Anda di halaman 1dari 7

Fakultas

Program Studi

Teknik

Teknik Industri

Perkuliahan

Kode MK

Disusun Oleh

MK10230

Aifrid Agustina ST. MSi

TUGAS PERKULIAHAN

Tata Hitung
Ongkos
Judul Tugas

Tugas 4 Produk Sampingan


dan Produk Gabungan

Abstract

Deskripsi
Latihan Pembuatan

Ketentuan
Tugas bersifat openbook
Dikerjakan berkelompok tapi dikumpulkan secara individu

Luaran/Output
Mahasiswa mampu menyusun

Jadwal
Tugas dikumpulkan paling lambat satu minggu setelah tugas diberikan
Penilaian

Bobot
Bobot nilai yang digunakan adalah 1 100 dengan nilai tertinggi adalah 100
dan terendah adalah 1

Kriteria
1. Kecepatan Penyerahan Tugas
Daftar Pustaka

1. Daftar Pustaka A
2. Daftar Pustaka B

KELOMPOK 01
Dalam menghasilkan produk utamanya, PT Cipta Karya juga menghasilkan produk
sampingan. Total Biaya produksi gabungan yang terjadi sampai titik pisah batas adalah

Rp.2.000.000. Setelah titik pisah batas, dikeluarkan biaya Rp.1.500.000 untuk


menyelesaikan produk utama, dan Rp.50.000,- untuk menyelesaikan produk sampingan.
Produk utama memiliki harga pasar final sebesar Rp.4.000.000, sedang produk
sampingan harganya Rp.200.000. tidak ada persediaan akhir.
Diminta:
- Asumsikan metoda pendapatan bersih digunakan untuk mencatat produk sampingan
sebagai pendapatan lain-lain dan beban pemasaran serta administrasi produk = 0.
berapa pendapatan lain-lain yang harus dilaporkan di laporan laba rugi?
- Asumsikan manajemen ingin mengalokasikan beban pemasaran dan administrasi
Rp.20.000 ke produk sampingan dan memperoleh laba kotor 10% dari harga jual.
Dengan menggunakan metoda harga pasar (pembatalan biaya), hitunglah biaya
gabungan yang seharusnya dialokasikan ke produk sampingan.
KELOMPOK 02
PT. Diponegoro memproduksi produk Q, W, R dan T dari proses gabungan. Tambahan
informasi adalah sbb:
Produ
k
Q
W
R
T
Total

Unit
Produksi
6.000
5.000
4.000
3.000
18.000

Harga Pasar Pada


Titik Pisah Batas
Rp. 800.000
600.000
400.000
200.000
Rp. 2.000.000

Jika diproses lebih lanjut


Tambahan
Harga Pasar
Biaya
Rp. 75.000 Rp. 900.000
60.000
700.000
40.000
500.000
25.000
300.000
Rp. 200.000
Rp.
2.400.000

Diminta:
Dengan asumsi bahwa menggunakan metoda harga pasar, alokasikan total biaya
produksi gabungan Rp. 1.600.000 ke setiap produk.
KELOMPOK 03
PT. NAQILA SEJAHTERA memproduksi produk Fanta, Garlit dan Herba dari proses
gabungan. Tambahan informasi adalah sbb:
Produk
Majid
Ruthab
Herba
Unit yang diproduksi
8.500
4.100
2.000
Nilai jual pada titik pisah
100.000
Biaya tambahan setelah titik 14.000
3.700
7.300
pisah
Nilai jual jika diproses lebih 140.000
60.000
50.000
lanjut
Diminta:
Dengan asumsi bahwa menggunakan metoda harga pasar, alokasikan total biaya
produksi gabungan Rp.1.200.000 ke setiap produk.
Hitung laba kotor total untuk produk gabungan
Hitung laba kotor setiap produk
KELOMPOK 04
PT Matahari memproduksi produk A01, A02, dan A03 dari proses gabungan yang total
biayanya Rp.1.500.000,A01
A02
A03
Unit produksi
30.000
15.000
13.000
Biaya pemrosesan setelah titik
Rp.300.000
Rp. 240.000
Rp.
pisah batas
43
66
270.000
Harga jual per unit
60
Diminta:
- Alokasikan biaya gabungan ke ketiga produk menggunakan metoda harga pasar

Asumsikan produk A02 dijual di titik pisah batas Rp.52,5. apakah ide ini bagus!

KELOMPOK 05
PT. Magenta Marta memproduksi produk gabungan Jana dan Reta, bersamaan dengan
produk sampingan Dena. Jana dijual pada titik pisah batas, tapi Reta dan Dena diproses
lebih lanjut. Data produksi untuk semua produk sbb:
Jana
Reta
Dena
Total
Biaya gabungan
Rp. 880.000
Variabel
Rp. 1.480.000
Tetap
Biaya setelah titik pisah
Rp.1.200.000
Rp. 30.000
Rp. 1.230.000
batas
Rp.900.000
Rp. 20.000
Rp. 920.000
Variabel
50.000
40.000
10.000
100.000
Tetap
Jumlah produksi dalam pon
Rp.40
Rp.75
Rp. 11
Harga jual per unit
Tidak ada persediaan awal maupun akhir. Tidak ada barang cacat dalam produksi. Biaya
variabel berubah secara proporsional terhadap volume produksi. Biaya gabungan
dialokasikan ke produk gabungan untuk mencapai persentase laba kotor yang sama
untuk setiap produk gabungan. Pendapatan bersih produk sampingan Dena dikurangkan
dari biaya produksi produk utama.
Diminta:
- Hitung total laba kotor untuk produk gabungan
- Alokasikan biaya gabungan ke Jana dan Reta
- Hitung laba kotor untuk Jana dan untuk Reta
KELOMPOK 06
PT MANILA JATI memproduksi tiga produk secara bersamaan. Biaya gabungan totalnya
selama November adalah Rp. 40.000.000,Informasi produksi individual:
Produk
Cumi
15.000
13.000
Rp. 300
Rp.
750.000

Produk
Teripang
10.000
9.800
Rp. 150
Rp.250.000

Produk
Kerang
20.000
17.000
Rp. 250
Rp.
400.000

Unit produksi
Unit dijual
Harga jual per unit
Biaya pemrosesan setelah titik
pisah-batas
Diminta:
- Hitung laba kotor tiap produk dan totalnya, dengan metoda alokasi harga
pasar!
- Bagaimana saran anda jika seorang pembeli menawarkan untuk membeli
semua produk Kerang pada titik pisah-batas seharga Rp. 100 per unit?
KELOMPOK 07
PT. SUKSES NABAWI memproduksi produk Fanta, Garlit dan Herba dari proses gabungan.
Tambahan informasi adalah sbb:
Produk
Ajwa
Gari
Hera
Unit yang diproduksi
9.000
4.000
2.400
Nilai jual pada titik pisah
110.000
Biaya tambahan setelah titik 14.000
3.750
6.250
pisah
Nilai jual jika diproses lebih 140.000
80.000
60.000
lanjut
Diminta:

Dengan asumsi bahwa menggunakan metoda harga pasar, alokasikan total


biaya produksi gabungan Rp.900.000,- ke setiap produk.
Hitung laba kotor total untuk produk gabungan
Hitung laba kotor setiap produk

KELOMPOK 08
PT. Teuku Umar memproduksi produk AO-02, AO-03, DW-01 dan BA-03 dari proses
gabungan. Tambahan informasi adalah sbb:
Jika diproses lebih lanjut
Produ
Unit
Harga Pasar Pada
Tambahan
Harga Pasar
k
Produksi
Titik Pisah Batas
Biaya
AO-02
5.000
Rp. 700.000
Rp. 75.000 Rp. 900.000
AO-03
6.000
800.000
60.000
700.000
DW7.000
300.000
40.000
500.000
01
2.000
400.000
25.000
300.000
BA03
Diminta:
Dengan asumsi bahwa menggunakan metoda harga pasar, alokasikan total biaya
produksi gabungan Rp. 1.800.000 ke setiap produk.
KELOMPOK 09
PT MONITA JANTI memproduksi tiga produk secara bersamaan. Biaya gabungan
totalnya selama Januari adalah Rp.5.000.000,Informasi produksi individual:

Unit produksi
Unit dijual
Harga jual per unit
Biaya pemrosesan setelah titik pisahbatas

Produk

Produk Keju

Produk

Coklat
16.000
15.000
Rp. 300
Rp. 750.000

11.000
9.800
Rp. 150
Rp.250.000

Vanila
10.000
7.000
Rp. 250
Rp. 400.000

Diminta:
- Hitung laba kotor tiap produk dan totalnya, dengan metoda alokasi harga
pasar!
- Bagaimana saran anda jika seorang pembeli menawarkan untuk membeli
semua Produk Keju pada titik pisah-batas seharga Rp. 110 per unit?
KELOMPOK 10
Dalam menghasilkan produk utamanya, PT CIta Sejahtera juga menghasilkan produk
sampingan. Total Biaya produksi gabungan yang terjadi sampai titik pisah batas adalah
Rp.3.000.000. Setelah titik pisah batas, dikeluarkan biaya Rp.1.500.000 untuk
menyelesaikan produk utama, dan Rp.60.000,- untuk menyelesaikan produksampingan.
Produk utama memiliki harga pasar final sebesar Rp.3.600.000, sedang produk
sampingan harganya Rp.200.000. tidak ada persediaan akhir.
Diminta:
- Asumsikan metoda pendapatan bersih digunakan untuk mencatat produk sampingan
sebagai pendapatan lain-lain dan beban pemasaran serta administrasi produk = 0.
berapa pendapatan lain-lain yang harus dilaporkan di laporan laba rugi?
- Asumsikan manajemen ingin mengalokasikan beban pemasaran dan administrasi
Rp.20.000 ke produk sampingan dan memperoleh laba kotor 10% dari harga jual.
Dengan menggunakan metoda harga pasar (pembatalan biaya), hitunglah biaya
gabungan yang seharusnya dialokasikan ke produk sampingan.

KELOMPOK 11
PT Mentari memproduksi produk H-01, H-02, dan H-03 dari proses gabungan yang total
biayanya Rp.1.600.000,H-01
H-02
H-03
Unit produksi
30.000
16.000
13.000
Biaya pemrosesan setelah titik
Rp.310.000
Rp. 240.000
Rp.
pisah batas
45
70
260.000
Harga jual per unit
60
Diminta:
- Alokasikan biaya gabungan ke ketiga produk menggunakan metoda harga pasar
- Asumsikan produk H-03 dijual di titik pisah batas Rp.55. apakah ide ini bagus!
KELOMPOK 12
PT. Martapura memproduksi produk gabungan Zuna dan Beta, bersamaan dengan
produk sampingan Sina. Jana dijual pada titik pisah batas, tapi Beta dan Sina diproses
lebih lanjut. Data produksi untuk semua produk sbb:
Zuna
Beta
Sina
Total
Biaya gabungan
Rp. 900.00
Variabel
Rp. 1.400.000
Tetap
Biaya setelah titik pisah
batas
Variabel
Tetap
Jumlah produksi dalam pon

Rp.1.300.000
Rp.900.000

Rp. 32.000
Rp. 20.000

50.000

40.000

10.000

Rp.40

Rp.75

Rp.15

100.000

Harga jual per unit


Tidak ada persediaan awal maupun akhir. Tidak ada barang cacat dalam produksi. Biaya
variabel berubah secara proporsional terhadap volume produksi. Biaya gabungan
dialokasikan ke produk gabungan untuk mencapai persentase laba kotor yang sama
untuk setiap produk gabungan. Pendapatan bersih produk sampingan Sina dikurangkan
dari biaya produksi produk utama.
Diminta:
- Hitung total laba kotor untuk produk gabungan
- Alokasikan biaya gabungan ke Zuna dan Beta
- Hitung laba kotor untuk Zuna dan untuk Beta
KELOMPOK XIII
PT MANILA JATI memproduksi tiga produk secara bersamaan. Biaya gabungan totalnya
selama November adalah Rp. 40.000.000,Informasi produksi individual:
Produk
Cumi
15.000
13.000
Rp. 300
Rp. 750.000

Produk
Teripang
10.000
9.800
Rp. 150
Rp.250.000

Produk
Kerang
20.000
17.000
Rp. 250
Rp.
400.000

Unit produksi
Unit dijual
Harga jual per unit
Biaya pemrosesan setelah titik pisahbatas
Diminta:
- Hitung laba kotor tiap produk dan totalnya, dengan metoda alokasi harga
pasar!
- Bagaimana saran anda jika seorang pembeli menawarkan untuk membeli
semua produk Kerang pada titik pisah-batas seharga Rp. 100 per unit?
KELOMPOK XIV

PT. Teuku Umar memproduksi produk AO-02, AO-03, DW-01 dan BA-03 dari proses
gabungan. Tambahan informasi adalah sbb:
Jika diproses lebih lanjut
Produ
Unit
Harga Pasar Pada
Tambahan
Harga Pasar
k
Produksi
Titik Pisah Batas
Biaya
AO-02
5.000
Rp. 700.000
Rp. 75.000 Rp. 900.000
AO-03
6.000
800.000
60.000
700.000
DW7.000
300.000
40.000
500.000
01
2.000
400.000
25.000
300.000
BA03
Diminta:
Dengan asumsi bahwa menggunakan metoda harga pasar, alokasikan total biaya
produksi gabungan Rp. 1.800.000 ke setiap produk.
KELOMPOK XV
PT MONITA JANTI memproduksi tiga produk secara bersamaan. Biaya gabungan
totalnya selama Januari adalah Rp.5.000.000,Informasi produksi individual:
Produk

Produk Keju

Produk

Coklat
Vanila
Unit produksi
16.000
11.000
10.000
Unit dijual
15.000
9.800
7.000
Harga jual per unit
Rp. 300
Rp. 150
Rp. 250
Biaya pemrosesan setelah titik pisahRp. 750.000 Rp.250.000 Rp. 400.000
batas
Diminta:
- Hitung laba kotor tiap produk dan totalnya, dengan metoda alokasi harga
pasar!
- Bagaimana saran anda jika seorang pembeli menawarkan untuk membeli
semua Produk Keju pada titik pisah-batas seharga Rp. 110 per unit?
KELOMPOK XVI
PT. Maryam Abadi memproduksi produk gabungan Asia dan Rida, bersamaan dengan
produk sampingan Ibra. Asia dijual pada titik pisah batas, tapi Rida dan Ibra diproses
lebih lanjut. Data produksi untuk semua produk sbb:
Asia
Rida
Ibra
Total
Biaya gabungan
Rp. 890.000
Variabel
Rp. 1.580.000
Tetap
Biaya setelah titik pisah
Rp.1.200.000
Rp. 30.000
batas
Rp.1.000.000
Rp. 20.000
Variabel
50.000
60.000
10.000
Tetap
Jumlah produksi dalam pon
Rp.40
Rp.75
Rp. 15
Harga jual per unit
Tidak ada persediaan awal maupun akhir. Tidak ada barang cacat dalam produksi. Biaya
variabel berubah secara proporsional terhadap volume produksi. Biaya gabungan
dialokasikan ke produk gabungan untuk mencapai persentase laba kotor yang sama
untuk setiap produk gabungan. Pendapatan bersih produk sampingan Dena dikurangkan
dari biaya produksi produk utama.
Diminta:
- Hitung total laba kotor untuk produk gabungan
- Alokasikan biaya gabungan ke Rida dan Ibra
- Hitung laba kotor untuk Asia, untuk Rida dan untuk Ibra

KELOMPOK XVII
PT Maharani memproduksi produk A (prdouk utama) dan produk S01 dan S02 (produk
sampingan). Data bulan Agustus yag tersedia:
A
S01
S02
Total
Penjualan
Rp.
Rp.6..00
Rp.3.500 Rp.84.500
Biaya produksi setelah titik pisah
75.000
0
Rp. 900 Rp.13.500
batas
Rp.11.500 Rp.1.100
Rp.550
Rp.7.300
Beban pemasaran dan administrasi
Rp.6.000
Rp.750
Rp.
Biaya produksi sebelum titik pisah
37.500
batas
Diminta:
- Hitung biaya produksi sebelum titik pisah batas untuk produk S01 dan S02 dengan
metoda harga pasar
- Buat laporan laba rugi yang merinci penjualan dan biaya untuk setiap produk

KELOMPOK XVIII
PT. NABILA SEJAHTERA memproduksi produk Fanta, Garlit dan
gabungan. Tambahan informasi adalah sbb:
Produk
Fanta
Garlit
Unit yang diproduksi
8.000
4.000
Nilai jual pada titik pisah
110.000
Biaya tambahan setelah titik 14.000
3.750
pisah
Nilai jual jika diproses lebih 140.000
60.000
lanjut

Herba dari proses


Herba
2.000
7.250
50.000

Diminta:
Dengan asumsi bahwa menggunakan metoda harga pasar, alokasikan total
biaya produksi gabungan Rp.120.000 ke setiap produk.
Hitung laba kotor total untuk produk gabungan
Hitung laba kotor setiap produk
KELOMPOK XIX
Astrid Company memproduksi tiga produk secara bersamaan. Selama bulan Mei, biaya
gabungan totalnya sebesar Rp. 20.000.000,-. Informasi produk individual berikut ini
tersedia:
Produk AA
Produk AS
Produk SN
Unit produksi
15.000
10.000
20.000
Unit dijual
13.000
9.000
16.000
Harga jual per unit
Rp. 2.000,Rp. 1.500,Rp. 950.Biaya pemrosesan setelah titik
Rp.
Rp.
Rp.
pisah batas
7.500.000,2.500.000,4.000.000,=
Saudara diminta:
Hitung laba kotor untuk setiap produk dan totalnya, menggunakan metoda
alokasi harga pasar
Seorang pelanggan menawarkan untuk membeli semua produk SN pada titik
pisah batas seharga Rp. 700,- per unit. Berikan saran kepada manajemen
perusahaan