Anda di halaman 1dari 10

PENGANTAR BIOTEKNOLOGI

VIRGIN COCONUT OIL

Disusun Oleh:
Nama
Nim
Kelas/klp
Asisten

:
:
:
:

Ririn Feriana Basri


1114140015
B/Ix
Andi Asrini Nurani Ulfa

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


2014

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Pengantar Bioteknologi dengan judul Virgin


Coconut Oil (VCO) disusun oleh:
Nama

: Ririn Feriana Basri

Nim

: 101414015

Kelas

:B

Kelompok

: IX (sembilan)

telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka
dinyatakan diterima.
Makassar, Mei 2014
Koordinator Asisten

Asisten

Surahman Nur, S.Pd.,M.Pd

Andi Asrini Nurani Ulfa


Nim. 101414049

Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab

Hartono, S.Si, S.Pd, M.Biotech


NIP 1980 0624 2008 12 1 003

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara dengan komoditi perkebunan kelapa yang
besar dan tersebar hampir di seluruh daerah. Kelapa (Cocos nucifera L)
merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting bagi Indonesia
disamping kakao, kopi, lada, dan vanili. Komoditi ini telah lama dikenal dan
sangat berperan bagi kehidupan bangsa Indonesia baik ditinjau dari aspek
ekonomi maupun aspek sosial budaya karena komoditi ini termasuk tanaman
serbaguna, baik untuk keperluan pangan maupun non pangan.
Salah satu produk olahan dari kelapa adalah minyak. Minyak kelapa
adalah salah satu contoh produk yang paling dibutuhkan oleh masyarakat,
terutama untuk keperluan konsumsi. Minyak kelapa pada umunya digunakan
sebagai minyak penggorengan. Karena keberadaannya begitu penting,
sehingga produksi minyak kelapa ini harus terus ada. Dan diupayakan dengan
kualitas yang tinggi. Salah satu produk minyak berkualitas dari kelapa adalah
minyak kelapa murni.
Minyak kelapa murni dibuat dari bahan baku kelapa segar yang melalui
proses terkendali tanpa pemanasan dan tentunya tanpa bahan kimia. Sehingga
baik untuk keperluan konsumsi. Selain keperluan konsumsi, minyak kelapa
murni atau pada kalangan masyarakat disebut sebagai minyak perawan (virgin
coconut oil) memiliki banyak manfaat, misalnya saja dalam menyembuhkan
dan membantu mengobati berbagai macam penyakit.
Minyak kelapa murni ini merupakan modifikasi proses pembuatan
minyak kelapa sehingga dihasilkan proseuk dengan kadar air dan kadar asam
lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbaru harum, serta mempunyai
daya simpan yang cukup lama. Jadi, berdasarkan uraian singkat diatas,
dilakuaknlah praktikum ini dengan judul Virgin Coconut Oil adalah untuk
mengetahui bagaimana proses pembuatan minyak murni tersebut sehingga
dihasilkan minyak yang kadar air dan kadar lemaknya rendah.
B. Tujuan Praktikum
Berdasarkan latar belakang diatas, adapun tujuan dari praktikum ini
yaitu untuk mengetahui cara pembuatan minyak murni (Virgin Coconut Oil)
sehingga dihasilkan minyak dengan kadar air dan kadar lemak rendah.
C. Manfaat Praktikum

Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu dapat mengetahui cara


pembuatan minyak murni (Virgin Coconut Oil) sehingga dihasilkan minyak
dengan kadar air dan kadar lemak rendah.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kelapa (Cocos nucifera L) merupakan salah satu komoditi perkebunan
yang penting bagi Indonesia disamping kakao, kopi, lada, dan vanili. Komoditi ini
telah lama dikenal dan sangat berperan bagi kehidupan bangsa Indonesia baik
ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek sosial budaya karena komoditi ini
termasuk tanaman serbaguna, baik untuk keperluan pangan maupun non pangan.
Buah kelapa merupakan bagian paling penting dari tanaman kelapa karena mempunyai nilai ekonomis dan gizi yang tinggi. Buah kelapa tua terdiri dari empat
komponen utama, yaitu 35 % sabut, 12 % tempurung, 28 % daging buah dan 25 %
air kelapa (Hamzah, 2009).
Minyak kelapa kasar adalah salah satu produk yang dihasilkan dari
tanaman kelapa, tetapi nilai tambah dan manfaatnya untuk kesehatan masih sangat
kecil. Seiring dengan berkembangnya teknologi memunculkan produk baru yang

mempuyai nilai tambah yang tinggi dan sebagai minyak goreng kualitas tinggi
serta memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Produk tersebut adalah minyak
kelapa murni (Virgin Coconut Oil), merupakan minyak yang diperoleh dari daging
buah kelapa tua segar yang diperas dengan atau tanpa penambahan air, tanpa
pemanasan atau dengan pemanasan kurang dari 60C dan aman dikonsumsi
manusia (Fatwatun, 2013).
Virgin Coconut Oil atau biasa disingkat dengan VCO adalag minyak
murni yang dibuat dari bahan kelapa segar dengan proses tanpa pemanasan.
Proses pembuatan yang tepat akan menghasilkan minyak VCO yang berkualitas.
Minyak VCO memiliki sebutan yang bermacam-macam. VCO merupakan
modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan
kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau
harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan
(Hala, 2014).
VCO terbuat dari daging kelapa yang masih segar. Proses pembuatannya
dilakukan dalam suhu yang rendah. Cara membuatnya, daging buah kelapa
diperas santannya, lalu dipanaskan dengan suhu rendah. Selanjutnya dilakukan
proses fermentasi, pendinginan, penambahan enzim, dan tekanan mekanis atau
sentrifugasi. Proses pembuatan minyak kelapa murni ini sama sekali tidak
menggunakan zat kimia organis dan pelarut minyak. Dari proses seperti ini, rasa
minyak yang dihasilkan lembut dengan bau khas kelapa yang unik. Jika
membeku, warna minyak kelapa ini putih murni. Sedangkan jika cair, VCO tidak
berwarna (bening). Asam lemak dalam minyak kelapa ini memiliki beberapa sifat
antimikroba dan antivirus. Karenanya, VCO mendukung sistem kekebalan tubuh,
membantu mencegah infeksi virus, mengurangi risiko kanker, dan penyakit
degeneratif lainnya. VCO juga memiliki sifat menyehatkan, sebab minyak jenis
ini tidak memproduksi radikal bebas, memperbaiki laju metabolisme, memberikan
gizi penting yang diperlukan untuk kesehatan tubuh, serta mengandung
antioksidan dan vitamin E yang bisa membantu mencegah penyakit kanker.
Minyak kelapa murni juga memiliki sejumlah sifat fisik yang menguntungkan. Di
antaranya, memiliki kestabilan secara kimia, bisa disimpan dalam jangka panjang
dan tidak cepat tengik, serta tahan terhadap panas. VCO juga diyakini baik untuk

kesehatan kulit. Sebab minyak ini mudah diserap oleh kulit dan mengandung
vitamin E. Minyak ini juga membantu menjaga kulit agar tetap lembut dan halus,
serta mengurangi risiko terkena kanker kulit (Edahwati, 2011).
VCO sangat kaya dengan kandungan asam laurat (laurat acid) berkisar
5070 %. Di dalam tubuh manusia asam laurat akan diubah menjadi monolaurin
yang bersifat antivirus, antibakteri dan antiprotozoa serta asamasam lain seperti
asam kaprilat, yang didalam tubuh manusia diubah menjadi monocaprin yang
bermanfaat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus HSV2 dan HIV1 dan
bakteri neisseria gonnorhoeae. Virgin Coconut Oil juga tidak membebani kerja
pankreas serta dalam energi bagi penderita diabetes dan mengatasi masalah
kegemukan/obesitas. Oleh karena pemanfaatannya yang cukup luas, maka dengan
pembuatan minyak kelapa murni ini dapat menjadi salah satu obat alternatif,
selain itu juga dapat meningkatkan nilai ekonomi (Cristianti, 2009).

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal
: Sabtu - Senin, 10 - 12 Mei 2014
Waktu
: Pukul 13.00 s/d selesai
Tempat
: Laboratorium Biologi Lantai II Barat FMIPA UNM
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Baskom plastik
b. Gelas kimia
c. Penyaring
d. Corong
e. Plastik
f. Karet gelang
g. Botol
h. Selang
i. Tiang titrasi
2. Bahan
a. Kelapa parut
b. Aquadest
c. Kapas
C. Prosedur Kerja
1. Menyiapkan kelapa parut (dari kelapa 3 buah) kemudian menambahkan air
sebanyak 2 liter.

2. Memeras kelapa sehingga didapatkan santan.


3. Memasukkan santan kedalam alat yang disiapkan (botol yang dilubangi
dan telah disambungkan dengan selang).
4. Mendiamkan selam 2 hari.
5. Menyaring dengan menggunakan corong yang dilapisi kapas.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Tabel hasil pengamatan volume VCO yang dihasilkan
Kelompok
I, II, III, IV
V, VI, VII
VIII, IX, X, XI

Santan
1000 ml
1000 ml
1000 ml

Volume VCO
55 ml
90 ml
140 ml

B. Pembahasan
Berdasarkan tabel pengamatan diatas, terlihat volume VCO yang
dihasilkan untuk 3 kelompok berbeda-beda dengan volume air yang
digunakan sama untuk setiap kelompok yaitu 2000 ml, dan santan yang
digunakan 1000 ml. Pembuatan VCO pada praktikum ini tidak menggunakan
starter, hanya didiamkan selama 2 hari, dan menggunakan alat yang
dirancang/dibuat sendiri. Dalam dua hari, minyak VCO akan terpisah dengan
blondo, dan untuk mendapatkan minyak tersebut dilakuakan penyaringan.
Dalam penyaringan tersebutlah salah satu penentu banyaknya minyak VCO
yang dihasilkan. Jika dalam penyaringan blondo ikut tersaring maka hasil
hasil akhir diperoleh minyak dengan volume yang banyak.
Menurut Cristiani (2009), dilihat dari warnanya, minyak kelapa murni
jauh lebih bening seperti air mineral. Selain itu kadar air dan asam lemak
bebasnya kecil, serta kandungan asam lauratnya tinggi. Minyak kelapa murni
mengandung anti oksidan bebas sehingga mampu menjaga kekebalan tubuh.
Proses pembuatan minyak kelapa murni ini sama sekali tidak menggunakan
zat kimia organis dan pelarut minyak. Dari proses seperti ini, rasa minyak
yang dihasilkan lembut dengan bau khas kelapa yang unik. Jika minyak
membeku, warna minyak kelapa ini putih murni. Sedangkan jika cair, VCO
tidak berwarna ( bening ). Minyak kelapa murni tidak mudah tengik karena
kandungan asam lemak jenuhnya tinggi sehingga proses oksidasi tidak mudah

terjadi. Namun, bila kualitas VCO rendah, proses ketengikan akan berjalan
lebih awal. Hal ini disebabkan oleh pengaruh oksigen, keberadaan air, dan
mikroba yang akan mengurangi kandungan asam lemak yang berada dalam
VCO menjadi komponen lain. Secara fisik, VCO harus berwarna jernih. Hal
ini menandakan bahwa di dalamnya tidak tercampur oleh bahan dan kotoran
lain. Apabila didalamnya masih terdapat kandungan air, biasanya akan ada
gumpalan berwarna putih. Keberadaan air ini akan mempercepat proses
ketengikan. Selain itu, gumpalan tersebut kemungkinan juga merupakan
komponen blondo yang tidak tersaring semuanya.
Pembuatan VCO dapat dilakuakn dengan menggunakan beberapa
cara, namun dalam praktikum ini dilakukan dengan metode fermentasi.
Menurut Cristiani (2009), pembuatan minyak secara fermentasi pada
prinsipnya adalah pengrusakan protein yang menyelubungi globula lemak
menggunakan menggunakan enzim enzim proteolitik. Enzim yang dimaksud
adalah enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau tanaman sebagai
inokulum. Pada pembuatan minyak kelapa dengan fermentasi, krim yang
didapatkan dicampurkan dengan laru atau ragi tempe yang mengandung
Rhizopus Oligosporus. Mikroba ini mempunyai kemampuan menghasilkan
enzim protease dan lipase yang dapat menghidrolisis minyak dengan didukung
oleh kadar air yang tinggi. Namun, dalam praktikum ini tidak digunakan
penambahan mikroba yang dimaksud, sehingga fermentasi yang terjadi secara
alami.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

Berdasarkan tujuan dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka


dapat disimpulkan bahwa VCO dapat dibuat melalui proses fermentasi, dan
dapat mengahsilkan minyak meskipun tanpa penambahan mikroba sebagai
agen fermentasi. Banyaknya volume minyak VCO yang dihasilkan tergantung
dari cara pemerahan kelapa dan penyaringan minyak (pemisahan minyak
dengan blondo).
B. Saran
Diharapkan untuk praktikum selanjutnya agar memperhartikan
penggunaan bahan pembuatan VCO, serta menyiapkan referensi berupa
jurnal-jurnal penelitian yang berkaitan dengan praktikum yang akan
dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA
Cristianti, Laras dan Adi Hendra Prakosa. 2009. Pembuatan Minyak Kelapa
Murni ( Virgin Coconut Oil ) Menggunakan Fermentasi Ragi Tempe.
Surakarta : Program Studi Diii Teknik Kimia Jurusan Teknik Kimia Fakultas
Teknik Universitas Sebelas Maret.
Edahwati, Luluk. 2011. Aplikasi Penggunaan Enzym Papain Dan Bromelin
Terhadap Perolehan VCO. Jakarta : UNP Press.
Fatwatun, Nely, et.all. 2013. Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Pemecahan
Emulsi dengan Metode Ultrasonik. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri,
Vol. 2.

Hala, Yusminah dan Hartono. 2014. Penuntun Praktikum Bioteknologi. Makassar :


Jurusan Biologi FMIPA UNM.
Hamzah, Faisal dan Dahlan. 2009. Teknologi Virgin Coconut Oil (Vco) Untuk
Pemberdayaan Wanita Tani Di Desa Barang, Kecamatan Liliriaja,
Kabupaten Soppeng. Jurnal Agrisistem, Vol. 5 No. 1.

LAMPIRAN

50 ml

99 ml

140 ml

Anda mungkin juga menyukai