Anda di halaman 1dari 21

BAB II

PEMBAHASAN
2.1

Teori Dasar
Getaran adalah suatu gerak bolak-balik di sekitar kesetimbangan.
Kesetimbangan di sini maksudnya adalah keadaan dimana suatu
benda berada pada posisi diam jika tidak ada gaya yang bekerja pada
benda

tersebut.

Getaran

mempunyai amplitudo (jarak

simpangan

terjauh dengan titik tengah) yang sama.

Gambar 2.1 Frequency dan Distance pada getaran


Adapun

yang

menyebutkan

bahwa, getaran

adalah

gerakan relatif dari massa dan elastisitas benda yang berulang sendiri
dalam interval waktu tertentu. Sedangkan, Gerak Harmonik Sederhana
adalah gerakan sebuah partikel atau benda dimana grafik posisi
partikel sebagai fungsi waktu berupa sinusoidal (dapat dinyatakan
dalam bentuk sinus atau kosinus). Dalam gerak pada getaran pegas
berlaku hukum Hooke yang menyatakan hubungan hubungan antara
gaya F yang

meregangkan

pegas

dan

pertambahan

panjang

pegas x pada daerah elastis pegas. Pada daerah elastis, F sebanding


dengan x. Hal ini dinyatakan dalam bentuk persamaan:

F = k .x

( 2.1 )

Dengan,
F

= gaya yang dikerjakan benda pegas (N)

= konstanta pegas (N. m-1)

x = pertambahan panjang pegas (m)


Konstanta gaya pegas adalah suatu karakter dari suatu pegas yang
menunjukkan

perbandingan

besarnya

gaya

terhadap

perbedaan

panjang yang disebabkan oleh adanya pemberian gaya tersebut.


Satuan konstanta gaya pegas adalah N/m, dimensi konstanta pegas :
[M][T ]-2
Pada waktu pegas ditarik dengan gaya F, pegas
mengadakan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang menarik,
akan tetapi arahnya berlawanan

(Faksi = -Freaksi). Jika gaya ini

kita sebut dengan gaya pegas Fp, yang besarnya sebanding dengan
pertambahan panjang pegas x, sehingga untuk Fp dapat dirumuskan
sebagai
Fp = - k .x

( 2.2 )

Persamaan (i) dan (ii) secara umum dapat dinyatakan dalam


kalimat yang disebut Hukum Hooke.
Pada daerah elastis benda, gaya yang bekerja pada benda
sebanding dengan pertambahan panjang benda.
Suatu pegas yangng digantung secara vertikal dan diberi beban di
simpangkan ke bawah dan dilepaskan maka beban akan bergetar
dengan periode yang daapat dituliskan :
T = 2g
( 2.3 )

Dimana:
T = Periode (s)

g = Gravitasi (m.s-2)

Sistem mekanik merupakan sistem yang mengandung massa dan


elastisitas yang mampubergerak secara relatif. Apabila gerakan sistem
seperti itu berulang sendiri dalam interval waktutertentu, maka
gerakan itu dikenal sebagai getaran (vibration).
Umummya
berbagai

getaran

kasus

getarandapat

tidak

merupakanbentuk
diinginkan.

menimbulkan

bunyi,

energi

Seperti

sisa

halnya

merusak

dan

pada

bagian

pada
mesin,

mesin

dan

memindahkan gaya yang tidak diinginkandan menggerakkan benda


yang ada di dekatnya.Getaran didefinisikan sebagai gerak bolak-balik
suatu

partikel

Getaran

secara

periodik

melaluisuatu

berhubungan dengan

gaya yangberhubungan

dengan

titik kesetimbangan.

gerak osilasi

gerak

itu.

Semua

benda dan
benda

yang

mempunyai massa dan elastisitas mampu bergetar. Contoh sederhana


untuk

menunjukkan

suatu

getaran

dengan

massa

yang

bergerak secara translasi adalah sistem massa-pegas.


A = adalah amplitudo,
T = adalah perioda dan
M = adalah massa.
Pada dasarnya massa tidak akan bergerak/bergetar sebelum ada
gaya yang diberikan terhadapnya. Dengan diberikannya gaya sebesar
(F) massa bergerak
Turun-naik terhadap titik keseimbangan x=0 (posisi netral). Namun,
karena kejadian itu terjadi dalam interval waktu tertentu (t) , maka
lintasannya membentuk kurva sinusoidal. Selain sistem getar yang
bergerak secara translasi seperti yang dipaparkan di atas, ada juga
sistem getar yang bergerak secara rotasi. Sebuah benda tegar

dikatakan bergerak rotasi murni jika setiap partikel pada benda


tersebut bergerak dalam lingkaran yang pusatnya terletak pada garis
lurus yang disebut sumbu rotasi. Gerak rotasi dapat menghasilkan
suatu respons yang pada umumnya berbentuk sinusoidal.
2.2 Macam Macam Getaran
1. Getaran Paksa
Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena adanya gaya
luar yang bekerja pada suatu sistem sehingga sistem tersebut
bergetar. Bila gaya luar, biasanya f(t) = fc sin nt atau fc cos nt
bekerja pada sistem getaran paksa. Sistem cenderung bergetar pada
frekuensi sendiri di samping mengikuti gaya eksitasi. Dengan
adanya gesekan bagian gerakan yang ditahan oleh gaya sinusoidal
secara perlahan hilang. Dengan demikian, sistem akan bergetar
pada frekuensi pribadi sistem. Bagian getaran yang berlanjut terus
disebut getaran keadaan steady atau respon sistem keadaan steady
dibutuhkan dalam analisa getaran karena efek sinambungnya.

( 2.4 )
2. Getaran Bebas
Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya
dari luar yang memaksa terjadinya getaran, melainkan karena
adanya keadaan awal yang diberikan sehingga sistem tersebut
bergetar. Getaran bebas adalah getaran yang diamati sebagai
sistem

yang

berpindah

dari

kedudukan

keseimbangan

statis.

Getaran bebas dari sistem memenuhi sistem masa dan sifat


elastisitas dan pada kondisi awal tidak bekerja eksitasi dari luas.
Gaya yang bekerja adalah gaya bebas gesekan dan berat. Massa
akibat adanya gesekan getaran hilang sesuai dengan waktu getaran
ini transier.

3. Getaran Harmonik Sederhana


Gerakan/Getaran Harmonik adalah suatu gerakan dari titik yang
mengelilingi lingkaran atau getaran dengan amplitudo dan frekuensi
yang sama setiap saat. Gerakan harmonik adalah suatu sistem
dengan amplitudo dan frekuensi yang sama.
Amplitudo adalah perpindahan terjauh suatu sistem dari posisi
rata-rata. Frekuensi adalah banyaknya siklus per satuan waktu.
f = siklus/detik (Hz)
= rad/detik
Frekuensi pribadi adalah frekuensi dari sistem getaran bebas
ditentukan dari sifat sistem itu.
4. Getaran Teredam dan Tak Teredam Damping
Dalam system dynamic bekerja dissipative forces friction,
structural resistances.Umumnya, damping dalam structural systems
adalah kecil dan mempunyai efek yang kecil terhadap natural
frekuensi.Tetapi, damping mempunyai pengaruh yang besar dalam
mengurangi resonant pada structural system.
5. Getaran Deterministic dan Random
Getaran Deterministic
Sinyal disebut deterministic, selama harga dari sinyal dapat
diprediksi.

Gambar 2.2 Getaran Deterministic

Gambar 2.3 Getaran Deterministic Dan Harmonic


2.3 Analisis Getaran Bebas
Dasar analisis getaran dapat dipahami dengan mempelajari model
sederhana massa-pegas-peredam kejut. Struktur rumit seperti badan
mobil dapat dimodelkan sebagai "jumlahan" model massa-pegasperedam kejut tersebut. Model ini adalah contoh osilator harmonik
sederhana.
1. Getaran bebas tanpa peredam

Gambar 2.4 Model Massa-Pegas Sederhana


Pada model yang paling sederhana redaman dianggap dapat diabaikan, dan tidak
ada gaya luar yang memengaruhi massa (getaran bebas). Dalam keadaan ini gaya yang
berlaku pada pegas Fs sebanding dengan panjang peregangan x, sesuai dengan hukum
Hooke, atau bila dirumuskansecara matematis:
( 2.5 )
Dengan k adalah tetapan pegas.Sesuai Hukum kedua Newton gaya yang
ditimbulkan sebanding dengan percepatan massa:

( 2.6 )
Karena F = Fs, kita mendapatkan persamaan diferensial biasa seperti berikut
...... ( 2.7 )

Gambar 2.5 Gerakan Harmonik Sederhana Sistem Benda-Pegas


( 2.8 )
Solusi ini menyatakan bahwa massa akan berosilasi dalam gerak harmonis
sederhana yang memiliki amplitudo Adan frekuensi fn. Bilangan fn adalah salah satu
besaran yang terpenting dalam analisis getaran, dan dinamakan frekuensi alami
takredam. Untuk sistemmassa-pegas sederhana, fn didefinisikan sebagai:

10

( 2.9 )
Catatan: frekuensi sudut

) dengan satuan radian per detik kerap kali

digunakan dalam persamaan karena menyederhanakan persamaan, namun besaran ini


biasanya diubah ke dalam frekuensi "standar" (satuan Hz) ketika menyatakan
frekuensi sistem. Bila massa dan kekakuan (tetapan k) diketahui frekuensi getaran
sistem akan dapat ditentukan menggunakan rumus di atas.
2. Getaran bebas dengan peredam

Gambar 2.6 Uji Getaran Dengan Peredam


Bila peredaman diperhitungkan, berarti gaya peredam juga berlaku pada massa
selain gaya yang disebabkan oleh peregangan pegas. Bila bergerak dalam fluida benda
akan mendapatkan peredaman karena kekentalan fluida. Gaya akibat kekentalan ini
sebanding dengan kecepatan benda. Konstanta akibat kekentalan (viskositas) c ini
dinamakan koefisien peredam,dengan satuan N s/m (SI)

. ( 2.10 )
Dengan menjumlahkan semua gaya yang berlaku pada benda kita mendapatkan
persamaan
( 2.11 )
Solusi persamaan ini tergantung pada besarnya redaman. Bila redaman cukup
kecil, sistem masih akan bergetar, namun pada akhirnya akan berhenti. Keadaan ini

11

disebut kurang redam, dan merupakan kasus yang paling mendapatkan perhatian
dalam analisis vibrasi. Bila peredaman diperbesar sehingga mencapai titik saat sistem
tidak lagi berosilasi, kita mencapai titik redaman kritis. Bila peredaman ditambahkan
melewati titik kritis ini sistem disebut dalam keadaan lewat redam. Nilai koefisien
redaman yang diperlukan untuk mencapai titik redamankritis pada model massapegas-peredam adalah:
........ ( 2.12 )
Untuk mengkarakterisasi jumlah peredaman dalam sistem digunakan nisbah yang
dinamakan nisbah redaman. Nisbah ini adalah perbandingan antara peredaman
sebenarnya terhadap jumlah peredaman yang diperlukan untuk mencapai titik redaman
kritis. Rumus untuk nisbah redaman ( ) adalah

( 2.13 )
Sebagai contoh struktur logam akan memiliki nisbah redaman lebih kecil dari
0,05, sedangkan suspensi otomotif akan berada pada selang 0,2-0,3.Solusi sistem
kurang redam pada model massa pegas peredam adalah

..
( 2.14 )

Nilai X, amplitudo awal, dan , ingsutan fase, ditentukan oleh panjang regangan
pegas.
Dari solusi tersebut perlu diperhatikan dua hal: faktor eksponensial dan fungsi
cosinus. Faktor eksponensial menentukan seberapa cepat sistem teredam: semakin
besar nisbah redaman, semakin cepat sistem teredam ke titik nol. Fungsi kosinus
melambangkan osilasi sistem, namun frekuensi osilasi berbeda daripada kasus tidak
teredam.

12

Frekuensi dalam hal ini disebut "frekuensi alamiah teredam", fd, dan terhubung
dengan frekuensi alamiah takredam lewat rumus berikut.

( 2.15 )
Frekuensi alamiah teredam lebih kecil daripada frekuensi alamiah takredam,
namun untuk banyak kasus praktis nisbah redaman relatif kecil, dan karenanya
perbedaan tersebut dapat diabaikan. Karena itu deskripsi teredam dan takredam kerap
kali tidak disebutkan ketika menyatakan frekuensi alamiah.
Penyebab terjadinya getaran :
a. Khususnya pada mesin , karena adanya massa berputar atau
bolak-balik yang tidak seimbang.
b. Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.
c. Gesekan kering antara dua permukaan.
d. Gempa bumi yang menyebabkan getaran pada gedung
bertingkat.
e. Angin yang menyebabkan getaran pada kabel-kabel transmisi dan
pohon.
Pengertian istilah pada bab getaran
a. Getaran bebas adalah getaran suatu system tanpa adanya gaya
luar yang
memaksa untuk bergetar, namun bergetar karena
adanya kondisi awal yang diberikan.
b. Getaran paksa adalah getaran suatu system karena adanya gaya
luar yang memaksa getaran dimana frekuensi system sama
dengan frekuensi gaya luar.
c. Periode adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu
siklus.
d. Frekuensi adalah banyaknya siklus dalam satu satuan waktu.
f=siklus/detik.
e. Amplitudo adalah perpindahan terjauh dari getaran suatu system
dari posisi rata2nya, terdiri dari simpangan, kecepatan dan
percepatan.
f. Sistem satu derajat kebebasan adalah suatu system yang dapat
bergetar pada banyak atau satu arah jika system diperoleh,
dimana system tersebut hanya dapat bergetar pada satu model
atau cara atau hanya satu koordinat bebas dipakai untuk
menyelesaikan secara khusus dari lokasi getaran.

13

g. Gerak harmonic sederhana adalah gerakan partikel yang


bergerak pada garis lurus, dengan percepatan selalu searah atau
sejalan dengan jarak dari partikel ketitik tertentu pada garis
edarnya terhadap arah titik tertentu.
h. Osilasi adalah suatu partikel dalam gerak periodic yang bergeral
bolak-balik melalui lintasan yang sama. Contohnya keseimbangan
arloji.
i. Under dumping adalah system peredam dash pot ntuk getaran
bebas dimana akan terjadi oksilasi dengan nilai C (redaman) < Ck
(redaman kritis) atau factor peredam < 1.
j. Critical dumping adalah adalah system peredam dash pot untuk
getaran bebas dimana tidak terjadi oksilasi dengan nilai C
(redaman) = Ck (redaman kritis) atau factor peredam = 1.
k. Upper dumping adalah system peredam dash pot untuk getaran
bebas dimana tdak terjadi oksilasi dengan nilai C (redaman) >
Ck (redaman kritis) atau factor peredam.

Gambar 2.7 Diagram Natural Frequency

2.4 Alat Pengukur Getaran Dan Spesifikasi Getaran


1. Fungsi

14

Gambar 2.8 Vibtation Meter


Vibration meter digunakan untuk mengukur gerak atau getaran
secara periodic dan untuk memeriksa ketidakseimbangan dan
kesalahan gerakan pada sebuah mesin. Alat ini dirancang untuk
mengukur berbagai macam getaran yang mekanis. Sihingga dapat
memberikan data untuk mengontrol kualitas suatu benda atau
mesin, dapat digunakan secara berkala untuk memelihara benda,
barang atau mesin sekalipun. Dalam prosespengukuran
memiliki

performa

tinggi,

alat

menyadarirepetitiveness

ini
dan

pengukuran yang akurat.


2. Spesifikasi Alat Pengukur Getaran Pada Mesin
Akurasi : <5%
Akselerasi
Velocity

: 0,1-200m2/s (10 sampai 1KHz/10 ke 10 KHz


: 0,1-200mm s0. (10 Hz sampai 1 KHz)

Pemindahan

: 0,001-2,0mm (10 Hz sampai 1KHz)

Kondisi operasi

: 0-40 oC (32 OF-104 OF), 90% RH

Power supply

: 4x1.5V AA (UM-3) baterai

Indicator baterai

: indicator baterai lemah

Dimensi
Berat

: 160 x 68 x 32mm
: 181g ( tidak termasuk baterai)

2.5 Sistem Satu Derajat Kebebasan


Banyak sistem yang dapat bergetar dengan banyak atau satu cara
dan arah. Jika sistem dipaksa lalu sistem tersebut dapat bergetar

15

hanya pada satu bentuk/cara atau jika hanya satu koordinat bebas
diharapkan untuk menyelesaikan secara khusus dari lokasi geometrik
dari massa pada sistem dalam ruang, maka sistem itu dinamakan
sistem dengan satu derajat kebebasan. Di bawah ini diberikan
beberapa contoh sistem dengan satu derajat kebebasan.
Sistem gaya pegas ditunjukkan pada gambar di bawah. Jika massa
m dipaksa untuk bergetar vertikal, hanya satu koordinat (x (t)) untuk
mendefinisikan lokasi massa. Pada waktu kapan pun dari posisi
keseimbangan. Dengan demikian, sistem ini dikatakan mempunyai
satu derajat kebebasan.
Jika

pendulum

torsi

dipaksa

untuk

bergerak

pada

sumbu

longitudinal dari poros, konfigurasi dari sistem dapat dikhususkan oleh


satu koordinat (t). ini juga disebut sistem dengan satu derajat
kebebasan.
Sistem massa gaya pegas pada cakra ditunjukkan pada gambar di
samping di mana disebut sebagai sistem dengan satu derajat
kebebasan karena keduanya, baik y(f) atau (t) tidak bebas satu sama
lain.
2.6 Getaran dan Fenomenanya
Masalah getaran terjadi bilamana ada bagian-bagian berputar
atau bergerak bolak-balik dalam suatu mesin itu sendiri, bangunan di
sekitarnya juga dihadapkan pada getaran dari mesin tersebut. contoh
utamanya adalah lokomotif, perputaran poros dan sebagainya.
Mesin suatu sistem, sangat akrab dengan masalah getaran karena
memiliki massa dan sifat elastis serta adanya gangguan berupa massa
berputar dan bolak-balik yang tidak seimbang.
Secara umum penyebab getaran antara lain:

16

a. Khusus pada mesin, karena adanya massa berputar atau bolakbalik yang tidak seimbang.
b. Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar.
c. Gesekan kering antara dua permukaan.
d. Gempa bumi yang menyebabkan pada gedung bertingkat.
e. Angin yang menyebabkan getaran pada kabel-kabel transmisi
dan pohon.
Efek dari getaran dan tegangan yang berlebihan, bunyi yang tidak
diinginkan, keausan dan bagian tertentu atau kelelahan dari bagian
keseluruhan. Walaupun ada efek yang merugikan, pada pihak yang
lain, fenomena getaran juga dapat dimanfaatkan pada instrumen
musik, saringan getar, penggetar, dan lain-lain.
Sedangkan untuk menghindari getaran caranya antara lain:
a. Menghilangkan penyebabnya.
b. Memasang saringan jika hanya bunyi sebagai objek yang tidak
diinginkan.
c. Memasang peredam kejut (shock-breaker).
d. Getaran torsi
Getaran torsi adalah sudut periodic poros elastic dengan rotor
yang diikatkan kepadanya. Karena kemiripan dan antara getaran lurus
dan getaran torsi, maka teori analisa yang di bahas dalam getaran
lurus berlaku pula terhadap getaran torsi.
Sebuah piringan bulat dengan momen inersia(I) diikatkan keujung
bawah poros tegak elastisapabila massa poros kecil dan mempunyai
kekauan torsi (k) meski persamaan differensial gerakan untuk getaran
torsi bebas piringan.
a. Fenomena getaran torsi
Getaran torsi banyak terjadi pada sistem-sistem permesinan,
seperti

pada

poros

engkol

motor

bakar.

Dengan

mempertimbanhgkan momen inersia sebuah roda atau piringan Jo


yang dihubungkan pada sebuah batang vertikal dengan diameter d,
Panjang L dan modulus geser a. ujung bagian atas batang dalam

17

keadaan terikat. Sistem ini akan mengalami getaran torsi terhadap


sumbu

simetrisnya.

Konstanta

pegas

torsional

batang

di

peroleh dari hubungan antara momen torsi dan sudut punter


1. Osilasi
Osilasi adalah variasi periodik umumnya terhadap waktu dari
suatu

hasil

pengukuran,

contohnya

pada

ayunan bandul.

Istilah vibrasi sering digunakan sebagai sinonim osilasi, walaupun


sebenarnya vibrasi merujuk pada jenis spesifik osilasi, yaitu osilasi
mekanis. Osilasi tidak hanya terjadi pada suatu sistem fisik, tapi bisa
juga pada sistem biologi dan bahkan dalam masyarakat. Osilasi
terbagi

menjadi

harmonis

yaitu osilasi

kompleks.

Dalam

harmonis
osilasi

sederhana dan osilasi


harmonis

sederhana

terdapat gerak harmonis sederhana.


a. Aplikasi Osilasi harmonic
Suatu sistem dalam keadaan setimbang statis maupun
dinamis, apabila dalam sistem demikian disimpangkan sehingga
dihasilkan gerak osilasi, maka gerak demikian dinamakan gerak
harmonik, dari osilator harmonik sederhana yang terdiri atas
massa ( m ), dengan kostanta pegas K.
Sistem

pegas

massa

berosilasi

pada

sumbu

pada

permukaan horizontal. Osilator harmonik sederhana ditempatkan


pada gerakan osilasi terus menerus atau dinyatakan sebagai
osilasi

bebas.

Dalam

praktiknya,

sistem

osilasi

ini

akan

kehilangan energi dan akhirnya akan berhenti.


Untuk osilasi harmonik teredam, ditinjau kembali suatu benda
bermassa

dihubungkan

dengan

pegas,

pada

osilator

sederhana akan selamanya berosilasi, tetapi pada kenyataannya


pada setiap sistem mempunyai redaman sehingga sistem akan
berhenti berosilasi, Pengaruh gaya gesek pada benda yang

18

bergerak harmonik adalah amplitudonya akan makin berkurang,


akhirnya

menjadi

nol,

artinya

gerakan

berhenti.

Hal

ini

disebabkan karena tak ada energi yang diambil dari luar.


Gerakan

ini

disebut

gerak

harmonic

teredam.

Untuk

mempertahankan osilasi suatu sistem osilator, maka energi


berasal dari sumber luar harus diberikan pada sistem yang
besarnya sama dengan energi disipasi yang ditimbulkan oleh
peredamnya, osilasi yang demikian dinamakan sebagai osilasi
paksaan atau disebut gerak harmonik yang dipaksakan yaitu
gerak harmonik yang dipengaruhi oleh gaya luar yang bekerja
terus menerus secara periodik.
Salah satu tujuan belajar getaran adalah mengurangi efek
negatif getaran melalui desain mesin yang baik. Hampir semua
alat gerak mempunyai masalah getaran karena adanya ketidak
seimbangan mekanisme, contohnya :
a. Mechanical failures karena material fatigue
b. Getaran dapat mengakibatkan keausan yang lebih cepat
c. Dalam proses manufaktur, getaran dapat menyebatkan hasil
akhir
yang buruk.
d. Selain efek yang merusak, getaran dapat digunakan untuk hal
hal yang berguna.
e. Getaran digunakan dalam conveyors getar, mesin cuci, sikat
gigi elektrik.
f. Getaran juga digunakan dalam pile driving, vibratory testing of
materials.
g. Getaran digunakan untuk menaikan efisiensi dari proses
permesinan seperti casting dan forging.

19

Gambar 2.9 Mekanisme Getaran Pada Mobil


2.7 Peredam dan Jenisnya
Peredam adalah suatu gaya yang diatur pada bagian struktur ke
dalam

gerakan

atau

strukturyang

mekanismenya

tidak

dapat

dipisahkan untuk memperlambat gerakan (kecepatan).


Karakteristik ini untuk mengurangi percepatan gerakan yang
disebut dengan peredamyang diukur dengan N/(m/s). Sebagaimana
yang

telah

disebutkan

sebelumnya,

efek

yang

dikombinasikan

untuk mengendalikan efek gaya dalam kaitannya dengan massa,


kekakuan dan redaman, menentukanbagaimana suatu sistem akan
bereaksi terhadap gaya luar yang diberikan.
1. Sistem Massa Pegas
Untuk mengurangi efek getaran, salah satu pendekatannya
yaitu melakukan studi lengkapterhadap persamaan gerakan sistem
yang ditinjau. Mula-mula sistem diidealisasikan dan disederhanakan
dengan terminologi massa, pegas, dan peredam (dashpot) yang
berturut-turutmenyatakan benda, elastisitas dan gesekan sistem.
Kemudian persamaan gerakan (equation of motion) menyatakan
perpindahan sebagai fungsi waktu akan memberi jarak kedudukan
massasesaat selama gerakan dan kedudukannya setimbangan.
Kemudian dari persamaan gerakan diperoleh sifat penting sistem
getaran yaitu frekuensi pribadi (natural frequency).
Getaran merupakan suatu sistem massa-pegas. Dimana suatu
massa M dipasang pada suatu pegas dengan kekakuan k. Di bagian
depan massa M dipasang suatu piston yang diberi celah kecil dan
diberi

rumah

yang

diisi

oli.

Seperangkat

piston

tersebut

menunjukkan suatu mekanisme redaman dan itu sama prinsipnya


pada shock absorber pada mobil.
Dari sistem peredam Semua mesin memiliki tiga komponen
dasar yang digabungkan untuk menentukanbagaimana mesin akan

20

bereaksi terhadap gaya yang menyebabkan getaran tersebut,


sepertihalnya sistem massa-pegas. Tiga komponen dasar tersebut
adalah Massa (M), Kekakuan(k), danRedaman (c). Komponenkomponen

ini merupakan karakteristik yang tidak dapat dipisahkan

padasuatu mesin atau struktur yang akan menahan atau melawan


getaran.
Massa adalah massa mewakili inersia benda untuk tetap pada
kondisi awal. Suatu gayamencoba untuk membawa perubahan pada
kondisi awal yang ditahan oleh massa. Massaini diukur dalam kg.b.
Kekakuan adalah kekakuan adalah gaya yang dibutuhkan untuk
membuat
Pengukuran

struktur
gaya

menjaditerdefleksi
yang

dibutuhkan

dengan
untuk

jarak

tertentu.

memperolehdefleksi

disebut kekakuan. Satuan dari kekakuan adalah N/m.c.


2. Karakteristik Getaran
Kondisi suatu mesin dan masalah-masalah mekanik yang terjadi
dapat diketahui denganmengukur karakteristik getaran pada mesin
tersebut. Karakteristik- karakteristik getaran yangpenting antara lain
adalah :
a.
b.
c.
d.

Frekuensi Getaran
Perpindahan Getaran (Vibration Displacement)
Kecepatan Getaran (Vibration Velocity)
Percepatan Getaran (Vibration Acceleration)
Fasa Getaran dengan mengacu pada gerakan pegas, kita dapat

mempelajari karakteristik suatu getarandengan memetakan gerakan


dari pegas tersebut terhadap fungsi waktu. Gerakan massa-pegasdari
posisi netral ke batas atas dan kembali lagi ke posisi netral dan
dilanjutkan ke batas bawah,dan kembali lagi ke posisi netral, disebut
satu siklus getaran (satu periode).
3. Macam macam peredam
a. Peredam viskous; Efek redaman terjadi pada permukaan luncur
yang dilumasi dari dashpot dengan kecepatan rendah dan celah
yang kecil. Peredam Arus Eddy juga termasuk jenis viskous diman
gaya hambat redaman tergantung pada kecepatan dan koefisien

21

b.

c.

d.

e.

redamannya, dengan demikian persamaan differensial gerak


sistem menjadi linear.
Peredam arus Eddy, yaitu peredam plat konduktor persegi non
ferrous yang bergerak dalam arah tegak lurus garis fluks
magnetik.
Peredam Coulomb (gesekan kering) ; Efek redaman terjadi jika
dua permukaan dalam keadaan kering (tanpa dilumasi) dimana
gaya hambat redaman praktis konstan,tidak tergantung pada
kecepatan.
Peredam struktur, efek redaman terjadi akibat gesekan dari
molekul. Dari diagram tegangan regangan benda bergetar,tidak
memberikan persamaan lurus tapi membentuk kecepatan
kopsterisis dimana luas kurva menyatukan penyerapan energi
akibat gesekan molekul persiklus/radian.
Peredam antar mula; energi getaran diserap oleh slip mikroskopik
pada antara permukaan dengan bagian mesi yang berfluktuasi
.Besarnya serapan energy tergantung pada koefisien gesek,
tekanan antara dua plat dan amplitude getaran.

2.8 Aplikasi Getaran


Dalam kehidupan sehari- hari banyak sekali pengaplikasian getaran, diantaranya:
1. Timbangan atau Neraca
Timbangan atau neraca adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa
suatu benda.

Gambar 2.10 Neraca Pegas


2. Pendulum Clock / Grandfather Clock
Jam bandul merupakan salah satu aplikasi dari ayunan mekanik, gerak harmonis
sederhana pada bandul.

22

Gambar 2.11. Grandfather Clock


3. Suspensi Kendaraan
Secara umum komponen dasar dari sebuah suspensi motor adalah per spiral,
katup-katup beserta pengaturnya dan oli khusus untuk peredam kejut tersebut.

Gambar 2.12. Suspensi Kendaraan


4. Spring Bed
Tidur menggunakan spring bed akan terasa lebih nyaman dibanding dengan
menggunakan kasur biasa.

Gambar 2.13. Spring Bed

5. Gitar
Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik,
umumnya menggunakan jari maupun plektrum. Gitar terbentuk atas sebuah bagian tubuh
pokok dengan bagian leher yang padat sebagai tempat senar yang umumnya berjumlah enam

23

didempetkan.Gitar secara tradisional dibentuk dari berbagai jenis kayu dengan senar yang
terbuat dari nilon maupun baja.

Gambar 2.14. Gitar