Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah hak warga negara, tidak terkecuali pendidikan di
usia dini bisa dikatakan juga sebagai hak warga negara untuk
mengembangkan potensinya sejak dini. Berdasarkan berbagai penelitian
bahwa usia dini merupakan pondasi terbaik dalam mengembangkan
kehidupannya di masa depan. Selain itu pendidikan di usia dini mampu
mengembangkan potensi anak sejak usia dini sebagai persiapan untuk
kehidupannya mendatang dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I
Pasal 1, butir 14 adalah dinyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini
adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir
sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memilih kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih
lanjut. Atas dasar hal ini lah maka pendidikan pada anak usia dini sangat
perlu diberikan. Salah satu tujuan dari pendidikan usia dini ialah untuk
melatih serta mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan motorik
halus anak yang mana dalam masa emasnya yaitu 2-7 tahun harus
dikembangkan secara maksimal. Namun saat ini, banyak anak-anak yang
belum memiliki kemampun 3 aspek dasar yaitu kognitif, afektif dan motorik
halus sesuai dengan kemampuan di usianya. Terutama dalam usia 3-5 tahun
yang mana merupakan usia dimana anak cepat memahami dan melakukan
hal yang dicontohkan padanya.
Hal ini terjadi karena masih banyaknya orang tua bahkan sistem
pendidikan sekalipun yang belum mampu menemukan konsep pembelajaran
yang tepat sebagai solusi dalam mengatasi hal tersebut. Dan juga faktor
kurangnya

perhatian

orangtua

terhadap

perkembangan

anak

yang

seharusnya sesuai dengan usia anak mereka juga sebagai salah satu faktor
penyumbang masih rendahnya kemampuan kognitif yang dimiliki anak jika
dibandingkan dengan usia seharusnya.
Atas dasar hal tersebut peneliti memiliki sebuah gagasan mengenai
penggunaan media plastisin atau playdough yang dilakukan dalam periode
waktu tertentu sebagai sarana peningkatan perkembangan kemmapuan
kognitif anak di usia 3-5 tahun.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari latar belakang masalah yang ada ini ialah :
1. Bagaiamanakah kemampuan kognitif anak usia 3-5 tahun sebelum
diberikan permainan media plastisini atau playdough?
2. Bagaiamanakah kemampuan kognitif anak usia 3-5 tahun setelah
diberikan permainan media plastisini atau playdough?
3. Apakah ada perbedaan yang signifkan terhadap peningkatan
perkembangan kemampuan kognitif pada anak usia 3-5 tahun
sebelum dan setelah diberikan permainan media plastisin atau
playdough?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian permainan media plastisin
atau playdough terhadap peningkatan perkembangan kemampuan
kognitif pada anak usia 3-5 tahun.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui kemampuan kognitif anak usia 3-5 tahun sebelum
diberikan permainan media plastisini atau playdough.
b. Untuk mengetahui kemampuan kognitif anak usia 3-5 tahun setelah
diberikan permainan media plastisini atau playdough.

c. Untuk mengetahui perbedaan yang signifkan terhadap peningkatan


perkembangan kemampuan kognitif pada anak usia 3-5 tahun sebelum
dan setelah diberikan permainan media plastisin atau playdough.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Memberikan sumbangan

ilmiah

mengenai

pengaruh

pemberian

permainan media plastisin atau playdough terhadap peningkatan


perkembangan kemampuan kognitif pada anak usia 3-5 tahun.
2. Manfaat aplikatif
a. Bagi peneliti
Penelitian ini bisa digunakan sebagai dasar penelitian
pengembangan yang bisa dilakukan di kemudian hari
b. Bagi tenaga pendidik
Penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan penggunaan media
pembelajaran baru dalam meningkatakan kemampuan kognitif
anak.
c. Bagi orangtua
Penelitian ini

bisa

digunakan

sebagai

sarana

alternatif

penggunaan media pembelajaran baru dalam meningkatakan


kemampuan kognitif anak.