Anda di halaman 1dari 12

TINDAKAN SOSIAL MENURUT MAX WEBER.

dalam Masyarakat
Multikultural

1.
2.
3.
4.
5.

Max Weber adalah salah satu ahli sosiologi dan sejarah bangsa Jerman, lahir di Erfurt,
21 April 1864 dan meninggal dunia di Munchen, 14 Juni 1920. Weber adalah guru besar di
Freiburg (1894-1897), Heidelberg (sejak 1897), dan Munchen (1919-1920). Weber melihat
sosiologi sebagai sebuah studi tentang tindakan sosial antar hubungan sosial; dan itulah
yang dimaksudkan dengan pengertian paradigma definisi atau ilmu sosial itu (Ritzer 1975).
Tindakan manusia dianggap sebagai sebuah bentuk tindakan sosial manakala tindakan itu
ditujukan pada orang lain.
Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu tindakan individu sepanjang tindakan
itu mempunyai makna atau arti subjektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain
(Weber dalam Ritzer 1975). Suatu tindakan individu yang diarahkan kepada benda mati
tidak masuk dalam kategori tindakan sosial. Suatu tindakan akan dikatakan sebagai tindakan
social ketika tindakan tersebut benar-benar diarahkan kepada orang lain (individu lainnya).
Meski tak jarang tindakan sosial dapat berupa tindakan yang bersifat membatin atau
bersifat subjektif yang mungkin terjadi karena pengaruh positif dari situasi tertentu. Bahkan
terkadang tindakan dapat berulang kembali dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi
yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Weber dalam Turner
2000).
Ciri-ciri tindakan sosial
Ada 5 ciri pokok Tindakan sosial menurut Max Weber sebagai berikut:
Jika tindakan manusia itu menurut aktornya mengandung makna subjektif dan hal ini bisa
meliputi berbagai tindakan nyata
Tindakan nyata itu bisa bersifat membatin sepenuhnya
Tindakan itu bisa berasal dari akibat pengaruh positif atas suatu situasi, tindakan yang
sengaja diulang, atau tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam dari pihak mana pun
Tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu
Tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain itu.
Selain kelima ciri pokok tersebut, menurut Weber tindakan sosial dapat pula dibedakan dari
sudut waktu sehingga ada tindakan yang diarahkan kepada waktu sekarang, waktu lalu, atau
waktu yang akan datang. Sasaran suatu tindakan social bisa individu tetapi juga bisa kelompok
atau sekumpulan orang. Campbell (1981).
Tipe tindakan sosial

Weber membedakan tindakan sosial manusia ke dalam empat tipe yaitu:


1. Tindakan rasionalitas instrumental (Zwerk Rational)
Tindakan ini merupakan suatu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas
pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan
alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Contohnya : Seorang siswa yang sering terlambat
dikarenakan tidak memiliki alat transportasi, akhirnya ia membeli sepeda motor agar ia datang
kesekolah lebih awal dan tidak terlambat. Tindakan ini telah dipertimbangkan dengan matang

agar ia mencapai tujuan tertentu. Dengan perkataan lain menilai dan menentukan tujuan itu
dan bisa saja tindakan itu dijadikan sebagai cara untuk mencapai tujuan lain.
2. Tindakan rasional nilai (Werk Rational)
Sedangkan tindakan rasional nilai memiliki sifat bahwa alat-alat yang ada hanya merupakan
pertimbangan dan perhitungan yang sadar, sementara tujuan-tujuannya sudah ada di dalam
hubungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolut. Contoh : perilaku beribadah atau
seseorang mendahulukan orang yang lebih tua ketika antri sembako. Artinya, tindakan sosial ini
telah dipertimbangkan terlebih dahulu karena mendahulukan nilai-nilai sosial maupun nilai
agama yang ia miliki.
3. Tindakan afektif/Tindakan yang dipengaruhi emosi (Affectual Action)
Tipe tindakan sosial ini lebih didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau
perencanaan sadar. Tindakan afektif sifatnya spontan, tidak rasional, dan merupakan ekspresi
emosional dari individu. Contohnya: hubungan kasih sayang antara dua remaja yang sedang
jatuh cinta atau sedang dimabuk asmara.Tindakan ini biasanya terjadi atas rangsangan dari luar
yang bersifat otomatis sehingga bias berarti
4. Tindakan tradisional/Tindakan karena kebiasaan (Traditional Action)
Dalam tindakan jenis ini, seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang
diperoleh dari nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan. Tindakan pulang
kampong disaat lebaran atau Idul Fitri.
Daftar Pustaka
Johnson, D.P. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Terjemahan Robert MZ Lawang.
Jakarta: Gramedia.
Ritzer, G. 1992. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Terjemahan Alimandan.
Jakarta: Rajawali.
Ritzer, G dan Goodman Douglas J. 2005. Teori Sosiologi Modern. Terjemahan Alimandan.
Jakarta:
Prenada Media.
Soekanto, S. 1995. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
http://khairulazharsaragih.blogspot.com/2014/01/tindakan-sosial-menurut-maxweber.html

Teori Tindakan Sosial Max Weber

Tindakan sosial terjadi ketika individu melekatkan makna subjektif pada tindakan
mereka. Hubungan sosial menurut Weber yaitu suatu tindakan dimana beberapa aktor yang
berbeda-beda, sejauh tindakan itu mengandung makna dihubungkan serta diarahkan kepada
tindakan orang lain. Masing-masing individu berinteraksi dan saling menanggapi .
Weber juga membicarakan bentuk-bentuk empiris tindakan sosial dan antar-hubungan
sosial tersebut. Weber membedakan dua jenis dasar dari pemahaman yang bersifat tafsiran dari
arti, dari tiap jenis pemahaman ini bisa dibagi sesuai dengan masing-masing pertaliannya,
dengan menggunakan tindakan rasional ataupun emosional. Jenis pertama adalah pemahaman
langsung yaitu memahami suatu tindakan dengan pengamatan langsung. Kedua, pemahaman
bersifat penjelasan. Dalam tindakan ini tindakan khusus aktor ditempatkan pada suatu urutan
motivasi yang bisa dimengerti, dan pemahamannya bisa dianggap sebagai suatu penjelasan dari
kenyataan berlangsungnya perilaku.
Max Weber dalam (J Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, 2006:18) mengklasifikasikan
empat jenis tindakan sosial yang mempengaruhi sistem dan struktur sosial masyarakat yaitu;
a. Rasionalitas instrumental
Yaitu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan
sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan
untuk mencapainya.
b. Rasionalitas yang berorientasi nilai
Alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar,
sementara tujuan-tujuannya sudah ada didalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang
bersifat absolut.
c. Tindakan tradisional
Seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari nenek
moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan.
d. Tindakan afektif
Tindakan ini didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan
sadar. Tindakan afektif bersifat spontan, tidak rasional dan merupakan refleksi emosional dari
individu.

Menurutnya bahwa keempat tindakan tersebut sulit diwujudkan dalam kenyataan, namun
apapun wujudnya hanya dapat dimengerti menurut arti subjektif dan pola-pola motivasional yang
berkaitan dengan itu. Sebuah interaksi sosial akan kacau bilamana antara pihak-pihak yang
berinteraksi tidak saling memahami motivasi dan makna tindakan sosial yang mereka lakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Ritzer, George dan Douglas J Goodman. 2009. Teori Sosiologi. Yogyakarta : Kreasi Wacana
Zeitlin, Irving M. 1995. Memahami Kembali Sosiologi. Gadjah Mada University Press :
Yogyakarta

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang telah menciptakan makhluk yang luar
biasa yaitu manusia yang telah memberi ridho kepada kami sehingga dapat
menyelesaikan makalah kami ini.

Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjung nabi Muhammad SAW
yang nanti pada hari kiamat akan dinanti-nantikan syafaatnya. Selanjutnya kami
ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengajar, melatih dan
membantu hingga menyelesaikan makalah kami ini, untuk memenuhi tugas mata
kuliah teori-teori sosial dari Bapak Suyanto, S.Sos, M.Si dengan judul
teor sosiali max weber.

Didalam pembuatan makalah ini banyak sekali kekurangan dan kekeliruan,


untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga
dimasa yang akan datang kami bisa menyempurnakan makalah yang kami buat.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang sosial max weber


Memang sangat banyak tokoh-tokoh paradikmah definisi sosial dan salah
satu tokoh yang sangat popular dalam paradikma definisi social adalah Max Weber.
Dalam analisisnya tentang tindakan sosial (social action), Weber memperkenalkan
konsep tentang makna suatu tindakan. Inti tesisnya adalah bahwa suatu tindakan
manusia itu penuh dengan arti. Oleh karena itu Weber di klasifikasikan sebagai
salah satu tokoh yang menghasilkan teori yang dapat di kategorikan ke dalam
paradikma definisi sosial.

1.
2.
3.
4.

Sosiolog ini dilahirkan di jerman, tepatnya di kota Erfurt pada tanggal 21 april
1864. Max weber sangat banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan teori
sosial modern, seperti:
Teori tindakan sosial (social action).
Teori interaksi
Teori konflik neo- Weberian
Teori etika protestan
Orang tua weber barasal dari kalangan menengah. Ayahnya bekerja sebagai
birokrat dan Ibunya sebagai penganut Calvinisme yang setia. Meskipun pada
awalnya ia dekat pada ayahnya tetapi akhirnya ia lebih dekat dengan ibunya, dan
hal ini membawah pengaruh pada keyakinan agama sebagaimana yang di yakini
ibunya. Pada umur belasan tahun ia sudah masuk Universitas Heidelberg hingga
menjadi ahli hukum seperti ayahnya. Pada umur 1884, seusai wajib militer ia
kembali ke berlin dan kuliah di universitas berlin selama delapan tahun hinggah
merai gelar doctor. Meskipun ia seorang ahli hukum, tetapi weber masih juga
tertarik pada sosiologi, ekonomi, dan sejarah.
Jalan ibunya yang esketik: memiliki kedisiplinan, kerja keras, menabung. Pada
tahun 1896, ia memperoleh profesor di bidang ekonomi di universitas Heidelberg,
meskipun setahun kemudian prestasi akademisnya sangat merosot, akibat
kematian ayahnya, padahal ia belum selesai berdebat dengan ayahnya, akibatnya
ia mengalami sulit tidur dalam waktu yang sangat lama (selama enam hingga tujuh
tahun). Banyak orang kemudian mengatakan bahwa ia mengalami breakdown. pada
tahun 1903 berulah ia menyadari bhwa kehidupan adalah sebagai orang akademisi,
kemudia ia dikirim ke amerika serikat selama enam tengahan tahun menerbitkan

buku yang berjudul The Protestan Ethic And The Spirit Of Capital sebagai karya
yang di ilhami oleh sikap ibunya yang sangat asketik. Sejak saat itulah weber
tertarik kepada studi-studi agama yang di hubungkan dengan aspek kehidupan
sosial dan kesejarahan.

Rumusan masalah
1.

Konteks sosial dan politik apa yang melatar belakangi teori Max weber ?

2.

Realitas sosial apa yang mendasari teori Max weber?

3.

Aliran pemikiran apa saja yang mempengaruhi pemikiran Max weber ?

4.

Fenomena sosial apa saja yang dipertanyakan?

5.

Dan bagaimana teori atau tindakan max weber terhadap pengaruh sosial?

BAB II
PEMBAHASAN

Konteks sosial dan politik yang melatarbelakangi teori


Latar belakang politik yang berkembang di jerman pada waktu Weber
menjadi seorang pemikir sangatlah tegang dan penuh kontradiksi. Meskipun jerman
mengalami masa damai selama 43 tahun, namun setelah pecah perang dunia II,
dan pemerintahan Bismarck berakhir terlihat sekali pada kebijakan luar negeri
jerman yang sangat buruk karena condong ke kebijakan colonial ekspansi militer.
Hal ini sebagai akibat emosi jerman untuk menyaingi inggris yang telah menjadi
Negara industri dan bersifat ekspansionis. Di bidang ekinomi, terlihat jerman barat
telah menjadi industri dan borjuasi yang sangat kuat, meskipun di jerman timur
masih di kuasai oleh aristrokasi dengan pola hidup feodal, sehingga terjadi
ketimpangan sosial sementara ada yang telah menjadi kelas borjuis yang berhasil
meskipun mereka tetap menginginkan hidup aristokrasi.
Dari berbagai kontradiksi tersebut, weber memiki pendirian yang moderat,
terlihat dalam tulisan-tulisannya. Meskipun pada akhirnya juga terlibat pada urusan
politik, terutama pada akhir hidupnya, yakni terlibat di dalam partai Demokrat
jerman, yaitu partai kaum borjuis liberal. Hal ini bukan berarti weber tidak sampai
terhadap kaum pekerja, karena ia tidak yakin kalau partainya berjuang untuk kaum
proletar.

Realitas sosial yang mendasari teori


Max weber mengatakan, individu manusia dalam masyarakat merupakan
aktor yang kreatif dan realitas sosial bukan merupakan alat yang setatis dari pada
paksaan fakta sosial. Artinya, tindakan manusia tidak sepenuhnya di tentukan oleh
norma, kebiasaan,nilai, dan sebagainya yang mencakup di dalam konsep fakta
sosial. Walaupun pada akhirnya weber mengakui bahwa dalam masyarakat terdapat
setruktural sosisal dan pranata sosial. Dikatakan bahwa setruktur sosial dan pranta
sosial merupakan dua konsep yang saling berkaitan dalam membentuk tindakan
sosial.
Aliran pemikiran yang memengaruhi teori
Fakta yang dianut oleh weber tampak ada kesamaan dengan paradigma yang
di anut oleh Emile Durkheim tentang paradigma fakta sosial, di mana studi historis
studi komperatif yang di lakukan weber terhadap pengaruh agama dan kehidupan
ekonomi yang telah menjadi model atau metode dalam mempelajari fakta sosial.

Karya-karya utama max weber


Methodologhcal Essays (1902)
The protestant etich and the spirit of capitalism (1902-4)
Economy and society (1910-14)
Sociology of religion (1916)

Fenomena sosial yang dipertanyakan


Fenomena sosial yang dipertanyakan oleh weber menyangkut apa yang
dimaksud dengan aksi sosial itu? Apa dan bagaimanakah konsep tindakan sosial
itu? Factor-faktor sosial apakah yang menyebabkan terjadinya tindakan sosial?
Bagaimana cara membedakan antara tindakan sosisal dan bukan tindakan sosial?
Hal-hal itulah yang oleh weber dirumuskan sebagai pijakan pengembangan ilmuilmu sosial.

Teori tindakan sosial max weber


Tindakan sosial terjadi ketika individu melekatkan makna subjektif pada
tindakan mereka. Hubungan sosial menurut Weber yaitu suatu tindakan dimana

beberapa aktor yang berbeda-beda, sejauh tindakan itu mengandung makna


dihubungkan serta diarahkan kepada tindakan orang lain. Masing-masing individu
berinteraksi dan saling menanggapi .
Weber juga membicarakan bentuk-bentuk empiris tindakan sosial dan antarhubungan sosial tersebut. Weber membedakan dua jenis dasar dari pemahaman
yang bersifat tafsiran dari arti, dari tiap jenis pemahaman ini bisa dibagi sesuai
dengan masing-masing pertaliannya, dengan menggunakan tindakan rasional
ataupun emosional. Jenis pertama adalah pemahaman langsung yaitu memahami
suatu tindakan dengan pengamatan langsung. Kedua, pemahaman bersifat
penjelasan. Dalam tindakan ini tindakan khusus aktor ditempatkan pada suatu
urutan motivasi yang bisa dimengerti, dan pemahamannya bisa dianggap sebagai
suatu penjelasan dari kenyataan berlangsungnya perilaku.
Max Weber dalam (J Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, 2006:18)
mengklasifikasikan empat jenis tindakan sosial yang mempengaruhi sistem dan
struktur sosial masyarakat yaitu;
a. Rasionalitas instrumental
Yaitu tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan
pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat
yang dipergunakan untuk mencapainya.
b. Rasionalitas yang berorientasi nilai
Alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar,
sementara tujuan-tujuannya sudah ada didalam hubungannya dengan nilai-nilai
individu yang bersifat absolut.
c. Tindakan tradisional
Seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari
nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan.
d. Tindakan afektif
Tindakan ini didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau
perencanaan sadar. Tindakan afektif bersifat spontan, tidak rasional dan merupakan
refleksi emosional dari individu.

Menurutnya bahwa keempat tindakan tersebut sulit diwujudkan dalam


kenyataan, namun apapun wujudnya hanya dapat dimengerti menurut arti subjektif
dan pola-pola motivasional yang berkaitan dengan itu. Sebuah interaksi sosial akan
kacau bilamana antara pihak-pihak yang berinteraksi tidak saling memahami
motivasi dan makna tindakan sosial yang mereka lakukan.

Posisi teori dalam perdebatan Body dan Mind


weber lebih tertuju pada mind atau ide. Hal itu tampak ketika max weber di
pengaruhi oleh neo-kantian. Menurut weber idelah yang menentukan tindakan
individu, meskipun ide itu merupakan sesuatu yang empiris simbolis, karena ide
memiliki wujud nyata dalam simbol-simbol yang berupa tindakan.

Posisi teori dalam paradigma ilmu sosial


Basis teori weber mengenai teori sosial ialah tindakan sosial, yaitu tindakan
yang terkait dan di tujukan kepada orang lain. Dalam contoh yang sedrhana
dijelaskan, bahwa jika seseorang melempar batu ke sungai dengan tujuan untuk
mengagetkan orang di dekatnya, maka ini disebut sebagai tindakan sosial. Akan
tetapi, jika tidak dimaksudkan seperti itu, maka aktivitas itu tidak disebut sebagai
tindakan sosial. Inilah yang kemudian dimaksud sebagai tindakan penuh arti dari
individu.
Berdasarkan fenomena yang dikaji, maka dapat di nyatakan bahwa
penjelasan yang di inginkan ialah interpretatif atau makna, oleh karena itu, sesuai
dengan definisi sosiologi yang di kemukakan weber, maka ilmu itu bertujuan untuk
menafsirkan dan memahami (interpretif understanding) tindakan sosial serta antar
hubungan sosial untuk sampai pada penjelasan kausal.

Posisi teori dalam metodologi ilmu sosial


Di bandingkan dengan Durkheim, weber sangat berbeda dalam melihat
sosiologi. Weber mendefinisikan sosilogi sebagai suatu ilmu pengetahuan yang
berusaha memperoleh pemahaman interpretative mengenai arah dan akibat-akibat
dari suatu tindakan. Adapun durkheim mengartika sosiolgi sebagai ilmu
mempelajari tentang fakta sosial yang bersifat eksternal dan memiliki sifat
memaksa kepada individu warga masyarakat, dan hal ini harus di jelaskan oleh
fakta sosial lainya.
Dalam konteks ini, weber melihat kenyataan sosial sebagai suatu yang di
dasarkan pada motivasi individu dan tindakan sosial, Sosiologi bagi weber
merupakan ilmu yang empiris yang berusaha memahami prilaku manusia dari
perspektif pemahaman mereka sendiri.

Bias yang terkandung dalam teori weber

Salah satu bias yang menonjol ialah mengenai tindakan instrumental, dimana
manusia hanya akan mengajar tindakan efektif dan efisien tanpa menghiraikan
nilai-nilai kemanusiaan. Tindakan rasional instrumental akhirnya mengajarkan
kepada manusia mengenai kapitalisme yang cenderung menghalalkan segala cara
untuk mencapai akumulasi modal. Rasio instrumental yang disadari sejak awal
dianggapnya sebagai cirri rasionalitas modern berubah menjadi idielogi yang
menjajah orang atau kelompok lain, sehingga ada tuduan bahwa melalui
imperialisme yang mendunia dalam bentuk penguasaan sumber-sumber kehidupan
dan memperoleh pembenaran.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Max Weber lahir di Erfurt, Jerman, pada tanggal 21 April 1864, dari keluarga
kelas menengah. Perbedaan antara orang tuanya membawa dampak besar pada
orientasi intelektual dan perkembangan psikologinya. Ayahnya adalah seorang
birokrat yang menduduki posisi politik yang relative penting. Ia jelas merupakan
bagian dari kemapanan politik dan akibatnya ia abstain dari aktivitas dan idealisme
yang memerlukan pengorbanan pribadi atau mengancam posisinya dari dalam
system. Selain itu, weber senior adalah seseorang yang menikmati dunia, dan
dalam banyak hal ia sangat berlawanan dengan istrinya. Ibu Max Weber adalah
seorang calvinis yang sangat religious, seorang perempuan yang berusaha
menjalani kehidupan asketis.
Banyak perteorian sosiologi pada abad keduapuluhan dapat di anggap
memilki akar dalam pemikiran Durkhem, Marx dan Weber sebagai mana kita
bcarakan terdahulu , hingga 1960-an (dan khususnya di Amerika Serikat melalui
dominasi analisis fungsionalis dalam konteks persons pengikutnya), pengaruh
Durkheim menyebar jauh keluar dari negerinya sendiri, Jerman. Namun, 1960-an
pengaruhnya menyurut, khususnya di Inggris, dan karya penganut Marx dan Weber
(neo-Marxis dan neo-Weber) menjadi lebih signifikan.
Akan tetapi meskipun sosiologi neo-Marxis Inggri semenjak itu tetap penting
melalui karya-karya seperti Stuart Hall (1932) dan Alex Callinicos (1950-) cukup adil
untuk mengatakan bahwa analisis neo-Weber member pengaruh lebih besar
terhadap karakter sosiologi Inggris pada masa kini. Selama 1960-an dan 1970-an
tokoh-tokoh neo-weberian lseperti david lockwood (1929-), jhon goldthrope

(1935-), jhon rex (1925-) dan ralph dahrendorft (1928-) semua pendapat, mengikuti
weber.

DAFTAR PUSTAKA
http://nicofergiyono.blogspot.com/2013/09/teori-max-weber.html
http://yoonhyewon.blogspot.com/2013/08/teori-tindakan-sosial-max-weber.html
jones, pip, 2010, pengantar teori-teori sosial, dari teori fungsionalisme hingga postmodernisme, Jakarta, achmad fedyani saifuddin.
Beilharz, peter, 2003, teori-teori sosial, Yogyakarta, allan & unwin pty ltd
Andreski, stanislev, 1989, max weber, kapitalisme, birokrasi dan agama,
Yogyakarta, hartono.
Bagus wirawan, ida, 2012, teori-teori sosial dalam tiga paradigma, (fakta sosial,
definisi sosial, dan perilaku sosial), Jakarta, kencana.
Scott, jhon, 2012, teori-teori sosial masalah-masalah pokok dalam sosiologi.

Anda mungkin juga menyukai