Anda di halaman 1dari 6

BAB 22

NILAI TAMBAH EKONOMI


Laba (income) adalah perbedaan antara pendapatan da keseimbangan biaya-biaya
dan pengeluaran untuk periode tertentu. Laba dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Laba Akuntan merupakan titik perhatian utama dalam laporan keuangan.
Laba mempunyai arti penting sebagai dasar pengenaan pajak, penentuan
dividen dan penentuan kebijakan investasi
b. Laba ekonomi adalah sumber penciptaan nilai (value creation) di
perusahaan dan bahwa tingkat imbalan atau pengembalian (return)
dutentukan berdasarkan tingkat risiko yang diasumsikan oleh pemodal.
a. Laba Akuntan dan Laba Ekonom
Laba akuntan adalah definisi laba menurut para akuntan. Para akuntan
berpendapat bahwa laba adalah kelebihan dapatan terhadap beban.
Untung adalah hal yang menambah modal atau jumlah yang dapat
dikonsumsi seseorang dalam suatu periode tanpa mempengaruhi
keadaan orang tersebut pada akhir periode.
Rugi adalah hal yang mengurangi modal atau jumlah yang
dikonsumsi seseorang memngaruhi pada akhir periode.
Impas apabila jumlah yang dikonsumsi dalam suatu periode
mengakibatkan keadaan orang tersebut sama pada periode awal
dengan periode akhir.
Laba ekonomo adalah definisi laba menurut para ekonom. Adam smith
berpendapat bahwa laba adalah jumlah yang dapat dikonsumsi seseorang
tanpa menggangu modal.
Selisih antara laba akunting dan laba ekonomi (table 22-1)
Keterangan
Dapatan Usaha

Laba Akunting
2600

Laba Ekonomi
2600

Beban Usaha

2050

2050

Laba Usaha

550

550

Beban Bunga (beban utang)

138

138

Laba bersih sebelum pajak

412

Pajak 10%
Laba bersih setelah pajak
Beban Modal 10% x 3000

41

41

317

509
300

Nilai Tambah Ekonomi

209

Laba akunting dan laba Ekonomi


Laba ekonomi adalah laba setelah memperhitungkan nilai ekonomi seperti beban
utang atau biaya utang dan beban modal sendiri. Sedangkan laba akunting hanya
memperhitungkan beban utang tapi tidak memperhitungkan beban modal sendiri
Nilai Tambah Ekonomi
Nilai tambah ekonomi NTE (economic value added EVA) adalah laba yang
tertinggal setelah dikurangi dengan biaya modal yang ditanamkan untuk
menghasilkan laba tersebut. NTE merupakan suatu tolak ukur kinerja keuangan
yang berdasar nilai.
Penciptaan Nilai
Nilai yang diciptakan diukur dengan menggunakan ukuran Nilai Tambah
Ekonomi(NTE) dengan rumus sebagai berikut.
NTE=DapatanBebanBeban Modal

NTE Positif

= Nilai untuk pemodal yang didapatkan

NTE Negatif =Nilai untuk pemodal yang dihancurkan


Dapatan(Revenues) meliputi dapatan usaha dan dapatan bukan usaha.
Beban(Expenses) meliputi beban usaha dan beban bukan usaha; termasuk pajak,
tetapi tidak termasuk beban bunga.
Beban modal (BM) meliputi beban utang (beban bunga) dan beban modal
sendiri(dividen).
BM =BMRT MT
BMRT

= beban modal rata-rata tertimbang

MT

= modal tertanam atau modal investasian.

Dapatan>beban

= laba bersih setelah pajak(LBSP)

Dapatan<Beban

= rugi bersih setelah pajak(RBSP)

NTE=LBSPBM

Contoh : apabila dapatan Rp 2600, Beban Rp 2050, dan pajak Rp 41, BMRT
sebebsar 10% san MT Rp 3000, berapakan NTE?
NTE

= Dapatan

- Beban

- Beban Modal

= Rp 2600

-(Rp 2050 + Rp 41)

- (10% X Rp 3000)

= Rp 2600

- Rp 2091

- Rp 300

= Rp 509 LBSP

- Rp 300 BM

= Rp 209 nilai untuk modal yang diciptakan (NTE Positiv)


Contoh : dari contoh sebelumnya, apabila beban (termasuk pajak) Rp 2500 dalam
hal lain tidak berubah. Perhitungannya sebagai berikut :
NTE

= Dapatan

- Beban

- Beban Modal

= Rp 2600

-Rp 2500

-Rp 300

= Rp 100 LBSP

-Rp 300 BM

= Rp 200 nilai untuk modal yang dihancurkan (NTE Negatif)


Dampak dari pemicu nilai terhadap nilai tambah ekonomi (NTE)
(1)Penciptaan dan pertumbuhan pangsa pasar serta (2) peningkatan
pertumbuhan dapatan akan meningkatkan dapatan yang berdampak akan
menciptakan nilai. (3) Pengurangan beban.pajak merupakan langkah nyata untuk
menciptakan nilai. Pengurangan beban dapat dilakukan bila manajemen mampu
mengelola kegiatan sebagau penyebab timbulnya beban. (4) Pengurangan beban
modal merupakan cara lain untuk menciptakan nilai yang dilakukan melalui
pengelolaan struktur modal. (5) Peningkatan Produktivitas asset merupakan cara
untuk menciptakan nilai. Pengendalian asset yang efektif akan meningkatkan
dapatan dan mengurangi beban.
Laba Bersih Setelan Pajak
Laba bersih setelah pajak (Net operating profit after tax-NOPAT) dari sisi laba
ekonomi dapat dihitung dalam dua pendekatan, yaitu :
1. Laba bersih setelah pajak dengan pendekatan keuangan merupakan laba
bersih setelah pajak dari sisi laba akunting ditambah beban

keuangan(beban bunga) dengan memperhitungkan ekuivalen modal(equity


equivalent).
2. Laba bersih setelah pajak dengan pendekatan usaha merupakan laba usaha
ditambah dpatan lainnya dikurangi pajak hasilan dikurangi beban
lainnya(tidak termasuk beban bunga) dengan memperhitungkan ekuivalen
modal.
Ekuivalen Modal
Untuk menyusun NTE yang baik, perlu dilakukan penyesuaian terhadap
nilai buku akunting menjadi nilai buku ekonomi.
Criteria umun penyesuaian ekuivalen modal adalah (1) nilainya signifikan,
(2) manajemen dapat mempengaruhi hasil dari rekening yang dilakukan
penyesuaian ekuivalen modal, (3) informasi yang diperlukan untuk melakukan
penyesuaian ekuivalen modal sudah tersedia, dan (4) para professional
nonkeuangan dapat mengerti mengapa penyesuaian ekuivalen modal harus
dilakukan.
Ekuivalen modal yang berpengaruh terhadap laba bersih setelah pajak dan
modal tertanam antara lain biaya tangguhan, biaya penelitian dan pengembangan.
Nama baik (goodwill), cadangan, dan biaya restrukturisasi (restructuring cost).
Pajak tangguhan timbul dalam akunting pajak penghasilan karena terdapat
akibat pajak akan datang yang timbul sebagai akibat adanya perbedaan sementara
antara ketentuan pajak dengan ketentuan akunting. Biaya penelitian dan
pengembangan serta nama baik dianggap sebagai investasi sehingga tidak dapat
diamortisasi sehingga perhitungan NTE perlu dilakukan penyesuaian. Cadangan,
dalam perhitungan NTE cadangan tidak diakui sebagai unsur yang memengaruhi
laba akunting karena bersifat hanya cadangan, tanpa unsur tunai. Biaya
restrukturisasi salah satunga adalah biaya untuk penutupan (likuidasi), perlakuan
akunting untuk biaya ini adalah dengan membebankan seluruh biaya penutupan
unit perusahaan sebagai biaya dalam anggaran laba rugi.
Beban Modal Rata-Rata Tertimbang

Beban Modal Rata-Rata TertimbangBMRT (Weighted average cost of


capital--WACC) adalan beban dari masing-masing komponen modal yang
diberikan bobot penimbang sesuai proporsinya dalam struktur modal.
Contoh : utang jangka pendek Rp 600 berbunga 8%. Utang jangka panjang Rp
900 bunga 10%, dan nodal saham sebesar Rp 1500 denga dividen 10,80%
Utang jangka pendek

Rp 6000

0,2 X 8%

= 1,6%

Utang jangka panjang

Rp 900

0.3 X 10%

= 3,00

Modal saham

Rp 1500

0,5 X 10,8% = 5,4%

Modal tertanam

Rp 3000

BMRT

10%

Modal Tertanam
Dihitung dengan dua cara, pendekatan usaha dan pendekatan keuangan.
1. Modal tertanam dengan Pendekatan usaha adalah kas dan investasi jangka
pendek ditambah keperluan modal kerja bersih
Piutang+ sediaanlancar + jutang tanpa bunga+ekuivalen modal
2. Modal tertanam dengan pendektahan keuangan adalah seluruh hutang
(kecuali hutang lancar tanpa bunga) ditambah modal sendiri ditambah
ekuivalen modal.
Contoh : sebuah perusahaan mempunyai data neraca berupa kas sebesar
Rp 450, piutang sebesar Rp 550, sediaan sebesar Rp 700. Asset tak lancar
sebesar Rp 1500, utang jangka pendek tak berbung Rp 250, utang jangka
pendek berbunga 8% sebesar Rp 600, utang jangka panjang berbunga 10%
sebesar Rp 900, modal saham dengan dividen 10,8% sebesar Rp 1500.
Perhitungan midal tertanam
Piutang Rp 550+sediaan Rp 700
= Rp 1250
Utang jangka pendek tak berbunga = Rp 250
Keperluan modal kerja bersih
= Rp 1000
Kas Rp 450+asset tak lancar Rp 1550= Rp 2000
Modal tertanam pendekatan usaha = Rp 3000
Utang jangka pendek berbunga 8%
Utang jangka panjang berbunga 10%
Modal saham deviden 10,8%
Modal tertanam pendekatan keuangan

= Rp 600
= Rp 900
= Rp 1500
= Rp 3000

Setelah BMRT diketahui hasil perhitungan beban modal rata-rata


tertimbang (BMRT) sebelum pajak sebesar 10%, perhitungannya adalah
BMRT X modal Tertanam

10%X Rp 3000
=Rp 300.

Anda mungkin juga menyukai