Anda di halaman 1dari 18

TUGAS MAKALAH

FISIKA ZAT PADAT


APLIKASI BAHAN SEMIKONDUKTOR

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK

:1

N AM A

: IINAULIA
EKA PUSPA CAHYA.N.
SISKA CEMULIA
HESTY MUHANNAH
UMMU HANNY
WINA NURITA
TARI
NOVIA MAYANG SARI
NURAINI
DEBY CLAUDIA .M.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam dunia kerja, manusia diajari oleh teknologi untuk memecahkan
masalah-masalah kerja secara efisien dan efektif. Tidak heran kalau
hal ini berpengaruh secarakuat terhadap pengelolaan serta organisasi
perusahaan-perusahaan dan industri , agar tak tertinggal dalam
persaingan global.Kemampuan menguasai teknologi tinggi adalah
merupakan syarat mutlak bagi suatunegara untuk memasuki negara
industri baru. Salah satu bidang teknologi tinggi yangsangat
mempengaruhi peradaban manusia di bumi ini adalah teknologi
semikonduktordan mikroelektronika.Dewasa ini bahan semikonduktor
organik mendapat perhatian baik dari kalanganpeneliti maupun
industri. Hal ini dikarenakan sifatnya yang ramah lingkungan, dalam
artimudah hancur dalam alam. Sehingga sampahnya tidak merusak
lingkungan.
Mengingat bahwa semi konduktor sudah umum digunakan pada bahan
komposisi elektronika dan pengunaannya yang luas, sehingga
dibutuhkan pengetahuan tentang aplikasi dan penggunaan bahan
semikonduktor dalam kehidupan sehari-hari. Dengan makalah ini para
pembaca diharapkan dapat mengerti tentang aplikasi dari bahan
semikonduktor dalam kehidupan sehari-hari.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan pemasalahannya
yaitu:
1. Apa saja aplikasi dari bahan semikonduktor dalam kehidupan
sehari-hari?
2. Bagaimana aplikasi bahan semikonduktor dalam kehidupan seharihari?
C. Tujuan
Selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika Zat Padat, makalah
ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui aplikasi dari bahan semikonduktor dalam kehidupan
sehari-hari.
2. Menjelaskan aplikasi dari bahan semikonduktor dalam kehidupan
sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENERTIAN SEMIKONDUKTOR
Semikonduktor adalah logam yang terbuat dari unsur kimia dan
memiliki konduktivitas listrik rendah yang bergantung pada suhu.
Walaupun memiliki konduktivitas listrik yang rendah, namun
semikonduktor ini merupakan jenis penghantar listrik dan penghantar
kalor yang baik. Ada dua jenis semikonduktor, yaitu semikonduktor
intrinsik dan semikonduktor ekstrinsik. Contohnya diantaranya Silikon,
Germanium, dan unsur-unsur yang berada pada golongan IV A.
Teknik pengukuran energi celah dalam semikonduktor dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu teknik penyerapan langsung dan teknik
penyerapan tak langsung.
1. Teknik Penyerapan Langsung: Pada teknik ini, semikonduktor
dijatuhi foton monokromatik dengan energy mulai dari yang terkecil
hingga yang terbesar sedemikian rupa sehingga terjadi penyerapan
foton oleh semikonduktor dan menghasilkan partikel berupa foton.
2. Teknik Penyerapan Tak Langsung: Pada teknik ini, prinsipnya
sama dengan teknik penyerapan langsung, namun menghasilkan 3
partikel, yaitu elektron konduksi, hole, dan fonon.
Dalam semikonduktor akan dihasilkan salah satu partikel yang
bernama hole. Hole ini dianggap sebagai partikel yang bermuatan positif
dengan alasan:

Jumlah energi vektor gelombang elektron dalam pita valensi yang


terisi penuh elektron adalah nol.

Energi hole di pita valensi sama besar dan berlawanan tanda


dengan energi elektron di pita konduksi.

Kecepatan grup hole sama dengan kecepatan grup elektron.

Massa efektif hole sama besar dan berlawanan tanda dengan massa
efektif elektron.

Persamaan gerak untuk hole berlawanan tanda dengan persamaan


gerak elektron.

B. PENERAPAN SEMIKONDUKTOR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


1. Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai
penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching),
stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET),
memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit
sumber listriknya. Transistor pertama kali ditemukan pada tahun
1948 oleh William Shockley, John Barden dan W.H, Brattain. Tetapi,
komponen ini mulai digunakan pada tahun 1958. Jenis Transistor
terbagi menjadi 2, yaitu transistor tipe P-N-P dan transistor N-P-N.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B),


Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya
misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan
yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran
tegangan dan arus output Kolektor.
Cara Kerja Transistor hampir sama dengan resistor yang
mempunyai tipe dasar modern. Tipe dasar modern terbagi menjadi

2, yaitu Bipolar Junction Transistor atau biasa di singkat BJT dan Field
Effect Transistor atau FET. BJT dapat bekerja bedasarkan arus
inputnya, sedangkan FET bekerja berdasarkan tegangan inputnya.
Dalam dunia elektronika modern, transistor merupakan
komponen yang sangat penting terutama dalam rangkaian analog
karena fungsinya sebagai penguat. Rangkaian analog terdiri dari
pengeras suara, sumber listrik stabil dan penguat sinyal radio. Tidak
hanya rangkaian analog, di dalam rangkaian digital juga terdapat
transistor yang digunakan sebagai saklar dengan kecepatan tinggi.
Beberapa transistor juga dapat di rangkai sehingga berfungsi
sebagai logic gate.
Jenis-Jenis
Transistor juga
berbeda-beda,
berdasarkan
kategorinya dibedakan seperti materi semikonduktor, kemasan fisik,
tipe, polaritas, maximum kapasitas daya, maximum frekuensi kerja,
aplikasi dan masih banyak lagi jenis yang lainnya.

2. Dioda
Dioda semi konduktor adalah peralatan elektronika yang
terdiri dari pertemuan semi konduktor tipe P dan tipe N. Elektroda
yang dihubungkan dengan tipe P disebut Anoda, sedangkan yang
dihubungkan dengan tipe N adalah katoda. Dioda dapat berfungsi
sebagai saklar elektronik karena dioda akan melewatkan arus bila
anoda (A) diberi kutub positip dan katoda (K) diberi kutup negatip,
dan tidak akan melewatkan arus apabila keadaan sebaliknya.

Konstruksi dan simbol Dioda

Prinsip Kerja Dioda


Dioda akan mengalirkan arus maju (konduksi) jika diberi bias maju
(forward), apa itu bias maju??? bias maju yaitu pada saat anoda

pada dioda mendapat tegangan positif dan katoda pada dioda


mendapat tegangan negatif. Sebaliknya jika diberi bias mundur
(reverse), diode tidak mengalirkan arus karena mempunyai
resistansi tinggi. Agara lebih jelas lihatlah gambar grafik
karakteristik dioda dibawah ini

Karakteristik Dioda

Sifat Dioda
Pada kenyataanya dioda akan konduksi jika diberi tegangan maju
0,7 volt (silicon) dan 0,3 volt (germanium). Setelah mencapai
tegangan ini seketika kenaikan tegangan akan diikuti kenaikan
arus artinya setelah dioda terkonduksi, dioda mempunyai
resistansi yang kecil. Pada saat diberi bias mundur akan
(resistansi bias mundur belum tentu besar), hal ini dipengaruhi
oleh perubahan temperatur yang diikuti oleh kenaikan arus bocor
(semakin besar temperature akan semakin besar arus bocornya)
Jenis- jenis Dioda
Simbol berbagai jenis dioda

DIODA

DIODA ZENER

LED

DIODA FOTO

DIODA
TEROBOSAN

DIODA
VARAKTOR

DIODA
SCHOTTKY

SCR

Kemasan diode sejajar dengan simbolnya, pita menunjukkan sisi katode


a. Light Emiting Diode (Dioda Emisi Cahaya)

Dioda yang sering disingkat LED ini merupakan salah satu piranti
elektronik yang menggabungkan dua unsur yaitu optik dan
elektronik yang disebut juga sebagai Opteolotronic.dengan masingmasing elektrodanya berupa anoda (+) dan katroda (-), dioda jenis
ini dikategorikan berdasarkan arah bias dan diameter cahaya yang
dihasilkan, dan warna nya.
b. Diode Photo (Dioda Cahaya)

Dioda jenis ini merupakan dioda yang peka terhadap cahaya, yang
bekerja pada pada daerah-daerah reverse tertentu sehingga arus
cahaya tertentu saja yang dapat melewatinya, dioda ini biasa
dibuat dengan menggunakan bahan dasar silikon dan geranium.
Dioda cahaya saat ini banyak digunakan untuk alarm, pita data
berlubang yang berguna sebagai sensor, dan alat pengukur cahaya
(Lux Meter).
c. Diode Varactor (Dioda Kapasitas)

Dioda jenis ini merupakan dioda yang unik, karena dioda ini
memiliki kapasitas yang dapat berubah-ubah sesuai dengan besar
kecilnya tegangan yang diberikan kepada dioda ini, contohnya jika
tegangan yang diberikan besar, maka kapasitasnya akan
menurun,berbanding terbalik jika diberikan tegangan yang rendah
akan semakin besar kapasitasnya, pembiasan dioda ini secara
reverse. Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai pengaturan
suara pada televisi, dan pesawat penerima radio.
d. Diode Rectifier (Dioda Penyearah)

Dioda jenis ini merupakan dioda penyearah arus atau tegangan


yang diberikan, contohnya seperti arus berlawanan (AC)
disearahkan sehingga menghasilkan arus searah (DC). Dioda jenis
ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan
kapasitas tegangan yang dimiliki.
e. Diode Zener
Dioda jenis ini merupakan dioda yang memiliki kegunaan sebagai
penyelaras tegangan baik yang diterima maupun yang dikeluarkan,
sesuai dengan kapasitas dari dioda tersebut, contohnya jika dioda
tersebut memiliki kapasitas 5,1 V, maka jika tegangan yang
diterima lebih besar dari kapasitasnya, maka tegangan yang
dihasilkan akan tetap 5,1 tetapi jika tegangan yang diterima lebih
kecil dari kapasitasnya yaitu 5,1, dioda ini tetap mengeluarkan
tegangan sesuai dengan inputnya.

f. Dioda Schottky (SCR)


DIODA SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda
yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor
masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang
serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah
gate(G).SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan
campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif
Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.

Gambar 6. dioda schottky.


Pada gambar diatas terlihat SCR dengan anoda pada kaki yang
berulir, Gerbang gate pada kaki yang pendek, sedangkan katoda
pada kaki yang panjang.
g. Dioda terobosan
Dioda terobosan atau sering disebut dioda esaki adalah diode
pertemuan P-N yang dibuat dengan menggunakan taraf
pengotoran sangat tinggi. Hasilnya adalah suatu daerah hampa
ultra tipis dan suatu efek yang disebut terobosan. Dalam daerah
panjar maju, arus meningkat sangat cepat untuk tegangan panjar
yang harganya masih rendah. Setelah arus mencapai titik puncak,
penambahan tegangan maju justru menurunkan arus hingga titik
lembah sebelum akhirnya naik lagi. Jatuhnya arus terobosan ke
arah maju menunjukkan adanya suatu karakteristik resistansi
negatif yang memungkinkan diode terobosan digunakan untuk
sakelar cepat dan osilator frekuensi tinggi.
3. Sel Surya

Sel surya atau juga sering disebut fotovoltaik adalah divais


yang mampu mengkonversi langsung cahaya matahari menjadi
listrik. Sel surya bisa disebut sebagai pemeran utama untuk
memaksimalkan potensi sangat besar energi cahaya matahari yang
sampai kebumi, walaupun selain dipergunakan untuk menghasilkan
listrik, energi dari matahari juga bisa dimaksimalkan energi
panasnya melalui sistem solar thermal.
Sel surya dapat dianalogikan sebagai divais dengan dua
terminal atau sambungan, dimana saat kondisi gelap atau tidak
cukup cahaya berfungsi seperti dioda, dan saat disinari dengan
cahaya matahari dapat menghasilkan tegangan. Ketika disinari,
umumnya satu sel surya komersial menghasilkan tegangan dc
sebesar 0,5 sampai 1 volt, dan arus short-circuit dalam skala
milliampere per cm2. Besar tegangan dan arus ini tidak cukup untuk
berbagai aplikasi, sehingga umumnya sejumlah sel surya disusun
secara seri membentuk modul surya. Satu modul surya biasanya
terdiri dari 28-36 sel surya, dan total menghasilkan tegangan dc
sebesar 12 V dalam kondisi penyinaran standar (Air Mass 1.5).
Modul surya tersebut bisa digabungkan secara paralel atau seri
untuk memperbesar total tegangan dan arus outputnya sesuai
dengan daya yang dibutuhkan untuk aplikasi tertentu. Gambar
dibawah menunjukan ilustrasi dari modul su

Modul surya biasanya terdiri dari 28-36 sel surya yang


dirangkai seri untuk memperbesar total daya output. (Gambar :The
Physics of Solar Cell, Jenny Nelson)

Struktur Sel Surya


Sesuai dengan perkembangan sains&teknologi, jenis-jenis teknologi
sel surya pun berkembang dengan berbagai inovasi. Ada yang
disebut sel surya generasi satu, dua, tiga dan empat, dengan
struktur atau bagian-bagian penyusun sel yang berbeda pula (Jenisjenis teknologi surya akan dibahas di tulisan Sel Surya : Jenis-jenis
teknologi). Dalam tulisan ini akan dibahas struktur dan cara kerja
dari sel surya yang umum berada dipasaran saat ini yaitu sel surya
berbasis material silikon yang juga secara umum mencakup struktur
dan cara kerja sel surya generasi pertama (sel surya silikon) dan
kedua (thin film/lapisan tipis).

Str
uktur dari sel surya komersial yang menggunakan material silikon
sebagai semikonduktor. (Gambar:HowStuffWorks)
Gambar diatas menunjukan ilustrasi sel surya dan juga bagianbagiannya. Secara umum terdiri dari :
2. Substrat/Metal backing
Substrat adalah material yang menopang seluruh komponen sel
surya. Material substrat juga harus mempunyai konduktifitas
listrik yang baik karena juga berfungsi sebagai kontak terminal
positif sel surya, sehinga umumnya digunakan material metal
atau logam seperti aluminium atau molybdenum. Untuk sel surya
dye-sensitized (DSSC) dan sel surya organik, substrat juga
berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya sehingga material
yang digunakan yaitu material yang konduktif tapi juga

3.

4.

5.

6.

transparan sepertii ndium tin oxide (ITO) dan flourine doped tin
oxide (FTO).
Material semikonduktor
Material semikonduktor merupakan bagian inti dari sel surya yang
biasanya mempunyai tebal sampai beberapa ratus mikrometer
untuk sel surya generasi pertama (silikon), dan 1-3 mikrometer
untuk sel surya lapisan tipis. Material semikonduktor inilah yang
berfungsi menyerap cahaya dari sinar matahari. Untuk kasus
gambar diatas, semikonduktor yang digunakan adalah material
silikon, yang umum diaplikasikan di industri elektronik. Sedangkan
untuk sel surya lapisan tipis, material semikonduktor yang umum
digunakan dan telah masuk pasaran yaitu contohnya material
Cu(In,Ga)(S,Se)2 (CIGS), CdTe (kadmium telluride), dan amorphous
silikon, disamping material-material semikonduktor potensial lain
yang dalam sedang dalam penelitian intensif
seperti Cu2ZnSn(S,Se)4 (CZTS) dan Cu2O (copper oxide).
Bagian semikonduktor tersebut terdiri dari junction atau
gabungan dari dua material semikonduktor yaitu semikonduktor
tipe-p (material-material yang disebutkan diatas) dan tipe-n
(silikon tipe-n, CdS,dll) yang membentuk p-n junction. P-n
junction ini menjadi kunci dari prinsip kerja sel surya. Pengertian
semikonduktor tipe-p, tipe-n, dan juga prinsip p-n junction dan sel
surya akan dibahas dibagian cara kerja sel surya.
Kontak metal / contact grid
Selain substrat sebagai kontak positif, diatas sebagian material
semikonduktor biasanya dilapiskan material metal atau material
konduktif transparan sebagai kontak negatif.
Lapisan antireflektif
Refleksi cahaya harus diminimalisir agar mengoptimalkan cahaya
yang terserap oleh semikonduktor. Oleh karena itu biasanya sel
surya dilapisi oleh lapisan anti-refleksi. Material anti-refleksi ini
adalah lapisan tipis material dengan besar indeks refraktif optik
antara semikonduktor dan udara yang menyebabkan cahaya
dibelokkan ke arah semikonduktor sehingga meminimumkan
cahaya yang dipantulkan kembali.
Enkapsulasi / cover glass
Bagian ini berfungsi sebagai enkapsulasi untuk melindungi modul
surya dari hujan atau kotoran.

Cara kerja sel surya


Sel surya konvensional bekerja menggunakan prinsip p-n junction,
yaitu junction antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n.
Semikonduktor ini terdiri dari ikatan-ikatan atom yang dimana
terdapat elektron sebagai penyusun dasar. Semikonduktor tipe-n

mempunyai kelebihan elektron (muatan negatif) sedangkan


semikonduktor tipe-p mempunyai kelebihan hole (muatan positif)
dalam struktur atomnya. Kondisi kelebihan elektron dan hole
tersebut bisa terjadi dengan mendoping material dengan atom
dopant. Sebagai contoh untuk mendapatkan material silikon tipe-p,
silikon didoping oleh atom boron, sedangkan untuk mendapatkan
material silikon tipe-n, silikon didoping oleh atom fosfor. Ilustrasi
dibawah menggambarkan junction semikonduktor tipe-p dan tipe-n.

Junction antara semikonduktor tipe-p (kelebihan hole) dan tipe-n


(kelebihan elektron). (Gambar : eere.energy.gov)
Peran dari p-n junction ini adalah untuk membentuk medan listrik
sehingga elektron (dan hole) bisa diekstrak oleh material kontak
untuk menghasilkan listrik. Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n
terkontak, maka kelebihan elektron akan bergerak dari
semikonduktor tipe-n ke tipe-p sehingga membentuk kutub positif
pada semikonduktor tipe-n, dan sebaliknya kutub negatif pada
semikonduktor tipe-p. Akibat dari aliran elektron dan hole ini maka
terbentuk medan listrik yang mana ketika cahaya matahari
mengenai susuna p-n junction ini maka akan mendorong elektron
bergerak dari semikonduktor menuju kontak negatif, yang
selanjutnya dimanfaatkan sebagai listrik, dan sebaliknya hole
bergerak menuju kontak positif menunggu elektron datang, seperti
diilustrasikan pada gambar dibawah.

Ilustrasi cara kerja sel surya dengan prinsip p-n junction.


(Gambar : sun-nrg.org)
*Definisi dari istilah-istilah teknis diartikel ini bisa ditemukan di menu
Daftar istilah-istilah
4. Mikroprosesor

Mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated Circuit) yang digunakan


sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem computer.
Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor.
Pertama kali MIkroprosesor dikenalkan pada tahun 1971 oleh Intel
Corp, yaitu Mikroprosesor Intel 4004 yang mempunyai arsitektur 4 bit.
Dengan penambahan beberapa peripheral (memori, piranti I/O, dsb)
Mikroprosesor 4004 di ubah menjadi komputer kecil oleh intel.
Kemudian mikroprosesor ini di kembangkan lagi menjadi 8080
(berasitektur 8bit), 8085, dan kemudian 8086 (berasitektur 16bit). Dilain
pihak perusahaan semikonduktor laen juga memperkenalkan dan
mengembangkan mikroprosesor antara lain Motorola dengan M6800, dan
Zilog dengan Z80nya.
Mikroprosesor Intel yang berasitektur 16 bit ini kebanyakan di akhiri
oleh angka 86, akan tetapi karena nomor tidak dapat digunakan untuk
merek dagang mereka menggantinya dengan nama pentium untuk merek

dagang Mikroprosesor generasi kelima mereka. Arsitektur ini telah dua


kali diperluas untuk mengakomodasi ukuran word yang lebih besar.
5. Thermistor

Sebuah thermistor dibuat dari bahan semikonduktor. Komponen ini


dapat dibuat dalam bentuk piringan, batangan, atau butiran. Thermistor
butiran dapat memiliki ukuran diameter yang hanya beberapa milimeter.
Pada beberapa thermistor butiran, butir semikonduktor dibungkus oleh
sebuah kapsu kaca.
Karena ukuran kaca yang sangat kecil, thermistor butiran dapat
memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan suhu.
Thermistor memiliki dua buah kaki terminal. Sebagian besar thermistor
memiliki tahanan yang nilainya akan semakin mengecil dengan
bertambahnya suhu. Thermistor jenis ini disebut sebagai thermistor
koefsien suhu negatif (negative temperature coefficient) atau
thermistor ntc. Thermistor-thermistordengan
koefesien
suhu
yang
positif (positive temperature cofficient) (ptc) juga tersedia di pasaran,
namun lebih jarang digunakan.
Thermistor digunakan di dalam rangkaian-rangkaian pengukur suhu
atau yang memberikan tanggapan-tanggapan tertentu terhadap
perubahan suhu. Kompenen ini juga dapat digunakan dalam yang akan
mengalami gangguan-gangguan, atau bahkan kerusakan, akibat
perubahan suhu. Thermistor secara otomatis akan bekerja untuk
menetralkan efek perubahan suhu.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Aplikasi dari bahan semikonduktor dalam kehidupan sehari- hari
antara lain :
1. Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai
penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching),
stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
Jenis transistor terbagi 2, yaitu NPN dan PNP.
Aplikasi dari transistor itu sendiri yaitu Amplifier, saklar, pengeras
suara, dll.
2. Dioda
Dioda semi konduktor adalah peralatan elektronika yang terdiri dari
pertemuan semi konduktor tipe P dan tipe N. Elektroda yang
dihubungkan dengan tipe P disebut Anoda, sedangkan yang
dihubungkan dengan tipe N adalah katoda.
Prinsip Kerja Dioda
Dioda akan mengalirkan arus maju (konduksi) jika diberi bias maju
(forward), sebaliknya jika diberi bias mundur (reverse), diode tidak
mengalirkan arus karena mempunyai resistansi tinggi.
Jenis-jenis dioda
1. Dioda biasa
2. Dioda Zener
3. LED
4. Dioda Foto
5. Dioda Terobosan
6. Dioda Varaktor
7. Dioda Schottky
8. SCR
3. Sel Surya
Sel surya merupakan alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah
wilayah besar diode p-m junction sehingga bisa mengkonversi
energi dari cahaya matahari menjadi energi listrik.
Struktur Sel Surya
1. Substrat/Metal backing
2. Material semikonduktor
3. Kontak metal / contact grid
4. Lapisan antireflektif

5. Enkapsulasi / cover glass


4. Mikroprosesor
Mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated Circuit) yang digunakan
sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem computer.
Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor.
5. Thermistor
Sebuah thermistor dibuat dari bahan semikonduktor. Komponen ini
dapat dibuat dalam bentuk piringan, batangan, atau butiran.
Thermistor digunakan di dalam rangkaian-rangkaian pengukur suhu
atau yang memberikan tanggapan-tanggapan tertentu terhadap
perubahan suhu. Thermistor secara otomatis akan bekerja untuk
menetralkan efek perubahan suhu.
B. SARAN
Setelah membaca makalah ini, diharapkan para pembaca lebih
memahami tentang aplikasi dari bahan semikonduktor dan penerapan
dalam kehidupan sehari-hari. Dan penulis sangat menerima saran dan
kritik dari pembaca untuk makalah ini menjadi lebih baik lagi. Karena
tak ada gading yang tak retak, begitu pun dengan kami.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor
http://komponenelektronika.biz/pengertian-transistor.html
https://endahswardani.wordpress.com/tag/semikonduktor/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_surya
http://ilmulistrik.com/dioda-semi-konduktor.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Diode