Anda di halaman 1dari 21

Gagal Jantung Pada Anak

Risna Ariani
FAA 111 0011

Gagal

jantung: keadaan ketidakmampuan


jantung sebagai pompa untuk memenuhi
secara adekuat kebutuhan metabolisme
tubuh disebabkan karena gangguan
primer otot jantung, atau beban jantung
yang
berlebihan,
atau
kombinasi
keduanya.

Gagal

jantung pada bayi dan anak:?suatu


sindrom klinis yang ditandai oleh ketidak
mampuan miokardium memompa darah
ke seluruh tubuh untuk memenuhi
kebutuhan metabolisme tubuh termasuk
kebutuhan untuk pertumbuhan.

Periode Neonatus
Disfungsi miokardium relatif jarang terjadi pada masa
neonatus, dan bila ada biasanya berhubungan dengan
asfiksia lahir, kelainan elektrolit, atau gangguan
metaholik lainnya. Lesi jantung kiri, seperti sindrom
hipoplasia jantung kiri, koarktasio aorta, atau stenosis
aorta berat adalah penyebab penting gagal jantung
pada 1 atau 2 minggu pertama. Lesi dengan pirau dan
kiri ke kanan (duktus artenosus persisten, defek septum
ventrikel) biasanya belum memberi gejala gagal jantung
dalam 2 minggu pertama pascalahir, karena resistensi
vaskular paru yang masih tingi.

Etiologi

Penyebab Gagal jantung Pada


Neonatus

Antar usia 1 bulan sampai 1 tahun penyebab gagal jantung


yang paling banyak adalah kelainan struktural, termasuk
defek septum ventrikel, duktus arteriosus persisten, atau
depek septum atrioventrikularis. Gagal jantung pada lesi
yang lebih kompleks, seperti transposisi, ventrikel kanan
dengan jalan keluar ganda, atresia trikuspid, atau trunkus
arteriosus biasanya juga terjatuh pada periode ini.
Komunikasi anteratrium (defek septum atrium atau primum)
biasanya tidak memberikan gejala gagal jantung, kecuali
anomali total drainase vena pulmonalis. Pelbagai kelainan,
seperti penyakit miokardium atau penyakit lain, juga dapat
menyebabkan gagal jantung pada periode ini dengan
frekuensi yang lebih jarang

Masa Bayi

Penyebab Gagal Jantung Pada


Anak

Pada

bayi, gejala gagal jantung biasanya berpusat pada


keluhan orangtua bahwa bayinya tidak kuat minum, lekas
lelah, bernapas cepat, banyak berkeringat, dan berat
badannya sulit naik. Seperti telah beberapa kali disebut,
pasien defek septum ventrikel atau duktus arteriosus
persisten yang besar seringkali tidak menunjukkan gejala
pada hari-hari pertama, karena pirau yang terjadi masih
minimal akibat tekanan ventrikel kanan dan a. pulmonalis
yang masih tinggi. Setelah beberapa minggu (2-12
minggu), biasanya pada bulan ke-2 atau ke-3, gejala
gagal jantung baru nyata. Bayi juga sering mengalami
infeksi saluran napas bagian bawah.

Anamnesis

Anak

yang lebih besar dapat mengeluh lekas


lelah dan tampak kurang aktif, toleransi
berkurang, batuk, mengi, sesak napas dan yang
ringan (setelah aktivitas fisis tertentu), sampai
sangat berat (sesak napas pada waktu
istirahat). Pasien dengan kelainan jantung yang
dalam kompensasi karena pemberian obat
gagal jantung, dapat menunjukkan gejala akut
gagal jantung bila dihadapkan kepada stres,
misalnya penyakit infeksi akut (Daphne, 2009).

Bayi

dan anak yang menderita gagal jantung yang


lama biasanya mengalami gangguan pertumbuhan.
Berat badan lebih terhambat daripada tinggi badan.
Tanda yang penting adalah taklkardia (150/menit atau
lebih pada saat istirahat), serta takipne (50/menit atau
lebih pada saat istirahat) Pada prekordium dapat
teraba aktivitas jantung yang meningkat. Bising
jantung sering ditemukan pada auskultasi, yang
tergantung dan kelainan struktural yang ada.
Terdapatnya irama derap merupakan penemuan yang
berarti, khususnya pada neonatus dan bayi kecil. Ronki
paru juga sering ditemukan pada gagal jantung.

Pemeriksaan fisis

Bendungan

vena sistematik ditandai oleh


peninggian tekanan vena jugular, serta refluks
hepato-jugular. Kedua tanda ini sulit diperiksa
pada neonatus dan bayi keciL Hepatomegali
merupakan tanda penting 1ainnya biasanya
hati teraba 2 cm atau leblh di bawah arkus
kosta. Edema tidak sering ditemukan pada
bayi dan anak kecil. Ujung-ujung ekstremitas
akan teraba dingin, terutama pada gagal
jantung akut (Daphne, 2009).

Dengan

sedikit perkecualian, gagal


jantung selalu disertai dengan
kardiomegali yang nyata. Pada paru
tampak bendungan vena pulmonal
(Daphne, 2009).

Chest

radiograph shows signs of


congestive heart failure (CHF).

Elektrokardiogram

sangat bermanfaat
dalam evaluasi serta pemantauan bayi dan
anak dengan gagal jantung. Di samping
frekuensi QRS yang cepat atau disritmia,
dapat ditemukan pembesaran ruang-ruang
jantung serta tanda-tanda penyakit
miokardium atau perikardium, sesuai
dengan penyakit atau keadaan patologis
yang mendasarinya (Daphne, 2009).

Pemeriksaan

ekokardiografi sangat membantu dalam


menegakkan diagnosis struktural serta kelainan hemodinarnik
bayi dan anak yang menderita gagal jantung. Pelbagai kelainan
jantung dapat ditegakkan diagnosisnya secara akurat melalui
pemeriksaan ekokardiografi 2-dimensi dan M-mode.
Pemeriksaan Doppler dan Doppler berwarna dapat menambah
informasi secara bermakna. Apabila ekokardiografi 2-dimensi
lebih banyak rnembantu dalam penentuan kelainan struktural,
maka ekokardiografi M-mode bermanfaat menentukan dimensi
ruang jantung, tebal dinding belakang ventrikel, septum
ventrikel, serta pembuluh darah besar. Pelebaran atrium atau
ventrikel kiri, atau atrium dan ventrikel kanan, serta
kontraktilitas ventrikel juga dapat dinilai dengan akurat
(Daphne, 2009).

F.

Pemeriksaan Penunjang Lain Kadar hemoglobin


dan hematokrit perlu diperiksa pada tiap pasien gagal
jantung. Anemia dapat menyebabkan gagal jantung,
atau memperburuk gagal iantung yang ada. Analisis
gas darah arteri, pH, elektrolit (natrium, kalium,
kalsium, kloride) dan gula darah serum harus diperiksa
pada neonatus dengan gagal jantung, juga pada anak
yang lebih besar yang keadaannya tidak stabil. Diuresis
perlu dicatat dengan cermat; pada pasien gagal
jantung jumlah urin berkurang. Analisis urin biasanya
menunjukkan albuminuria dan hematuria mikroskopik
(Daphne, 2009).

Prinsip

Pengobatan Terdapat tiga aspek yang


penting dalam penanggulangan gagal jantung
yaitu pengobatan terhadap gagal jantung (Tabel
2.4), pengobatan terhadap penyakit yang
mendasari, dan pengobatan terhadap faktor
pencetus (anemia, infeksi, dan disritmia).
Termasuk dalam pengobatan medikamentosa
gagal jantung yaitu rnengurangi retensi cairan
dan gararn, meningkatkan kontraktilitas otot
jantung dan mengurangi beban jantung
(Sudigdo, 1994).

B.

Pengobatan Umum (McPhee, 2009) Istirahat. Pada gagal


jantung akut yang berat pasien perlu dirawat inap. Tirah baring
dengan posisi setengah duduk sangat membantu pasien. Suhu
dan kelembaban. Neonatus sangat rentan terhadap perubahan
suhu lingkungan, khususnya suhu dingin, lebih-lebih bila ia
menderita penyakir berat. Oleh karena itu neonatus dengan gagal
jantung perlu ditempatkan di inkubator dengan pengatur suhu dan
kelembaban. Oksigen. Oksigen, biasanya cukup dengan kateter
naso-fanngeal atau masker, harus secara rutin diberikan pada
setiap pasien gagal jantung akut atau gagal jantung yang berat,
Pernberian cairan dan diet. Pada pasien dengan gagal jantung
berat seringkaii masukan cairan dan makanan per oral tidak
memadai, atau mengandung bahaya terjadinya aspirasi. Oleh
karena itu pada pasien tersebut seringkali

diperlukan

pemberian cairan intravena. Mengingat terdapatnya


kecenderungan terjadinya retensi cairan dan natrium pada pasien
gagl jantung, dan kehilangan kalium bila diberikan diuretik, maka
diberikan cairan tanpa natrium, dan jumlahnya perlu dikurangi
menjadi kira-kira 75-80% kebutuhan rumat. Namun mi harus
terus dipantau, mengingat kerja pernapasan yang meningkat akan
menyebabkan meningkatnya kebutuhan cairan. Pemantauan klinis
(turgor, pola pernapasan, balans antara masukan dan keluaran)
serta laboratoris (analisis gas darah, elektrolit) menentukan
pemberian jenis dan jumlah cairan selanjutnya. pada pasien yang
dapat masukan oral atau yang rawat jalan diperlukan diet rendah
garam. namun tidak perlu terlalu ketat mengingat kelebihan
natrium dapat dikontrol dengan diuretik. sedang makanan tawar
sering ditolak pasien (Sudigdo, 1994).

Dasar

Pengobatan Gagal Jantung


Umum : Istirahat (bita perlu dengan sedasi) posisi
seterigah duduk awasi bahaya aspirasi Pengaturan
suhu dan ketembaban Oksigen Cairar, koreksi
gangguan elektrolit dan metabolik, diet
Medikamentosa: Obat inotropik : digitalis obat
inotropik intravena Vasodilator arteri vena arterivena Diuretik Pengobatan disritmia obat-obatan
(pacu jantung) Pembedahan: Penyakit jantung
bawaan paliatif korektif Penyakit jantung didapat
valvuloplaSti penggantiaan katup