Anda di halaman 1dari 22

Proposal Engineering Business Plan 2015

Telur Asin InSALT dengan Berbagai Tingkat Keasinan


Yang Terstandarisasi Internasional
Diusulkan oleh:

Ketua

: Alfiyanti (21030113120071)

Anggota 1

: Yudi Wiraatmadja (21030113120025)

Anggota 2

: Muhammad Fikri Setiawan (21030113130112)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

DAFTAR ISI

HALAMAN COVER.i
DAFTAR ISI...i
JUDUL IDE BISNIS...ii
BAB I PENDAHULUAN..1
I.1. Latar Belakang dan Motivasi Usaha.1
I.2. Profil dan Uraian Singkat Usaha.2
I.3. Tujuan dan Manfaat Usaha..3
BAB II ISI.4
II.1.Deskripsi Usaha..4
II.2. Analisis SWOT...4
II.3. Analisis Pasar..6
II.4. Analisis Keuangan..7
II.5. Analisis Pelaksanaan dan Keberlanjutan Usaha. 15
LAMPIRAN 18

ii

BAB I
PENDAHULUAN
Judul Ide Bisnis
Telur Asin InSALT dengan Berbagai Tingkat Keasinan Yang Terstandarisasi
Internasional

I.1.1 Latar belakang dan Motivasi melaksanakan kegiatan


Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari beribu pulau.Masing-masing pulau
tentu mempunyai ciri khas tersendiri dan salah satu sektor yang menjadi sorotan utama
dunia adalah bidang pangannya.Panganan tradisional Indonesia yang variatif, harusnya
mampu menduduki jajaran pasar-pasar Internasional atau paling tidak telah mampu
terstandarisasi pasar Internasional. Namun pada kenyataannya, panganan tradisional
tersebut justru semakin ditinggalkan.
Telur asin, atau biasa disebut dengan Ndug asin merupakan salah satu panganan
tradisional, khas Brebes Jawa Tengah. Telur asin yang memiliki rasa yang gurih dan biasa
digunakan sebagai lauk yang berprotein tinggi, harusnya mampu membawa nama baik
Indonesia di Pasar Internasional guna menghadapi AEC 2015. Namun sayangnya, dengan
begitu banyak produsen telur asin, menyebabkan tingkat keasinannya berbeda-beda,
sehingga telur asin belum mampu memenuhi standar pasar Internasional.
Untuk itulah kami bermaksud memberikan inovasi baru, yaitu dengan membuat
telur asin dengan berbagai level (InSALT) yang memiliki kadar keasinan yang seragam
untuk masing-masing levelnya. Dengan inovasi baru ini, telur asin mampu terstandarisasi
secara internasional sehingga siap dipasarkan dipasar Internasional guna mengahadapi AEC
2015.

I.1.2 Profil dan Uraian singkat tentang Usaha


No

Data Perusahaan

Keterangan

Nama Perusahaan

AFY Corporation

Bidang usaha

pangan

Jenis Produk

Telur Asin dengan berbagai kadar keasinan InSALT

Alamat Perusahaan

Tembalang, Semarang, Jawa Tengah

Web

www.InSALT.co.id

Uraian Singkat

AFY corporation merupakan suatu perusahaan yang


bergerak di bidang pangan, berupa telur asin dengan
berbagai level keasinan (InSALT) yang terstandar
internasional sehingga mampu bersaing di pasar
internasional guna menghadapi AEC 2015

A. Visi
Halal, berstandar dan unggul dalam kualitas
B. Misi
Menciptakan inovasi produk baru dalam bidang pangan yang bermanfaat bagi
masyarakat
Menjadi perusahaan makanan yang berdaya saing tinggi di pasar Internasional
Membuka lapangan kerja baru bagi penduduk sekitar tempat usaha

Struktur Organisasi

Pimpinan

Alfiyanti

Manager Produksi
dan Keuangan

Manager Logistik dan


Pemasaran

Yudy Wiraatmadja

Fikri Setiawan

I.1.3 Tujuan dan Manfaat Usaha

Mencari keuntungan

Menciptakan lapangan pekerjaan baru

Mensejahterakan kehidupan pendiri usaha dan pekerja

Mampu menjadi panganan produksi lokal yang berstandar Internasional guna


mengahadapi AEC 2015

BAB II
ISI
II.!.Deskripsi Usaha
AFY Team bergerak di bidang makanan dengan menyediakan produk berupa telur asin
bebek

berkualitas

dan

tinggi

protein

dalam

berbagai

tingkat

keasinan

yang

terstandarisasi.Tingkat keasinan yang merupakan sebuah pembeda sekaligus inovasi dalam


produk ini menjadi peluang yang sangat besar dalam mendominasi pasar.Standarisasi
merupakan kunci sukses sebuah usaha, terlebih lagi jika usaha tersebut ingin dikembangkan
ke skala lebih besar dan menjangkau pangsa pasar luar negeri dalam rangka menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.Selain itu, sebagai salah satu strategi pemasaran,
produk kami juga dapat digunakan sebagai souvenir(melalui pesanan khusus) karena telur
asin yang dijual dapat ditambahkan hiasan berupa ekspresi yang beragam dan menarik
(yang tersedia) sehingga dapat mewakili perasaan atau ungkapan pembeli.
II.2 Analisis SWOT Usaha
Strength (Kekuatan)
-

Telur asin InSALT merupakan telur asin pertama yang tersedia dalam berbagai
tingkat keasinan yang terstandarisasi

Telur asin berkualitas dari daerah Brebes yang telah melalui uji SNI, sertifikasi
halal dan HACCP

Mampu menjangkau semua kalangan dengan berbagai selera keasinan yang ada

Weakness (Kelemahan)
-

Perlu dilakukan riset yang matang sebelum dapat melakukan produksi skala besar.

Pengalaman bisnis dan relasi yang masih kurang

Opportunities (Peluang)
-

Dibukanya Pasar Barang dan jasa pada Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Besarnya potensi telur bebek di daerah Brebes, Jawa Tengah.

Adanya fasilitas riset yang memadai di Universitas Diponegoro

Kebutuhan pasar akan telur asin yang cukup besar (rumah-rumah makan) serta
konsumen (terutama anak muda) yang cenderung menyukai konsep baru dalam hal
konten maupun strategi pemasaran

Threat (Ancaman)
-

Merupakan produk lauk pauk yang bisa disubstitusi dengan lauk pauk lainnya.

Merupakan produk baru yang belum terkenal dikalangan masyarakat

Dengan menganalisa SWOT Usaha, dapat ditempuh cara-cara sebagai berikut untuk
pengembangan usaha :
-

Melakukan riset yang memadai dan memiliki luaran hasil yang terstandarisasi
badan-badan pengawas regulasi makanan baik tingkat nasional, regional maupun
internasional.

Mempromosikan produk melalui kanal-kanal online dan melakukan strategi


promosi yang konsisten.

Memperluas relasi dengan penyalur-penyalur tempat menjual maupun memasarkan


produk melalui berbagai cara seperti mengikuti bazar, expo, dan menjalin kontrak
kerja sama.

Menjaga konsistensi kualitas produk seperti tingkat keasinan yang memiliki SOP
(Standard Operational Procedure)

Melakukan evaluasi berkala untuk menghubungkan respon pasar terhadap kebijakan


bisnis yang diambil.

II.3 Analisis Pasar


1. Analisa Pasar
Telur asin merupakan salah satu lauk pauk yang cukup digemari masyarakat
Indonesia khususnya di masyarakat Asia pada umumnya. Telur Asin produksi local
saat ini sangat beragam dan memiliki rasa dan tingkat keasinan yang berbeda-beda
antara suatu produsen dengan produsen lain. Bahkan, produsen yang sama bisa
menghasilkan kualitas telur asin yang berbeda pula. Hal ini disebabkan karena tidak
adanya standar yang mengatur hal-hal mengenai kualitas telur asin yang akan dijual
ke pasar. Kami menyadari bahwa usaha local tersebut akan sulit berkembang
terlebih menjadi skala internasional karena control kualitas dan Standar prosedur
merupakan sebuah kewajiban yang harus dimiliki masing-masing perusahaan jika
ingin diterima oleh masyarakat global.
2. Segmentasi pasar
Pada produksi awal, Telur asin InSALT akan dipasarkan dan dijual dalam pasar
local yakni di daerah Tembalang melalui penyalur-penyalur yang telah menjalin
kerjasama dengan AFY tim seperti rumah-rumah makan, toko souvenir, event
organizer dan lain-lain. Pemilihan segmen pasar ini disebabkan besarnya potensi
kawasan Tembalang terhadap suatu konsep produk makanan baru serta
memudahkan tim kami dalam menjalankan tahapan-tahapan usaha yang mulai dari
riset sampai proses produksi.
3. Produk InSALT
Telur Asin InSALT merupakan telur asin siap konsumsi dari olahan telur bebek
berkualitas dengan berbagai tingkat keasinan yang terstandarisasi.InSALT sangat
cocok untuk segala jenis selera lauk pauk konsumen yang berbasis telur
asin.InSALT juga tersedia dalam berbagai desain menarik yang dapat dijadikan
sebagai souvenir atau sekedar mengungkapkan perasaan seseorang.

4. Analisa Kompetitif
Telur Asin Brebes

Kelebihan

Proses pembuatannya lebih singkat dan mudah


Tidak memerlukan riset dan pembakuan prosedur dalam produksinya

Kekurangan

Kualitas yang dihasilkan tidak konsisten


Tidak mampu menjangkau konsumen dengan berbagai selera keasinan yang
berbeda

Telur Asin InSALT

Kelebihan

Memiliki standar kualitas yang terdaftar


Mampu menjangkau semua konsumen dengan beragam selera

Kekurangan

Proses pembuatan yang relatif lama dan memerlukan banyak standarisasi


sebelum produksi
Perlunya riset yang matang mengenai konsep kadar telur asin dan strategi
promosi.
II. 4 Analisis Keuangan
Modal investasi Tetap (Fixed Capital Investment)
Tabel 2.1 Fixed Capital Investment
No

Nama Alat

Jumlah Harga/Unit

Harga Total

Sewa tempat produksi

Rp. 50.000.000

Rp. 50.000.000

Bak penyortiran

Rp. 1.000.000

Rp. 1.000.000

Bak pengasinan

Rp. 1.000.000

Rp. 5.000.000

Terpal

Rp. 100.000

Rp. 500.000

Pekerja

Rp. 1.200.000/bulan

Rp. 240.000.000

Peralatan pendukung

Rp. 5.000.000

Biaya lainnya
- Penelitian kadar keasinan
- Legalisasi badan usaha
- Sertifikasi produk telur asin

Rp. 2.000.000
Rp. 2.500.000
Rp.2.000.000
Rp. 308.000.000

TOTAL

Modal Kerja (Working Capital Investment)


Tabel 2.2. Working Capital Investment
Bahan Baku

Kebutuhan

Telur asin

480.000

Harga
butir/10 Rp. 1500/butir

Total
Rp. 720.000.000

tahun
Garam

12.000 kg/10 tahun

Rp. 550/kg

Rp. 6.600.000

Pewarna makanan

21.600 ml/ 10 tahun

Rp. 3000/30 ml

Rp. 2.160.000

Kemasan

24.000

buah/

10 Rp. 2000/buah

Rp. 48.000.000

tahun
Biaya lainnya
Listrik

Rp. 100.000/bulan

Air

Rp. 12.000.000
Rp. 12.000.000

Transportasi

Rp. 100.000/bulan

Rp. 67.200.000

Promosi

Rp. 140.000/minggu

Rp.2.500.000

Gas

Rp. 7.200.000
Rp. 60.000/bulan

TOTAL

Rp.877.660.000

Cash Flow
Tabel Cash Flow terlampir.
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyelesaian Cash Flow. Diantaranya:
1. Penjualan telur asin meningkat 5% setiap tahunnya.
2. Biaya operasi meningkat 2% per tahunnya.
3. Penjualan menurun 1% setiap tahunnya.
4. Nilai sisa Fixed Capital Investment pada tahun 10 adalah 0.
5. Depresiasi memakai metode Straight Line Depreciation.
6. Selling price telur asin meningkat 3 % pertahun
7. Pajak pendapatan 10%.
Berikut adalah perhitungan dalam Cash Flow:
=
=
=

=
=
=
=
=
= +

Cumulative Cash Flow


9

Berdasarkan perhitungan cash flow dapat dihitung profit dan Pay Out Time.Cumulative
Cash Flow dihitung pada dua tahun sebelum beroperasi.Berikut adalah perhitungan
Cumulative Cash Flow.
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk menghitung Cumulative Cash Flow:
1. Pada awal tahun perusahaan beroperasi, modal yang dikeluarkan adalah 100% dari
Fixed Capital Investment dan Working Capital Investment.
Berikut adalah perhitungan Cumulative Cash Flow.
Tabel 2.3. Cumulative cash flow
Tahun Biaya (Rp)

Cumulative Cash Flow

-1186460000

-1186460000

160400000

171053120

-855006880

182580910.4

-672425969.6

195054314

-477371655.6

208549976.3

-268821679.3

223150702.4

-45670976.85

238957529.1

193286552.3

256056680.5

449343232.7

274565415.7

723908648.5

10

294585130.7

1018493779

-1026060000

10

Berikut adalah plot grafik Cumulative Cash Flow.

Grafik Cumulative Cash InSALT


1,5E+09
y = 2E+08x - 1E+09
R = 0,991

1E+09

Biaya

50000000
Comulatif Cash Flow

0
-5E+08

10

12

Linear (Comulatif Cash Flow)

-1E+09
-1,5E+09

Tahun ke-

Grafik 2.1 Cumulative Cash InSALT

Berdasarkan grafik dapat disimpulkan sebagai berikut:


1. Pay Out Time didapat setelah perusahaan beroperasi selama 6,25 tahun.
2. Profit diperoleh setelah 6,25 tahun.
Break Event Point
Berikut adalah perhitungan dari Break Event Point.
Berikut adalah data-data dalam perhitungan Break Event Point:
1. Penjualan terdiri dari penjualan telur asin biasa dan telur asin terkustomisasi.
Dalam satu tahun, perbandingan total penjualan yakni80% telur asin biasa dan 20%
telur asin terkustomisasi.
2. Rata-rata Selling price telur asin biasa adalah Rp. 4585.551725
3. Rata-rata Selling price telur asin terkustomisasi adalah Rp. 10949.3
4. Rata-rata biaya operasi telur asin biasa adalah Rp. 2189.9442
5. Rata-rata biaya operasi telur asin terkustomisasi adalah Rp. 3284.9163
Sehingga, diperoleh persamaan sebagai berikut:
Dimisalkan penjualan telur asin biasa adalah X1 dan penjualan telur asin
terkustomisasi adalah X2.

11

Dimana X1 = 0.8X dan X2 = 0.2X


= = 10517.97 + 19123.585
=
= 2189.94421 + 3284.91632
= +
= 308.000.000 + 2189.94421 + 3284.91632
Break Event Point dapat dicapai ketika perpotongan garis Sales dan Total Cost.
=
308000000 + 2189.94421 + 3284.91632 = 4585.5517251 + 10949.32
Jadi, X = 89291.85517
Xs = 0.8 x 89291.85517 = 71433.484butir telur asin biasa
Xk = 0.2 x 89291.85517 = 17858.37103butir telur asin terkustomisasi

Jadi, Break Event Point diperoleh pada saat penjualan 89292 butir telur asin. Sehingga
sesuai dengan data-data diatas Break Event Point diperoleh pada saat penjualan 71433 butir
telur asin biasa dan penjualan 17858 butir telur asin terkustomisasi.
Internal Rate of Return
Berikut adalah data-data untuk menghitung Internal Rate of Return.
1. Modal investasi seluruhnya dihitung pada awal tahun (present).
2. Cash Flow dihitung sesuai dengan tahunnya.
Tabel 2.4 Cash Flow
Tahun

Biaya

-1186460000

160400000

171053120

182580910.4

12

195054314

208549976.3

223150702.4

238957529.1

256056680.5

274565415.7

10

294585130.7

Perhitungan Internal Rate of Return dihitung secara trialdan interpolasi linear dengan suku
bunga yang diperkirakan akan memberikan nilai NPV positif misalnya 10% dan dilanjutkan
dengan perhitungan NPV yang negative misalnya 20%. Berikut adalah perhitungan

Tabel 2.5 Net Present Value


Tahun

Cash

NPV

NPV

Flow

(i=10%)

(i=20%)

-1.2E+09

1.6E+08

145818182

133666666.7

1.71E+08 141366215

118786888.9

1.83E+08 137175740

105660249.1

1.95E+08 133224721

94065544.95

2.09E+08 129493127

83811558.12

2.23E+08 125962754

74732718.73

2.39E+08 122622996

66688660.84

1186460000 1186460000

13

2.56E+08 119452331

59550600.15

2.75E+08 116442539

53212617

10

2.95E+08 113575320

47577143.24

98673925.6

Total

-348707352

0 98673925.6
. 20% 10% = 12.20559 %
348707352 98673925.6

= 10% +

Tabel 2.6 Tabel Cash Flow

Salestelur
Tahun

asin biasa
(telur/tahun)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

sales telur
asin
terkustomisasi
(telur/year)

selling price
telur asin biasa
(Rp/butir)

selling price
telur asin
terkustomisasi
(Rp/butir)

cash operation
telur asin biasa
(Rp/butir)

cash operation
telur asin
terkustomisasi
(Rp/butir)

38400

9600

4000

10000

2000

3000

40320

10080

4120

10200

2040

3060

42336

10584

4243.6

10404

2080.8

3121.2

44452.8

11113.2

4370.908

10612

2122.416

3183.624

46675.44

11668.86

4502.03524

10824

2164.86432

3247.29648

49009.212

12252.303

4637.096297

11040

2208.161606

3312.24241

51459.6726

12864.91815

4776.209186

11261

2252.324839

3378.487258

54032.65623 13508.16406

4919.495462

11486

2297.371335

3446.057003

56734.28904 14183.57226

5067.080326

11716

2343.318762

3514.978143

59571.00349 14892.75087

5219.092735

11950

2390.185137

3585.277706
14

untung

untung

revenue

depreciation total biaya

cash biaya

pendapatan kotor

pajak

(Rp)

(Rp)

operasi

operasi

(Rp)

pendapatan (Rp)

30800000

105600000 74800000

174800000 144000000 14400000

129600000 160400000

268934400 30800000

113097600 82297600

186636800 155836800 15583680

140253120 171053120

289772986 30800000

121127530 90327530

199445456 168645456 16864546

151780910 182580910.4

312232378 30800000

129727584 98927584

213304793 182504793 18250479

164254314 195054314

336438216 30800000

138938243 108138243 228299974 197499974 19749997

177749976 208549976.3

362525861 30800000

148802858 118002858 244523003 213723003 21372300

192350702 223150702.4

390654004 30800000

159367861 128567861 262086143 231286143 23128614

208157529 238957529.1

420968179 30800000

170682979 139882979 281085201 250285201 25028520

225256680 256056680.5

453651932 30800000

182801470 152001470 301650462 270850462 27085046

243765416 274565415.7

488874965 30800000

195780375 164980375 323894590 293094590 29309459

263785131 294585130.7

249600000

(Rp)

bersih

cash flow
(Rp)

II. 5 Analisis Pelaksanaan dan Keberlanjutan Usaha


1. Rencana Pengembangan Usaha
-

Strategi Produksi

Melakukan riset dan melakukan standarisasi terhadap tingkat keasinan telur asin
(kualitas) serta bentuk pemasaran.

Menjalin kerja sama dengan pemasok bahan baku produksi seperti garam dan
telur bebek.

15

Peningkatan Kapasitas produksi secara bertahap.

Strategi Pemasaran dan Penjualan

Menjalin kerja sama dengan rumah-rumah makan, event organizer, maupun


kanal-kanal local dan internasional terkait penjualan InSALT.

Mengikuti pameran, expo dan bazaar di berbagai kesempatan guna


memperkenalkan produk baru ini ke khalayak ramai.

Menggunakan media internet (situs resmi, media social) untuk mempromosikan


inovasi produk baru dan menarik minat konsumen terutama anak muda

Melakukan analisa pasar dan evaluasi strategi pemasaran secara berkala

Strategi Organisasi dan SDM

Membuat dua focus perusahaan yakni bidang pemasaran dan bidang produksi

Merekrut tenaga kerja dan mengajarkan tentang SOP Perusahaan dalam bidang
kualitas dan pemasarannya.

Strategi Finansial

Pencarian investor pengembangan usaha dengan sering mengikuti pelatihan


UKM dan pameran di berbagai kesempatan.

Evaluasi keuangan secara berkala

2. Tahap Pengembangan Usaha (1 tahun pertama)


Tabel 2.7. Tahap Pengembangan Usaha
No.

Kegiatan

Bulan ke1

1.

Riset

10

11

mengenai

16

12

kadar keasinan
2.

Riset

mengenai

pewarnaan telur
3.

Pembuatan

tim

usaha
4.

Pendaftaran produk
ke badan standar
makanan

5.

Legalisasi

Badan

Usaha
6.

Menjalin
dengan
telur

koneksi
pemasok

asin

serta

garam
7.

Menjalin
dengan

koneksi
penyalur

produk untuk dijial


dan dipasarkan
8.

Produksi

dan

penjualan
9.

Evaluasi Pasar

17

LAMPIRAN

InSALT, Pengekspresi diri, hias

InSALT, Terkostumisasi levelnya

18

19