

being

Anxiety

selama 1x45 menit klien


merasa nyaman dengan
kriteria hasil :
Distress (4)
Gelisah (3)
Panik (4)

untuk
memberikan
keamanan

dan

mengurangi
takut
3. Identifikasi
tingkat
kenyamanan
4. Bantu
pasien
mengenal situasi
yang
menimbulkan
kecemasan

5. Intruksikan
pasien
8

menggunakan
teknik relaksasi

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Fertilitas adalah hasil reproduksi yang nyata dari seorang atau sekelompok
wanita. Fertilisasi adalah kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil oleh dan
melahirkan bayi hidup dari suami yang mampu menghamilinya.
Infertilitas di defenisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk mencapai
kehamilan setelah 1 tahun hubungan seksual tanpa pelindungatau suatu kesatuan hasil
interaksi biologik yang tidak menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup.
Penyebab dari infertilitas ini bisa dipandang dari pihak perempuan dal laki-lakinya.
Jika dari wanita bisa dilihat dari faktor penyakit dan fungsional. Sedangkan dari segi
laki-laki bisa dilihat dari kelainan alat kelamin dan kegagalan fungsional. Akan tetapi
bisa dilihat juga penyebabnya dari pasangan suami istri tersebut misalnya gangguan
pada hubungan seksual dan psikologisnya.
B. Saran
Diharapkan mahasiswa/i dapat mengerti dan mengaplikasikan asuhan
keperawatan pada klien infertilitas sesuai teori yang sudah diajarkan.

DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Volume 2. Jakarta : EGC
Bulechek, Gloria M., Howard K. Butcher., Joanne McCloskey Dochterman. 2013. Nursing
Interventions Classification (NIC). Sixth Edition. Mosby Elselvier
10

Mansjoer, Arif, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 1. Jakarta : Media
Aesculapius
Moorhead, Sue., Marion Johnson.dkk. 2013. Nursing Outcomes Classification (NOC). Mosby
Elselvier
Herdman, T. Heather., Shigemi Kamitsuru. 2014. NANDA International, Inc. NURSING
DIAGNOSES: Definitions and Classification 2015-2017. Oxford : Wiley Blackwell

11