Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Fenol adalah suatu senyawa dimana

gugus hidroksi (-OH) terikiat

langsung pada suatu cincin aromatik. Fenol merupakan suatu asam lemah
yang keasamannya lebih dari pada alkohol, tetapi kurang dari asam
karboksilat dan air. pKa fenol sendiri adalah 10, keasaman fenol kira-kira
diantaranya etanol (alkoholat) yang m,empunyai pKa = 15,9 dan asam
asetat (asam karboksilat) yang mempunyai pKa 4,75. Senyawa fenol
mempunyai peranan penting bagi kehidupan sehari-hari yaitu sebagai
antiseptik dan desinfektan yang efektif.
B. Maksud dan Tujuan
Laporan ini di buat untuk memenuhi tugas kelompok praktikum kimia
Organik sekaligus untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan fenol.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

FENOL

Fenol adalah suatu senyawa dimana gugus hidroksi (-OH) terikiat


langsung pada suatu cincin aromatik. Gugus pengenal dari fenol dengan
rumus:

OH
Fenol merupakan suatu asam lemah yang keasamannya lebih dari
pada alkohol, tetapi kurang dari asam karboksilat dan air. pKa fenol sendiri
adalah 10, keasaman fenol kira-kira diantaranya etanol (alkoholat) yang
m,empunyai pKa = 15,9 dan asam asetat (asam karboksilat) yang
mempunyai pKa 4,75. Senyawa fenol mempunyai peranan penting bagi
kehidupan sehari-hari yaitu sebagai antiseptik dan desinfektan yang
efektif.
Fenol digolongkan menjadi 2, yaitu :
1. Fenol bervalensi tunggal, yaitu senyawa fenol yang hanya memiliki
satu gugus hidroksil (- OH). Contoh : fenol, naftol.
2. Fenol bervalensi banyak, yaitu senyawa fenol yang memiliki lebih
dari satu gugus hidroksil (-OH). Contoh : resorsin, tannin, pirogalol.

BAB III
METODE PENELITIAN
Tujuan Praktikum :

Dapat mengetahui fenol


Alat dan Bahan

Alat :
-

Tabung reaksi

Pipet tetes

Plat tetes

Lampu spiritus

Bahan :
-

Resorsin, nftol, fenol (sample)

Pereaksi Diazo A dan Diazo B

Pereaksi Fehling A dan Fehling B

NaOH

CuSO4

FeCl3

Formalin

H2SO4

Prosedur
1. Reaksi umum
a. Reaksi Diazo
Sample 3 tetes + pereaksi Diazo A + HCl 2 tetes + Diazo B,
kemudian dibasakan dengan NaOH 4 tetes.
Perbandingan pereaksi Diazo A dan B = 4 : 1, bila perlu dipanaskan.
Reaksi positif bila dihasilkan warna pink/merah.
b. Larutan sampel dalam air + FeCl3 menghasilkan warna.
c. Reaksi Marquis
Sampel dilarutkan + larutan formalin 1% 3 tetes + H 2SO4(p)
menghasilkan cincin warna.
2. Reaksi Pembeda Fenol Bervalensi Tunggal Dengan Fenol
Bervalensi Banyak
a. Reaksi Fehling

Larutan sampel + pereaksi Fehling A dan B masing-masing sama


banyak bila perlu dipanaskan. Reaksi diberikan oleh fenol
bervalensi banyak karena mempunyai daya mereduksi.
b. Reaksi Landwehr
Larutan sampel + FeCl3 dihasilkan warna-warna. Untuk golongan
fenol bervalensi banyak jika ditambahkan NaHCO 3 5% (r.p) warna
yang terbentuk dapat berubah warna.

BAB IV
PEMBAHASAN

Fenol adalah senyawa yang didapat jika satu atom H / lebih dan
inti aromatik (benzene, naftalen, antrasena) diganti dengan gugus
hidroksil (OH). Jadi, pada fenol gugus OH langsung terikat pada inti
benzene, sedangkan pada alkohol aromatik gugus tersebut terikat
pada rantai samping. Berdasarkan jumlah atom H yang didapat diganti
oleh gugus OH, maka ada 3 golongan senyawa fenol, yaitu :
1. Fenol monovalen : fenol
2. Fenol bivalen : resorsin
3. Fenol trivalen
Sifat-sifat fenol
a. Fenol berbentuk hablur tidak berwarna, larut dalam air, mudah
larut dalam eter, kloroform dan etanol.
b. Larutan fenol dalam air bersifat asam lemah, fenol dapat
terionisasi.
c. Fenol dapat bereaksi dengan basa membentuk fenolat
Perbedaan fenol dengan alkohol
a. Fenol dapat terionisasi sedangkan alkohol tidak
b. Fenol dengan basa dapat menjadi fenolat, alkohol tidak dapat
membentuk alkoholat
c. Fenol dengan aromatik dapat membentuk endapan putih trikloro
fenol
d. Fenol gugus OH-nya terikat inti aromatik, sedangkan alkohol
gugus OH-nya terikat pada alifatik.
Pemakaian

a. Fenol dalam air untuk pembasmi hama


b. Fenol membentuk plastik, damar buatan
c. Untuk membentuk zat warna.

BAB V
KESIMPULAN

Reaksi Diazo

Resorsin, naftol, fenol (+) menghasilkan warna merah


muda seulas.
Reaksi Marquis
Resorsin, naftol, fenol (+) menghasilkan cincin berwarna
putih.
Reaksi Fehling
Resorsin

setelah

direaksikan,

lama-kelamaan

akan

tereduksi (gol. Fenol bervalensi banyak) naftol dan fenol


tidak mengalami reduksi
Reaksi Landwehr
Resorsin setelah direaksikan dengan FeCl3 menghasilkan
warna hitam keunguan yang dapat berubah menjadi
coklat, ketika ditambah Na2CO3, sedangkan pada naftol
dan fenol setelah direaksikan dengan FeCl3 menghasilkan
warna yang tidak dapat berubah setelah penambahan
Na2CO3 (hanya warna yang dihasilkan terlihat lebih pekat)

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, 1965. farmakope Indonesia Edisi III.

2. Fessenden dan Fessenden Jilid I.