Anda di halaman 1dari 1

Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah Dengan Menggunakan Iradiasi Gelombang Mikro

Dhani Prasetyo1*, Astsari Abdul Majid1, YC Danarto2


Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNS
2
Staf Pengajaran Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNS
*Email:
1

Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial untuk menggantikan bahan bakar solar. Bahan bakunya dapat
diperbaharui dan bersifat ramah lingkungan. Minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan
biodiesel. Salah satu metode pembuatan biodiesel adalah dengan menggunakan iradiasi gelombang mikro.
Pemanasan dengan gelombang mikro mempunyai kelebihan yaitu pemanasan lebih merata karena bukan
mentransfer panas dari luar tetapi membangkitkan panas dari dalam bahan tersebut. Pemanasannya juga dapat
bersifat selektif artinya tergantung dari dielektrik sifat bahan. Hal ini akan menghemat energi untuk pemanasan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel (metil ester) dengan bantuan
iradiasi gelombang mikro (menggunakan oven microwave) untuk mempercepat transesterifikasi.
Percobaan dimulai dengan perlakuan pendahuluan yang kemudian dilanjutkan dengan tahap transesterifikasi,
pemisahan, pencucian, dan tahap analisis. Pada perlakuan pendahuluan dilakukan pemurnian minyak jelantah dari
pengotor menggunakan karbon aktif. Pada tahap transesterifikasi pertama-tama mengeset daya output microwave
yang disesuaikan dengan variable (waktu reaksi 5, 10, 15, 20, dan 25 menit, dan daya microwave 100, 150, 200, 250,
dan 300 Watt). Kemudian mencampur dan mengaduk larutan campuran metanol (perbandingan molar minyak dan
metanol 1:6) dan katalis (KOH 1% massa) dengan minyak jelantah menggunakan stirer sampai tercampur sempurna
kemudian memanaskan campuran didalam microwave sesuai waktu yang ditentukan. Setelah tercapai waktu reaksi,
microwave dimatikan. Selanjutnya mendiamkan dan mendinginkan campuran hingga terbentuk dua lapisan dan
dilakukan pemisahan lapisan atas (metil ester) dari lapisan bawah (gliserol). Kemudian dilakukan pencucian
terhadap metil ester yang terbentuk dengan aquadest. Adapun pada tahap analisis, biodiesel hasil reaksi
transesterifikasi dianalisis untuk mendapatkan data yield metil ester. Kandungan metil ester dianalisis dengan GCMS. Sedangkan sifat bahan bakar (viskositas kinematik, specific gravity, flash point, pour point, dan water content)
dianalisis dengan uji standar biodiesel ASTM.
Dari penelitian diketahui bahwa kondisi operasi untuk menghasilkan kualitas yield biodiesel terbaik pada daya
microwave sebesar 100 watt dan waktu pemanasan selama 10 menit. Yield biodiesel yang didapatkan sebesar
93,06%. Sifat biodiesel yang dihasilkan sudah memenuhi SNI untuk biodiesel.
Kata kunci: biodiesel, minyak jelantah, gelombang mikro, GC-MS