Anda di halaman 1dari 5

KASUS :

PENYAJIAN TRANSAKSI DERIVATIF PADA PT. MOBILE 8


Kronologi kasus :
8

Agustus
FREN melakukan perjanjian swap dengan Lehman Brothers

2007

Special

Financing

(LBSF),

anak

usaha

Lehman

Brothers

Holding. Perjanjian swap itu untuk mengelola risiko pergerakan


tingkat bunga dolar AS, dengan nilai notional sebesar US$ 100
juta. Perjanjian swap yang berlaku efektif 15 Agustus 2007
hingga 1 Maret 2013.
Berdasarkan perjanjian tersebut, FREN membayar tingkat
bunga tetap ke LSBF sebesar 10,45% per tahun. Pembayaran
bunga itu berlangsung setiap enam bulanan. Pada saat
bersamaan FREN juga menerima tingkat bunga mengambang
atau floating dari LSBF maksimum 11,25%. Adapun tagihan
penyelesaian transaksi swap untuk periode 3 Maret 2008
hingga 2 September 2008 sebesar US$ 2,05 juta atau Rp
18,89 miliar.
Namun

dalam

perjalanan,

transaksi

derivatif

ini

malah

merugikan FREN. Dalam rincian laporan keuangan kuartal


ketiga 2008 FREN, sampai 30 September 2008 saja, posisi
nilai pasar atau mark to market (MTM) transaksi swap mereka
dengan LSBF memberi potensi kerugian sebesar US$ 10,26
15

juta. Angka itu setara setara dengan Rp 96,28 miliar.


Lehman Brothers Holding Inc. yang merupakan induk LBSF

September

mengajukan

2008

Brothers Amerika bangkrut. Nasib transaksi swap FREN pun

permohonan

pailit,

sesaat

setelah

Lehman

tak jelas. Lantaran tidak ada kepastian kelanjutan perjanjian


swap itu, FREN tidak mencatatkan kerugian maupun tagihan
transaksi derivatif itu dalam laporan keuangan kuartal ketiga
7
2009

April

2008.
Badan

Pengawas

Pasar

Modal

dan

Lembaga

Keuangan

(Bapepam-LK) mengungkapkan komite sanksi dan keberatan


(KSK) bakal menggelar rapat membahas kasus laporan
keuangan PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN)

18
2009

Juni

Badan

Pengawas

Pasar

Modal

dan

Lembaga

Keuangan

(Bapepam-LK) menjatuhkan denda senilai Rp 100 juta kepada


PT

Mobile-8

Telecom

Tbk

(FREN).

Perseroan

melanggar

ketentuan di bidang akuntansi terkait pencatatan transaksi


derivatif.
Laporan keuangan konsolidasi Mobile-8 Quartal ketiga tidak
mencatat adanya transaksi derivatif. Adanya ketidakpastian
akibat dipailitkannya Lehman Brothers Holding Inc di Amerika
Serikat yang merupakan induk Lehman Brothers Special
Financing

(LBSF)

membuat

perseroan

tidak

mencatkan

transaksi tersebut.
Kabiro Perundang-Undangan Dan Bantuan Hukum BapepamLK Robinson Simbolon menilai, perseroan telah melanggar
Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 55 paragraf 17
tentang

Akuntansi

Transaksi

Derivatif.

Peraturan

itu

mewajibkan perseroan untuk mengakui seluruh instrumen


derivatif

dalam

laporan

keuangan

sebagai

aktiva

atau

kewajiban.
Perseroan telah melanggar pasal 66 Undang Undang Pasar
Modal tahun 1995 Jo 1 f peraturan Bapepam-LK Nomor XK2
tentang Kewajiban Laporan Keuangan Berkala dan jo.1.8
peraturan

Bapepam-LK

Nomor

VII.G.7

tentang

Pedoman

Penyajian Laporan Keuangan.

Berikut adalah kutipan dalam laporan keuangan Mobile 8 (Quartal ke 3) terkait


dengan transaksi derivatif :
Instrumen Keuangan Derivatif
Instrumen keuangan derivatif dinilai berdasarkan nilai wajar pada saat tanggal
kontrak dibuat dan selanjutnya dinilai kembali berdasarkan nilai wajar pada
tanggal laporan keuangan.

Instrumen keuangan derivatif ini digunakan untuk mengelola resiko yang


berkaitan erat dengan mutasi tingkat bunga. Namun demikian, akuntansi lindung
nilai tidak
diperlakukan karena identifikasi lindung nilai dan dokumentasi yang diperlukan
sesuai dengan standar akuntansi belum dipenuhi.
Oleh karena itu, keuntungan atau kerugian dari instrument derivatif tersebut
diakui pada laporan laba rugi. Perusahaan dan anak perusahaan tidak
menggunakan instrumen keuangan derivatif ini untuk tujuan spekulasi.
Derivatif yang melekat pada instrumen keuangan lainnya atau kontrak lainnya
atau
kontrak utama non-finansial lainnya diperlakukan sebagai derivatif terpisah bila
resiko dan karakteristiknya tidak secara jelas dan erat berhubungan dengan
resiko dan
karakteristik kontrak utama dan kontrak utama tersebut tidak dinyatakan
dengan nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi
diakui pada laporan laba rugi konsolidasi.
Pada tanggal 8 Agustus 2007, Perusahaan mengadakan perjanjian swap dengan
Lehman Brothers Special Financing (LBSF) yang berlaku efektif tanggal 15
Agustus 2007 sampai dengan 1 Maret 2013 untuk mengelola risiko pergerakan
tingkat bunga dengan nilai notional sebesar USD100 juta
Berdasarkan perjanjian tersebut Perusahaan membayar tingkat bunga tetap
sebesar 10,45% per tahun secara enam bulanan dan menerima tingkat bunga
floating

maksimum

11,25%

dikalikan

dengan

Range

Accrual

per

tahun

sebagaimana didefinisikan dalam perjanjian swap.


Berdasarkan kutipan dari penilaian dengan menggunakan data pasar Bloomberg
yang
digunakan sebagai acuan oleh Perusahaan, pada tanggal 30 September 2008,
posisi mark to market (MTM) menunjukkan kerugian bagi Perusahaan sebesar
USD10.267.202 atau setara dengan Rp96.285.820.356 . Pada tanggal 26 Agustus
2008, Perusahaan menerima tagihan penyelesaian transaksi swap dari LBSF
untuk periode perhitungan sejak tanggal 3 Maret 2008 sampai dengan 2
September 2008 sebesar
USD2.047.576,03. Pada tanggal 15 September 2008, Lehman Brothers Holding
Inc, yang

merupakan holding dari LBSF mengajukan pemohonan kepailitan di Amerika


Serikat
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Manajemen Perusahaan
beranggapan bahwa terdapat ketidakpastian akan kelanjutan perjanjian
swap ini dan jumlah yang harus diselesaikan akibat transaksi tersebut.

Analisis kasus :
Pengakuan

Berdasarkan PSAK 55 disebutkan bahwa : Suatu entitas


harus mengakui seluruh instrumen derivatifnya di dalam
laporan posisi keuangan sebagai aktiva atau kewajiban
berdasarkan hak atau kewajiban menurut perjanjian.
Seluruh instrumen derivatif harus disajikan dengan nilai
wajar.
Jadi walaupun dalam kasus pada quartal ketiga terjadi
kepailitan dari Lehman Brother, namun hal tersebut
seharusnya
mencatatkan

bukan
dalam

menjadi
posisi

pengecualian

keuangan.

Dalam

untuk
hal

pengakuan, Mobile 8 telah lalai dalam mencatat


Pengungkapan

transaksi ini.
Menurut PSAK 55, disebutkan pengungkapan untuk
derivatif SWAP adalah :
Untuk instrumen derivatif yang ditujukan untuk dan
memenuhi persyaratan sebagai instrumen lindung nilai
arus kas dan untuk masing-masing transaksi yang
dilindungi nilainya:
1. Laba/rugi bersih yang diakui pada periode pelaporan
yang

mencerminkan

(a)

ketidakefektifan

suatu

lindung nilai dan (b) komponen laba atau rugi


instrumen derivatif, jika ada, yang dikecualikan dari
penilaian

efektivitas

suatu

lindung

nilai

dan

penjelasan mengenai dimana laba atau rugi bersih


dilaporkan, dalam laporan laba/rugi atau dalam

laporan kinerja keuangan yang lain.


2. Penjelasan mengenai transaksi atau kejadian lain
yang mengakibatkan reklasifikasi laba atau rugi yang
dilaporkan

dalam

akumulasi

pendapatan

komprehensif lain yang semula dilaporkan terpisah


dalam

bagian

ekuitas

menjadi

laba/rugi,

dan

perkiraan jumlah bersih atas laba atau rugi yang


tersisa pada tanggal pelaporan yang diperkirakan
akan direklasifikasi menjadi laba/rugi dalam periode
12 bulan mendatang.
3. Jangka waktu maksimum lindung nilai atas risiko
fluktuasi arus kas pada masa yang akan datang
untuk

transaksi

kecuali

yang

perkiraan

diperkirakan

transaksi

yang

akan

terjadi

berhubungan

dengan pembayaran beban bunga mengambang


atas instrumen keuangan yang ada.
Jumlah laba atau rugi yang direklasifikasi sebagai laba/
rugi akibat dari dihentikannya lindung nilai arus kas,
karena terdapat kemungkinan bahwa transaksi yang
diperkirakan, tidak akan terjadi.
Dalam

laporan

keuangan

Mobile

8,

hanya

diungkapkan poin 1 yang terkait dengan Laba/rugi


bersih yang diakui pada periode pelaporan.